Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Dukungan Keluarga Terhadap Kepatuhan Diet Diabetes Mellitus Pada Pasien Rawat Jalan Annasari Mustafa; Alfina Lailiyatur Rosidah; Fifi Luthfiyah
NUTRITURE JOURNAL Vol 2 No 1 (2023): Jurnal Nutriture
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/nj.v2i1.3534

Abstract

ABSTRAK Latar belakang : Diabetes mellitus merupakan gangguan pada metabolisme yang ditandai dengan kenaikan kadar glukosa darah, disebabkan oleh gangguan sekresi insulin, gangguan fungsi insulin atau dapat juga disebabkan oleh kedua gangguan tersebut. Salah satu pengelolaan diabetes mellitus yaitu dengan diet seimbang. Pemberian diet diusahakan dapat memenuhi kebutuhan pasien diabetes mellitus, sehingga pelaksanaan diet diabetes mellitus hendaknya diikuti pedoman 3J (Jumlah, Jadwal dan Jenis). Kendala utama pada pengelolan diet diabetes mellitus adalah timbulnya ketidakpatuhan yang disebabkan oleh kejenuhan pasien terhadap pola diet yang serba dibatasi. Ada 2 faktor yang dapat mempengaruhi kepatuhan diet pada penderita diabetes mellitus yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal meliputi pengetahuan, motivasi dan sikap sedangkan pada faktor ekternal meliputi dukungan keluarga dan dukungan tenaga kesehatan. Metode : Studi ini dilakukan untuk mengkaji faktor – faktor yang mempengaruhi kepatuhan diet diabetes mellitus pada pasien rawat jalan dengan menggunakan studi literature review. Pengkajian literatur menggunakan 9 jurnal yang diambil dari database bereputasi maupun terakreditasi (Google Scholar, Garuda dan Sinta). Penyeleksian diambil dengan memperhatikan PICOS framework, kemudian jurnal penelitian dianalisis satu persatu. Hasil : Kesembilan jurnal penelitian tersebut terdapat 4 dari 9 jurnal penelitian membahas mengenai faktor pendidikan, 9 jurnal penelitian membahas mengenai faktor dukungan keluarga dan 3 dari 9 jurnal penelitian membahas mengenai faktor motivasi pasien terhadap kepatuhan diet diabetes mellitus pasien rawat jalan. Simpulan: Terdapat pengaruh faktor pendidikan, dukungan keluarga dan motivasi diri terhadap kepatuhan diet diabetes mellitus pasien rawat jalan. KATA KUNCI: Kepatuhan, Diet Diabetes Mellitus
Pengaruh Suplementasi Vitamin D terhadap Fungsi Paru pada Pasien Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) Vintiara Fairus Nur Aini; Endang Widajati; Annasari Mustafa
NUTRITURE JOURNAL Vol 2 No 2 (2023): Nutriture Journal
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/nj.v2i2.3862

Abstract

Latar Belakang: Penyakit Paru Obstruktif Kronik adalah salah satu penyakit dengan tingkat mortalitas tinggi. Komplikasi pada pernafasan memberikan dampak pada sistem pencernaan. Berkurangnya asupan makan akan mengarah pada defisiensi zat gizi yang dapat menyebabkan kerusakan dalam paru. Vitamin D merupakan zat gizi yang berperan dalam sistem imunitas pada paru-paru. Tujuan: Analisis berujuan menilai efektivitas dari suplementasi vitamin D terhadap fungsi paru dan menemukan potensi vitamin D terkait kesehatan paru. Metode: Penelitian berupa studi literatur dengan metode systematic literature review. Hasil: 2 artikel menunjukkan perbedaan yang signifikan terkait pemberian suplementasi vitamin D terhadap fungsi paru pasien PPOK dan 2 artikel menunjukkan perbedaan yang tidak signifikan. Simpulan: Suplementasi vitamin D berdosis tinggi (60.000-100.000 IU per bulan) dengan pemberian dalam jangka waktu 6-12 bulan, dapat meningkatkan fungsi paru dan mengurangi eksaserbasi pada pasien PPOK. Hasil pada pasien dengan tingkat keparahan lebih tinggi, berusia lanjut, dan dalam kondisi defisit vitamin D lebih terlihat secara signifikan.
Pelatihan dan Pembuatan Spal Sebagai Upaya Pencegahan dan Penurunan Stunting di Pekon Kanoman, Kecamatan Semaka, Kabupaten Tanggamus, Lampung Mei Ahyanti; Amrul Hasan; Aprina Aprina; Titi Astuti; Gustop Amatiria; Arie Nugroho; Annasari Mustafa
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i12.12731

