Claim Missing Document
Check
Articles

Manajemen Inovasi Pembelajaran Berbasis Kearifan Lokal Di Pondok Pesantren Nurul Azhar Sampung Ponorogo aini roqyidah putri romadon; Mukhibat
Edumanagerial Vol. 4 No. 1 (2025): EDUMANAGERIAL : Journal of Islamic Education Management
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/edumanagerial.v4i1.4885

Abstract

Manajemen inovasi pembelajaran berbasis kearifan lokal di Pondok Pesantren Nurul Azhar Sampung Ponorogo merepresentasikan integrasi antara materi ajar dan realitas budaya masyarakat sekitar. Integrasi ini diwujudkan melalui pendekatan pembelajaran khas pesantren seperti sorogan, syawir, muhadhoroh, muhafadhoh, muhadatsah, serta pengajian terbuka bersama masyarakat. Proses inovasi tersebut berlangsung melalui tahapan perencanaan yang melibatkan pengasuh dan tenaga pendidik, pelaksanaan yang berbasis pada budaya pesantren, serta evaluasi berkala yang dilakukan secara mingguan, bulanan, dan tahunan. Pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus digunakan untuk memperoleh data melalui observasi, wawancara, dan dokumntasi, yang kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Temuan menunjukkan bahwa inovasi pembelajaran ini berkontribusi pada peningkatan kualitas pemahaman keilmuan santri sekaligus penguatan karakter melalui intrnalisasi nilai-nilai kearifan lokal. Implementasi manajemen inovasi ini juga berdampak positif terhadap penguatan identitas lokal santri dalam menghadapi dinamika sosial di tengah arus modernisasi. Pembelajaran tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga menciptakan proses pendidikan yang kontekstual, bermakna, dan berorientasi pada pelestarian budaya lokal
Awwaliyah Madrasah Diniyah Compulsive Education Policy for Elementary School Students (Multicase Study in Indramayu and Kuningan Regencies, West Java) Umar Sidiq; Mukhibat Mukhibat
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 14, No 4 (2022): AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v14i4.2490

Abstract

There are regulations from the Regional Governments of Indramayu and Kuningan Regencies to require SD/MI students to attend the first madrasa program. Furthermore, this study examines the process of establishing and sustaining regional regulations (Perda). This research is a case study with a multi-case design. Therefore, a qualitative approach is appropriate in conducting this research. In-depth interviews, participant observation, and documents were used to collect data. In addition, data reduction, data display, and verification are used in the data analysis process. To ensure the validity of the data analysis, the researcher rechecked the data through credibility, transferability, dependability, and suitability. The results showed that (1) Perda no. 2 of 2003 comes from the government's religious politics to minimize social ills. Meanwhile, the existence of Regional Regulation No. 2 of 2008 was influenced by social engineering as a consequence of the formulation of the first madrasa law and was later funded by the government (2) Top-down and bottom-up theory integrated with a participatory approach was applied to investigate the First Madrasah Aliyah Education Policy strategy. Participation of the community, government, and members of the parliamentary education commission get together to involve religious education and regional development. There are three steps in carrying out the implementation; the stages of formulation, legislation, implementation and control of local regulations.
Manajemen Inovasi Pembelajaran Berbasis Kearifan Lokal Di Pondok Pesantren Nurul Azhar Sampung Ponorogo putri romadon, aini roqyidah; Mukhibat
Edumanagerial Vol. 4 No. 1 (2025): EDUMANAGERIAL : Journal of Islamic Education Management
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/edumanagerial.v4i1.4885

Abstract

Manajemen inovasi pembelajaran berbasis kearifan lokal di Pondok Pesantren Nurul Azhar Sampung Ponorogo merepresentasikan integrasi antara materi ajar dan realitas budaya masyarakat sekitar. Integrasi ini diwujudkan melalui pendekatan pembelajaran khas pesantren seperti sorogan, syawir, muhadhoroh, muhafadhoh, muhadatsah, serta pengajian terbuka bersama masyarakat. Proses inovasi tersebut berlangsung melalui tahapan perencanaan yang melibatkan pengasuh dan tenaga pendidik, pelaksanaan yang berbasis pada budaya pesantren, serta evaluasi berkala yang dilakukan secara mingguan, bulanan, dan tahunan. Pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus digunakan untuk memperoleh data melalui observasi, wawancara, dan dokumntasi, yang kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Temuan menunjukkan bahwa inovasi pembelajaran ini berkontribusi pada peningkatan kualitas pemahaman keilmuan santri sekaligus penguatan karakter melalui intrnalisasi nilai-nilai kearifan lokal. Implementasi manajemen inovasi ini juga berdampak positif terhadap penguatan identitas lokal santri dalam menghadapi dinamika sosial di tengah arus modernisasi. Pembelajaran tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga menciptakan proses pendidikan yang kontekstual, bermakna, dan berorientasi pada pelestarian budaya lokal
Pengaruh Program Pengembangan Kinerja Tenaga Kependidikan terhadap Peningkatan Mutu Pendidikan di SMP Negeri 2 Jetis Purbayanti, Ovina; Mukhibat
Edumanagerial Vol. 4 No. 2 (2025): EDUMANAGERIAL : Journal of Islamic Education Management
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/edumanagerial.v4i2.5344

