Claim Missing Document
Check
Articles

The Management of IAIN Ponorogo-Assisted Madrasas: Religious, Populist, Center of Excellence, Diversity Mukhibat Mukhibat; Muhammad Fahim Tharaba; Munair Yusaf Abdalhafiz Salah
Cendekia: Kependidikan dan Kemasyarakatan Vol 18, No 2 (2020)
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.508 KB) | DOI: 10.21154/cendekia.v18i2.2083

Abstract

The current various madrasa innovations remain various problems, namely being at a crossroads between maintaining the original character and modernization. MAPK faces problems with formal legal aspects, MA Skills and Models have funding problems, and Madrasa Diniyah is experiencing problems in certificate recognition. Qualitative research on the vision of madrasa development is very important so that the various models of madrasacontinue to develop according to their historical character and vision. Madrasamust be built based on Islamic values, the essential character of the history of Islamic education, and the formulation of future challenges. Islamic and populist characters in madrasas are identities that must color the curriculum. Madrasas are obliged to carry out the basic vision and mission of pesantren, namely tafaqquh fi al-din by 1) increasing community participation in empowering accountable, quality-oriented management, which will encourage madrasato be the centerof excellence. 2) increasing participation so that madrasas remain the core of a learning society, capable, functional, integrated.Berbagai inovasi madrasah yang ada sekarang ini,ternyata masih menyisakan berbagai persoalan, yakni berada dalam persimpangan jalan antara mempertahankan karakter asli dan melakukan modernisasi. MAPK mengadapi problem aspek legal formal, MA Keterampilan dan Model mengalami problem pendanaan, dan Madrasah Diniyah mengalami problem pengakuan ijazah. Penelitian kualitatif tentang visi pengembangan madrasah menjadi sangat penting dilakukan agar berbagai model madrasah tersebut tetap berkembang sesuai karakter dan visi historisnya. Madrasah harus dibangun berdasarkan nilai-nilai Islam, karakter esensial dari sejarah pendidikan Islam, dan rumusan tantangan masa depan. Karakter Islami dan populis pada madrasah merupakan identitas yang harus mewarnai kurikulumnya. Madrasah berkewajiban mengemban visi misi asasi pesantren, yaitu tafaqquh fi al-din dengan melakukan 1) peningkatan partisipasi masyarakat dalam pemberdayaan manajemen yang accountable, quality oriented, yang akan mendorong madrasah menjadi centers of excellence. 2) peningkatan partisipasi agar madrasah tetap menjadi core dari learning society, capable, fungsional, integrated.
PENDIDIKAN ANAK DALAM SERAT WULANG SUNU KARYA SUNAN PAKUBUWONO IV: Sebuah Analisis Isi Iflahathul Chasanah; Abdul Munip; Mukhibat Mukhibat
Cendekia: Kependidikan dan Kemasyarakatan Vol 16, No 2 (2018)
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.991 KB) | DOI: 10.21154/cendekia.v16i2.1278

Abstract

The paper aims to describe the child education in Serat Wulang Sunu written by Sunan Pakubuwono IV. The writer focuses on content, purpose, subject matter, a method of education and also the relevance of educational values of Serat Wulang Sunu currently. The result is Serat Wulang Sunu teach the children behavioral ethics to parent and the other. The education purpose is creating the child dutiful to the parents as a child ideal profile. Subject matter thought by Serat Wulang Sunu involved politeness, respect to parents, command, and prohibition with parents. The method that used in Serat Wulang Sunu thought through the advice, prohibition, threat, and an appointment. The thought and education values in Serat Wulang Sunu still relevance when used in the education system today. Serat Wulang Sunu has universal thought and values that must be preserved for human life.هذه الكتابة لتصريح تربية الطّللّاب في " Serat Wulang Sunu" لسنن فاكوبووانا. اما تركين هذا البحث هو التضمين, والهدف, والمادة, ومنهج الدراسة, ومنهج التربية في "سورة وولاع سونو" ثم صلح القيم التربوية في " Serat Wulang Sunu " مع تعليم الحالي. هذا النوع من البحوث هو دراسة الأدب. تم تحليل البيانات باستخدام تحليل المحتوى. نتائج هذه الدراسة هي محتويات التعاليم  في " Serat Wulang Sunu " هو زراعة القيم التعبدية للأطفال ليكون لديهم موقف طاعة الوالدين. الغرض من التعليم هو تكوين أطفال مطيعين لأولياء الأمور كالملف المثالي للطفل. المادة التي يتم تدريسها في" Serat Wulang Sunu " هو تعليم القيم العالمية. الطريقة المستخدمة في التعليم "سورة وولاع سونو" هو من خلال الطريقة الشفهية. التعليم و القيم التعليمية الواردة في " Serat Wulang Sunu " ذات الصلة إذا استخدمت في التعليم اليوم. " Serat Wulang Sunu " لديه التعاليم والقيم العالمية التي يتم الحفاظ عليها في حياة الإنسان.
Awwaliyah Madrasah Diniyah Compulsive Education Policy for Elementary School Students (Multicase Study in Indramayu and Kuningan Regencies, West Java) Umar Sidiq; Mukhibat Mukhibat
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 14, No 4 (2022): AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v14i4.2490