Abstract

ABSTRAK Stunting dapat terjadi karena penyakit infeksi terjadi secara berulang. Penyakit infeksi yang sering terjadi pada balita adalah diare. Sehingga fokus stunting dititikberatkan pada 2 titik yaitu pada bayi usia 6-11 bulan dan anak usia 12-23 bulan. Diare dapat terjadi karena sanitasi lingkungan yang tidak memadai. Upaya ini dilakukan dengan pengendalikan penyakit infeksi dengan memutuskan rantai penularan. Sarana sanitasi yang layak seperti jamban dan SPAL dapat memutus mata rantai penularan penyakit infeksi. Pengabdian bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pembuatan SPAL. Pelaksanaan kegiatan secara bergotong royong di Desa Kanoman Kecamatan Semaka Kabupaten Tanggamus, pada bulan Oktober 2023. Sasaran kegiatan adalah 10 keluarga yang meiliki balita stunting. Kegiatan diawali dengan pelatihan, keberhasilan pelatihan diukur dengan membandingkan hasil pretest dan posttest dan dianalisa menggunakan uji T. Hasil analisis mendapatkan ada pengaruh yang signifikan antara pelatihan dengan peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta. Peningkatan pengetahuan peserta sebanyak 30 point, dan telah terbangun 10 unit SPAL sederhana sehat. Pemerintah akan meneruskan program STBM yang dituangkan dalam nota kerjasama dengan tim pengabdi. Kata Kunci: Limbah, SPAL, Stunting, STBM  ABSTRACT Stunting can occur because infectious diseases occur repeatedly. An infectious disease that often occurs in toddlers is diarrhea. So the focus on stunting is focused on 2 points, namely babies aged 6-11 months and children aged 12-23 months. Diarrhea can occur due to inadequate environmental sanitation. This effort is carried out by controlling infectious diseases by breaking the chain of transmission. Proper sanitation facilities such as latrines and SPALs can break the chain of transmission of infectious diseases. The service aims to increase community knowledge and skills in making SPAL. Carrying out activities in mutual cooperation in Kanoman Village, Semaka District, Tanggamus Regency, in October 2023. The target of the activity is 10 families who have stunted toddlers. The activity began with training, the success of the training was measured by comparing the results of the pretest and posttest and analyzed using the T test. The results of the analysis showed that there was a significant influence between training and increasing participants' knowledge and skills. The participants' knowledge increased by 30 points, and 10 simple healthy SPAL units were built. The government will continue the STBM program as outlined in a memorandum of cooperation with the service team. Keywords: Waste, SPAL, Stunting, STBM
Hubungan Jenis Kelamin, Pengetahuan Ibu Tentang Gizi, Asupan Iodium dan Kejadian Stunting pada Balita di Kota Malang Rani Nurmayanti; Annasari Mustafa; Annisa Rizky Maulidiana
HARENA : Jurnal Gizi Vol 3 No 2 (2023): HARENA: Jurnal Gizi (April 2023)
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/harena.v3i2.3905

Abstract

Latar Belakang : Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar Tahun 2013 prevalensi stunting di Kota Malang sebesar 15,7%. Sedangkan prevalensi stunting Tahun 2015 di Puskesmas Dinoyo sebesar 17,41%. Tujuan : Menganalisis hubungan jenis kelamin, pengetahuan ibu tentang gizi, dan asupan Iodium dengan kejadian stunting pada balita di Kota Malang. Metode : Jenis observasional analitik dengan desain cross sectional. Populasi balita usia 2-5 tahun sebanyak 56 balita. Subjek diambil secara purposive sampling. Pengukuran status gizi menurut TB/U menggunakan WHO Antropometri 2005, pengetahuan ibu tentang gizi menggunakan kuesioner, dan asupan Iodium menggunakan metode food recall 3x24 jam. Untuk mengetahui hubungan stunting dengan jenis kelamin, pengetahuan ibu tentang gizi, dan asupan Iodium digunakan uji Chi Square dan Odds Ratio dengan SPSS 15. Hasil : Tidak terdapat hubungan yang signifikan jenis kelamin (p=0,365) dengan kejadian stunting pada balita. Terdapat hubungan yang signifikan pengetahuan ibu tentang gizi (p=0,014) dengan kejadian stunting pada balita. Terdapat hubungan yang signifikan asupan Iodium (p=0,000) dengan kejadian stunting pada balita. Ibu yang memiliki pengetahuan tentang gizi kurang baik, maka kemungkinan balita tersebut akan berisiko mengalami stunting sebesar 9,917 kali dibandingkan balita yang memiliki ibu dengan pengetahuan gizi yang baik. Balita yang kurang mendapatkan asupan Iodium, maka kemungkinan balita tersebut akan berisiko mengalami stunting sebesar 12,4 kali dibandingkan balita yang cukup asupan Iodium Simpulan : Jenis kelamin tidak memiliki hubungan dengan kejadin stunting. Pengetahuan ibu tentang gizi dan asupan Iodium memiliki hubungan dengan kejadian stunting pada balita di Kota Malang. Kata Kunci : Iodium, Jenis Kelamin, Stunting, Pengetahuan Ibu
PENINGKATAN IMUNITAS MELALUI GIZI SEIMBANG TINGGI ANTIOKSIDAN PADA ODHA DI WILAYAH BLITAR RAYA winarni, sri; Martiningsih, Wiwin; Mustafa, Annasari
Jurnal IDAMAN (Induk Pemberdayaan Masyarakat Pedesaan) Vol. 7 No. 2 (2023): Jurnal IDAMAN (Induk Pemberdayaan Masyarakat Pedesaan)
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/j.idaman.v7i2.4355

