Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Bibliometric Studies and Public Administration Research Potential on Stunting Problems Trio Saputra; Sulaiman Zuhdi; Aguswan Aguswan; Reno Affrian; Eka Eka; Wasiah Sufi; Juraida Roito Harahap
Jurnal Manajemen Pelayanan Publik Vol 6, No 2 (2023): Jurnal Manajemen Pelayanan Publik
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jmpp.v6i2.45671

Abstract

Stunting is an urgent issue that must be addressed immediately because it will affect the quality of Indonesia's human resources in the future. Human resources are the essential factor that determines the success of a country. This research aims to examine the development of stunting research in 2017-2022. Bibliometrics helps communicate discipline developments for other research purposes. This research aims to map the development of stunting research in 2017-2022. The findings of this study can be a starting point for further research on stunting. The research method employed was quasi-qualitative and bibliometric analysis. The research data is from articles from Google Scholar metadata for 2017-2022. The keyword "stunting" for screening articles and journals must be indexed on Google Scholar or SCOPUS. The results of this study indicate that the 994 articles indexed in Google Scholar and SCOPUS are indexed research articles. Trends in public administration research topics include policy implementation, policy evaluation, government, innovation, and community participation and potential for further research related to the study of collaborative governance within the framework of cooperation and effective institutional models for stunting.
Public Private People Partnership (4ps) in Waste Management Services: A Review of Efficiency and Effectiveness Zuhdi, Sulaiman; Saputra, Trio; Dailiati, Surya; Hernimawati, Hernimawati
Jurnal Manajemen Pelayanan Publik Vol 8, No 3 (2024): Jurnal Manajemen Pelayanan Publik
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jmpp.v8i3.58061

Abstract

This study aims to evaluate the efficiency and effectiveness of waste management services in Pekanbaru through the role of partnerships between the government, the private sector, and the community. Qualitative methods with case studies were applied in this research. Data were collected through observation, in-depth interviews, and document analysis. Data analysis through thematic coding. Triangulation were conducted to verify the findings by comparing data from various sources and ensuring consistency of results. The results of the study indicated that the efficiency and effectiveness of waste management services are highly dependent on synergy between stakeholders, transparency of information, and collective efforts. The waste bank and composting programs have been proven to reduce the volume of waste that needs to be managed, accelerate the recycling process, and extend the operational period of the Final Disposal Site (FDS). However, although partnerships with the private sector and growing community participation are important solutions, there are still obstacles to sharing information, community understanding, and collective responsibility and communication mechanisms. For this reason, the city government needs to build more effective and interactive communication channels through digital-based complaint applications and information services that enable two-way feedback.
KOLABORASI LINTAS SEKTOR DALAM PENANGGULANGAN HIV/AIDS: STUDI COLLABORATIVE GOVERNANCE DI KOTA PEKANBARU Saputra, Trio; Sulaiman Zuhdi; Fara Merian Sari; Wasiah Sufi; Eka
Kebijakan : Jurnal Ilmu Administrasi Vol. 16 No. 02 (2025): Volume 16 No. 2 Juni 2025
Publisher : Program Magister Ilmu Administrasi dan Kebijakan Publik, Pascasarjana, Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemerintah sebagai aktor yang berkewajiban melakukan penanggulangan HIV/AIDS tidak dapat melakukan perannya sendiri sehingga membutuhkan kolaborasi dengan aktor lain. Oleh karena itu, terdapat penggunaan konsep tata kelola kolaborasi atau collaborative governance. Yang menjadi tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kolaborasi antar stakeholder dalam menanggulangi HIV/AIDS di Kota Pekanbaru yang ditinjau berdasarkan starting condition, facilitative leadership, institutional design, collaborative process. Metode penelitian ini adalah kualitatif dan teknik analisa datanya adalah deskriptif dengan menggunakan pendekatan studi kasus. Dalam pengumpulan data, yang digunakan yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Data yang digunakan terdiri dari data primer dan sekunder. Hasil dari keempat indikator Collaborative Governance menurut Ansell & Gash masih ada yang belum sepenuhnya baik.Dari penelitian ini dapat disimpulkan, berdasarkan keempat indikator Collaborative Governance menurut Ansell & Gash masih terdapat masalah dalam sifat masyarakat yang menjauhi dan memberi diskriminasi para penderita HIV/AIDS membuat orang takut untuk melakukan tes HIV karena tidak mau mendapatkan diskriminasi dari kalangan masyarakat. Kemudian masih kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai bahaya dan cara pencegahan penyakit HIV/AIDS
"WASTE-FREE SCHOOLS: STRATEGIES FOR BUILDING ENVIRONMENTAL AWARENESS IN HIGH SCHOOLS" Nayla Nurul Afifah; Sulaiman Zuhdi; Wisaam Addar Hasan Pasaribu; Muhammad Zaidan Alawi; Raihan Fadhil Aiman Sadikin
International Journal of Educational Review, Law And Social Sciences (IJERLAS) Vol. 4 No. 6 (2024): November
Publisher : RADJA PUBLIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/ijerlas.v4i6.2220

