Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

THE USE OF COMMUNITY LANGUAGE LEARNING (CLL) IN TEACHING SPEAKING Irwandi Irwandi
Linguistics and ELT Journal Vol 3, No 1 (2015): June
Publisher : Muhammadiyah University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.664 KB) | DOI: 10.31764/leltj.v3i1.309

Abstract

The purpose of this research is to find out the effectiveness of using CLL in teaching speaking at the first grade students of SMP N 18 Mataram in academic year 2014 / 2015. This is kind of quantitative research with quasi experimental method. The population of this research involved 67 students’ from the first grade in SMPN 18 Mataram. The reseacher took 44 students as a sample that divided into two groups, 22 students belong to the experimental group and 22 students belong to the control group. To find out the differences of x and y, the writer used pre- test and post- test to collect the data. The data collected was analized by t-test formula. Therefore, the writer gave different treatment to prove that CLL is better than conventional method. After the writer gave the treatment, it showed that the mean of post test of experimental group is higher than control group. After that, the result of mean score of Experimental and group is proved by the t-test and compared with t-table, so the result in t-test is 3,8 and t-table (0,05%) is 2,02 and (0,01 %) is 2,70. In addition, the result of the t-test is higher than t-table (3,8 > 2.02 > 2,70). This means that there is significant different between experimental and control group. From the explanation above, the writer concludes that Community Language Learning (CLL) was effective in teaching speaking for the first grade students of SMP N 18 Mataram in academic year of 2014/2015. 
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN KOSAKATA BAHASA INGGRIS DI MASA PANDEMI COVID-19 PADA ANAK USIA DINI Rima Rahmaniah; Irwandi Irwandi; Muhammad Hudri; Hidayati Hidayati; Nurmiwati Nurmiwati
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 12, No 2 (2021): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v12i2.4976

Abstract

Abstrak:Kebutuhan akan penguasaan bahasa Inggris sejak dini telah menjadi kebutuhanan utama diera globalisasi ini bahkan di masa pandemi Covid-19 ini, disamping penguasaan bahasa Indonesia (mother tongue) dan tidak ada batasan yang tepat kapan kita bisa mulai mengenalkannya kepada buah hati kita, tetapi beberapa pendapat menyatakan bahwa masa yang paling tepat adalah pada saat “ Golden Period” tahap kedua yaitu usia 3 sampai dengan 6 tahun. Hal inilah yang menjadi dasar pemikiran dan tujuan penelitian untuk melakukan kajian terhadap persepsi guru dan orang tua tentang efektivitas pembelajaran bahasa inggris bagi anak usia dini serta apa peran guru dan orang tua dalam mengenalkannya pada anak usia dini di MBSKota  Mataram dalam belajar dari rumah secara daring sesuai aturan pemerintah di kondisi ini. Angket atau questionaire dan wawancara menjadi metode pengumpulan data, sedangkan analisis data dilakukan setelah pemerolehan data secara keseluruhan dengan menggunakan metode survey deskriptif kualitatif. Hasil dan bahasan dari penelitian ini adalah pembelajaran bahasa inggris di masa pandemi kurang berjalan efektif pada anak usia dini dikarenakan dari hasil temuan para peneliti bahwa belajar masih dilaksanakan secara daring atau Belajar Dari Rumah (BDR) di tengah pandemi. Guru PAUD dan TK beserta orang tua dalam memberikan pembelajaran bahasa inggris menggunakan media baik audio maupun visual namun apa yang diberikan menjadi kurang terukur sehingga indikator-indikator pembelajaran masih menyesuaikan pada minat, motivasi dan pertimbangan lainnya dimana bermain pada masa ini lebih dominan. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah penting sekali memaksimalkan peran orangtua dan guru untuk menstimulus anak agar membuat ruang-ruang yang menjadikan anak aktif berkomunikasi, selain itu, guru atau pendidik harus lebih aktif dalam memberikan stimulasi kepada anak. Abstract: Mastery of English from an early age has become a major requirement needed in this globalization era, in addition to mastering the Indonesian language (mother tongue) and there is no limitation exactly, when we start introducing it to our children, but some opinions state that the most appropriate time is during the second stage of the "Golden Period", which is 3 to 6 years old. This is the rationale and so the purpose of this research is to conduct a study of the perceptions of teachers and parents about the effectiveness of learning English for early childhood and what is the role of teachers and parents in introducing it to early childhood children in Mataram City especially in MBS. Questionnaires or interviews are as a data collection methods, while data analysis is carried out after overall data collection using a qualitative descriptive survey method. The results and discussion of this study shown that learning English during the pandemic is less effective in early childhood due to the findings of the researchers that learning is still carried out online or Learning From Home (BDR) in the midst of a pandemic. PAUD teachers and parents in providing English language learning use both audio and visual media, but what is given becomes less measurable so that learning indicators still adjust to interests, motivations and other considerations where playing at this time is more dominant. And the conclusion in this study is that it is very important to maximize the role of parents and teachers to stimulate children to create spaces that make children actively communicate, in addition, teachers or educators must be more active in providing stimulation to children.
USE OF DUOLINGO APPLICATION TO IMPROVE ENGLISH VOCABULARY DURING COVID-19 FOR MINING ENGINEERING STUDENTS Hidayati Hidayati; Rima Rahmaniah; Irwandi Irwandi; M. Hudri; Ilham Zitri; Sintayana Muhardini
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 4, No 3 (2021): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v4i3.5656