Abstract

The HIV virus progressively weakens the immune system, and causes malnutrition, weight loss and muscle wasting. This is due to increased body metabolism but decreased intake, sometimes accompanied by nausea, vomiting and decreased appetite due to the drugs given, accompanied by with diarrhea for more than two weeks, as well as mouth ulcers due to fungal infections and difficulty swallowing. Based on 2021 data, there are 49 people living with HIV in the city of Blitar and the data available at health facilities is very supportive, namely that the average CD4 cell examination of PLWHA has decreased. This problem needs to be addressed immediately, because it hampers the goals of HIV AIDS management, especially the fast track 95-95-95 program, which means 95% of PLWHA know their HIV status, 95% of PLWHA take ARVs, and 95% of PLWHA have suppressed viral loads. This community service activity aims to increase the immunity of PLWHA in the greater Blitar area through consuming balanced nutrition & high in antioxidants. The target is 25 PLWHA who are actively participating in Peer Support (KDS) groups in Blitar Raya. Normal CD4 test results are 500 to 1,600 cells per mm3 of blood (cells/mm3). Of the 25 PLWHA, 18 people (72%) had a score below (500) and 7 people (28%) had a score above (500), with the lowest score being 81 and the highest result being 959. In general, they had good motivation and were taking ARV medication. routinely. The activity continued with education about how to eat healthy food properly, how to choose food ingredients high in anti-oxidants, how to cook it properly, and also taught how to practice food portioning for PLWHA
FACTORS RELATED TO INCIDENCE OF MALNUTRITION IN UNDER FIVE CHILDREN Okta, Jaa Oktafa Once; Mustafa , Annasari; Yudianti, Ika
Indonesian Midwifery and Health Sciences Journal Vol. 8 No. 1 (2024): Indonesian Midwifery and Health Sciences Journal, January 2024
Publisher : UNIVERSITAS AIRLANGGA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/imhsj.v8i1.2024.73-83

Abstract

Background: Malnutrition is one of the main nutritional problems in Indonesia and East Java. Malnutrition is the cause of more than 1/3 of 9.2 million deaths in children under the age of 5 in the world. Toddlers are a very vulnerable group related to nutrition in society. If the nutrition of children under five is not fulfilled continuously it will cause stunting. Method: This study uses descriptive analysis to overview of the problem of factors related to the incidence of undernutrition in children under five at Posyandu Randugading, Tajinan District, Malang Regency.  The sample consisted of 36 children under five using a total sampling technique. This data was obtained from the nutritional status report of the Tajinan Community Health Center which met the nutritional criteria of less than -3 SD to <-2 SD based on the z-score formula. This research instrument used a questionnaire, data collection was carried out by interviews to obtain data on variables Frequency of giving MP-ASI, Infectious diseases, Exclusive breastfeeding, Mother's weight gain during pregnancy, and Number of siblings. The data collection period was carried out on 18 April 2023–25 April 2023. Result: from 36 children showed that 30.55% giving MP-ASI at most was according to the child's request, children  who have had history of an infectious disease 58.33%, exclusive breastfeeding was 50 %, weight gain during pregnancy less as it shouls was 50%,  children who have siblirng is  more than 2 was 63.89%. Conclusion: Malnutrition children under five year old in Posyandu Randugading, Tajinan District, Malang Regency have  characteristic related to feeding meals was most of them according to the child's request, majority children have history of an infectious disease, Mother wight gain during pregnancy lower as it should, majority children have more than 2 sibling.
An Effect of Giving Snakehead Fish Extract ( Channa striata ) on Albumin, Neutrophil, and Lymphocyte Levels in Hypoalbuminemia Patients: Effect of Giving Snakehead Fish Extract on Immunity indicators Mustafa, Annasari
Journal of Local Therapy Vol 2 No 2 (2023): Journal of Local Therapy
Publisher : Pusat Unggulan IPTEK Poltekkes Kemenkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/jlt.v2i2.3458

