Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Formulasi dan Uji Aktivitas Sediaan Salep Anti Jerawat Ekstrak Etanol Bunga Kenop (Gomphrena globosa) terhadap Staphylococcus aureus Suleman, Abdul Wahid; Yusuf, Muhammad; Safaruddin, Safaruddin; Pratiwi, Rizky Indah
INPHARNMED Journal (Indonesian Pharmacy and Natural Medicine Journal) Vol. 7 No. 2 (2023)
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/inpharnmed.v7i2.3277

Abstract

Bunga kenop (Gomphrena globosa) mengandung senyawa flavonoid, saponin dan tanin yang dapat berfungsi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ekstrak etanol bunga kenop dapat dibuat dalam bentuk formulasi sediaan salep anti jerawat yang stabil secara fisika dan kimia serta aktivitas sediaan sebagai anti jerawat terhadap Staphylococcus aureus. Metode penelitian ini dilakukan secara eksperimental, dengan membuat sediaan salep anti jerawat dari ekstrak etanol bunga kenop dengan variasi konsentrasi yaitu F1 (konsentrasi 7%), F2 (konsentrasi 8%), F3 (konsentrasi 9%), F4 (kontrol negatif), F5 (kontrol positif) dan menguji aktivitas sediaan terhadap Staphylococcus aureus menggunakan metode sumuran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula salep anti jerawat ekstrak etanol Bunga Kenop stabil secara fisik dan kimia dan tidak terdapat perbedaan bermakna (p<0,05) sebelum dan sesudah Cycling test baik pada uji organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, dan viskositas. Pengujian aktivitas anti jerawat terhadap Staphylococcus aureus menunjukkan bahwa F1 (7%) diameter zona hambat 10,2±0,15 mm, F2 (8%) diameter zona hambat 10,9±0,50 mm, F3 (9%) diameter zona hambat 11,4±0,52 mm, F4 (K-) diameter zona hambat 0±0,00 mm, dan F5 (K+) diameter zona hambat 16,2±0,52 mm. Dari hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa ekstrak bunga kenop dapat dibuat dalam bentuk formulasi sediaan salep yang memiliki aktivitas antijerawat terhadap Staphylococcus aureus pada konsentrasi 7%, 8%, dan 9%
Formulasi Sediaan Body Scrub Berbahan Cangkang Telur Ayam dengan Penambahan Minyak Zaitun sebagai Pelembab Alami Suleman, Abdul Wahid; Indra, Sri Rahayu Putri; Irwan, Irwan; Pratiwi, Rizky Indah
INPHARNMED Journal (Indonesian Pharmacy and Natural Medicine Journal) Vol. 9 No. 2 (2025)
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/inpharnmed.v9i2.6131

Abstract

Body scrub sebuah perawatan tubuh yang disebut juga sebagai facial untuk tubuh. Penggunaan bahan dasar body scrub dengan menggunakan bahan bahan alam salah satunya cangkang telur ayam dan minyak zaitun karena memiliki kandungan CaCo3 yang bersifat abrasif yang membantu mengangkat sel kulit mati dan penambahan minyak zaitun bertujuan untuk meningkatkan kelembapan kulit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah cangkang telur ayam dengan penambahan minyak zaitun dapat dijadikan sebagai sediaan body scrub yang stabil dan mengetahui konsentrasi paling efektif untuk sediaan body scrub. Metode yang digunakan adalah metode penelitian eskperimental laboratorium dimana cangkang telur ayam dan minyak zaitun diformulasikan menjadi sediaan body dimana cangkang telur ayam dihaluskan untuk digunakan sebagai scrub sedangkan minyak zaitun digunakan sebagai pelembab. Formulasi mempunyai tiga konsentrasi cangkang telur ayam yaitu konsentrasi 20%, 30%, 40% dan kontrol negatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa cangkang telur ayam dengan penambahan minyak zaitun) sediaan body scrub F1,F2,F3 dan Kontrol negatif dapat dijadikan body scrub yang stabil dalam fisika kimia dan dapat dijadikan sebagai sediaan body scrub dan konsentrasi paling efektif dari keempat formulasi yaitu formulasi denga konsentrasi 30% yang dilihat dari persentase kelembapan.
Phytochemical Constituents and Pharmacological Effects of Baeckea Frutescens: A Review Abdul Wahid Suleman; Nurkhasanah Mahfudh; Nanik Sulistyani
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 12 (2025): December
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i12.13476

Abstract

Baeckea frutescens is a medicinal species widely used in traditional practices and known for its rich phytochemical diversity, yet its pharmacological profile remains fragmented across multiple studies. This systematic review aims to integrate current evidence on the phytochemical constituents and pharmacological activities of B. frutescens, focusing on anti-inflammatory, antimicrobial, antioxidant, anticancer, wound-healing, and insecticidal effects. A literature evaluation was conducted using previously compiled research comprising 16 studies from China, Indonesia, Malaysia, and Southeast Asia, covering chemical isolation, essential oil analysis, in vitro assays, in vivo experiments, and computational approaches. The results indicate that B. frutescens contains meroterpenoids, phloroglucinol derivatives, flavonoids, phenolics, and terpenes that collectively contribute to significant modulation of NF-κB, MAPK, TLR4–MyD88, and COX-related pathways. Essential oils and polar extracts exhibit broad antimicrobial and antioxidant activities, while cytotoxic and wound-healing assays demonstrate promising therapeutic potential. Insecticidal studies further highlight ecological relevance through antifeedant and repellent properties. Overall, the review confirms B. frutescens as a pharmacologically versatile species with strong prospects for drug discovery and functional applications. However, further mechanistic and in vivo investigations are needed to strengthen its translational value.