Abstract

Abstrak: Duolingo masuk ke kategori aplikasi edukasi, tapi cara penggunaannya, layaknya bermain game sehingga mahasiswa juga dapat menggunakannya secara santai tanpa tekanan, dan dalam penggunaannya pula sangat mudah diterima dan diserap karena fleksibilitasnya. Aplikasi ini bertujuan untuk membantu dan mengembangkan kemampuan berbahasa, oleh karena itu, dengan melibatkan mahasiswa semester III (tiga) S1 Teknik Pertambangan Fakultas Teknik maka kegiatan pengabdian pada masyarakat ini menggunakan Duolingo application atau aplikasi Duolingo sebagai media pembelajaran elektronik untuk meningkatkan kemampuan kosakata berbahasa Inggris. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini telah dilaksanakan dengan menggunakan metode observasi dan metode tindakan sehingga hasilnya adalah bahwa mahasiswa secara langsung dilatih untuk selalu mengingat apa arti kata yang telah disebutkan tersebut lewat soal-soal yang diberikan pada setiaplevel sehingga mereka akan terus mengingat kosakata tersebut dengan menggunakan beberapa gambar, games dan lainnya dengan menampilkan bahasa inggris yang sering dipergunakan sehingga mahasiswa dapat belajar dengan lebih mudah. Mahasiswa juga dapat memanfaatkan teknologi internet, dalam hal ini penggunaan aplikasi Duolingo untuk kegiatan pembelajaran bahasa khususnya bahasa inggris yang lebih kreatif, menarik, dan inovatif serta memahami konsep media pembelajaran beserta fungsi media pembelajaran sehingga aplikasi Duolingo ini memberikan peningkatan kosakata bahasa Inggris karena metode dan bentuk yang berbeda sehingga mahasiswa tidak merasa terbebani dalam pelaksanaannya.Abstract: Duolingo is the educational application category like playing a game, so the students can also use its casually without pressure, and also easy to accept and absorb because of flexibility. This application aims to help and develop the language skills, therefore, by involving third semester students of Mining Engineering Faculty of Engineering, as the community service activity uses the Duolingo application as an electronic learning medium to improve their English vocabulary skills. This community service activity has been carried out using the observation and classroom action, so, the result is the students are directly trained to always remember about the word means through the questions given at each level by using several pictures, games and others. Students can also take advantages of internet technology, in this case the use of the Duolingo application for language learning activities, especially English which is more creative, interesting, innovative and they have to understand the concept of learning media and the functions of learning media so that this Duolingo application provides an increase in English vocabulary because of its methods and forms in its implementation.
PENDAMPINGAN PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS DASAR PADA SANTRI PONDOK PESANTREN NURUL ISLAM DI KEKALIK, SEKARBELA, MATARAM Ilham Ilham; Irwandi Irwandi; Yulia Isnaini; Rima Rahmaniah; M. Hudri; M. Fauzi Bafadal
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 4, No 4 (2021): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v4i4.6620

