Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

PENGARUH PEMBERIAN AROMATERAPI LAVENDER UNTUK MENGURANGI KECEMASAN MENGHADAPI PERSALINAN PADA IBU HAMIL TRIMESTER III DI BIDAN SURIATI, S.ST LAMBARO KECAMTAN INGIN JAYA KABUPATEN ACEH BESAR Rosna Rosna; Gadis Halizasia; Rahmisyah Rahmisyah
Getsempena Health Science Journal Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/ghsj.v3i1.2592

Abstract

Data World Health Organization (2020) menunjukkan sekitar 8-10% mengalami kecemasan selama kehamilan dan meningkat menjadi 13% ketika menjelang persalinan. kecemasan pada ibu hamil sangat berpotensi menimbulkan Depresi pada ibu hamil. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh Pemberian Aromaterapi Lavender Untuk Mengurangi Kecemasan Menghadapi Persalinan Pada Ibu Hamil Trimester III Di Bidan Suriati, S.ST Lambaro Kecamatan Ingin Jaya Kabupaten Aceh Besar. Jenis penelitian pada penelitian ini adalah quesy ekspemimen dengan rancangan penelitian one group pretest posttest design. Penelitian ini telah dilakukan di BPM Bidan Suriati, S.ST Lambaro Kecamatan Ingin Jaya Kabupaten Aceh Besar dilakukan pada tanggal 23 Desember 2023 s/d 02 Januari 2024 dengan jumlah sampek sebanyak 97 sampel dengan menggunakan teknik pengambilan sampel accedental sampling, sampel dihitung menggunakan rumus Lemeshow. hasil uji paired sample test sebelum dan sesudah pemberian aromaterapi levender, didapatkan nilai sig (2-tailed) = 0,000 < 0,05 yang artinya ada Pengaruh Pemberian Aromaterapi Lavender Untuk Mengurangi Kecemasan Menghadapi Persalinan Pada Ibu Hamil Trimester III Di Bidan Suriati, S.ST Lambaro Kecamtan Ingin Jaya Kabupaten Aceh Besar. Kesimpulan terjadinya penurunan kecemasan pada ibu hamil yang mendapatkan aromaterapi lavender, hal ini disebabkan oleh karena dalam minyak lavender terdapat kandungan linelol asetat dimana kandungan tersebut dihirup masuk ke hidung yang selanjutnya ditangkap oleh saraf yang akhirnya akan masuk ke otak, disinilah otak bekerja dimana sebagai tempat pusat memori suasana hati dan intelektualitas berada.AbstractData from the World Health Organization (2020) shows that around 8-10% experience anxiety during pregnancy and this increases to 13% when delivery approaches. Anxiety in pregnant women has the potential to cause depression in pregnant women. The aim of this research was to determine the effect of giving Lavender Aromatherapy to Reduce Anxiety Facing Childbirth in Pregnant Women in the Third Trimester at Midwife Suriati, S.ST Lambaro, Want Jaya District, Aceh Besar Regency. The type of research in this study is an experimental question with a one group pretest posttest research design. This research was carried out at BPM Bidan Suriati, S.ST Lambaro, Want Jaya District, Aceh Besar Regency, carried out on 23 December 2023 to 02 January 2024 with a total sample of 97 samples using the accidental sampling technique, samples were calculated using the Lemeshow formula . The results of the paired sample test before and after giving lavender aromatherapy, obtained a sig value (2-tailed) = 0.000 < 0.05, which means there is an effect of giving lavender aromatherapy to reduce anxiety facing childbirth in third trimester pregnant women at Midwife Suriati, S.ST Lambaro, Want to Jaya District, Aceh Besar Regency. The conclusion is that there is a decrease in anxiety in pregnant women who receive lavender aromatherapy, this is because lavender oil contains linelol acetate, where this content is inhaled into the nose, which is then captured by nerves which will eventually enter the brain, this is where the brain works, which is the central location. memory of mood and intellect resides.
EFEKTIFITAS PEMBERIAN KOMPRES HANGAT TERHADAP INTENSITAS NYERI DAN KECEMASAN SAAT PEMASANGAN INFUS PADA ANAK DI RSUD dr.ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH Ilyas Ilyas; Mahruri Saputra; Gadis Halizasia
Getsempena Health Science Journal Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/ghsj.v3i1.2593

