Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

DUKUNGAN KEPALA SEKOLAH SMA NEGERI DALAM PENYELENGGARAAN BK DI KABUPATEN ACEH TENGAH Hendra Teguh Satriyawan; Martunis Yahya; M. Husen
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 4, No 3 (2019): September 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 The principal's support in supporting the successful implementation of BK is very important. The purpose of this study is to find out the form of support of public high school principals in the implementation of BK in Central Aceh District. Descriptive research method with qualitative approach. The subjects of this study were the school principals and Bk teachers in each school in Central Aceh District High School using data collection techniques used, namely interviews, observation, documentation. The results showed the principal in the Central Aceh District High School had not fully carried out his duties or his role as the person in charge in the field of guidance and counseling to the maximum, as for things that have not been carried out namely regulating and directing BK activities, completing BK facilities and infrastructure and assigning BK personnelKeywords: Principal support and organizing BK Abstrak: Dukungan kepala sekolah dalam menunjang keberhasilan penyelenggaraan BK sangat penting. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui bentuk dukungan kepala sekolah SMA Negeri dalam penyelenggaraan BK di Kabupaten Aceh Tengah. Metode penelitian Deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah kepala sekolah dan guru Bk di masing-masing sekolah SMA Negeri Kabupaten Aceh Tengah dengan menggunakan teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi, dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan kepala sekolah di SMA Negeri Kabupaten Aceh Tengah belum secara sepenuhnya menjalankan tugas maupun perannya sebagai penanggungjawab dalam bidang bimbingan dan konseling secara maksimal, adapun hal yang belum dijalankan yaitu mengatur dan mengarahkan kegiatan BK, melengkapi sarana dan prasana BK serta penugasan personil BK.Kata Kunci: Dukungan Kepala Sekolah, Tingkat SMA, Layanan BK
MOTIVASI ORANG TUA DALAM MEMILIH SEKOLAH DASAR ISLAM TERPADU BAGI ANAK (Penelitian pada Orang Tua Murid di SDIT Nurul Ishlah Kecamatan Ulee Kareng Kota Banda Aceh) Desi Puspita Sari; Martunis Yahya; Said Nurdin
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 4, No 2 (2019): Juni 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Abstract: Parents have a first and foremost role in choosing education for children. In the motivation to choose a school, of course the parents have a vision and mission that is the goal in sending their children to school. This study aims to determine the motivation of parents in choosing schools for children. This type of qualitative research uses a descriptive approach, the subjects of the study amounted to 6 (six) parents / guardians of students from SDIT Nurul Ishlah, Ulee Kareng Subdistrict, Banda Aceh City, data collection techniques were carried out through interviews and documentation studies. The results showed that the motivation of parents to choose Integrated Islamic Primary Schools for children can be seen from intrinsic factors and extrinsic factors. Intrinsically parents have motivation so that children can memorize the Qur'an at an early age. Children who are able to memorize and practice the suras of the Qur'an become their own pride for their parents. Extrinsically the motivation of parents to choose SDIT Nurul Ishlah is because this school has a collaborative learning system, meaning that it combines general learning and balanced religious studies. From the results of the study it is recommended that parents continue to assist children in developing all their potential so that there is a match between parents' expectations and children's wishes in school selection.Keywords: Selection of Schools, Parents, Motivation  Orang tua memiliki peran yang sangat besar dalam pemilihan sekolah bagi anak. Motivasi orang tua dalam memilih sekolah merupakan faktor yang mempengaruhi dan juga memberikan kontribusi yang signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motivasi orang tua dalam pemilihan sekolah bagi anak. Jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif, subyek penelitian berjumlah 6 (enam) orang tua/wali murid dari SDIT Nurul Ishlah Kecamatan Ulee Kareng Kota Banda Aceh, teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi orang