Claim Missing Document
Check
Articles

EVALUASI KINERJA SIMPANG BERSINYAL DENGAN PENDEKATAN PKJI 2023 DAN PTV VISSIM (Studi Kasus: Simpang Wisnu Murti Kabupaten Tabanan) Kariyana, I Made; Pamungkas, Tri Hayatining; Sepriyanto, Lustomo
Jurnal Ilmiah MITSU (Media Informasi Teknik Sipil Universitas Wiraraja) Vol 14 No 1 (2026): Jurnal Ilmiah MITSU
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Wiraraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/ft.v14i1.4561

Abstract

The Wisnu Murti Intersection in Tabanan Regency is a four-legged signalized intersection with three phases and a central roundabout. It serves as a primary connector between the Denpasar–Gilimanuk National Road and Ngurah Rai–MH Thamrin Road. Congestion and delays, particularly during peak hours, highlight the need to evaluate its performance and traffic signal control system. This study aims to assess the existing performance of the intersection using the Indonesian Highway Capacity Manual (PKJI 2023) and PTV Vissim microsimulation, employing indicators such as queue length, delay, and Level of Service (LOS). The analysis revealed poor performance, with a degree of saturation (Dj) of 1.37 and an average delay of 120.9 seconds/pcu (LOS F). Vissim simulation results showed the longest queue occurred on the east approach, reaching 436.34 meters with an average delay of 85.17 seconds/pcu. A recommended signal control scenario applying the early cut phase with a 113-second cycle significantly improved performance, reducing queue length by 69.9% and average delay by 60.6%. Adaptive green time distribution across phases provided better efficiency compared to the scenario without early cut. Therefore, the application of the early cut strategy is considered flexible, responsive to fluctuating traffic flow, and feasible for implementation at the Wisnu Murti Intersection.
ANALISA DAERAH RAWAN KECELAKAAN PADA JALUR TENGKORAK JALAN RAYA DENPASAR – GILIMANUK KABUPATEN TABANAN Kariyana, I Made; Tangkas, I Gede Duta Aditama; Pamungkas, Tri Hayatining; sumarda, Gede; Sudika, I Made; Diasa, I Wayan
Jurnal Teknik Gradien Vol 18 No 01 (2026): JURNAL TEKNIK GRADIEN (On progress)
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Ngurah Rai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47329/teknikgradien.v18i01.1774

Abstract

Peningkatan jumlah kendaraan bermotor di Indonesia berbanding lurus dengan meningkatnya kasus kecelakaan lalu lintas, khususnya pada moda transportasi darat. Jalan Raya Denpasar–Gilimanuk di Kabupaten Tabanan dikenal sebagai “jalur tengkorak” karena tingginya angka kecelakaan fatal yang terjadi setiap tahun. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi daerah rawan kecelakaan dengan pendekatan kuantitatif menggunakan metode Z-Score untuk menentukan ruas rawan kecelakaan (black site), metode CUSUM untuk mengidentifikasi titik rawan kecelakaan (black spot), serta metode Gross Output (Human Capital) untuk menghitung besaran biaya kecelakaan lalu lintas. Data kecelakaan periode 2020–2024 menunjukkan tren peningkatan signifikan dengan total 694 kejadian dan 949 korban, terdiri atas 148 meninggal dunia, 9 luka berat, dan 792 luka ringan. Hasil analisis Z-Score menunjukkan dua ruas dengan kategori sangat rawan kecelakaan, yaitu Jalan Dr. Ir. Soekarno (Z = 2,06) dan Jalan Ahmad Yani (Z = 1,99), yang ditetapkan sebagai black site. Analisis CUSUM memperkuat temuan tersebut dengan bobot kecelakaan tertinggi pada Jalan Dr. Ir. Soekarno (70,33) dan Jalan Ahmad Yani (53,24), keduanya tergolong black spot. Estimasi biaya kecelakaan tahun 2024 mencapai Rp 17.003.287.000, dengan kontribusi terbesar dari korban meninggal dunia. Temuan ini menegaskan bahwa ruas-ruas jalan tersebut tidak hanya rawan secara frekuensi kecelakaan, tetapi juga menimbulkan kerugian ekonomi signifikan. Oleh karena itu, diperlukan prioritas penanganan berupa perbaikan kondisi geometrik jalan, peningkatan sarana keselamatan, serta penerapan sistem peringatan dini untuk menekan angka fatalitas di lokasi rawan kecelakaan.
Co-Authors Ade Darma Erlangga Wiguna Ade Darma Erlangga Wiguna Ahdan, Alan Anggraini, Tiara Ayu Anita Intan Nura Diana Antika, Ni Made Anik Juli Artayasa, I Kadek Doni Astariani, Ni Kadek Dana Saputra Dana, I Ketut Merta Kusuma Dewa Made Priyantha Wedagama Dewi, Kadek Ary Purnama Dewi, Ni Luh Okta Sari Dewiyanti, Ni Putu Ditha Diasa, I Wayan Dwipayana, Sang Made Eliyakin Rahmat Ndruru Fahmi, U’us Azmi Nur Gede Sumarda Gede Sumarda Gede Sumarda Gede Sumarda Hiswara, I Putu Raditya I B. Gede Indramanik I Dewa Gede Putra Sedana I G. Oka Wiradnyana I Gede Adi Alit Putra I Gede Alit Putra I Gede Aryanta Putra I Gede Raditya Pratama I Gede Raditya Pratama I Gede Raditya Pratama I Gusti Ayu Made Ratih Nuratni I Kadek Juniarta I Komang Alit Astrawan Putra I Made Widiana I Made Widiana I Nyoman Arta Wijaya I Putu Agus Sudiartama Ida Bagus Gede Indramanik Ida Bagus Weda Erlangga Indramanik, Ida Bagus Gede Iwan Setiyono Subekti Iwan Setiyono Subekti Kadek Diana Harmayani Kadek Mei Harkita Sophia Kembarajaya, I Ketut Kertayasa, I Gede Kusuma, Andyka Made Mariada Rijasa Mawiti Infantri Yekti Ni Luh Putu Ening Permini Ni Made Ola Ulandari Ni Made Ola Ulandari Ni Made Ola Ulandari Ni Made Ola Ulandari Ni Putu Gayatri Swarupini Ni Putu Suda Nurjani Ni Putu Suda Nurjani, Ni Putu Suda Ni Putu Yuliana Ria Sawitri Ni Wayan Aprilia Dwiyanti Saputri Ni Wayan Wahyuni Pamungkas, Tri Hayataning Pratama, I Gede Ardi Yudha Pratama, Octavianus Sumardana Putra, Gede Surya Dwija Putra, I Gede Alit Putra, I Komang Alit Astrawan Putra, I Putu Esa Mahardika Putu Aryastana Putu Doddy Heka Ardana Putu Saniswa Paramanatha Awangga Rahmat Ndruru, Eliyakin Sawitri, Ni Putu Yuliana Ria Sepriyanto, Lustomo Siti Nurul Khotimah Soriarta, I Ketut Suda Nurjani, Ni Putu Sudika, I Made Sudiyani, Ni Nyoman Sumarda, Gede Tangkas, I Gede Duta Aditama Tri Hayatining Pamungkas Tri Hayatining Pamungkas Tri Hayatining Pamungkas Warsana, Kadek Budhi Wayan Wiwik Widyantari Wirawan, I Gusti Ngurah Bagus Manik Lanang Rai Yanta, I Nyoman Agus Trisna Yoga Andika