Claim Missing Document
Check
Articles

DAMPAK SISTEM PEMBELAJARAN SHIFT BAGI PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN SEJARAH KELAS XI IPS 2 SMAN 6 BENGKULU Yogie Redho Kairusta; Ranti Nazmi; Juliandry Kurniawan Junaidi
Puteri Hijau : Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 6, No 2 (2021): Puteri Hijau: Jurnal Pendidikan Sejarah
Publisher : Department of History Education, Faculty of Social Science, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/ph.v6i2.28051

Abstract

Meluasnya penyebaran virus corona  terjadi di  berbagai daerah di Provinsi Bengkulu. Hal ini berdampak bagi pendidikan khususnya dalam proses pembelajaran yang berubah dari pembelajaran tatap muka menjadi sistem pembelajaran Shift. Masalah yang dikaji dalam penelitian ini adalah Bagaimana dampak sistem Pembelajaran Shift bagi Peserta didik dalam Mata Pelajaran Sejarah Kelas XI IPS 2 di SMAN 6 Bengkulu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana dampak sistem Pembelajaran Shift bagi Peserta didik dalam Mata Pelajaran Sejarah Kelas XI IPS 2 di SMAN 6 Bengkulu. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian ini ialah Deskriptif Kualitatif. Hasil penelitian Pertama penyelenggaraan pembelajaran Shift pada mata pelajaran sejarah menggunakan  sistem Shift yaitu pembelajaran tatap muka antara guru dan peserta didik namun diatur jumlah peserta didiknya menjadi dua kelompok, kelompok pertama diwajibkan datang kesekolah mengikuti belajar mengajar dikelas sedangkan kelompok kedua menyelesaikan tugas dirumah sampai giliran mereka lagi. Proses pembelajaran Shift di kelas XI IPS 2 menggunakan  metode ceramah dengan menjelaskan materi yang tertera di RPP oleh guru, setelah  itu memberikan tugas kepada peserta didik berupa materi yang diajarkan. Dari semua yang telah dijelasakan tentunya memiliki dampak positif dan negatif ketika berlansungnya dalam pembelajaran Shift yaitu baik dari guru maupun peserta didik tentunya semua komponen dalam pembelajaran akan memperlancar proses pembelajaran Shift serta dapat mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan.
PENGARUH GAME WORD WALL TERHADAP HASIL BELAJAR SEJARAH KELAS X MIPA SMA 2 LUBUK BASUNG Rozi Novita Sari; Ranti Nazmi; Zulfa Zulfa
Puteri Hijau : Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 6, No 2 (2021): Puteri Hijau: Jurnal Pendidikan Sejarah
Publisher : Department of History Education, Faculty of Social Science, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/ph.v6i2.28828

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya nilai rata-rata dan tingkat ketuntasan peserta didik kelas X MIPA pada mata pelajaran sejarah. Berdasarkan hasil Ujian Tengah Semester (UTS) untuk mata pelajaran sejarah tidak ada peserta didik yang mampu mencapai nilai kriteria ketuntasan minimum (KKM) yang telah ditetapkan yakni 75. Metode pada penelitian ini ialah Kuantitatif dengan jenis penelitian quasy eksperiment atau eksperimen semu. Dalam quasy eksperiment dimiliki kelompok kontrol dan kelompok eksperimen yang dipilih dengan teknik teknik sampel berkelompok (cluster sampling). Teknik pengambilan data ialah dengan pemberian soal tes awal (pre test) dan soal test akhir (post test) sehingga diperoleh data nilai tertinggi kelas kontrol ialah 84 sedangkan kelas eksperimen 100, nilai terendah kelas kontrol 24 dan kelas eksperimen adalah 40. Pada nilai standar deviasi kelas kontrol lebih tinggi dibandingkan kelas ekperimen yaitu 15.858 dan 12.169. pada uji validitas diketahui nilai RTabel adalah 0,344 dengan taraf signifikansi 5% sehingga Rhitung > Rtabel dari 25 soal 3 diantaranya diketahui tidak valid. Uji reabilitas penelitian tergolong tinggi dengan nilai cronbach alpha 0,714 dan 0,724.  
HARMONISASI ANTAR UMAT BERAGAMA DALAM MEMPERKOKOH PERSATUAN DAN KESATUAN BANGSA Mewana Mewana; Ranti Nazmi; Azwar Azwar
Bhineka Tunggal Ika: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKn Vol 9, No 1 (2022): Bhinneka Tunggal Ika: Kajian Teori & Praktik Pendidikan PKn
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jbti.v9i1.15171

