Claim Missing Document
Check
Articles

ABILITY OF AMILOLYTIC BACTERIA (Bacillus paramycoides AND Enterobacter cloacae) IN DEGRADING ORGANIC MATERIALS OF MANGROVE LITTLE Putri, Redila; Nursyirwani, Nursyirwani; Feliatra, Feliatra
Asian Journal of Aquatic Sciences Vol. 4 No. 2 (2021): August
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

This study aims to find out that Bacillus paramycoides and Enterobacter cloacae bacteria can produce amylase enzymes and have the ability to degrade organic matter, especially mangrove litter. From this study it was found that the optimal growth of B.paramycoides and E. cloacae bacteria occurred at 12th hour. The results of measurements and calculations of absorbance values ​​at 630 10.238 x 108 cells/mL (B. paramycoides) and 12.030 x 108 cells/mL (E. cloacae) using the spectrophotometric method. Meanwhile, with the TPC method at 12 hours, the number of bacterial cells was 2.08 x 108 CFU's/mL (B.paramycoides) and 2.44 x 108 CFU's/mL (E. cloacae). The ability to produce the largest amylolytic bacterial amylase enzyme also occurred at 12 hours as much as 0.306 mg/mL (B.paramycoides) with an increase of 0.046 mg/mL and 0.243 mg/mL (E. cloacae) with an increase of 0.028 mg/mL. The bacteria that have the highest amylase enzyme ability is E.cloacae as evidenced by the diameter of the clear zone of 10.10 mm. Testing the ability of amylolytic bacteria in degrading mangrove litter was carried out by adding amylase enzyme as much as 0%, 50% and 100%. Amylolytic bacteria can degrade organic matter by hydrolyzing starch contained in mangrove litter. The most degraded starch content was in the 100% enzyme treatment, which was 1.021 mg/mL (B. paramycoides) and 1.189 mg/mL (E.cloacae).
COMPARISON OF MACROZOOBENTHOS COMMUNITY STRUCTURE ON SEAGRASS ECOSYSTEMS IN THE WATERS OF NIRWANA COAST AND PULAU PANJANG OF WEST SUMATRA Julians, Rizky Fajar; Nasution, Syafruddin; Nursyirwani, Nursyirwani
Asian Journal of Aquatic Sciences Vol. 6 No. 1 (2023): April
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Macrozoobenthos have various roles in the ecosystem, one of which is as a biological indicator because macrozoobenthos will react to disturbances in an aquatic ecosystem. Seagrasses are breeding and sheltering grounds for marine life, one of which is macrozoobenthos. Nirwana Beach and Pulau Panjang are waters that have seagrass ecosystems in West Sumatra. The purpose of this study was to compare the community structure of macrozoobenthos in the waters of Nirwana Beach and Pulau Panjang, this research was conducted in the waters of Nirwana Beach and Pulau Panjang in June-July 2021. The method used in this study is the survey method; sampling was carried out using three plots on each transect with a size of 1m x 1m and was repeated three times on each plot. The results of this study found that the abundance value in the waters of Nirwana Beach was 20.59 ind/m2 and in the waters of Pulau Panjang 21.44 ind/m2, the diversity index (H’) in the waters of Nirwana Beach was 2.450 and in the waters of Pulau Panjang was 2.680, The uniformity index (E) in the waters of Nirwana Beach is 0.738 while in the waters of Pulau Panjang, it is 0.807 and the dominance(C) in the waters of Nirwana Beach is 0.162 and in the waters of Pulau Panjang is 0.198. The distribution pattern (Id) of macrozoobenthos at both locations is clustered with a value of 1.07 ind/m2 in the waters of Nirwana Beach and 1.13 ind/m2 in the waters of Pulau Panjang. The community similarity index was categorized as moderate with 66% at both study sites.
ANALYSIS OF COASTLINE CHANGES IN RUPAT ISLAND USING REMOTE SENSING DATA AND GEOGRAPHIC INFORMATION SYSTEMS Puspita, Devi; Mubarak, Mubarak; Nursyirwani, Nursyirwani
Asian Journal of Aquatic Sciences Vol. 4 No. 3 (2021): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

This study was conducted from July to August 2021 in coastal areas of Rupat Island, Riau Province. Coastal zone is an unstable area toward change, because it is a rendezvous place for land and sea, which the line is called shoreline. The purpose of this study was to determine the distance of shoreline change and to find out the landcover change in the coastal area. Method used in this study is a shoreline overlay from Landsat 5 in 1988, 1996, 2004 and Landsat 8 OLI in 2012 and 2020 and classifiation of land cover using supervised classification and Rupat Island monogram. This research showed shoreline changes between 1988 and 2020, abrasion of 106,55 hectares and accretion of 58,28 hectares. The largest land cover change was the decrease of dryland agriculture and forest area of 1530.80 hectares and 726.92 hectares. The largest addition of area occurred on the plantation that is equal to 741.02 hectares.
