Articles
Analisis Kemampuan Numerasi Siswa Kelas Tinggi dalam Penyelesaian Soal Pada Materi Geometri di SDN 1 Teniga
Nurhayati Nurhayati;
Asrin Asrin;
Nurul Kemala Dewi
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 2b (2022): Juni
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/jipp.v7i2b.678
Matematika adalah salah satu dari mata pelajaran yang di ajarkan di jenjang SD, SMP, SMA/Sederajat dan memiliki peran penting dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pada abad ke-21 ini tuntutan untuk berpikir kritis, menguasai teknologi, informasi dan menghubungkan sains dengan dunia nyata dapat di capai apabila siswa memiliki kemampuan numerasi yang baik. Kemampuan numerasi adalah kemampuan dan kecakapan yang dimilki siswa sehingga siswa dapat atau mampu mengaplikasikan, menerapkan konsep-konsep bilangan dan operasi hitung dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan numerasi siswa kelas tinggi dalam penyelesaian soal pada materi geometri di SDN 1 Teniga. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, subjek penelitian ini yaitu siswa kelas IV dan V di SDN 1 Teniga yang berjumlah 18 siswa. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes dan wawancara. Hasil penelitia ini menunjukkan bahwa 18 siswa yang melakukan tes dan wawancara sebanyak 14 atau 78% siswa memiliki tingkat kemampuan numerasi rendah. Berdasarkan hasil tes tertulis yang dilakukan oleh 18 siswa, mayoritas siswa memiliki kesulitan dalam memahami informasi yang diketahui pada soal nomor 3, 4, dan 5. Dapat disimpulkan bahwa kemampuan numerasi siswa kelas tinggi dalam penyelesaian soal pada materi geometri memiliki tingkat kemampuan numerasi rendah, dimana indikator numerasi yang sering muncul pada setiap tingkat kemampuan siswa yaitu menggunakan berbagai macam angka dan simbol yang terkait dengan matematika dasar untuk memecahkan masalah dalam berbagai macam konteks kehidupan sehari-hari. Indikator menganalisis informassi yang ditampilkan dalam berbagai bentuk bangun datar dan menafsirkan hasil analisis tersebut untuk memprediksi dan mengambil keputusan, hanya muncul pada siswa yang memiliki tingkat kemampuan numerasi tinggi saja.
Survey Gaya Mengajar Teknologis dalam Pembelajaran Matematika Di SD Gugus 1 Sekarbela Tahun Ajaran 2020/2021
Lisyana Alyanthi;
Asrin Asrin;
Muhammad Turmuzi
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2021): November
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/jipp.v6i3.274
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan gaya mengajar teknologis dalam pembelajaran matematika di SD Gugus 1 Sekarbela Tahun Ajaran 2020/2021. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian berupa survey. Penelitian ini dilaksanakan di SD Gugus 1 Sekarbela yang terbagi menjadi lima sekolah yaitu, SDN 35 Ampenan, SDN 37 Ampenan, SDN 38 Ampenan, SDN 45 Ampenan dan SDN 48 Ampenan. Jumlah populasi dalam penelitian ini sebanyak 46 orang, sedangkan sampel berjumlah 41orang. Subjek dari penelitian ini ialah guru kelas 1-6 yang tersebar dari sekolah terdapat dalam SD Gugus 1 Sekarbela. Pada pengumpulan data, peneliti mengunakan angket (questioner) dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yakni analisis deskriptitf kuantitatif. Hasil dari penelitian ini ialah keterlaksanaan indikator bahan pelajaran dengan persentase 62,42%, keterlaksanaan indikator proses penyampaian materi dengan persentase 73,02%, keterlaksanaan indikator peran peserta didik dengan persentase 72,87% dan keterlaksanaan indikator indikator peran guru dengan persentase 79,07%. Sehingga dapat disimpulkan penerapan gaya mengajar teknologis dalam pembelajaran matematika di SD Gugus 1 Sekarbela berjalan dengan baik.
