Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL DENGAN PENYESUAIAN DIRI PADA REMAJA AWAL DI PANTI ASUHAN KOTA DENPASAR Tricahyani, Ida Ayu Ratih; Widiasavitri, Putu Nugrahaeni
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.815 KB)

Abstract

Early adolescence is a transition from childhood to adulthood. In this period, early adolescence experienced many changes both physically and psychologically. Same with the case of early adolescents who lived in the orphanage, besides the fulfillment of physiological, early adolescents in the orphanage also need a healthy psychological development, one of them is the process of personal adjustment. Personal sdjustment aiming to get harmony between the demands of the self and the environment in which the individual resides. Personal adjustment is a form of behavior that is intended to respond to the needs that exist within the individual. In order to get a good adjustment in early adolescents orphanage, it needs social support. Social support refers to the provision of comfort, care and respect. This study aimed to determine the relationship between social support and personal adjustment to early adolescents orphanage in Denpasar.This research is a quantitative method with simple regression analysis. Subjects in this study are early adolescents orphanages in Denpasar, age range is 12 to 17 years. Sample of this study is 100 persons. The sampling method using simple random sampling. Data is collected through social support scale and the scale of the adjustment of early adolescence in the orphanage. Social support scale reliability is 0.735 and the reliability of scale adjustment in early adolescence in the orphanage is 0.744. The research data shows a normal distribution and linear. The results of this research shows the correlation coefficient is 0.558 with a significance at 0.000 (p <0.05). It means that there is a positive relationship between social support and personal adjustment in early adolescents orphanage. Contribution of social support to the personal adjustment in early adolescents orphanage is 31,2%. Key words : social support, personal adjustment, early adolescents, orphanage
PERAN SELF COMPASSION TERHADAP PSYCHOLOGICAL WELL-BEING PENGAJAR MUDA DI INDONESIA MENGAJAR Renggani, Atikah Fairuz; Widiasavitri, Putu Nugrahaeni
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (922.712 KB)

Abstract

Psychological well-being merupakan aspek penting yang perlu dimiliki pengajar muda selama bertugas di daerahpedalaman Indonesia. Salah satu faktor yang dapat memengaruhi psychological well-being adalah self compassion.Self compassion merupakan kemampuan individu untuk memberikan perhatian dan kepedulian terhadap diri sendiriketika mengalami tantangan, masalah, dan kesulitan dalam hidup serta mampu melihat hal tersebut sebagai bagiandari pengalaman hidup manusia. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif untuk mengetahui peran selfcompassion terhadap psychological well-being pengajar muda di Indonesia Mengajar. Subjek dalam penelitian iniberjumlah 60 orang pengajar muda yang sedang bertugas di daerah pedalaman dengan menggunakan teknik simplerandom sampling. Alat ukur dalam penelitian ini menggunakan skala self compassion dengan reliabilitas sebesar0,943 dan skala psychological well-being dengan reliabilitas sebesar 0,915. Hasil uji regresi linier sederhanamenunjukan R= 0,792 dan adjusted R square sebesar 0,628. Hal tersebut menjelaskan bahwa self compassionmemiliki peran sebesar 62,80% terhadap psychological well-being. Koefisien beta terstandarisasi self compassionsebesar 0,792 dan signifikansi 0,000 (p<0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa self compassion berperan terhadappsychological well-being pengajar muda di Indonesia Mengajar. Kata Kunci: Self compassion, Psychological well-being, Pengajar Muda, Indonesia Mengajar
Resiliensi ibu dengan anak autisme Dewi, Claudia Putu Desiana Chyntia; Widiasavitri, Putu Nugrahaeni
Jurnal Psikologi Udayana Vol 6 No 01 (2019)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (550.721 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2019.v06.i01.p19

