Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search
Journal : Vegetalika

Identifikasi Karakteristik dan Fungsi Tanaman Hias untuk Taman Rumah di Dataran Medium dan Dataran Rendah Her Anggara Febriarta, Endang Sulistyaningsih, Siti Nurul Rofiqo Irwan
Vegetalika Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.1380

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik fisik dan hortikultura tanaman hias, mengetahui fungsi tanaman hias pada taman pekarangan di dataran medium dan dataran rendah, dan mengetahui persepsi dan preferensi pemilik rumah terhadap karakteristik tanaman hias. Lokasi penelitian ini adalah Perumahan Dataran Medium Perwita Wisata dan Perumahan Dataran Rendah Perwita Asri.Pada kedua lokasi tersebut diinventarisasi dan diidetifikasi karakteristik fisik dan hortikulturanya. Seluruh elemen lunak dan keras dipetakan dalam sketsa taman rumah. Persepsi dan preferensi penghuni rumah diketahui melalui kuesioner. Hasil diinventarisasi dan diidetifikasi digunakan untuk mengetahui karakteristik fisik dan karakteristik hortikultura. Hasil sketsa taman rumah digunakan untuk mengetahui fungsi taman rumah. Sedangkan hasil kuesioner digunakan untuk mengetahui persepsi dan preferensi penghuni rumah terhadap taman rumah yang ada.Di taman rumah di Perumahan Dataran Medium terdapat 8 jenis tanaman hias pohon, 4 jenis tanaman hias perdu, 11 jenis tanaman hias semak, 2 jenis tanaman hias penutup tanah dan 1 rumputan. Di taman rumah di Perumahan Dataran Rendah terdapat 3 jenis tanaman hias pohon, 2 jenis tanaman hias perdu, 18 jenis tanaman hias semak, 2 jenis tanaman hias penutup tanah, dan 1 rumputan. Karakteristik fisik tanaman hias yang mendominasi di Perumahan Dataran Médium dan Perumahan Dataran Rendah adalah tanaman mangga (Mangifera indica L). Karakteristik hortikultura yang mendominasi di Perumahan Dataran Medium dan Perumahan Dataran Rendah adalah kebutuhan penyinaran intensif, penyiraman non-intensif, dan kelembaban rendah. Fungsi tanaman hias yang mendominasi di Perumahan Dataran Medium adalah pengontrol iklim mikro. Sedangkan fungsi tanaman hias yang mendominasi di Perumahan Dataran Rendah adalah nilai keindahan. Preferensi/ rekomendasi penghuni rumah di Perumahan Dataran Medium terhadap taman rumah adalah sudah sesuai karena taman rumah yang ada sudah memenuhi unsur-unsur dan prinsip desain lanskap, serta fungsi yang sesuai dengan wilayah perumahan dataran medium. Sedangkan penghuni rumah di Perumahan Dataran Rendah adalah kurang sesuai karena taman rumah yang ada kurang memenuhi unsur-unsur dan prinsip desain lanskap, serta fungsi yang sesuai dengan wilayah perumahan dataran rendah.
Identifikasi dan Penilaian Visual Tanaman Hias di Kawasan Gembira Loka Yogyakarta Septiana Purwanti, Dody Kastono, Siti Nurul Rofiqo Irwan
Vegetalika Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.1390

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan inventarisasi tanaman hias di kawasan Kebun Binatang Gembira Loka Yogyakarta, melakukan penilaian visual tanaman hias di kawasan Kebun Binatang Gembira Loka Yogyakarta, dan memberikan rekomendasi pengembangan Kebun Binatang Gembira Loka Yogyakarta. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Binatang Gembira Loka Yogyakarta, pada bulan September-Desember 2010, dengan menggunakan metode  transect line, kemudian dilanjutkan dengan metode survei. Dari inventarisasi yang dilakukan, didapatkan 44 jenis tanaman yang terdiri atas 24 jenis pohon, 7 jenis perdu, 5 jenis semak, serta 8 jenis penutup tanah dan rumput. Hasil identifikasi karakter fisik dan hortikultura menunjukkan bahwa tanaman hias di Gembira Loka sesuai untuk ditanam di Gembira Loka. Berdasarkan kuisioner yang disebarkan, keindahan lingkungan di Gembira Loka memiliki rata-rata nilai 3 (biasa saja), begitu juga dengan keindahan tanamannya sehingga dibutuhkan pemeliharaan yang intensif supaya keindahannya meningkat. Tempat yang menimbulkan aroma tidak sedap dari kandang hewan (seperti pada titik pengamatan 13), perlu ditambahkan tanaman yang memiliki kelebihan pada aroma sehingga dapat menyamarkan aroma tidak sedap dari kandang hewan.
Kajian Fungsi Tanaman Lanskap di Jalur Hijau Jalan Laksda Adisucipto, Urip Sumoharjo, dan Jendral Sudirman Yogyakarta Afni Riddati Narendreswari, Sri Trisnowati, dan Siti Nurul Rofiqo Irwan
Vegetalika Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (688.877 KB) | DOI: 10.22146/veg.4010