Abstract

Abstrak: Pendampingan pembelajaran  bahasa Inggris ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan secara teoritis dan praktis penggunaan bahasa Inggris dasar, expresi ekspresi serta kosakata yang digunakan. Kegiatan pelatihan ini melibatkan para santri ponpes Nurul Islam. Mentor dalam kegiatan ini melibatkan dosen-dosen bahasa Inggris yang memiliki keterampilan dan penguasaan bahasa Inggris yang baik. Pelaksanaan kegiatan pendampingan bertempat di ponpes Nurul Islam, Kekalik Sekarbela, Mataram.  Pelatihan ini diadakan untuk untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris siswa. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa para siswa sangat antusias dalam mengikuti pembelajaran yang dapat dilihat dari keaktifan dan kehadiran mereka selama mengikuti kegiatan. Dari kegiatan pelatihan ini diharapkan meningkatnya kemampuan Bahasa inggris para siswa.Abstract: This English learning community service aims to provide theoretical and practical knowledge of the use of basic English, expressions and vocabulary used. This training activity involved the students of the Nurul Islam Islamic Boarding School. Mentors in this activity were English lecturers who have good English skills and mastery. The implementation of the mentoring activities took place at the Nurul Islam Islamic Boarding School - Kalik Sekarbela, Mataram. This training was held to improve students' English language skills. The results of the activity showed that the students were very enthusiastic to participate in the learning activity which could be seen from their activeness and presence during the mentoring. From this training activity, it is hoped that the students' English skills will increase.
CREATIVE FUNDRAISING AS A DISASTER FUNDRAISING EFFORT BY STUDENTS Rima Rahmaniah; Hidayati Hidayati; Irwandi Irwandi; Yudhi Lestanata; Sintayana Muhardini; Hijril Ismail
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 4, No 3 (2021): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v4i3.5668

Abstract

Abstrak: Fundraising adalah sebuah seni yang bisa dipelajari oleh siapapun termasuk seorang pemula. Dalam kerangka fundraising, substansi fundraising berupa program yaitu kegiatan dari implementasi visi dan misi lembaga yang jelas sehingga masyarakat mampu tergerak untuk melakukan perbuatan filantropinya.secara kreatif. Kegiatan pengabdian pada masyarakat yang dilakukan tim dosen Prodi PBI FKIP UMMAT dengan melibatkan mahasisiwa Prodi PBI atau HMPS PBI atau ESA sebanyak 15 orang dengan menggunakan metode observasi dan metode tindakan dalam pelaksanaannya di lapangan. Adapun hasil dan temuan dari kegiatan ini adalah a) meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang creative fundraising dan contoh metode kreatif yang telah dilaksanakan untuk menumbuhkan jiwa kreatif dan inovatif dalam diri mahasiswa umumnya dan jiwa kewirausahaan pada khususnya, b) mengembangkan kreasi, daya cipta dan pengalaman mereka untuk menggunakan creative fundraising sebagai cara atau metode dalam penggalangan dana bencana, c) dapat mengaplikasikan metode lainnya untuk kegiatan berikutnya untuk mengembangkan semua potensi yang dimiliki mahasiswa yang lebih melekatkan dasar kearah perkembangan sikap, pengetahuan, dan ketrampilan untuk menyesuaikan diri dan peka dengan kondisi lingkungan bencana yang sedang berlangsung di seluruh wilayah Indonesia, dan d) tumbuhnya sikap tepo seliro dan awareness atau sikap peduli sesama sehingga menimbulkan dampak psikologis yang bermanfaat bagi para mahasiswa selama masa pandemi ini.Abstract: Fundraising is an art that can be learned by anyone, including a beginner. In the framework of fundraising, the substance of fundraising is in the form of programs, namely activities of implementing a clear vision and mission of the institution so that the community can be motivated to do creative philanthropic deeds. Community service activities carried out involve 15 students of PBI or HMPS PBI or ESA study programs using observation and action methods in their implementation. The results and findings of this activity are a) increasing knowledge and understanding of creative fundraising and the examples of creative methods that have been implemented to foster a creative and innovative spirit in general and entrepreneurial spirit in particular, b) develop their creations, creativity and experience in raising funds for disasters, c) can develop all the potential of students who are more attached to the basis for the development of attitudes, knowledge, and skills to adapt and be sensitive to the conditions of the ongoing disaster environment in all regions of Indonesia, and d) the growing attitude of tepo seliro and awareness or a caring attitude towards others, which will have beneficial psychological effects for students during this pandemic.
FUN COOKING IN ENGLISH SEBAGAI ALTERNATIF PEMBELAJARAN KREATIF DARING UNTUK ANAK Rima Rahmaniah; Hidayati Hidayati; M. Hudri; Irwandi Irwandi; Nurmiwati Nurmiwati
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 3, No 3 (2020): October
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v3i3.2732