Abstract

Summary Waste management in schools is an important step in supporting environmental sustainability. This article examines the implementation of the Zero Waste Schools program in Indonesia with a focus on the application of the Reduce, Reuse, Recycle (3R) principle to reduce waste. Although there are clear positive impacts, challenges such as lack of facilities and awareness among students and teachers still hinder the success of the program. This article provides recommendations for integrating waste management into the school curriculum, providing adequate facilities and increasing school community participation. Schools are expected to become agents of change by increasing environmental awareness and creating a cleaner and more sustainable environment.
Community Empowerment Strategy In Developing Agrotourism Village In Kuningan Regency, West Java Buchari, Rd. Ahmad; Zuhdi, Sulaiman; Abas, Azlan; Aiyub, Kadaruddin; Muhtar, Entang Adhy; Miftah, Ahmad Zaini; Muharam, Riki Satia; Darto, Darto
Journal of Government and Civil Society Vol 8, No 2 (2024): Journal of Government and Civil Society (October)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/jgcs.v8i2.11550

Abstract

The enhancement of local resources through agrotourism presents significant opportunities for economic growth, social benefits, and environmental sustainability in rural communities. This study explores strategic approaches to community empowerment in the development of agrotourism villages within Kuningan Regency, West Java, an area rich in agricultural potential. A qualitative case study method was adopted, gathering data through observations, in-depth interviews, and focus group discussions (FGD). The findings underscore that agrotourism village development requires an integrated approach, focusing on robust governance, active community participation, innovation, and cross-sector collaboration to efficiently manage and promote tourism destinations. The study highlights the critical role of government policy and budgetary support in establishing programs that leverage local agricultural strengths, empowering communities to participate actively in sustainable tourism. By employing a comprehensive, long-term development model, agrotourism can be effectively harnessed to yield both economic and social value for local communities, while also prioritizing environmental conservation. This research provides valuable insights into how structured community empowerment and strategic collaboration can unlock the full potential of agrotourism as a sustainable development pathway for rural regions.Peningkatan sumber daya lokal melalui agrowisata menghadirkan peluang signifikan untuk pertumbuhan ekonomi, manfaat sosial, dan keberlanjutan lingkungan di komunitas pedesaan. Studi ini mengeksplorasi pendekatan strategis dalam pemberdayaan masyarakat untuk pengembangan desa agrowisata di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, yang kaya akan potensi pertanian. Metode studi kasus kualitatif diterapkan, dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan diskusi kelompok terarah (FGD). Hasil penelitian menekankan bahwa pengembangan desa agrowisata membutuhkan pendekatan terintegrasi yang berfokus pada tata kelola yang kuat, partisipasi aktif masyarakat, inovasi, serta kolaborasi lintas sektor untuk mengelola dan mempromosikan destinasi wisata secara efisien. Studi ini menyoroti peran penting dukungan kebijakan dan anggaran pemerintah dalam membentuk program-program yang memanfaatkan kekuatan pertanian lokal, memberdayakan masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam pariwisata berkelanjutan. Dengan menerapkan model pengembangan yang menyeluruh dan jangka panjang, potensi agrowisata dapat dimanfaatkan secara efektif untuk memberikan nilai ekonomi dan sosial bagi masyarakat lokal, sambil tetap memprioritaskan pelestarian lingkungan. Penelitian ini memberikan wawasan berharga tentang bagaimana pemberdayaan masyarakat yang terstruktur dan kolaborasi strategis dapat membuka potensi penuh agrowisata sebagai jalur pembangunan berkelanjutan bagi wilayah pedesaan.
Dampak Kebijakan Moratorium Pemberian Izin Baru Di Sektor Perkebunan Terhadap Tata Kelola Lahan Di Provinsi Riau Bahri, Usman; Rianita, Dian; Zefron, Zefron; Muharni, Muharni; Zuhdi, Sulaiman
Jurnal Kajian Pemerintah: Journal of Government, Social and Politics Vol. 11 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/jkp.2025.vol11(2).25509

