Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Edukasi Pijat Oksitosin Dan Marmet Untuk Peningkatan Hormon Prolaktin Dalam Kelancaran ASI Pada Ibu Hamil Trimester III Di Wilayah Kerja Puskesmas Langsa Baro Kota Langsa Emilda Alamsyahbudin; Nora Veri; Magfirah Magfirah; Cut Mutiah
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 4 Nomor 3 Juni 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i3.3853

Abstract

ABSTRAK Usaha untuk merangsang hormone prolaktin dan oksitosin pada ibu setelah melahirkan selain dengan memeras ASI bisa dilakukan dengan melakukan perawatan atau pemijatan payudara, membersihkan putting, sering-sering menyusui bayi meskipun ASI belum keluar, menyusui dini dan teratur serta pijatan oksitosin. Pada sebagian ibu mungkin saja terjadi kesulitan pengeluaran ASI, namun lebih banyak ibu yang terpengaruh mitos sehingga ibu tidak yakin bisa memberikan ASI pada bayinya. Perasaan ibu yang tidak yakin bisa memberikan ASI pada bayinya akan menyebabkan penurunan hormone oksitosin sehingga ASI tidak dapat keluar segera setelah melahirkan dan akhirnya ibu memutuskan untuk memberikan susu formula pada bayinya. Tujuan kegiatan adalah meningkatkan pengetahuan ibu hamil trimester III tentang pijat oksitosin dan marmet untuk mempersiapkan masa menyusui. Metode pengabdian yang digunakan dalam kegiatan ini adalah program pendidikan masyarakat melalui edukasi pijat oksitosin dan marmet. Hasil pengabdian kepada masyarakat yang telah dilakukan oleh Dosen Prodi Kebidanan Langsa pada tanggal 23 s/d 25 September 2020 yaitu 100% (45 orang) peserta hadir dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini, 84,4% (38 orang) peserta memahami kegiatan pelaksanaan pengabmas ini dengan baik, 91,1% (41 orang) peserta dapat melakukan pijat oksitosin dengan baik dan 84,4% (38 orang) peserta dapat melakukan teknik marmet dengan baik. Kata Kunci : Pijat Oksitosin, Pijat Marmet, Kelancaran ASI  ABSTRACT Efforts to stimulate the hormones prolactin and oxytocin in mothers after childbirth apart from expressing breast milk can be done by performing breast care or massage, cleaning the nipples, frequently breastfeeding the baby even though the milk has not come out, breastfeeding early and regularly, and massage oxytocin. Some mothers may have difficulty expressing breast milk, but more mothers are influenced by myths so that mothers are not sure that they can breastfeed their babies. Feelings of mothers who are not sure that they can give breast milk to their babies will cause a decrease in the hormone oxytocin so that milk cannot be released immediately after giving birth and finally the mother decides to give formula milk to her baby. The aim of the activity is to increase the knowledge of third-trimester pregnant women about oxytocin and marmet massage to prepare for breastfeeding. The service method used in this activity is a community education program through oxytocin and marmet massage education. The results of community service that have been carried out by the Langsa Midwifery Study Program lecturers on 23 to 25 September 2020, namely 100% (45 people) of participants attended this community service activity, 84.4% (38 people) of participants this community service activity. understood well, 91.1% (41 people) of participants could do the oxytocin massage well and 84.4% (38 people) of participants could do the marmet technique well. Keywords: Oxytocin Massage, Marmet Massage, Smoothness of breast milk
Upaya Menurunkan Keluhan Masa Menopause Melalui Pemanfaatan Seduhan Biji Adas Nora Veri; Cut Mutiah; Magfirah Magfirah; Emilda Alamsyah; Fazdria Fazdria
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 4 Nomor 3 Juni 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i3.3775