tua memilih Sekolah Dasar Islam Terpadu bagi anak di SDIT Nurul Ishlah yaitu dilihat dari faktor intrinsik orang tua menginginkan anak mampu membaca dan menghafal Al-Qur’an, serta fokus pada pembentukan karakter islami seperti, patuh kepada orang tua dan guru, jujur, taat beragama, dan mampu menghafal surah-surah pendek. Selain itu dilihat dari faktor ekstrinsik motivasi orang tua menyekolahkan anak ke SDIT dikarenakan, sekolah ini memiliki visi misi membentuk karakter anak yang islami dan kurikulum yang diterapkan sesuai dengan kebutuhan peserta didik dan sesuai dengan harapan para orang tua. Harapan orang tua adalah anak bisa mandiri, senang dalam menuntut ilmu, fokus belajar dan mampu bersaing dalam mencapai prestasi yang unggul. Dari hasil penelitian disarankan para orang tua untuk terus mendampingi anak dalam mengembangkan segala potensi yang dimiliki agar terjadi kesesuaian antara harapan orang tua dan keinginan anak dalam pemilihan sekolah.Kata Kunci: Pemilihan Sekolah, Orang Tua, Motivasi
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB TERJADINYA PERGAULAN BEBAS PADA REMAJA DI KOTA BANDA ACEH Hafri Khaidir Anwar; Martunis Martunis; Fajriani Fajriani
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 4, No 2 (2019): Juni 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Free association is an increasingly alarming case, especially for adolescents who have been entangled with deviant behaviors that are not in accordance with religious values / norms, customs and rules that apply in society. This study aims to determine the causes of the occurrence of promiscuity in the city of Banda Aceh. This research includes descriptive research using a qualitative approach. The subjects of this study were teenagers in the Banda Aceh City area. Data collection techniques are interviews. While the data analysis technique is done in three steps, namely data reduction, data display and verification. The results of the study show that matters related to free association conducted by young people in Banda Aceh City include (1) coming home / late at night; (2) Associating with the opposite sex without any limitations; (3) Bullying; (4) Misuse of the internet, namely accessing pornographic content; (5) Looks not in accordance with age; (6) Violating school rules, namely skipping school, not doing homework / school assignments, not attending teaching and learning activities at certain learning hours, and not attending ceremonies. The causes of the occurrence of promiscuity in adolescents are; (1) Low self control; (2) Low self-awareness of adolescents about the dangers of promiscuity; (3) Religious values tend to be lacking; (4) Poor lifestyle; (5) Low level of family education; (6) Poor harmonious family environment; (7) Lack of attention from parents; (8) Peer influence; and (9) Effects of the Internet.Keywords: Causes, promiscuity, adolescence  Abstrak: Pergaulan bebas merupakan suatu kasus yang semakin mengkhawatirkan terutama bagi remaja yang telah terjerat dengan perilaku-perilaku menyimpang yang tidak sesuai dengan nilai/norma agama, adat istiadat serta kaidah-kaidah yang berlaku di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor penyebab terjadinya pergaulan bebas di Kota Banda Aceh. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah para remaja dalam wilayah Kota Banda Aceh. Teknik pengumpulan data adalah wawancara. Sedangkan teknik analisis data dilakukan dengan tiga langkah, yaitu reduksi data, display data dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hal-hal terkait pergaulan bebas yang dilakukan remaja Kota Banda Aceh meliputi (1) Keluar/pulang ke rumah larut malam; (2) Bergaul dengan lawan jenis tanpa adanya batasan; (3) Bullying; (4) Penyalahgunaan internet yakni mengakses konten pornografi; (5) Berpenampilan tidak sesuai dengan umur; (6) Melanggar aturan sekolah yakni bolos sekolah, tidak mengerjakan PR/tugas sekolah, tidak mengikuti kegiatan belajar mengajar pada jam pembelajaran tertentu, dan tidak mengikuti upacara. Adapun faktor penyebab terjadinya pergaulan bebas pada remaja yaitu ; (1) Rendahnya kontrol diri; (2) Rendahnya kesadaran diri remaja terhadap bahaya pergaulan bebas; (3) Nilai-nilai keagamaan cenderung kurang; (4) Gaya hidup yang kurang baik; (5) Rendahnya taraf pendidikan keluarga; (6) Keadaan lingkungan keluarga yang kurang harmonis; (7) Minimnya perhatian orang tua; (8) Pengaruh teman sebaya; dan (9) Pengaruh Internet.Kata Kunci : Faktor Penyebab, Pergaulan Bebas, Remaja.
