Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

The Effect of the Implementation of the Postpartum Care Laboratory Skill Integrated Learning Model on Improving the Competence Abdurrahman Abdurrahman; Cut Mutiah; Halimatussakdiah Halimatussakdiah
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol. 9 No. 10 (2023): October
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v9i10.3911

Abstract

The conventional laboratory learning model has proven to be inadequate in improving competencies. Therefore, there is a need to develop a learning model that integrates the knowledge gained with the skills and attitudes required when providing care, namely an integrated laboratory skills learning model. The purpose of this study was to analyze the effect of the implementation of an integrated postpartum care laboratory skill learning model on improving the competencies of Diploma-3 midwifery students. This study adopted a quasi-experimental pretest-posttest nonequivalent control group design with 79 students divided into two groups: the intervention group consisting of 39 students from STIKes Indramayu and the control group consisting of 40 students from Poltekkes BPH Cirebon. The intervention group was given the integrated learning model, while the control group was given the conventional learning model. Data analysis was conducted using t-tests, Mann-Whitney tests, and chi-square tests with a significance level of p<0.05. The results showed that the pretest competencies of the intervention group were 33 (84.6%) who were not competent, while in the control group, 35 (87.5%) were not competent. There was an increase in competencies in the intervention group by 49% (0-887) and in the control group by 19.4% (0-50.9). Further analysis indicated a significant difference in competency improvement between the group given the integrated laboratory skills learning model and the group given the conventional laboratory skills learning model (p<0.05). The conventional laboratory skills learning model was a risk factor causing students to be incompetent with a relative risk of 1.64 (95% CI 1.15-2.35) and NNT 3.2. The Integrated model of laboratory skills has a positive impact on students’ skill elevation.
Pembentukan Remaja Tangguh Kesehatan dalam Menghadapi Situasi Bencana Banjir di Kota Langsa Abdurrahman Abdurrahman; Cut Mutiah; Nora Veri; Isnaini Putri; Keumalahayati Keumalahayati; Amiruddin Amiruddin; Suwardi Suwardi
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i12.12641

Abstract

ABSTRAK Indonesia merupakan negara yang rawan bencana, maka dari itu individu diharapkan memiliki kemampuan untuk dapat mempersiapkan diri menghadapi bencana yang akan terjadi dan dampak yang muncul adalah berbagai masalah kesehatan. Di daerah Aceh, kota Langsa merupakan salah satu daerah rawan bencana banjir. BPBD Kota Langsa melaporkan pada tahun 2021 akibat tingginya intensitas hujan menyebabkan banjir bandang di Desa Lengkong Kecamatan Langsa Baro. Hal ini harus menjadi perhatian khusus bagi Pemda dan masyarakat setempat serta tenaga kesehatan untuk dapat melakukuan upaya pencegahan dan penangggulangan bencana secara bersama, maka karena itu perlunya peningkatan pengetahuan remaja tentang kesiapsiagaan menghadapi bencana banjir, meningkatkan kesadaran akan resiko krisis kesehatan dan membentuk remaja tangguh dalam memberikan pelayanan kesehatan reproduksi. Kegiatan dilakukan di Wilayah Kecamatan Langsa Baro dengan jumlah sasaran sebanyak 30 orang. Evaluasi yang di harapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta. Hasil dari pelatihan yang dilakukan didapatkan pengetahuan peserta meningkat setelah diberikan edukasi dan keterampilan peserta mahir dalam Tangguh Kesehatan dalam menghadapi bencana banjir. Kata Kunci: Banjir, Evakuasi, Mitigasi Bencana, Remaja Tangguh Bencana  ABSTRACT Indonesia is a disaster-prone country, therefore individuals are expected to have the ability to prepare themselves for disasters that will occur and the impacts that arise are various health problems. In the Aceh area, the city of Langsa is one of the areas prone to flooding. BPBD Langsa City reported that in 2021, due to the high intensity of rain, it caused flash floods in Lengkong Village, Langsa Baro District. This must be a special concern for the local government and local communities as well as health workers to be able to carry out efforts to prevent and respond to disasters together, therefore it is necessary to increase adolescents' knowledge about flood disaster preparedness, increase awareness of the risk of health crises and form resilient adolescents in providing reproductive health services. Activities were carried out in the Langsa Baro District with a target number of 30 people. The evaluation is expected to increase the knowledge and skills of the participants. The results of the training were obtained that the participants' knowledge increased after being given education and the participants' skills were proficient in Health Resilience in the face of flood disasters.  Keywords: Flood, Evacuation, Disaster Mitigation, Disaster Resilient Youth
Peningkatan Kapasitas Perawat dalam Perawatan Luka Modern Menggunakan Ekstrak Daun Binahong Anda Syahputra; Fitriani Agustina; Syahabuddin Syahabuddin; Alchalidi Alchalidi; Serlis Mawarni; Nora Veri; Cut Mutiah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i12.12389