Abstract

Abstrak Kehadiran anak dengan gangguan autisme di tengah-tengah keluarga menjadi pengalaman tersendiri bagi ibu dalam mendampingi dan mengasuh anak dengan autisme, yang dapat menimbulkan perubahan besar dan krisis bagi ibu. Ketidakmampuan ibu dalam mengatasi krisis yang dialami dapat mengganggu fungsi dan peran ibu terkait pengasuhan. Resiliensi menjadi salah satu faktor yang membantu ibu dalam menjalankan peran pengasuhan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran resiliensi ibu dengan anak autisme. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling. Responden yang terlibat di dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki anak dengan gangguan autisme. Data dikumpulkan dengan melakukan wawancara, observasi, dan laporan diri responden. Data yang terkumpul dianalisis dengan theoretical coding dari Strauss dan Corbin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu melakukan mekanisme penyesuaian diri dan mekanisme koping dalam usaha mencapai resiliensi. Mekanisme penyesuaian diri yang dikembangkan oleh ibu dengan anak autisme dibagi menjadi dua yaitu mekanisme penyesuaian terhadap karakteristik anak dan mekanisme penyesuaian terhadap respon lingkungan sekitar. Sedangkan mekanisme koping yang dikembangkan berupa kontrol diri, berpasrah, melakukan pengalihan, mencari informasi, mencari bantuan, dan pemecahan masalah bersama. Kata Kunci: Ibu dengan anak autisme, Resiliensi
Perbedaan Emotional Abuse pada Remaja Akhir yang Berpacaran Berdasarkan Pola Komunikasi dalam Keluarga Pemayun, Cokorda Istri Indraswari; Widiasavitri, Putu Nugrahaeni
Jurnal Psikologi Udayana Vol 2 No 2 (2015)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (555.709 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2015.v02.i02.p18

Abstract

Problems in dating relationship may lead to violence such as emotional abuse that usually can lead to physical abuse and sexual abuse. The need for the role of parents in control and give examples of behaviour to adolescents directly or indirectly. Children will bring exemplified parents into the social environment as communication patterns. Family communication patterns is divided into four, namely Pluralistic, Consensual, Laissez-Faire, and Protective. Communication patterns are different in every family will indirectly establish a different personality for each adolescents. Based on the exposure, this study has the objective to determine differences in emotional abuse in adolescents who are dating is based on communication patterns within the family. Subjects in this study were 75 people late adolescents who are dating and live with parents at Udayana University. Instruments in this research is the Emotional Abuse scale and Revised Family Communication Pattern (RFCP) scale. One Way ANOVA analysis results showed p=0,031 (F=3,138; p<0,05) can thus be noted that there are differences in emotional abuse in adolescents who are dating is based on communication patterns within the family. Differences are also evident from the pattern of Pluralistic group communication and Laissez-Faire contained probability value p=0,043 (p<0,05), which means that Ho is rejected or there is a difference between communication patterns within the family group pluralistic and Laissez-Faire. Adolescents who grew up with communication patterns Laissez-Faire has a higher tendency to do emotional abuse in couples than adolescents who grew up with pluralistic communication patterns.   Keywords: emotional abuse, family communication pattern, late adolescents, RFCP, Pluralistic, Consensual, Laissez-Faire, Protective
Strategi Coping Mahasiswa yang Sedang Menyusun Skripsi di Tengah Pandemi COVID-19 Sawitri, Annisa Rachma; Widiasavitri, Putu Nugrahaeni
Jurnal Psikologi Udayana Vol 8 No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2021.v08.i01.p08

Abstract

Skripsi merupakan karya tulis ilmiah yang dalam proses penyusunannya memiliki berbagai tantangan. Munculnya pandemi COVID-19 menambah permasalahan dan hambatan yang dihadapi oleh mahasiswa. Pemberlakuan kebijakan pembatasan kegiatan membuat segala kegiatan dalam proses skripsi dilakukan secara online. Banyaknya permasalahan yang dihadapi mahasiswa saat menyusun skripsi dapat menimbulkan stres. Pentingnya strategi coping yang tepat dalam menghadapi permasalahan saat proses skripsi agar mahasiswa dapat melakukan penyesuaian dengan kondisi stres dan terhindar dari stres yang berkepanjangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi coping apa saja yang digunakan mahasiswa yang sedang menyusun skripsi di tengah pandemi COVID-19 dan faktor-faktor apa yang memengaruhi pemilihan strategi coping dengan menggunakan metode kualitatif pendekatan fenomenologi. Responden pada penelitian ini adalah 5 orang mahasiswa yang sedang menyusun skripsi di tengah pandemi COVID-19 dan mengalami kendala atau hambatan pada skripsi dikarenakan pandemi COVID-19. Pengumpulan data menggunakan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan metode strategi coping yang dilakukan terdiri dari pengalihan, penyelesaian masalah, dan mencari dukungan sosial. Pemilihan metode strategi coping yang dilakukan dipengaruhi oleh konsep diri, keinginan diri sendiri, lingkungan pertemanan, keluarga, dan waktu. Efek yang ditimbulkan setelah melakukan strategi coping adalah merasakan ketenangan dan mampu kembali fokus dalam mengerjakan skripsi.
GAMBARAN KESEJAHTERAAN SUBJEKIF PADA WANITA YANG MENGALAMI INVOLUNTARY CHILDLESSNESS Sari, Ni Luh Krishna Ratna; Widiasavitri, Putu Nugrahaeni
Jurnal Psikologi Udayana Vol 4 No 02 (2017)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.47 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2017.v04.i02.p11