Abstract

Peningkatan mutu pendidikan dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk pengembangan kinerja tenaga pendidik dan kependidikan. Namun, efektivitas program seperti studi lanjut, workshop, dan diklat yang dominan dilakukan secara online seringkali hanya memberikan pemahaman teoritis tanpa implementasi nyata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh program pengembangan kinerja terhadap mutu pendidikan di SMPN 2 Jetis, baik secara individu maupun bersama-sama. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain kausal komparatif (ex-post facto). Data dikumpulkan melalui angket, observasi, dan dokumentasi dari seluruh populasi yang terdiri dari 14 tenaga pendidik dan 7 tenaga kependidikan. Instrumen penelitian berupa kuesioner dengan skala Likert, dianalisis menggunakan SPSS 25. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Program pengembangan kinerja tenaga pendidik berpengaruh positif dan signifikan terhadap mutu pendidikan (t hitung 7,229 > t tabel 2,101; sig. 0,000); (2) Pengembangan kinerja tenaga kependidikan juga berpengaruh signifikan (t hitung 7,970 > t tabel 2,101; sig. 0,000); (3) Secara simultan, kedua program tersebut berpengaruh signifikan terhadap mutu pendidikan (f hitung 48,264 > f tabel 3,55; sig. 0,000).
DUKUNGAN KELUARGA, PERAN GENDER, EFIKASI DIRI PENGAMBILAN KEPUTUSAN KARIR, DAN PENGHARAPAN AKAN HASIL TERHADAP CAREER INDECISION SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI KOTA MADIUN Ali, Muhammad; Mukhibat, Mukhibat
PALASTREN: Jurnal Studi Gender Vol 9, No 2 (2016): PALASTREN
Publisher : UIN Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v9i2.2054

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh langsung dan tidak langsung antara peran gender, dukungan keluarga, efikasi diri pengambilan keputusan karir, dan harapan hasil  terhadap career indecision siswa SMA. Data dikumpulkan dengan kuesioner yang disebarkan kepada 280 siswa dan dianalisis dengan SEM (Structural Equation Modeling). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan keluarga, efikasi diri pengambilan keputusan karir, dan harapan hasil berpengaru langsung yang signifikan dan negatif terhadap career indecision, sementara peran gender berpengaruh signifikan dan positif terhadap carer indecision. Dukungan keluarga melalui efikasi diri pengambilan keputusan karir dan harapan hasil, peran gender melalui efikasi diri pengambilan keputusan karir dan harapan hasil, dan efikasi diri pengambilan keputusan karir melalui harapan hasil berpengaruh signifikan dan negatif terhadap career indecision. Peran gender ditemukan tidak berpengaruh pada harapan hasil dan career indecision melalui harapan hasil. Direkomendasikan bagi konselor untuk melakukan layanan konsultasi bagi orang tua dalam rangka mengurangi tingkat career indecision siswa.
INTERNALISASI NILAI-NILAI SOSIO-KULTURAL BERBASIS ETNO-RELIGI DI MAN YOGYAKARTA III Rohman, Miftahur; Mukhibat, Mukhibat
EDUKASIA Vol 12, No 1 (2017): EDUKASIA
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/edukasia.v12i1.1771

Abstract

INTERNALIZATION OF SOCIO-CULTURAL VALUE BASED ON ETHNO-RELIGIOUS IN MAN YOGYAKARTA III. The phenomenon of violence in the name of religion, ethnicity, and culture has shown that humans have failed to understand heterogeneity, diversity, and plurality as main characteristics of the Islamic educational institutions, such as Madrasa. For responding that phenomenon, MAN Yogyakarta III (Mayoga) believes that they will create the humanist and inclusive education. This research with phenomenological approach and qualitative descriptive method was focused on best practice done by Mayoga, humanist and inclusive education. The results showed that the values of diversity in Mayoga were internalized in learning activities by integrating the values of religion, culture, and diversity. The integration generates socio-cultural values, such as appreciating ‘mazhab’ differences in religious practices, cultural assimilation and regional languages, tolerance and human rights, and social coherence among the school communities. Thus, the social values that grow in Mayoga can keep the values of social cohesion among people in Madrasa.