Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Peran Guru PPKn dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa di SMA Muhammadiyah Sumbawa Edy Kurniawansyah; Ahmad Fauzan; Mohammad Mustari
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 8 No. 2 (2023): Mei
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v8i2.1454

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Peran Guru PPKn dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa di SMA Muhammadiyah Sumbawa. Penelitian ini merupakan penelitian yang menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner yang berisi jenis pertanyaan-pertanyaan yang akan dibagikan. Adapun subjek penelitian atau informan yang terlibat dalam penelitian ini ada guru dan siswa SMA Muhammadiyah Sumbawa. Adapun teknik analisis data yang digunakan adalah pengumpulan data, reduksi data, display data, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peranan guru PPKn dalam meningkatkan motivasi belajar siswa di SMA Muhammadiyah Sumbawa antara lain memberikan angka yang objektif, memberikan hadiah kepada siswa yang mendapatkan juara perlombaan antar kelas dan juara kelas, guru memberikan pujian kepada siswa yang dapat menjawab pertanyaan yang diberikan pada saat pelajaran atau saat mendapatkan nilai yang memuaskan setelah ulangan atau tugas, memberikan hukuman berupa memberikan tugas tambahan, memberikan masukan kepada siswa yang prestasinya masih kurang standar Kendala yang dihadapi guru dalam meningkatkan motivasi belajar siswa.
Peran Guru PPKn dalam Mengembangkan Sikap Peduli Sosial Siswa di SMAN 4 Praya Wawan Hariyadi; Rispawati Rispawati; Ahmad Fauzan
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 10 (2023): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54371/jiip.v6i10.3021

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui peran guru PPKn dalam mengembangkan sikap peduli sosial siswa di SMAN 4 Praya. Metode penelitian yang digunakan ialah kualitatif dengan jenis deskriptif. Adapun Hasil penelitian ini yaitu guru PPKn sudah mengembangkan sikap peduli sosial siswa di SMAN 4 Praya. Hal tersebut tercermin melalui peran seorang guru PPKn sebagai pengajar dalam mengembangkan sikap peduli sosial, guru PPKn di SMAN 4 Praya sudah memulai dengan adanya perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi serta penilaian. Selanjutnya peran guru PPKn sebagai pembimbing dalam mengembangkan sikap peduli sosial siswa, guru PPKn memberikan pembimbingan terhadap siswa agar memiliki sikap peduli social melalui cara tersendiri seperti mengajak, menggiring dan memberikan motivasi kepada siswa, dan hal tersebut langsung diaplikasikan dalam kesehariannya contoh, mengajak siswa untuk mencari temannya yang sakit (menjenguk), memberikan bantuan untuk masyarakat yang mendapat musibah bencana alam. Peran guru PPKn sebagai teladan dalam mengembangkan sikap peduli social siswa, dalam hal ini guru PPKn sudah menjadi teladanuntuk siswanya. Guru PPKn dengan tidak langsung mencontohkan kepada siswanya dalam mempunyai sikap peduli social yakni memberikan sumbangan juga dalam membantu korban yang terkena bencana dan hal yang diinginkan tentunya supaya siswa mengambil contoh sikap peduli social yang ada pada guru PPKn. Faktor penghambat guru PPKn dalam mengembangkan sikap peduli social siswa di SMAN 4 adalah indogen dan eksogen.
Membekali Warga Negara di Era Post-Truth: Peran Krusial Pendidikan Kewarganegaraan di Australia Rike Erlande; Kokom Komalasari; Ryan Taufika; Mirza Hardian; Ahmad Fauzan; Apriya Maharani
ASANKA : Journal of Social Science and Education Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/asanka.v5i1.9097

Abstract

Era post-truth menimbulkan ancaman serius terhadap demokrasi dan diskursus publik. Artikel ini menganalisis peran krusial pendidikan kewarganegaraan dalam membekali warga negara dengan keterampilan dan perspektif untuk menghadapi tantangan era post-truth di Australia. Melalui pendekatan analitis dan deskriptif, serta tinjauan literatur, artikel ini menyelidiki tujuan, kurikulum, dan strategi pengajaran pendidikan kewarganegaraan, serta mengidentifikasi tantangan dan peluang dalam implementasinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan kewarganegaraan di Australia bertujuan untuk mengembangkan warga negara yang aktif, terlibat, dan bertanggung jawab, dengan penekanan pada keterampilan berpikir kritis, literasi media, dan ketahanan terhadap informasi yang menyesatkan. Meskipun terdapat tantangan, kolaborasi antara pemangku kepentingan, pemanfaatan teknologi, dan pengembangan profesional bagi guru diidentifikasi sebagai strategi kunci untuk memperkuat pendidikan kewarganegaraan. Temuan dan rekomendasi yang disajikan dapat berkontribusi pada pengembangan kebijakan dan praktik pendidikan kewarganegaraan yang lebih efektif dalam menghadapi realitas era post-truth.
PENINGKATAN KEAKTIFAN SISWA PADA PEMBELAJARAN PPKn MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PBL Mirza Hardian; Annisya Rismi; Rike Erlande; Ryan Taufika; Ahmad Fauzan; Juri; Apriya Maharani R
Bhineka Tunggal Ika Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKN
Publisher : Universitas Sriwijaya in Collaboration with AP3Kni (Asosiasi Profesi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Indonesia/Indonesia Association Profession of Pancasila and Civic Education)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jbti.v11i02.117