Abstract

Salah satu tujuan penting dari menikah adalah untuk mendapatkan keturunan. Hasil penelitian Blackmore, Lawton, dan Vartanian (2005) menunjukkan wanita memiliki keinginan yang besar untuk segera memenuhi tuntutan tradisionalnya untuk menjadi seorang istri dan seorang ibu. Tidak semua wanita dapat memenuhi keinginan untuk dapat memiliki anak setelah menikah. Ada yang ingin memiliki anak namun mengalami kerusakan fisik yang menyebabkan peluang untuk hamil menjadi berkurang seperti infertilitas, hal ini disebut dengan involuntary childlessness. Mengalami involuntary childlessness membuat wanita merasakan berbagai penderitaan psikologis sehingga akan memengaruhi kesejahteraan subjektif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, dan melibatkan tiga orang responden yang mengalami involuntary childlessness. Metode pengambilan data menggunakan wawancara dan observasi yang dianalisis melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan menggunakan theoretical coding (open coding, axial coding, dan selective coding). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesejahteraan subjektif pada wanita yang mengalami involuntary childlessness pada awalnya mengalami banyak afek negatif, namun melalui proses penyempitan atensi dengan afek negatif yang proporsinal dan dengan melakukan emotion-focused coping responden mampu membangun afek positif seperti merasa bersyukur dan rasa senang. Mengalami involuntary childlessness tidak lantas membuat wanita menjadi tidak puas dengan hidupnya, kepuasan diperoleh dari pekerjaan yang dimiliki dan kualitas hubungan pernikahan yang baik. Faktor-faktor yang memengaruhi kesejahteraan subjektif pada wanita yang mengalami involuntary childlessness adalah kepribadian, kualitas hubungan pernikahan, dukungan sosial, dan lingkungan sosial-budaya. Kata kunci: involuntary childlessness, kesejahteraan subjektif
Hubungan Antara Self-Efficacy dengan Kecemasan Komunikasi dalam Mempresentasikan Tugas di Depan Kelas Deviyanthi, Ni Made Ferra Sarah; Widiasavitri, Putu Nugrahaeni
Jurnal Psikologi Udayana Vol 3 No 2 (2016)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (540.249 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2016.v03.i02.p16

Abstract

Psychology student is required to have a good communication skills in situations of personal and public. One of the competencies that must be owned by bachelor of psychology are skilled in interpersonal communication and have an ability to communicate with each other. Handling the anxiety experienced by individuals may differ between one individual with another individual depends on an individual assessment of the capabilities that called self-efficacy (Sarafino, 1994).Self-efficacy is a believefrom individual against all aspects of the advantages who aims to reach an achievement.A total of 175 students in Udayana University and Dhyana Pura University are still actively follow lectures and do an individual presentations in front of the class became a subject in this correlational quantitative study. The sampling technique used was simple random samplingData were processed using Pearson Product Moment analysis, simple linear regression, independent sample t-test, and one-way ANOVA analysis. Statistical analysis show, there is significant correlation between self-efficacy and communication apprehensionin order to do presentation in front of class (r = -0,725; p = 0,000). The coefficient of determination obtained for 0,540 which means that 54 % of the variance that occurs in the communication apprehension in order to do a presentationin front of the class variable can be explained by the variance in self-efficacy variable. T test and F test analysis found that the mean scores for communication apprehension in order to do a presentationin front of the class did not differ significantly when assessed from the gender (T = 1,389; p = 0,167) and there are differences in communication apprehension in presenting the task in front of the class when examined from many individual presentation experience (F = 15,848 ; p = 0,000).Keywords: Self-efficacy, communication apprehensionwhen presenting the task in front of the class, students of Psychology.
Asertivitas Mahasiswa Organisatoris Ditinjau dari Kecerdasan Emosional dan Jenis Kelamin Dwilestari, Ni Made Ayu Krisna; Widiasavitri, Putu Nugrahaeni
Jurnal Psikologi Udayana Vol 9 No 1 (2022)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2022.v09.i01.p02

