Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan antara Gaya Hidup Sehat dengan Tingkat Stres Siswa Kelas XII SMA Negeri di Denpasar Menjelang Ujian Nasional Berdasarkan Strategi Coping Stres Wibawa, Nyoman Adi Krisna; Widiasavitri, Putu Nugrahaeni
Jurnal Psikologi Udayana Vol 1 No 1 (2013)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (559.139 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2013.v01.i01.p14

Abstract

National examination is a standard passing score that has been set by the government to meet national educational competencies. Students who implant the positive values to healthy lifestyle in their daily lives, it will be able to manage themselves with appropriate coping strategies to get out of stressful situations that push. Quantitative research with regression analysis method aimed to see the relationship between healthy lifestyle with stress level of twelfth grade students of high school in Denpasar towards final examination based on stress coping strategy, like problem focused coping and emotion focused coping. Sampling technique uses cluster random sampling with 317 subjects of twelfth grade students in Denpasar. Measuring instrument in this study is the healthy lifestyle scale (reliability 0.846), stress level scale (reliability 0.913), and stress coping strategies scale (reliability 0.868).   Z-score test and regression analysis were used to divide into groups with 143 subjects coping strategies in problem focused coping (p<0.05) with a regression equation Y=75.018-0.556X while on emotion focused coping were 112 subjects (p<0.05) the regression equation Y=88.748-.440X, then there is a relationship between a healthy lifestyle in problem focused coping strategies group and emotion focused coping with stress levels at high school students especially for twelfth grade before the National examination.   Score of R correlation on group problem focused coping is 0.876 and the group emotion focused coping is 0.844. Then the relationship between a healthy lifestyle and stress levels in group problem focused coping strategies and emotion focused coping belong to strongest relationship between the two groups (problem and emotion focused coping). Uses problem focused coping more efecctive than emotion focused coping to see the relationship between healthy lifestyle with stress level of twelfth grade students of high school in Denpasar towards final examination.   Keywords: stress levels, a healthy lifestyle, coping strategies, the National examination
Gambaran Kelekatan pada Remaja Akhir Putri di Panti Asuhan Tunas Bangsa Denpasar Paramitha, Heydi; Widiasavitri, Putu Nugrahaeni
Jurnal Psikologi Udayana Vol 5 No 2 (2018)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.211 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2018.v05.i02.p19

Abstract

Kelekatan merupakan suatu hubungan emosional yang kuat, spesifik, dan terjalin dalam kurun waktu yang lama, serta saling terikat antara individu dengan figur lekat. Secara alamiah, remaja diasuh dan dibesarkan dalam keluarga yang memiliki orangtua lengkap sebagai figur lekat utama, namun faktanya kondisi keluarga yang tidak utuh, ataupun kondisi ekonomi yang kurang, menyebabkan beberapa remaja harus tinggal di panti asuhan dan terpisah dari orangtua bahkan sejak kecil. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kelekatan yang dialami oleh remaja akhir putri di Panti Asuhan Tunas Bangsa Denpasar.Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan desain fenomenologi.Responden penelitian ini sebanyak 3 orang remaja akhir putri yang tinggal di Asuhan Tunas Bangsa Denpasar.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat dua responden mengalami pola kelekatan aman (secure attachment), dan satu responden mengalami pola kelekatan lepas (dismissing attachment). Kelekatan aman pada penelitianini dilatar belakangi oleh pola kelekatan yang sama pada masa awal kehidupan, cara pandang positif terhadap diri sendiri dan orang lain, serta mampu menjalin kedekatan dengan orang lain. Kelekatan lepas dilatar belakangi oleh pola kelekatan menghindar (avoidant attachment) pada masa awal kehidupan, memiliki cara pandang positif terhadap diri sendiri, namun negatif terhadap orang lain, sehingga tidak mampu menjalin kedekatan dengan orang lain. Kata kunci: Kelekatan, Remaja akhir putri, Panti asuhan, Denpasar
Peran Teknik Disiplin Induksi dan Kecerdasan Adversitas terhadap Prestasi Akademik Mahasiswa Arsitektur Universitas Udayana yang Mengikuti Organisasi Saraswati, Ni Made Diah; Widiasavitri, Putu Nugrahaeni
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (510.677 KB)