Peran Kepala Sekolah dalam Mengembangkan Mutu Pembelajaran Pada SDN 1 Aikdewa
Agustina Komala Ningsih;
Asrin Asrin;
Heri Hadi Saputra
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 6 No. 4 (2021): Desember
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/jipp.v6i4.302
Peran kepala sekolah dalam lembaga pendidikan sangatlah penting, karena baik buruknya kepala sekolah dapat dilihat dari sekolah yang ia pimpin.Penulis menemukan gejala-gejala sebagai berikut di SDN 1 Aikdewa:a.) Dalam kegiatan belajar-mengajar, tidak tersedianya media yang baik sebagai penunjang pembelajaran, b.). Sekolah tersebut mempunyai KKM yang standar.Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini yakni:Untuk mengetahui peran kepala sekolah dalam mengembangkan mutu pembelajaran dan mengetahui faktor-faktor yang mendukung dan menghambat peran kepala sekolah dalam mengembangkan mutu pembelajaran. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kualitatif dengan wujud data berupa deskripsi sistematis. Hasil penelitian menunjukkan peran kepala sekolah dalam mengembangkan kualitas pembelajaran sudah di lakukan dengan baik untuk mengembangkan mutu pembelajaran. Faktor pendukung peningkatan kualitas pembelajaran adalah perilaku siswa dan guru yang datang tepat waktu dan pemerintah memberikan kartu internet gratis kepada siswa untuk membantu siswa dalam pembelajaran jarak jauh. Faktor penghambatnya adalah kurangnya media pembelajaran, guru yang masih belum menguasai TIK, dan kurangnya waktu siswa untuk belajar di sekolah sehingga materi pembelajaran tidak selesai. Kesimpulannya kepala sekolah sudah melaksanakan tugas untuk mengembangkan mutu pembelajaran dengan memfasilitasi guru dalam melaksankan pembelajaran maupun dalam pengembangan diri.
Analisis Tingkat Pemahaman Konsep IPA Siswa Kelas V SDN Gugus V Kecamatan Cakranegara
Ni Kadek Erina Susanti;
Asrin Asrin;
Baiq Niswatul Khair
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 6 No. 4 (2021): Desember
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/jipp.v6i4.317
Pemahaman konsep merupakan suatu kemampuan menerima, menyerap, serta mengerti suatu materi maupun informasi yang diperoleh melalui serangkaian peristiwa yang dapat dilihat langsung maupun didengar yang disimpan di dalam pikiran yang nantinya dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat pemahaman konsep IPA pada siswa kelas V SDN Gugus V Kecamatan Cakranegara Tahun Pelajaran 2021/2022. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan tes objektif berupa pilihan ganda dengan empat alternatif jawaban Teknik analisis data yang digunakan adalah penskoran dan perhitungan nilai rata-rata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata keseluruhan siswa kelas V SDN Gugus V Kecamatan Cakranegara sebesar 63, masih dalam kategori tingkat rendah apabila dilihat berdasarkan tolak ukur standar kriteria ketuntasan minimal yang telah ditetapkan oleh sekolah yaitu 76. Dengan demikian, dapat disimpulkan rendahnya pemahaman konsep siswa disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya kurangnya kebiasaan siswa dalam membaca, guru dalam mengajar masih dominan menggunakan metode ceramah, kurangnya sumber belajar dan kurangnya minat siswa pada muatan pelajaran IPA.