Abstract

INTISARIPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tanaman hias di jalur hijau jalan Laksda Adisucipto, Urip Sumoharjo, dan Jendral Sudirman, mengetahui fungsi dan kesesuaian sebagai tanaman lanskap dan identitas budaya Yogyakarta, serta memberikan rekomendasi pengembangan jalur hijau. Kesesuaiannya sebagai fungsi tanaman lanskap dilihat dari fungsi visual control, physical barriers, climate control, erosion control, wildlife habitats, dan aesthetic value. Kesesuaiannya sebagai identitas budaya dilihat dari pohon yang mewakili budaya lokal Yogyakarta. Penelitian dilaksanakan dalam 4 tahap yaitu observasi secara visual, investigasi (identifikasi tanaman, pemetaan tanaman serta penilaian fungsi tanaman), analisis data secara deskriptif, dan rekomendasi pengembangan jalur hijau jalan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 34 jenis tanaman terdiri dari 11 jenis pohon, 8 jenis perdu, 10 jenis semak, 5 jenis penutup tanah, dan 4 jenis tanaman merambat. Fungsi tanaman dalam lanskap dan fungsi tanaman dalam ruang mencapai nilai optimum pada jalur hijau yang ada di sekitar rumah sakit Bethesda. Pohon lokal sebagai identitas budaya yang didapatkan adalah pohon asam jawa (Tamarindus indica) dan pohon tanjung (Mimusoph elengi).Kata kunci : jalur hijau jalan, fungsi tanaman, identitas budaya
Jenis dan Fungsi Tanaman di Jalur Hijau Jalan Affandi, Jalan Laksda Adisucipto, Jalan Babarsari, Jalan Perumnas Seturan, dan Jalan Ring Road Utara (ALABSeRi), Yogyakarta Ahmad Irfan Syahindra, Sri Trisnowati, dan Siti Nurul Rofiqo Irwan
Vegetalika Vol 3, No 4 (2014)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.639 KB) | DOI: 10.22146/veg.5758

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi vegetasi di sepanjang Jalan Affandi, Jalan Laksda Adisucipto, Jalan Babarsari, Jalan Perumnas Seturan, dan Jalan Ring Road Utara (ALABSeRi), mengkaji fungsi estetika dan peneduh penghijau jalan di sepanjang ALABSeRi, dan membuat rekomendasi penataan penghijauan jalan yang nyaman dan estetis. Penelitian ini mulai dari persiapan, pengambilan data sampai olah data dilaksanakan di sepanjang ALABSeRi pada bulan Juli - Desember 2012, dengan menggunakan metode  transect line, kemudian dilanjutkan dengan metode survei. Dari identifikasi yang dilakukan, didapatkan 32 jenis tanaman yang terdiri atas 16 jenis pohon, 4 jenis perdu, dan 12 jenis semak. Berdasarkan kuisioner yang disebarkan, rasa keindahan lingkungan di sepanjang ALABSeRi memiliki rata-rata nilai 3 (biasa saja), rasa kenyamanan memiliki rata-rata nilai 2 (tidak nyaman), rasa sejuk dan panas memiliki rata-rata nilai 2 (panas), dan keteduhan lingkungan di sepanjang ALABSeRi memiliki rata-rata nilai 3 (tidak teduh). Oleh karena itu di Jalur Hijau ALABSeRi membutuhkan penataan dan pemilihan jenis tanaman supaya keindahan dan kenyamanannya meningkat.Kata kunci: ALABSeRi, identifikasi, fungsi estetika dan peneduh
Kajian Fungsi Ruang Hijau Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada Zulham Aaron Mochamad, Rohlan Rogomulyo, dan Siti Nurul Rofiqo Irwan
Vegetalika Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (770.692 KB) | DOI: 10.22146/veg.6419