Abstract

ABSTRAK Terapi komplementer yang ada menjadi salah satu pilihan pengobatan masyarakat. Terapi komplementer diberikan untuk perawatan luka modern. Perawatan luka terkini adalah modern wound dressing. Modern wound dressing merupakan salah satu metode perawatan luka yang tertutup. Salah  satu  terapi  komplementer  untuk  mempercepat  penyembuhan luka adalah dengan memanfaatkan tanaman daun binahong yang memiliki fungi  sebagai  antibakteri, antiinflamasi, antifungi. Perawat luka merupakan tenaga kesehatan yang dipilih masyarakat dalam penangani perawatan luka, maka karena itu perlunya peningkatan pengetahuan, pemahan dan skill untuk dapat memberikan pelayanan yang lebih baik. Kegiatan dilakukan di Wilayah Kota Lhokseumawe dengan jumlah sasaran sebanyak 40 orang dengan pelatihan perawatan luka modern menggunakan ekstrak daun binahong. Evaluasi yang di harapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta. Hasil dari pelatihan yang dilakukan didapatkan pengetahuan peserta setelah diberikan pelatihan meningkat menjadi berpengetahuan baik sebesar 95% dan keterampilan peserta tentang perawatan luka modern menggunakan ekstrak daun binahong setelah pelatihan sebahagian besar berketerampilan mahir. Kegiatan ini dapat disimpulkan bahwa meningkatnya pengetahuan dan keterampilan peserta setelah pelatihan perawatan luka modern menggunakan ekstrak daun binahong. Kata Kunci: Daun Binahong, Perawatan Luka Modren, Perawat  ABSTRACT Complementary therapies have become one of the community's treatment options. Complementary therapies are provided for modern wound care. The latest in wound care is modern wound dressing. Modern wound dressing is one of the closed wound care methods. One of the complementary therapies to accelerate wound healing is by utilizing binahong leaf plants that have fungi as antibacterial, anti-inflammatory, and antifungal. Wound nurses are the health workers chosen by the community in handling wound care, therefore it is necessary to increase knowledge, understanding and skills to be able to provide better services. The activity was carried out in the Lhokseumawe City Region with a total target of 40 people with modern wound care training using binahong leaf extract. Evaluation is expected to increase the knowledge and skills of participants. The results of the training were obtained that the participants' knowledge after being given training increased to good knowledge by 95% and the participants' skills regarding modern wound care using binahong leaf extract after training were mostly good skills. This activity can be concluded that the knowledge and skills of participants increased after training on modern wound care using binahong leaf extract.  Keywords: Binahong Leaf Extract, Modern Wound Care, Nursesn
Hubungan Pendampingan Perawat Dengan Layanan Spiritual: Doa Dan Tawakkal Terhadap Tingkat Kecemasan Pasien Pre Operasi Fraktur Tertutup Di Rumah Sakit Meuraxa Kota Banda Aceh 2021 Hasniah, Hasniah; Hamidah, Siti; Munazar, Munazar; Mutiah, Cut
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 3 (2024): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (Juli)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v2i3.439

