Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

MANAJEMEN LUKA BAKAR PADA FASE EMERGENSI DI INSTALASI GAWAT DARURAT: LITERATURE REVIEW Yustina Labok; Trivana Enjelin Jitmau; Fransiska Novita Sari; Abelia Dama; Rosalia Sermatan; Riska Nasir; Pipin Purnama; Zein S Mahajani; Renaldi M
Jurnal Mitrasehat Vol. 16 No. 3 (2026): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v16i2.687

Abstract

Latar belakang: Luka bakar merupakan salah satu masalah kesehatan serius yang masih menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas di seluruh dunia, terutama di negara berkembang dengan sumber daya terbatas. Fase emergensi atau 72 jam pertama setelah kejadian luka bakar merupakan periode kritis yang menentukan keselamatan dan pemulihan jangka panjang pasien. Penanganan yang terlambat atau tidak tepat dapat menyebabkan komplikasi berat seperti syok hipovolemik, infeksi sistemik, dan kegagalan organ. Tujuan: Untuk mengkaji manajemen awal luka bakar pada fase emergensi di Instalasi Gawat Darurat (IGD) berdasarkan bukti ilmiah terkini. Metode: literature review dengan menelaah artikel dari database PubMed, Google Scholar, ScienceDirect, dan Scopus yang diterbitkan antara tahun 2020 hingga 2025. Artikel yang dipilih membahas tindakan awal seperti stabilisasi jalan napas, pemberian cairan resusitasi, pengelolaan nyeri, serta evaluasi luas luka menggunakan metode klinis standar. Hasil: kajian menunjukkan bahwa penerapan protokol seperti pendekatan ABCDE dan rumus Parkland sangat efektif dalam menurunkan risiko komplikasi. Kesimpulan: Manajemen awal yang tepat pada fase emergensi di IGD sangat penting dalam menentukan keberhasilan penanganan luka bakar, dan perlu didukung oleh kompetensi tenaga medis, pelatihan berkelanjutan, serta sistem rujukan yang efisien.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN PENCEGAHAN KEPUTIHAN PADA REMAJA PUTRI DI SMP KARTIKA XX-2 MAKASSAR Chitra Dewi; Marisna Eka Yulianita; Muhammad Syahrir; Renaldi. M; Muti Sahida; Yosina Naomi Leterulu
Jurnal Mitrasehat Vol. 16 No. 3 (2026): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v16i3.753

Abstract

Keputihan (fluor albus) merupakan salah satu masalah kesehatan reproduksi yang sering dialami remaja putri dan berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan apabila tidak dicegah dengan perilaku higiene yang baik. Pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi diyakini berperan dalam membentuk perilaku pencegahan keputihan, namun hasil penelitian sebelumnya masih menunjukkan inkonsistensi. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara pengetahuan dengan pencegahan keputihan pada remaja putri di SMP Kartika XX-2 Makassar. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh siswi kelas VIII dan IX sebanyak 58 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan dianalisis secara univariat serta bivariat menggunakan uji Chi-square dengan tingkat kemaknaan α=0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan kategori cukup (62,1%) dan perilaku pencegahan keputihan kategori cukup (94,8%). Analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan pencegahan keputihan pada remaja putri (p=0,681). Temuan ini menunjukkan bahwa perilaku pencegahan keputihan tidak hanya dipengaruhi oleh pengetahuan, tetapi juga kemungkinan dipengaruhi oleh faktor lain, seperti kebiasaan personal hygiene, dukungan keluarga, lingkungan sekolah, dan akses informasi kesehatan. Oleh karena itu, upaya promosi kesehatan reproduksi di sekolah perlu mengintegrasikan peningkatan pengetahuan dengan pembentukan perilaku hidup bersih dan sehat agar pencegahan keputihan dapat dilakukan secara optimal.
CACING SIRNA: MODEL EDUKASI INTERAKTIF DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN PRAKTIK PENCEGAHAN KECACINGAN PADA SISWA SDN 63 TOMBOLO Chitra Dewi; Nurfitri; Muhammad Syahrir; Andi Tilka Muftiah Ridjal; Renaldi. M; Husnul Arbma Burhan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT) Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jgs.v6i2.750