Abstract

Assertiveness is the ability to express thoughts, feelings, needs, and desires with confidence that does not harm yourself or violate the rights of others. In college life, students do not just focus on academic activities but also non-academics, such as student organizations. When participating in organizations, students are faced with some situations that require assertiveness skills. Assertiveness can be influenced by two factors, including emotional intelligence and gender. This quantitative research aims to determine the role of emotional intelligence and gender on the assertiveness of Udayana University Medical Faculty students participating in student organizations. The subjects of this research were 120 students of Udayana University Medical Faculty students participating in student organizations. There are two measuring instruments used in this research, that are assertiveness scale and emotional intelligence scale. This research used analysis of covariance or ANOVA as data analysis technique. The results show the significance value on the corrected model is 0.000 (p <0,05). These results show that emotional intelligence and gender altogether contribute to the assertiveness of Udayana University Medical Faculty Students participating in student organizations.
Gambaran pencarian identitas agama remaja dengan orang tua beda agama di Bali Priskila, Donna; Widiasavitri, Putu Nugrahaeni
Jurnal Psikologi Udayana Vol 7 No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.643 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2020.v07.i01.p10

Abstract

Perkawinan antar individu yang berbeda agama masih dan akan terus terjadi sebagai akibat interaksi sosial antar warga negara Indonesia. Tujuan sebuah perkawinan salah satunya adalah untuk melanjutkan keturunan. Anak yang lahir dari pasangan yang berbeda agama akan menghadapi berbagai permasalahan salah satunya adalah penentuan identitas agama. Penelitian ini menggambarkan proses pencarian identitas agama pada remaja dengan orangtua beda agama untuk membantu memahami proses tersebut terlebih dalam lingkup masyarakat Bali. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pengambilan data dilakukan melalui in depth interview dan observasi pada lima responden penelitian. Data kemudian dianalisis dengan theoretical coding. Hasil penelitian menunjukkan terdapat beberapa keadaan yang dialami oleh remaja dengan orangtua beda agama yang tidak dihadapi oleh remaja dengan orangtua yang memiliki agama yang sama. Keadaan tersebut dibagi menjadi dua bagian yaitu keadaan positif yaitu perasaan bangga akan perbedaan agama dalam keluarga remaja, yang kemudian membuat remaja merasa keluarganya merupakan keluarga yang istimewa, dan keadaan negatif yaitu remaja mengalami konflik terkait dengan prioritas menjalankan kegiatan agama yang membuat keluarga remaja menjadi tidak harmonis. Hasil berikutnya adalah faktor yang memengaruhi pemilihan agama yang dilakukan oleh remaja dibagi menjadi dua yaitu faktor internal yaitu keyakinan terhadap agama dan faktor eksternal yaitu ada tidaknya pembimbing dan role model. Remaja dalam penelitian ini juga sudah melakukan eksplorasi dan komitmen namun belum maksimal.
Menggambar dan mewarnai sebagai bentuk implementasi art therapy dalam manajemen stres akademik Astuti, Sang Ayu Made Chyntia Putri; Kirana, Nabila Ardhyaswari; Linardo, Lionel Timmy; Widyawati, Putu Eka; Widiasavitri, Putu Nugrahaeni; Mahendra Putri, Ni Komang Avelia
Jurnal Psikologi Udayana Vol 9 No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2022.v09.i02.p07