Abstract

ABSTRAK Kesehatan sebagai salah satu wujud upaya pembangunan kesehatan nasional yang diarahkan guna tercapainya derajat kesehatan optimal. Dengan kesadaran, kemauan dan kemampuan untuk hidup sehat bagi setiap penduduk. Salah satunya meningkatkan derajat kesehatan wanita menopause. Menopause dapat menyebabkan masalah fisik maupun psikis. Secara psikis atau yang lebih dikenal sindrom menopause. Sindrom menopause dapat dikurangi dengan tanahan fitoestrogen, salah satunya adalah adas. Tujuan kegiatan pengabdian dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan wanita menopause dalam menurunkan keluhan melalui pemanfaatan seduhan adas. Metode pelaksanaan adalah dengan mengukur derajat keluhan melalui kuesioner Menopausal Rating Scale (MRS) dan dilanjutkan dengan edukasi tentang pemanfaatan seduhan adas yang dilakukan pada 60 orang wanita menopause. Hasil kegiatan diperoleh bahwa mayoritas wanita menopause mengalami keluhan derajat ringan 27 orang (45%), keluhan sedang 26 orang (43,33%), keluhan tidak ada/sedikit 7 orang (11,67%). Pengetahuan tentang menopause dan pemanfaatan ada meningkat dari sbeleum diberi edukasi dengan rata 5,2 dan setelah diberi edukasi menjadi 7,3.Kata Kunci : Menopausal Rating Scale, Adas, MenopauseABSTRACTHealth as a form of national health development efforts aimed at achieving an optimal health degree. With awareness, willingness and ability to live healthily for every resident. One of them is to increase the health status of menopausal women. Menopause can cause physical and psychological problems. Psychologically or better known as menopause syndrome. Menopausal syndrome can be reduced by plant containing of phytoestrogen, one of which is fennel. The purpose of this service activity is to increase the knowledge of menopausal women in reducing complaints through the use of fennel steeping. The method of implementation is to measure the degree of complaint through the Menopausal Rating Scale (MRS) questionnaire and followed by education on the use of fennel steeping which was carried out on 60 menopausal women. The results showed that the majority of menopausal women experienced mild complaints of 27 people (45%), 26 people had moderate complaints (43.33%), 7 people had no / little complaints (11.67%). Knowledge about menopause and utilization has increased from prior to being given education by an average of 5.2 and after being given education to 7.3. Keywords: Menopausal Rating Scale, Fennel, Menopausal
Edukasi Paket Pelayanan Awal Minimum (PPAM) Untuk Kesehatan Reproduksi Dalam Situasi Darurat Bencana Pada Bidan Desa Di Kecamatan Langsa Lama Kota Langsa Nora Veri; Cut Mutiah; Alchalidi Alchalidi; Baharuddin Baharuddin
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v3i2.3357

Abstract

Indonesia adalah salah satu negara yang rawan bencana di dunia. Berlokasi di Pacific Ring of Fire, Indonesia sering menghadapi situasi darurat bencana seperti gempa bumi, tsunami, gunung berapi, banjir, tanah longsor, kemarau dan kebakaran hutan yang sering kali menimbulkan dampak buruk. Dalam situasi darurat bencana, kebutuhan akan kesehatan reproduksi sering kali terabaikan. Risiko komplikasi pada perempuan ketika melahirkan dapat meningkat, karena terpaksa harus melahirkan tanpa bantuan tenaga kesehatan terlatih. Risiko terhadap kekerasan seksual, kehamilan yang tidak diinginkan dan penularan infeksi HIV dapat juga terjadi dalam situasi bencana. Ketersediaan layanan kesehatan reproduksi pada situasi bencana akan menyelamatkan jiwa. Penyediaan pelayanan kesehatan reproduksi melalui Paket Pelayanan Awal Minimum (PPAM) Kesehatan Reproduksi dapat membantu mengurangi risiko yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi pada situasi darurat bencana. Tujuan kegiatan adalah Meningkatkan pemahaman Bidan Desa, kader, wanita usia subur melalui edukasi tentang PPAM untuk Kesehatan Reproduksi dalam situasi darurat bencana di Desa Merandeh Kec. Langsa Baro dan Gampong Jawa Kec. Kota Langsa. Metode yang digunakan adalah program pendidikan masyarakat melalui edukasi tentang PPAM untuk Kesehatan Reproduksi dalam situasi darurat bencana pada bidan desa. Berdasarkan hasil yang diperoleh, maka terdapat perbandingan nilai rata-rata pengetahuan bidan desa antara sebelum dan sesudah edukasi tentang PPAM dilakukan. Terdapat peningkatan pengetahuan bidan desa setelah diberikan edukasi dari 7,1 menjadi 9,4. 
Sosialisasi SOP dan Tools Pemantauan MTBS Usia Kurang dari 2 Bulan Terhadap Peningkatan Pelayanan Kunjungan Neonatal (KN) Oleh Bidan Desa Di Wilayah Puskesmas Kota Langsa Magfirah Magfirah; Nora Veri; Cut Mutiah; Emilda Alamsyahbudin; Idwar Idwar
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 4 Nomor 3 Juni 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i3.3848

