Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Pemanfaatan komputer berbicara sebagai media pembelajaran di sekolah dasar luar biasa negeri Banda Aceh Syifa Urrachmah; Nurhasanah Nurhasanah; Martunis Yahya
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 4, No 2 (2019): Juni 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Talking Computer is a set of ordinary computer that is equipped with a screen reader program (screen reader). This program translates information and all activities on the monitor screen into audio data which are then sent to the Sound Cart on the CPU (Central Processing Unit). Through computer talking media, blind students can obtain information and access the wider subject materials and overcome students' saturation using braille in learning. This research is a follow up of student creativity program which was done in 2017. This study aims to describe the use of talking computer as a medium of learning and obstacles faced by teachers and students in the state SDLB Banda Aceh. This research uses descriptive approach with qualitative research type, involving 4 (four) participants. Data were collected through interview, documentation and observation. Based on the results of the research, Talking Computer has been utilized as a medium of learning by the teachers and students in SDLB Banda Aceh, although only on Indonesian language lessons for certain materials and extracurricular activities. However, in the use of Talking Computer, students experienced some barriers in understanding the programming language *screen reader* that still uses English. Teacher also experienced some obstacles, such as the unavailability of a special room to use Talking Computer, as such the teachers with impaired vision (blind) were unable to direct students with visual impairment to enter the library into a temporary space. Therefore, there is a need for special space and advanced training to train students. Keywords: Blind students, Learning Media, Screen Reader, Talking Computer Abstrak: Komputer berbicara merupakan seperangkat komputer biasa yang telah dilengkapi dengan program pembaca layar (screen reader). Program ini menterjemahkan informasi dan seluruh aktivitas pada  layar  monitor menjadi  data  audio yang selanjutnya dikirim ke Sound Cart pada CPU  (Central  Processing  Unit). Melalui media komputer berbicara, siswa tunanetra dapat memperoleh informasi dan mengakses materi pelajaran yang lebih luas serta mengatasi kejenuhan siswa menggunakan huruf Braille dalam belajar. Penelitian ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan program kreatifitas mahasiswa (PKM) yang telah dilakukan pada tahun 2017 lalu. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemanfaatan komputer berbicara sebagai media pembelajaran serta hambatan-hambatan yang dihadapi guru dan siswa di SDLB Negeri Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan jenis penelitian kualitatif, subyek penelitian berjumlah 4 (empat) orang, teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, studi dokumentasi dan observasi. Berdasarkan hasil penelitian, komputer berbicara telah dimanfaatkan sebagai media pembelajaran oleh guru dan siswa di SDLB Negeri Banda Aceh, meskipun hanya pada pelajaran bahasa Indonesia untuk materi tertentu saja dan kegiatan ekstrakurikuler. Dalam pemanfaatan komputer berbicara, siswa mengalami hambatan dalam memahami Bahasa pemrograman screen reader yang masih menggunakan Bahasa Inggris. Sedangkan hambatan yang dialami guru adalah tidak tersedianya ruangan khusus untuk menggunakan komputer berbicara sehingga guru yang juga mengalami hambatan penglihatan (tunanetra) kesulitan mengarahkan siswa tunanetra untuk memasuki perpustakaan yang menjadi ruang sementara. Oleh karena itu, perlu adanya ruang khusus dan pelatihan lanjutan untuk melatih keterampilan siswa dalam mengoperasikan komputer berbicara.Kata Kunci: Tunanetra, Media Pembelajaran, Screen Reader, Komputer Berbicara
Pengaruh gaya kelekatan orang tua-anak terhadap penyesuaian sosial siswa SMPN 18 Banda Aceh Suci Rahmadyanti; Martunis Yahya; M. Husen
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 2, No 3 (2017): Desember 2017
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.164 KB)

