Indonesia sebagai negara tropis memiliki keragaman hayati yang melimpah, termasuk tanaman kratom (Mitragyna speciosa Korth.) yang dikenal memiliki aktivitas farmakologis potensial. Studi ini bertujuan untuk meninjau aktivitas farmakologis kratom melalui kajian literatur deskriptif dari berbagai publikasi ilmiah yang relevan. Metode yang digunakan adalah kajian literatur dengan mencari artikel-artikel yang memuat informasi tentang aktivitas farmakologi kratom. Hasil kajian menunjukkan bahwa kratom memiliki beragam aktivitas farmakologis, antara lain antinosiseptif, antikanker, antimikroba, antidiabetes (penghambatan α-glukosidase), analgesik, ansiolitik, antiinflamasi, dan antidepresan. Senyawa utama dalam kratom, seperti mitraginin dan 7-hidroksimitraginin, memiliki peran penting dalam aktivitas terapeutiknya. Namun, meskipun demikian, bukti ilmiah yang ada masih terbatas, terutama dalam hal evaluasi preklinis dan klinis yang terstandarisasi. Penggunaan kratom juga masih menimbulkan kekhawatiran terkait potensi ketergantungan dan efek psikoaktif yang berisiko. Kesimpulannya, kratom memiliki potensi besar sebagai terapi alternatif, namun penggunaan kratom harus disertai dengan penelitian lebih lanjut untuk mengevaluasi keamanan jangka panjang, dosis yang optimal, dan regulasi yang tepat.