Abstract

ABSTRAK Berbagai upaya telah dilakukan untuk dapat melaksanakan Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS) di pelayanan kesehatan. Salah satunya melalui pelatihan yang dilaksanakan diberbagai daerah. Pada umumnya pelatihan dapat meningkatkan kinerja tenaga kesehatan, namun sangat membutuhkan pengawasan yang efektif. Berbagai model pengawasan MTBS telah dicoba secara global, tetapi masih belum jelas model pengawasan yang mana lebih cocok untuk pelaksanaan MTBS. Bidan desa di wilayah kerja puskesmas kota Langsa sudah pernah mendapatkan pelatihan tentang MTBS, dengan demikian sangat dibutuhkan evaluasi penerapan Standar Opeasional Prosedur (SOP) dan Tools pemantauan MTBS tersebut terhadap peningkatan pelayanan kunjungan neonatal (KN). Tujuan Kegiatan adalah menilai pengetahuan dan pelaksanaan MTBS pada bayi muda kurang dari 2 bulan sesuai SOP serta penerapan Tools Pemantauan MTBS terhadap peningkatan pelayanan kunjungan neonatal (KN). Metode atau bentuk kegiatan yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah sosialisasi dan demonstrasi pengisian formulir MTBS sesuai SOP, penggunaan Tools pemantauan oleh bidan koordinator. Berdasarkan hasil pengabdian masyarakat yang didapatkan, bidan desa memiliki pengetahuan baik yaitu (89,9%) pelaksanaan penerapan MTBS udah sesuai SOP sebanyak 82%.Tools pemantauan sudah sesuai dengan SOP yaitu (80%) Kata Kunci: SOP, Tools pemantauan MTBS, Bidan Desa.  ABSTRACT Various efforts have been made to be able to implement Integrated Management of Sick Toddlers (IMCI) in health services. One of them is through training which is carried out in various regions. In general, training can improve the performance of health workers, but it really needs effective supervision. Various models of IMCI supervision have been tried globally, but it is unclear which one is more suitable for implementing IMCI. Village midwives in the work area of the Langsa city health center have received training on IMCI, so an evaluation of the implementation of Standard Operating Procedures (SOP) and IMCI monitoring tools is needed to improve neonatal visit services (KN). The objective of the activity is to assess the knowledge and implementation of IMCI in young infants less than 2 months old according to the SOP and the application of the IMCI Monitoring Tools to improve neonatal visit services (KN). The method or form of activity used in this community service is the socialization and demonstration of filling out the IMCI form according to the SOP, the use of monitoring tools by the coordinating midwife. Based on the results of community service obtained, village midwives have good knowledge, namely (89.9%) that the implementation of the implementation of IMCI is in accordance with the SOP as much as 82%. Monitoring tools are in accordance with the SOP, namely (80%) Keywords: SOP, MTBS monitoring tools, Village Midwives.
Pelatihan Pelaksanaan Pijat Bayi Kepada Ibu Yang Memiliki Bayi di Desa Pondok Keumuning, Pondok Kelapa dan Pondok Nias Fazdria Fazdria; Nora Veri; Cut Mutiah; Dewita Dewita
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Volume 4 Nomor 6 Desember 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i6.4518