Abstract

This study was talking about the social adjustment of students who are affected by parent-child attachment. A good relationship between parent-child, will assist children in adapting himself with the social environment. The purpose of this study is to determine the effect of parent-child attachment style to the social adjustment of students in junior high school 18 Banda Aceh. This research method is descriptive with quantitative approach. The population of this study  numbered 420 students, while 204 students are the study’s sample. The data collection technique was a questionnaire. Data analysis techniques to find out   the representation of the two variables: quantitative descriptive analysis, while the formula used to see the effect of the coefficient of determination (R2). The result of this  research  determined that most parent-child attachment style and social adjustment of each middle category is 72.5% and 67.2%. The determination coefficient of analysis result (R2) is 29%, while 71% are influenced by other factors.Keywords: Parent-Child Attachment, social adjustmentABSTRAKHubungan yang baik antara orangtua-anak, akan membantu anak dalam menyesuaikan dirinya dengan lingkungan sosial. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh gaya kelekatan orangtua-anak terhadap penyesuaian sosial siswa di SMP negeri 18 Banda Aceh. Metode penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian ini berjumlah 420 siswa,  sedangkan sampel penelitian 204 siswa. Teknik pengumpulan data adalah angket. Teknik analisis data untuk melihat gambaran kedua variabel yaitu analisis deskriptif kuantitatif, sedangkan untuk melihat pengaruh digunakan rumus koefisien determinasi (R2). Hasil penelitian mengambarkan bahwa sebagian besar gaya kelekatan orangtua-anak dan penyesuaian sosial masing-masing berada pada kategori sedang yaitu 72,5% dan 67,2%. Hasil analisis koefisien determinasi (R2) sebesar 29%, Sedangkan 71% dipengaruhi oleh faktor lainnya.Kata kunci: Kelekatan orangtua-anak, Penyesuaian sosial
Analisis faktor-faktor penyebab ketidakhadiran siswa di sekolah dan upaya guru BK dalam mengatasinya (Suatu penelitian pada MAN 4 Kabupaten Aceh Besar) Roni Fitriadi; Nurhasanah Nurhasanah; Martunis Yahya
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 4, No 3 (2019): September 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persentase ketidakhadiran siswa pada MAN 4 Kabupaten Aceh Besar hampir setiap bulan meningkat, meskipun berbagai kegiatan telah dilakukan oleh guru BK dalam upaya mengatasinya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran ketidakhadiran siswa di sekolah, faktor-faktor yang menyebabkan ketidakhadiran siswa dalam mengikuti proses belajar mengajar di sekolah, serta upaya guru BK dalam mengatasi penyebab ketidakhadiran siswa di sekolah. Jenis penelitian ini penelitian deskriptif dengan pendekatan mixed methods yaitu menggabungkan dua pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Lokasi penelitian pada MAN 4 Aceh Besar dengan jumlah sampel 40 siswa dan 2 guru BK. Teknik pengumpulan data dengan angket,  wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik pengolahan dan analisis data yaitu dengan analisis kuantitatif dan kualitatif dalam bentuk persentase dan analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan gambaran ketidakhadiran siswa di sekolah MAN 4 Kabupaten Aceh Besar berada pada kategori rendah sebanyak 6 siswa dengan persentase 15%, kategori sedang sebanyak 28 siswa dengan persentase 70%, serta kategori tinggi sebanyak 6 siswa dengan persentase 15%. di samping itu dari analisis angket yang telah di bagikan kepada siswa faktor-faktor penyebab ketidakhadiran siswa di sekolah diantara lain adalah berasal dari faktor lingkungan keluarga 45% jarang mengawasi anak untuk datang ke sekolah, dan faktor dari dalam diri siswa 40% malas datang ke sekolah, dan hampir sebagian 42,5% membantu pekerjaan di rumah seperti berjualan, dan membantu mengelola pertanian di sawah. hasil wawancara dengan siswa terdapat tidak mengerjakan PR, susah bangun pagi. Upaya yang telah dilakukan oleh guru BK untuk mengatasi ketidakhadiran siswa di sekolah adalah dengan cara memanggil siswa yang bersangkutan, melakukan konseling individual, dan langsung mengadakan home visit ke rumah siswa. Rekomendasi dari penelitian ini adalah perlunya kerja sama antara orang tua siswa dan guru di sekolah.Kata Kunci : Ketidakhadiran, Faktor-Faktor, dan Upaya Guru BK
Penerapan Teknik Modeling Simbolis dalam Meningkatkan Perilaku Toleransi Siswa Kelas V SD Negeri 25 Banda Aceh Putri Fakhrina Sari; Martunis Yahya; Fajriani Fajriani
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 2, No 2 (2017): Periode Agustus 2017
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (766.404 KB)

