Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Alat Keamanan Menggunakan Sensor Gerak Dengan ESP32 Cam Berbasis Iot Muhamad Puji Putra Pratama; Martias Martias; Harna Adianto
INSANtek Vol. 4 No. 2 (2023): November 2023
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/insantek.v4i2.2117

Abstract

Maraknya aksi kejahatan ini perlu diperhatikan oleh karena itu banyak yang menggunakan kunci ganda atau konvensional untuk mengamankan rumah dan sebagainya, namun sampai saat ini dirasa masih belum cukup untuk keamanan, Oleh karena itu, dibutuhkan suatu sistem keamanan yang dapat memberikan informasi yang tepat, akses yang mudah, dan tidak mengganggu aktivitas normal ketika terjadi upaya pencurian. Metode yang digunakan melibatkan pengumpulan referensi dan studi teori yang relevan dengan objek penelitian. Hal ini dilakukan sebagai dasar dalam penelitian untuk menemukan solusi dari permasalahan yang dihadapi. Pada penelitian ini menggunakan mikrokontroller ESP32-Cam akan menjalankan seluruh sistem, yang mana menggunakan sensor PIR untuk mendeteksi setiap gerakan lalu menggunakan aplikasi Telegram sebagai pengirim notifikasi serta buzzer dan LED untuk indikator terdeteksinya gerakan. Oleh karena itu, ESP32-Cam berperan sebagai komponen penting untuk terhubungnya input dan output pada alat keamanan menggunakan sensor gerak ini. Selain itu, pengujian pada kamera ESP32-CAM yang dilakukan pada kondisi siang dan malam dengan bantuan lampu tambahan menunjukkan hasil yang jelas. Namun, diperlukan dua kali pengambilan gambar untuk melihat hasil yang sebenarnya dari depan kamera yang tepat. Oleh karena itu, sistem pemantauan keamanan pada perangkat ini memiliki keterbatasan dalam memantau dengan akurasi yang tinggi.
Alat Pengaman Brankas Berbasis Fingerprint Menggunakan Nodemcu Esp8266 Notifikasi Telegram Andihika Bramantiyo Sinabang; Martias Martias; Harna Adianto
INSANtek Vol. 4 No. 1 (2023): Mei 2023
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/insantek.v4i1.2121

Abstract

Dalam era modernisasi seperti sekarang ini, teknologi telah menghasilkan berbagai piranti yang tidak hanya mempermudah kegiatan manusia, tetapi juga menggantikan peran penting dalam kehidupan sehari-hari. Teknologi telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan kita.studi literatur dan pengumpulan informasi terkait dengan masalah yang akan diteliti. Peneliti melakukan analisis kebutuhan, merumuskan tujuan penelitian, dan mengidentifikasi batasan-batasan yang perlu diperhatikan.Alat yang digunakan dalam implementasi perangkat keras yaitu module fingerprint, module Relay, buzzer, Adaptor 12v, kabel Jumper,LCD I2C yang kemudian dipasang pada protoype Lemari Kecil.Sistem keamanan diimplementasikan dengan menggunakan Fingerprint berbasis NodeMCU ESP8266, di mana sidik jari digunakan sebagai input. Hal ini bertujuan untuk mengurangi tingkat kehilangan atau tertukarnya barang atau dokumen, karena hanya beberapa pengguna yang memiliki akses untuk membuka sistem tersebut.Output yang dihasilkan oleh sistem ini berupa pergerakan solenoid door lock, buzzer dan LCD sebagai informasi ketika sidik jari yang ditempelkan pada sensor fingerprint terbaca.Pengguna memiliki pemahaman yang lebih baik tentang perkembangan teknologi brankas otomatis yang ada saat ini.
Optimisasi Pengukuran dan Pengendalian Suhu pada Furnace Industri Menggunakan Termokopel Tipe K dan Sistem PID Desmira Desmira; Martias Martias
INSANtek Vol. 5 No. 2 (2024): November 2024
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/insantek.v5i2.5413

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi metode pengukuran dan pengendalian suhu dalam furnace yang digunakan untuk proses pemanasan baja mentah, dengan tujuan memastikan suhu yang diukur di setiap zona furnace dapat dikontrol dan dipertahankan pada tingkat yang optimal untuk pembakaran. Pengukuran suhu dilakukan dengan menggunakan sensor termokopel tipe K yang ditempatkan di tiga zona utama furnace, yaitu zone 1, zone 2A, dan zone 2B. Sensor termokopel dipilih karena memiliki kemampuan untuk mengukur suhu dalam rentang yang luas, dari -200 °C hingga 1250 °C, serta ketahanannya terhadap suhu tinggi, respon cepat, dan akurasi pengukuran yang tinggi dengan kesalahan kurang dari 1 °C. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa suhu di zone 1 mencapai 746,7 °C, di zone 2A mencapai 937,0 °C, dan di zone 2B mencapai 877,4 °C. Meskipun sensor termokopel mampu memberikan hasil yang akurat, suhu yang terukur belum mencapai standar yang dibutuhkan untuk pembakaran baja yang optimal, yaitu 1150 °C di zone 1 dan 1250 °C di zone 2A dan 2B. Oleh karena itu, diperlukan penyesuaian lebih lanjut dalam pengaturan furnace untuk mencapai suhu yang diinginkan. Untuk memfasilitasi pengendalian suhu, penelitian ini juga menggunakan sistem kontrol PID yang terintegrasi dengan Human Machine Interface (HMI). Sistem ini memungkinkan pemantauan suhu secara real-time dan memberikan kemudahan dalam melakukan penyesuaian suhu sesuai kebutuhan. Dengan kontrol yang tepat, proses pembakaran dalam furnace dapat dilakukan secara maksimal, yang berpotensi meningkatkan efisiensi energi dan kualitas produk baja yang dihasilkan. Penelitian ini memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan metode pengukuran dan kontrol suhu yang lebih efektif dalam industri metalurgi.
Perbandingan Performa Tuning PID Metode Root Locus dan Ziegler-Nichols Pada Kendali Kecepatan Motor DC Desmira Desmira; Martias Martias
INSANtek Vol. 7 No. 1 (2026): Mei 2026
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/insantek.v7i1.12545