Abstract

ABSTRAK Di Indonesia, meskipun sejarah pemijatan berawal dari nenek moyang masa lampau, namun pijat bayi yang diperkenalkan bukanlah pijat tradisional yang dilakukan oleh dukun bayi atau dukun pijat yang pijatannya tidak aman. Pijat bayi yang dimasyarakatkan adalah pijat modern yang memadukan antara ilmiah (kesehatan), seni, dan kasih sayang. Pijat bayi akan membuat bayi tidur lebih lelap dan meningkatkan kosentrasi kesiagaan (alertness) atau kosentrasi. Hal ini disebabkan pijatan dapat mengubah gelombang otak. Pengubahan ini terjadi dengan cara menurunkan gelombang alpha dan peningkatan gelombang beta, serta tetha yang dapat dibuktikan dengan penggunaan EEG (electro enchephalogram). Tujuan kegiatan adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu dalam melakukan pijat bayi di Desa Pondok Kelapa, Pondok Nias dan Pondok Kemuning Kec. Langsa Baro Kota Langsa. Metode pengabdian yang digunakan dalam kegiatan ini adalah program pendidikan masyarakat melalui edukasi dan pelatihan pijat bayi pada ibu bayi dan balita. Hasil pengabdian kepada masyarakat yang telah dilakukan oleh Dosen Prodi D-III Kebidanan Langsa pada tanggal 30 September s/d 2 Oktober 2020 didapatkan hasil mayoritas peserta pengabdian kepada masyarakat memiliki pengetahuan yang baik tentang pijat bayi yaitu sebanyak 17 orang (56,7%) dan mayoritas terampil dalam melakukan pijat bayi yaitu sebanyak 22 orang (73,3%). Kata Kunci : Pengetahuan, Keterampilan, Pijat Bayi  ABSTRACT In Indonesia, although the history of massage dates back to the ancestors of the past, the baby massage introduced is not a traditional massage performed by a baby shaman or a massage shaman whose massage is not safe. A popularized baby massage is a modern massage that blends scientific (health), art, and compassion. Baby massage will make the baby sleep better and increase alertness or concentration. This is because massage can alter brain waves. This conversion occurs by lowering alpha waves and increasing beta waves, as well as tetha which can be proven by the use of EEG (electroencephalogram). The purpose of the activity is to improve the knowledge and skills of mothers in performing baby massage in Pondok Kelapa Village, Pondok Nias, and Pondok Kemuning Kec. Langsa Baro Langsa City. The method of devotion used in this activity is a community education program through the education and training of baby massage in infants and toddler mothers. The results of community service that has been done by Lecturers of Prodi D-III Midwifery Langsa on September 30 to October 2, 2020, obtained the results of the majority of participants of community service have good knowledge about baby massage that is as many as 17 people (56.7%) and the majority are skilled in performing baby massage that is as many as 22 people (73.3%). Keywords: Knowledge, Skills, Baby Massage
Pemanfaatan Jeruk Bali (Citrus Grandis) Dan Jeruk Lemon (Citrus Limon) Terhadap Penurunan Mual Muntah Pada Ibu Hamil di Desa Karang Anyar Langsa Baro Kota Langsa Cut Mutiah; Nora Veri; Magfirah Magfirah; Fazdria Fazdria; Emilda AS; Abdurrahman Abdurrahman
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Volume 4 Nomor 6 Desember 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i6.4463

