Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Intervensi tahu ungu mampu memperbaiki profil lipid darah subjek penderita diabetes melitus tipe-2 Amrizal, Sri Novalina; Zakaria, Fransiska Rungkat; Chasanah, Ekowati; Suliantari, Suliantari
Jurnal Gizi dan Pangan Vol. 12 No. 3 (2017)
Publisher : The Food and Nutrition Society of Indonesia in collaboration with the Department of Community Nutrition, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.862 KB) | DOI: 10.25182/jgp.2017.12.3.225-230

Abstract

This study aimed to determine the effect of purple tofu intervention made from black soybean seeds in improving blood lipid profile of diabetics. Intervention of purple tofu was performed for 28 days and 20 subjects selected purposively and divided into two groups, control and treated. Tofu was served in soup form as much as 85 g. Significant improvement was identified in blood lipid profile of subjects after intervention (p<0.05). Decreased lipid profile occurred in triglycerides, low density lipoprotein (LDL), total cholesterol, and high density lipoproteins (HDL) (175.60±72.61 mg/dl to 123.70±29.50 mg/dl; 133.76±47.00 mg/dl to 98.96±13.81 mg/dl; 207.00±52.26 mg/dl to 154.40±50.89 mg/dl; 48.90±3.24 mg/dl to 30.80±7.09 mg/dl, respectively). Overall, black soy improves blood lipid profile of type 2 diabetes mellitus subjects, involving decreased triglycerides, LDL, and total cholesterol levels, but has not been able to increase HDL levels.
SOSIALISASI MAKANAN SEHAT PRODUK PERIKANAN PADA SISWA SEKOLAH DASAR SEBAGAI CIKAL BAKAL GENERASI TANGGUH COVID-19 DI DESA PENGUJAN KABUPATEN BINTAN Oktavia, Yulia; Jumsurizal, Jumsurizal; Apriandi, Azwin; Ilhamdy, Aidil Fadli; Putri, R Marwita Sari; Novalina A, Sri; Yulianto, Tri
Jurnal Pemberdayaan Maritim Vol 6 No 1 (2023): Journal of Maritime Empowerment
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian Masyarakat, dan Penjaminan Mutu, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/jme.v6i1.6735

Abstract

Tahun 2019 merupakan tahun dimana semua aspek kehidupan mengalami perubahan, pada penghujung tahun terjadi pandemi yang disebut Covid-19 yang melanda semua negara, dampak pendemi ini membuat banyak pihak melakukan perubahan dan mencari solusi untuk keluar dari situasi ini, salah satu yang bisa dilakukan adalah dengan cara mengkonsumsi makanan sehat. Tujuan sosialisasi ini adalah untuk mengenalkan makanan sehat produk perikanan pada siswa Sekolah Dasar sebagai cikal bakal generasi tangguh Covid-19 di Desa Pengujan Kabupaten Bintan. Target dari sosialisasi ini adalah siswa-siswi Sekolah Dasar dengan harapan dapat menumbuhkan kesadaran untuk mengkonsumsi makanan sehat dari produk perikanan. Permasalahan yang ditemukan di lapangan yaitu kurangnya informasi kepada siswa Sekolah Dasar mengenai makanan sehat yang dapat membantu meningkatkan imunitas dan Kesehatan. Hasil dari pengabdian ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan tentang keamanan produk perikanan serta pengaruhnya terhadap kesehatan. Berdasarkan kegiatan pengabdian yang telah dilakukan terhadap siswa Sekolah Dasar, adanya peningkatan pemahaman siswa setelah mendapatkan materi tentang makanan yang sehat untuk anak usia sekolah dasar dan mengetahui perilaku hidup sehat yang baik selama masa pandemi Covid-19.
SOSIALISASI POTENSI SUMBER DAYA PESISIR DAN LAUT SEBAGAI MAKANAN SEHAT PADA SISWA SD NEGERI 005 TELUK SEBONG DESA PENGUDANG KABUPATEN BINTAN Anggraini, Rika; Amrizal, Sri Novalina; Haidawati, Haidawati; Ardiyanti, Sallu; Mona, Silvia; Amelia, Cevy; Silalahi, Ratna Dewi; Aritonang, Stefanny Angelica
Jurnal Pemberdayaan Maritim Vol 7 No 3 (2025): Journal of Maritime Empowerment - Edisi Khusus
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian Masyarakat, dan Penjaminan Mutu, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/jme.v7i3.7609

