p-Index From 2021 - 2026
5.757
P-Index
This Author published in this journals
All Journal E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Al-I´lam: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Jurnal Abadimas Adi Buana Perspektif Komunikasi; Jurnal Ilmu Komunikasi dan Komunikasi Bisnis Potret Pemikiran Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIRA) Kolaborasi Jurnal Pengabdian Masyarakat JOISCOM (Journal Of Islamic Communications) Communio: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Populer: Jurnal Penelitian Mahasiswa Literasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Inovasi SWATANTRA Tuturan: Jurnal Ilmu Komunikasi, Sosial dan Humaniora Kajian Ilmu Sosial Harmoni: Jurnal Ilmu Komunikasi Dan Sosial Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa RANGKIANG: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Jurnal Pelayanan Hubungan Masyarakat Jurnal Ilmu Komunikasi UHO : Jurnal Penelitian Kajian Ilmu Komunikasi dan Informasi Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Komunita: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Aspirasi : Publikasi Hasil Pengabdian dan Kegiatan Masyarakat Tabsyir: Jurnal Dakwah Dan Sosial Humaniora Saber: Jurnal Teknik Informatika, Sains dan Ilmu Komunikasi AN-NAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Pengabdian Sosial GEMBIRA (Pengabdian Kepada Masyarakat) PEDAMAS (Pengabdian Kepada Masyarakat) Mengabdi: Jurnal Hasil Kegiatan Bersama Masyarakat Beujroh : Jurnal Pemberdayaan dan Pengabdian pada Masyarakat Jurnal Bincang Komunikasi Fundamentum: Jurnal Pengabdian Multidisiplin Pelayanan Unggulan: Jurnal Pengabdian Masyarakat Terapan Kajian Administrasi Publik dan ilmu Komunikasi Jurnal Kemuhammadiyahan dan Integrasi Ilmu Prawara Jurnal Pengabdian Masyarakat
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : Al-I

Penyiaran Digital di Indonesia: Kebijakan dan Pengaruh Kepentingan Konglemerasi Media Habibi, Mulkan
Al-I'lam: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 6, No 2 (2023): Maret 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jail.v6i2.14259