OPTIMIZATION THE GROWTH OF PROTEOLYTIC BACTERIA Bacillus toyonensis AT DIFFERENT SALINITY AND CONCENTRATION OF TOFU WASTEWATER Oktavia, Dewi Asmiati; Nursyirwani, Nursyirwani; Yoswaty, Dessy
Asian Journal of Aquatic Sciences Vol. 5 No. 2 (2022): August
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Proteolythic bacteria, including Bacillus toyonensis, have potencial to be used in feed industry and in processing of industrial waste. Cultivation of this bacteria requires appropriate enviromental condition and substrate for the growth. The objective of this research was to observe the growth of B. toyonensis at different salinity and tofu wastewater concentration. This experimental research used completely randomized design consisted of two factors. Those were salinity (0‰, 15‰, dan 30‰) and different concentrations of tofu wastewater (8%, 10%, and 12%). Bacterial cell growth was observed by the spectrophotometric method and total plate count (TPC) method. The bacterial cell growth was observed at 0, 24, 48, 72 and 96 hours-incubation. The results indicated that the best medium for the growth B. toyonensis was in tofu wastewater concentration of 12% at salinity of 15‰. The optimum growth occurred at 48 hours-incubation.
Peningkatan Nilai Ekonomi Ekosistem Mangrove Melalui Pengolahan Buah Api-Api (Avicennia sp) sebagai Bahan Makanan Di Desa Sungai Kayu Ara Kabupaten Siak Efriyeldi, Efriyeldi; Mulyadi, Aras; Samiaji, Joko; Nursyirwani, Nursyirwani; Elizal, Elizal
Journal of Rural and Urban Community Empowerment Vol. 1 No. 1 (2019): Desember
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Hutan mangrove mempunyai peranan yang sangat banyak, yang dapat dikelompokkan menjadi peranan biologi, fisik-kimia dan ekonomis. Buah api-api (Avicennia sp)yang merupakan salah jenis mangrove, mempunyai potensi sebagai bahan baku buat kue yang masih kurang dimanfaatkan. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah: 1. Untuk meningkatkan nilai ekosistem mangrove melalui pengolahan buah api-api sebagai bahan membuat kue di Desa Sungai Kayu Ara Kecamatan Sungai Apit 2. Untuk meningkatkan jenis bahan baku pembuat kue bagi masyarakat sekitar hutan mangrove khususnya, dan 3. Meningkatkan perekonomian masyarakat yang berlanjut meningkatnya kesadaran masyarakat untuk melestarikan ekosistem mangrove di Desa Sungai Kayu Ara Kecamatan Sungai Apit. Hasil kegiatan penyuluhan ini menunjukkan bahwa peserta mengikuti dengan serius mendengarkan materi yang disampaikan oleh tim penyuluh dari awal sampai akhir. Peserta dapat memahami tentang materi yang disampaikan dengan baik dan berperan aktif dalam sesi tanya jawab, diskusi, dan terlibat langsung bersama pemateri dan mahasiswa dalam membuat bolu dan puding. Sebanyak 90 % peserta yang tidak pernah tau buah api-api dapat dijadikan tepung, setelah penyuluhan menjadi semuanya. Peserta yang sebelumnya hanya 15 % mengetahui adanya potensi buah api-api untuk bahan buat kue setelah kegiatan penyuluhan menjadi 100 % paham. Sebanyak 90 % peserta berkeyakinan bahwa dengan meningkatnya nilai ekonomi hutan mangrove, mangrove dapat lestari.
