Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

The Effectiveness of the Snowball Throwing Learning Method in Building Responsible Character Samini Samini; Winarno Winarno; Fadhil Purnama Adi
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 1 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i1.99047

Abstract

Pengembangan karakter bertanggung jawab pada peserta didik menjadi urgensi dalam pendidikan saat ini, dan metode pembelajaran inovatif seperti Snowball Throwing menawarkan potensi yang signifikan dalam mencapai tujuan yang diinginkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas metode pembelajaran Snowball Throwing dalam membangun karakter bertanggung jawab pada peserta didik. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan pendekatan PRISMA, menggunakan data dari ) dengan artikel terindeks sinta. Metode pembelajaran Snowball Throwing memiliki efektivitas yang signifikan dalam membangun karakter bertanggung jawab pada peserta didik. Metode ini tidak hanya meningkatkan keaktifan dan partisipasi peserta didik dalam pembelajaran, tetapi juga berkontribusi positif dalam meningkatkan prestasi akademik, mengembangkan keterampilan sosial, dan memperkuat karakter bertanggung jawab. Faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas penerapan metode ini meliputi partisipasi aktif peserta didik, kolaborasi dalam pembelajaran, kreativitas dalam merumuskan pertanyaan, dan peran fasilitatif guru dalam menciptakan lingkungan belajar yang interaktif dan menyenangkan. Dibandingkan dengan metode pembelajaran aktif lainnya, Snowball Throwing menunjukkan keunggulan dalam hal mendorong interaksi sosial, meningkatkan kreativitas, dan mengintegrasikan pendidikan karakter ke dalam proses pembelajaran. Akan tetapi, perlu dicatat bahwa efektivitas metode ini dapat bervariasi tergantung pada konteks penerapan dan karakteristik peserta didik. Implikasi dari temuan ini menunjukkan bahwa metode Snowball Throwing dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum pendidikan sebagai alat yang efektif untuk membangun karakter yang bertanggung jawab sekaligus meningkatkan keterampilan akademis dan sosial siswa.
The Potential of the Gamification Model in Improving Students' Creativity and Critical Thinking Skills Endah Purwaningsih; Sarwanto Sarwanto; Winarno Winarno
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 1 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i1.98836

Abstract

Salah satu pendekatan yang dianggap memiliki potensi untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan kreativitas siswa sesuai dengan kebutuhan masing-masing dikenal sebagai model gamifikasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bukti empiris mengenai efektivitas model gamifikasi dalam meningkatkan kreativitas dan keterampilan berpikir kritis siswa. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) untuk mengevaluasi dan menganalisis literatur terkait potensi model gamifikasi dalam meningkatkan kreativitas dan keterampilan berpikir kritis siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitasnya bergantung pada beberapa faktor kunci. Integrasi elemen permainan yang tepat, kombinasi dengan metode pembelajaran lain seperti PBL (Problem-Based Learning), dan pemanfaatan teknologi secara efektif terbukti menjadi aspek penting dalam keberhasilan implementasi. Namun demikian, tantangan seperti durasi implementasi, keseimbangan antara kompetisi dan kolaborasi, serta perbedaan karakteristik individu siswa perlu diperhatikan. Penelitian ini mengimplikasikan bahwa para pendidik harus mulai menyadari pentingnya menggunakan model gamifikasi untuk mendukung proses pembelajaran sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai.
Exploration of Students' Perceptions of the Effectiveness of the Role Playing Learning Model in the Process of Learning Pancasila Values in Elementary Schools Naimah Hidayati; Winarno Winarno; Fadhil Purnama Adi
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 1 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i1.98956

Abstract

Pendidikan Pancasila di sekolah dasar berperan penting dalam membentuk karakter peserta didik, tetapi sering kali pembelajarannya kurang menarik dan kurang melibatkan mereka secara aktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi peserta didik face C terhadap efektivitas model pembelajaran Role Playing dalam proses belajar nilai- nilai Pancasila. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan data diperoleh melalui kuesioner dan wawancara kepada peserta didik. Data penelitian dianalisis menggunakan model Miles & Huberman, yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Data kuesioner dan wawancara direduksi untuk menentukan relevansinya, disajikan dalam narasi tematik yang menunjukkan pola tertentu, lalu dianalisis untuk menarik simpulan berdasarkan makna yang ditemukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar peserta didik memiliki persepsi positif terhadap model Role Playing, menganggapnya menarik dan relevan karena memberikan pengalaman nyata dalam penerapan nilai- nilai Pancasila. Meskipun terdapat kendala seperti keterbatasan waktu dan sarana, hambatan tersebut tidak secara signifikan mengurangi efektivitas model ini. Simpulan dari penelitian ini menyatakan bahwa Role Playing adalah model pembelajaran yang efektif untuk menginternalisasi nilai- nilai Pancasila pada peserta didik sekolah dasar.
Role-playing For Internalizing Pancasila Values In PKn Learning: A Systematic Literature Review Naimah Hidayati; Winarno Winarno; Fadhil Adi
Jurnal Ilmiah Sekolah Dasar Vol 8 No 4 (2024): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jisd.v8i4.90572