Abstract

Surgery or operations are all medical procedures using invasive procedures, with the stages of opening or exposing the part of the body being treated. Surgery is performed to diagnose or treat an illness, disability or injury, as well as treat conditions that cannot be cured with simple procedures or medication (Poter, P.A. Perry. 2016). This surgery can be caused by various things, including bone fractures (fracture). A fracture is a break in the continuity of bone tissue caused by force or external pressure that is greater than the bone can absorb. Fractures experienced will have an impact on psychological and social problems. One of the problems that arises is anxiety. The aim of this research is to determine the relationship between nurse assistance and spiritual services: Prayer and Tawakkal on the anxiety level of pre-closed fracture surgery patients at Meuraxa Hospital, Banda Aceh City. Research method the research design used is analytical with a Cross Sectional Study approach. The number of samples in this study was 43 respondents. The sampling technique used was accidental sampling. The research was carried out on 06 April-01 May 2021. The results showed that of the 43 respondents in the surgical room, men and women received good assistance, 2 people (4.7%), 14 people (32.6%) received adequate assistance and less assistance. as many as 27 people (62.8%), of the 43 respondents in the surgical ward, men and women experienced mild anxiety as many as 7 people (16.3%), moderate anxiety as many as 15 people (34.9%), severe anxiety as many as 21 people (48.8%). and the results of bivariate analysis show P value = 0.032 <0.05 which states that there is a relationship between nurse assistance and spiritual services: Prayer and Tawakkal on the anxiety level of pre-closed fracture surgery patients at Meuraxa Hospital, Banda Aceh City in 2021. Conclusion: there is a relationship Accompanying nurses with spiritual services: Prayer and Tawakkal with the anxiety level of pre-closed fracture surgery patients at Meuraxa Hospital, Banda Aceh City in 2021.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA BAYI USIA 0-6 BULAN DI DESA SUNGAI PAUH Isnaini Putri; Cut Mutiah
Journal of Science and Health Darussalam Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Sains dan Kesehatan Darussalam
Publisher : Akademi Analis Farmasi dan Makanan Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56690/jskd.v2i2.61

Abstract

Sustainable Development Goals (SDG`s) tahun2016-2030 salah satu fokus pembangunan kesehatan adalah Gizi. Gizi menjadi faktor kunci dalam keberhasilan perbaikan status kesehatan masyarakat Indonesia dan dunia. Gizi yang baik dapat meningkatkan standar kesehatan masyarakat. Indikator keberhasilannya diterjemahkan dalam enam poin, salah satunya yakni peningkatan ASI Eksklusif. Persentase bayi yang menyusui ASI Eksklusif di Indonesia hanya 37,3 %. Rendahnya cakupan pemberian ASI Eksklusif dipengaruhi oleh beberapa hal yaitu rendahnya pendidikan ibu dan kurangnya pengetahuan. Tujuan penelitian ini untuk melihat hubungan pengetahuan dan dukungan keluarga dengan pemberian asi eksklusif pada bayi usia 0-6 bulan Di Desa Sungai Pauh. Jenis penelitian adalah survei analitik. Sampel penelitian adalah 36 ibu yang memiliki anak 0-6 bulan di Desa Sungai Pauh Kecamatan Langsa Kota Kota Langsa Propinsi Aceh. Data dianalisis dengan melakukan uji analisis Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan variabel pengetahuan dan dukungan keluarga memiliki hubungan yang signifikan terhadap pemberian ASI Esklusif pada bayi dengan nilai P value 0.002, 0.004. Hasil penelitian dapat disimpulkan ada hubungan antara pengetahuan dan dukungan keluarga dengan pemberian ASI esklusif pada bayi. Disarankan kepada petugas kesehatan agar dapat memberikan pelayanan yang optimal dalam hal memberikan pengetahuan dan informasi yang baik dan benar kepada masyarakat khususnya pada ibu tentang manfaat pemberian ASI Esklusif.
The Pengaruh Pendamping Persalinan terhadap Penurunan Intensitas Nyeri pada Ibu Primigravida Cut Mutiah; Lismawati Lismawati; Isnaini Putri; Dewita Dewita; Abdurrahman Abdurrahman
Jurnal Kebidanan Vol 12 No 1 (2022): Jurnal Kebidanan Edisi Maret 2022
Publisher : ITSKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jib.v12i1.1012

