Claim Missing Document
Check
Articles

PHYTOCHEMICAL SCREENING AND ANTIBACTERIAL ACTIVITY OF TENGKAWANG BUKIT (Shorea beccariana) STEM EXTRACT AGAINST Vibrio parahaemolyticus Anisa, Hosia; Mukti, Akhmad Taufiq; Mahasri, Gunanti; Amin, Muhamad; Aminah, Nanik Siti
Jurnal Riset Akuakultur Vol 20, No 3 (2025): September (2025)
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Jembrana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jra.20.3.2025.245-255

Abstract

Vibrio parahaemolyticus infection poses a significant challenge in intensive shrimp culture, leading to substantial economic losses. Its common treatments using synthetic antibiotics have been linked to increased risks of antibiotic resistance and residual effects. Therefore, finding environmentally safe and effective natural alternatives is deemed essential. Tengkawang Bukit (Shorea beccariana) stem extract contains antibacterial compounds, including asiatic acid, oleanolic acid, and lupanone, all classified as terpenoids. This study aims to evaluate the antibacterial potential of S. beccariana stem extract through phytochemical screening and a disc diffusion test against V. parahaemolyticus. The screening results confirmed the presence of bioactive compounds, including alkaloids, flavonoids, saponins, tannins, and steroids. The disc diffusion test showed an increase in the inhibition zone with increasing extract concentration, with inhibition diameters ranging from 9.04 ± 0.48 mm to 10.75 ± 0.26 mm. The 17% extract yield indicates a high availability of active compounds. These findings suggest that tengkawang bukit stem extract has potential as a natural antibacterial alternative for controlling V. parahaemolyticus in shrimp culture. This approach could help reduce reliance on synthetic antibiotics and promote sustainable fisheries. Infeksi Vibrio parahaemolyticus merupakan salah satu kendala utama dalam budidaya udang yang menyebabkan kerugian ekonomi signifikan. Penggunaan antibiotik sintetis sebagai pengobatan telah menimbulkan kekhawatiran terkait resistensi dan residu, sehingga diperlukan alternatif alami yang aman dan efektif. Batang tengkawang bukit (Shorea beccariana) diketahui mengandung senyawa antibakteri seperti asam asiatik, asam oleanolik, dan lupanon yang tergolong ke dalam senyawa terpenoid. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi antibakteri ekstrak batang S. beccariana melalui skrining fitokimia dan uji difusi cakram terhadap V. parahaemolyticus. Hasil skrining menunjukkan adanya kandungan senyawa bioaktif berupa alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, dan steroid. Uji difusi cakram memperlihatkan zona hambat yang meningkat seiring dengan peningkatan konsentrasi ekstrak, dengan diameter hambatan berkisar 9,04 ± 0,48 mm hingga 10,75 ± 0,26 mm. Rendemen ekstrak sebesar 17% menunjukkan ketersediaan senyawa aktif yang melimpah. Hasil riset ini mengindikasikan bahwa ekstrak batang tengkawang bukit berpotensi sebagai alternatif antibakteri alami dalam pengendalian V. parahaemolyticus pada budidaya udang, sehingga dapat mengurangi ketergantungan terhadap antibiotik sintetis dan mendukung keberlanjutan perikanan.
PENINGKATAN AKTIVITAS DAN EKSPRESI PROTEIN TOTAL ENZIM SELULASE REKOMBINAN SERTA POTENSI APLIKASINYA PADA PAKAN IKAN Agniny, Siswi Fililmi; Mahasri, Gunanti; Mukti, Akhmad Taufiq; Amin, Muhamad
Jurnal Riset Akuakultur Vol 20, No 3 (2025): September (2025)
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Jembrana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jra.20.3.2025.257-267