Abstract

Pancasila, as the foundational philosophy of the Indonesian state, plays a crucial role in shaping students' character and moral values. This study aims to analyze trends and evaluate the effectiveness of the role-playing method as a teaching strategy to internalize Pancasila values in civic education (PKn). A systematic literature review approach was employed by identifying 20 peer-reviewed articles published between 2014 and 2024 using the Publish or Perish (PoP) search engine, which accesses databases such as Scopus and Google Scholar. Thematic analysis was used to explore the relationships between concepts identified across the selected studies. The findings indicate a significant increase in the use of role-playing methods, with the highest publication trend occurring in 2024. Role-playing has been proven effective in fostering students’ understanding of Pancasila values through direct experience, reflection, and contextual simulation. Furthermore, this method contributes to the development of social and character-related skills, such as empathy, cooperation, and tolerance. The study concludes that role-playing holds considerable potential for broader implementation in civic education, particularly as a tool for strengthening character education grounded in Pancasila values.
Pelatihan Cyber Security Sebagai Pengetahuan Dasar Keamanan Untuk Peningkatan Security Awarness Winarno Winarno; Wiranto Wiranto; Bambang Harjito; Heri Prasetyo; Sari Widya Sihwi
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 14, No 1 (2025): Mei
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v14i1.99770

Abstract

Dalam beberapa tahun terakhir di tahun 2024 banyak terjadi insiden keamanan, baik kebocoran, hacking, defacing dan lain-lainnya. Hal ini terjadi dikarenakan masyarakat di Indonesia banyak yang kurang akan security awarness. Kesadaran keamanan siber yang masih kurang ini menjadi permasalahan serius. Seperti yang disampaikan oleh Bapak Sandi Indonesia yaitu ingatlah bahwa kekhilafan satu orang saja cukup sudah menyebabkan keruntuhan negara. Oleh karena itu karena pentingnya hal tersebut, sebagai solusi untuk peningkatannya adalah menyelenggarakan pelatihan cyber security. Dalam pelaksanaan kegiatan ini menggandeng beberapa lembaga dalam negeri dan luar negeri yaitu Diskominfo SP Kota Surakarta, UPTD Solo Technopark dan Rapixus. Inc. Taiwan. Pelatihan meliputi pemberian teori dasar mengenai cyber security dan praktik melakukan penetrasi, attack dan menanggulangi serangan. Hasil dari pelatihan ini didapat bahwa 87,9% peserta mendapatkan kebaruan pengetahuan, 87,9% mendapatkan kemanfaatan dan 61,4% peserta merasakan kemudahan menerima materi
Fostering Critical Thinking Skills Through Innovative Elementary School Science Learning Ongke Ageng Pamorti; Winarno Winarno; Kartika Chrysti Suryandari
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 7, No 1 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v7i1.84314

Abstract

Contemporary educational frameworks evolve to prepare learners for real-world challenges, so learners are required to have skills and be able to compete in the 21st century era. Critical thinking skills are high-level thinking skills that are very important for learners to have starting from elementary school, but in fact, critical thinking skills in elementary schools are low. The focus of this research is to describe critical thinking skills through innovation in elementary school science learning. This research uses a literature study research method. Data collection is sourced from relevant articles, journals, and books. Research data analysis through four stages 1) data collection, 2) data reduction, 3) data presentation, and 4) conclusion drawing. The results of this study reveal that learning innovation has an important role because it is able to foster critical thinking skills through HOTS questions, appropriate learning models, and media that can foster critical thinking in students. Some things that need to be considered are the utilization of technology that is developing using technology-based media and the use of HOTS questions and learning models is also considered. So it can be concluded that fostering critical thinking skills through learning innovation can be done through HOTS questions, appropriate learning models, and learning media in elementary school science learning.
The Role of Teacher Working Groups in Supporting the Implementation of the Independent Curriculum in Teacher Professional Development Pramesti Arumingtyas; Kartika Chrysti Suryandari; Winarno Winarno
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 4 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i4.109948

Abstract

Teaching skills are one of the focuses of teacher professional development in order to support the implementation of the Independent Curriculum. The objectives of this study are: 1) To describe the implementation of the independent curriculum in elementary schools, 2) To describe the efforts of the Teacher Working Group in supporting the implementation of the Independent Curriculum, 3) To describe the factors that influence the effectiveness of teacher professional training and development. This research method is descriptive qualitative. The research sample consisted of 59 teachers in elementary schools. Data collection methods were carried out through in-depth interviews, observation, and documentation. Data validity used data triangulation, method triangulation, and theory triangulation. Furthermore, the data were analyzed using the Miles and Huberman model with data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study show: 1) The active involvement of teachers in the Teacher Working Group has a significant impact on improving the understanding of the Independent Curriculum concept and teaching skills in accordance with the curriculum. 2) Training combined with technical guidance and collaborative discussions accelerates teacher competency improvement in implementing the Independent Curriculum. 3) There are challenges related to the limitations of the training methods used, so diversification of training methods is needed to be more interactive and practice-based. These findings confirm that teacher working groups as a forum for developing teacher professionalism can create a positive collaborative atmosphere to support the implementation of the Independent Curriculum in elementary schools.