Abstract

Kata kunci:Perilaku toleransi, teknik modeling simbolisPerilaku toleransi merupakan hal yang harus dikembangkan kepada semua siswa di sekolah, agar terbentuk karakter siswa yang menghargai perbedaan dalam menjalani roda kehidupan dalam bermasyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan perilaku toleransi siswa Kelas V SD Negeri 25 Banda Aceh melalui teknik modeling simbolis,serta melihat ada atau tidaknya peningkatan perilaku toleransi siswa setelah diberikan perlakuan dengan teknik tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan bentuk pre-experiment, one group pre-post test design. Sampel diambil dengan metode purposive sampling berjumlah 10 orang dari 52 siswa yang memiliki perilaku toleransi rendah. Data dikumpulkan dengan angket berskala 1-4. Uji paired sample sign-test yang dipakai untuk melihat ada atau tidaknya peningkatan perilaku toleransi sebelum dan sesudah diberikan perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada peningkatan yang signifikan setelah diberikan perlakuan berupa teknik modeling simbolispada siswa, terdapat perbedaan nilai rata-rata posttest lebih besar dari pretest yaitu 117,4≥94,1 yang berarti, adanya peningkatan skor perilaku toleransi siswa sebelum dan sesudah diberikan perlakuan teknik modeling simbolis. Peningkatan skor rata-rata sebelum dan sesudah diberikan perlakuan sebanyak 23,3. Adapun perubahan positif (+) atau X sebanyak 10 oleh sebab itu, dengan melihat tabel binominal n=10 dan p=0,5, maka probabilitas untuk X≥10 adalah 0,001 dan karena 0,001 lebih kecil dari pada 0,05 maka pengujian hipotesis dalam penelitian ini Ho ditolak. Artinya terdapat perbedaan yang signifikan pada skor perilaku toleransi sampel sebelum dan setelah diberikan teknik Modeling Simbolis.Hal tersebut dapat dinyatakan pula bahwa adanya peningkatan dan perubahan perilaku toleransi siswa kelas V SD Negeri 25 Banda Aceh setelah diberikan teknik modeling simbolis. 
UPAYA BADAN NARKOTIKA NASIONAL PROVINSI ACEH DALAM MENCEGAH PENYALAHGUNAAN NARKOBA DI ACEH Widya Anggraini; Martunis Yahya; Nurbaity Bustamam
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 4, No 2 (2019): Juni 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Narcotics is a substance derived from synthetic or natural, which is very dangerous if consumed by the body. Narcotics consist of various kinds with very diverse hazards. The National Narcotics Agency is a non-governmental institution that has the duty and authority to carry out prevention, eradication of drug abuse and illicit trafficking (P4GN). This study aims to see what efforts are carried out by the Aceh Province BNN in preventing narcotics abuse in Aceh. This research was conducted with a qualitative descriptive approach and using interview and documentation techniques. The subject of this study was a staff member of BNN Aceh Province. Research subjects were selected through snowball techniques, namely the number of subjects will increase as long as the data obtained is insufficient. The results showed that prevention efforts carried out by the Aceh Province BNN namely, first advocating with the police and other agencies, secondly disseminating electronic and non-electronic information as well as counseling and socialization and finally providing rehabilitation services in the form of outpatient care free of charge or free . The implementation of prevention efforts is carried out routinely by the BNNP. In the implementation of these prevention efforts, there are several obstacles experienced. These constraints include limited budget or lack of funds for program implementation. There are no inpatient facilities for rehabilitation services. As well as a lack of support from the community to be directly involved in efforts to avoid narcotics. Prevention efforts will have a large impact if all parties are involved in the effort. Because in this prevention, it cannot only rely on one-sided efforts. But it must cover the whole in the form of government, agencies and society. Keywords : Narcotics, Prevention, National Narcotics Agency.Abstrak: Narkotika merupakan suatu zat yang berasal dari sintetis maupun alami, yang sangat berbahaya apabila dikonsumsi oleh tubuh. Narkotika terdiri dari bermacam-macam dengan bahaya yang sangat beragam. Badan Narkotika Nasional adalah lembaga non keperintahan yang bertugas dan berwenang dalam menjalankan pencegahan, pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN). Penelitian ini bertujuan untuk melihat upaya apa saja yang dilakukan BNN Provinsi Aceh dalam mencegah penyalahgunaan narkotika di Aceh. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan deskriptif kualitatif serta menggunakan teknik wawancara dan dokumentasi. Subjek penelitian ini merupakan staf anggota BNN Provinsi Aceh. Subjek penelitian dipilih melalui teknik snowball, yaitu jumlah subjek akan bertambah selama data yang diperoleh belum mencukupi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya pencegahan yang dilakukan oleh BNN Provinsi Aceh yaitu, pertama melakukan advokasi dengan pihak kepolisian dan instansi lainnya, kedua melakukan diseminasi informasi elektronik maupun non elektronik serta penyuluhan maupun sosialisasi dan terakhir yaitu memberikan pelayanan rehabilitasi berupa rawat jalan tanpa dikenai biaya atau gratis. Pelaksanaan upaya pencegahan dilakukan rutin oleh pihak BNNP. Pada pelaksanaan upaya pencegahan tersebut, terdapat beberapa kendala yang dialami. Kendala tersebut berupa terbatasnya anggaran atau minimnya dana untuk pelaksanaan program. Tidak terdapatnya fasilitas rawat inap pada pelayanan rehabilitasi. Serta kurangnya dukungan dari masyarakat untuk ikut terlibat secara langsung dalam upaya menjauhi narkotika. Upaya pencegahan akan menghasilkan dampak yang besar apabila seluruh pihak ikut terlibat dalam upaya tersebut. Karena dalam pencegahan ini, tidak dapat hanya mengandalkan upaya sebelah pihak saja. Tetapi harus mencakup keseluruhan berupa pemerintahan, instansi-instansi dan masyarakat. Kata Kunci : Narkotika, Pencegahan, Badan Narkotika Nasional
Peran Media Baru Dalam Membentuk Komunitas Virtual (Studi pada Mahasiswa yang Bergabung Dalam Komunitas Acehvidgram di Instagram) Rafiqa Hidayanti; Martunis Yahya
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 2, No 2 (2017): Mei 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.795 KB)