Abstract

Abstrak: Bermain, dari segi pendidikan adalah kegiatan permainan menggunakan alat permainan yang mendidik serta alat yang bisa merangsang perkembangan aspek kognitif, sosial, emosi, dan fisik yang dimiliki anak atau yang disebut dengan permainan edukatif. Maka guna mengurangi trauma anak pada dampak bencana gempa pada tahun 2018 lalu. Tim pengabdian bersama mahasiswa melaksanakan kegiatan pengabdian sebagai kegiatan psikososial dengan mengajak dan mengajar anak-anak terdampak tersebut dengan memberikan permainan edukatif dengan tahapan kegiatannya dimulai dari pemutaran film animasi gempa bumi, sesi tanya jawab, dan bermain edukasi untuk mengurangi trauma anak mengenai kejadian bencana yang terjadi di tahun 2018 lalu untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan self awareness anak usia sekolah sampai menengah yang ada di Desa Aik Berik Kecamatan Batukliang Utara Kabupaten Lombok Tengah. Kegiatan ini akan dilakukan selama 8 (delapan) pekan dalam 2 (dua) bulan dengan menggunakan metode observasi atau pengamatan langsung, dan metode tindakan. Hasil kegiatan menunjukkan: a) adanya pemahaman tentang mitigasi bencana pada anak-anak dan masyarakat yang menemani anak-anak mereka  untuk meningkatkan self awareness mereka tentang bencana, b) Dimilikinya pengembangan pengetahuan, ketrampilan dengan menggunakan permainan edukatif untuk mengurangi trauma dampak gempa yang terjadi tahun 2018 lalu. Dan c) Dimilikinya pemahaman tentang kesiapsiagaan akan mitigasi bencana.Abstract: Play, in terms of education, is a game activity using educational game tools as well as tools that can stimulate the development of cognitive, social, emotional, and physical aspects that children have or so-called educational games. So to reduce the trauma of children in the aftermath of the earthquake disaster in 2018. The community service team of students carried out the devotional activities as psychosocial activities by inviting and teaching the affected children by providing educational games with the stages of the activity starting from the screening of earthquake animated films, question and answer sessions, and playing education to reduce the trauma of children about the disastrous events that occurred in 2018 then to improve the knowledge, skills, and self-awareness of school-age children until secondary in Aik Berik village of Batukliang District North Lombok Tengah Regency. This activity will be carried out for 8 (eight) weeks in 2 (two) months using observation or direct observation methods, and methods of action. The results of the activity show: a) an understanding of disaster mitigation in children and communities accompanying their children to increase their self-awareness about disasters, b) The development of knowledge, skills by using educational games to reduce the trauma of earthquake impacts that occurred in 2018. And c) His understanding of disaster mitigation preparedness.
POJOK LITERASI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BAHASA INGGRIS DAN KREATIVITAS DI MASA COVID-19 BAGI ANAK USIA SEKOLAH Hidayati Hidayati; Halus Mandala; Rima Rahmaniah; Irwandi Irwandi; M. Hudri; Nurmiwati Nurmiwati
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 5, No 1 (2022): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v5i1.7104