Abstract

Mahasiswa Arsitektur yang mengikuti organisasi mengalami kesulitan dalam menyeimbangkan antara kegiatan akademik dan non akademik, sehingga hal tersebut mungkin berpengaruh terhadap prestasi akademik. Mahasiswa harus memiliki kecerdasan adversitas yang baik agar mampu menghadapi kesulitan tersebut. Selain kecerdasan adversitas, faktor lain yang memengaruhi keberhasilan prestasi akademik adalah teknik disiplin orangtua. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran teknik disiplin induksi dan kecerdasan adversitas terhadap prestasi akademik mahasiswa Arsitektur Universitas Udayana yang mengikuti organisasi. Penelitian ini menggunakan teknik Purposive Sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Arsitektur Universitas Udayana, dengan jumlah sampel sebanyak 128 orang. Penelitian ini menggunakan skala dan arsip nilai sebagai metode pengumpulan data. Analisis data yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah uji regresi berganda. Hasil regresi berganda menunjukkan koefisien regresi sebesar 0,155 dan koefisien determinasi sebesar 0,024, dengan nilai signifikansi sebesar 0,218 (p> 0,05) artinya teknik disiplin induksi dan kecerdasan adversitas tidak berperan terhadap prestasi akademik mahasiswa Arsitektur Universitas Udayana yang mengikuti organisasi. Teknik disiplin induksi memiliki signifikansi sebesar 0,144 (p>0,05) artinya teknik disiplin induksi tidak berperan terhadap prestasi akademik. Kecerdasan adversitas memiliki signifikansi sebesar 0,828 (p>0,05) artinya kecerdasan adversitas tidak berperan terhadap prestasi akademik. Kata kunci: Kecerdasan adversitas, mahasiswa Arsitektur Universitas Udayana, prestasi akademik, teknik disiplin induksi.
Hubungan dukungan sosial teman sebaya terhadap motivasi berprestasi pada remaja awal di Kota Denpasar Wijaya, Anak Agung Ayu Rianika; Widiasavitri, Putu Nugrahaeni
Jurnal Psikologi Udayana Vol 6 No 02 (2019)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.145 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2019.v06.i02.p05

Abstract

Motivasi berprestasi merupakandaya penggerak yang memotivasi semangat seseorang, mendorong seseorang untuk mengembangkan kreativitas dan menggerakkan semua kemampuan serta energi yang dimilikinya demi mencapai prestasi yang maksimal.Motivasi berprestasi mulai tumbuh pada usia remaja awal dimana mulai membentuk kebiasaan untuk mencapai suatu keberhasilan.Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan terkait dukungan sosial teman sebaya terhadap motivasi berprestasi pada remaja awal di Kota Denpasar.Data Dinas Pendidikan Kota Denpasar mencatat bahwa prestasi remaja awal di Kota Denpasar tebilang tinggi. Peningkatan motivasi berprestasi salah satunya dipengaruhi oleh dukungan sosial teman sebaya, teman sebaya memiliki peran penting dalam perkembangan remaja terutama pada tahapan perkembangan belajar dimana remaja yang banyak memiliki teman akan mampu meningkatkan minat terhadap pendidikan guna meningkatkan motivasi berprestasi. Sampel penelitian ini berjumlah 92 orang dengan metode analisa data yang digunakan adalah metode korelasi Pearson Product Moment. Hasil koefisien korelasinya yang diperoleh sebesar (+) 0,477 menunjukan adanya hubungan antara variabel dukungan sosial teman sebaya terhadap motivasi berprestasi dan berada pada intensitas yang cukup kuat. Tanda positif (+) menunjukkan bahwa semakin positif dukungan sosial teman sebaya maka akan mengakibatkan semakin positif pula motivasi berprestasi. Kata kunci: Dukungan sosial, teman sebaya, remaja awal, motivasi berprestasi.
PROSES PENERIMAAN DIRI REMAJA TUNARUNGU BERPRESTASI Evitasari, Ida Ayu Gede Sri; Widiasavitri, Putu Nugrahaeni; Herdiyanto, Yohanes Kartika
Jurnal Psikologi Udayana Vol 2 No 2 (2015)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (546.574 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2015.v02.i02.p03