Abstract

Background : Hypoalbuminemia is a condition where the albumin level in the blood falls below normal. Hypoalbuminemia is known as a marker of protein energy malnutrition, inflammation, infection, liver disease, kidney disease and postoperative stress. In Indonesia, malnutrition hospital data shows 40-50% of patients have hypoalbuminemia or are at risk of hypoalbuminemia, 12% of them are severe hypoalbuminemia, and the hospitalization period for patients with hospital malnutrition shows 90% longer than patients with good nutrition. Decreased albumin levels can be associated with a decrease in the immune system and slow healing of tissues/wounds due to infection. Neutrophils and lymphocytes whose numbers increase when inflammation occurs. Oral administration of high protein with snakehead fish extract ( Channa striata ) is an alternative treatment for hypoalbuminemia. Objective: The purpose of this study was to determine the effect of snakehead fish extract (Channa striata) on albumin, neutrophil, and lymphocyte levels in hypoalbuminemic patients. Method: Articles are compiled using a systematic method literature review , involving national and international journals by taking journals through Google scholar, Pubmed, Research Gate, Scient direct. Results: There was an effect of giving snakehead fish extract on albumin levels, neutrophil values, and lymphocyte values in hypoalbuinemic patients and experimental animals. Conclusion: The content of amino acids, albumin, Zn, Fe, Cu and unsaturated fatty acids in snakehead fish ( Ophiocephalus striatus) is quite effective as an effort to increase albumin levels, decrease neutrophil and lymphocyte values when inflammation occurs in hypoalbuminemic patients. Keywords: Channa striata extract , Albumin, Neutrophils, Lymphocytes, Hypoalbuminemia
Effect of Giving Snakehead Fish Extract (Channa striata) on Albumin, Neutrophil, and Lymphocyte Levels in Hypoalbuminemia Patients Mustafa, Annasari; Khoirunnisa, Ailsa Amelia; Rahman, Nur
Journal of Local Therapy Vol 1 No 2 (2022): Journal of Local Therapy
Publisher : Pusat Unggulan IPTEK Poltekkes Kemenkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/jlt.v1i2.3457

Abstract

Hypoalbuminemia is a condition where the albumin level in the blood falls below normal. Hypoalbuminemia is known as a marker of protein energy malnutrition, inflammation, infection, liver disease, kidney disease and postoperative stress. In Indonesia, malnutrition hospital data shows 40-50% of patients have hypoalbuminemia or are at risk of hypoalbuminemia, 12% of them are severe hypoalbuminemia, and the hospitalization period for patients with hospital malnutrition shows 90% longer than patients with good nutrition. Decreased albumin levels can be associated with a decrease in the immune system and slow healing of tissues/wounds due to infection. Neutrophils and lymphocytes whose numbers increase when inflammation occurs. Oral administration of high protein with snakehead fish extract (Channa striata ) is an alternative treatment for hypoalbuminemia. Objective: The purpose of this study was to determine the effect of snakehead fish extract (Channa striata) on albumin, neutrophil, and lymphocyte levels in hypoalbuminemic patients. Method: Articles are compiled using a systematic method literature review , involving national and international journals by taking journals through Google scholar, Pubmed, Research Gate, Scient direct. Results: There was an effect of giving snakehead fish extract on albumin levels, neutrophil values, and lymphocyte values in hypoalbuinemic patients and experimental animals. Conclusion: The content of amino acids, albumin, Zn, Fe, Cu and unsaturated fatty acids in snakehead fish ( Ophiocephalus striatus) is quite effective as an effort to increase albumin levels, decrease neutrophil and lymphocyte values when inflammation occurs in hypoalbuminemic patients
Pengaruh Pemberian Prototype PKMK DM Berbasis Beras Cokelat Dan Jamur Tiram Terhadap Kadar Glukosa Darah Penderita Diabetes Melitus (DM) Tipe 2 Kalsukma Pertiwi, Puspita Sari; Sulistyowati, Etik; Mustafa, Annasari
NUTRITURE JOURNAL Vol. 3 No. 1 (2024): Nutriture Journal
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/nj.v3i1.4357