Abstract

Abstrak: Pojok literasi atau pojok baca merupakan pemanfaatan sudut ruang sebagai tempat koleksi buku. Pojok  baca  ini  diharapkan  dapat  merangsang  peserta  didik untuk lebih gemar membaca dan melakukan aktivitas lain yang dapat mengembangkan potensi dan daya pikir mereka. Maka oleh karena itu, kegiatan pengabdian pada masyarakat ini dipandang perlu untuk dilakukan dengan tujuan untuk membuat pojok literasi dan membudayakan minat serta kebiasaan membaca khususnya bahasa inggris melalui buku atau bahan bacaan dengan menggunkan metode observasi, storytelling dan wawancara. Adapun hasil dan temuan dari kegiatan ini adalah a. meningkatkan minat baca dan pengetahuan juga pemahaman tentang  bahasa inggris untuk menumbuhkan jiwa kreatif dan inovatif dalam diri mahasiswa umumnya dan pemuda juga anak usia sekolah di desa Sesaot ini pada khususnya sebagai tempat atau lokasi pengabdian tim PBI dan PBSI FKIP UMMAT, b. mengembangkan kreasi, daya cipta dan pengalaman mereka untuk menggunakan metode storytelling sebagai cara atau metode dalam peningkatan kemampuan berbahasa inggris dan dapat mengaplikasikan metode lainnya untuk kegiatan berikutnya, c. mengembangkan semua potensi yang dimiliki tim dan mahasiswa yang lebih melekatkan dasar kearah perkembangan sikap, pengetahuan, dan ketrampilan untuk menyesuaikan diri dan peka dengan kondisi lingkungan dimana pandemi covid-19 ini sedang berlangsung di seluruh wilayah Indonesia, d. tumbuhnya sikap tepo seliro dan awareness atau sikap peduli sesama sehingga menimbulkan dampak psikologis yang bermanfaat bagi masyarakat dan mahasiswa selama masa pandemi ini.Abstract: The literacy corner or reading corner is the use of a space in the corner as a book collection place. This reading corner is expected to stimulate students to be more fond of reading and do other activities that can develop their potential and thinking power. Therefore, this community service activity is deemed necessary to be carried out with the aim of creating a literacy corner and cultivating interest and reading habits, especially English through books or reading materials using observation, storytelling and interview methods. The results and findings of this activity are a. increasing their interest in reading and knowledge as well as understanding of English to foster a creative and innovative spirit in students in especially to the youth and school-age children in Sesaot village in particular as a place or location for the dedication of the PBI and PBSI FKIP UMMAT teams, b. develop their creativity and experience to use the storytelling method as a way or method in improving English language skills and can apply other methods for the next activity, c. develop the potential of the all team and students who are more attached to the basis towards the development of attitudes, knowledge, and skills to adapt and be sensitive to environmental conditions where the covid-19 pandemic is taking place throughout Indonesia, d. growth of the attitude and awareness or caring attitudes for others so that it has a psychological impact that is beneficial to the community and students during this pandemic Covid-19.
DISASTER MITIGATION TRAINING (PELATIHAN MITIGASI BENCANA) UNTUK ANAK USIA DINI DI MUHAMMADIYAH BOARDING SCHOOL SANG SURYA, KOTA MATARAM Hidayati Hidayati; Rima Rahmaniah; M Hudri; Irwandi Irwandi; Moh Fauzi Bafadal
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 3, No 2 (2020): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.594 KB) | DOI: 10.31764/jpmb.v3i2.2195