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji keefektifan Art Therapy dalam mengelola stres akademik pada Siswa Sekolah Menengah Pertama di SMPK 1 Harapan Denpasar. Hipotesis penelitian yang diajukan adalah “Terapi Seni efektif untuk mengurangi dan mengelola tingkat Stres Akademik Siswa Sekolah Menengah”. Subjek penelitian ini adalah 69 siswa SMPK 1 Harapan Denpasar. Seluruh siswa kelas 9 SMPK 1 Harapan diberikan pre-test untuk mengukur tingkat stres akademik siswa. Rancangan eksperimen yang digunakan dalam penelitian ini adalah pre-test dan post-test. Sebanyak 69 siswa kelas 9 di SMPK 1 Harapan terpilih untuk mengikuti pelatihan terapi seni. Post-test dilakukan setelah siswa diberikan pelatihan terapi seni. Diungkapkan bahwa tingkat stres siswa yang diberikan terapi seni mengalami penurunan. Hal ini dibuktikan dengan ditemukan bahwa 46 dari 69 peserta (66,66%) mengalami penurunan skor stres akademik. Dari peserta yang mengalami penurunan skor stres akademik tersebut, sebanyak 58.7% peserta mengalami penurunan kategori stres akademik yaitu dari kategori sedang menjadi kategori rendah dan sangat rendah.
Co-Authors A.A.Istri Pritha Anindita Indra Agustini, Ni Made Yanti Ary Ambarini, Tri Kurniati Anak Agung Ayu Rianika Wijaya Anak Agung Istri Manik Warmadewi Ananda Aditya Hutapea Andari, Luh Gde Prisma Annisa Rachma Sawitri Ariyanti, Ni Made Putri Astuti, Sang Ayu Made Chyntia Putri Atikah Fairuz Renggani Cahyaningrat, Ni Kadek Dinda Pramesti Claudia Putu Desiana Chyntia Dewi Cokorda Istri Indraswari Pemayun Cokorda Istri Indraswari Pemayun, Cokorda Istri Indraswari Coresy Aquindo Tedjo Prajogo Deviyanthi, Ni Made Ferra Sarah Dewi Puri Astiti Dewi, Claudia Putu Desiana Chyntia Dharmasasmitha, Virgina Divariani, Putu Donna Priskila Dwijayani, Ni Komang Karmini Dwilestari, Ni Made Ayu Krisna Erlangga, I Gusti Made Surya Evitasari, Ida Ayu Gede Sri Firnandha Salsabila Gagahriyanto, Muhammad Anjar Gde Bagus Andhika Wicaksana Hamidah Hamidah Haryati, Tuningsih Heydi Paramitha Hutapea, Ananda Aditya I Gusti Ayu Diah Fridari I Gusti Ayu Jayanthi Prima Dewi I Gusti Ayu Wulandari I Gusti Made Surya Erlangga I Komang Ari Mogi I Made Rustika I Nyoman Darma Kotama Ida Ayu Gede Sri Evitasari Ida Ayu Ratih Tricahyani Ida Bagus Gede Parama Putra Putra Indra, A.A.Istri Pritha Anindita Ivana Gunawan Karla Amanda Permata Kirana, Nabila Ardhyaswari Komang Diah Laxmy Prabadewi Komang Diah Laxmy Prabadewi L.M.K.S. Suarya Linardo, Lionel Timmy Linggasani, Made Anggita Wahyudi Lionel Timmy Linardo Luh Gde Prisma Andari Luh Kadek Pande Ary Susilawati Luh Made Karisma Sukmayanti M.D. Lestari Made Anggita Wahyudi Linggasani Made Anggita Wahyudi Linggasani Made Kristiana Dewi Made Mas Surya Wiguna Made Suryanatha Prabawa Mahendra Putri, Ni Komang Avelia N.K. Ekawati Nabila Ardhyaswari Kirana Nareswari Diah Wijang Wardhani Ni Komang Avelia Mahendra Putri Ni Komang Indra Mahayani Ni Luh Indah Desira Suwandi Ni Luh Krishna Ratna Sari Ni Made Abi Pawitri Ni Made Ari Wilani Ni Made Asti Suprabhawanti Ni Made Ayu Krisna Dwilestari Ni Made Diah Saraswati Ni Made Ferra Sarah Deviyanthi Ni Made Sintya Noviana Utami Ni Made Widya Pratiwi Ni Made Yanthi Ary Agustini Ni Made Yanthi Ary Agustini Ni Made Yanti Ary Agustini Nur Alfian, Ilham Nyoman Adi Krisna Wibawa Nyoman Adi Krisna Wibawa Paramitha, Heydi Pawitri, Ni Made Abi Permata, Karla Amanda Phaedra, Putra Prajogo, Coresy Aquindo Tedjo Prima Dewi, I Gusti Ayu Jayanthi Priskila, Donna Putu Eka Widyawati Putu Maha Putri Sarasdewi Putu Srie Wedha Yanthi Putu Yudi Suwetha Putu Yudi Suwetha Pratama Ratna Devy Winayanti Renggani, Atikah Fairuz Salsabila, Firnandha Sang Ayu Made Chyntia Putri Astuti Sarasdewi, Putu Maha Putri Saraswati, Ni Made Diah Sari, Ni Luh Krishna Ratna Sawitri, Annisa Rachma Steffano Aditya Handoko Suprabhawanti, Ni Made Asti Supriyadi Supriyadi Supriyadi, , Suwetha, Putu Yudi Tobing, David Hizkia Tricahyani, Ida Ayu Ratih Tuningsih Haryati Tuningsih Haryati Virgina Dharmasasmitha Wicaksana, Gde Bagus Andhika Widyawati, Putu Eka Wijaya, Anak Agung Ayu Rianika Wulandari, Putu Diana Yanthi, Putu Srie Wedha Yohanes Kartika Herdiyanto