Claim Missing Document
Check
Articles

PEREKONOMIAN MASYARAKAT KABUPATEN BUNGO PASCA PEMEKARAN 1999-2013 Purnama, Duna Zezia; Junaidi, Juliandry Kurniawan; Nazmi, Ranti
Puteri Hijau : Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 10 No. 1 (2025): PUTERI HIJAU: JURNAL PENDIDIKAN SEJARAH
Publisher : Department of History Education, Faculty of Social Science, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/ph.v10i1.64672

Abstract

Artikel ini mengkaji tentang Perekonomian Masyarakat Kabupaten Bungo Pasca pemekaran 1999-2013. yang merupakan permasalahan dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana perkembangan perekonomian masyarakat Kabupaten Bungo pasca pemekaran. (2) Bagaimana dampak pemekaran Kabupaten Bungo dalam bidang ekonomi terhadap masyarakat. Penulisan ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan perkembangan perekonomian masyarakat Kabupaten Bungo pasca pemekaran. (2) mendeskripsikan dampak di bidang ekonomi setelah di adakan pemekaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian sejarah,pertama heuristik adalah kegiatan yang mengumpulkan data dari berbagai sumber dokumen, arsip, dan wawancara. kedua kritik sumber adalah kegiatan untuk menguji sumber-sumber yang telah dikumpulkan melalui kritik internal dan eksternal. ketiga interpretasi adalah data yang diperoleh dilapangan maupun dari studi kepustakaan. mengkaji dan mengaitkan antara sebab dan akibat terjadi peristiwa tersebut. keempat historiografi adalah menyajikan laporan penelitian dengan cara mendeskripsikan secara logis dan sistematis terhadap data yang diolah kedalam bentuk ilmiah atau skripsi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa, sebelum wilayah Kabupaten Bungo dimekarkan begitu banyak permasalahan yang muncul salah satunya di bidang ekonomi. setelah Kabupaten Bungo dimekarkan permasalahan yang muncul sudah mulai terlihat perubahan karena pihak pemerintah Kabupaten Bungo sudah mulai fokus mengelola wilayah Bungo dan mulai memperhatikan kesejahteraan perekonomian masyarakatnya. setelah wilayah Kabupaten Bungo dimekarkan dampak pemekaran dibidang ekonomi sudah mengalami kemajuan yang baik salah satu sumber pencaharian masyarakat Kabupaten Bungo adalah di bidang pertanian terutama budidaya tanaman kelapa sawit dan karet. dapat disimpulkan setelah terbentuknya Kabupaten Bungo ini perkembangan berdampak positif terlihat pada pembangunan fisik dan fasilitas penunjang perekonomian masyarakat. serta perubahan dalam taraf kehidupan ekonomi masyarakat terlihat dari segi bangunan, pembukaan jalan dan terus mengalami peningkatan hingga dibangunnya bandar udara Kabupaten Bungo
Pemanfaatan Museum Di Sawahlunto Sebagai Sumber Edukasi Rido Awal Saputra; Kaksim; Ranti Nazmi
CHRONOLOGIA Vol 7 No 1 (2025): Chronologia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jhe.v7i1.20449

Abstract

Museum di Sawahlunto merupakan salah satu peninggalan bersejarah tentang kejayaan pertambangan batu bara yang ada di Sumtara Barat yang terhususnya pada era colonial Belanda. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemanfaatan museum di Sawahlunto sebagai sumber edukasi, baik dalam bentuk pembelajaran formal maupun non formal. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode kualitatif deskriptif yaitu melelui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa Museum di Sawahlunto memiliki potensi yang sangat besar sebagai media pembelajaran sejarah, baik itu budaya, dan teknologi pertambangan. Para pengunjung terkhususnya para pelajar dapat memahami kehidupan masyarakat sawahlunto zaman dahulu dan kolonialisme melalui narasi yang tertera dan dijelaskan oleh pemandu museum. Namun dalam pemanfaatan museum sebagai sumber edukasi masih menghadapi tantatang seperti, masih terbatas akses, kurangnya kesesuai antara kurikulum dengan museum dan kurangnya minat anak-anak muda berkujung kemusem, maka dari itu perlunya kolaborasi antara pihak pemerintahan dengan sekolah supaya dapat mengoptimalkan peran museum Sawahlunto sumber belajar yang edukatif.
Pendampingan Penggunaan Media Pembelajaran Woldwall di SMP Negeri 2 Pulau Punjung Akbar, Waza Karia; Jaenam; Erita; Nazmi, Ranti; Putri, Febrina Riska
Ekasakti Jurnal Penelitian dan Pengabdian Vol. 6 No. 1 (2025): Ekasakti Jurnal Penelitian & Pegabdian (November 2025 - April 2026)
Publisher : LPPM Universitas Ekasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/ejpp.v6i1.1342