Abstract

Abstrak:Urgensi kebijakan penyiaran digital yang menjadi kesepakatan negara-negara di dunia melalui perkumpulan Internasional Telecommucation Union (ITU) sepertinya agak bertolak belakang dengan apa yang terjadi di Indonesia. Hingga 1 November 2022 Indonesia menjadi negara yang tertinggal dalam penerapan migrasi siaran TV analog ke TV digital dibandingkan negara ASEAN lainnya. Pembahasan draf revisi UU Penyiaran No 32 Tahun 2002 didalamnya membahas tentang migrasi analog ke digital oleh Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) telah dilakukan lebih dari dua periode keanggotaan DPR RI, namun tidak menghasilkan sebuah kebijakan yang pasti. Adanya intervensi kepentingan konglemerasi media karena tidak merestui kebijakan penyiaran digital menjadi faktor lambatnya pembahasan kebijakan tersebut. Penerapan kebijakan analog switch off (ASO) yang dimulai pada Kamis 3 November 2022 pukul 00.00 WIB ternyata tidak didukung oleh seluruh insdutri penyiaran di Indonesia, terbukti masih ditemukan beberapa televisi swasta yang tetap bersiaran dengan analog artinya tidak mengikuti kebijakan pemerintah. Kekuatan industri media berusaha menciptakan serangkaian hambatan yang menutup peluang bagi pendatang baru pada dunia penyiaran. Artikel ini akan menguraikan bagaimana kepentingan kebijakan penyiaran digital di Indonesia diwarnai oleh kepentingan kelompok konglemerasi media yang pada akhirnya mengorbankan kepentingan publik dan negara yang lebih besar.Abstract: The necessity of a digital broadcasting policy, which has been adopted globally by nations under the International Telecommunication Union (ITU), appears to run counter to what is taking place in Indonesia. In comparison to other ASEAN nations, Indonesia is lagging behind in the conversion of analog TV broadcasts to digital TV till November 1, 2022. The Republic of Indonesia House of Representatives (DPR RI) Commission I has been debating the draft modification of Broadcasting Law No. 32 of 2002, which addresses the analog to digital migration, for more than two terms, but has not yet resulted in a clear policy. The media conglomerate's participation on behalf of their interests because they disapproved of the digital broadcasting strategy slowed down the discussion of the policy. It has been established that not all broadcasting industries in Indonesia supported the implementation of the analog switch off (ASO) policy, which went into effect on Thursday, November 3, 2022, at 00.00 WIB. Several private television stations are still using analog broadcasting, which means they do not abide by government regulations. The media industry's influence is attempting to erect a number of obstacles that will reduce chances for new entrants into the broadcasting business. This article will outline how media conglomerate interests influence Indonesia's digital broadcasting rules, which eventually put the needs of the general public and the government at risk.
Co-Authors Abdul Rahman Adawiyah, Sa'diyah El Adetya Perdanaraya Adetya Perdanaraya Adi Mansah Alayda Rahcman, Syechilla Aldira Lindawati Alfareji Febrian Alfarisi Alfarisi Ali Noer Zaman Alya, Faiha Amelia, Syifa Amien, Muhammad Rifqi Faeruzi Anggriani, Regi Anita Rahmaan Aqiilah, Annida Astriana Baiti Sinaga Aulia Arafah Auliya, Uswatun Nur Carissa Zahra Sebayang Cecep Effendi Cholinny, Mycroft Diaz Dania Dwi Arini Diaz Cholinny , Mycroft Dimas, Muhammad Dinda Maulida Azkiya Dissa Nur Adilla Donny Kurniawan El Haq, Muhammad Syeid Fadhil Muhammad Tanjung Faedhal Amjad Nawaf Fahri, Ahmad Fakhrurazi, Fakhrurazi Farhad Farhad Farhan Zulfikar, Ahmad Fitriani, Khalda Khairunnisa Fitriani, Nabila Hafsya Abida Hamka Handoko, Daniel Hari Eko Purwanto Hasna Wafaa Asysyahiidah Hastri Rosyanti Helmy Yahya Hendriani, Putri Faidah Hilmi, Muhammad Iqbal Hiru Muhammad Ibrahim Arisa Ilham Aryasatya Indira Dwi Kusumawardani Irdan Suwardana Yahya Jayanti, Meliya Khalisha, Amira Khesya Amelia Lakisha Fayza lutfi lutfi lutfi lutfi Luthfia Al Azizah M. Adrian Dahlan Brahim M. Bagas Kurniawan Makromy, Muhammad Zikri Miftah Anandini Moh. Iqbal Amirullah Muhamad Iqbal Albyansyah Muhammad Agus Muljanto Muhammad Sahrul Muhammad Syamsi Mukhlizar mutiara mutiara Nani Nurani Muksin Nida Handayani Nida Nadhifatul Jannah Novielda Rahmadania Novielda Rahmadania Nur Ahmad, Nur Nurcahyati, Ai Nurhakim, Dhaffa Rizqi Nurhidayat, Ahmad Purwanto, Hari Eko Putri, Tania Nisrina Qorirah Iftinani Qurratunnisa, Alifia Salsabilla R. Hiru Muhammad Ramadhani, Nofitri Wulan Rasman Rasman Regita Mutiara Winri Riska Nabilah Sabrina, Laila Safitri, Ridha Salma Julia Imbarsyah Salsa Silva Zahra Salsabila, Shafa Safitri Salsabilah, Dinda Sanjaya, Makroen Saputra, Aditia Siska Nadalena Siti Mutyasari Siti Nur Azizah, Siti Suyudi Alimun Hakim Syahrudin Tengku Abdurrahman Rajak Widiah Nur Halimah Zain, Abrar