Abstract

Moratorium terhadap izin baru di sektor perkebunan, sebagaimana diatur dalam Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2018, merupakan langkah strategis pemerintah Indonesia dalam menangani krisis pengelolaan lahan dan tantangan ekologi yang timbul akibat perluasan perkebunan yang luas, terutama perkebunan kelapa sawit. Studi ini bertujuan untuk menganalisis dampak implementasi kebijakan tersebut terhadap tata kelola lahan di Provinsi Riau, wilayah yang dikenal memiliki kepadatan perkebunan kelapa sawit tertinggi di Indonesia. Metodologi kualitatif dengan metode studi kasus digunakan untuk mengumpulkan data melalui analisis dokumen, evaluasi kebijakan, dan tinjauan literatur ilmiah terkini. Hasil studi menunjukkan bahwa efektivitas kebijakan moratorium terutama dipengaruhi oleh lima indikator kritis: kejelasan isi regulasi, tingkat sosialisasi regional, dukungan dari lembaga lokal, mekanisme pemantauan dan evaluasi, serta tingkat kepatuhan entitas bisnis terhadap larangan izin baru. Kebijakan ini telah secara efektif mengurangi beberapa aspek pertumbuhan perkebunan; namun, tantangan substansial tetap ada, termasuk ketidakkonsistenan regulasi, koordinasi antarlembaga yang tidak memadai, dan keterlibatan masyarakat lokal yang terbatas. Studi ini menyarankan bahwa kebijakan moratorium akan lebih efektif jika didukung oleh peningkatan kapasitas institusional, keterbukaan tata kelola, dan integrasi menyeluruh data izin lintas sektor.
Analisis Kebijakan Kurikulum Koding dan AI: Kesiapan, Dampak, dan Prospek Transformasi Pendidikan Utomo, Agus Budi; Surya Wahyudi, Ardhan; Teguh Kurniawan, Ahmad; Zuhdi, Sulaiman
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 4 No. 12 (2025): Indonesian Impression Journal (JII)
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v4i12.7262

Abstract

Penelitian ini menyajikan analisis mendalam terhadap kebijakan pendidikan nasional Indonesia yang mengintegrasikan pembelajaran koding dan Kecerdasan Artifisial (KA) sebagai langkah terobosan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kerangka kebijakan Kemendikbudristek, mengukur kesiapan implementasi, dan mengkaji dampak multidimensionalnya. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis kebijakan (policy analysis) dan studi literatur (literature review), data dikumpulkan dari dokumen resmi (Naskah Akademik), riset, dan artikel terkait. Hasilnya menunjukkan adanya kontradiksi signifikan antara ambisi kebijakan yang visioner dengan realitas kesiapan di lapangan, terutama terkait kesenjangan infrastruktur digital dan kompetensi guru yang masih berada dalam kategori "Cukup" (75,88%). Kebijakan yang bersifat pilihan (opsional) merupakan respons pragmatis terhadap kesenjangan ini, namun berisiko menciptakan dualisme pendidikan. Integrasi ini berpotensi meningkatkan efisiensi guru, mempersonalisasi pembelajaran, dan berkontribusi terhadap PDB nasional, namun juga menghadapi risiko memperlebar kesenjangan digital, isu etika dan privasi data, serta potensi ketergantungan siswa. Rekomendasi berfokus pada pergeseran paradigma dari "bantuan" menjadi "investasi strategis" melalui penguatan SDM, pemerataan infrastruktur melalui kemitraan publik-swasta, dan kolaborasi multi-pihak. Keberhasilan sejati diukur dari kemampuan kebijakan menyeimbangkan kemajuan dengan pemerataan.