Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Kajian Kualitas Lingkungan dan Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Berbasis Sosial dan Ekonomi di Desa Karangsambung Kecamatan Karangsambung Kabupaten Kebumen Eni Rofiqoh; Muslihudin Muslihudin; Wahyu Siswandari
Buletin Keslingmas Vol 42, No 2 (2023): BULETIN KESLINGMAS VOL.42 NO.2 TAHUN 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/keslingmas.v42i2.9825

Abstract

Desa Karangsambung berada di wilayah kerja UPTD Puskesmas Karangsambung dengan luas mencapai 364,784 ha. Kondisi ekonomi rendah menyebabkan masyarakat kurang memperhatikan kondisi lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kualitas lingkungan air dan program STBM yang berbasis aspek lingkungan (akses/ketersediaan sanitasi, dan kebersihan sanitasi), aspek sosial (pengetahuan tentang program STBM), dan aspek ekonomi di desa Karangsambung. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan survey. Populasi penelitian seluruh kepala keluarga (KK) yaitu sebanyak 1294 KK dengan besar sampel sebanyak 94 responden.  Teknik pengambilan sampel kualitas air dilakukan menggunakan metode purposive sampling yaitu dengan pertimbangan air pada sumur gali diambil sebanyak 1 sumur gali pada masing-masing dusun, sehingga terdapat 5 sumur gali dari 5 dusun. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan pemeriksaan kualitas air sumur gali (fisik, kimia dan mikrobiologi). Analisis data secara deskriptif yang disajikan dalam bentuk tabel dan narasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan Program STBM pada Desa Karangsambung berbasis sosial dan ekonomi masyarakat telah dilaksanakan hampir 100% oleh responden. Aspek Lingkungan menunjukkan bahwa 97,9% dengan kriteria baik. Kualitas lingkungan air pada Desa Karangsambung menunjukkan bahwa air sumur gali, masih di bawah standar yang ditetapkan. Aspek Sosial menunjukkan bahwa 83% responden mengetahui pilar STBM. Aspek Ekonomi pada masyarakat Desa Karangsambung menunjukkan bahwa 67 responden (71,3%) berpenghasilan di bawah UMK, 27 responden (28,7%) berpenghasilan di atas UMK.
KARAKTERISTIK KORUPTOR PADA PEMERINTAH PROVINSI DAN PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA DI INDONESIA TAHUN 2018-2020 Isnaeni Etik Martiqoh; Rin Rostikawati; Muslihudin Muslihudin; Rili Windiasih
Jurnal Analisa Sosiologi Vol 12, No 3 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS SEBELAS MARET (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jas.v12i3.63694