Abstract

Deaf is a term that used to explained condition of individual who losing or disability to catch audio sensory through their hearing sense (Musyarrafah & Djalal, 2011). This condition contributes to some development aspect of human being, which is, social aspect and emotional aspect. Some of them successfully reconciled with themselves and accept their condition with a lot of great achievement. One of the others factor that drive deaf situation who shows an achievement is family assistance, however, uniquely there is a case in deaf who were not get physical assistance by their family and also can get great achievement. Aritama (2010) told that acceptance in any condition in self is the most basic thing if individual want to success and reconciled with state. Havighurst (in Sarwono, 2013) also adding that accept physical condition is one of the task in adolescence development. According that fact, this study would like to know self-acceptance in deaf adolescent who had achievement without physical assistance by their family.   This study using qualitative method and case study design. Collecting data in this study using interview, observation, and projective test to two deaf adolescence who had achievement without family assistance with different deaf history, that is, congenitally deaf and adventitiously deaf. To strengthened data study, this study used interview and observation to significant other of deaf adolescence.   Result in this study shows that deaf adolescent passing three phases in the process of self-acceptance, which proximal phase, conflict phase and accepting phase. The dynamics in every phase completely will be discussed based to the chronology of the life journey adolescence until they can accept their condition.   Keyword: self-acceptance process, deaf, achievement.
PENGARUH MEDITASI CAHAYA TERHADAP SELF COMPASSION REMAJA DI SAI STUDY GROUP DENPASAR Ni Suprabhawanti, Ni Made Asti; Widiasavitri, Putu Nugrahaeni
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.968 KB)

Abstract

Karakteristik remaja yang sedang berproses untuk mencari identitas diri sering kali menimbulkan masalah pada diri remaja. Ajaran spiritual di kota Denpasar yang memfasilitasi kegiatan spiritual untuk mengantisipasi masalah-masalah pada remaja yaitu Sai study group Denpasar. Salah satu ajaran spiritual yang diajarkan adalah meditasi cahaya.Meditasi cahaya dapat memberikan ketenangan pikiran, mampu membantu dalam pengambilan keputusan serta dapat menghasilkan pikiran yang jernih.Terdapat masalah yang dihadapi oleh rermaja Sai study group Denpasar.Remaja Sai study group Denpasar masih memperlakukan dirinya dengan buruk seperti memukul benda yang ada disekitar dan membenturkan kepala kedinding walaupun sudah melakukan latihan meditasi, sehingga perilaku dari beberapa remaja Sai study group Denpasar tidak menunjukkan Self compassion.Self compassion merupakan belas kasih terhadap diri ketika menghadapi kesulitan, dan memahami bahwa kesulitan, kegagalan, dan ketidakcukupan yang dirasa adalah manusiawi, dan setiap individu berhak mendapat belas kasih.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh meditasi cahaya terhadap self compassion remaja di Sai study group Denpasar. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen yang bersifat pre-experimental designs dengan One-Group Pretest-Posttest Design. Teknik pengambilan sampel menggunakan nonprobability sampling dengan teknik purposive sampling yang diperoleh subjek berjumlah dua orang remaja.Tahapan penelitian terdiri dari pretest, perlakuan dan post test.Alat ukur yang digunakan adalah skala self compassion yang terdiri dari 38 soal.Perlakuan diberikan selama satu bulan sebanyak 20 kali pertemuan. Analisis data menggunakan Wilcoxon Signed-Rank Test menunjukkan hasil dengan signifikansi (p = 0.000 ? 0.180) yang artinya Ho diterima. Dapat disimpulkan bahwa meditasi cahaya tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap self compassion remaja di Sai study group Denpasar. Kata kunci:meditasi cahaya, self compassion, remaja di Sai study group Denpasar.
Peran Efikasi Diri dan Motivasi Berprestasi Terhadap Kecenderungan Kreativitas dalam Menulis Karya Ilmiah pada Siswa SMA yang menjadi Anggota Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) di Denpasar Pawitri, Ni Made Abi; Widiasavitri, Putu Nugrahaeni
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (550.812 KB)