Abstract

Latar belakang: Diabetes Melitus (DM) adalah kondisi serius jangka panjang atau kronis yang terjadi ketika ada peningkatan kadar glukosa dalam darah karena tubuh tidak dapat memproduksi atau cukup hormon insulin, atau tidak dapat menggunakan insulin yang dihasilkannya secara efektif. Hasil Riskesdas 2018 menunjukkan bahwa pravelensi diabetes melitus mengalami peningkatan dari tahun 2013 hingga tahun 2018. WHO menyatakan bahwa dari sepuluh besar negara dengan penyakit diabetes melitus, Indonesia menduduki peringkat keempat. Pengembangan pangan kesehatan medis khusus (PKMK) merupakan alternatif mengatasi masalah diabetes melitus. Beras cokelat dan jamur tiram dinilai berpotensi dalam menurunkan penyakit sindrom metabolik yang dapat meningkatkan peluang berkembangnya PKMK DM. Metode: Jenis penelitian yang digunakan yaitu quasi experiment dengan desain penelitian one group pretest-posttest. Responden diberikan produk selama 40 hari dengan konsumsi satu kali satu hari. Data glukosa darah diukur sebelum dan sesudah intervensi dan dianalisis menggunakan uji Paired t-test. Jumlah sampel 16 responden yang merupakan penderita diabetes melitus tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Dinoyo, Kota Malang. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Hasil: Hasil uji Paired t-test menunjukkan p value 0.04 (p<0.05) yang memiliki arti bahwa ada pengaruh pemberian prototype PKMK DM berbasis beras cokelat dan jamur tiram terhadap glukosa darah penderita Diabetes Melitus (DM) tipe 2. Kesimpulan: Ada pengaruh pemberian prototype PKMK DM berbasis beras cokelat dan jamur tiram terhadap glukosa darah penderita Diabetes Melitus (DM) tipe 2. Kata kunci: diabetes melitus; pangan keperluan medis khusus; beras cokelat; jamur tiram; glukosa darah.
KENAIKAN BERAT BADAN DAN STATUS GIZI PADA BALITA SELAMA KEHAMILAN Dwi Alfiyatul Ma'rifah; Annasari Mustafa; Ika Yudianti; Susi Milwati
Jurnal Ilmu Kebidanan dan Kesehatan (Journal of Midwifery Science and Health) Vol. 15 No. 2 (2024): Jurnal Ilmu Kebidanan dan Kesehatan (Journal of Midwifery Science and Health)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bakti Utama Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52299/jks.v15i2.265

Abstract

Masalah status gizi terjadi disetiap siklus kehidupan, dimulai sejak dalam kandungan (janin) sampai usia lanjut. Data hasil studi pendahuluan didapatkan bahwa anak batita yang mengalami status gizi kurang sebanyak 0,8% pada tahun 2021, dan mengalami kenaikan pada tahun 2022 sebanyak 11% di Desa Ngawonggo Kecamatan Tajinan Kabupaten Malang. Banyak faktor yang mempengaruhi status gizi anak batita, salah satunya adalah riwayat kenaikan berat badan ibu selama hamil yang tidak sesuai dengan anjuran kenaikan berat badan sesuai IMT. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis hubungan antara kenaikan berat badan ibu selama hamil dengan status gizi anak batita di Posyandu Ngawonggo Kecamatan Tajinan Kabupaten Malang. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, dengan desain analitik korelasional, menggunakan pendekatan Cross Sectional. Uji statistik menggunakan Rank Spearman’s. Jumlah sampel sebanyak 94 responden dengan teknik proporsional random sampling. Instrumen penelitian ini adalah alat penimbang berat badan untuk menentukan status gizi anak batita, buku KIA untuk melihat kenaikan berat badan ibu selama hamil, dan wawancara. Hasil uji statistik Rank Spearman menunjukan nilai p value 0,031 yang berarti bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara riwayat kenaikan berat badan ibu selama hamil dengan status gizi anak batita. Nilai Rank Spearman = 0,223 yang berarti hubungan antara riwayat kenaikan berat badan ibu selama hamil dengan status gizi anak batita sangat lemah. Saran bagi ibu hamil untuk memantau kenaikan berat badan ibu selama hamil yang harus disesuaikan dengan standar IMT.