Abstract

 Abstract This study aims to describe the forms of harmonization as well as the inhibiting and supporting factors of harmonization between religious communities in strengthening the unity and integrity of the nation. The type of research used is qualitative research with a descriptive approach. The research location is in Kampung Baru Village, Batang Asam District, West Tanjung Jabung Regency, Jambi Province. The research subjects were the Secretary of Kampung Baru Village, Islamic and Christian Religious Leaders and Community Leaders. Data collection techniques are observation, interviews, documentation, and triangulation. While the data analysis techniques are data reduction, data presentation and conclusion drawing. The results of the study found nine forms of harmonization, namely: (1) visiting each other during holidays, (2) visiting each other when someone got a death accident, (3) independence celebration activities, (4) not disturbing each other. others in terms of worship, (5) working together, (6) respecting other people's opinions, (7) village political activities, (8) helping each other and (9) inviting each other when making events. Then the inhibiting and supporting factors of inter-religious harmonization in strengthening the unity and integrity of the nation, namely, the inhibiting factors consist of the occurrence of conflict, lack of awareness of religious communities and newcomers, while the supporting factors consist of the teachings of each religion, good social interaction, the role of the village government and the role of religious leaders. Keywords: Harmonization, religion, unity, nationAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk harmonisasi serta faktor penghambat dan pendukung harmonisasi antar umat beragama dalam memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Lokasi Penelitian di Desa Kampung Baru Kecamatan Batang Asam Kabupaten Tanjung Jabung Barat Provinsi Jambi. Subjek Penelitian adalah Sekretaris Desa Kampung Baru, Tokoh Agama Islam dan Kristen serta Tokoh Masyarakat. Teknik pengumpulan data adalah observasi, wawancara, dokumentasi, dan triangulasi. Sedangkan teknik analisa data adalah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ditemui sembilan bentuk harmonisasi yaitu: (1) saling berkunjung satu sama lain ketika hari raya, (2) saling berkunjung satu sama lain ketika ada yang mendapatkan musibah kematian, (3) kegiatan perayaan kemerdekaan, (4) tidak mengganggu satu sama lain dalam hal ibadah, (5) bekerjasama, (6) menghargai pendapat orang lain, (7) kegiatan politik desa, (8) saling tolong-menolong dan (9) saling mengundang satu sama lain ketika membuat acara. Kemudian faktor penghambat dan pendukung harmonisasi antar umat beragama dalam memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa yaitu, faktor penghambat terdiri dari terjadinya konflik, kurangnya kesadaran umat beragama dan pendatang baru, sedangkan faktor pendukung terdiri dari ajaran setiap agama, interaksi sosial yang baik, peran pemerintah desa dan peran tokoh agama.Kata kunci: Harmonisasi, agama, kesatuan, bangsa
Kesulitan-Kesulitan Guru IPS Dalam Penilaian Autentik Ranti Nazmi
Bakaba : Jurnal Sejarah, Kebudayaan dan Kependidikan Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (26.992 KB) | DOI: 10.22202/bakaba.2017.v6i2.2417