Abstract

Wordwall adalah platform digital yang digunakan guru untuk membuat media pembelajaran interaktif berbasis permainan seperti kuis, teka-teki, dan permainan kata lainnya, yang dapat meningkatkan motivasi dan partisipasi siswa. Melalui Wordwall, guru dapat dengan mudah membuat beragam aktivitas pembelajaran yang menarik, memilih dari beragam templat interaktif, dan membagikannya langsung kepada siswa melalui tautan. Wordwall interaktif, seperti kuis, permainan kata, dan latihan interaktif, menjadikan pembelajaran lebih dinamis dan membantu siswa menguasai kosakata, tata bahasa, dan keterampilan komunikasi. Pembelajaran interaktif, terutama di era digital, membutuhkan pendekatan inovatif dan interaktif untuk meningkatkan keterlibatan dan motivasi siswa. Media pembelajaran tradisional seringkali tidak efektif dalam menarik perhatian siswa dan memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan. Dengan kemajuan teknologi informasi, berbagai platform digital telah dikembangkan untuk mendukung proses pembelajaran yang lebih interaktif. Salah satu platform tersebut adalah Wordwall
HARMONISASI ANTAR UMAT BERAGAMA DALAM MEMPERKOKOH PERSATUAN DAN KESATUAN BANGSA Mewana; Ranti Nazmi; Azwar
Bhineka Tunggal Ika Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKN
Publisher : Universitas Sriwijaya in Collaboration with AP3Kni (Asosiasi Profesi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Indonesia/Indonesia Association Profession of Pancasila and Civic Education)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jbti.v9i1.136

