Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Prevalensi Dan Burden Of Disease Penyakit Ginjal Kronik Yang Menjalani Hemodialisis Di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Zainoel Abidin Desi Anna Rahmi; Halizasia, Gadis; Mhd.Hidayatullah, Mhd.Hidayatullah
Teewan Journal Solutions Vol. 1 No. 1 (2023): ,
Publisher : Teewan Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/qn3n9216

Abstract

Latar Belakang: Gagal ginjal kronik ditandai dengan filtrasi glomerulus dan <60 ml/menit per 1,73 meter persegi, atau kerusakan ginjal dalam 3 bulan, atau keduanya. Pengobatan penyakit ginjal rumit dan mahal, menjadikan penyakit ini sebagai beban ekonomi, dan peraturan terkait erat dengan kebijakan publik dan situasi perekonomian masing-masing negara. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia, gagal ginjal kronis adalah penyebab kematian nomor 12. Tujuan: Untuk mengetahui prevalensi dan beban penyakit ginjal kronis di kalangan dokter umum rumah sakit yang menjalani hemodialisis. Zainoel Abidin. Metodologi Penelitian: Penelitian kuantitatif bersifat deskriptif dengan desain cross-sectional. Sampel berjumlah 116 pasien penyakit ginjal kronik yang menjalani hemodialisis dan memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Metode pengambilan sampel adalah sampel keseluruhan. Hasil: Prevalensi penyakit ginjal kronik pada pasien hemodialisis di RSUD.Zainoel Abidin sebesar 6,48%. Biaya langsung rutin sebesar Rp8.548.040.160 per tahun dengan rata-rata sebesar Rp895.466 per pasien, sedangkan biaya insidental langsung sebesar Rp300.100.000 per tahun dengan rata-rata sebesar Rp5.456.363 per pasien. Biaya tidak langsung rutin sebesar Rp1.065.216.000 per tahun dengan rata-rata sebesar Rp303.959 per pasien, sedangkan biaya tidak langsung insidental sebesar Rp303.959.146.013.000, dengan rata-rata Rp 2.103.058 per pasien. Beban penyakit ginjal kronik pada hemodialisis di RSUD Dr Zainoel Abidin sebesar Rp 12.626.518.024.188,75.  
Pemanfaatan Media Sosial Untuk Penanganan Stunting di Puskesmas Kota Banda Aceh Novida; Halizasia, Gadis; Riansyah, ferdi
Teewan Journal Solutions Vol. 1 No. 1 (2023): ,
Publisher : Teewan Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/xfj2cg32

Abstract

Latar Belakang: Paparan media sosial merupakan sumber pengetahuan penting untuk menghindari malnutrisi. Media sosial juga efektif meningkatkan perilaku pencegahan stunting pada balita. Kota banda aceh merupakan salah satu kota smart city yang memiliki misi mewujudkan ekosistem perkotaan yang maju dengan sarana dan prasarana publik yang berkualitas dan terintegrasi dengan masyarakat yang sehat, toleran serta memiliki rasa kebersamaan yang kuat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis media sosial apa saja yang dimiliki, paling sering digunakan, bagaimana proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan serta hambatan-hambatan apa saja yang didapati oleh petugas kesehatan dalam memberikan promosi kesehatan tantang penanganan stunting menggunakan media sosial milik puskesmas di kota Banda Aceh. Metode Penelitian: Dalam penelitian ini jenis penelitiannya yaitu kualitatif dengan pendekatan yang digunakan adalah deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi Observasi,Wawancara dan Dokumentasi. Hasil: Jenis media sosial yang paling sering digunakan oleh pihak puskesmas untuk promosi kesehatan yaitu instagram, facebook dan whatsapp karena mudah untuk diakses oleh masyarakat. Bentuk realisasi puskesmas dalam melakukan planning (perencanaan) yaitu dengan adanya akun media sosial yang digunakan untuk melakukan promosi kesehatan meskipun belum secara maksimal dipergunakan untuk. Bentuk Organizing (pengorganisasian) yang dilakukan oleh pihak puskesmas yaitu menetapkan satu orang admin untuk diberikan tanggung jawab lebih mengelola media sosial. Bentuk Actuating (pelaksanaan) yang dilakukan oleh admin adalah berupa postingan-postingan yang di post di laman akun media sosial.  Bentuk Controlling (pengawasan) media sosial dilakukan langsung pihak puskesmas oleh kepala puskesmas. Kesimpulan: Puskesmas Kota Banda Aceh sudah mengupayakan melakukan promosi kesehatan menggunakan media sosial.   Kata kunci: Promosi Kesehatan, Media Sosial, Stunting, Sistem Manajemen  
Analisis Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Brand Image Rumah Sakit Umum Sakinah Lhoksemawe, Aceh Riansyah, Ferdi; Taufik; Saputra, Irwan; Halizasia, Gadis
Teewan Journal Solutions Vol. 1 No. 1 (2023): ,
Publisher : Teewan Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/b3mkm751