Abstract

ABSTRAKMual muntah merupakan hal yang paling sering dialami oleh ibu selama kehamilan Trimester I. Dari seluruh kejadian mual muntah, 60-80% terjadi pada primigravida dan 40-60% pada multigravida. Sedangkan frekuensi ibu yang hanya mengalami mual sebanyak 27-30% dan muntah 28-52%. Jeruk bali dan Jeruk Lemon dapat dijadikan alternatif untuk mengatasi mual muntah selama kehamilan. Kandungan Flavonoid, B6 dan limonene yang dapat mengatasi mual muntah. Tujuan kegiatan pengabdian ini dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil dalam mengatasi mual muntah selama kehamilan di Desa Karang Anyar Kec. Langsa Baro. Metode pelaksanaan kegiatan diawali dengan mengukur frekuensi mual muntah dan pengetahuan menggunakan kuesioner dan selanjutnya memberikan edukasi pemanfaatan jeruk bali dan jeruk lemon kepada 20 orang ibu hamil trimester I. Hasil kegiatan diperoleh bahwa mayoritas frekuensi mual muntah ibu hamil mengalami penurunan dari 16 orang (80%) menjadi 2 orang (10%). Pengetahuan tentang cara mengatasi mual muntah dan pemanfaatan jeruk bali dan jeruk lemon meningkat dari sebelum diberi edukasi dengan rata 4,7 dan setelah diberi edukasi menjadi 8,7. Kata Kunci: Mual, muntah, jeruk bali, jeruk lemon ABSTRACTNausea and vomiting is the most common thing experienced by mothers during pregnancy trimester I. Of all incidents of nausea and vomiting, 60-80% occur in primigravidas and 40-60% in multigravidas. Meanwhile, the frequency of mothers who only experienced nausea was 27-30% and vomiting was 28-52%. Citrus Grandis and Citrus Limon can be used as an alternative to treat nausea and vomiting during pregnancy. The content of flavonoids, B6 and limonene that can treat nausea and vomiting. The purpose of this service activity is to increase the knowledge of pregnant women in overcoming nausea and vomiting during pregnancy in Karang Anyar Kec. Langsa Baro. The method of implementing the activity began by measuring the frequency of nausea and vomiting using a questionnaire and then providing education on the use of pomelo and lemon to 20 trimesters I pregnant women. to 2 people (10%). Knowledge of how to deal with nausea and vomiting and the use of citrus Grandis and citrus Limon increased from 4.7 before education and after education to 8.7 Keywords: Nausea, Vomiting, Citrus Grandis, Citrus Limon
Pengembangan Video Basic Life Support Terhadap peningkatan Keterampilan Warga Desa Paya Bujuk Beuramo, Kecamatan Langsa Barat, Kota Langsa Magfirah Magfirah; Nora Veri; Cut Mutiah; Dewita Dewita; Sri Wahyuni Ms; Barirah Madani; Kasad Kasad; Idwar Idwar
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 13, No 2 (2022): April 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf13254

Abstract

 Sudden cardiac arrest has become a major cause of morbidity and mortality, and is responsible for one-third of all deaths in Indonesia. Sudden heart attack has become a public health problem that is often encountered in the community. Currently, the treatment of cardiac arrest can not only be handled by health workers, but can also be handled by ordinary people and families. Cardiac arrest can be treated immediately by performing Basic Life Support (BLS). The purpose of this study was to determine the effect of developing Basic Life Support videos distributed via Whatsapp on the skills of Gampong residents of Paya Bujuk Beuramo Village, West Langsa District, Langsa City. The design of this study was a non-randomized post-test only with a control group. The sample in this study was 26 residents of Gampung Paya Bujuk Beuramo aged 20-45 years, selected by purposive sampling technique, which was then divided into an intervention group and a control group, each consisting of 26 people. BLS skills are measured by means of observation. Data were analyzed using independent sample t-test. The results of the analysis showed p value = 0.0001, so it was interpreted that there was a significant difference in BLS skills between the intervention group and the control group. Furthermore, it was concluded that the development of BLS videos was effective in improving the skills of citizens in carrying out BLS.Keywords: basic life support; videos, Whatsapp; skills ABSTRAK Serangan jantung mendadak telah menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas, serta bertanggung jawab atas sepertiga dari semua kematian di Indonesia. Serangan jantung mendadak telah menjadi masalah kesehatan masyarakat yang sering ditemui pada masyarakat. Saat ini penanganan terhadap henti jantung tidak hanya dapat ditangani oeh petugas kesehatan, tetapi juga dapat ditangani oleh orang awam dan keluarga. Henti jantung dapat ditangani segera dengan melakukan Basic life Support (BLS). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pengembangan video Basic Life Support yang disebarkan melalui Whatsapp terhadap keterampilan warga Gampong Desa Paya Bujuk Beuramo, Kecamatan Langsa Barat, Kota Langsa. Rancangan penelitian ini adalah non-randomized post-test only with control group. Sampel dalam penelitian ini adalah 26 warga Gampung Paya Bujuk Beuramo yang berusia 20-45 tahun, yang dipilih dengan teknik purposive sampling, yang selanjutnya dibagi menjadi kelompok intervensi dan kelompok kontrol, masing-masing terdiri atas 26 orang. Keterampilan BLS diukur dengan cara observasi. Data dianalisis menggunakan independent sample t-test. Hasil analisis menunjukkan nilai p = 0,0001, sehingga diinterpretasikan bahwa ada perbedaan keterampilan BLS secara signifikan antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Selanjutnya disimpulkan bahwa pengembangan video BLS efektif untuk meningkatkan keterampilan warga dalam melakakukan BLS.Kata kunci: basic life support; video, Whatsapp; keterampilan
Upaya Pemberdayaan Tim Palang Merah Remaja (PMR) melalui Pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) di Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kota Langsa Abdurrahman Abdurrahman; Cut Mutiah; Bustami Bustami; Amiruddin Amiruddin; Lina Lina; Fazdria Fazdria
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i12.8032