Abstract

There are regulations from the Regional Governments of Indramayu and Kuningan Regencies to require SD/MI students to attend the first madrasa program. Furthermore, this study examines the process of establishing and sustaining regional regulations (Perda). This research is a case study with a multi-case design. Therefore, a qualitative approach is appropriate in conducting this research. In-depth interviews, participant observation, and documents were used to collect data. In addition, data reduction, data display, and verification are used in the data analysis process. To ensure the validity of the data analysis, the researcher rechecked the data through credibility, transferability, dependability, and suitability. The results showed that (1) Perda no. 2 of 2003 comes from the government's religious politics to minimize social ills. Meanwhile, the existence of Regional Regulation No. 2 of 2008 was influenced by social engineering as a consequence of the formulation of the first madrasa law and was later funded by the government (2) Top-down and bottom-up theory integrated with a participatory approach was applied to investigate the First Madrasah Aliyah Education Policy strategy. Participation of the community, government, and members of the parliamentary education commission get together to involve religious education and regional development. There are three steps in carrying out the implementation; the stages of formulation, legislation, implementation and control of local regulations.
Reinventing Nilai-Nilai Islam, Budaya, dan Pancasila Dalam Pengembangan Pendidikan Karakter Mukhibat
Jurnal Pendidikan Islam Vol 1 No 2 (2012): JURNAL PENDIDIKAN ISLAM
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Education State Islamic University (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jpi.2012.12.247-265

Abstract

Character education has become an important part of the national education system for character education has been positioned to be one step for curing social illness. However, it is still asked about the content and process that will be done by the leaders of the educational character of this nation. The moral values which are to be developed in the educational character of the nation of Indonesia consist of religious values, cultural values, and the values of Pancasila. Those are character educations which can be regarded as an authentic or specific character education in Indonesia.
PERAN GURU DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MELALUI METODE DISKUSI PADA MATA PELAJARAN IPS TERPADU DI KELAS VIII MTS NEGERI 3 PONOROGO Astin Nur Afiani; Mukhibat Mukhibat
JIIPSI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pengetahuan Sosial Indonesia Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.168 KB) | DOI: 10.21154/jiipsi.v2i1.509

Abstract

Pendidikan pada abad ke-21 menuntut siswa untuk memahami berbagai permasalahan baru yang ada di dunia nyata. Hasil pendidikan yang diharapkan meliputi pola kompetensi dan inteligensi yang dibutuhkan untuk berkiprah pada abad ke-21. Pendidikan bukan hanya menyiapkan masa depan, tetapi bagaimana menciptakan masa depan. Pendidikan harus membantu perkembangan terciptanya individu yang kritis dengan tingkat kreativitas yang sangat tinggi. Guru harus bisa memberikan sebuah metode pembelajaran yang dapat memacu semangat siswa untuk aktif terlibat dalam pembelajaran. Sehingga dari kegiatan tersebut dapat berimbas pada meningkatnya hasil belajar siswa. Berdasarkan hasil analisis data ditemukan bahwa; (1) penerapan metode diskusi yang diterapkan di MTs Negeri 3 Ponorogo mengacu pada model pembelajaran berbasis masalah atau PBL yang secara umum langkahlangkahnya meliputi (a) orientasi siswa pada masalah (b) mengorganisasikan siswa kedalam kelompok-kelompok belajar (c) membimbing pengalaman individual atau kelompok (d) mengembangkan dan menyajikan hasil karya (d) menganalisis dan mengevaluasi. (2) Dan adapun hasil dari peran guru dalam meningkatkan hasil belajar siswa di MTs Negeri 3 Ponorogo yaitu (a) Hasil belajar kognitif atau pengetahuan siswa yang ditunjukkan dengan nilai terus meningkat. (b) hasil belajar afektif yaitu terdapat perubahan terhadap sikap siswa yang mendorong untuk bersikap toleransi sosial yang tercermin dalam kelompok untuk saling membantu dan bekerjasama dalam menyelesaikan tugas, tumbuh saling menghargai pendapat orang lain. (c) hasil belajar psikomotor siswa begitu aktif dan antusias dalam pembelajaran baik ketika bertanya, menjawab ataupun menanggapi hasil presentasi dari kelompok lain. (3) Faktor penghambat dan pendorong dalam penerapan metode diskusi yaitu ada faktor internal dan eksternal yang berasal dari dalam diri siswa maupun guru baik berasal dari lingkungan belajar siswa, semangat dan motivasi siswa, sumber belajar dan pengetahuan guru.
PENGARUH SIKAP DAN MINAT BELAJAR SISWA DENGAN NILAI HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN IPS TERPADU SISWA KELAS VIII MTS PONDOK PESANTREN SAREH WASILAH AL ISLAM MAGETAN TAHUN AJARAN 2020/2021 Amala Inas Firdaus; Mukhibat
JIIPSI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pengetahuan Sosial Indonesia Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.57 KB) | DOI: 10.21154/jiipsi.v2i1.510