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis vegetasi dan fungsi ruang hijau Fakultas Pertanian (FPN) Universitas Gadjah Mada (UGM), mengetahui pendapat dan keinginan civitas akademika Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada tentang pengembangan taman kampus pertanian, dan membuat konsep pengembangan ruang hijau Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada sebagai taman kampus pertanian. Fungsi ruang hijau yang diamati adalah fungsi pendidikan, pengendali iklim mikro, identitas (Lokal Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Kampus Pertanian), produksi, estetika, sosial, dan habitat satwa. Penelitan dilakukan dengan 3 tahap, yaitu observasi dan pengumpulan data (fisik dan sosial), analisis data, dan pembuatan konsep pengembangan ruang hijau Fakultas Pertanian UGM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 95 jenis tumbuhan yang terdiri dari 58 jenis pohon, 18 jenis perdu, 12 jenis semak, dan 7 jenis tanaman penutup tanah. Civitas akademika FPN UGM berpendapat bahwa fungsi ruang hijau FPN UGM sebagai pengendali iklim mikro dan habitat satwa cukup baik. Fungsi pendidikan, identitas (lokal DIY dan kampus pertanian), produksi, estetika, dan sosial di ruang hijau FPN UGM masih kurang baik dan perlu dikembangkan. Pengembangan yang perlu dilakukan berupa penataan dan penambahan elemen lanskap (vegetasi dan elemen perkerasan) yang mendukung setiap fungsi. Konsep pengembangan ruang hijau FPN UGM meliputi konsep ruang, tipe aktivitas, vegetasi dan elemen perkerasan. Konsep ruang meliputi ruang penerimaan, ruang aktivitas aktif dan pasif, dan ruang penyangga. Ruang penerimaan merupakan pintu masuk menuju area ruang hijau FPN direncanakan memiliki fasilitas parkir, papan informasi FPN, dan tempat duduk. Vegetasi yang ditanami adalah vegetasi yang berfungsi terutama sebagai pengendali iklim mikro dan identitas kampus pertanian. Ruang aktivitas direncakan memiliki fasilitas shelter, tempat duduk, meja, koneksi wifi, dan sambungan listrik. Vegetasi pada area ini dipilih yang terutama memiliki fungsi pengendali iklim mikro, habitat satwa, pendidikan, dan estetika, seperti Sengon buto (Enterolobium cyclocarpum), Sawo bludru (Chrysophyllum cainito L),  Kembang merak (Caesalpinia pulcherrina), Bunga asar (Mirabilis jalapa). Ruang penyangga dipergunakan sebagai pendukung zona aktivitas dan konservasi taman agar ekosistem tetap terjaga. Vegetasi pada area ini adalah vegetasi yang memiliki fungsi utama sebagai pengendali iklim mikro, identitas, dan habitat satwa, seperti Sirsak (Annona muricata), Sawo (Manilkara zapota), Srikaya (Annona squamosa), dan Jambu darsono (Eugenia malaccensis).Kata kunci : Ruang Terbuka Hijau, Ruang Hijau, Ruang Terbuka Hijau Kampus
Alternatif Pohon Buah untuk Penghijauan Permukiman Perkotaan Berdasarkan Pendugaan Tingkat Keindahan dan Pendapat Masyarakat di Kelurahan Rejowinangun, Yogyakarta Cut Annisa Nabila; Siti Nurul Rofiqo Irwan; Budiastuti Kurniasih; Erlina Ambarwati
Vegetalika Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1009.412 KB) | DOI: 10.22146/veg.31978

Abstract

Minat masyarakat Permukiman Rejowinangun Yogyakarta terhadap penanaman pohon buah untuk alternatif tanaman penghijauan, sebagai bagian dari pengembangan lanskap produktif, cukup tinggi. Penelitian bertujuan mengetahui pendapat masyarakat mengenai penghijauan permukiman perkotaan dengan pohon buah serta mengetahui tingkat keindahan alternatif pohon buah. Metode penelitian dilakukan dengan metode survei pengambilan data secara stratified purposive sampling dan analisis Scenic Beauty Estimation (SBE). Penelitian dilaksanakan di Kelurahan Rejowinangun Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukkan, sebagian besar masyarakat setuju terhadap pelaksanaan penghijauan dengan pohon buah dengan memperhatikan teknis penanaman pohon. Pengetahuan masyarakat Rejowinangun terhadap buah lokal Yogyakarta di sekitar jalan sekunder sebesar 11,11%, jalan tersier sebesar 21,48%, dan jalan kuarter sebesar 20%. Alternatif pohon buah untuk penghijauan jalan dengan nilai SBE tertinggi yaitu jambu air (Eugenia aquea; 67,61), kepel (Stelechocarpus burahol; 67,22), dan jambu dersono (Syzygium malaccense; 61,13).
Konsep Perencanaan Taman Museum Kars Indonesia Wonogiri, Jawa Tengah Berdasarkan Potensi Tanaman Lokal Maharsadi Mahfud Amarulaziz; Siti Nurul Rofiqo Irwan; Rohlan Rogomulyo
Vegetalika Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (909.933 KB) | DOI: 10.22146/veg.33556