Abstract

Kecenderungan kreativitas dalam menulis karya ilmiah adalah kecenderungan individu untuk menghasilkan suatu karya ilmiah yang dituangkan ke dalam bentuk tulisan yang bermakna yang bersifat unik, baru, tidak terpikirkan oleh orang lain sebelumnya, orisinal, dan bermanfaat bagi lingkungan di sekitarnya. Terwujudnya kecenderungan kreativitas dalam menulis karya ilmiah tidak terlepas dari faktor-faktor internal yang memengaruhinya seperti efikasi diri dan motivasi berprestasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran efikasi diri dan motivasi berprestasi terhadap kecenderungan kreativitas dalam menulis karya ilmiah pada siswa SMA yang menjadi anggota KIR di Denpasar. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik cluster random sampling. Responden dalam penelitian ini adalah siswa yang menjadi anggota KIR dari SMA Negeri 3 Denpasar, SMA Negeri 4 Denpasar, dan SMA Katolik Santo Yoseph Denpasar berjumlah 150 orang. Alat ukur yang digunakan adalah Skala Kecenderungan Kreativitas dalam Menulis Karya Ilmiah, Skala Efikasi Diri, dan Skala Motivasi Berprestasi. Hasil uji regresi berganda menunjukkan koefisien regresi sebesar 0,825 dan koefisien determinasi sebesar 0,681, dengan signifikansi sebesar 0,000 (p<0,05), yang berarti efikasi diri dan motivasi berprestasi secara bersama-sama berperan terhadap kecenderungan kreativitas dalam menulis karya ilmiah dan memberikan pengaruh sebesar 68,1%. Efikasi diri memiliki signifikansi 0,000 (p<0,05) sehingga berperan terhadap kecenderungan kreativitas dalam menulis karya ilmiah dan motivasi berprestasi memiliki signifikansi 0,000 (p<0,05) sehingga berperan terhadap kecenderungan kreativitas dalam menulis karya ilmiah. Kata kunci: Kecenderungan kreativitas dalam menulis karya ilmiah, efikasi diri, motivasi berprestasi
GAMBARAN KEPUASAN PERNIKAHAN PADA ISTRI ANAK BUAH KAPAL (ABK) Erlangga, I Gusti Made Surya; Widiasavitri, Putu Nugrahaeni
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (536.598 KB)