Peningkatan Pendapatan Nelayan melalui Diversifikasi Produk Berbahan Baku Udang Rebon Di Desa Sialang Pasung Kabupaten Kepulauan Meranti Nursyirwani, Nursyirwani; Effendi, Irwan; Suparmi, Suparmi; Aryani, Netti; Effendi, Arman
Journal of Rural and Urban Community Empowerment Vol. 1 No. 1 (2019): Desember
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Rebon Udang (Acetes sp.) Adalah salah satu produk perikanan laut yang pada musim-musim tertentu produksinya cukup melimpah di Desa Sialang Pasung Kecamatan Ransang Barat Kabupaten Kepulauan Meranti. Upaya untuk meningkatkan harga dan mengoptimalkan penggunaan udang rebon adalah melalui diversifikasi produk seperti bakso (bakso) dan nugget. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat lokal dan nelayan di Desa Sialang Pasung dalam menggunakan udang rebon sebagai bahan baku dalam produksi bakso dan nugget. Peserta kegiatan adalah nelayan dan istri setempat dan istri rumah lainnya. Kegiatan ini dilakukan dalam tiga langkah: (1) persiapan, (2) ceramah dan diskusi dan (3) demonstrasi praktis dalam mempersiapkan bakso dan nugget dengan menggunakan udang rebon sebagai bahan baku. Peserta sangat aktif selama perkuliahan dan kerja praktek, baik dari tanggapan dan diskusi mereka. Kegiatan pengabdian masyarakat sangat berharga, terutama untuk meningkatkan pendapatan masyarakat lokal dan konsumsi produk perikanan. Semoga kegiatan ini dapat memotivasi komunitas lokal lain dan komunitas lain di desa-desa lain di sekitarnya.
Pemberdayaan Masyarakat melalui Alih Teknologi Pembuatan Makanan Berbasis Ikan Di Desa Bokor Kepulauan Meranti Amin, Bintal; Dewita, Dewita; Syahrul, Syahrul; Nurrachmi, Irvina; Nursyirwani, Nursyirwani
Journal of Rural and Urban Community Empowerment Vol. 1 No. 1 (2019): Desember
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Dalam upaya agar kader Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga atau PKK di Desa Bokor Kepulauan Meranti mendapat keterampilan dalam pengolahan pangan berbasis ikan dan dapat membuka usaha mandiri maka kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa penyuluhan dan pelatihan telah dilaksanakan. Desa Bokor yang merupakan salah satu penghasil ikan laut dan juga telah dikembangkan sebagai salah satu kawasan ekowisata di Kepulauan Meranti perlu diikuti dengan kegiatan yang dapat memberikan peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitarnya. Melalui kegiatan penyuluhan dan pelatihan ini diharapkan agar pada saat produksi ikan melimpah maka dapat dilakukan usaha diversifikasi dengan cara mengolahnya menjadi berbagai produk olahan berbahan ikan khususnya produk jajanan yang bernilai ekonomi dan bergizi tinggi. Pelaksanaan kegiatan penyuluhan dan pelatihan ini mendapatkan sambutan yang baik dari masyarakat desa, terutama kader PKK dan Kepala Desa. Disamping penyuluhan, kelompok PKK juga diberikan bantuan peralatan untuk memproduksi jenis makanan yang diajarkan dalam pelatihan dengan harapan peserta kegiatan akan dapat memberdayakan kelompoknya untuk membuka usaha dalam membuat produk makanan berbasis ikan tersebut. Kepala Desa sangat mendukung kegiatan yang dilakukan dan akan memberikan bantuan lebih luas bagi pengembangan produksi yang dihasilkan tersebut dan mengharapkan bentuk pelatihan lain dapat diberikan untuk meningkatkan ekonomi mesyarakat desa tersebut, terutama dibidang perikanan dan ekowisata.
PEMBERDAYAAN KELOMPOK PKK DAN MASYARAKAT MELALUI PEMANFAATAN BUAH PEDADA (Sonneratia caseolaris) DI DESA SEPAHAT, KECAMATAN BANDAR LAKSAMANA, KABUPATEN BENGKALIS Nurrachmi, Irvina; Galib, Musrifin; Yoswaty, Dessy; Amin, Bintal; Nursyirwani, Nursyirwani; Ramadhan, Ragiel; Haura, Sari R. Al; Utami, Rahma I.; Mahmudah, Dewi A.; Hanifa, Zurya; Yurestira, Ilham; Syahada, Melania; Putra, Rajiv R.; Darmawan, Ernanda P.; Hafizh, Muhammad
Journal of Rural and Urban Community Empowerment Vol. 1 No. 1 (2019): Desember
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Buah pedada merupakan buah mangrove yang hidup di perairan payau yang banyak tumbuh di daerah pesisir, khususnya di Kabupaten Bengkalis yaitu di Kecamatan Bandar Laksamana Desa Sepahat. Bagian dasar buah pedada dibungkus oleh kelopak bunga, dan tidak beracun. Masyarakat Desa Sepahat jarang mengkonsumsi langsung buah Pedada karena rasanya yang asam sehingga banyak terbuang sia-sia. Buah tersebut memiliki kandungan gizi yang belum dimanfaatkan. Selain dapat dikonsumsi secara langsung Buah Pedada dapat juga diolah menjadi produk pangan bernilai jual tinggi seperti selai, sirup, dan permen karena kandungan vitamin C yang cukup tinggi. Dengan melihat potensi ini, maka muncul ide untuk membuat teknologi olahan pangan buah Pedada sebagai olahan bernilai jual tinggi. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini akan memberikan nilai tambah yang besar ditinjau dari hasil teknologi produk pangan , sehingga menambah nilai ekonomis dan penghasilan bagi Masyarakat Desa Sepahat, serta meningkatkan pengetahuan masyarakatnya. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini penyuluhan manfaat dan pengolahan buah Pedada. Kegiatan ini menghasilkan produk olahan buah pedada berupa sirup, selai, dan permen serta meningkatkan kreativitas sumber daya manusia di Desa Sepahat, Kecamatan Bandar Laksamana, Kabupaten Bengkalis untuk membuat industri rumah tangga produk pangan.