Abstract

ABSTRAK BAHASA INDONESIAJudul dari penelitian ini adalah “Peran Media Baru Dalam Membentuk Komunitas Virtual (Studi Pada Mahasiswa yang Bergabung Dalam Komunitas Acehvidgram di Instagram)”. Penelitian ini bertujuan untuk melihat peran akun instagram @acehvidgram terhadap pembentukan komunitas virtual dikalangan mahasiswa dan untuk melihat sejauh mana instagram sebagai sosial media memiliki kekuatan dalam membentuk komunitas virtual di dunia maya. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan teori Cyber Community. Teori ini lebih menekankan kelompok sosial yang berkembang di dalam dunia maya. Teori cyber community dianggap penting karena merumuskan sejauh mana teknologi informasi seperti social networking berperan serta menciptakan konsep nasionalisme kekinian dengan pembentukan kelompok dalam dunia maya. Informan dalam penelitian ini adalah mahasiswa yang menjadi anggota Komunitas Acehvidgram di Provinsi Aceh. Teknik pengumpulan data yang digunakan ialah wawancara semi terstruktur, observasi dan dokumentasi. Teknik penarikan sampel yang digunakan ialah teknik purposif. Penelitian ini dilakukan pada bulan Desember 2016 kepada 6 informan dengan kriteria informan yaitu tim initiator dari Komunitas Acehvidgram. Hasil penelitian ini diperoleh bahwa keberadaan akun instagram @acehvidgram berperan serta terhadap terbentuknya komunitas virtual dikalangan mahasiswa. Hal ini sekaligus mengindikasikan bahwa instagram sebagai sosial media memiliki kekuatan yang efektif dalam membangun kebersamaan dalam komunitas virtual di dunia maya. ABSTRAK BAHASA INGGRISThis research titled “The Role of New Media in Shaping the Virtual Community (Study on Students Who Joined in Acehvidgram Community on Instagram)”. This study aims to look at the role of @acehvidgram Instagram account of the formation of virtual communities among students and to see the extent of instagram as social media has the power to form virtual communities in cyberspace. The approach used in this study is a qualitative approach with descriptive method. In this study, researcher used the Cyber Community theory. This theory emphasizes social groups that developed in the virtual world. Theory cyber community is considered essential for formulating the extent of information technology such as social networking and creat a concept of nasionalism plays contemporary with the formation of the group in virtual world. Informants in this study were students who become members of the Acehvidgram Community in Aceh province. The data collection technique used in this study are semi –structured interview and documentation. The sampling technique us in purposive technique. This study was conducted in December 2016, to six informants which the informants criteria is the initiator of Acehvidgram Community group. The result of this study showed that the presence of @acehvidgram instagram account to participate to the creation of virtual community among students. This also indicates that social media has instagram as an effective force in building unity in virtual communities in cyberspace.
Motivasi orang tua dalam memilih sekolah dasar islam terpadu bagi anak (Penelitian pada orang tua murid di SDIT Nurul Ishlah Kecamatan Ulee Kareng Kota Banda Aceh) Desi Puspita Sari; Martunis Yahya; Said Nurdin
Jurnal Suloh Vol 4, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/suloh.v4i2.15331

