Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Peran Guru PPKn dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa di SMA Muhammadiyah Sumbawa Edy Kurniawansyah; Ahmad Fauzan; Mohammad Mustari
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 8 No. 2 (2023): Mei
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v8i2.1454

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Peran Guru PPKn dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa di SMA Muhammadiyah Sumbawa. Penelitian ini merupakan penelitian yang menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner yang berisi jenis pertanyaan-pertanyaan yang akan dibagikan. Adapun subjek penelitian atau informan yang terlibat dalam penelitian ini ada guru dan siswa SMA Muhammadiyah Sumbawa. Adapun teknik analisis data yang digunakan adalah pengumpulan data, reduksi data, display data, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peranan guru PPKn dalam meningkatkan motivasi belajar siswa di SMA Muhammadiyah Sumbawa antara lain memberikan angka yang objektif, memberikan hadiah kepada siswa yang mendapatkan juara perlombaan antar kelas dan juara kelas, guru memberikan pujian kepada siswa yang dapat menjawab pertanyaan yang diberikan pada saat pelajaran atau saat mendapatkan nilai yang memuaskan setelah ulangan atau tugas, memberikan hukuman berupa memberikan tugas tambahan, memberikan masukan kepada siswa yang prestasinya masih kurang standar Kendala yang dihadapi guru dalam meningkatkan motivasi belajar siswa.
Peran Guru PPKn dalam Mengembangkan Sikap Peduli Sosial Siswa di SMAN 4 Praya Wawan Hariyadi; Rispawati Rispawati; Ahmad Fauzan
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 10 (2023): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54371/jiip.v6i10.3021

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui peran guru PPKn dalam mengembangkan sikap peduli sosial siswa di SMAN 4 Praya. Metode penelitian yang digunakan ialah kualitatif dengan jenis deskriptif. Adapun Hasil penelitian ini yaitu guru PPKn sudah mengembangkan sikap peduli sosial siswa di SMAN 4 Praya. Hal tersebut tercermin melalui peran seorang guru PPKn sebagai pengajar dalam mengembangkan sikap peduli sosial, guru PPKn di SMAN 4 Praya sudah memulai dengan adanya perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi serta penilaian. Selanjutnya peran guru PPKn sebagai pembimbing dalam mengembangkan sikap peduli sosial siswa, guru PPKn memberikan pembimbingan terhadap siswa agar memiliki sikap peduli social melalui cara tersendiri seperti mengajak, menggiring dan memberikan motivasi kepada siswa, dan hal tersebut langsung diaplikasikan dalam kesehariannya contoh, mengajak siswa untuk mencari temannya yang sakit (menjenguk), memberikan bantuan untuk masyarakat yang mendapat musibah bencana alam. Peran guru PPKn sebagai teladan dalam mengembangkan sikap peduli social siswa, dalam hal ini guru PPKn sudah menjadi teladanuntuk siswanya. Guru PPKn dengan tidak langsung mencontohkan kepada siswanya dalam mempunyai sikap peduli social yakni memberikan sumbangan juga dalam membantu korban yang terkena bencana dan hal yang diinginkan tentunya supaya siswa mengambil contoh sikap peduli social yang ada pada guru PPKn. Faktor penghambat guru PPKn dalam mengembangkan sikap peduli social siswa di SMAN 4 adalah indogen dan eksogen.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN VALUE CLARIFICATION TECHNIQUE (VCT) BERBANTUAN MEDIA VIDEO DAN PENGARUHNYA TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA Mutmainnah Mutmainnah; Edy Herianto; Ahmad Fauzan; M Ismail
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 9 No. 2 (2024): Volume 09 No. 2 Juni 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v9i2.13037

Abstract

This research aims to determine whether there is an influence of the application of the Value Clarification Technique (VCT) learning model assisted by video media on the learning outcomes of class VIII students in Civics subjects at SMP Negeri 4 Kopang. The approach used is a quantitative approach with a quasi-experimental type and a one group pre-test and post-test design. The population was class VIII, and the research sample was class VIII A. The research instruments used were multiple choice and fill-in-the-blank questions. The data collection techniques used are observation, documentation and tests. Data analysis uses prerequisite tests in the form of normality tests, homogeneity tests, and hypothesis tests using the t-test. After carrying out the prerequisite tests, the results showed that the data was normally distributed and homogeneous and the results of the hypothesis test obtained a value of tcount > ttable (4.189 > 2.110), meaning that Ha was accepted and Ho was rejected. Thus, there is an influence of the application of the Value Clarification Technique (VCT) learning model assisted by video media on the learning outcomes of class VIII students in Civics subjects at SMP Negeri 4 Kopang.
Membekali Warga Negara di Era Post-Truth: Peran Krusial Pendidikan Kewarganegaraan di Australia Rike Erlande; Kokom Komalasari; Ryan Taufika; Mirza Hardian; Ahmad Fauzan; Apriya Maharani
ASANKA : Journal of Social Science and Education Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/asanka.v5i1.9097

Abstract

Era post-truth menimbulkan ancaman serius terhadap demokrasi dan diskursus publik. Artikel ini menganalisis peran krusial pendidikan kewarganegaraan dalam membekali warga negara dengan keterampilan dan perspektif untuk menghadapi tantangan era post-truth di Australia. Melalui pendekatan analitis dan deskriptif, serta tinjauan literatur, artikel ini menyelidiki tujuan, kurikulum, dan strategi pengajaran pendidikan kewarganegaraan, serta mengidentifikasi tantangan dan peluang dalam implementasinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan kewarganegaraan di Australia bertujuan untuk mengembangkan warga negara yang aktif, terlibat, dan bertanggung jawab, dengan penekanan pada keterampilan berpikir kritis, literasi media, dan ketahanan terhadap informasi yang menyesatkan. Meskipun terdapat tantangan, kolaborasi antara pemangku kepentingan, pemanfaatan teknologi, dan pengembangan profesional bagi guru diidentifikasi sebagai strategi kunci untuk memperkuat pendidikan kewarganegaraan. Temuan dan rekomendasi yang disajikan dapat berkontribusi pada pengembangan kebijakan dan praktik pendidikan kewarganegaraan yang lebih efektif dalam menghadapi realitas era post-truth.