Abstract

The objective of the research is to find out the relationships between the performance of the young and sport department with the achievement central education and sport training players (PPLP).The research was conducted at the Nourth Maluku with the totaly sample.The results of the research concludes that there are positive relationship between Performance of the young and sport department with the achievement of central education and sport training players (PPLP). Furthermore, there is positive relationship between performance of the young and sport department and society perception together with the achievement of central education and sport training players (PPLP). 
Bimbingan Teknis Pengembangan Materi Muatan Lokal Budaya Mentawai SDN 02 Matotonan Kabupaten Kepulauan Mentawai Zulfa Zulfa; Juliandry K. Junaidi; Liza Husnita; Ranti Nazmi
BIDIK: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2022): Bidik: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1204.054 KB) | DOI: 10.31849/bidik.v2i2.9892

Abstract

This service activity is basically based on the problem that the strengthening and development of local cultural materials that are integrated into the 2013 curriculum has not been maximized since the implementation of the 2013 Curriculum and strengthened by the Regulation of the Minister of Education and Culture of the Republic of Indonesia Number 79 of 2014 concerning Local Content of the 2013 Curriculum provides opportunities for teachers to develop local cultural content material, even though Mentawai has a culture that is quite interesting and widely known by the public and even the international community and it is almost as if Mentawai culture is taught in schools. The purpose of this service is to strengthen the local Mentawai culture which is integrated into teaching materials. The method used to achieve the target of this service is by providing assistance, training, and mentoring to teachers in the development of local content material for Mentawai culture. The results achieved in the service that has been carried out are that teachers have creativity in developing local content material for Mentawai culture which is contained in learning devices such as in the Learning Implementation Plan. From the whole series of service activities that have been carried out, it can be concluded that the development of teaching materials based on local content of Mentawai culture is very necessary, for that it needs to be poured into learning tools to be implemented in actual learning activities.
PERSEPSI PESERTA DIDIK TERHADAP PERISTIWA G30S/PKI KELAS XII IPA 1 DI SMAN 10 KOTA PADANG Aldio Diwajuma; Zulfa Zulfa; Ranti Nazmi
Puteri Hijau : Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 7, No 2 (2022): Puteri Hijau: Jurnal Pendidikan Sejarah
Publisher : Department of History Education, Faculty of Social Science, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/ph.v7i2.39276

Abstract

Penelitian ini di latar belakangi banyaknya versi peristiwa G30S/PKI. Dimana dalam versi-versi ini banyak mengundang kontroversi dan adanya persepsi yang beredar ditengah-tengah masyarakat. Untuk itu peneliti tertarik ingin mengetahui bagaimana persepsi peserta didik SMAN 10 Kota Padang terhadap peristiwa G30S/PKI. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran dari peserta didik SMAN 10 Kota Padang bagaimana menyikapi fenomena tentang kronologi terhadap peristiwa G30S/PKI yang merupakan salah   satu kejadian kelam yang pernah terjadi di Indonesia. Peristiwa ini merupakan salah satu peristiwa  yang  tidak boleh ditutupi kepada seluruh masyarakat Indonesia yang mempunyai berbagai macam versi-versi. Metode Penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian adalah peserta didik  kelas XII IPA 1 SMAN 10 Kota Padang dan juga guru mata pelajaran SMAN 10 Kota padang, serta dibantu oleh informasi yang diberikan kepala sekolah dan wakil kurikulum di SMAN 10 Kota Padang. Pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan studi dokumentasi yang dilakukan dalam bentuk foto maupun video. Teknik analisis data yang digunakan terbagi atas pengumpulan data, reduksi data, display data, dan verifikasi data. Teknik yang digunakan dalam pengambilan data  menggunakan Teknik Snowball Sampling dimana peneliti memilih responden yang secara berantai, proses bola salju dapat berlangsung secara terus menerus sampai peneliti mendapatkan jawaban dari data yang dibutuhkan dari penelitian yang peneliti lakukan. Darihasil penelitian diperoleh temuan bahwa 1) peserta didik SMAN 10 Kota Padang paham akan bagaimana kronologi peristiwa G30S/PKI yang pernah terjadi di Indonesia baik yang didengarkan maupun bahan bacaan ataupun penjelasan dari guru sejaarah. 2) peserta didik masih terkendala dalam isu-isu yang beredar tentang pelaku dari peristiwa tersebut  dan siapa saja nama-nama  tokoh-tokoh  yang menjadi korban dalam peristiwa G30S/PKI tersebut.
PELAKSANAAN METODE PEMBELAJARAN BRAINSTORMING PADA MATA PELAJARAN SEJARAH KELAS X IPS 3 SMA N 1 PANTAI CERMIN Widya Natania; Ranti Nazmi; Juliandry Kurniawan Junaidi
Puteri Hijau : Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 7, No 2 (2022): Puteri Hijau: Jurnal Pendidikan Sejarah
Publisher : Department of History Education, Faculty of Social Science, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/ph.v7i2.37733