Abstract

Cases of criminal acts of corruption that are rife in the provincial and regency/city governments show that the administration of government with the principles of good governance has not fully worked out well. Not only was there a spread of authority and power from the central government to local governments, there was also a spread of corruption cases that were initially concentrated in the central government and then spread to local governments. Perpetrators of corruption or commonly referred to as corruptors are not only committed by certain groups of people, but also people in various circles who have been proven to have committed criminal acts of corruption. This study was conducted with the aim of describing the characteristics of perpetrators of corruption in the provincial and district/city governments. The research was conducted using quantitative methods with descriptive aproach. The results show that corruptors in the provincial and district governments are dominated by men and people who hold positions as DPRD members, civil servants, regional heads and deputy regional heads, judges, regional secretaries, DPRD chairman and deputy DPRD chairman. Therefore, efforts are needed to prevent and eradicate corruption in local governments, including by improving the bureaucratic system to be more effective and efficient, implementing professional ethics as well as possible, providing strict legal and social sanctions, and revising the applicable laws and regulations in the context of closing the loophole in the rubber article which is often used by corrupt actors to escape punishment.Keywords: characteristics of corruptors, provincial government, district/city governmentABSTRAKKasus tindak pidana korupsi yang marak terjadi di pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota menunjukkan bahwa penyelenggaraan pemerintahan dengan prinsip good governance belum sepenuhnya berjalan dengan baik. Tidak hanya terjadi penyebaran wewenang dan kekuasaan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah, juga terjadi penyebaran kasus korupsi yang awalnya terpusat di pemerintah pusat kemudian menyebar hingga ke pemerintah daerah. Pelaku korupsi atau biasa disebut dengan koruptor tidak hanya dilakukan oleh orang-orang kalangan tertentu, tetapi juga orang-orang di berbagai kalangan terbukti telah melakukan tindak pidana korupsi. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mendeskripsikan karakteristik pelaku korupsi pada pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota. Penelitian dilakukan menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  pelaku korupsi pada Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Kabupaten/Kota lebih banyak dilakukan oleh laki-laki dan orang-orang yang menduduki jabatan sebagai Anggota DPRD, Pegawai Negeri Sipil, Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah, Hakim, Sekretaris Daerah, Ketua DPRD serta Wakil Ketua DPRD. Fenomena korupsi dapat dikaji melalui teori struktural fungsional karena terjadinya korupsi disebabkan oleh adanya ketidaktaatan antara pemegang kekuasaan dengan norma-norma yang mengatur pelaksanaan kekuasaan. Beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk memberantas korupsi yaitu: memperbaiki sistem birokrasi menjadi lebih efektif dan efisien, mengimplementasikan etika profesi dengan sebaik-baiknya, memberikan sanksi hukum dan sosial yang tegas, serta merevisi peraturan perundang-undangan yang berlaku dalam rangka menutup celah pasal karet yang seringkali digunakan oleh pelaku korupsi untuk membebaskan diri dari hukuman. Kata kunci: karakteristik koruptor, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten /kota
Pengembangan Potensi Desa Wisata di Banyumas Menuju Pembangunan Perdesaan Berkelanjutan Agung Kurniawan; Tyas Retno Wulan; Muslihudin Muslihudin
Jurnal Ilmiah Membangun Desa dan Pertanian Vol. 8 No. 5 (2023)
Publisher : Department of Agribusiness, Halu Oleo University Jointly with Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia - Indonesian Society of Agricultural Economics (PERHEPI/ISAE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37149/jimdp.v8i5.334

Abstract

Sustainable Development Goals or sustainable development is a development concept carried out by the government to improve the community's welfare and preserve the environment. The national development program is now starting to experience a paradigm shift. Previously, the focus of development was more emphasized on the economic sector in local government areas only, but now the director of development is starting to target rural areas as the most significant contributor to achieving the success of national development. The purpose of this research is to map tourist villages in Banyumas Regency into several categories according to their potential and level of development. This research was conducted from October to November 2022 with the selection of research locations carried out purposively based on considerations of being a village that has a tourist location, both developed and newly developed, having various village potentials such as nature, culture, and UMKM, managed by the village government and residents supported by the local government, universities, and investors spread across 13 tourist villages in the Banyumas Regency area Kalisalak, Wlahar Wetan, Linggasari, Melung, Papringan, Pandak, Banjaranyar, Limpakuwus, Kalisari, Susukan, Karangsalam Lor, Cikakak, and Karang Tengah. The population in this study amounted to 160 people, with a research sample of 90 people consisting of 14 village governments, 48 tourism managers, and 28 local villagers. This research uses qualitative data analysis methods with primary data sources obtained directly from the field and supported by secondary data obtained by researchers from various media such as the Internet and other research results as support. The data collection techniques used in this research were structured interviews, observation, and literature study. The results showed that several village areas in Banyumas Regency have become tourist villages or pioneered to become tourist villages with a management system carried out by the local community in collaboration with the village government and in partnership with external parties such as universities, investors, and local governments. These villages have various characteristics of potential that can be developed, such as natural potential, artistic potential, and UMKM. Seen from the level of development, tourist villages in Banyumas Regency are divided into several categories, namely the tourist village category, the developing tourist village category, and the embryonic village category.
Kuliah Kerja Nyata (KKN) untuk Kebangkitan Ekonomi Kelompok Pekerja Migran pada Masa Pandemic Covid-19 Sri Wijayanti; Tyas Retno Wulan; Muslihudin Muslihudin
JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat) VOL. 7 NOMOR 2 SEPTEMBER 2023 JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/jppm.v7i2.11101