Abstract

Wilayah pesisir Desa Pengudang memiliki kekayaan hayati laut yang melimpah, seperti ikan, kerang, rumput laut,  dan hasil laut lainnya yang memiliki nilai gizi tinggi dan berperan penting dalam mendukung pola makan sehat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa SD Negeri 005 Teluk Sebong, Desa Pengudang, Kabupaten Bintan terhadap potensi sumber daya pesisir dan laut sebagai makanan sehat. Melalui metode sosialisasi interaktif, presentasi visual, dan permainan edukatif, kegiatan ini memberikan pemahaman kepada siswa mengenai jenis-jenis sumber daya laut, manfaat gizinya, serta pentingnya menjaga kelestarian lingkungan laut. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa terhadap pentingnya konsumsi makanan laut serta kesadaran menjaga ekosistem pesisir. Pengabdian ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membentuk pola pikir dan perilaku generasi muda yang peduli terhadap pemanfaatan sumber daya lokal secara bijak dan berkelanjutan.
ANALISIS TINGKAT KEAMANAN PANGAN PADA UMKM WILAYAH PERKOTAAN Irwanto, Reno; Novalina, Sri
Marinade Vol 7 No 02 (2024): Oktober, 2024
Publisher : Fisheries Product Technology Department, Faculty of Marine Science and Fisheries, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/marinade.v7i2.7659

Abstract

Keamanan pangan merupakan aspek penting dalam menjaga kesehatan konsumen, terutama di wilayah perkotaan yang memiliki tingkat konsumsi tinggi dan beragam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat keamanan pangan pada UMKM dengan menggunakan pendekatan Skor Keamanan Pangan (SKP) yang mencakup empat aspek utama: Pemilihan dan Penyimpanan Bahan Pangan (PPB), Higiene Pemasak (HGP), Pengolahan Bahan Makanan (PBM), dan Distribusi Makanan (DMP). Metode penelitian ini adalah observasional deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi langsung, wawancara, dan penilaian menggunakan formulir SKP. Data diambil dari enam UMKM di Jakarta Timur dan Jakarta Pusat pada Bulan Maret-April 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor SKP bervariasi diantara UMKM, dengan UMKM D memiliki skor tertinggi (0,99) dan UMKM B memiliki skor terendah (0,54). Aspek PBM dan DMP menjadi titik lemah utama yang meningkatkan risiko kontaminasi, sedangkan aspek PPB secara umum menunjukkan tingkat kepatuhan yang baik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun sebagian UMKM telah memenuhi standar keamanan pangan, upaya perbaikan masih diperlukan pada aspek pengolahan dan distribusi untuk meningkatkan kualitas produk dan perlindungan konsumen. Rekomendasi meliputi pelatihan, pengawasan, dan penyediaan fasilitas sanitasi yang memadai. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pelaku UMKM, pemerintah, dan pembuat kebijakan dalam merancang program pembinaan yang lebih efektif untuk menciptakan ekosistem pangan yang aman dan berkelanjutan.
Sosialisasi Pengolahan Limbah Cair Teripang Menjadi Mikroorganisme Lokal (MOL) Kepada Kelompok Darmawisata Di Desa Benan Kabupaten Lingga Kepulauan Riau Sari, T. Ersti Yulika; Putri, R.Marwita Sari; Amrizal, Sri Novalina; Muzammil, Wahyu; Oktavia, Yulia; Tetty, Tetty; Khairunnisa, Khairunnisa; Putri, Dwi Septiani; Ilhamdy, Aidil Fadli; Apriandi, Azwin; Zahra, Aminatul; Jumsurizal, Jumsurizal
Journal of Community Engagement Research for Sustainability Vol. 3 No. 1 (2023): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/cers.3.1.40-46