PEMBERDAYAAN KELOMPOK PKK DAN MASYARAKAT MELALUI PEMANFAATAN BUAH PEDADA (Sonneratia caseolaris) DI DESA SEPAHAT, KECAMATAN BANDAR LAKSAMANA, KABUPATEN BENGKALIS Nurrachmi, Irvina; Galib, Musrifin; Yoswaty, Dessy; Amin, Bintal; Nursyirwani, Nursyirwani; Ramadhan, Ragiel; Haura, Sari R. Al; Utami, Rahma I.; Mahmudah, Dewi A.; Hanifa, Zurya; Yurestira, Ilham; Syahada, Melania; Putra, Rajiv R.; Darmawan, Ernanda P.; Hafizh, Muhammad
Journal of Rural and Urban Community Empowerment Vol. 2 No. 1 (2020): Desember
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Buah pedada merupakan buah mangrove yang hidup di perairan payau yang banyak tumbuh di daerah pesisir, khususnya di Kabupaten Bengkalis yaitu di Kecamatan Bandar Laksamana Desa Sepahat. Bagian dasar buah pedada dibungkus oleh kelopak bunga, dan tidak beracun. Masyarakat Desa Sepahat jarang mengkonsumsi langsung buah Pedada karena rasanya yang asam sehingga banyak terbuang sia-sia. Buah tersebut memiliki kandungan gizi yang belum dimanfaatkan. Selain dapat dikonsumsi secara langsung Buah Pedada dapat juga diolah menjadi produk pangan bernilai jual tinggi seperti selai, sirup, dan permen karena kandungan vitamin C yang cukup tinggi. Dengan melihat potensi ini, maka muncul ide untuk membuat teknologi olahan pangan buah Pedada sebagai olahan bernilai jual tinggi. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini akan memberikan nilai tambah yang besar ditinjau dari hasil teknologi produk pangan, sehingga menambah nilai ekonomis dan penghasilan bagi Masyarakat Desa Sepahat, serta meningkatkan pengetahuan masyarakatnya. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini penyuluhan manfaat dan pengolahan buah Pedada. Kegiatan ini menghasilkan produk olahan buah pedada berupa sirup, selai, dan permen serta meningkatkan kreativitas sumber daya manusia di Desa Sepahat, Kecamatan Bandar Laksamana, Kabupaten Bengkalis untuk membuat industri rumah tangga produk pangan.
