Claim Missing Document
Check
Articles

TRANSFORMASI KAMPUNG PANCASILA: PENDAMPINGAN DIGITALISASI UNTUK MENINGKATKAN KINERJA PEMERINTAHAN DESA NONGKODONO Muhamad Fajar Pramono; Aziz Musthafa; Dian Afif Arifah; Aldy Alfajri
Jurnal Terapan Abdimas Vol. 10 No. 1 (2025)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jta.v10i1.21402

Abstract

Abstract. This community service initiative intends to improve the digital governance performance of Nongkodono Village, the first Kampung Pancasila in Ponorogo, East Java. While Kampung Pancasila programs in Indonesia frequently emphasize symbolic and formalistic approaches, this project aims to provide a functional, quantifiable, and progressive framework in line with Nongkodono's 2022 Medium-Term Village Development Plan (RPJMDes). The first-year program aims to improve village governance by implementing digital solutions, including the Smart Government system. This system was developed by integrating online administrative services based on citizen data with digital asset management to facilitate reporting to local government. This effort was carried out through collaboration with stakeholders, comparative studies with similar communities, and extensive training sessions. The results include the development of a functional Smart Government application and skill capacity improvement among village officials to use digital technologies for governance. Beyond immediate efficiency gains, this effort aims to promote widespread adoption of digital government in rural areas, establishing a national standard for Kampung Pancasilas. The Smart Government digital system becomes the main output in this program. The results of this program are also published in the mass media, online news, and accredited scientific journals to broaden insight into Pancasila's values ??and the potential of a digital revolution in empowering society.   Abstrak. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kinerja pemerintahan Desa Nongkodono melalui penerapan sistem digital. Sebagai Kampung Pancasila pertama di Ponorogo, Jawa Timur, program ini tidak hanya berfokus pada simbolisme tetapi juga mengembangkan pendekatan yang lebih fungsional, terukur, dan progresif sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes) tahun 2022. Pada tahun pertama, program ini memprioritaskan penerapan sistem Smart Government yang dirancang untuk mengintegrasikan layanan administrasi berbasis data warga dan manajemen aset digital, guna meningkatkan efisiensi pelaporan dan pelayanan desa. Kegiatan ini melibatkan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, studi banding dengan desa lain yang telah menerapkan konsep serupa, serta pelatihan untuk meningkatkan kapasitas perangkat desa dalam memanfaatkan teknologi digital. Hasil yang dicapai meliputi pengembangan aplikasi Smart Government yang fungsional dan peningkatan keterampilan aparatur desa. Program ini juga diharapkan mendorong penerapan luas sistem pemerintahan digital di desa-desa lain, sekaligus memperkuat nilai-nilai Pancasila melalui tata kelola yang inovatif. Publikasi hasil program dilakukan melalui media massa, berita daring, dan jurnal ilmiah untuk memperluas wawasan tentang pentingnya transformasi digital dalam pemberdayaan masyarakat dan pengelolaan pemerintahan desa.
URGENSI PEMIMPIN IDEAL MENGHADAPI SEKULARISASI POLITIK DUNIA ISLAM : (Telaah Konsep Kepemimpinan Perspektif Ibn Taimiyah) Muhammad Fajar Pramono; Jusmidar Jusmidar
TAJDID: Jurnal Ilmu Ushuluddin Vol. 21 No. 2 (2022): Ushuluddin and Religious Studies
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Studies UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/tjd.v21i2.281

Abstract

The notion of secularism is a challenging problem to avoid nowadays with civilization dominated by the west. The secular ideology that distances science from political life with religious matters is already rife, so it takes a leader who can uphold the teachings of Allah and His Apostle to avoid secular dangers. Ahmad Ibn Al-Halim Bin Abd As-Salam Ibn Abdullah Ibn Taimiyah is a very influential Muslim scientist science world concerned with politics, which is supported by his politically nuanced works, presenting several opinions regarding outstanding leadership in building good governance and Islam. The main problem of this paper's target is to avoid the dangers of secularism in the politics of the Islamic world; an ideal leader is the main object. This paper uses a literature study method (Library research), making Ibn Taimiyah the primary reference. From several research results conducted by the author, it can be seen that the dangers of worldly secularization and separating political affairs from religion can be avoided by having a leader who has an Islamic character and upholds the teachings of Allah SWT. Leaders who are obedient in their position and position (Quwwah) and are trustworthy are the solution to the dangers of secularization in the world of Islamic politics. Paham sekularisme merupakan sebuah problem yang tidak mudah untuk di hindari pada masa sekarang dengan peradaban yang didomonasi oleh barat. Paham secular yang menjauhkan ilmu pengetahuan hingga kehidupan politik sosial dengan urusan agama sudah marak terjadi, sehingga dibutuhkan seorang pemimpin yang mampu menjunjung tunggi ajaran Allah dan Rasulnya untuk menghindari bahaya secular di tengah umat beragama. Ahmad Ibn Al-Halim Bin Abd As-Salam Ibn Abdullah Ibn Taimiyah merupakan seorang ilmuan muslim yang sangat berpengaruh dalam dunia ilmu pengetahuan yang menaruh konsen dalam bidang politik yang didukung dengan karya-karyanya yang bernuansa politik, memaparkan beberapa pendapat mengenai kepemimpinan yang ideal dalam membangun pemerintahan yang baik dan islami. Problem utama yang menjadi sasaran tulisan ini adalah menghindari bahaya sekularisme dalam politik dunia Islam dan seoraang pemimpin ideal menjadi objek utamanya. Tulisan ini menggunakan metode studi pustaka (Library research) yang menjadika pemikiran Ibnu Taimiyah sebagai rujukan Primer. Dari beberapa hasil riset yang dilakukan penulis dilihat bahwa bahaya sekularisasi yang duniawi dan memisakan urusan politik dengan agama, dapat dihindari dengan adanya pemimpin yang memiliki karakter islami dan menjunjung tinggi ajaran Allah SWT. Dari hasil riset yang dilakukan penulis terlihat bahwa Ibn Taimiyah bahwa Pemimpin yang yang taat berpendirian dan berkedudukan (Quwwah), amanah, adil dan berilmu menjadi solusi dari bahaya sekularissasi dunia politik Islam.