Abstract

sasaran pasar rumah sakit umum sakinah pada pengguna jasa pelayanannya itu adalah masyarakat luas yang diupayakan dan harus dipenuhi untuk mendapatkan pasar sasaran yang diinginkan. posisi produk harus dijaga dengan melihat pada potensi dalam pasar produk yang kompetitif harus dipertahankan sehingga menggenjot segmen pasar. rumah sakit umum sakinah juga mengharapkan agar masyarakat luas merasa puas dengan pelayanan yang diberikan sehingga konsumen memiliki persepsi masyarakat akan pelayanan yang diberikan. persepsi tersebut akan membentuk suatu brand image. brand image rumah sakit yang positif akan memberikan dampak positif dalam persepsi konsumen yang akan membantu kegiatan pemasaran rumah sakit. tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengetahui pengaruh kualitas pelayanan terhadap brand image rumah sakit umum sakinah lhokseumawe pada pasien rawat inap. metode: penelitian ini dilakukan dengan menggunakan penelitian kuantitaif dengan pendekatan cross sectional dengan pengumpulan data menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat untuk menggambarkan sebaran dan proporsi, serta bivariat menggunakan chi square dan menggunakan analisis multivariate dengan regensi liner. hasil: penelitian ini menemukan adanya pengaruh kualitas pelayanan terhadap brand image rumah sakit faktor realibitas (reliability) p value = 0,001 dan or = 21,875, daya tanggap (responsiveness) p value = 0,005 dan or = 14,5, jaminan (assurance) p value = 0,000 dan or = 50,143, empati (empathy) p value = 0,001 dan or = 21,875, bukti fisik (tangibles) p value = 0,000 or = 29,25. faktor yang paling dominan berpengaruh terhadap brand image rumah sakit umum sakinah lhokseumawe pada pasien rawat inap berdasarkan faktor kualitas pelayanan yaitu jaminan dengan p value = 0,006 dan or = 29,837 artinya brand image yang dijalankan rumah sakit umum sakinah lhokseumawe dengan berfokus pada faktor jaminan pada kualitas pelayanan akan 29,837 kali mempengaruhi pertimbangan pasien dalam memilih untuk memanfaatkan pelayanan kesehatan rawat inap. kata kunci : kualitas pelayanan, brand image
Pengaruh Status Gizi Terhadap Kejadian Stunting Pada Balita di Desa Pasie Lamgarot Kecamatan Ingin Jaya Kabupaten Aceh Besar Kartika, Komala; Halizasia, Gadis
Teewan Journal Solutions Vol. 1 No. 2 (2024): Maret
Publisher : Teewan Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/32aswk33

