Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : MANGGALI

Penyuluhan Kenakalan Remaja di SMP Muhammadiyah Pucang Gading-Demak Muryati, Sri; Susiatik, Titik; Hadi, Ag. Sutriyanto; Sukoco, Sukoco
Manggali Vol 3 No 2 (2023): Manggali
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31331/manggali.v3i2.2784

Abstract

Kenakalan remaja adalah semua perubahan anak remaja (usia belasan tahun) yang berlawanan dengan ketertiban umum (nilai dan norma yang diakui bersama) yang ditujukan pada orang, binatang, dan barang-barang yang dapat menimbulkan bahaya atau kerugian pada pihak lain. Tujuan pengabdian ini adalah mendeskripsikan: 1) penyebab kenakalan remaja; 2) dampak dari kenakalan remaja; dan 3) solusi dalam mengatasi kenakalan remaja. Pelaksanaan pengabdian ini menggunakan metode ceramah dan tanya jawab. T Simpulan pengabdian ini adalah: Faktor yang melatar belakangi terjadinya kenakalan remaja dapat dikelompokkan menjadi faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal berupa krisis identitas dan kontrol diri yang lemah. Sedangkan faktor eksternal berupa kurangnya perhatian dari orang tua; minimnya pemahaman tentang keagamaan; pengaruh dari lingkungan sekitar dan pengaruh budaya barat serta pergaulan dengan teman sebaya; dan tempat pendidikan. Akibat-akibat yang ditimbulkan oleh kenakalan remaja akan berdampak kepada diri remaja itu sendiri, keluarga, dan lingkungan masyarakat.
Mewujudkan Keluarga Bahagia Sejahtera Tanpa Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) di Kelurahan Padangsari Susiatik, Titik; Srihadi, Srihadi; Hadi, Ag. Sutriyanto; Muryati, Sri
Manggali Vol 2 No 2 (2022): Manggali
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31331/manggali.v2i1.1975

Abstract

Kekerasan dalam rumah tangga adalah setiap perbuatan yang dilakukan seseoorang atau beberapa orang terhadap orang lain, yang mungkin atau berakibat penderitaan secara fisik, seksual dan/atau psikhologis, termasuk ancaman perbuatan tertentu, pemaksaan atau perampasan kemerdekaan secara sewenang-wenang atau penekanan secara ekonomis yang terjadi dalam lingkup rumah tangga. Tujuan pengabdian ini untuk mengetahui: 1) ikut ambil bagian dalam memberikan penyuluhan kepada masyarakat tentang rumah tangga yang bahagia dan sejahtera tanpa adanya kekerasan dalam rumah tangga; 2) menekan atau mengurangi terjadinya disharmonis dalam keluarga karena terjadinya tindak kekerasan dalam keluarga; dan 3) memberikan pengertian hak dan kewajiban bagi para pasangan suami istri sehingga timbul kesadaran terhadap terjadinya pelaksanaan hak dan kewajiban. Metode kegiatan adalah melalui pemaparan materi teoretis berupa ceramah, tanya jawab, dan wawan hati. Kegiatan diperoleh simpulan bahwa: 1) kekerasan dalam rumah tangga terjadi disebabkan keadaan rumah tangga dengan segala konflik yang ada tidak dapat diselesaikan dengan komunikasi yang baik; 2) kekerasan dalam rumah tangga bisa dipicu sebab konflik yang terjadi, misalnya perselisihan pendapat, perdebatan, pertengkaran, saling mengejek, serta bahkan saling memaki; dan 3) munculnya kesadaran masing-masing pihak (suami-istri), terhadap kewajiban sehingga terjadi keluarga bahagia dan sejahtera tanpa ada kekerasan dalam rumah tangga.
Pendidikan Karakter dalam Keluarga untuk Mempertahankan Identitas Bangsa Srihadi, Srihadi; Satyarini, Marhaeni Dwi; Muryati, Sri
Manggali Vol 4 No 1 (2024): Manggali
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31331/manggali.v4i1.3131

Abstract

Perkembangan teknologi menjadi tantangan khususnya bangsa Indonesia dalam memperkuat identitas bangsa, agar nilai, norma dan budaya yang menjadi karakteristik bangsa indonesia tidak tergerus oleh arus globalisasi. Pendidikan karakter untuk mempertahankan identitas bangsa, menjadi tanggung jawab bersama keluarga, sekolah, masyarakat dan pemerintah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengembangkan wawasan dan berbagi pengalaman peran orang tua dalam menciptakan lingkungan keluarga sebagai wahana pertama dan utama pendidikan karakter anak, dan orang tua bertanggung jawab sepenuhnya untuk tumbuhnya pembiasaan dan penciptaan lingkungan yang memberi keteladanan perilaku, nilai, norma dan budaya dalam berkehidupan bermasyarakat. Pendidikan karakter dalam keluarga akan menjadi pondasi pembentukan kepribadian anak, yang menjadi cerminan karakter bangsa Indonesia dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.