Abstract

Sikap belajar siswa sendiri dapat mempengaruhi proses pembelajaran siswa. Bagi siswa yang memperhatikan pelajaran akan mendapatkan nilai yang baik. Dibanding dengan siswa yang tidak memperhatikan pelajaran. Siswa yang sikapnya kurang baik dalam pembelajaran maka nilainya pun akan jelek. Minat sendiri sangat penting dalam penting dalam proses pembelajaran tanpa adanya minat belajar siswa maka tidak ada semangat dalam belajar siswa. Penelitian Ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh antara sikap dan minat belajar siswa dengan nilai hasil belajar siswa pada siswa kelas VIII MTs Pondok Pesantren Sareh Wasilah Al Islam Magetan Tahun ajaran 2020/2021. Jenis penelitan ini adalah penelitian kuantitatif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian adalah adalah Simpel Random Sampling yaitu pengambilan anggota sampel secara acak. Pada table hasil penghitungan dengan spss terdapat nilai koefesien determasi R Squre =0,345(34,5%) Ini menujukan pengaruh variabel independen sikap(X1)terhadap perubahan variabel dependen Nilai hasil belajar(Y) adalah 34,5%. Pada table hasil penghitungan dengan spss terdapat nilai koefesien determasi R Squre =0,351(35,1%) Ini menujukan pengaruh variableindependen(X1)(X2)terhadap perubahan variabel dependen(Y) adalah 35.Pada table hasil Bedasarkan penghitungan dengan Spss di ketahui nilai thitung= 3.498 dan 0,504 dengan nilai signifikan 0,002 dan 0,618< 0,05 maka Ho di tolak dan H3 diterima. Yang berarti ada pengaruh antara sikap dan minat belajar siswa dengan nilai hasil belajar.
Analisis Implementasi Kebijakan Pengelolaan Data Pendidikan Islam Berbasis Education Management Information System Mukhibat Mukhibat; Ainul Nurhayati Istiqomah
Muslim Heritage Vol 6, No 2 (2021): Muslim Heritage: Jurnal Dialog Islam dengan Realitas
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.397 KB)

Abstract

Abstract This study aims to analyze the implementation of the policy of the Directorate General of Islamic Education No. 5974 Th. 2019 concerning the management of education data based on the Education Management Information System (EMIS). This study uses library research by investigating books, literature, notes, and reports about EMIS. The results show that three steps must be taken in the EMIS policy, namely organization, interpretation, and application. EMIS-based data management has facilitated decisions and policymaking for the advancement of Islamic educational institutions. However, EMIS as an Islamic education database for policymaking has not been able to be used optimally. because the level of validity and up-to-date (updating) of the data is still not perfect. AbstrakPenelitian ini bertujuan menganalis implementasi kebijakan Direktorat  Jenderal Pendidikan Islam No. 5974 Th. 2019 tentang pengelolaan data pendidikan berbasis Education Management Information System (EMIS). Penelitian ini menggunakan jenis penelitian library research dengan melakukan penyelidikan terhadap buku, literatur, catatan maupun laporan tentang EMIS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada tiga langkah yang harus dilakukan dalam kebijakan EMIS yaitu organization, interprestation, dan apllication. Pengelolaan data berbasis EMIS telah memudahkan dalam pengambilan keputusan maupun pengambilan kebijakan untuk kemajuan lembaga pendidikan Islam. Namun EMIS sebagai basis pangkalan data pendidikan Islam untuk pengambilan  kebijakan  belum  mampu  digunakan secara maksimal, sebab  tingkat  validitas  dan  keterkinian  (updating)  data masih belum sempurna.
MANAJEMEN PEMBIAYAAN PENDIDIKAN PONDOK PESANTREN TAHFIDZUL QUR’AN Wasik Nur Mahmudah; Mukhibat
Excelencia: Journal of Islamic Education & Management Vol. 1 No. 01 (2021): Excelencia : Journal of Islamic Education & Management
Publisher : Pascasarjana IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/excelencia.v1i01.91