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh kurangnya keaktifan dan partisipasi peserta didik dalam mengikuti kegiatan proses belajar sehingga peserta didik merasa jenuh pada saat pembelajaran sejarah.Tujuan penelitian untuk Mendeskripsikan Pelaksanaan Metode Pembelajaran Brainstorming Pada Mata Pelajaran Sejarah Di Kelas X IPS SMA N 1 Pantai Cermin.Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif deskriptifkarena kegiatan dalam penelitian yaitu menggambarkan dan menginterpretasikan keadaan dalam pelaksanaannya.Hasil penelitian ditemukan bahwa:1) Pembagian materi sudah dapat terlaksana. Pelaksanaan diskusi antar kelompok berjalan dengan baik. Kendalanya yaitu kegiatan diskusi hanya sebagian dari peserta didik yang ikut berpartisipasi dalam memahami materi dan berdiskusi.2) Pelaksanaan pembegian kelompok dalam pembelajaran sudah terlaksana. Kendalanya yaitu terdapat kelompok yang memiliki jumlah anggota 8 orang, yang secara idealnya setiap kelompok terdiri dari 9 orang. 3) Kendala guru yaitu keterbatasan waktu dalam pelaksanaan metode Brainstorming yang diterapkan.
PENGGUNAAN MEDIA RODA PUTAR PADA PEMBELAJARAN SEJARAH DI KELAS XI IPS SMA NEGERI 2 RANAH PESISIR Nantri Ayunda Putri; Ranti Nazmi; Juliandry Kurniawan Junaidi
Puteri Hijau : Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 7, No 2 (2022): Puteri Hijau: Jurnal Pendidikan Sejarah
Publisher : Department of History Education, Faculty of Social Science, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/ph.v7i2.37726

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh belum optimalnya penggunaan media dalam proses belajar mengajar, akibatnya adalah peserta didik kurang paham dengan materi yang disampaikan, Atas dasar tersebut penelitian ini difokuskan untuk mendeskripsikan penggunaan media roda putar pada pembelajaran sejarah kelas XI IPS SMA Negeri 2 Ranah pesisir. Dan mengungkapkan kendala-kendala yang dialami guru dalam penggunaan media roda putar pada pembelajaran sejarah kelas XI IPS SMA Negeri 2 Ranah Pesisir. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif yang bersifat deskriptif yaitu dengan memanfaatkan wawancara terbuka untuk menelaah dan memahami sikap, pandangan, perasaan dan perilaku individu. Adapun informan dalam penelitian ini berjumlah 5 orang meliputi guru sejarah, kepala sekolah, wakil kurikulum dan peserta didik kelas XI IPS1. Teknik pengumpulan data adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang terkumpul kemudian dilakukan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: penggunaan media roda putar pada pembelajaran sejarah di kelas XI IPS SMA Negeri 2 Ranah pesisir sudah tergolong baik, dengan adanya media roda putar membuat peserta didik lebih aktif dikelas serta membangun semangat peserta didik dalam proses belajar mengajar. Namun ada juga kendala yang dihadapi oleh guru dan peserta didik yaitu bagi guru media roda putar membutuhkan banyak tenaga dalam kelas karena harus menyiapkan media dan materi terlebih dahulu, bagi peserta didik kendalanya yaitu terbatasnya waktu dalam penggunaan media roda putar dalam kelas, membuat pembelajaran menjadi tergantung atau belum sampai pada akhir pembahasan. 
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN SEJARAH BERBASIS APLIKASI SWAY PADA MATERI KERAJAAN HINDU BUDDHA DI INDONESIA Indah Milanda; Liza Husnita; Ranti Nazmi
Puteri Hijau : Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 7, No 2 (2022): Puteri Hijau: Jurnal Pendidikan Sejarah
Publisher : Department of History Education, Faculty of Social Science, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/ph.v7i2.37715

