Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Implikasi Komunikasi dalam Pengembangan Kedisiplinan Siswa Kelas II Sekolah Dasar Susi Astuti Hariningsih; Sa’dun Akbar; Putri Mahanani
Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Vol. 31 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um009v31i22022p100-111

Abstract

The implications of communication in the development of student discipline are very important to implement because good discipline is instilled at the elementary school level. This study aims to determine how communication is applied by the teacher and to find out what kind of discipline is developed in second-grade students. The method used is an interview instrument which is then validated using source triangulation. In addition, data collection in this study used observation and documentation instruments. The results of the study show that the communication applied by the teacher in learning includes verbal communication and non-verbal communication. In addition, there are several elements of communication carried out, namely: source, message, channel, communicant, and feedback. Discipline that develops in grade II students is coming on time to school, entering class on time after recess, carrying out tasks in learning, and dressing neatly according to applicable rules. Implikasi komunikasi dalam pengembangan kedisiplinan siswa sangat penting untuk dilaksanakan karena disiplin baik ditanamkan pada jenjang sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana komunikasi yang diterapkan guru dan mengetahui kedisiplinan seperti apa yang berkembang pada diri siswa kelas II. Metode yang digunakan berupa instrumen wawancara yang kemudian divalidasi menggunakan triangulasi sumber. Selain itu pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan instrument observasi dan dokumentasi. Hasil dari penelitian menunjukkan komunikasi yang diterapkan guru dalam pembelajaran antara lain: komunikasi verbal dan komunikasi non verbal. Selain itu terdapat beberapa elemen komunikasi yang dilakukan yaitu: sumber, pesan, saluran, komunikan, feedback. Kedisiplinan yang bekembang pada diri siswa kelas II yaitu: datang tepat waktu ke sekolah, masuk kelas tepat waktu selesai jam istirahat, melaksanakan tugas-tugas dalam pembelajaran, berpakaian rapi sesuai aturan yang berlaku.
Perbedaan Hasil Belajar Mahasiswa PGSD Menggunakan Model Inkuiri dan Project Based Learning (PJBL) pada Matakuliah Pendidikan Kewarganegaraan Sekolah Dasar Putri Mahanani; Muchtar Muchtar
Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Vol. 28 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um009v28i12019p43-49

Abstract

The purpose of the study is to find a comparison between learning outcomes using inquiry and PjBL learning models. The research hypothesis is that there is a difference (Ha) and there is no difference (Ho) in the learning outcomes of PGSD students. This research uses quantitative methods with quasi-experimental research designs. The population studied was all undergraduate students of PGSD Universitas Negeri Malang (UM). Samples were taken by purposive sampling technique. The data analysis technique used the t-test with the help of the SPSS program. The results showed that Ho was accepted so that it could be concluded that there was no difference between learning outcomes using inquiry and PjBL models for PGSD students. Tujuan penelitian untuk menemukan perbandingan antara hasil belajar menggunakan model pembelajaran inkuiri dan PjBL. Hipotesis penelitian yaitu ada perbedaan (Ha) dan tidak ada perbedaan (Ho) dalam hasil belajar mahasiswa PGSD. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian eksperimen semu. Populasi yang diteliti yaitu semua mahasiswa sarjana PGSD Universitas Negeri Malang (UM). Sampel diambil dengan teknik purposive sampling. Teknik analisis data menggunakan uji-t dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ho diterima sehingga dapat disimpulkan tidak ada perbedaan antara hasil belajar menggunakan model inkuiri dan PjBL pada mahasiswa PGSD.