Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

The Legal Problems of Ministerial Regulations in the Presidential System of Government Dillah, Dhea Farah; Nur, Insan Tajali; Hamzah, Herdiansyah
Golden Ratio of Law and Social Policy Review Vol. 5 No. 1 (2025): July - December
Publisher : Manunggal Halim Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52970/grlspr.v5i1.1699

Abstract

The problem of excessive regulation at the ministerial regulatory level in the presidential system arises because the Minister often exceeds his actual functions. This research aims to analyze the causes of overlapping regulations and authorities that cause legal uncertainty. The results show that excessive regulation is triggered by the unclear type and source of Ministers' authority, limits of authority in the formation of regulations, and the practice of direct delegation that is less controlled.
Urgensi Sektor UMKM Persaingan Usaha Sebagai Penyangga Ibu Kota Negara Nusantara Pribadi, Deny Slamet; Nur, Insan Tajali; Wardhana, Kristiawan Wisnu
AL-MANHAJ: Jurnal Hukum dan Pranata Sosial Islam Vol. 5 No. 2 (2023)
Publisher : Fakultas Syariah INSURI Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/almanhaj.v5i2.2929

Abstract

The MSME sector is indeed a big challenge in ensuring the continuity of entrepreneurship. This entrepreneurial interest is still not accompanied by commensurate capacity in running a business. The purpose of this study is to examine and analyze the Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) sector in the National Capital Region (IKN) and collaboration and local authorities for business activists. The research method used in this research is empirical juridical. The primary data source uses Law Number 80 of 2008 concerning Micro, Small and Medium Enterprises. The data collection used by researchers is by using certain research methods that are adapted, namely by way of question and answer, observation and documentation to collect as much data as possible. Data analysis technique; condensing data and drawing conclusions. The results of the study concluded that this sector is able to meet the needs of clothing and food. Regulators should accommodate the progress of MSME businesses. The existence of IKN has the potential to increase people's welfare. The weaknesses are the degradation of the area and the income of the community's economic value and local authorities.
LEGAL PROTECTION OF OWNERSHIP OF PROPERTY RIGHTS CERTIFICATES IN FORESTRY CULTIVATION AREAS Riswandi; Rosmini; Nur, Insan Tajali
Awang Long Law Review Vol. 7 No. 1 (2024): Awang Long Law Review
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Awang Long

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56301/awl.v7i1.1468

Abstract

The background of this study examines the overlapping authority in determining forest areas and its implications for the legal protection of ownership of Land Ownership Certificates (SHM). This study found that overlapping authority occurred due to the absence of confirmation of forest area boundaries and systematic spatial planning, thus triggering conflict between communities that own SHM and forestry policies. The state has an obligation to protect community rights, including land rights as evidenced by SHM. The purpose of the study is to answer two things, first, to find out clarity about the factors that cause overlapping in determining forest areas in the Forestry Law, by analyzing the problems that arise from existing provisions. Second, the study looks at the form of legal protection provided by the state to the community in dealing with the problem of overlapping determination of forest areas in Kutai Kartanegara Regency. The type of this research is sociological legal research or Sociolegal studies. The research was conducted in the East Kalimantan Province, (East Kalimantan Province Environmental and Forestry Service, and the East Kalimantan Province Agrarian Spatial Planning Office/National Land Agency). The focus of this research was conducted in Sepati Village, Anggana District, Kutai Kartanegara Regency. This research will use selected respondents (purposive sampling) within the Kutai Kartanegara Regency in the area around the forestry cultivation area, namely Village Heads and Community Leaders. Specifically for respondents, researchers will conduct an interview process (deep-interview) including the use of snow-ball techniques with respondents who have a structured information network. The results of this study conclude that resolving overlapping authorities requires a comprehensive approach involving all related parties. The steps taken are comprehensive spatial planning, land dispute resolution, confirmation of forest area boundaries, strict law enforcement, strengthening institutions and non-litigation resolution.
Sosialisasi Bantuan Hukum Ganti Rugi Lahan Sebagai Problem Solving Pada Masyarakat Lok Bahu Samarinda Nur, Insan Tajali
Parta: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38043/parta.v4i2.4635