GAMBARAN KECERDASAN SOSIAL SISWA SMA NEGERI KOTA BANDA ACEH Rukia Aslim; Martunis Yahya; . Fajriani
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 3, No 1 (2018): Maret 2018
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The social Intelligence becomes an effective solution to stop anarchic attitudes of students, for students who have a high social intelligence they have a set of psychological skills to solve the problem politely and peacefully. The purpose of this research to describe the social intelligence of students in terms of ability aspects to understand and respond to the environmental conditions, the ability of self-carrying, a person's ability to convey ideas naturally and clearly in a persuasive manner and the ability to understand about the needs and thoughts of others person. This research uses a quantitative descriptive approach. The population in this research were all students of class XI in Senior High School of Banda Aceh City totally 740 students. The sample in this research were 260 students. The data collection was done by using questionnaires with a scale of 1-4. Based on the results of this research revealed that the description of social intelligence by students at the high category. This means that students expressed relatively well in terms of ability consciousness thinking and acts to perform its role as a social being in a relationship with the environment or society. In the aspect of ability to understand and respond to the environmental conditions has a high level. In the aspect of self-carrying ability at the high category. While the aspect of students ability to convey ideas naturally and clearly by persuasive means having a high level. As for the aspect of students ability to understand about needs and thoughts of other persons that are in the high category as well. Keywords: Social Intelligence, Students ABSTRAK Kecerdasan sosial menjadi solusi efektif meredam sikap anarkis siswa, karena siswa yang memiliki kecerdasan sosial tinggi, mempunyai seperangkat keterampilan psikologis untuk memecahkan masalah dengan santun dan damai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kecerdasan sosial siswa ditinjau dari aspek kemampuan memahami dan tanggap terhadap kondisi lingkungan sekitar, kemampuan membawa diri, kemampuan seseorang dalam menyampaikan gagasan secara alami dan jelas dengan cara persuasif serta kemampuan untuk memahami kebutuhan dan pemikiran orang lain. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMA Negeri Kota Banda Aceh yang berjumlah 740 orang. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 260 siswa. Pengumpulan data pada penelitian kuantitatif menggunakan metode angket dengan skala 1-4. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa gambaran kecerdasan sosial siswaberada pada kategori tinggi. Artinya, siswa dinyatakan relatif baik dalam hal kemampuan pada kesadaran berpikir dan bertindak untuk menjalankan perannya sebagai makhluk sosial dalam menjalin hubungan dengan lingkungan atau kelompok masyarakat. Untuk aspek kemampuan memahami dan tanggap terhadap kondisi lingkungan sekitarmemiliki tingkat yang tinggi. Pada aspek kemampuan membawa diri berada pada kategori tinggi. Sementara pada aspek kemampuan siswa dalam menyampaikan gagasan secara alami dan jelas dengan cara persuasif memiliki tingkat yang tinggi. Adapun untuk aspek kemampuan siswa untuk memahami kebutuhan dan pemikiran orang lain berada pada kategori tinggi juga.Kata Kunci: Kecerdasan Sosial, Siswa
Penilaian Mahasiswa PPL Terhadap Pelaksanaan Layanan Bimbingan Kelompok Oleh Guru BK Eka Dewi Sari; Said Nurdin; Martunis Yahya
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 2, No 3 (2017): Desember 2017
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.164 KB)

Abstract