Abstract

Benan is one of the islands located in Senayang District, Lingga Regency, Riau Islands. Most of the people on Benan Island work as sea cucumber fishermen, this is because the existence of sea cucumbers on the island is still abundant. The processing of liquid waste originating from post-harvest sea cucumbers in the form of wet sea cucumbers and dry sea cucumbers has not been carried out optimally, even though the more raw materials for sea cucumbers are prepared at the time of postharvest, the more waste generated will also be. The problem with partners is that the liquid waste originating from the post-harvest preparation of sea cucumbers has not been carried out optimally. The solution given to partners is education through socialization of liquid waste processing from the results of postharvest preparation of sea cucumbers into local microorganisms (MOL) in the Benan village field trip group, so that postharvest processing of sea cucumbers becomes zero waste. The methods in the activities carried out are discussion and socialization. The results obtained after this service is increasing public knowledge about sea cucumber wastewater treatment.
Community Empowerment Through Innovation in Mangrove Fruit-Based Dodol (Sonneratia caseolaris) Processing in Resun Village, Lingga Regency: Pemberdayaan Masyarakat Melalui Inovasi Olahan Dodol BerbasisBuah Mangrove (Sonneratia caseolaris) di Desa Resun, KabupatenLingga prastari, cindytia; Fadli Ilhamdy, Aidil; Manullang, Benny; Viona Selulalae, Anggrei; apriandi, azwin; Jumsurizal, Jumsurizal; rahman, r fathul; Novalina, Sri; Sari Putri, R Marwita; Viruly, Lily; Natasyah, Siti; Wulan, Wulan; Putra, Catur Syahbani
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 9 No. 3 (2025): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/rdxvqb03

Abstract

Resun Village, Lingga Regency, is a coastal area with preserved mangrove forest potential, but the utilization of mangrove fruits such as Sonneratia caseolaris (pedada) is still limited. This activity aims to empower the community through processing pedada fruit into dodol as a local food product with economic and ecological value. The methods used include socialization, dodol making training, organoleptic testing, proximate analysis, and product packaging design. Dodol is made from pedada fruit juice which is boiled and mixed with additional ingredients such as sugar, coconut milk, and glutinous rice flour, then cooked for more than 3 hours. Organoleptic tests by 59 panelists showed the highest level of preference for aroma (2.90) and taste (2.34), while texture received the lowest score (1.68). The results of the proximate test showed that dodol met the quality standards of SNI 01-2986-1992 with a water content of 2.84%, fat 2.84%, protein 2.32%, ash 0.44%, and carbohydrate 68.34%. This activity also succeeded in increasing public awareness of mangrove conservation and forming local business groups based on non-timber forest products.   Keywords: Proximate analysis, Resun Village, Mangrove dodol, Community empowerment, Sonneratia caseolaris, Organoleptic test
Karakteristik mutu es krim dengan penambahan hidrolisat protein ikan rucah: Quality characteristics of ice cream with added bycatch fish protein hydrolysate (FPH) Yuniarti, Tatty; Fristina, Dela; Asriani, Asriani; Leilani, Ani; Amrizal, Sri Novalina
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 28 No. 1 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(1)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v28i1.50466

Abstract

Fish protein hydrolysate (FPH) is a simple peptide as a result of the enzymatic hydrolysis of fish protein. FPH is added to ice cream to enhance its quality characteristics and increase consumer acceptance. The purpose of this study was to determine the best concentration of fish protein hydrolysate (FPH) in producing ice cream based on organoleptic, physical, and chemical parameters. A completely randomized design (CRD) was used for the study. The treatment was to add FPH from bycatch fish to ice cream at different amounts: 0.4, 0.8, 1.2, and 1.8%. The parameters analyzed were hedonic quality, taste intensity, proximate, fiber, melting power, viscosity, overrun, total solids, and total plate count. Ice cream with the addition of 0.8% FPH had the best level of panelist acceptance, while the addition of 1.8% FPH had the best chemical and physical quality. Panelists slightly prefer the 0.8% treatment in terms of color preference value (3.73), aroma (3.66), texture (4.26), and overall (4.02). The intensity assessment of the attributes fishy (3.34), sweet (3.34), taste (3.59), strawberry (3.13), and milk (3.25) is still acceptable to panelists in the medium category. Ice cream with the addition of 1.8% FPH has a moisture content of 72.25%, fat (1.62%), ash (1.11%), protein (1.71%), fiber (5%), viscosity (2,084.4 cP), and melting power (44 minutes). The total plate count of ice cream still meets the safe limit according to SNI 01-3713-1995. It has been found that the more FPC that is added, the higher the fishy taste, protein content, fiber, viscosity, and overrun value that makes the ice cream matrix work better as a foaming agent.
PENAPISAN KAPANG ENDOFIT ASAL Thallasia hemprichii SEBAGAI PENGHASIL ANTIMIKROBA Syahputri, Elma Alda; Oktavia, Yulia; Amrizal, Sri Novalina
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 14 No. 2 (2022): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Department of Marine Science and Technology, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jitkt.v14i2.39490