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk harmonisasi serta faktor penghambat dan pendukung harmonisasi antar umat beragama dalam memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa.Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Lokasi Penelitian di Desa Kampung Baru Kecamatan Batang Asam Kabupaten Tanjung Jabung Barat Provinsi Jambi. Subjek Penelitian adalah Sekretaris Desa Kampung Baru, Tokoh Agama Islam dan Kristen serta Tokoh Masyarakat. Teknik pengumpulan data adalah observasi, wawancara, dokumentasi, dan triangulasi. Sedangkan teknik analisa data adalah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.Hasil dari penelitian ditemui sembilan bentuk harmonisasi yaitu: (1) saling berkunjung satu sama lain ketika hari raya, (2) saling berkunjung satu sama lain ketika ada yang mendapatkan musibah kematian, (3) kegiatan perayaan kemerdekaan, (4) tidak mengganggu satu sama lain dalam hal ibadah, (5) bekerjasama, (6) menghargai pendapat orang lain, (7) kegiatan politik desa, (8) saling tolong-menolong dan (9) saling mengundang satu sama lain ketika membuat acara. Kemudian faktor penghambat dan pendukung harmonisasi antar umat beragama dalam memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa yaitu, faktor penghambat terdiri dari terjadinya konflik, kurangnya kesadaran umat beragama dan pendatang baru, sedangkan faktor pendukung terdiri dari ajaran setiap agama, interaksi sosial yang baik, peran pemerintah desa dan peran tokoh agama. This study aims to describe the forms of harmonization as well as the inhibiting and supporting factors of harmonization between religious communities in strengthening the unity and integrity of the nation. The type of research used is qualitative research with a descriptive approach. The research location is in Kampung Baru Village, Batang Asam District, Tanjung Jabung Barat Regency, Jambi Province. The research subjects were the Secretary of Kampung Baru Village, Islamic and Christian Religious Leaders and Community Leaders. Data collection techniques are observation, interviews, documentation, and triangulation. While the data analysis techniques are data reduction, data presentation and conclusion drawing.The results of the study found nine forms of harmonization, namely: (1) visiting each other during holidays, (2) visiting each other when someone got a death accident, (3) independence celebration activities, (4) not disturbing each other. others in terms of worship, (5) working together, (6) respecting other people's opinions, (7) village political activities, (8) helping each other and (9) inviting each other when making events. Then the inhibiting and supporting factors of inter-religious harmonization in strengthening the unity and integrity of the nation, namely, the inhibiting factors consist of the occurrence of conflict, lack of awareness of religious communities and newcomers, while the supporting factors consist of the teachings of each religion, good social interaction, the role of the village government and the role of religious leaders.
KEHIDUPAN SOSIAL EKONOMI PETANI JAGUNG DI NAGARI GERAGAHAN KAMPUNG TABUAH KECAMATAN LUBUK BASUNG KABUPATEN AGAM TAHUN 2007-2022 Ridho Putra Pratama; Ranti Nazmi; Kaksim
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 01 (2026): Volume 11 No. 01, Maret 2026 Release
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to describe the socio-economic life of corn farmers in Nagari Geragahan Kampung Tabuah, Lubuk Basung Subdistrict, Agam Regency, during the period 2007–2022 and to analyze the factors influencing the dynamics of farmers’ welfare. The research employed the historical method through the stages of heuristics, source criticism, interpretation, and historiography by utilizing archival records, agricultural statistical data, government documents, and interviews with farmers and related stakeholders. The findings show that during 2007–2017 corn production increased significantly, from an average of 4–6 tons to 10–15 tons, supported by government assistance in the form of seeds and fertilizers as well as relatively high corn prices ranging from IDR 2,000–5,000 per kilogram. This condition contributed to higher household income, improved housing conditions, asset ownership, and better access to education for farmers’ children. However, in the period 2018–2022 production declined by approximately 20% due to land conversion, unstable prices (IDR 2,000–3,000 per kilogram), weather factors, and reduced government support, which affected the economic stability of farming households. Overall, the socio-economic life of corn farmers experienced dynamic changes and continues to face structural challenges in maintaining sustainable welfare.
Co-Authors A. Tisnawati Tapondhadhai Achmad Napis Qurtubi Achmad Zahruddin Acin Gumelar Adiyalmon Adiyalmon Ahmad Nurhuda Akbar, Waza Karia Albetro, Albetro Aldio Diwajuma Ansofino Ansofino Azwar Azwar Azwar Azwar Azwar Azwar Azwar Buchari Nurdin Buchari Nurdin Budi Juliardi Desra Linda, Desra Dona Meiyani Eli Puteri Wati Elliot, McCarty Erita Erningsih Erningsih Faisal Yasin Fauziah Fani Febrina Riska Putri, Febrina Riska Feni Sandra, Feni Gusniati, Liza Haggi, Kurnia Al Hanafi Saputra, Hanafi Hendra Naldi Herlina Herlina Hidayah, Ahmad Indah Milanda Ita Yumanda Sari Jaenam Jamurin Jamurin Jamurin, Jamurin Juliandry K. Junaidi Juliandry Kurniawan Junaidi Juliandry Kurniawan Junaidi juliandry kurniawan junaidi Junaidi, Juliandry Kurniawan Kaksim Kathryn, Morse Kristofel Harefa, Kristofel Lince Yendra, Lince Lira Suryani Liza Husnita Meldawati Meldawati Meldawati Meldawati Mewana Mewana Mewana Miko Windra Putra, Miko Windra Muhammad Sofwan Mukh Nursikin, Mukh Nantri Ayunda Putri Novi Riani Parasianto Parasianto Pasti Pasti Purnama, Duna Zezia Putri, Yulianda Melani Rani Heryanti Refni Yulia Reindy Rudagi Ridho Putra Pratama Rido Awal Saputra Rio Yenero Rozi Novita Sari Sisil Veronika Anggela Sutrisna Sutrisna Tiara Wulandari Trinandari Prasetya Nugrahanti Widya Natania Yeli putri jugasa Yeni Rahman, Yeni Yogie Redho Kairusta Yolanda Anggun Sari Yozia Fitri Zafri Zafri Zuhrotul Viafarida Zulfa Zulfa Zulfa Zulfa Zulfa Zulfa Zulfa Zulfa Zulfa Zulfa Zulkifli Aziz Zusnelli Zubir, Zusnelli