Abstract

Parents have a very big role in choosing schools for children. Motivation of parents in choosing school is a factor that influences and also makes a significant contribution. This study aims to determine the motivation of parents in choosing schools for children. This type of qualitative research uses a descriptive approach, the subjects of the study amounted to 6 (six) parents / guardians of students from SDIT Nurul Ishlah, Ulee Kareng Subdistrict, Banda Aceh City, data collection techniques were carried out through interviews and documentation studies. The results showed that the motivation of parents to choose an Integrated Islamic Primary School for children at SDIT Nurul Ishlah which is seen from intrinsic factors parents want children to be able to read and memorize the Qur'an, and focus on forming Islamic characters such as, obedient to parents and teacher, honest, religious, and able to memorize short suras. Besides that, it can be seen from the extrinsic factors of the motivation of parents to send their children to SDIT because, this school has a vision and mission to shape the character of Islamic children and the curriculum that is applied according to the needs of students and in accordance with the expectations of parents. The hope of parents is that children can be independent, love to study, focus on learning and be able to compete in achieving superior achievements. From the results of the study it is recommended that parents continue to assist children in developing all their potential so that there is a match between parents' expectations and children's wishes in school selection.Keywords: Selection of Schools, Parents, Motivation ABSTRAK Orang tua memiliki peran yang sangat besar dalam pemilihan sekolah bagi anak. Motivasi orang tua dalam memilih sekolah merupakan faktor yang mempengaruhi dan juga memberikan kontribusi yang signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motivasi orang tua dalam pemilihan sekolah bagi anak. Jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif, subyek penelitian berjumlah 6 (enam) orang tua/wali murid dari SDIT Nurul Ishlah Kecamatan Ulee Kareng Kota Banda Aceh, teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi orang tua memilih Sekolah Dasar Islam Terpadu bagi anak di SDIT Nurul Ishlah yaitu dilihat dari faktor intrinsik orang tua menginginkan anak mampu membaca dan menghafal Al-Qur’an, serta fokus pada pembentukan karakter islami seperti, patuh kepada orang tua dan guru, jujur, taat beragama, dan mampu menghafal surah-surahpendek. Selain itu dilihat dari faktor ekstrinsik motivasi orang tua menyekolahkan anak ke SDIT dikarenakan, sekolah ini memiliki visi misi membentuk karakter anak yang islami dan kurikulum yang diterapkan sesuai dengan kebutuhan peserta didik dan sesuai dengan harapan para orang tua. Harapan orang tua adalah anak bisa mandiri, senang dalam menuntut ilmu, fokus belajar dan mampu bersaing dalam mencapai prestasi yang unggul. Dari hasil penelitian disarankan para orang tua untuk terus mendampingi anak dalam mengembangkan segala potensi yang dimiliki agar terjadi kesesuaian antara harapan orang tua dan keinginan anak dalam pemilihan sekolah.Kata Kunci : Pemilihan Sekolah, Orang Tua, Motivasi
STUDI PENELUSURAN ALUMNI BIMBINGAN DAN KONSELING LULUSAN TAHUN 2014-2016 Windria Riska; M. Husen; Martunis Yahya
Jurnal Suloh Vol 3, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/suloh.v3i2.14304

