Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

FAKTOR PENGHAMBAT ADOPSI INOVASI BUDIDAYA LEBAH MADU KLANCENG DI DESA MENDOLO KECAMATAN LEBAKBARANG KABUPATEN PEKALONGAN Prasetyo, Eko; Sugiarto, Mochamad; Hilmi, Endang; Muslihudin, Muslihudin; Rahab, Rahab; Sari, Lilik Kartika
Jurnal Ilmu Ilmu Agribisnis: Journal of Agribusiness Science Vol. 12 No. 3 (2024)
Publisher : Lampung University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jiia.v12i3.9426

Abstract

The traditional practice of Stingless honey hunting, which has been carried out for generations, tends to damage the forest ecosystem. The adoption of more environmentally friendly Stingless honey bee cultivation innovations began 10 years ago, resulting in 25 adopters out of 377 farmers at Mendolo Village, Lebakbarang District, Pekalongan Regency. This study aims to identify the inhibiting factors in the adoption process of Stingless honey bee cultivation innovations. The research was conducted using qualitative methods through observation, interviews, documentation, and focused group discussions. The results of the study show that the inhibiting factors for adopting Stingless honey bee cultivation include difficulty in finding colonies, pests, lack of knowledge about cultivation techniques, colony escape, limited food supply during the rainy season, lack of patience, low income, capital issues, colony transfer process, lack of colony splitting skills, urgent needs, harvesting methods, theft and vandalism, time constraints, lack of interest, market saturation during the harvest season, and influence from certain individuals. Key words:   Inhibiting Factors, Innovation Adoption, Stingless Honey Bee
MAKNA TINDAKAN SOSIAL PELAKU PARIWISATA DALAM TRADISI RUWAT BUMI SEBAGAI MODAL BUDAYA PENGEMBANGAN PARIWISATA DI OBJEK WISATA AIR PANAS GUCI Poziah Anom Wulan Sari; Muslihudin Muslihudin; Imam Santosa
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 13, No 8 (2026): NUSANTARA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v13i8.2026.2314-2317

Abstract

Tradisi Ruwat Bumi merupakan salah satu bentuk kearifan lokal yang masih dipertahankan oleh masyarakat Desa Guci, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal. Selain memiliki fungsi sebagai ritual ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, tradisi ini berkembang menjadi daya tarik wisata budaya yang berkontribusi terhadap pengembangan sektor pariwisata daerah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna tindakan sosial pelaku pariwisata dalam tradisi Ruwat Bumi serta mengidentifikasi kontribusinya terhadap pengembangan pariwisata di Objek Wisata Air Panas Guci. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan konstruktivisme. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap tokoh adat, pemerintah desa, pelaku usaha wisata, masyarakat, wisatawan, dan Dinas Pariwisata Kabupaten Tegal. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, sedangkan interpretasi hasil penelitian menggunakan teori tindakan sosial Max Weber dan perspektif pembangunan partisipatif Robert Chambers. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindakan sosial pelaku pariwisata dalam tradisi Ruwat Bumi dimaknai sebagai bentuk tindakan tradisional, tindakan berorientasi nilai, tindakan afektif, serta tindakan rasional instrumental. Tradisi ini tidak hanya memperkuat identitas budaya masyarakat, tetapi juga meningkatkan daya tarik wisata, memperluas kesempatan kerja, menggerakkan sektor usaha mikro, serta memperkuat citra destinasi wisata budaya Kabupaten Tegal. Dengan demikian, Ruwat Bumi merupakan modal budaya yang memiliki peran strategis dalam pembangunan pariwisata berbasis masyarakat.