Abstract

Pernikahan merupakan tahap selanjutnya dari suatu hubungan. Idealnya setiap pasangan menginginkan tercapainya kebahagiaan dan tercapainya kepuasan di dalam suatu hubungan pernikahan. Kepuasan pernikahan adalah evaluasi suami istri terhadap hubungan pernikahan yang cenderung berubah sepanjang perjalanan pernikahan itu sendiri. Tuntutan ekonomi merupakan tantangan terbesar di dalam suatu pernikahan karena tuntutan serta kebutuhan yang tentunya semakin beragam pada zaman ini. Dalam memenuhi kebutuhan tersebut banyak dari pasangan suami istri mencari sumber penghasilan yang lebih baik dari sebelumnya, salah satunya adalah dengan bekerja sebagai Anak Buah Kapal (ABK) di kapal pesiar dan menjalani commuter marriage. Commuter marriage adalah pasangan suami istri yang tinggal terpisah dan berada pada dua wilayah geografis yang berbeda karena pekerjaan masing-masing. Commuter marriage memiliki dampak positif dan juga negatif di dalam suatu hubungan, namun dampak negatif yang ada tentunya sangat dirasakan oleh istri yang harus melakukan segala sesuatunya sendiri. Hubungan pernikahan tersebut tidak dapat dikatakan baik maupun buruk karena hal tersebut terrgantung dari bagaimana pasangan suami istri mengevaluasi hubungan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lebih dalam mengenai faktor-faktor yang memengaruhi kepuasan pernikahan pada istri Anak Buah Kapal (ABK). Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Sampel penelitian ini berjumlah 4 orang perempuan yang diperoleh dari purposive sampling dengan karakteristik menikah dengan suami yang bekerja sebagai Anak Buah Kapal dengan usia usia 26-35 tahun serta berdomisili di Denpasar dan Badung, Bali. Penggalian data dilakuan dengan wawancara dan observasi mendalam dan dianalisis dengan teknik analisis dari Miles dan Huberman yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, serta kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian adalah yakni faktor-faktor yang memengaruhi kepuasan pernikahan pada istri ABK. Faktor tersebut terdiri atas hal-hal yang mendasari tercapainya kepuasan pernikahan, hal-hal yang meningkatkan, dan menurunkan kepuasan pernikahan. Kata kunci : kepuasan pernikahan, commuter marriage, anak buah kapal, kapal pesiar
Hubungan internal locus of control dan kecerdasan emosional terhadap perilaku prososial remaja di Kota Denpasar Sarasdewi, Putu Maha Putri; Widiasavitri, Putu Nugrahaeni
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.084 KB)

Abstract

Perilaku prososial merupakan suatu bentuk perilaku yang memberikan keuntungan bagi individu lain baik dari segi materi, fisik dan psikologis, yang dilakukan berdasarkan inisiatif sendiri tanpa ada motif tertentu. Penelitian ini didasari oleh fenomena-fenomena di Kota Denpasar terkait menurunnya perilaku prososial, terdapat kasus-kasus yang menunjukkan rendahnya perilaku prososial pada remaja di Kota Denpasar sehingga penelitian ini relevan untuk dilakukan. Perilaku prososial dapat berkembang karena adanya faktor personal salah satunya adalah internal locus of control di samping faktor personal perilaku prososial juga dipengaruhi oleh kemampuan individu untuk mengenali, memotivasi, dan mengelola emosi pada diri sendiri maupun orang lain. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan internal locus of control dan kecerdasan emosional terhadap perilaku prososial pada remaja. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan subjek remaja berusia 12-21 tahun yang sedang menempuh pendidikan di Kota Denpasar berjumlah 123 orang, yang dipilih dengan menggunakan cluster random sampling. Instrumen dalam penelitian ini terdiri dari skala internal locus of control, skala kecerdasan emosional, dan skala perilaku prososial. Metode analisis data menggunakan teknik multiple regression, dengan hasil menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif antara internal locus of control dan kecerdasan emosional terhadap perilaku prososial remaja di Kota Denpasar, yang berarti semakin tinggi tingkat internal locus of control dan kecerdasan emosional maka semakin tinggi tingkat prososial.
Hubungan Antara Dukungan Sosial Keluarga dengan Penerimaan Diri Individu yang Mengalami Asma Utami, Ni Made Sintya Noviana; Widiasavitri, Putu Nugrahaeni
Jurnal Psikologi Udayana Vol 1 No 1 (2013)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.227 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2013.v01.i01.p02