Abstract

Partisipasi siswa dalam proses belajar adalah cara yang terbaik untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan siswa. Partisipasi siswa dalam pembelajaran PPKn sangat dipengaruhi oleh desain pembelajaran yang direncanakan oleh guru. Penggunaan model pembelajaran yang konvensional secara berkesinambungan tanpa variasi akan berdampak pada aktifitas siswa dalam proses pembelajaran tidak maksimal. Kondisi demikian akan menyebabkan motivasi dan hasil belajar siswa menjadi menurun. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilakukan di Kelas XII IPA 1 SMA Negeri 1 Kampar Kiri. Model pembelajaran yang digunakan adalah problem-based learning dengan 2 siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perubahan aktifitas siswa yang cukup signifikan dengan menggunakan model pembelajaran problem-based learning di kelas XII IPA 1 SMA Negeri 1 Kampar Kiri dari 61.33% menjadi 87.17%. Guru seharusnya merencanakan materi materi pembelajaran yang terkait dengan kejadian yang terjadi di lingkungan sekitar siswa sehingga memudahkan siswa melakukan observasi dan menerapkan pemecahan masalah ditemukan. Selain itu, diharapkan juga guru dapat menyesuaikan metode yang digunakan dalam pembelajaran agar sesuai dengan kebutuhan siswa, sehingga proses pembelajaran menjadi efektif untuk meningkatkan aktifitas belajar siswa.   Student participation in the learning process is the most effective way to enhance their understanding and skills. This participation on civic education  is strongly influenced by the learning design created by the teacher. The continuous use of conventional learning models without variation can result in less-than-optimal student engagement. Such conditions may lead to a decline in both student motivation and learning outcomes. This research was conducted as classroom action research in Class XII Science 1 at SMA Negeri 1 Kampar Kiri. The learning model applied was problem-based learning, implemented over two cycles. The results showed a significant increase in student engagement, rising from 61.33% to 87.17%, after the use of the problem-based learning model in Class XII Science 1. Teachers should plan lessons related to events in the students' environment, making it easier for students to observe and apply problem-solving skills. Additionally, teachers should adjust the teaching methods to meet the students' needs, ensuring that the learning process effectively enhances student engagement.
A theoretical framework for strengthening occupational safety and health and 5S as a foundation for industrial culture Ismi Sujastika; Danil Endarto; Ahmad Fauzan
Jurnal Kependidikan: Penelitian Inovasi Pembelajaran Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Directorate of Research and Community ServiceUniversitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jk.v10i1.93590

Abstract

Despite the rapid expansion of Industry 4.0, a significant gap persists between vocational graduates' technical skills and the professional character required by industry, particularly regarding safety culture and discipline. This study aims to develop an integrative theoretical framework that positions Pancasila Education as a foundational value system to strengthen Occupational Safety and Health (K3) and 5S practices in fostering holistic work readiness. This research employs a conceptual literature review with a thematic synthesis approach, analysing peer-reviewed national and international literature published between 2019 and 2025. The synthesis reveals that work readiness is a multidimensional construct where technical competence must be balanced with "industrial citizenship"—a workplace civic character characterised by ethical responsibility and safety-oriented behaviour. The findings suggest that Pancasila values provide the normative basis, K3 acts as the manifestation of respect for human dignity, and 5S serves as the habituation mechanism. Integrating these three elements transforms K3 and 5S from mere technical procedures into pedagogical tools for professional character formation. This study offers a novel interdisciplinary perspective by integrating civic education, safety culture, and vocational pedagogy to produce ethically grounded, industry-ready graduates.
Peran Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Literasi dan Numerasi Siswa di SMPN 6 Kota Mataram Edy Kurniawansyah; Muhammad Mustari; Ahmad Fauzan; Yiyi Ananda Rizkia
CIVICUS : Pendidikan-Penelitian-Pengabdian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 12, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/civicus.v12i2.28581