Abstract

Latar Belakang :Terapi perilaku kognitif didasarkan pada pola pemikiran dan perilaku yang dapat mempengaruhi gejala dan ketidak mampuan yang mungkin menghambat proses penyembuhan. Pemasangan infus merupakan prosedur invasif dan merupakan tindakan yang sering di lakukan rumah sakit (Jeli, 2014). Berdasarkan data dari rekam medik RSU GMIM Pancaran Kasih Manado,jumlahanak yang dirawat di ruang anak selama setahun terakhir yaitu pada bulan April 2017-April 2018 berjumlah 1105 anak, 30% diantaranya merupakan anak usia prasekolah dan 50% anak usia prasekolah yang dirawat dipasang infus. Berdasarkan uraian latar belakang tersebut diatas maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian ini yang berjudul “efektifitas kompres hangat terhadap tingkat nyeri dan kecemasan pada pasien anak di RSUD dr.Zainoel Abidin Banda Aceh.Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kompres hangat terhadap nyeri anak usia sekolah saat pemasangan infus di DR.ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH.. Metode: Penelitian ini menggunakan desain Quasi Eksperimen. Desain penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Efektifitas Pemberian Kompres Hangat Terhadap Intensitas Nyeri Dan Kecemasan saat Pemasangan InfusPada Anakdi RSUD Zainoel Abidin Banda Aceh. Penelitian ini terdapat 2 kelompok yaitu kelompok kontrol dan kelompok intervensi. Populasi dalam penelitian ini adalah 119 pasien yang dipasang infus di Ruang ArafahAnak RSUD dr. Zainoel Abidin. Dan sampel yang didapatkan adalah 29 pasien Hasil: Berdasarkan hasil karakteristik responden diatas sebagian besar responden berjenis kelamin laki-lai dengan jumlah persentase sebesar 64,1%, sedangkan untuk urutan kelahiran anak pada anak ke 2 paling banyak dengan presentasi 55,4%, untuk usia anak 6-10 tahun sebesar 85,9%. Ada efektifitas pemberian kompres hangat terhadap intensitas nyeri dan kecemasan saat pemasangan infus Pada anak di rsud dr.zainoel abidin Banda aceh dengan p-value 0,000 (P<0,05).AsbtractCognitive behavioral therapy is based on patterns of thought and behavior that can influence symptoms and disabilities that may hinder the healing process. Insertion of an IV is an invasive procedure and is an action that is often carried out in hospitals (Jeli, 2014). Based on data from the medical records of RSU GMIM Pancaran Kasih Manado, the number of children treated in the children's room during the last year, namely in April 2017-April 2018, was 1105 children, 30% of whom were preschool age children and 50% of the preschool age children who were treated had intravenous drips. Based on the background description above, researchers are interested in conducting this research entitled "The effectiveness of warm compresses on the level of pain and anxiety in pediatric patients at Dr. when installing an IV at DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH. Method: This research used a Quasi Experimental design. This research design aims to determine the effectiveness of giving warm compresses on the intensity of pain and anxiety when installing an IV in children at the Zainoel Abidin Regional Hospital, Banda Aceh. This study contained 2 groups, namely a control group and an intervention group. The population in this study were 119 patients who had IVs installed in the Arafah Anak Room at RSUD dr. Zainoel Abidin. And the sample obtained was 29 patients. Results: Based on the results of the characteristics of the respondents above, the majority of respondents were male with a percentage of 64.1%, while for child birth order the 2nd child was the highest with a presentation of 55.4%, for children aged 6-10 years amounted to 85.9%. There is an effectiveness of giving warm compresses on the intensity of pain and anxiety when installing an IV in children at Dr. Zainoel Abidin Hospital in Banda Aceh with a p-value of 0.000 (P<0.05).
ETHICAL AND CLINICAL CONSIDERATIONS IN THE USE OF RESTRAINTS FOR PATIENT SAFETY IN INTENSIVE CARE UNITS Aina Fitri; Rosa Galica Gita Gressia; Isni Hijriana; Gadis Halizasia
Getsempena Health Science Journal Vol. 4 No. 1 (2025): Januari
Publisher : Universitas Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/ghsj.v4i1.3161