Abstract

Respon ibu terhadap nyeri dapat menyebabkan melemahnya kontraksi rahim dan berakibat pada persalinan yang lama bahkan kematian. Kehadiran suami maupun pendampingan persalinan oleh keluarga membuat persalinan menjadi lebih singkat dan mengurangi nyeri kala I persalinan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pendamping persalinan terhadap penurunan nyeri persalinan pada ibu primigravida di wilayah kerja Puskesmas Manyak Payed. Metode dalam penelitian ini menggunakan jenis penelitian Quasi Experimental menggunakan desain comparative study. Pemilihan sampel dengan consecutive sampling berjumlah 36 ibu bersalin. Penelitian dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Manyak Payet . Perlakuan diberikan saat nyeri persalinan kala I fase aktif (2 jam setelah pembukaan servik 4 cm). Pengukuran intensitas nyeri menggunakan Skala Nyeri Visual Bourbonis dilakukan pada kedua kelompok setelah diberi perlakuan (post-test). Uji statistik menggunakan Independent t test. Hasil Rerata skala nyeri pendampingan suami 5.61±1.037 (nyeri sedang) lebih rendah dibandingkan pendampingan keluarga 7.06±1.305 (nyeri berat) dengan selisih rerata 1.444 ± 0.393. Hasil uji independent t test menunjukkan t hitung > t tabel [3.677>2.032;34] dengan nilai p=0.001. Terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan pendampingan suami terhadap penurunan nyeri persalinan pada ibu primigravida. Persalinan yang didampingi oleh suami dapat mengurangi nyeri selama persalinan dibandingkan dengan pendampingan keluarga.
Preeeklamsia: patofisiologi, diagnosis, skrining, pencegahan dan penatalaksanaan Veri, Nora; Lajuna, Lia; Mutiah, Cut; Halimatussakdiah, Halimatussakdiah; Dewita, Dewita
Femina: Jurnal Ilmiah Kebidanan Vol. 4 No. 1 (2024): Juni
Publisher : Program Studi D3 Kebidanan Langsa, Polteknik Kesehatan Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/femina.v4i1.588

Abstract

Salah satu target dalam SDGs adalah untuk mengurangi Angka Kematian Ibu (AKI) menjadi 70 kematian per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2030. Preeklampsia/ eklampsia merupakan penyebab kedua terbanyak kematian ibu setelah perdarahan. Prevalensi preeklampsia/ eklampsia di negara berkembang jauh lebih tinggi dibandingkan di negara maju. Preeklamsia didefinisikan sebagai hipertensi gestasional yang berhubungan dengan ibu yang baru lahir atau disfungsi uteroplasenta pada kehamilan 20 minggu atau lebih. Faktor risiko yang berhubungan dengan terjadinya preeklampsia antara lain usia ibu usia, nuliparitas, primigravida, obesitas, riwayat diabetes melitus, riwayat hipertensi kronik, riwayat penyakit ginjal, riwayat preeklampsia, riwayat preeklampsia keluarga, jarak antar kehamilan, tingkat sosio-ekonomi yang rendah, dan penyakit autoimun. Pencegahan preeklamsia dilakukan dengan aspirin dosis rendah, antioksidan (vitamin C dan E), vitamin D, suplemen kalsium, minyak ikan, oksida nitrat suplemen, donor oksida nitrat, asam folat, penurunan berat badan, obat antihipertensi, metformin dan aktivitas fisik. Tatalaksana preeklamsia antara lain dengan kontrol tekanan darah, pencegahan kejang, terminasi kehamilan, pengaturan cairan, diet, latihan dan tindak lanjut jangka panjang.
Pemberdayaan Kader dan Pendamping Ibu Hamil dalam Meningkatkan Kemampuan Mengurangi Dampak Bencana pada Ibu Hamil Putri, Isnaini; Mutiah, Cut; AS, Emilda; Keumalahayati, Keumalahayati; Dewi, Silfia
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i6.18351