Density of Escherichia coli Bacteria in Blood Clams (Anadara granosa) in Anak Setatah Village, Meranti Islands Regency, Riau Rahmanda, Melysa; Feliatra, Feliatra; Nursyirwani, Nursyirwani
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol. 30 No. 2 (2025): June
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jpk.30.2.212-218

Abstract

Blood clams are soft-bodied animals that live sessile and obtain food by filtering (filter feeders). This results in many microorganisms accumulating in the body of the blood clams, one of which is the coliform bacteria group. Coliform bacteria are divided into two types, namely fecal coliform and non-fecal coliform. Fecal coliform comes from animal and human feces, such as Escherichia coli. According to SNI 01-7388-2009, the MPN value of E. coli bacteria for fresh Mollusca, Crustaceans, and Echinodermata is <3/g. This study aimed to calculate the density of E. coli bacteria in blood clams. This study was conducted from December 2024 to February 2025. Sampling was conducted at the lowest ebb with one transect consisting of 3 plots measuring 1 × 1m². The MPN method is a method for analyzing coliform bacteria and E. coli. The results of the estimation test obtained at station 1, namely the Tebing Dian Beach Area, ranged from 7-10 MPN/g with an average of 12.6 MPN/g and station 2, namely the "Cinta Mangrove" Tourism Area, ranged from 4-15 MPN/g with an average of 10 MPN/g. While the results of the estimation test obtained at station 1 ranged from 3-4 MPN/g with an average of 2.3 MPN/g, stations 2 ranged from 3 MPN/g with an average of 1.0 MPN/g. These results indicate that the abundance of E. coli bacteria in blood clams does not exceed the quality standards set based on SNI 01-7388-2009
Co-Authors ', Afrimansyah A.E.T.H. Wahyuni A.E.T.H. Wahyuni Afrimansyah &#039; Agnesia Endamg Tri Hastuti Wahyuni Agnesia Endang Tri Hastuti Wahyuni Alfarisy, M. Phyto Alfiati Silfi Andhini, Nadia Andrei Putra Zirma Anisa Qoriman Apriliani Indrawati Putri Aras Mulyadi Arman Effendi Asri, Zainul B.A. Moestomo Bachar, Sutan Barbara, Shanta Batubara, Ummi Mardhiah Bintal Amin BP, Valentina Dian Christine M Situmeang Claudia, Kristiwany Mayneke Darmawan, Ernanda P. Desi Anggreni Dessy Yoswati Dessy Yoswaty Desy Mutia Sari Devi Puspita Dewita Dewita Efriyeldi, Efriyeldi Elfis Suanto Elizal, Elizal Elkana Gabariel Fachry Abda El Rahman Fakhrurozi, Fakhrurozi Fathoni, Ahmad Yusron Feliatra Feliatra, Feli Feliatra, Pamela Isya Ferdana, Gilang Fiki Harjuni Furqan, M. Alief Gavion Roston Sitepu Gina Ulfa Fitria Gunova, M Taufik Gunova, M. Taufik Gustina, Julia Gustina, Lenny Halima, Asyatul Hanies Ambarsari Hanifa, Zurya Haura, Sari R. Al Ida Rahayu Simanjuntak, Ida Rahayu Iesje Lukistyowati Indri Wahyuni Irvina Nurachmi Irwan Effendi Irwan Irwan Joko Samiaji Julians, Rizky Fajar Kathy Copper Amolle Lazuardi Lazuardi Lazuardi Umar Lestari, Anggi Lola Pitaloka br Barus Mahdiyah, Evfi Mahmudah, Dewi A. Mardalisa, Mardalisa Meiji Nurdiansyah Miptahul Huda Wassyukur Monika, Siska Mubarak Mubarak Mubarak Mubarak Muhammad Hafiz Perdana Muhammad Hafizh Muhammad Razali Mursawal, Asri Musrifin Galib Nainggolan, Robby Netti Aryani Nur Azizah Nursyafni Nanggola Oktavia, Dewi Asmiati Pakpahan, Deni Panjaitan, Grace P Povy Hutabarat Pratama, Bima Purba, Paedo Yayaki Puspita, Devi Putra, Rajiv R. Putri Ayu Putri, Redila Putri, Redila Aprilivia Putri, Resty Fauziah Rahmanda, Melysa Ramadhan, Ragiel Rinno Ferryno Roiman Pakpahan Ronal Kurniawan Saharudin Saharudin Sarbaini &#039; Sari, Desy Mutia Shaumi, Nurul Silitonga, Lamtiur Rotua Sinuraya, Tri Setia Darma Sophia Rahmah Saleha Sri Melinda Citra Sri Wahyuni Sufaidah, Siti Nur Suparmi Suparmi Syafri Syafri Syafruddin Nasution Syahada, Melania Syahril Nedi Syahrul Syahrul Thamrin Thamrin Thamrin Thamrin Tjipto Leksono Triyanto . Triyanto Triyanto Triyanto Triyanto Ummi Mardiah Batubara Usman Muhammad Tang Utami, Rahma I. Valentina Dian W. Asmara W. Asmara Widantari, Meilya Widya Asmara Windarti Windarti Wiya, Siti Ada WULANDARI, APRILIA Yahya Benardus Sihombing Yanti, Della Hijri Yoswati, Dessy Yulhadis Yulhadis Yulinda, Three Yuni Fitria Yurestira, Ilham Yusni Ikhwan Siregar Zebua, Abdi Hikmat Petra Zevira, Bella Permata Zhilalul Huda Zulkifli Zulkifli