Abstract

The toddler years are included in the golden period for children's growth and development. Stunting can happen to anyone, this disease is caused by chronic lack of nutrition over a long period. The risk of stunting arises from the first 1,000 days of life. The high prevalence of stunting among toddlers in Indonesia requires efforts to address and prevent stunting from an early age. Handling stunting is carried out through specific interventions and sensitive interventions targeting the first 1000 days of a child's life up to the age of 6 years. To determine the effect of pregnant women's diet on the incidence of stunting among toddlers in Pasie Lamgarot Village, Ingin Jaya District, Aceh Besar Regency in 2024. This type of research is analytical observational research using a cross sectional approach. The population in this study were mothers and toddlers in Pasie Lamgarot Village. The sample for this study was purposive sampling, namely all mothers and toddlers in Pasie Lamgarot Village, Ingin Jaya District.Research Results: The nutritional status was good for 44 people (73.3%), and there were no stunting in toddlers, 16 people (26.7%) had poor nutritional status, 15 people (93.7%) experienced stunting and none 1 person (6.3%) experienced stunting. The results of the chi square statistical test obtained p=0.000 > 0.05, meaning that toodlers nutritional status influences the incidence of stunting among toddlers in Pasie Lamgarot Village.
Pengaruh Penyuluhan Kesiapsiagaan Bencana Kebakaran Terhadap Pengetahuan Keluarga Di Desa Pasie Lubuk Kecamatan Ingin Jaya Aceh Besar Halizasia, Gadis; Malem , Rehmaita; Khairil Mursalin, Muhammad Oki
Teewan Journal Solutions Vol. 1 No. 3 (2024): Juni
Publisher : Teewan Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/fnxdwz78

Abstract

Kebakaran merupakan suatu kejadian yang tidak dapat diperkirakan dan diprediksi kapan terjadinya, serta dapat menyebabkan kerugian materi maupun kerugian jiwa. Disebabkan oleh alam secara tidak langsung seperti letusan gunung, api, petir, korlesting listrik, kebocoran gas, dan kelalaian manusia (Miranti & Mardiana, 2018). Penyuluhan merupakan proses penyampian informasi kepada orang lain yang dilakukan oleh seorang penyuluh. Diharapkan bagi seorang penyuluh dapat memiliki pengetahuan dan keahlian yang baik serta mampu berkomunikasi agar informasi yang diberikan dapat di mengerti dan dipahami. Komunikasi aktif dalam penyampian pesan yang baik akan memberikan manfaat mereka yang disuluh. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Menurut Sugiyono (2014) Metode penelitian ini yang digunakan adalah quasy eksperimen design dengan menggunakan rancangan Pre and post test without control (control diri sendiri) pada desain ini peneliti hanya melakukan intervensi pada satu kelompok tanpa pebanding dengan jumlah responden 100. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan keluarga terhadap kesiap siagaan bencana kebakaran dengan memberikan penyuluhan pada keluarga dengan pemberian teknik : Quasy Eksperimen design. Adapun cara pengumpulan data yag digunakan dengan menggunakan penyebaran kuesioner. Berdasarkan hasil pengumpulan data yang dilakukan oleh peneliti pada tanggal 25  Mei s/d 5 Juni 2023 tentang Pengaruh Penyuluhan KesiapSiagaan Bencana Kebakaran Terhadap Pengetahuan Keluarga Di Desa Blang Krueng Aceh Besar sebanyak 100 orang responden, maka peneliti dapat ditarik beberapa kesimpulan hasil uji wilcoxon signed rank test sebelum diberikan penyuluhan dan sesudah diberikan penyuluhan bahwa Z hitung sebesar -5, 708a dan signifikan sebesar 0.000. ha l ini menunjukkan bahwa nilai signifikan 0.000 lebih kecil dari 0.05 (taraf kesalahan 5%). Jadi dapat disimpulkan ada pengaruh pengetahuan keluarga terhadap kesiapsiagaan bencana kebakaran sebelum diberikan penyuluhan dan sesudah penyuluhan.
Inovasi Media Edukasi untuk Optimalisasi Investigasi Kontak TB Keluarga di Puskesmas Baiturrahman Banda Aceh Utama, Reka Julia; Fajarina, Mira; Morian, Popy Citra Sari; Halizasia, Gadis; Fitria, Fitria
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v6i2.755