Abstract

Salah satu bentuk resiliensi masyarakat dalam menghadapi situasi sulit seperti pandemic covid19 adalah mereka berupaya untuk bangkit dan mencari peluang yang dapat mendatangkan manfaat untuk mereka. Beberapa dari masyarakat membentuk kelompok usaha untuk mencermati peluang dan kesempatan yang dapat digunakan untuk bertahan atau bahkan meningkatkan kesejahteraan mereka. Salah satunya adalah kelompok mantan pekerja migran perempuan dan keluarga. Merespon situasi ini, Kuliah Kerja Nyata/KKN untuk pemberdayaan kelompok mantan pekerja migran perempuan dan keluarga berupaya untuk membantu dan membangkitkan perekonomian kelompok ini. Melalui model pendampingan yang dilakukan oleh mahasiswa KKN di Desa Cihonje (Kabupaten Banyumas), Desa Jatisawit (Kabupaten Brebes) dan Desa Kebon ( Kabupaten Serang), pelaksanaan KKN menunjukkan hasil yang menggembirakan. Lokasi KKN pertama menjukkan bahwa KKN telah menghidupkan kembali unit usaha makanan ringan kelompok mantan pekerja migran Ikatan Perempuan Keluarga Buruh Migran Indonesia/IPAKARUMI. Pada lokasi kedua, KKN telah berhasil membuat kelompok tani MAKMUR yang beranggotakan warga Dukuh Purbanala dan keluarga pekerja migran yang berdomisili di dukuh tersebut. Kelompok tani MAKMUR memiliki lahan yang digarap bersama-sama dan hasilnya untuk anggota. Pada lokasi ketiga, KKN berhasil membuat kelompok usaha makanan ringan STIKONG yang beranggotakan mantan pekerja migran perempuan. Para mantan pekerja migran perempuan yang sebelumnya tidak memiliki kegiatan, sekarang mereka memiliki sebuah usaha untuk dikelola bersama dan hasilnya dinikmati bersama. Sebagai agent of change, mahasiswa KKN telah memberikan perubahan terhadap masyarakat sehingga masyarakat dapat mandiri secara ekonomi. 
Strategi Pengelolaan Pertambangan Pasir Berkelanjutan di Desa Luragung Landeuh, Kuningan, Jawa Barat Wina Waniatri; Muslihudin; Lestari, Sri
Jurnal Ilmiah Pendidikan Lingkungan dan Pembangunan Vol 23 No 01 (2022): PLPB: Jurnal Pendidikan Lingkungan dan Pembangunan Berkelanjutan, Volume 23 Nom
Publisher : Program Studi Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/plpb.v23i01.23960

Abstract

Most of the mining activities do not have a business license. This condition has been legally handled in court, but many have not taken firm legal action. There is no legal action yet because the implementation of government policies has not been carried out optimally (Ismail, 2007). One of the mining locations in Kuningan Regency is in Luragung Landeuh Village. This study was conducted to determine the sand mining management strategy that should be carried out in Lurangung Landeuh Village, Luragung District, Kuningan Regency. This study uses qualitative and quantitative descriptive analysis methods. The conclusion of this study is the management strategy of sand mining activities in Luragung Landeuh Village based on the results of the highest pairwise comparison assessment or the main priority at the criterion level is environmental and infrastructure sustainability (0.521) and the main priority at the alternative level is tax and environmental insurance (0.199). preserving the environment and infrastructure, which needs to be improved for the convenience of the community, the preservation of flora and fauna, and environmental ecosystems as well as the need for good cooperation between stakeholders and agencies related to the formation of CSR to improve the welfare of the community.
Pemberdayaan Buruh Migran melalui Program Desa Migran Produktif di Banyumas, Indonesia: Migrant Workers Empowerment through Productive Migrant Village Programs in Banyumas, Indonesia Muslihudin Muslihudin; Tyas Retno Wulan; Tri Sugiarto; Sotyania Wardhianna; Sri Wijayanti
Society Vol 9 No 1 (2021): Society
Publisher : Laboratorium Rekayasa Sosial, Jurusan Sosiologi, FISIP Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/society.v9i1.261