Abstract

Latar belakang: Infeksi Soil-Transmitted Helminths (STH) atau kecacingan masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang banyak terjadi pada anak usia sekolah akibat rendahnya perilaku hidup bersih dan sehat. Edukasi kesehatan yang interaktif diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan dan praktik pencegahan kecacingan sejak dini. Tujuan: Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan praktik pencegahan kecacingan pada siswa sekolah dasar melalui model edukasi interaktif CACING SIRNA (Cacing Hilang, Anak Sehat dan Gembira). Metode: Pengabdian dilaksanakan di SDN 63 Tombolo dengan melibatkan 10 siswa menggunakan pendekatan partisipatif-edukatif. Kegiatan meliputi pre-test, penyampaian materi, permainan edukatif, demonstrasi cuci tangan pakai sabun, simulasi perilaku hidup bersih dan sehat, kuis interaktif, serta post-test untuk mengevaluasi perubahan pengetahuan peserta. Hasil: Program menunjukkan peningkatan pengetahuan siswa, ditandai dengan meningkatnya kategori pengetahuan baik dari 30% pada pre-test menjadi 70% pada post-test, sedangkan kategori pengetahuan rendah menurun dari 20% menjadi 10%. Selain itu, siswa menunjukkan peningkatan pemahaman mengenai pentingnya mencuci tangan menggunakan sabun, menjaga kebersihan kuku, menggunakan alas kaki, dan mengonsumsi obat cacing secara berkala. Kesimpulan: Model edukasi interaktif CACING SIRNA efektif meningkatkan pengetahuan dan praktik pencegahan kecacingan pada siswa sekolah dasar serta berpotensi direplikasi sebagai inovasi edukasi kesehatan berbasis sekolah.
GIZI SEIMBANG DAN CEGAH STUNTING SEJAK DINI (GIZI CERIA) Andi Alfiya Fakhira; Nurleli; Renaldi M; Jufri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT) Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jgs.v6i2.772

Abstract

Latar belakang: Pemerintah Indonesia memiliki ambisi dengan beberapa target yaitu mengakhiri segala bentuk pravelensi stunting dibawah 14% di tahun 2025 dan menurunkan prevelensi wasting atau kurang gizi menjadi 7% di tahun 2025. Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) menunjukkan data pada tahun 2021 kasus stunting tercatat sebanyak 24,4%, dan pada tahun 2024 menurun menjadi 14%. Tujuan: Meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan dalam memberikan gizi seimbang kepada anak untuk mencegah stunting dan meningkatkan kesehatan anak. Metode: Dalam kegiatan ini, digunakan metode deskriptif kuantitatif. Metode ini digunakan untuk menggambarkan secara langsung proses pelaksanaan penyuluhan, mulai dari penyampaian materi, interaksi dengan peserta, hingga respon ibu baduta selama kegiatan berlangsung. Hasil: Hasil pre-test menunjukaan rata-rata sebesar 11 orang tua menjawab benar dengan total 33 orang tua, sedangkan setelah dilakukan edukasi penyampaian materi hasil dan dilanjutkan melakukan post-test mendapatkan 28 orang tua menjawab benar dengan total 33 orang tua. Kesimpulan: Pemahaman terkait gizi seimbang orang tua pada wilayah kerja Puskesmas Cakkuridi meningkat dalam kategori sedang. Pemberian pemahaman terkain pencegahan stunting dengan menekankan pada gizi seimbang juda daptat dikatakan berjalan dengan sangat baik sehingga kedepannya para orang tua dapat menerapkan gizi seimbang
"MAMAH CERDAS GIZI" UPAYA MENINGKATKAN PENGETAHUAN GIZI IBU BADUTA Diandarmayanti; Esse Puji Pawenrusi; Renaldi M
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT) Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jgs.v6i2.773

Abstract

Latar belakang: Kurangnya pemahaman ibu balita tentang cara penyajian tekstur dan frekuensi MP-ASI masih menjadi tantangan yang berdampak pada risiko kekurangan gizi, terhambatnya pertumbuhan, serta pola makan yang tidak sesuai dengan kebutuhan anak usia 6–24 bulan Tujuan:Kegiatan “MAMAH CERDAS GIZI” bertujuan untuk meningkatkan pemahaman ibu balita dalam penyajian MP-ASI yang tepat Metode: Metode: Program ini dilaksanakan melalui penyuluhan dengan pendekatan ceramah interaktif, dilengkapi dengan pre-test dan post-test kepada 12 ibu balita untuk mengukur perubahan pemahaman Hasil:Sebelum penyuluhan, 75% ibu berada dalam kategori pemahaman rendah dan hanya 25% yang berada dalam kategori cukup. Setelah intervensi, proporsi pemahaman yang cukup meningkat menjadi 83%, sementara yang dalam kategori rendah berkurang menjadi 17%. Rata-rata skor pemahaman naik dari 64,3 pada pre-test menjadi 74,2 pada post-test, menunjukkan peningkatan sebesar 15,4%. Kesimpulan: Penyuluhan “MAMAH CERDAS GIZI” terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman ibu balita mengenai penyajian tekstur dan frekuensi MP-ASI, sehingga program ini direkomendasikan sebagai langkah promotif untuk mendukung pemenuhan gizi pada anak di bawah dua tahun.