Abstract

Asthma is an inflammatory disease caused by narrowing of the respiratory tract. This disease can not be cured but its relapse can be controled. It will provide physiological and psychological impact to individual with asthma. That individual hardly tends to accept his or her self when diagnosed with  chronic disease. Family social support will be needed to cope with the hard situation faced by individual with asthma. According to that, researcher formulates the problem, is there relationship between family social support and self acceptance of individuals with asthma.   This research uses quantitative approach with correlation method. Samples in this research are 105 people suffer from asthma in Sanjiwani Hospital, Gianyar, who were chosen by systematic random sampling. The data are collected by questionnaire. Validity test of items of the family social support questionnaire shows there are 5 invalid items and 27 valid items from 32 items, and its reliability coefficient is 0,896. Validity test of items of the self acceptance questionnaire shows there are 12 invalid items and 30 valid items from 42 items, and its reliability coefficient is 0,899. Data analysis by Pearson’s product moment. Found coefficient correlation in this research is 0,687 with p value 0,000. Thus, there is positive relationship between family social support and self acceptance of individuals with ashtma.   Keywords: family social support, self acceptance
Co-Authors Agustini, Ni Made Yanti Ary Ambarini, Tri Kurniati Anak Agung Istri Manik Warmadewi Ananda Aditya Hutapea Andari, Luh Gde Prisma Ariyanti, Ni Made Putri Astuti, Sang Ayu Made Chyntia Putri Cahyaningrat, Ni Kadek Dinda Pramesti Cokorda Istri Indraswari Pemayun, Cokorda Istri Indraswari Deviyanthi, Ni Made Ferra Sarah Dewi Puri Astiti Dewi, Claudia Putu Desiana Chyntia Dharmasasmitha, Virgina Divariani, Putu Dwijayani, Ni Komang Karmini Dwilestari, Ni Made Ayu Krisna Erlangga, I Gusti Made Surya Evitasari, Ida Ayu Gede Sri Gagahriyanto, Muhammad Anjar Hamidah Hamidah Haryati, Tuningsih Hutapea, Ananda Aditya I Gusti Ayu Diah Fridari I Gusti Ayu Wulandari I Komang Ari Mogi I Made Rustika Indra, A.A.Istri Pritha Anindita Ivana Gunawan Kirana, Nabila Ardhyaswari Komang Diah Laxmy Prabadewi L.M.K.S. Suarya Linardo, Lionel Timmy Linggasani, Made Anggita Wahyudi Luh Kadek Pande Ary Susilawati Luh Made Karisma Sukmayanti M.D. Lestari Made Kristiana Dewi Mahendra Putri, Ni Komang Avelia N.K. Ekawati Nareswari Diah Wijang Wardhani Ni Luh Indah Desira Suwandi Ni Made Ari Wilani Ni Made Sintya Noviana Utami Ni Made Widya Pratiwi Ni Made Yanthi Ary Agustini Ni Made Yanthi Ary Agustini Ni Made Yanti Ary Agustini Nur Alfian, Ilham Nyoman Adi Krisna Wibawa Paramitha, Heydi Pawitri, Ni Made Abi Permata, Karla Amanda Phaedra, Putra Prajogo, Coresy Aquindo Tedjo Prima Dewi, I Gusti Ayu Jayanthi Priskila, Donna Putu Yudi Suwetha Putu Yudi Suwetha Pratama Ratna Devy Winayanti Renggani, Atikah Fairuz Salsabila, Firnandha Sarasdewi, Putu Maha Putri Saraswati, Ni Made Diah Sari, Ni Luh Krishna Ratna Sawitri, Annisa Rachma Steffano Aditya Handoko Suprabhawanti, Ni Made Asti Supriyadi Supriyadi Supriyadi, , Suwetha, Putu Yudi Tobing, David Hizkia Tricahyani, Ida Ayu Ratih Tuningsih Haryati Tuningsih Haryati Wicaksana, Gde Bagus Andhika Widyawati, Putu Eka Wijaya, Anak Agung Ayu Rianika Wulandari, Putu Diana Yanthi, Putu Srie Wedha Yohanes Kartika Herdiyanto