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis tentang pengembangan, kelayakan serta praktikalitas media pembelajaran sejarah berbasis aplikasi menggunakan program sway pada materi kerajaan hindu buddha di Indonesia.  Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development).Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS di SMAN 10 Tebo tahun ajaran 2021/2022.Hasil penelitian ditemukan bahwa: 1) Pengembangan media pembelajaran berbasis aplikasi menggunakan program sway ini di validasi oleh ahli yaitu ahli media, ahli bahasa, dan ahli IT. Data yang dikumpulkan kemudian di olah dan diperoleh hasil validasi 85% dengan kategori sangat valid. 2) Media pembelajaran berbass aplikasi menggunakan program sway ini dikatakan sangat layak, setelah diolah dengan total skor 60 dan persentase 100 %  dengan kriteria sangat layak. 3)Media pembelajaran berbass aplikasi menggunakan program sway ini dikatakan sangat praktis, setelah diolah diperoleh skor total sebesar 772 dan persentase 92,34 %  dengan kriteria sangat praktis.
PENGGUNAAN MODEL DISCOVERY LEARNING DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH KELAS X E 1 SMAN 2 KINALI KABUPATEN PASAMAN BARAT Acin Gumelar; Liza Husnita; Ranti Nazmi
Puteri Hijau : Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 7, No 2 (2022): Puteri Hijau: Jurnal Pendidikan Sejarah
Publisher : Department of History Education, Faculty of Social Science, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/ph.v7i2.38162

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh peserta didik kelas X E 1 Di SMAN 2 Kinali Kabupaten Pasaman Barat kurang antusias selama proses pembelajaran Sejarah. Hal ini tampak ketika penelti mengamati guru Sejarah pada saat proses pembelajaran, peserta didik kurang bersemangat dan peserta didik cenderung kurang aktif dan tidak merasa menjadi bagian dari kelas. Jadi, untuk mengatasi masalah tersebut peneliti menyarankan agar guru menggunakan model Discovery Learning yang berpusat pada peserta didik tidak pada pendidik. Tujuan dari penelitian adalah untuk mendeskripsikan penggunaan model Discovery Learning dalam pembelajaran Sejarah Kelas X E 1 Di SMAN 2 Kinali Kabupaten Pasaman Barat dan untuk mendeskripsikan kendala-kendala dalam penggunaan model Discovery Learning dalam pembelajaran Sejarah Kelas X E 1 Di SMAN 2 Kinali Kabupaten Pasaman Barat. Hasil penelitian yang didapat dari penggunaan model Discovery Learning oleh guru Sejarah yaitu peserta didik menjadi lebih antusias dan aktif selama proses pembelajaran Sejarah sehingga dapat meningkatkan kreativitas dalam mengemukakan pendapat didepan kelas. Peserta didik juga mampu mengembangkan kemampuan berpikir terhadap penemuan masalah dalam materi yang dibahas. Berdasarkan data hasil penelitian yang telah diuraikan, maka diperoleh kesimpulan bahwa penggunaan model Discovery Learning oleh guru Sejarah adalah membuat peserta didik atif dan antusias Selma proses pembelajaran. Peserta didik juga mampu mengembangkan kemampuan berpikir terhadap penemuan masalah dalam materi yang dibahas. Hal ini dapat dilihat pada pengetahuan yang didapat peserta didik selama pembelajaran menggunakan model Discovery Learning serta hasil wawancara peneliti dengan peserta didik.