ABSTRACT Assessment was an inseparable part in daily life either in education, career, society and so forth. The research entitled “Internship Students’ Assessment towards the Implementation of Group Guidance Service by Guidance and Counseling Teacher” aimed to describe the internship students’ assessment towards the guidance group service conducted by the guidance and counseling teacher who was their internship supervisor. Assessment was conducted on group guidance activities conducted by the teachers so that it could be a model for students who conducted the Internship Program (PPL). The research approach was descriptive qualitative. The subjects were 6 PPL students of guidance and counseling. The data collection technique about the instrument aspects used standard instruments based on book 3 of Educational Curriculum and Professional Teacher Training (PLPG), page 28. To support a concrete data, it used interview technique based on the observation result and the measurement of PPL students of guidance and counseling. Based on the data analysis, the assessment conducted towards the guidance group service implemented by BK teacher was categorized as good appropriately. It showed that the BK supervisor teacher could be a role-model for the students who performed PPL at school.Keywords: Student assessment, group guidance implementation. ABSTRAKPenilaian adalah bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari-hari baik dalam pendidikan, dalam dunia kerja, dalam masyarakat dan sebagainya. Penelitian yang berjudul “Penilaian Mahasiswa PPL Terhadap Pelaksanaan Layanan Bimbingan Kelompok Oleh Guru BK” ini bertujuan untuk menggambarkan penilaian mahasiswa PPL terhadap layanan bimbingan kelompok yang dilakukan oleh guru BK yang menjadi pamong bagi mahasiswa praktikan. Penilaian dilakukan terhadap kegiatan bimbingan kelompok yang dilakukan oleh guru BK sehingga dapat menjadi model bagi mahasiswa yang melaksanakan Program Pengalaman Lapangan (PPL). Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa PPL BK yang berjumlah 6 orang. Teknik pengumpulan data tentang aspek-aspek yang dinilai menggunakan instrumen baku berdasarkan Buku 3 Rambu-Rambu Pelaksanaan Pendidikan dan Latihan Profesional Guru (PLPG), halaman 28. Serta menggunakan teknik wawancara untuk mendukung data yang lebih konkrit yaitu berdasarkan hasil observasi dan pengamatan mahasiswa PPL BK. Berdasarkan hasil analisis data, diketahui bahwa penilaian mahasiswa PPL terhadap pelaksanaan layanan bimbingan kelompok yang dilakukan oleh guru BK, ditemukan bahwa guru BK melakukan layanan bimbingan kelompok dapat dikategorikan baik sesuai dengan tahap-tahapnya. Dengan demikian sebagai guru pamong BK bagi mahasiswa PPL BK dapat dijadikan model bagi mahasiswa dalam pelaksanaan PPL di sekolah. Kata kunci: Penilaian mahasiswa PPL, pelaksanaan layanan bimbingan kelompok
Meningkatkan Keterampilan Komunikasi Siswa SMP Negeri 4 Banda Aceh Melalui Bimbingan Kelompok Dengan Teknik Bermain Peran Angga Nugraha; Martunis Yahya; Nurbaity Bustamam
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 3, No 4 (2018): Desember 2018
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 The research entitled "Improving Communication Skills of Junior High School 4 Banda Aceh Students through Group Guidance with Role Play Techniques" aimed at looking at improving communication skills of SMPN 4 Banda Aceh students before and after role playing techniques. This research uses Mixed Method approach with action research type. Subjects in this study amounted to 30 people who have low communication skill level. Data collection using closed questionnaire method with scale 1-5 and observation. Research data then analyzed by paired sample t-test. The result of data analysis showed that students' communication skill level improved after being given group guidance by role playing technique with t value equal to 19.385 and sig value. (2-tailed) 0.000 0,05 in cycle 1, then data on cycle II found t value equal to 14.067 and sig value. (2-tailed) of 0.000 0.05 it can be concluded that there is a change in the improvement of students' communication skills when before and after the given action and hypothesis accepted. That is, group guidance with role playing techniques can improve students' communication skills. Based on the observation data shows the improvement of the communication skills of students before and after the action is given, the students have started to appreciate the opinions of others, understand the conversation, issue ideas well, and able to solve the problems that exist when communicating. 