Abstract

Penelitian ini bertujuan menginventarisasi dan mengidentifikasi tanaman lokal yang berada di sekitar Museum Kars Indonesia dan memberikan konsep perencanaan taman yang berbasis pada pemanfaatan tanaman lokal. Penelitian ini dilakukan dengan metode survei menggunakan teknik pengambilan data purposive sampling dan wawancara mendalam. Wawancara dilakukan dengan narasumber yang dinilai memiliki pengetahuan yang cukup tentang kondisi lahan Museum Kars Indonesia dan kawasan disekitarnya, mengetahui jenis-jenis tanaman lokal di kawasan museum beserta potensi yang dimiliki dalam upaya pengembangan kualitas lanskap taman Museum Kars Indonesia. Wawancara dilakukan di sekitar kawasan museum yang memiliki karakter fisik lahan yang menyerupai kondisi lahan di area Taman Museum Kars Indonesia. Hasil dari penelitian ini menunjukkan pada kawasan Museum kars Indonesia terdapat 47 jenis tanaman lokal yang terdiri dari 34 jenis pohon, dan 13 jenis perdu dan semak. PadaTaman Museum Kars Indonesia terdapat 21 jenis tanaman yang terdiri dari 13 jenispohon dan 8 jenis perdu dan semak. Tanaman lokal di kawasan Museum Kars Indonesiamemiliki potensi berupa tanaman bunga untuk meningkatkan keindahan dan variasiwarna, potensi produksi buah yang dapat meningkatkan nilai tambah taman dan dayatarik pengunjung, variasi bentuk, warna dan ukuran tajuk tanaman yang dapatdimanfaatkan untuk membentuk pola tanaman yang teratur, berimbang dan beriramaserta keberagaman tanaman yang dapat menghasilkan keanekaragaman hayati(Biodiversity) dari segi tanaman maupun sebagai habitat satwa. Dengan adanyapenelitian ini diharapkan dapat menjadi pertimbangan pihak pengelola museum untukmeningkatkan kualitas taman museum menjadi lebih baik.
Fungsi Vegetasi sebagai Pengendali Iklim Mikro dan Pereduksi Suara di Tiga Taman Kota DKI Jakarta Fauzan Erawan Pratama; Siti Nurul Rofiqo Irwan; Rohlan Rogomulyo
Vegetalika Vol 10, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.39112

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari tutupan kanopi tanaman di taman kota serta pengaruhnya terhadap pengendalian iklim mikro dan pereduksi suara, dan mempelajari komposisi vegetasi yang terdapat di taman kota. Lokasi penelitian terletak di tiga taman kota, yaitu Taman Ayodya, Taman Menteng dan Taman Cattleya. Ketiga taman dipilih secara purposive sebagai sampel untuk mewakili ruang terbuka hijau (khususnya taman) yang ada di DKI Jakarta. Metode penelitian ini adalah metode survei, data yang diperoleh dianalisis menggunakan T-test student dengan signifikasi 95%. Pengumpulan data dilakukan dengan cara pengamatan di lapangan dan studi literatur, pada bulan November 2017 - Januari 2018. Variabel yang diamati di lapangan meliputi rasio penutupan kanopi, bentuk vegetasi, iklim mikro ,tingkat kebisingan, dan pendapat masyarakat tentang kondisi iklim mikro dan kebisingan. Hasil penelitian menunjukan mayoritas tanaman yang terdapat di Taman Ayodya, Taman Menteng, dan Taman Cattleya adalah pohon, baik yang bersifat  pengarah, peneduh, pembatas ataupun estetis. Persentase penutupuan kanopi yang terdapat di Taman Ayodya, Taman Menteng dan Taman Cattleya termasuk kategori penuh, rata-rata persentase penutupan kanopi pada masing-masing taman yaitu 85,06%, 87,21% dan 81,97%. Komposisi dan sruktur vegetasi serta kondisi penutupan kanopi di Taman Ayodya, Taman Menteng, dan Taman Cattleya,  dapat menurunkan suhu sebesar 4°C dan mereduksi kebisingan sebesar 14 dB. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi mengenai komposisi vegetasi di Taman Ayodya, Taman Menteng, dan Taman Cattleya dan sebagai salah satu rekomendasi kepada pemerintah daerah dan pihak terkait mengenai penerapan tata hijau taman di Jakarta khususnya fungsi ekologis
Pemilihan Alternatif Pohon Buah Untuk Penghijauan Berdasar Karakteristik Tanaman Dan Kesesuaian Lahan Di Area Perkantoran Pemda Bantul, Manding, Yogyakarta Yogyaning Kartiko Atmojo; Siti Nurul Rofiqo Irwan; Rohlan Rogomulyo
Vegetalika Vol 7, No 4 (2018)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1013.122 KB) | DOI: 10.22146/veg.41176