Abstract

This study explains empowering Indonesian Migrant Workers (IMW) through Productive Migrant Village Programs (PMVP) in the Banyumas Regency. PMVP is a program of the Ministry of Manpower of the Republic of Indonesia held since 2016. The program aims are to empower, improve services and protection for IMWs starting from the village. The paradigm of the study is a constructivist paradigm by using a critical model. The research method used is a qualitative method with a phenomenological approach, which explores data to get the meaning of the basic and essential things of the empirical phenomena experienced by the research subject. The results of the research are 1). In providing information about the process of migrant workers faced with challenges from recruitment agencies/recruitment companies (Private Indonesian Migrant Worker Placement Agency). 2). In the stage of the production process, there are obstacles that the equipment provided by the Ministry cannot use. 3). The care of children of migrant workers is still individual only to their families. The community even still stigmatizes them as children who deserve problems since their parents abandoned them. 4). Late initiation of the migrant workers’ cooperatives. Procedures for establishing migrant workers cooperatives, mentoring, and guidance specifically related to migrant workers are needed.
Strategi Kampanye Calon Legislatif Kukuh Haryanto melalui Akun Tiktok @Kukuhporso: Pendekatan Semiotik Sudito, Muhamad Bagus; Widyastuti, Tri Rini; Muslihudin, Muslihudin
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 5 No 1 (2025): JUPIN Februari 2025
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.573

Abstract

Kukuh Haryanto merupakan calon legislatif (caleg) yang unik dan menarik pada kontestasi Pemilu Legislatif 2024. Berbeda dari caleg lainnya yang harus mengeluarkan dana kampanye hingga ratusan juta, bahkan milyaran rupiah, dia hanya mengeluarkan modal yang sangat kecil. Kukuh yang berprofesi sebagai pengamen jalanan, berhasil menarik banyak perhatian masyarakat melalui kampanye yang dilakukannya dengan menggunakan media sosial miliknya, yaitu akun TikTok @kukuhporso. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap strategi kampanye caleg Kukuh Haryanto pada salah satu konten akun TikTok-nya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan semiotika Ferdinand de Saussure. Prosedur penelitian ini diawali dengan menonton salah satu video TikTok @kukuhporso, mengidentifikasi tanda dan lirik dalam video, mengambil tangkapan layar, menganalisis tanda, dan menyajikan hasil analisis dalam bentuk deskripsi Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Kukuh berhasil memperoleh suara terbanyak di daerah pemilihannya melalui strategi kampanye yang dia gunakan. Kukuh berhasil membangun makna yang mendalam sebagai seorang caleg melalui simbol-simbol dan personal branding yang ia bangun selama kampanye. Keberhasilan Kukuh dapat menjadi referensi bagi perkembangan kampanye politik secara digital di Indonesia.
Perilaku Mahasiswa yang Peduli Lingkungan di Purwokerto Finayanti, Finayanti; Muslihudin, Muslihudin; Primadata, Ankarlina Pandu
Jurnal Ilmu Sosial Humaniora Indonesia Vol 5 No 1 (2025): JISHI - Juni 2025
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jishi.290

Abstract

Penggunaan plastik yang tinggi dalam kehidupan sehari-hari berdampak negatif pada lingkungan, termasuk lingkungan kampus. Mahasiswa cenderung mengonsumsi makanan dan minuman dengan kemasan sekali pakai, yang memperburuk masalah tersebut. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perilaku ramah lingkungan yang dilakukan oleh mahasiswa dan latar belakang yang mempengaruhi mahasiswa dalam berperilaku ramah lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Sumber data diperoleh melalui wawancara langsung dengan informan dan kajian pustaka. Teknik penentuan informan menggunakan purposive sampling dan sebanyak 3  informan dipilih berdasarkan kriteria yang telah ditentukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa memahami perilaku ramah lingkungan yang bertujuan untuk menjaga kelestarian lingkungan. Pemahaman ini tercermin dalam berbagai aktivitas yang mereka lakukan, seperti keterlibatan dalam program penghijauan, bergabung dengan organisasi lingkungan, dan mengadopsi kebiasaan hemat air dan energi. Beberapa mahasiswa menilai bahwa lingkungan sekitar mereka (teman, keluarga dan komunitas), memberi pengaruh bagi diri mereka. Hal ini menunjukkan bahwa lingkungan sosial mereka memberikan pengaruh yang signifikan sehingga mendorong mahasiswa untuk berperilaku ramah lingkungan. Meskipun demikian, sebagian besar informan mahasiswa juga menyatakan bahwa komitmen adalah masalah utama. Banyak mahasiswa yang merasa perlunya fasilitas pendukung untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya perilaku ramah lingkungan. Hasil ini menunjukkan bahwa untuk mendorong perilaku yang lebih ramah lingkungan, diperlukan lebih banyak fasilitas pendukung di lingkungan kampus. Hasil penelitian ini dapat digunakan untuk membuat kebijakan lingkungan di kampus.
Environmentally Sound Community Empowerment Dimas Rahman Rizqian; Muslihudin; Arizal Mutahir
Asketik: Jurnal Agama dan Perubahan Sosial Vol. 9 No. 1 (2025): Asketik: Jurnal Agama dan Perubahan Sosial
Publisher : Prodi Sosiologi Agama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/asketik.v9i1.2447