Abstract

Meskipun enzim selulase rekombinan banyak dikembangkan untuk meningkatkan efisiensi pemecahan serat, informasi mengenai bagaimana modifikasi seperti mutasi dan penambahan tag SKIK (Ser-Lys-Ile-Lys) dapat memengaruhi aktivitas enzim dan produksi protein total masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh mutasi dan penambahan tag SKIK terhadap aktivitas dan protein total enzim selulase rekombinan yang diproduksi oleh Escherichia coli BL21 (DE3). Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan empat perlakuan, yaitu P1= wild type (WT), P2 = WT + SKIK, P3 = mutan, dan P4 = mutan + SKIK, masing-masing dengan empat ulangan. Produksi enzim dilakukan melalui kultur E. coli rekombinan yang membawa plasmid pET-22b-CellE dengan induksi laktosa monohidrat, kemudian dianalisis menggunakan uji aktivitas selulase metode 3,5-dinitrosalisilat (DNS) dan pengukuran protein total dengan metode Bradford. Data dianalisis menggunakan ANOVA satu arah dan uji lanjut Duncan pada tingkat signifikansi 5% (p < 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan mutan + SKIK menghasilkan nilai tertinggi baik pada aktivitas enzim (10,66 U mL-1) maupun protein total (0,85 mg mL-1). Penambahan SKIK meningkatkan ekspresi dan kelarutan protein, sedangkan mutasi memperbaiki efisiensi katalitik enzim. Kombinasi keduanya memberikan efek sinergis dalam meningkatkan perfoma enzim selulase rekombinan. Penelitian ini merupakan yang pertama mengombinasikan penambahan tag SKIK dengan mutagenesis untuk meningkatkan ekspresi dan aktivitas katalitik enzim selulase pada E. coli. Temuan ini tidak hanya relevan untuk peningkatan produksi enzim pada industri bioteknologi, tetapi juga berpotensi diaplikasikan dalam formulasi pakan ikan. Although recombinant cellulase enzymes have been widely developed to enhance fiber-degradation efficiency, information regarding how modifications such as mutagenesis and the addition of the SKIK (Ser-Lys-Ile-Lys) tag influence enzymatic activity and total protein production remains limited. Therefore, this study aimed to evaluate the effects of mutagenesis and SKIK tagging on the activity and total protein yield of recombinant cellulase expressed in Escherichia coli BL21 (DE3). The research was conducted experimentally using a completely randomized design (CRD) with four treatments: P1 = wild type (WT), P2 = WT + SKIK, P3 = mutant, and P4 = mutant + SKIK, each consisting of four replications. Enzyme production was carried out using recombinant E. coli harboring the pET-22b-CellE plasmid induced with lactose monohydrate, and the resulting enzyme was analyzed for cellulase activity using the 3,5-dinitrosalicylic acid (DNS) method and total protein concentration using the Bradford assay. Data were analyzed using one-way ANOVA followed by Duncan’s post-hoc test at a 5% significance level (p < 0.05). The results showed that the mutant + SKIK treatment produced the highest values for both enzymatic activity (10.66 U mL-1) and total protein (0.85 mg mL-1). The addition of the SKIK tag enhanced protein expression and solubility, whereas mutagenesis improved catalytic efficiency. The combination of both modifications produced a synergistic effect, resulting in superior performance of the recombinant cellulase enzyme. This study is the first to combine SKIK tagging with mutagenesis to enhance the expression and catalytic activity of cellulase in E. coli. These findings are not only relevant for improving enzyme production in biotechnology industries but also hold potential applications in fish feed formulation.
Co-Authors A. Shofy Mubarak Adriansyah, Ivan Agniny, Siswi Fililmi Agung Pamuji Rahayu Alim Isnansetyo Alvira Febrianti Pratiwi Anisa, Hosia Anjasmara, L. Dede Arta Satya Arafik Lamadi Ardiyan, Buyung Raga Aulia Ikhsan Syamsuri Aziz, Ahmad Saiful Boedi Setya Rahardja Browijoyo Santanamurti Catur Pujiono Danita Garneda Rezi DARMAWAN SETIA BUDI Denta Batara Kusuma Hendra Destya Twinandia Dewi, Nina Nurmalia Dian Pebianti Dyah Hariani Dyah Hariani Edi Rukyanto Endah Sih Prihatini Endang Tri Wahyurini Fachriza Tri Aprilia Falatehan, Naufal Fasya, Arif Habib Firdaus, Fitrul Azizi Fuquh Rahmat Shaleh Gunanti Mahasri gustini, Maria A Herliana Arsianingtyas Imlani, Ainulyakin Isroni, Wahyu Jati, Ilham Shofananda Pramono Kenconojati, Hapsari Kismiyati , Lailatul Lutfiyah, Lailatul Laksmi Sulmartiwi Lia Oktavia Ika Putri Lutfianasari, Lutfianasari Luthfiana Aprilianita Sari M Wahyu Alfian Mahasari, Gunanti Maria A gustini Mariah, Sharven Rao Mohammad Faizal Ulkhaq Muhamad Ali Muhamad Amin Muhamad Amin Muhammad Arief Muhammad Arief Mutiara Rahmawati Nafisyah, Ayu Lana Nanik Siti Aminah Naufal Abiyu Pratama Nizar Afiansyah Loekman Panhar, Fio Surya Pratama Semendo Puguh Yugo Wijanarko Pungky Slamet Wisnu Kusuma Puspitasari, Febriyanti Rahmadhani, Desi Rahmahani, Jola Rahmawan, Dani Bagus Rozi Rozi Rr. Juni Triastuti Rr. Juni Triastuti Sabrina, Annisa Nur Safitri, Diah Ayu Saiful Bakhri Salman Aldo Alfaresi Samara, Syifania Hanifah Santanumurti, Muhammad Browijoyo Sapto Andriyono Sari, Luthfiana Aprilanita Sari, Putri Desi Wulan Septuresty Hartri Eka Slamet Wisnu Kusuma, Pungky South, Josie Sri Harweni Sri Subekti Suciyono, Suciyono Sudarno, Sudarno Van Keulen, Mike Veryl Hasan Vivaldy Phaza Muharta Woro Hastuti Setyantini Yudi Cahyoko