Abstract

Penurunan cakupan investigasi kontak tuberkulosis (TB) di masyarakat menjadi tantangan utama di wilayah kerja Puskesmas Baiturrahman. Rendahnya pengetahuan keluarga pasien, stigma sosial, dan keterbatasan media edukasi menjadi faktor penghambat optimalisasi penemuan kasus. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterbukaan keluarga pasien TB melalui pengembangan media edukasi inovatif berupa buku panduan dan video edukasi, serta mendorong peningkatan cakupan investigasi kontak TB di sepuluh desa di Kecamatan Baiturrahman, Kota Banda Aceh. Pendekatan yang digunakan meliputi penyuluhan berbasis komunitas dengan desain pre-test dan post-test, observasi partisipatif, dan wawancara singkat. Media edukasi disampaikan oleh kader TB kepada keluarga pasien di Desa Lampaseh, Keudah, Lamgapang, Lamdingin, Lamteumen, Lamgugob, Lamteumen Barat, Lamteumen Timur, Lamteumen Tengah, dan Lamteumen Selatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan skor pengetahuan keluarga, yaitu pengetahuan tentang TB meningkat sebesar 30%, pemahaman pentingnya investigasi kontak meningkat 32%, dan kesadaran pencegahan penularan di rumah meningkat 28%. Selain itu, cakupan investigasi kontak meningkat dari 35% menjadi 70% setelah intervensi. Media edukasi inovatif yang dikombinasikan dengan pendampingan kader TB menunjukkan efektivitas yang baik dalam meningkatkan pengetahuan, mendorong keterbukaan keluarga, dan memperluas cakupan investigasi kontak TB, sehingga berpotensi menjadi model intervensi berbasis komunitas yang dapat diterapkan di wilayah lain.
Sosialisasi Penggunaan Jamban Untuk Mencegah Penyakit Menular TBC di Desa Atong Aceh Besar Ferdi Riansyah; Mhd Hidayattullah; Taufiq Karma; Gadis Halizasia; Mahruri Saputra; Fitria Fitria; Ristiani Ristiani; Reka Julia Utama; Mira Fajira
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 2 No. 2 (2025): Mei-Agustus "The Role of Community Service in Increasing Children's Educational
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/3s9b0019

Abstract

Sanitasi yang buruk masih menjadi penyebab utama terjadinya berbagai penyakit menular di wilayah pedesaan. Banyak masyarakat belum memahami hubungan antara perilaku buang air besar sembarangan dengan penyebaran penyakit, terutama akibat rendahnya kesadaran akan pentingnya penggunaan jamban yang layak dan sehat. Untuk mengatasi hal ini, dilakukan kegiatan sosialisasi yang bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang sanitasi dan pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat. Kegiatan ini diikuti oleh 30 peserta yang terdiri dari kepala keluarga, ibu rumah tangga, remaja, dan tokoh masyarakat. Materi disampaikan melalui ceramah interaktif dan diskusi kelompok. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test guna mengukur perubahan pengetahuan. Sebelum sosialisasi, hanya 33% peserta memiliki pemahaman yang cukup baik terkait sanitasi dan penularan penyakit. Setelah kegiatan, 87% peserta mampu menjawab dengan benar pertanyaan mengenai fungsi jamban dan bahaya buang air besar sembarangan. Selain itu, sebanyak 70% peserta menyatakan kesediaan untuk menggunakan atau membangun jamban sehat. Hasil ini menunjukkan bahwa edukasi komunitas efektif dalam meningkatkan kesadaran dan komitmen masyarakat terhadap perilaku hidup bersih. Pelatihan lanjutan tentang pembuatan jamban sederhana dari bahan lokal sangat dianjurkan untuk keberlanjutan perubahan perilaku.
The Effectiveness of Peer Education Methods in Increasing Tuberculosis Knowledge in High School Students Ferdi Riansyah; Nadia Sari; Seri Warzukni; Elvina Sari; Niswatul Khaira; Nuril Ria Alifa; Mhd. Hidayattullah; Nisrina Hanum; Reka Julia Utama; Muliana Muliana; Gadis Halizasia; Said Usman; Ristiani Ristiani; Abdul Ajiz
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 3 No. 1 (2026): Januari-April. Synergy of Research and Community Service for Community Empowerm
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/ynxmqn29