Abstract

Secara ontologis, manusia merupakan makhluk sosial sekaligus subyek hukum yang selalu berinteraksi dengan hukum beserta akibat yang ditimbulkannya. Secara epistimologis, akibat hukum berpotensi menimbulkan konflik baik secara vertikal maupun horizontal. Hal tersebut menimbulkan berbagai perkara yang patut diselesaikan. Secara aksiologis,,diperlukannya kehadiran regulasi tarkait bantuan hukum. Faktanya, melalui keberadaan regulasi tersebut yang merupakan perwujudan prinsip persamaan didepan hukum memberikan perlindungan dan jaminan hukum belum dipahami secara utuh oleh masyarakat serta keterbatasan ekonomi. Seperti konflik antara masyarakat Kelurahan Lok Bahu, Kota Samarinda dengan Pemerintah Daerah Provinsi Kalimantan Timur terkait tidak jelasnya pergantian ganti rugi tanah yang dijadikan jalan Provinsi selama bertahun- tahun. Hal ini menjadi alasan perlunya dukungan dari wakil sekaligus legislator daerah yang memiliki kekuasaan untuk dipenuhi haknya melaui kegiatan Sosialisasi Peraturan Daerah Nomor 05 Tahun 2019 Tentang Penyelenggaraan Bantuan Hukum yang merupakan Langkah untuk meningkatan literati guna mengoptimalisasikan program bantuna hukum gratis bagi rakyat yang kurang mampu. Dari hasil sosialisasi tersebut, terjadi peningkatan pemahaman dari Masyarakat.
Urgensi Eksistensi BUMDes Pada Kesejahteraan Masyarakat Pedesaan Muara Badak Kabupaten Kutai Kartanegara Kadri, Fitri Aeli; Nurrahman, Alda; Natakusuma, Muh. Noviar; Perdianto, Bagas Adjie; Salida, Andhy Pratama; Nur, Insan Tajali
Parta: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38043/parta.v5i1.5491

Abstract

Kegiatan ini mengkaji urgensi eksistensi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Salo Palai, Desa Saliki, dan Desa Badak Baru, Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Desa-desa ini dikenal dengan potensi ekonomi yang berbasis sumber daya alam seperti pertanian dan perkebunan, perikanan, dan jasa. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengevaluasi peran BUMDes dalam pemberdayaan ekonomi lokal, mengidentifikasi tantangan yang dihadapi, serta merumuskan rekomendasi strategis yang dapat mendukung optimalisasi fungsi BUMDes dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan. Melalui BUMDes, pemerintah daerah mendorong pemberdayaan ekonomi lokal dengan mengelola sumber daya secara berkelanjutan. Namun, terdapat beberapa isu yang perlu diatasi, seperti kurangnya sumber daya manusia, transparansi pengelolaan sumber daya alam, pembentukan regulasi BUMDes, serta aspek keadilan dan kemanfaatan bagi seluruh masyarakat desa. Kegiatan ini menggunakan pendekatan deskriptif untuk mengeksplorasi manfaat BUMDes dan tantangan yang dihadapi, dengan fokus pada asas transparansi, keadilan, dan kemanfaatan. Data diperoleh melalui studi literatur dan observasi terhadap praktik BUMDes di tiga desa. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa BUMDes memiliki potensi besar dalam meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat desa, namun perlu dilakukan langkah-langkah strategis untuk mengatasi permasalahan BUMDes yang ada.
Tindakan Represif Aparat Penegak Hukum dalam Aksi Unjuk Rasa terhadap Kebijakan Pemerintahan Prabowo dalam Perspektif Hak Asasi Manusia Ninin Armianti Natsir; Santy Isma Handikasari; Nurul Fajriani; Ryan Asprimagama; Surez Taruna Pramata; Insan Tajali Nur
Federalisme: Jurnal Kajian Hukum dan Ilmu Komunikasi Vol. 2 No. 4 (2025): November: Federalisme : Jurnal Kajian Hukum dan Ilmu Komunikasi
Publisher : Asosiasi Peneliti dan Pengajar Ilmu Hukum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/federalisme.v2i4.1253