Abstract

Resistensi antibiotik merupakan masalah kesehatan yang dialami oleh makhluk hidup, disebabkan oleh penggunaan antibiotik jangka panjang. Thallasia hemprichii memiliki kandungan senyawa metabolit yang berpotensi pada bidang farmasi. Banyak penelitian menunjukkan bahwa lamun memiliki aktivitas senyawa bioaktif alami sebagai antifouling, antibakteri, dan antikapang. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui jumlah isolat, dan karakteristik morfologi kapang endofit serta mengetahui aktivitas antagonis yang dihasilkannya terhadap bakteri uji Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Penelitian dimulai bulan April-September 2021 menggunakan perairan Desa Malang Rapat. Jenis penelitian yang dilakukan yaitu deskriptif. Terdapat 4 tahap penelitian yaitu pengambilan dan preparasi akar serta daun lamun sebagai inang kapang endofit, isolasi kapang endofit lamun dengan metode isolasi tanam langsung, pengamatan morfologi kapang, dan uji antagonis kapang menggunakan metode uji antagonis oleh kapang terhadap bakteri uji. Hasil penelitian mendapatkan 3 isolat dari sampel akar dan 7 isolat asal daun, dengan isolat yang memiliki hifa septum dimiliki oleh D32.1, D32.2, A37, A35, A21, dan D45. Karakteristik pigmentasi putih dimiliki oleh isolat D32.2, D31, D21, D22, D18, dan A37. Uji antagonis terhadap bakteri E. coli dan S. aureus menunjukkan bahwa isolat D18 memiliki diameter zona hambat yang paling besar yaitu 27,7 mm, dan isolat D32.1 menunjukkan diameter zona hambat yang paling kecil yaitu 13,1 mm terhadap bakteri E. coli. Isolat D22 terhadap bakteri S. aureus memperlihatkan diameter zona hambat sebesar 5,9 mm.
TREN GLOBAL DAN EVOLUSI PENGETAHUAN DALAM PENELITIAN IKAN ASAP (1975–2025): SUATU ANALISIS BIBLIOMETRIK YANG KOMPREHENSIF Meiyasa, Firat; Tarigan, Nurbety; Amrizal, Sri Novalina
Marinade Vol 8 No 02 (2025): Oktober, 2025
Publisher : Fisheries Product Technology Department, Faculty of Marine Science and Fisheries, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/marinade.v8i2.7863

Abstract

Ikan asap merupakan produk pangan dengan nilai gizi tinggi serta daya simpan yang panjang, namun juga memiliki potensi mengandung senyawa berbahaya seperti hidrokarbon aromatik polisiklik (PAHs). Penelitian mengenai ikan asap telah berkembang pesat selama lima dekade terakhir. Meskipun demikian, belum ada tinjauan komprehensif yang membahas tren global penelitian di bidang ini, khususnya terkait keamanan pangan, keberlanjutan, dan inovasi teknologi pengasapan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tren publikasi ilmiah mengenai ikan asap selama periode 1975–2025 menggunakan pendekatan bibliometrik, guna memahami pola penelitian, jejaring kolaborasi internasional, serta arah penelitian di masa mendatang. Data diperoleh dari basis data Scopus dengan menggunakan kata kunci “smoked fish” untuk publikasi tahun 1975–2025. Analisis meliputi kuantifikasi jumlah publikasi, identifikasi topik dominan, serta pemetaan kolaborasi antarnegara. Data kemudian dianalisis dengan perangkat lunak VOSviewer dan RStudio. Sebanyak 910 dokumen yang relevan dianalisis dalam studi ini. Hasil menunjukkan peningkatan publikasi yang signifikan dalam dua dekade terakhir, dengan fokus yang bergeser dari aspek tradisional pengasapan ikan menuju isu keberlanjutan, kesehatan, dan inovasi teknologi.Tren utama mencakup pengembangan teknik pengasapan ramah lingkungan serta peningkatan perhatian terhadap keamanan pangan dan mutu produk. Tercatat pula kolaborasi internasional yang kuat antara negara-negara seperti Indonesia, Italia, dan Nigeria. Jurnal utama yang banyak mempublikasikan topik ini antara lain Food Control dan Journal of Food Protection. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa ikan asap semakin menarik perhatian global, dengan kebutuhan mendesak untuk mengembangkan teknologi pengasapan yang lebih berkelanjutan dan aman bagi kesehatan.