Abstract

This study aimed to determine the effectiveness of the peer education method in improving tuberculosis knowledge among high school students. The problem addressed in this research was the limited understanding of tuberculosis among adolescents, which may influence prevention behavior and awareness. The study used a quantitative approach with a quasi-experimental one group pretest–posttest design. The research was conducted in February 2025 at a senior high school, involving 112 students selected using a total sampling technique. Data were collected using a structured questionnaire that measured students’ knowledge before and after the educational intervention. The intervention was delivered through peer education, where trained students provided health education sessions, group discussions, and interactive learning activities to their classmates. Data analysis was conducted using descriptive analysis to describe respondent characteristics and comparative analysis to examine changes in knowledge levels before and after the intervention. The results showed that students’ knowledge improved after receiving peer education, indicating that this method helped students better understand information related to tuberculosis. The study concludes that peer education is an effective approach for increasing adolescents’ health knowledge because it encourages active participation, comfortable communication, and better information acceptance among students.
Family Support with the Occurrence of TB Treatment Compliance Ferdi Riansyah; Maulida Maulida; Gadis Halizasia; Dina Andriani Br Karo; Mela Hayani
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 6 No S6 (2024): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v6iS6.5137

Abstract

Tuberculosis has been known for more than a century since the discovery of the germ that causes Tuberculosis by Robert Koch in 1882. WHO in 1993 said that TB is a very important and serious public health problem throughout the world and is a disease that causes a global emergency, because one in three of the world's population is estimated to have been infected with Mycobacterium tuberculosis (also called Acid-Fast Bacillus = AFB) as the germ that causes TB as evidenced by the Mantoux test. Geographically, the most cases of TB are in Southeast Asia (45.6%), Africa (23.3%) and the Western Pacific (17.8%), and the smallest in the Eastern Mediterranean (8.1%), The Americas (2.9%) and Europe (2.2%). This study uses a quantitative approach, by formulating a hypothesis which is then subjected to statistical testing to accept or reject the hypothesis. This study aims to determine the relationship between family support and treatment compliance in tuberculosis patients. Based on the table above about instrumental support shows that less instrumental support (10%) in non-compliant patients is lower compared to good instrumental support (57.1%). Based on statistical tests, the p-value on instrumental support is 0.001 which means there is a significant relationship between instrumental support and tuberculosis treatment compliance.
PREDICTORS OF LATE INITIATION OF ANTENATAL CARE AMONG MUSLIM WOMEN IN PIDIE DISTRICT, ACEH Mira Fajarina; Reka Julia Utama; Gadis Halizasia; Fitria Fitria
Getsempena Health Science Journal Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/ghsj.v3i2.1650

Abstract

Late initiation of antenatal care (ANC) remains a public health concern in Aceh, contributing to adverse maternal and neonatal outcomes. This study aimed to identify predictors of late ANC initiation and factors influencing ANC visit frequency among Muslim women in Pidie District. A predictive correlational study was conducted with 80 postpartum women selected using purposive sampling. Data were collected through structured questionnaires covering sociodemographic characteristics, obstetric history, knowledge, perceptions, beliefs, and social support. Analyses included descriptive statistics, Chi-square tests, Spearman correlation, and binary logistic regression. Results showed that 55% of participants initiated ANC after 12 weeks of gestation, with only 25% completing the recommended minimum of four visits. Key barriers included long distances to health facilities (62%), cultural or religious beliefs (35%), economic constraints (28%), and limited ANC knowledge (40%). Logistic regression identified significant predictors of late ANC initiation: distance from health facility (AOR = 1.08; p = 0.005), lower knowledge about ANC (AOR = 0.72; p = 0.03), and history of abortion (AOR = 6.12; p = 0.01). Family support, particularly from husbands, and guidance from community health volunteers were also influential in timely ANC attendance. In conclusion, both accessibility and maternal knowledge are key determinants of ANC utilization in Pidie. Interventions such as community-based education, telehealth support, and culturally sensitive counseling are recommended to improve timely ANC initiation and adherence, ultimately enhancing maternal and neonatal health outcomes.