Pengaruh Penggunaan Model Cooperative Script berbantuan Media Flash Card terhadap Keterampilan Berbicara Siswa Kelas 4 Gugus 1 Sape
Ulul Azmi;
Asrin Asrin;
Heri Setiawan
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 6 No. 4 (2021): Desember
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/jipp.v6i4.319
Keterampilan berbahasa terbagi menjadi 4 keterampilan utama yaitu, menyimak, berbicara, membaca dan menulis, dari ke 4 keterampilan ini terdapat satu keterampilan berbahasa yang urgen untuk di pelajari oleh manusia sejak dia masih dalam jenjang pendidikan dasar. Keterampilan yang di maksud adalah keterampilan berbicara. Dengan berbicara maka proses pertukaran informasi antar indivu atau individu ke kelompok akan berjalan dengan baik. Pada penelitian ini sendiri, peneliti berupaya untuk mencari tau pengaruh penerapan model cooperative script berbantuan media flash card terhadap keterampilan berbicara siswa kelas IV SDN Gugus 1 Sape. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian quasy eksperimental design tipe Nonequivalent Control Group Design. Populasi dalam penelitian adalah seluruh peserta didik kelas IV SDN Gugus 1 Sape, sedangkan sampel adalah peserta didik kelas IV SDN Impres 1 Dea Sape dengan jumlah peserta didik 22 orang dan SDN Impres Naru 1 Sape dengan jumlah peserta didik 22 orang. Dari sampel diperoleh data hasil pre-test (sebelum diberi perlakuan) dan post-test (setelah diberi perlakuan). Analisis data diawali dengan uji normalitas menggunakan rumus uji Shapiro-Wilk dengan taraf signifikansi >0.05 dan dilanjutkan dengan uji homogentias selanjutnya menguji hipotesis penelitian. Kemudian data hasil uji keterampilan berbicara siswa dianalisis dengan Uji Effect Size Cohen’s D untuk mengetahui hipotesis penelitian, Dari hasil perhitungan tersebut diperoleh nilai effect size Cohen’s D. sebesar 3,9858 lebih besar dari 1,00 sehingga dapat disimpulkan penerapan model cooperative tipe script berbantuan media flash card terhadap leterampilan berbicara siswa kelas IV Gugus 1 Sape memiliki tingkat kekuatan efek yang kuat.
Pengaruh Model Pembelajaran Reciprocal Teaching berbantuan Media Visual terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas IV SDN Gugus V Manggelewa Tahun Ajaran 2020/2021
M. Faisal;
Asrin Asrin;
Abdul Kadir Jaelani
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 6 No. 4 (2021): Desember
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/jipp.v6i4.351
Masalah dalam penelitian ini adalah proses pembelajaran yang dilaksanakan pada kelas VI SDN Gugus V Manggalewa tergolong masih kurang efektif, dan hasil belajar juga masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran Reciprocal Teaching berbantuan Media Visual terhadap hasil belajar siswa kelas VI SDN Gugus V Manggelewa Tahun Ajaran 2021/2022. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen dengan jenis Quasi Eksperimental Design tipe desain Nonequivalent Control Group Design. Penelitian ini dilakukan di SDN 13 Manggelewa dan SDN 19 Manggelewa pada kelas VI yang berjumlah 46 siswa. Teknik sampling yang digunakan adalah Nonprobability Sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan metode tes untuk data hasil belajar dan metode observasi untuk data reciprocal teaching berbantuan media visual. Teknik analisis data menggunakan uji One Way ANOVA dengan perhitungan SPSS 21.0 Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji validitas dan reliabilitas dilakukan melalui uji ahli, dan uji prasyarat menunjukkan bahwa data yang diperoleh homogeny dan berdistribusi normal. Adapun hasil uji hipotesis menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0.000 ≤ 0.05, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan penelitian ini adalah penerapan model pembelajaran Reciprocal Teaching Berbantuan Media Visual berpengaruh terhadap hasil belajar siswa kelas VI di SDN Gugus V Manggelewa Tahun Ajaran 2021/2022.