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Ibu hamil termasuk dalam kelompok rentan dalam bencana, dimana kelompok masyarakat rentan (vulnerability) harus mendapatkan prioritas. Dengan memberikan asuhan yang tepat kepada ibu hamil diharapkan komplikasi atau dampak yang ditimbulkan akibat bencana bisa diminimalisir sebaik mungkin. Kader kesehatan mempunyai peran yang besar dalam upaya meningkatkan kemampuan masyarakat menolong dirinya untukmencapai derajat kesehatan yang optimal. Pengetahuan pendamping keluarga mempunyai pengaruhnya terhadap kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana. Semakin tinggi pengetahuan pendamping keluarga, maka semakin siap pula anggota keluarga dalam menghadapi bencana. Semakin tinggi pengetahuan anggota keluarga, maka semakin siap pula dalam menghadapi bencana, karena dengan adanya pegetahuan akan dapat menciptakan aksi masyarakat yang efektif (baik secara sendiri maupun bekerja sama dengan para pemangku kepentingan lainnya) dalam menghadapi bencana.Tujuan Kegiatan: Meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan kader kesehatan dan pendamping ibu hamildalam pengurangan dampak bencana pada ibu hamil di Kecamatan Langsa Baro. Metode Pengabdian: Metode pengabdian yang digunakan dalam kegiatan ini adalah intervensi edukasi kesehatan serta pelatihan kader dalam pengurangan dampak bencana pada ibu hamil. Hasil Kegiatan: adanya perbedaan nilai pengetahuan antara sebelum dan sesudah kegiatan pengabmas dengan kategori baik yaitu 43,3% menjadi 83,3% dan perbedaan nilai sikap antara sebelum dan sesudah kegiatan pengabmas dengan kategori baik yaitu 60% menjadi 86,7%. Kesimpulan: Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini komplikasi atau dampak yang ditimbulkan akibat bencana bisa diminimalisir sebaik mungkin sebagai upaya meningkatkan kemampuan masyarakat menolong dirinya untuk mencapai derajatkesehatan yang optimal pada ibu hamil di situasi bencana dan pasca bencana. Kata Kunci: Kade Kesehatan, Pendampingan Ibu Hamil, Dampak Bencana  ABSTRACT Background: Pregnant women are considered a vulnerable group during disasters, where vulnerable communities must be prioritized. By providing appropriate care to pregnant women, it is hoped that complications or impacts caused by disasters can be minimized as much as possible. Health volunteers play a major role in efforts to enhance the community's ability to help themselves achieve optimal health. The knowledge of family companions has an impact on disaster preparedness. The higher the knowledge of family companions, the more prepared the family members are to face disasters. Increased family knowledge creates readiness for disasters, as knowledge enables effective community action (whether individually or in collaboration with other stakeholders) in disaster situations. Objective: To improve the knowledge, attitudes, and skills of health volunteers and companions of pregnant women in reducing the impact of disasters on pregnant women in Langsa Baro District. Method: The service method used in this activity includes health education interventions and training for volunteers on reducing the impact of disasters on pregnant women. Activity Results: There was an improvement in knowledge scores before and after the community service activity, with a "good" category increase from 43.3% to 83.3%. There was also an increase in attitude scores in the "good" category, from 60% to 86.7%. Conclusion: Through this community service activity, the complications or impacts caused by disasters can be minimized as much as possible as part of efforts to increase the community's ability to help themselves to achieve optimal health for pregnant women in disaster and post-disaster situations.  Keywords: Health Volunteers, Pregnant Women Accompaniment, Disaster Impact
Pembinaan Model Poskesdes Tangguh Bencana (Postana) di Wilayah Kerja Kota Langsa Mutiah, Cut; Hayati, Keumala; Nugroho, Erlangga Galih Zulva; Oktabina, Rizky Wan; Putri, Isnaini; Rimadeni, Yeni
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i12.17104

