Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

KONTRIBUSI HASIL HUTAN BUKAN KAYU TERHADAP PENDAPATAN ANGGOTA KTH USAHA TANI MANDIRI DALAM PROGRAM DESA MAKMUR PEDULI API Panjaitan, Rika Meidina Aruni; Marwoto, Marwoto; Muryunika, Rince
Sylva Jurnal Ilmu-ilmu Kehutanan Vol 14, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sylva.v14i2.10793

Abstract

Pemanfaatan hasil hutan bukan kayu (HHBK), terutama budidaya lebah madu Apis mellifera, merupakan salah satu pilihan untuk memperkuat ekonomi masyarakat di sekitar area hutan. Sektor kehutanan, khususnya HHBK, memainkan peran krusial dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi penduduk setempat. Penelitian ini bertujuan mengkaji pendapatan dari budidaya lebah madu dan menilai kontribusi HHBK berupa madu terhadap penghasilan anggota Kelompok Tani Hutan (KTH) Usaha Tani Mandiri dalam Program Desa Makmur Peduli Api (DMPA) di Desa Sungai Rambai, Kecamatan Senyerang, Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan teknik sensus terhadap semua anggota KTH yang berjumlah lima orang. Data primer dikumpulkan melalui observasi dan wawancara, sementara data sekunder diperoleh dari literatur dan lembaga terkait. Hasil penelitian menunjukkan total penerimaan dari budidaya lebah madu mencapai Rp 1.428.550.000 per tahun, dengan total biaya Rp 589.774.944 per tahun, sehingga pendapatan bersih kelompok mencapai Rp 838.775.056 per tahun. Pendapatan dari sumber lain di luar budidaya madu, yakni sektor farm-income (perkebunan sawit), hanya berkontribusi Rp 124.210.400 per tahun. Kontribusi pendapatan budidaya lebah madu terhadap total penghasilan rumah tangga mencapai 87%, dengan tiga dari lima anggota memiliki kontribusi 100% karena sepenuhnya bergantung pada budidaya madu. Temuan ini menunjukkan bahwa budidaya lebah madu berfungsi sebagai sumber penghidupan utama bagi anggota KTH Usaha Tani Mandiri, sekaligus sebagai bentuk pemanfaatan HHBK yang efektif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan melalui program DMPA.
STUDI KERAPATAN MANGROVE DAN PERUBAHAN GARIS PANTAI TAHUN 1989-2018 DI PESISIR PROVINSI JAMBI Achmad, Eva; Nursanti, Nursanti; Marwoto, Marwoto; Fazriyas, Fazriyas; Jayanti, Dwi Putri; Marwoto
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol 10 No 2 (2020): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL)
Publisher : Pusat Penelitian Lingkungan Hidup, IPB (PPLH-IPB) dan Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, IPB (PS. PSL, SPs. IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.10.2.138-152

Abstract

The density of mangrove cover is one of the factors that influence changes in shoreline both accretion and abrasion. This study aims to determine the effect of changes in density of mangrove cover on shoreline changes in 1989-2018 in the Coastal Province of Jambi. The method used is the interpretation of Landsat satellite images in 1989, 2000 and 2018 using NDVI (Normalized Difference Vegetation Index) and overlaying images to see shoreline changes and DSAS (Digital Shoreline Analysis System) to calculate the area of change. The results showed that there had been a change in shoreline both accretion and abrasion in several locations that had different mangrove densities in the period 1989-2018. The results showed that accretion occured in 6 locations with an average change of Kota Sebrang 771 m, Tungkal Ilir 240.65 m, Kuala Betara 153.73 m, Mendahara 167.78 m, Kuala Jambi 169.35 m and Nipah 57.3 m, while abrasion occurs at 2 locations with an average change in Sabak Timur -41.8 m and Sadu -36.55 m. Where in the 6 locations that had accretion, mangrove density dominantly was in a close-densed and moderate state and only a few are in a low-densed condition. Meanwhile, the 2 locations that had abrasion were in a moderate state and have a low density mangrove forest.
Peningkatan Pengetahuan mengenai Upaya Berhenti Merokok pada Kader dan Tenaga Kesehatan Anindita Hapsari, Brigitta Devi; Adhiputri, Artrien; Suryawati, Betty; Reviono, Reviono; Sutanto, Yusup Subagio; Harsini, Harsini; Marwoto, Marwoto
Smart Society Empowerment Journal Vol 3, No 3 (2023): November
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ssej.v3i3.79224

Abstract

Pendahuluan: Perokok adalah seseorang yang menghisap rokok ≥ 100 batang selama hidupnya dan saat ini masih merokok atau sudah berhenti merokok kurang dari 1 tahun. Asap rokok memiliki efek negatif terhadap kesehatan karena mengandung lebih dari 4.000 senyawa kimia, 400 zat berbahaya, dan 43 zat karsinogenik. Rokok mengandung nikotin yang bersifat adiksi menyebabkan ketergantungan sehingga diperlukan upaya lebih lanjut agar dapat berhenti merokok. Upaya berhenti merokok berlangsung baik apabila didukung kemampuan tenaga kesahatan yang memadai. Penelitian ini bertujuan meningkatkan kemampuan tenaga kesehatan dalam program berhenti merokok serta meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai bahaya rokok.Metode: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bekerjasama dengan Puskesmas Purwodiningratan Kota Surakarta. Metode yang digunakan adalah memberikan penyuluhan kepada kader juga kepada tenaga kesehatan di wilayah Puskesmas tersebut tentang upaya berhenti merokok. Evaluasi kegiatan dilakukan penilaian pre dan post test yang bertujuan mengetahui tingkat pengetahuan kader dan tenaga kesehatan mengenai upaya berhenti merokok.Hasil dan Pembahasan: Jumlah peserta kegiatan adalah sebanyak 26 kader dan 16 tenaga kesehatan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa kader dan tenaga kesehatan sudah mempunyai pengetahuan yang cukup tentang upaya berhenti merokok, tetapi dalam beberapa hal masih perlu ditingkatkan, terutama mengenai metode dan pendampingan perokok dalam melakukan upaya berhenti merokok. Didapatkan peningkatan nilai post-test menunjukkan peningkatan pengetahuan dari kader dan tenaga kesehatan setelah diberikan paparan tentang materi tersebut. Peningkatan tingkat pemahaman kader kesehatan sebesar 22% dan tenaga kesehatan sebesar 53%.Kesimpulan: Terjadi peningkatan pengetahuan tentang upaya berhenti merokok pada kader dan tenaga kesehatan Puskesmas Purwodiningratan.