Abstract

ABSTRAK Menghadapi kondisi kegawatdaruratan seperti saat terjadinya kecelakaan, tersedak dan sebagainya, menuntut individu atau kelompok yang menemukan korban untuk memberikan pertolongan segera. Akan tetapi, jika penolong tidak mengetahui cara yang baik dan benar dalam memberikan bantuan hidup dasar maka bisa berakibat fatal pada korban. Penting untuk mengetahui pertolongan pertama sehingga bisa memberikan penanganan dasar langsung di tempat kejadian. Sebab, setiap kali kejadian bencana, petugas kesehatan sering kali datang terlambat ke lokasi bencana sehingga menyebabkan korban meninggal tanpa adanya tindakan pertolongan pertama. Tujuan: kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tentang Bantuan Hidup Dasar (BHD) melalui pelatihan pada anggota Palang Merah Remaja (PMR). Metode: Kegiatan pengabdian dilakukan dengan metode penyuluhan dan pelatihan dengan sasaran anggota Palang Merah Remaja (PMR) yang ada di Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kota Langsa, bulan Juni s/d Agustus 2022 dengan jumlah sasaran 40 orang. Hasil: adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan anggota Palang Merah Remaja (PMR) Kota Langsa tentang Bantuan Hidup Dasar (BHD) 85%. Kesimpulan: Melalui pelatihan pada anggaota Palang Merah Remaja (PMR) mampu melakukan tehnik BHD Kata Kunci: Pengetahuan, Pelatihan, Palang Merah Remaja, Kegawatdaruratan, Bantuan Hidup Dasar  ABSTRACT Facing emergency conditions such as when an accident occurs, choking and so on, requires the individual or group that finds the victim to provide immediate assistance. However, if the rescuer does not know the right and proper way to provide basic life support, it can have fatal consequences for the victim. It is important to know first aid so that you can provide basic treatment right at the scene. This is because, every time a disaster occurs, health workers often arrive late to the disaster site, causing victims to die without any first aid measures. Purpose: this service activity is to increase knowledge and skills about Basic Life Assistance (BHD) through training for members of the Youth Red Cross (PMR). Method: Service activities are carried out using counseling and training methods with the target of members of the Youth Red Cross (PMR) in the Langsa City, from June to August 2022 with 40 students. Result: there is an increase in the knowledge and skills of members of the Youth Red Cross (PMR) of Langsa City regarding 85% Basic Life Support (BHD). Conclusion: Through training the Youth Red Cross (PMR) members are able to do the BHD technique Keywords: Knowledge, Training, Youth Red Cross (PMR), Emergencies, Basic Life Support
Penyuluhan Tentang Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana Banjir dan Paska Banjir Bagi Masyarakat Amiruddin Amiruddin; Abdurrahman Abdurrahman; Bustami Bustami; Anasril Anasril; Tri Mulyono Herlambang; Cut Mutiah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i8.6367