Abstract

ABSTRAK Bencana tahunan yang masih sering terjadi di Kota Langsa adalah banjir yang banyak menyebabkan kerugian materil dan immateril. Beberapa Fasilitas Pelayanan Kesehatan di Kota Langsa berada di daerah rawan bencana banjir sehingga berpotensi mengganggu pelayanan kesehatan. Prinsip pelayanan kesehatan saat bencana harus aman, mudah diakses serta berfungsi dengan kapasitas maksimal untuk menyelamatkan korban dan melakukan pelayanan kesehatan dasar. Fasyankes yang paling dasar di masyarakat adalah Poskesdes. Perlu adanya upaya pembinaan Poskesdes agar tangguh dalam menghadapi bencana. Salah satu kegiatan pelayanan kesehatan di Poskesdes dalam situasi bencana meliputi Upaya pengurangan resiko pra, saat dan pasca. Pembagian tugas yang jelas membuat masing-masing petugas dapat berperan aktif sesuai dengan tugas pokok. Poskesdes perlu dipersiapkan dan dilengkapi dengan fasilitas dan juga peningkatan kapasitas bidan agar tetap dapat menyediakan layanan esensial. Pembinaan model Poskesdes Tangguh Bencana (Postana) sebagai percontohan di Kota Langsa. Metode atau bentuk kegiatan yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah metode pembinaan Poskesdes Tangguh Bencana melalui observasi langsung dan peningkatan kapasitas SDM dengan pelatihan. Poskesdes di wilayah Langsa Lama mayoritas telah memenuhi keamanan struktural. Terdapat 2 (dua) poskesdes yang berada pada daerah rawan bencana banjir, yaitu Poskesdes sidodadi dan pondok pabrik serta belum memiliki sistem pencegahan bencana terutama pembuatan tanggul. Peserta pelatihan telah terampil dalam melakukan simulasi penanggulangan bencana. Kata Kunci: Pengabmas, Poskesdes, Postana, Tangguh Bencana  ABSTRACT An annual disaster that still frequently occurs in Langsa City is floods which cause a lot of material and immaterial losses. Several health service facilities in Langsa City are located in areas prone to flood disasters, so they have the potential to disrupt health services. The principle of health services during a disaster must be safe, easy to access and function at maximum capacity to save victims and provide basic health services. The most basic health facility in society is the Poskesdes. There needs to be efforts to develop Poskesdes so that they are resilient in facing disasters. One of the health service activities at Poskesdes in disaster situations includes efforts to reduce pre, during and post risks. A clear division of duties allows each officer to play an active role in accordance with their main duties. Poskesdes need to be prepared and equipped with facilities and also increase the capacity of midwives so that they can continue to provide essential services. Development of the Poskesdes Tangguh Bencana (Postana) model as a model in Langsa City. The method or form of activity used in this community service is the method of developing Postana through direct observation and increasing human resource capacity through training. The majority of Poskesdes in the Langsa Lama area have met structural security. There are 2 (two) Poskesdes in areas prone to flood disasters, Sidodadi and Pondok Pabrik do not yet have a disaster prevention system, especially the construction of embankments. The partisipation have been skilled in carrying out disaster management simulations. Keywords: Community Service, Disaster Resilient, Poskesdes, Postana.
Pelatihan Penanggulangan Krisis Kesehatan bagi Petugas Kesehatan di Kota Langsa Abdurrahman, Abdurrahman; Mutiah, Cut; Halimatussakdiah, Halimatussakdiah; Oktabina, Rizky Wan; Helmi, Alfian; Zakirullah, Zakirullah; Alchalidi, Alchalidi
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i12.16996