Abstract

Program literasi dan numerasi merupakan salah satu program penting yang diluncurkan oleh kemendikbudristek melalui kegiatan kampus mengajar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran kepala sekolah dalam meningkatkan literasi dan numerasi siswa di SMPN 6 Kota Mataram. Temuan/inovasi yang ditargetkan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui peran kepala sekolah dalam meningkatkan literasi dan numerasi siswa. Adapun lokasi penelitian yaitu di SMPN 6 Mataram. Metode penelitian yang penulis gunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan diskriptif. Kemudian tekhnik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi sedangkan Teknik analisi data adalah dengan tahap reduksi data, tahap penyajian data dan tahap penarikan kesimpulan. Adapun hasil penelitian ini tentang peran kepala sekolah dalam meningkatkan literasi dan numerasi siswa di SMPN 6 Mataram adalah Penataan Pojok Baca, Jam Tambahan Calistung, Permainan Matematika, Penataan Lingkungan Kaya Teks, Mendongeng Bersama, dan Kegiatan Moving Class. Sedangkan Faktor pendukung pelaksanaan program literasi dan numerasi siswa di sekolah antara lain semangat guru dalam menjalankan program serta dukungan kepala sekolah yang berkomitmen tinggi dalam menjalankan program penguatan literasi dan numerasi. Kemudian Faktor penghambat pelaksanaannya antara lain adalah kurangnya sarana prasarana yang ada di sekolah serta kurangnya minat baca di kalangan siswa itu sendiri.The literacy and numeracy program is one of the important programs launched by the Ministry of Education, Culture, Research and Technology through the campus teaching activity. The purpose of this study was to determine the role of the principal in improving student literacy and numeracy at SMPN 6 Mataram City. The findings/innovations targeted in this study were to determine the role of the principal in improving student literacy and numeracy. The location of the study was at SMPN 6 Mataram. The research method used by the author is qualitative research with a descriptive approach. Then the data collection techniques used are observation, interviews and documentation while the data analysis technique is with the data reduction stage, data presentation stage and conclusion drawing stage. The results of this study on the role of the principal in improving student literacy and numeracy at SMPN 6 Mataram are the Arrangement of Reading Corners, Additional Reading, Writing and Arithmetic Hours, Mathematics Games, Arrangement of Text-Rich Environments, Joint Storytelling, and Moving Class Activities. Meanwhile, the supporting factors for the implementation of student literacy and numeracy programs in schools include the enthusiasm of teachers in running the program and the support of the principal who is highly committed to running the literacy and numeracy strengthening program. Then the inhibiting factors for its implementation include the lack of facilities and infrastructure in schools and the lack of interest in reading among the students themselves
Co-Authors Annisya Rismi Apriya Maharani Apriya Maharani R Bagdawansyah Alqadri Bagdawansyah Alqadri Bagdawansyah Alqadri Bagdawansyah Alqadri Bagdawansyah Alqodri Dahlan Dahlan Danil Endarto Doni Kurnia Purwanto Dudi Septiadi Dwi Cahya Edy Herianto Edy Herianto Edy Kurniawansyah Elsa Salsabila Ely Aulia Safitri Emi Tamalasari Eni Tamalasari Fariq Azhar FITRIAH ARTINA, FITRIAH H. M. Ismail Hariyanto Hariyanto I Nengah Agus Tripayana . Ida Fauziah Intan Saputri Irfanul Furqan Ismi Sujastika Juri Khadijah Kokom Komalasari Lalu Sumardi Lalu Sumardi Lili Suryani M. Ismail M. Salam M. Zubair M.Ismail M.Zubair Mabrur haslan Mahardin Marlina Marlina May Dinda Hasdonian Mirza Hardian Mohamad Mustari Mohamad Mustari Mohammad Mustari Mohammad Mustari Muh Zubair Muh. Mabrur Haslan Muh. Zubair Muh. Zubair Muh. Zubair Muh. Zubair Muh. Zubair Muhamad Salam Muhammad Hamdani Muhammad Ilham Muhammad Mabrur Haslan Muhammad Mustari Muhammad Thoyyib Fuady Muhammmad Zubair Muliati Mustari Mustari Neneng Ayu Wahdania Nur Asiah Nurlatifa Nurlatifa Nurmasita Nurmasita Nurmawadah Rahmah Nurul Wahidah Putri Nur Fauziah Ratna Ratna Kumala Rein Almadani Rike Erlande Rispa Wati Rispawati Rispawati Rispawati Rispawati rispawati Rispawati Rispawati Rudi Siswandi Ryan Taufika Ryan Taufika Sawaludin Sawaludin Sawaludin Siti Qomariah Sulistiawati Syahputra, Maiser Syamsiar, Syamsiar Tri Aprizki Pubiyanas Wahyuningsih Wawan Hariyadi Yiyi Ananda Rizkia Yoga Yuniadi Yuliatin Yuliatin Yuliatin Yuliatin Yuliatin Yuliatin Yuliatin Yuliatin