Abstract

Education financing management is very influential on competency development. With good financing management, the competency development of students in the institution will also be good. This study aims to explain how the management of Tahfidzul Qur'an education funding at the Hamalatul Qur'an Islamic Boarding School, Jogoroto Jombang. This type of research in qualitative research is a case study. Meanwhile, for data analysis in this study using the theory of Miles and Huberman: reduction, data presentation and drawing conclusions. Based on the data collection and analysis process, the researcher can conclude that the management of education financing at the Hamalatul Qur'an Jogoroto Islamic Boarding School, Jombang, is carried out using conventional methods. Funding is done using the cash waqf model and service waqf which is carried out through direct fundraising and indirect fundraising. In financial management (accommodation, investment, and personnel) caregivers have a very high accountability, so that they are able to generate a high sense of credibility to donors. The activities carried out were very efficient and effective, which was marked by the students being free of all costs, both direct and indirect costs, but the students were able to memorize 30 juz of Al-Qur'an within 6 months which was in accordance with the requirements of the hafidz quarantine program. It can be concluded that even though an educational institution carries out conventional education funding, it is not necessarily that the institution is unable to develop the existing competencies of students / students.
Implementasi Operant Conditioning sebagai Inovasi dalam Budaya Mutu Sekolah Ahmad Ansor Ridwani; Mukhibat
Excelencia: Journal of Islamic Education & Management Vol. 2 No. 02 (2022): Excelencia: Journal of Islamic Education & Management
Publisher : Pascasarjana IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/excelencia.v2i02.1199

Abstract

Fenomena Covid-19 sangat berimbas besar dalam dunia pendidikan di Indonesia. Dengan tidak adanya interaksi antar warga sekolah, secara tidak langsung budaya mutu sekolah terganggu dan bahkan terhenti karena budaya mutu sekolah secara umum membutuhkan interaksi antar warga sekolah. Jika budaya mutu sekolah terganggu, maka kualitas sekolah juga akan berpengaruh. Agar kualitas mutu sekolah tetap terjamin, maka perlu adanya inovasi dalam pelaksanaan budaya mutu sekolah. Strategi operant conditioning menjadi salah satu solusi dari permasalahan keterbatasan waktu dan interaksi pada budaya mutu sekolah dimasa pandemi. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan: (1) strategi operant conditioning dalam budaya mutu sekolah. (2) implemetasi operant conditioning dalam budaya mutu sekolah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Operant conditioning dalam budaya mutu sekolah dapat menggunakan beberapa strategi antara lain: penerapan kebijakan, dan penggunaan sistem online. Penerapan kebijakan dapat menggunakan beberapa hal antara lain: penggunakan SOP, pembiasaan New Normal, dan perubahan sistem pembelajaran. Penggunaan sistem online dapat dilakukan dengan beberapa tindakan antara lain: penggunaan platform Whatsapp sebagai media interaksi dan sarana pendekatan emosional, penggunaan situs Masterweb sebagai inovasi dalam pelaksanaan budaya sekolah. (2) Implementasi inovasi operant conditioning dalam budaya mutu sekolah dapat menggunakan 4 sistem pengondisian yaitu: penguatan positif (positif reinforcement), penguatan negatif (negatif reinforcement), hukuman negatif (negative punishment), hukuman positif (positif punishment). Semua memiliki dampak positif yang ditimbulkan antara lain: meningkatkan nilai religius, nasionalis, cinta lingkungan, sopan santun dan disiplin.
Analisis Implementasi Media Gambar dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SDMT Ponorogo Latifah Kurnia Utami; Nur Kolis; Mukhibat Mukhibat
DIKDAS MATAPPA: Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar Vol 6 No 4 (2023): Desember
Publisher : STKIP Andi Matappa Pangkep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/dikdas.v6i4.3284

Abstract

This research aims to determine the application of image media as a learning medium in Islamic Religious Education subjects at elementary school level, especially for grade 1 students, to find out how image media can increase student participation and concentration, image media can influence students' motivation and interest in learning, and the effectiveness of their use. image media in the learning process. The method in this research is qualitative with a descriptive approach. Data collection techniques use interview, observation and documentation techniques. The data analysis technique uses the theory of Miles Huberman and Saldana, namely through the stages of data condensation, data presentation, and drawing conclusions/verification. The results of the research show that the application of image media as a learning medium in Islamic Religious Education subjects is very much needed. The application of image media is especially needed when teaching first grade students. Image media can increase student participation in learning activities, increase student concentration during the learning process. Image media also greatly influences student motivation and interest. With image media, students will not feel bored or fed up when learning takes place. So that image media is effectively used in the learning process.