Abstract

The use of physical restraints on patients in intensive care units (ICUs) is a common intervention aimed at ensuring patient safety, particularly in preventing the dislodgement of vital invasive devices. However, this practice raises ethical and clinical dilemmas due to the complex considerations involved. The aim of this study was to explore the ethical and clinical considerations in the use of restraints for patient safety in the intensive care setting. This research employed a qualitative phenomenological design, with data collected through in-depth interviews involving eight participants in the intensive care unit. Data were analyzed using the Colaizzi method. The study identified three major themes: considering the patient's needs, preventing the dislodgement of invasive devices, and experiencing contradictory feelings. The findings highlight the need for clearer, standardized policies on the use of restraints in intensive care units that incorporate both ethical and clinical perspectives.
Hubungan Beban Kerja Dengan Kualitas Penerapan Service Excellence Perawat Pelaksana Di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Aceh Besar Eridha Putra; Gadis Halizasia; Ferdi Riansyah; Nurul Ibrahim
NASUWAKES: Jurnal Kesehatan Ilmiah Vol. 18 No. 2 (2025): September
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/nasuwakes.v18i2.1053

Abstract

Perawat pelaksana memiliki peran strategis dalam menjamin mutu pelayanan keperawatan di rumah sakit. Beban kerja yang tinggi sering kali menjadi faktor yang dapat memengaruhi kualitas pelayanan yang diberikan, termasuk dalam penerapan service excellence. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh perawat pelaksana di ruang rawat inap, dengan jumlah sampel sebanyak 34 orang yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner beban kerja perawat dan penerapan service excellence. Analisis data dilakukan secara univariat untuk menggambarkan distribusi frekuensi, dan bivariat menggunakan uji Chi-Square untuk mengetahui hubungan antara beban kerja dengan penerapan service excellence. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas perawat pelaksana berusia 31–35 tahun, berpendidikan Diploma III Keperawatan, dan telah bekerja kurang dari lima tahun. Sebagian besar memiliki beban kerja kategori berat (64,7%) dan kualitas penerapan service excellence pada kategori cukup (47,1%). Uji Chi-Square menghasilkan nilai p = 0,242 (>0,05), menandakan tidak ada hubungan signifikan antara beban kerja dengan penerapan service excellence, meskipun secara deskriptif terlihat kecenderungan bahwa semakin berat beban kerja, semakin rendah kualitas pelayanan prima yang diberikan. Kesimpulan dari penelitian ini secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan pentingnya pengelolaan beban kerja yang proporsional guna mempertahankan kualitas pelayanan prima. Peningkatan kompetensi dan motivasi perawat melalui pelatihan berkelanjutan diharapkan dapat memperkuat penerapan service excellence meskipun dalam kondisi beban kerja yang tinggi.
The Relationship Between Nurses’ Roles and Mothers’ Knowledge with the Implementation of HIV/AIDS Testing in the PMTCT Program among Pregnant Women at Public Health Centers in Banda Aceh City Halizasia, Gadis; Rahmisyah, Rahmisyah; Fitria, Fitria; Riasnyah, Ferdi; Hayani, Mela; Maulida, Maulida
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 3 No. 2 (2026): Mei-Agustus, Sustainable Development Goals (SDGs): Multidisciplinary Perspectiv
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/wrd50a84

Abstract

Human Immunodeficiency Virus (HIV) is a virus that attacks the immune system and may progress to Acquired Immunodeficiency Syndrome(AIDS). Prevention of mother-to-child transmission of HIV can be achieved through the Prevention of Mother-to-Child Transmission (PMTCT) program, including HIV testing among pregnant women. The success of HIV testing implementation is influenced by healthcare providers’ roles and maternal knowledge. This study aimed to determine the relationship between healthcare providers’ roles and maternal knowledge with the implementation of HIV/AIDS testing in the PMTCT program among pregnant women at Baiturrahman Public Health Center, Banda Aceh City. This study used an analytic observational design with a cross-sectional approach. The research was conducted in July 2024 with a sample of 44 pregnant women selected using accidental sampling. Data were collected using questionnaires and analyzed using univariate and bivariate analysis with the Chi-Square test at a significance level of α = 0.05. The results showed that most respondents perceived healthcare providers as having an active role (33 respondents; 75%), had good knowledge (26 respondents; 59.1%), and accepted HIV/AIDS testing (36 respondents; 81.8%). The Chi-Square test revealed a significant relationship between healthcare providers’ roles and HIV/AIDS testing implementation (p = 0.001), as well as between maternal knowledge and HIV/AIDS testing implementation (p = 0.000). It can be concluded that healthcare providers’ roles and maternal knowledge are significantly associated with HIV/AIDS testing implementation in the PMTCT program. Strengthening education, counseling, and health promotion by healthcare providers is needed to improve HIV testing coverage and prevent mother-to-child HIV transmission.
Efektivitas Booklet Sebagai Media Edukasi Terhadap Self-Efficacy Menyusui Pada Ibu Nifas Di Pidie Jaya Frisca Fazira; Fitria Fitria; Gadis Halizasia
Public Health Journal Vol. 2 No. 3 (2025): July–September, Public Health Education and Health Literacy
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/z5b2p680