Abstract

Abstract: Tracing alumni is important as a form of self-evaluation of an educational institution. The tracing of alumni conducted in this study was the alumni of the Guidance and Counseling Study Program Syiah Kuala University graduating in 2014-2016. This study aims to find out: the waiting period of alumni in getting a job, suitability of work with the background of the field of study, alumni income, obstacles faced during previous learning, and user responses. The study was conducted on 71 samples (35%) of 205 populations. The method used is a quantitative descriptive approach with data collection tools using a questionnaire. The results showed that: 68% of alumni had a waiting period to get their first job in less than 3 months, 60% had jobs in accordance with the field of education with the percentage working as BK teachers by 39%, and 68% earning less than Rp. 2,500.000. Alumni admit that they experienced some obstacles during the bachelor learning, including having low motivation in learning, lack of concentration in learning, feeling less confident in their performance in class, and other obstacles. The response of graduate users to the performance of more than half the number of alumni namely regarding aspects of integrity, professionalism, breadth of insight, leadership, teamwork, use of IT, and self-development are already in the good category, while for aspects of ability in Foreign languages (especially English) still are in the sufficient category.Keywords: Tracer Study, Guidance and Counseling Alumni. Abstrak: Penelusuran alumni penting sebagai salah satu bentuk evaluasi diri sebuah institusi pendidikan. Penelusuran alumni yang dilakukan dalam penelitian ini adalah alumni Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Syiah Kuala Tahun lulus 2014-2016. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) masa tunggu alumni dalam mendapatkan pekerjaan, (2) kesesuaian pekerjaan dengan latar belakang bidang studi, (3) penghasilan alumni, (4) kendala yang dihadapi alumni selama masa perkuliahan, dan (5) tanggapan pengguna lulusan. Penelitian dilakukan terhadap 71 sampel (35%) dari 205 jumlah populasi. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kuantitatif dengan pengumpulan data menggunakan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 68% alumni memiliki masa tunggu mendapatkan pekerjaan pertama dalam waktu kurang dari 3 bulan, 60% memiliki pekerjaan yang sesuai dengan bidang pendidikan dengan persentase yang bekerja sebagai guru BK sebesar 39%, serta 68% mendapatkan penghasilan kurang dari Rp 2.500.000. Alumni mengakui mengalami beberapa kendala selama masa perkuliahan antara lain memiliki motivasi yang rendah dalam belajar, konsentrasi belajarnya kurang, merasa kurang percaya diri dalam unjuk diri di kelas, dan kendala yang lainnya. Tanggapan pengguna lulusan terhadap kinerja lebih dari setengah jumlah alumni yaitu mengenai aspek integritas, profesionalisme, keluasan wawasan, kepemimpinan, kerjasama tim, penggunaan IT, dan pengembangan diri sudah berada pada kategori baik, sedangkan untuk aspek kemampuan dalam berbahasa Asing (khususnya bahasa Inggris) masih berada dalam kategori cukup.Kata kunci: penelusuran alumni, bimbingan dan konseling
MOTIVASI BELAJAR MAHASISWA BIDIKMISI DITINJAU DARI INDEKS PRESTASI KUMULATIF (SUATU STUDI PADA MAHASISWA FKIP UNIVERSITAS SYIAH KUALA ANGKATAN 2016) Cut Irmasita; Dahliana Abd.; Martunis Yahya
Jurnal Suloh Vol 3, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/suloh.v3i2.14161