Abstract

Pohon buah dapat digunakan sebagai alternatif penghijauan di area perkantoran untuk menambah fungsi tanaman dalam penghijauan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan seleksi alternatif pohon buah untuk penghijauan berdasarkan karakteristik tanaman perkantoran dan kesesuaian lahan di area perkantoran Pemda Bantul. Penelitian ini dilakukan dengan survei lokasi existing, pengambilan sampel tanah dengan simple random sampling dilakukan agar mendapat sampel tanah yang sesuai dengan lokasi program revitalisasi dinas Lingkungan Hidup. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pohon buah yang sesuai untuk dimanfaatkan sebagai penghijauan di area Perkantoran Pemda Bantul dengan memperhatikan zona aktivitas tamu atau pengunjung perkantoran. Alternatif pohon buah pada zona penerimaan antara lain Asam Jawa (Tamarindus indica), Kepel (Stelechocarpus burahol), Duku (Lansium domesticum). Kemudian pada zona inti aktivitas direkomendasikan alternatif pohon buah Lengkeng (Euphoria longan), Sawo Duren (Chrysophyllum cainito), Jamblang (Syzygium cumini), dan Kapulasan (Nephelium mutabile). Selanjutnya pada zona fasilitas masyarakat direkomendasikan alternatif pohon buah Jambu dersono (Eugenia malaccensis), dan Duku (Lansium domesticum)
Fungsi Ekologis Vegetasi Taman Denggung Sleman sebagai Pengendali Iklim Mikro dan Peredam Kebisingan Alun Erdianto; Siti Nurul Rofiqo Irwan; Dody Kastono
Vegetalika Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (679.987 KB) | DOI: 10.22146/veg.41374

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fungsi ekologis vegetasi sebagai pengendali iklim mikro dan peredam kebisingan, menganalisis jenis vegetasi Taman Denggung serta membuat rekomendasi tata hijau Taman Denggung berdasarkan aspek fungsi ekologisnya. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April hingga Juli 2018 di Taman Denggung, Desa Tridadi, Kecamatan Sleman, Kabupaten Sleman, Provinsi DIY. Studi ini menggunakan metode survei dengan pengambilan data lapangan dan analisis deskriptif untuk tujuan fungsi pereduksi kebisingan, pemecah angin, dan penurun suhu di Taman Denggung. Hasil inventarisasi dianalisis berdasarkan kriteria fungsi ekologis yang kemudian dibandingkan dengan literatur. Teknik penilaian fungsi ekologis menggunakan rumus Key Performance Index (KPI) untuk memberi nilai pada masing-masing kriteria. Keberadaan vegetasi berupa pohon di Taman Denggung mampu mereduksi kebisingan sebesar 8,6 dBA, mengurangi suhu sebesar 2,25 °C dan meningkatkan kelembaban udara sebesar 5,3 % serta mampu memperlambat kecepatan angin sebesar 0,60 m/s. Jenis vegetasi di Taman Denggung yang memiliki karakteristik morfologi baik sebagai peredam kebisingan 57,47 %, sebagai penurun suhu 57,34 %, sebagai kontrol kelembaban udara 38,53 %, dan sebagai penahan angin 95,41 %.