Abstract

Self-efficacy merupakan faktor psikologis penting yang berperan besar dalam keberhasilan menyusui. Ibu dengan tingkat self-efficacy tinggi cenderung mampu mengatasi masalah menyusui, mempertahankan ASI eksklusif, dan memiliki kepuasan lebih tinggi dalam proses menyusui. Media edukasi seperti booklet terbukti dapat meningkatkan pengetahuan dan keyakinan ibu terhadap kemampuan menyusui. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas booklet sebagai media edukasi terhadap self-efficacy menyusui pada ibu nifas di Kabupaten Pidie Jaya. Penelitian menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one-group pretest-posttest. Sampel berjumlah 30 ibu nifas yang dipilih secara purposive. Instrumen self-efficacy menggunakan Breastfeeding Self-Efficacy Scale–Short Form (BSES-SF) yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya (Cronbach’s Alpha = 0,886). Intervensi berupa pemberian booklet menyusui dan edukasi singkat. Analisis data menggunakan uji paired t-test dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata skor self-efficacy meningkat dari 47,8 ± 6,2 pada pretest menjadi 58,6 ± 5,7 pada posttest. Hasil uji paired t-test menunjukkan perbedaan signifikan antara skor self-efficacy sebelum dan sesudah intervensi (p = 0,000). Seluruh responden mengalami peningkatan skor, menunjukkan adanya dampak positif yang konsisten dari penggunaan booklet. Penelitian ini menyimpulkan bahwa booklet efektif sebagai media edukasi dalam meningkatkan self-efficacy menyusui pada ibu nifas di Pidie Jaya. Media ini dapat digunakan sebagai bagian dari intervensi edukasi laktasi di fasilitas pelayanan kesehatan dasar untuk mendukung keberhasilan praktik menyusui.
Hubungan Antara Aspek-Aspek Psikologis Dengan Burnout Pada Perawat Di Rumah Sakit Umum Daerah Aceh Besar Hery Sumardi; Eridha Putra; Gadis Halizasia; Ully Muzakir; Mohd. Rizal Fahmi Adha
Public Health Journal Vol. 2 No. 4 (2025): October–December, Occupational Health and Safety
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/dr8yqy02

Abstract

Burnout merupakan suatu kondisi seseorang yang merasakan kelelahan baik secara fisik maupun mental yang disebabkan oleh keterlibatan individu dalam situasi kerja yang memberikan emosional jangka panjang. Kondisi ini muncul ketika seseorang mengalami stress pada pekerjaan yang melibatkan interaksi dengan banyak orang. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan aspek-aspek psikologis dengan burnout pada perawat di Rumah Sakit Umum Daerah Aceh Besar. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif pada 70 perawat di Rumah Sakit Umum Daerah Aceh Besar pada bulan Juni 2025 menggunakan metode cross sectional study. Pengumpulan data menggunakan Kuesioner Alat Ukur Perasaan Kelelahan Kerja 2 (KAUPK2) dan Maslach Burnout Inventory (MBI). Data dianalisa secara bivariat. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini menggunakan chi-square test yang menunjukkan adanya hubungan aspek-aspek psikologis dengan burnout pada perawat (p = 0.005). Dari hasil tersebut maka diharapkan perawat yang bertugas mampu mengetahui burnout yang dialami serta dapat menerapkan cara mengatasi hal tersebut secara efektif sehingga mampu memberikan pelayanan kepada pasien secara berkualitas.