Analisis masalah belajar siswa jurusan IPS di SMA Negeri Banda Aceh Reka Mulya Castury; Nurhasanah Nurhasanah; Martunis Yahya
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 4, No 1 (2019): Maret 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.787 KB)

Abstract

Abstract: Basically the selection of majors held in high school is an effort to develop students' abilities. However, in its implementation it actually caused discriminatory actions against the Social Sciences department so that a negative view appeared on them. This study was conducted to find out: (1) Learning problems faced by Social Sciences students, and (2) factors that influence students' learning problems. This study uses descriptive methods and quantitative approaches. The population is all students of Social Sciences majoring in class XI of Banda Aceh 3, 4 and 12 High Schools with 231 students. The sample of this study was 49 students. The data collection technique used the AUM-PTSDL questionnaire and the influencing factor questionnaire instrument. Analysis of AUM - PTSDL questionnaire data using the BK software program and questionnaire instruments using descriptive percentages. The results of the research in the three schools show that the most dominant learning problem is in the field of learning skills. Also found factors that influence learning problems are physical / child health factors, parenting / ways parents educate children and inadequate school facilities.Keywords: Learning problems, students of Social Science Department Abstrak: Pada dasarnya penjurusan yang dilaksanakan di SMA ialah sebagai upaya untuk mengembangkan kemampuan siswa. Namun, dalam pelaksanaannya justru menimbulkan tindakan diskriminatif terhadap jurusan IPS sehingga muncul pandangan negatif pada mereka. Studi ini dilakukan untuk mengetahui: (1) Masalah-masalah belajar yang dihadapi siswa jurusan IPS, dan (2) faktor yang mempengaruhi masalah belajar siswa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan pendekatan kuantitatif. Populasinya adalah semua siswa jurusan IPS kelas XI SMA 3, 4 dan 12 Banda Aceh sebanyak 231 siswa. Sampel penelitian ini sebanyak 49 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan angket AUM – PTSDL dan instrumen angket faktor yang mempengaruhi. Analisis data angket AUM – PTSDL mengggunakan program software BK dan instrumen angket menggunakan deskriptif presentase P+f:Nx100%. Hasil penelitian di ketiga sekolah tersebut memiliki masalah belajar paling dominan ialah di bidang keterampilan belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhi masalah belajarnya ialah faktor jasmaniah/kesehatan anak, pola asuh/cara mendidik orangtua dan fasilitas sekolah yang kurang memadai.Kata kunci: Masalah Belajar, Siswa Jurusan IPS
ANALISIS PENYEBAB DAN ORIENTASI MASA DEPAN REMAJA EXRESIDENCE NARKOBA PASCA REHABILITASI DI KOTA SIGLI Yayang Dwi Fraja; Martunis Yahya; Abu Bakar
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 4, No 4 (2019): Desember 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja yang menjadi faktor-faktor penyebab remaja menjadi pengguna narkoba di Kota Sigli yang diharapkan dapat memberikan informasi dan pengetahuan tetang kenakalan remaja sehingga dapat mengurangi masalah sosial penyebab kenakalan remaja khususnya narkoba. Penelitian ini berbentuk deskriptif kualitatif. Informan yaitu mereka yang terlibat langsung dalam penggunaan narkoba berjumlah 8 orang. Teknik pengumpulan data ini adalah melalui data primer (observasi, dan wawancara) dan data sekunder (studi kepustakaan). Hasil penelitian dijelaskan penyebab remaja ex residence narkoba yang menggunakan narkoba sebagian besar untuk hura-hura dan mencari kesenangan semata, dipengaruhi oleh teman anggota gank, sebagai pelampiasan karena kurang kepedulian keluarga, untuk menghilangkan stress ketika menghadapi masalah yang ada.Kata kunci: analisis penyebab, orientasi masa depan, ex residence
Pelayanan siswa yang melanggar tata tertib sekolah (studi pada siswa SMP Negeri Kota Banda Aceh) Desi Ulan Dari; Martunis Yahya; Said Nurdin
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 4, No 3 (2019): September 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Counseling services for student who violate school discipline will help students to be more disciplined. This research was conducted to find out the types of problems in violating school rules, student services that violate school rules and the obstacles encountered by BK teachers in carrying out case services in dealing with students who violate school rules. The approach used in this research is a qualitative approach with descriptive methods. The locations of this research are SMP Negeri 2, SMP Negeri 4 and SMP Negeri 8 Kota Banda Aceh. Data collection techniques used were interviews and documentation. The results showed that the school rules violations that were still carried out repeatedly by students in the Banda Aceh City Middle School were smoking, ditching, fighting, and carrying cellphones (playing online games). In handling