Abstract

Perkembangan teknologi industri dan otomasi menuntut sistem pengendalian yang presisi, stabil, dan responsif, khususnya pada pengendalian kecepatan motor arus searah (DC). Motor DC banyak digunakan dalam berbagai aplikasi industri karena kemampuannya mengatur kecepatan dan arah putaran secara akurat. Namun, perubahan beban dan gangguan eksternal sering menyebabkan penurunan performa sehingga diperlukan sistem kendali yang mampu menjaga kestabilan dan akurasi respons. Pengendali Proportional-Integral-Derivative (PID) merupakan salah satu metode yang paling banyak digunakan karena sederhana dan efektif, tetapi kinerjanya sangat dipengaruhi oleh metode penalaan parameter yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan efektivitas dua metode tuning PID, yaitu Root Locus dan Ziegler-Nichols, pada pengendalian kecepatan motor DC berbasis simulasi menggunakan MATLAB/Simulink. Evaluasi dilakukan berdasarkan parameter performa sistem yang meliputi rise time, settling time, overshoot, dan steady-state error. Hasil simulasi menunjukkan bahwa metode Root Locus memberikan respons yang lebih baik dibandingkan Ziegler-Nichols. Root Locus menghasilkan rise time sekitar 0,5–0,7 detik, overshoot 4–6%, dan settling time kurang dari 2 detik, sedangkan Ziegler-Nichols menghasilkan rise time 0,8–1 detik, overshoot 10–15%, dan settling time sekitar 2–3 detik. Kedua metode mampu menurunkan steady-state error hingga mendekati nol. Dengan demikian, Root Locus lebih unggul dalam hal kestabilan, presisi, dan kecepatan respons, sedangkan Ziegler-Nichols menawarkan kemudahan implementasi dan tuning awal yang lebih praktis. Hasil penelitian ini dapat menjadi referensi dalam pemilihan metode tuning PID yang sesuai untuk berbagai aplikasi pengendalian motor DC di bidang industri dan otomasi.
Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) terhadap Hasil Belajar Kelas XI Mata Pelajaran Produktif Teknik Kendaraan Ringan di SMK Teknologi Plus Padang Wandi Aditya; Martias Martias
MASALIQ Vol 4 No 6 (2024): MASALIQ: Jurnal Pendidikan dan Sains
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/masaliq.v4i6.4091

Abstract

This study aims to analyze the effect of problem-based learning (PBL) model on student learning outcomes in class XI Light Vehicle Engineering subjects at SMK Teknologi Plus Padang. The PBL model was chosen to increase students' activity, understanding, and interest in learning through contextual learning that can develop critical thinking skills. This study used quantitative methods with a Quasi Experiment design, involving 21 students in the experimental group and 21 students in the control group in the 2024/2025 school year. The Shapiro-Wilk normality test and Levene's homogeneity test showed that the pre-test and post-test data were normally distributed and homogeneous. The results of the independent sample t-test revealed a significant difference between the experimental group (average 77.90) and the control group (average 50.48) with a sig (2-tailed) value of 0.001 <0.05. These results indicate that the application of the PBL model can significantly improve student learning outcomes. The implications of this research provide evidence that problem-based learning models are effective in creating an active, collaborative, and meaningful learning environment, so they can be implemented in various learning contexts.
Hubungan Kelengkapan Alat Praktek Siswa Konsentrasi Keahlian Teknik Kendaraan Ringan dengan Kesiapan Siswa untuk Melaksanakan Praktek Kerja Industri di SMK Negeri 1 Padang Yezi Akhiardi Busman; Martias Martias
MASALIQ Vol 4 No 6 (2024): MASALIQ: Jurnal Pendidikan dan Sains
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/masaliq.v4i6.4092

Abstract

This study aims to analyze the relationship between the completeness of practical tools and student readiness to carry out Industrial Work Practices (Prakerin) at SMK Negeri 1 Padang. A quantitative approach with a correlational method was used in this study, with a sample of 56 students from the Light Vehicle Engineering (TKR) department selected using purposive sampling technique. Data were collected through questionnaires measuring the completeness of practical tools and student readiness, and analyzed using Pearson correlation test and simple linear regression. The results showed that there was a positive and significant relationship between the completeness of practical tools and students' readiness to carry out Prakerin, with a correlation coefficient of 0.70. Regression analysis revealed that the completeness of practical tools contributed 49% to student readiness, while the other 51% was influenced by other factors. The implications of this study indicate the importance of providing adequate practical tools to improve student readiness to face the industrial world. Good completeness of practical tools can help students master practical skills and increase their confidence in a real work environment.