Kepemimpinan Partisipatif Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Kinerja Pendidik dan Tenaga Kependidikan di SMP Negeri 1 Sakra
Faizi Anwar;
Asrin Asrin;
Dadi Setiadi
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 3 (2022): September
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/jipp.v7i3.750
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kepemimpinan partisipatif kepala sekolah dalam meningkatkan kualitas kinerja pendidik dan tenaga kependidikan di SMP Negeri 1 Sakra, ditinjau dari perilaku yang berorientasi tugas dan perilaku yang berorientasi hubungan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan metode studi kasus. Prosedur penelitian dengan cara mengamati dan menganalisis terhadap berbagai data dari hasil observasi, wawancara, dokumentasi serta informasi dari subjek dan informan yang diperoleh dilapangan. Analisis data melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Pemeriksanaan keabsahan data menggunakan uji creadibility, transferbility, defendability dan comfirmability. Hasil penelitian menunjukkan kepemimpinan kepala sekolah SMP Negeri 1 Sakra yang di tinjuau dari dimensi perilaku yang berorientasi tugas kepala sekolah yakitu; merencanakan kegiatan dan pengambilan keputusan bersama, menetapkan standar tugas terhadap guru dan staf secara proporsional dan melakukan pengawasan terhadap tugas guru dan staf. Selanjutnya, ditinjau dari dimensi perilaku yang berorientasi hubungan yaitu; kepala sekolah membina hubungan baik dengan guru dan staf, memberikan dukungan kepada guru dan staf dan bersikap ramah dengan bawahan.
Urgensi kompetensi literasi digital dalam pembelajaran pada masa pandemi Covid-19
Ida Wahyu Ningsih;
Arif Widodo;
Asrin Asrin
Jurnal Inovasi Teknologi Pendidikan Vol 8, No 2 (2021): Oktober
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (382.422 KB)
|
DOI: 10.21831/jitp.v8i1.35912
Pandemi Covid-19 yang berlangsung saat ini mendorong kegiatan pembelajaran dilakukan secara digital. Kegiatan pembelajaran dengan sistem daring ini menuntut semua elemen pendidikan mampu meningkatkan literasi digital. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk menjelaskan pentingnya penerapan literasi digital oleh semua elemen pendidikan dalam pembelajaran pada masa pandemi Covid-19. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu: 1.) Bagaimana peranan penting literasi digital terhadap pembelajaran di masa pandemi Covid-19; dan 2.) Bagaimana strategi yang dapat diterapkan oleh orang tua guna meningkatkan kompetensi literasi digital anak. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan studi kepustakaan melalui jurnal ilmiah dan artikel terkait. Hasil penelitian menunjukkan keterlibatan literasi digital sangat penting dalam pembelajaran di masa pandemi Covid-19. Banyak gerakan literasi digital yang dapat dilakukan oleh semua elemen pendidikan termasuk orang tua untuk meningkatkan literasi digital anak seperti memilih situs aplikasi dan tayangan lain yang berbasis edukatif, serta memfasilitasi perangkat digital yang mendukung. Literasi digital sangat penting dikembangkan oleh semua elemen dalam dunia pendidikan guna terlaksanakannya pembelajaran dengan baik terutama di masa pandemi Covid-19.The urgency of digital literacy competence in learning during the Covid-19 pandemic AbstractThe Covid-19 pandemic currently taking place encourages learning activities to be carried out digitally. Learning activities with this online system require that all elements of education be able to increase digital literacy. This article aims to explain the importance of implementing digital literacy by all elements of education in learning during the Covid-19 pandemic. The formulation of the problems in this study are: 1.) What is the important role of digital literacy in learning during the Covid-19 pandemic; and 2.) What strategies can parents apply to improve children's digital literacy competencies?. The research method used is qualitative research with literature study through scientific journals and related articles. The results show that the involvement of digital literacy is very important in learning during the Covid-19 pandemic. Many digital literacy movements can be carried out by all elements of education, including parents, to improve children's digital literacy, such as choosing educational-based application sites and other shows and facilitating supportive digital devices. Digital literacy is very important to be developed by all elements in the world of education to carry out learning well, especially during the Covid-19 pandemic.
Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Materi Bangun Ruang Siswa Kelas V SDN 2 Golong
Rizkiya Rahayu Utami;
Asrin Asrin;
Awal Nur Kholifatur Rosyidah
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 3 (2022): September
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/jipp.v7i3.766
Bangun ruang adalah salah satu bagian dari bidang geometri yang berbentuk tiga dimensi yang memiliki ruang atau volume dan juga sisi yang membatasinya. Dalam mempelajari bangun ruang ruang tentunya akan menemukan suatu masalah, oleh karena itu kemampuan pemecahan masalah merupakan salah satu kompetensi yang harus dikuasai siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan kemampuan siswa dalam menyelesaikan masalah matematika, khususnya pada materi bangun ruang berdasarkan tahapan pemecahan masalah menurut Polya yang terdiri dari tahapan: (1) memahami masalah, (2) merencanakan penyelesaian masalah, (3) melaksanakan rencana penyelesaian masalah, dan (4) memeriksa kembali atau evaluasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis studi kasus (case study). Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara dan dokumentasi. Data berupa hasil ulangan harian matematika siswa pada materi bangun ruang, kemudian dianalisis menggunakan instrumen penilaian kemampuan pemecahan masalah menurut tahapan Polya. Berdasarkan hasil analisis diperoleh bahwa tingkat kemampuan siswa dalam menyelesaikan masalah matematika pada materi bangun ruang yaitu: (1) 8% dari 25 orang siswa memiliki kemampuan pemecahan masalah dalam kategori “Baik” dengan kriteria mampu menyelesaikan semua tahapan pemecahan masalah, (2) 28% dari 25 orang siswa memiliki kemampuan pemecahan masalah dalam kategori “Cukup” dengan kriteria mampu melakukan 3 tahapan pemecahan masalah. (3) 64% dari 25 orang siswa memiliki kemampuan pemecahan masalah dalam kategori “Kurang” dengan kriteria hanya dapat melakukan 2 atau 1 tahapan pemecahan masalah. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa sebagian besar kemampuan pemecahan masalah matematika pada materi bangun ruang siswa kelas V SDN 2 Golong berada pada kategori “Kurang”.
Kemitraan Guru dan Orang Tua dalam Menciptakan Budaya Literasi Pada Kegiatan Pembelajaran Siswa Kelas V SDN 11 Sumbawa Besar
Aisyah Fitria Manurung;
Asrin Asrin;
Ilham Syahrul Jiwandono
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 3b (2022): September
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/jipp.v7i3b.803
Gerakan literasi sekolah adalah salah satu program yang sangat penting diterapkan dalam bidang pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk kemitraan guru dan orang tua dalam menciptakan budaya literasi pada kegiatan pembelajaran siswa kelas V SDN 11 Sumbawa Besar dan faktor pendukung serta faktor penghambat kemitraan guru dan orang tua dalam menciptakan budaya literasi pada kegiatan pembelajaran. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah pengumpulan data, kondensasi data (Data Condensation), penyajian data dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Uji keabsahan data yang digunakan adalah triangulasi teknik dan triangulasi sumber. Hasil penelitian terdapat beberapa bentuk kemitraan antara guru dan orang tua dalam menciptakan budaya literasi pada kegiatan pembelajaran siswa kelas V SDN 11 Sumbawa Besar yaitu kunjungan ke rumah murid, kunjungan orang tua ke sekolah, adanya komunikasi antara sekolah dan orang tua, surat meyurat, membuat kelompok antara sekolah dan orang tua dan orang tua memberikan sumbangsi buku kepada sekolah.. Faktor pendukung kemitraan guru dan orang tua dalam menciptakan budaya literasi pada kegiatan pembelajaran antara lain adanya minat atau perhatian orang tua terhadap Pendidikan anak, komunikasi yang baik antara orang tua dan seolah dan orang tua memberikan sumbangsi buku. Faktor penghambat kemitraan guru dan orang tua dalam menciptakan budaya literasi antara lain kurangnya buku bacaan, dan kurangnya alokasi waktu. Dapat disimpulkan bahwa terdapat kemitraan guru dan orang tua dalam menciptakan budaya literasi pada kegiatan pembelajaran siswa kelas V SDN 11 Sumbawa Besar.