Abstract

Abstract: Motivation to learn can determine achievement. One that strengthens learning motivation is the given support including educational costs. The purpose of this study was to describe the Bidikmisi students' learning motivation and explain the differences in Bidikmisi students' learning motivation in terms of the cumulative grade point average (GPA). The data collection technique used was a questionnaire. The data analysis technique used Anova and Tukey HSD. Based on the results, it can be concluded that more than half (57.5%) of students have learning motivation which is in the moderate category, the rest have motivation in the high category (42.5%) and no one has low learning motivation. The results also show that there are 20% of students whose GPA is below 3. In addition, the data also shows that bidikmisi students with GPA above 3.00 have an average motivation score lower than bidikmisi students with GPA below 3.00, although significant differences in motivation are only obtained between GPA groups of 2.50-2.99 and 3 00-3.49. Based on these results it is recommended that students who receive scholarships to increase motivation can maintain their achievements and scholarships. Keywords: Learning motivation, Bidikmisi awardee, Grade Point Average.Abstrak: Motivasi belajar dalam perkuliahan dapat menentukan prestasi yang dicapai. Salah satu yang memperkuat motivasi belajar adalah adanya dukungan termasuk biaya pendidikan. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran motivasi belajar mahasiswa bidikmisi dan motivasi belajar mahasiswa bidikmisi ditinjau dari indeks prestasi kumulatif (IPK). Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis dalam bentuk deskriptif kuantitatif dengan menggunakan Anova dan Tukey HSD. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa lebih dari sebagian (57,5%) mahasiswa Bidikmisi FKIP Unsyiah memiliki motivasi belajar yang berada pada kategori sedang, sisanya memiliki motivasi pada kategori tinggi (42,5%) dan tidak ada yang memiliki motivasi belajar rendah. Hasil juga menunjukkan bahwa ada 20% mahasiswa yang IPKnya di bawah 3. Selain itu data menunjukkan bahwa mahasiswa bidikmisi dengan IPK di atas 3,00 memiliki rata-rata skor motivasi lebih rendah daripada mahasiswa bidikmisi dengan IPK di bawah 3,00, walaupun perbedaaan motivasi yang signifikan hanya diperoleh antara kelompok IPK 2,50-2,99 dan 3,00-3,49. Berdasarkan hasil ini disarankan agar mahasiswa penerima beasiswa untuk meningkatkan motivasi agar dapat mempertahankan prestasi sekaligus beasiswanya.Kata Kunci: Motivasi belajar, Mahasiswa penerima beasiswa Bidikmisi, Indeks Prestasi Kumulatif.
Analisis perilaku altruisme pada santri di pondok pesantren modern Babun Najah Banda Aceh Dina Mahmuliana; Dahliana Abd.; Martunis Yahya
Jurnal Suloh Vol 2, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/suloh.v2i2.14099

Abstract

Abstract: Altruism is an attitude of caring and willing to help despite the lack of benefits offered or the absence of hope to get rewarded, but people nowadays influenced of bad globalization in various joints of human life has begun to eliminate humanities velues in possession, including students in boarding school, majorities studens become selfish. The purpose of this research is to observe altruism in students of Babun Najah boarding school also to know the factor causing they‘re altruism habits. This research used descriptive qualitative method with 10 students as sample research. Observer using observation and interview get the data after all analysis with data reduction, display data, and tondution from the fact. The results of data analysis show that there students here still owned altruism in they‘re habits. It shows from they help friends, feel what their friends feel. Willing to give what is owned for others even though he is also in need, still and all also get that there are students selfish, ignoring friends who need help. So, from these fact students still need guidance to be a person who created a noble personality and be responsible also need their parents and lectures support.Keywords: Altruism, santri, pesantren Abstrak: Perilaku altruisme merupakan sikap kepedulian dan mau membantu meskipun tidak adanya keuntungan yang ditawarkan atau tidak adanya harapan untuk mendapatkan imbalan, namun akibat pengaruh globalisasi dalam berbagai sendi kehidupan manusia telah mulai menghilangkan nilai-nilai kemanusian yang dimiliki, termasuk santri di pondok pesantren, berupa nilai-nilai atau kebiasaan saling tolong-menolong sesama teman secara ikhlas menjadi sikap yang tidak baik yaitu mementingkan diri sendiri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perilaku altruisme santri di pondok Pesantren Modern Babun Najah Banda Aceh dan untuk mengetahui faktor penyebab timbulnya perilaku altruisme pada santri di pondok Pesantren Modern Babun Najah Banda Aceh. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 10 orang santri. Teknik pengumpulan data yaitu observasi dan wawancara. Analisis data dalam penelitian ini dengan reduksi data, penyajian data (display data) dan menarik kesimpulan. Hasil analisis data menunjukkan bahwa perilaku altruisme masih dimiliki oleh sebahagian santri seperti mau menolong temannya yang sedang kesulitan, sedih melihat temannya yang kesusahan dan rela memberikan apa yang dimiliki untuk orang lain walaupun dirinya juga sedang membutuhkan, namun pada santri lainnya perilaku ini tergolong kurang seperti mementingkan dirinya sendiri, enggan untuk menolong teman yang kesulitan serta tidak pernah sungguh-sungguh dalam memberikan pertolongan, dengan begitu santri masih membutuhkan bimbingan, arahan dan pengembangan agar perilaku tersebut dapat dimiliki oleh seluruh santri yang menetap di pondok pesantren, sehingga terciptalah kepribadian yang berbudi luhur dan bertanggung jawab. Beberapa faktor yang mempengaruhi perilaku altruisme pada santri, diantaranya orang tua dan kepribadian santri itu sendiri.Kata Kunci : Altruisme, santri, pesantren