Abstract

ABSTRAK Aceh Barat merupakan salah satu Kabupaten di Provinsi Aceh yang sering mengalami bencana alam,  pada akhir tahun 2016, jumlah wilayah yang tergenang banjir meliputi sembilan kecamatan, 139 desa, dengan korban terdampak banjir serta pengungsian 14.245 kepala keluarga dengan 49.856 jiwa, 1 korban jiwa meninggal. Daerah yang mengalami banjir adalah gampong Blang Beurandang Kecamatan Johan Pahlawan. Dampak yang nyata akibat banjir bukan hanya pada masalah lingkungan fisik, namun status kesehatan juga bisa menurun karena munculnya penyakit-penyakit setelah banjir. Upaya kesiapsiagaan terhadap bencana tidak hanya dilakukan oleh pemerintah, masyarakat juga perlu melakukan kesiapsiagaan bencana guna mengurangi kerugian akibat bencana. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan kemampuan warga masyarakat tentang kesiapsiagaan menghadapi bencana banjir, dalam rangka meminimalkan dampak buruk akibat bencana banjir. Hasil dari penyuluhan kesehatan yang dilakukan dalam kegiatan pengabdian masyarakat telah berhasil meningkatkan pemahaman masyarakat tentang kesiapsiagaan menghadapi bencana banjir. Masyarakat sudah menyadari pentingnya melakukan persiapan-persiapan sebelum bencana banjir datang. Kata Kunci: Banjir, Kesiapsiagaan, Penyuluhan  ABSTRACT West Aceh is one of the regencies in Aceh Province that often experiences natural disasters, at the end of 2016, the number of areas that were inundated by floods included nine sub-districts, 139 villages, with victims affected by floods and the displacement of 14,245 families with 49,856 people, 1 person died. The area that experienced flooding was Blang Beurandang Village, Johan Pahlawan District. The real impact of flooding is not only on physical environmental problems, but health status can also decline due to the emergence of diseases after the flood. Disaster preparedness efforts are not only carried out by the government, the community also needs to carry out disaster preparedness in order to reduce losses due to disasters. This community service activity aims to increase the knowledge, understanding and ability of community members about preparedness to face flood disasters, in order to minimize the adverse effects of floods. The results of health counseling carried out in community service activities have succeeded in increasing public understanding of preparedness to face flood disasters. The community has realized the importance of making preparations before the flood disaster comes. Keywords: Flood, Preparedness, Counseling
Sosialisasi dan Pelatihan Aplikasi Edukasi Ibu Hamil (Si-Emil) di Kecamatan Nurussalam Aceh Timur Aripin Ahmad; Abdurrahman Abdurrahman; Siti Mutia Rahmawati; Nora Veri; Emilda AS; T. Iskandar Faisal; Cut Mutiah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i12.7929

Abstract

ABSTRAK Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini yaitu bertujuan untuk memberikan sosialisasi serta pelatihan dan pendampingan pemanfaatan aplikasi edukasi bagi ibu hamil. Metode yang digunakan adalah bersifat luring dimulai dari tahapan persiapan, pelaksanaan hingga evaluasi. Aplikasi yang digunakan 90% peserta ibu hamil menyatakan aplikasi mudah digunakan dan dapat membantu pengguna khususnya ibu hamil, serta aplikasi mudah diakses dimana saja dan mudah untuk dipahami. Kata Kunci: Pengetahuan Ibu Hamil, Status Gizi, Aplikasi Si-Emil  ABSTRACT This community service activity aims to provide socialization as well as training and assistance in the use of educational applications for pregnant women. The method used is offline starting from the preparation, implementation to evaluation stages. The application used by 90% of pregnant women participants stated that the application is easy to use and can help users, especially pregnant women, and the application is easily accessible anywhere and easy to understand. Keywords:         Knowledge of Pregnant Women, Nutritional Status, Si-Emil Application