Abstract

Our country is known as a nation that upholds human rights values. This is manifested in the recognition of the right to express opinions, which is specifically regulated in Law Number 9 of 1998 concerning Freedom of Expression in Public. Along with the increasing dynamics of political contestation and polarization in society, the frequency of demonstrations has also escalated. This condition places the professionalism and neutrality of the police force under increasing public scrutiny. The reduction in citizens' freedom to express their aspirations often creates a negative image of the police, particularly due to repressive actions and the use of discretion that is deemed disproportionate. Based on a normative juridical approach, this study aims to analyze the extent to which the state upholds access and protection of freedom of expression in public, as well as examine the application of human rights principles from both national and international legal perspectives in demonstrations
Problematika Hukum terhadap Calon Tunggal Kepala Daerah di Kota Samarinda Muhammad Rahmadian; Insan Tajali Nur; Poppilea Erwinta
Jurnal Hukum, Administrasi Publik dan Negara Vol. 2 No. 6 (2025): November: Jurnal Hukum, Administrasi Publik dan Negara
Publisher : Asosiasi Peneliti Dan Pengajar Ilmu Sosial Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/hukum.v2i6.749

Abstract

This study examines the legal issues of single candidates in the 2024 Samarinda City Regional Elections, focusing on the reasons political parties support single candidates and their impact on the quality of democracy and public participation. The phenomenon of single candidates is viewed as a democratic anomaly because it weakens the essence of political competition. The study uses a non-doctrinal method with primary materials in the form of interviews and legislation, as well as secondary materials from articles and scientific literature. The research results indicate three main factors driving political parties' support for a sole candidate: (1) the high electability of the incumbent, which creates psychological effects and political pragmatism; (2) the nomination threshold provisions that limit the number of potential candidates; and (3) the alignment of party vision and mission with the candidate, making political coalitions easier to form. The implications of this phenomenon affect two aspects. First, the substance of democracy is reduced because the people's choices become limited. Second, public participation may decrease due to the lack of competition, which results in low voter enthusiasm. This study emphasizes the need for more inclusive regulations to ensure healthy local election competition and to support the strengthening of legal and political systems to ensure that the nomination process reflects fairness and the people's aspirations broadly.
Skema Pertanggung jawaban pada Insiden Kecelakaan Nuklir dalam Perspektif Hukum Internasional (Studi Pasca Ledakan Reaktor Nuklir Chernobyl) Miradelmar Ribka Andjia; Mahendra Putra Kurnia; Insan Tajalinur
Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik Vol. 5 No. 4 (2025): (JIHHP) Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik
Publisher : Dinasti Review Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jihhp.v5i4.4230

Abstract

Miradelmar Ribka Andjia, Fakultas Hukum Universitas Mulawarman 2024, Skema Pertanggungjawaban Pada Insiden Kecelakaan Nuklir Dalam Perspektif Hukum Lingkungan Internasional (Studi Pasca Ledakan Reaktor Nuklir Chernobyl), di bawah bimbingan Bapak Dr.Mahendra Putra Kurnia S.H.,M.H sebagai pembimbing utama dan Dr. Insan Tajalinur, S.H., M.H sebagai pembimbing kedua. Penulisan ini membahas tentang bentuk dan skema pertanggungjawaban atas kerugian atas bencana yang diakibatkan oleh kecelakaan pada industri nuklir skala besar dengan menacu pada insiden ledakan PLTN Chernobyl, Untuk menjawab permasalahan tersebut, metode pendekatan yang penulis gunakan adalah yuridis normatif mengkaji dan menganalisa dampak dan kerugian serta upaya-upaya apa saja yang dapat di tempuh untuk mengukuhkan hukum terkait industri nuklir dalam perspektif hukum internasional. Permasalahan hukum yang menjadi objek kajian dianalisis berdasarkan pada sumber-sumber berupa peraturan-peraturan yang berlaku, prinsip-prinsip hukum, teori-teori hukum dan doktrin. Meskipun dalam tulisan ini menggunakan pendekatan doctrinal, akan tetapi didukung pula dangan data empiris sebagai bagian untuk menghadirkan fakta di lapangan selaras dengan menemukan jawaban dari rumusan masalah. Hasil penelitian ini menemukan bahwa skema pertanggung jawaban dalam perkara ini telah dibentuk serta direvisi sedemikian rupa dengan mengacu pada sebab akibat dan faktor-faktor khusus dalam penerapan hukum internasional terhadap penggunaan energi nuklir dalam menjamin keberlangsungan lingkungan hidup. Namun dalam implementasinya kendala-kenadala masih ditemukan seperti belum tercapainya keseragaman seluruh negara dalam menaati atau merativikansi peraturan internasional yang ada. Perlu diketahui bahwa isu nuklir merupakan bagian dari Universal Principal, dimana semua negara memiliki wewenang dan tanggungjawab yang sama sehingga semua negara harus mengikuti.
Transformasi Sistem Pengawasan Pemilu Dalam Penegakan Hukum Terhadap Pelanggaran Pemilu di Indonesia Surahman, Adi; Rosmini, Rosmini; Tajali Nur, Insan
Qistie Jurnal Ilmu Hukum Vol 17 No 1 (2024): Qistie : Jurnal Ilmu Hukum
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/jqi.v17i1.14191