Abstract

ABSTRAK Indonesia sering mengalami bencana alam dan non alam (wabah) yang menimbulkan krisis kesehatan, seperti korban mati, korban luka, sakit, pengungsi, lumpuhnya pelayanan kesehatan, penyakit menular, sanitasi lingkungan, gangguan jiwa dan masalah kesehatan lainnya. Kegiatan Penanggulangan Krisis Kesehatan dilaksanakan mulai pra-krisis kesehatan, tanggap darurat, dan pasca krisis kesehatan dengan menitikberatkan pada Pengurangan Risiko Krisis Kesehatan. Salah satu permasalahan di Kota Langsa adalah banjir yang membuat rumah dan fasilitas publik termasuk Puskesmas terendam air sehingga pelayanan kesehatan kepada masyarakat tidak maksimal serta berpotensi menimbulkan krisis kesehatan serta terbentuknya Emergency Medical Team (EMT) yang mencakup lintas profesi kesehatan Kota Langsa untuk menghadapi ancaman bencana. Meningkatkan pemahaman tenaga kesehatan tentang penanggulangan krisis kesehatan serta meningkatkan kapasitas dan keterampilan tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan kesehatan dalam kondisi darurat dan mencegah terjadinya penurunan status kesehatan pada daerah yang rawan bencana. Metode atau bentuk kegiatan yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini dimulai dengan pembentukan tim tenaga kesehatan tanggap bencana dan selanjutnya pelatihan mencakup simulasi Penanggulangan Krisis Kesehatan. Peserta belum mendapatkan pelatihan tentang latihan Table Top dengan jumlah 27 orang (90%) peserta, terdapat peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi. Dengan hasil kategori berpengetahuan baik sebelum edukasi yaitu 12 peserta (40%) menjadi 18 orang (60%) serta peserta mampu melakukan pelatihan penanggulangan bencana di mulai dari pencegan mitigasi dan kesiapsiagaan yang dilakukan pada fase pra bencana, kegiatan tanggap darurat pada saat bencana dan fase pemulihan pasca bencana. Peserta telah memahami tentang penanggulangan krisis kesehatan dan telah terampil dalam memberikan pelayanan kesehatan dalam kondisi darurat dan mencegah terjadinya penurunan status kesehatan pada daerah yang rawan bencana. Kata Kunci: Pelatihan, Penanggulangan Krisis Kesehatan, Rawan Bencana  ABSTRACT Indonesia often experiences natural and non-natural disasters (outbreaks) which cause health crises, such as deaths, injuries, illnesses, refugees, paralyzed health services, infectious diseases, environmental sanitation, mental disorders and other health problems. Health Crisis Management activities are carried out starting from pre-health crisis, emergency response, and post-health crisis with an emphasis on Reducing the Risk of Health Crisis. One of the problems in Langsa City is flooding which causes houses and public facilities including the Community Health Center to be submerged in water so that health services to the community are not optimal and have the potential to cause a health crisis and the formation of an Emergency Medical Team (EMT) which includes a cross-section of health professions in Langsa City to face the threat of disaster. Increase health workers' understanding of how to deal with health crises and increase the capacity and skills of health workers in providing health services in emergency conditions and preventing a decline in health status in disaster-prone areas. The method or form of activity used in this community service begins with the formation of a team of disaster response health workers and then training includes a Health Crisis Management simulation. Participants had not received training on table top exercises with a total of 27 people (90%) participants, there was an increase in knowledge before and after education. With the results of the good knowledge category before education, namely 12 participants (40%) to 18 people (60%) and participants were able to carry out disaster management training starting from prevention, mitigation and preparedness carried out in the pre-disaster phase, emergency response activities during the disaster and the post-disaster recovery. Conclusion: Participants understand how to deal with health crises and are skilled in providing health services in emergency situations and preventing a decline in health status in disaster-prone areas. Keywords: Training, Health Crisis Management, Disaster Prone