Abstract

This research aims to explain the empowerment of environmentally conscious communities through waste management implemented by the Banyumas Regency Government. This study used qualitative research methods. The targets of this research are parties directly related to waste management policies in Banyumas Regency who were selected purposively. Data collection was carried out through observation, interviews and documentation. Data analysis process. Data analysis in this study was carried out using on going analysis (interactive). The results of the study found that the Banyumas community has a waste management capacity that has a cash flow of millions of rupiah. Then, the people of Banyumas have a responsibility to partner with community members in overcoming the waste problem and meeting their daily needs. This is reflected in the operationalization carried out by the community and financed by the community itself.
Program Pemberdayaan IPAKARUMI Terhadap Keluarga dan Mantan Pekerja Migran di Kecamatan Gumelar Kabupaten Banyumas Fikri, Aprian Fikri; Muslihudin, Muslihudin Muslihudin; Lestari, Soetji
Jurnal Interaksi Sosiologi Vol 1 No 2 (2022): Jurnal Interaksi Volume 1 Nomor 2 2022 (Back Issue April 2022)
Publisher : Laborataorium Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/jis.v1i2.8259

Abstract

ABSTRAK Kecamatan Gumelar menempati posisi pertama dalam pengiriman pekerja migran Indonesia di Kabupaten Banyumas. Hal ini menjadikan kecamatan sebagai lumbung pekerja migran. Kecamatan Gumelar sebagai kantong pekerja migran banyak mengalami permasalahan mulai dari pemberangkatan, pra penempatan, di negara tujuan, sampai purna menjadi pekerja migran Indonesia. Dari beberapa permasalahan di atas, menyebabkan adanya paguyuban ikatan perempuan keluarga dan mantan pekerja migran Indonesia (IPAKARUMI) yang bertujuan untuk melakukan pemberdayaan kepada keluarga dan mantan pekerja migran. Maka dari itu, penelitian ini dilakukan dengan tujuan melihat peran yang dilakukan oleh IPAKARUMI terhadap pemberdayaan keluarga dan mantan pekerja migran di Kecamatan Gumelar Kabupaten Banyumas. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peran yang dilakukan IPAKARUMI yaitu dalam bentuk menumbuhkembangkan keterampilan usaha keripik cantir, pembekalan keterampilan pembuatan tas rajut, bimbingan belajar gratis bagi anak pekerja migran, dan pemanfaatan limbah plastik sebagai kerajinan tangan. Hal ini sejalan dengan definisi peran sebagai posisi sosial, perilaku yang terkait dengan posisi sosial, atau perilaku yang khas. Kata Kunci: Peran Paguyuban IPAKARUMI, Pemberdayaan keluarga dan mantan PMI, Bentuk pemberdayaan. ABSTRACT Gumelar District occupies the first position in sending Indonesian migrant workers to Banyumas Regency. This makes the sub-district a granary for migrant workers. Gumelar sub-district as an enclave for migrant workers has experienced many problems starting from departure, pre-placement, in the destination country, until after becoming Indonesian migrant workers. From some of the problems above, this has led to the existence of the association of women's families and former Indonesian migrant workers (IPAKARUMI) which aims to empower families and former migrant workers. Therefore, this study was conducted with the aim of looking at the role played by IPAKARUMI in empowering families and former migrant workers in Gumelar District, Banyumas Regency. The results of this study indicate that IPAKARUMI's role is in the form of developing cantir chips business skills, providing skills in making knitting bags, free tutoring for children of migrant workers, and the use of plastic waste as handicrafts. This is in line with the definition of role as a social position, behavior related to social position, or distinctive behavior. Keywords : The role of the IPAKARUMI Association, Empowerment of families and former PMI, Forms of empowerment.