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas sistem pengawasan yang dilakukan oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dalam menangani pelanggaran Pemilu di Indonesia, dengan fokus pada perubahan kewenangan Bawaslu yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017. Perubahan signifikan pada kewenangan ini meliputi penguatan tugas Bawaslu dalam menyelesaikan sengketa dan pelanggaran administratif yang sebelumnya menjadi tanggung jawab Komisi Pemilihan Umum (KPU). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus untuk mengevaluasi pelaksanaan kewenangan Bawaslu, tantangan yang dihadapi dalam implementasi pengawasan, serta faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas pengawasan Pemilu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun Bawaslu memiliki kewenangan yang lebih luas, tantangan dalam pelaksanaan pengawasan Pemilu tetap besar, terutama terkait dengan keterbatasan sumber daya manusia, anggaran, dan koordinasi antara lembaga pengawas Pemilu lainnya. Pengawasan yang dilakukan oleh Bawaslu masih menghadapi berbagai kendala, seperti politisasi lembaga pengawas, kesulitan dalam menerapkan kewenangan setengah peradilan, serta kurangnya implementasi regulasi yang mendukung pengawasan yang efektif. Penelitian ini menyarankan perlunya peningkatan kapasitas Bawaslu, pembaruan regulasi, serta perbaikan koordinasi antara KPU, Bawaslu, dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) untuk memperkuat integritas Pemilu dan menjamin pelaksanaan Pemilu yang jujur, adil, dan transparan.
LEGAL ISSUES REGARDING THE ELECTION OF VILLAGE HEADS Sukman; Rosmini; Nur, Insan Tajali
Awang Long Law Review Vol. 8 No. 2 (2026): Awang Long Law Review
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Awang Long

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56301/awl.v8i2.1770

Abstract

This thesis examines legal issues related to village head elections, with a case study in Kota Bangun 2 Village, Kutai Kartanegara Regency. The background highlights the importance of village head elections in village democracy, but the lack of attention to the village head election regime is a weakness in itself. The results of the study show that violations in Pilkades can be caused by poor supervision, such as administrative disputes and election result disputes. The factors causing Pilkades disputes include internal factors (non-neutral committees, problematic voter lists, unhealthy campaign processes, fanaticism among supporters, and lack of social control) and external factors (local government intervention, regulatory weaknesses, political and power interests, and proximity to local authorities). The mechanism for resolving Pilkades disputes is regulated in Law No. 6 of 2014 concerning Villages, Government Regulation No. 47 of 2015, Minister of Home Affairs Regulation No. 112 of 2014 in conjunction with Minister of Home Affairs Regulation No. 72 of 2020, and Kutai Kartanegara Regency Regulation No. 3 of 2015 in conjunction with Kutai Kartanegara Regency Regulation No. 3 of 2018. However, in practice, the resolution of Pilkades disputes is often not in accordance with the proper mechanisms, as was the case in the Pilkades in Kota Bangun 2 Village.