cases of disciplinary violations in schools, counseling teachers handle problems through the stages of understanding the description of the problem, studying the background and foreground of the problem by collecting a number of data, making efforts to prevent and solve problems, as well as involving relevant parties. Obstacles experienced are, BK teachers are less able to adjust the time with parents and school principals, less able to understand student characters, parents' greetings when visiting home are sometimes not good, lack of parent collaboration with BK teachers, subject teachers lack understanding with respect to their respective responsibilities, subject teachers deal with students' problems without cooperating with homeroom teachers and counseling teachers, and school principals lack collaboration with related parties (such as the health department, religious department, and police) in carrying out guidance and counseling activities .Keywords: Violations of School Rules, Service Problems, Service Obstacles Problems Abstrak: Pelayanan bagi siswa yang melanggar tata tertib sekolah akan membantu siswa agar lebih disiplin. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui jenis-jenis masalah pelanggaran tata tertib sekolah, pelayanan siswa yang melanggar tata tertib sekolah serta hambatan-hambatan yang dijumpai guru BK dalam melaksanakan pelayanan kasus dalam menangani siswa yang melanggar tata tertib sekolah. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Lokasi penelitian ini adalah SMP Negeri 2, SMP Negeri 4, dan SMP Negeri 8 Kota Banda Aceh. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa pelanggaran tata tertib sekolah yang masih dilakukan berulang kali oleh siswa di SMP Negeri Kota Banda Aceh yaitu, merokok, membolos, berkelahi, dan membawa HP (bermain game online). Dalam menangani kasus pelanggaran tata tertib di sekolah, guru BK menangani permasalahan melalui tahap memahami gambaran masalah, mempelajari latar belakang dan latar depan masalah dengan pengumpulan sejumlah data, melakukan usaha pencegahan dan pemecahan masalah, serta melibatkan pihak-pihak yang terkait. Hambatan yang dialami yaitu,  guru BK kurang mampu menyesuaikan waktu dengan orangtua siswa dan kepala sekolah, kurang mampu memahami karakter siswa, sambutan orangtua siswa pada saat melakukan kunjungan rumah kadang-kadang kurang baik, kurangnya kerjasama orangtua dengan guru BK, guru mata pelajaran kurang paham terhadap tanggung jawabnya masing-masing, guru mata pelajaran menangani masalah siswa tanpa bekerjasama dengan wali kelas dan guru BK, dan kepala sekolah kurang bekerjasama dengan pihak-pihak terkait (seperti, dinas kesehatan, departemen agama, dan kepolisian) dalam pelaksanaan kegiatan bimbingan dan konseling.Kata Kunci: Pelanggaran Tata Tertib Sekolah, Pelayanan Masalah, Hambatan Pelayanan Masalah
GAYA BELAJAR SISWA BERPRESTASI DI SMA NEGERI 4 BANDA ACEH Yunita Gebrina Iskandar; Martunis Yahya; Dara Rosita
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 4, No 1 (2019): Maret 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan bagaimana gaya belajar dan usaha yang dilakukan siswa berprestasi dalam mempertahankan nilai juara kelas dilihat dari dukungan orangtua. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa berprestasi SMA Negeri 4 Banda Aceh kelas XII yang dilihat dari nilai rapor sejak kelas X sebanyak 8 orang siswa. Untuk memperoleh data, Teknik yang digunakan dalam penelitian ini dengan metode wawancara selanjutnya dokumentasi hasil wawancara. Adapun hasil penelitian dari ke delapan (8) responden yaitu hanya satu (1) responden yang menerapkan tiga gaya belajar, dan empat (4) responden menerapkan penggabungan dua gaya belajar, serta hanya tiga (3) responden menerapkan satu gaya belajar. Jika dilihat dari dukungan orangtua, dapat disimpulkan bahwa gaya belajar visual memiliki lebih banyak dukungan dari para orangtua dibandingkan dengan gaya belajar auditori dan gaya kinestetik. Meskipun gaya belajar yang dimiliki setiap siswa mendapatkan dukungan orangtua sebesar 70%, akan tetapi faktor utama yang menjadikan siswa tersebut berprestasi adalah usaha dan gaya belajar yang tepat diterapkan dari siswa itu sendiri, dan dukungan lainnya dari rutinitas seperti mengikuti bimbingan belajar, mengulang kembali materi pelajaran, dan mencatat poin penting dari pembahasan yang telah guru ajarkan. Berdasarkan hasil penelitian, maka peneliti merekomendasikan kepada guru agar dapat memahami berbagai jenis gaya belajar sehingga dapat menyesuaikan metode pembelajaran yang tepat disajikan kepada siswa, dan mengetahui setiap kelemahan dalam proses pembelajaran. Selain itu peneliti juga merekomendasikan kepada para orangtua agar dapat menjalin komunikasi dengan guru sebagai rekan dalam memantau perkembangan anak disekolah, mengetahui dan memahami setiap kekurangan dan kelebihan anak dalam meningkatkan potensi dan prestasi, memberikan dukungan positif terhadap prestasi yg terukir, sehingga prestasi yang diraih anak mengalami peningkatan dan mampu bertahan.