Abstract

ABSTRAKPenyelenggaraan penanggulangan bencana dalam situasi terdapat potensi terjadi bencana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34 huruf b meliputi kesiap siagaan, peringatan dini dan mitigasi bencana (Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24,2007 tentang Penanggulangan Bencana). Mitigasi bencana adalah serangkaian upaya untuk mengurangi resiko bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi bencana, mitigasi bencana merupakan suatu aktivitas yang berperan sebagai tindakan pengurangan dampak bencana atau usaha-usaha yang dilakukan untuk mengurangi korban ketika bencana terjadi baik korban jiwa maupun harta. Besarnya potensi ancaman bencana di Indonesia menyebabkan peluang masyarakat menjadi korban sangat besar terutama anak-anak dikarenakan mereka masih sangat rentan dan memiliki pengetahuan yang minim berkaitan dengan mitigasi bencana. Pemberdayaan anak usia sejak dini untuk memahami mitigasi bencana merupakan langkah awal membangun masyarakat sadar bencana sehingga ketika terjadi bencana  maka partisipan PKM yaitu guru dan anak-anak usia dini di MBS Sang Surya yang berada ditempat ini tidak lagi kebingungan dan panik karena telah memahami bagaimana cara mengatasi dan mengurangi resiko bencana. Dengan harapan pengetahuan yang didapat selama PKM ini ditularkan pada lingkungan sekitar dalam rangka mengurangi risiko bencana, maka metode observasi partisipatoris atau observasi partisipan dan role play atau metode praktik dipergunakan dalam PKM ini. Kegiatan ini dalam pelaksanaannya juga melibatkan tenaga ahli dan Komunitas Relawan Mataram (KRM) yang juga tergabung dalam Muhammadiyah Disaster Management Centre (MDMC) Nusa Tenggara Barat. Hasil capaian dan kesimpulan dalam kegiatan ini sebagai berikut: a} Telah adanya pengetahuan dan pemahaman tentang mitigasi bencana sehingga setiap tindakan bertujuan untuk meningkatkan self awareness mereka tentang bencana yang potensial terjadi, dan b) Dimilikinya pengetahuan kesiapsiagaan akan mitigasi bencana yang bertujuan untuk mengatasi dan mengurangi dampak bencana atau resiko jangka panjang terhadap harta dan jiwa manusia. Kata kunci: mitigasi; bencana; anak usia dini. ABSTRACTImplementation of disaster management in potential situations as referred to in Article 34 letter b includes preparedness, early warning and disaster mitigation (Law of the Republic of Indonesia Number 24,2007 concerning Disaster Management). Disaster mitigation is a series of efforts to reduce the risk of disasters, both through physical development and awareness raising and capacity to deal with disasters, disaster mitigation is an activity that acts as an action to reduce the impact of disasters or efforts made to reduce casualties when disasters occur both casualties and treasure. The magnitude of the potential threat of disasters in Indonesia causes the opportunity for the community to become very large victims especially children because they are still very vulnerable and have minimal knowledge related to disaster mitigation. Empowerment of children from an early age to understand disaster mitigation is the first step in building a community aware of disasters occurs, PKM participants are teachers and early children in MBS Sang Surya who are in this place are no longer confused and panicked because they have understood how to overcome and reduce disaster risk. With the expectation that knowledge gained during PKM is transmitted to the surrounding environment in order to reduce disaster risk, participatory observation methods or participant observation and role play or practice methods are used. This activity in its implementation also involved experts and the Mataram Volunteer Community (KRM) who were also members of the West Nusa Tenggara Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC). The results and achievements in this activity are as follows: a} Knowledge and understanding of disaster mitigation has been created so that every action aims to increase their self-awareness about potential disasters, and b) Possess knowledge of disaster preparedness aimed at mitigating and reducing the impact of disasters or long-term risks on human assets and lives Keywords: mitigation; disaster; early children.
PERMAINAN EDUKASI PSIKOSOSIAL DI DESA AIK BERIK KECAMATAN BATUKLIANG UTARA KABUPATEN LOMBOK TENGAH Rima Rahmaniah; M Hudri; Irwandi Irwandi; Moh Fauzi Bafadal; Nurmiwati Nurmiwati; Hidayati Hidayati
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 3, No 2 (2020): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.578 KB) | DOI: 10.31764/jpmb.v3i2.2197

Abstract

ABSTRAKBermain, dari segi pendidikan adalah kegiatan permainan menggunakan alat permainan yang mendidik serta alat yang bisa merangsang perkembangan aspek kognitif, sosial, emosi, dan fisik yang dimiliki anak atau yang disebut dengan permainan edukatif. Adams (1975) berpendapat bahwa permainan edukatif adalah semua bentuk permainan yang dirancang untuk memberikan pengalaman pendidikan atau pengalaman belajar kepada para pemainnya, termasuk permainan tradisional dan moderen yang diberi muatan pendidikan dan pengajaran. Maka guna mengurangi trauma anak pada dampak bencana gempa pada tahun 2018 lalu, tim pengabdian bersama mahasiswa melaksanakan kegiatan pengabdian sebagai kegiatan psikososial dengan mengajak dan mengajar anak-anak terdampak tersebut dengan memberikan permainan edukatif dengan tahapan kegiatannya dimulai dari pemutaran film animasi gempa bumi, sesi tanya jawab, dan bermain edukasi untuk mengurangi trauma anak mengenai kejadian bencana yang terjadi di tahun 2018 lalu untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan self awareness anak usia sekolah sampai menengah yang ada di desa Aik Berik Kecamatan Batukliang Utara Kabupaten Lombok Tengah. Kegiatan ini akan dilakukan selama 8 (delapan) pekan dalam 2 (dua) bulan dengan menggunakan metode observasi atau pengamatan langsung,  dan metode tindakan. Target hasil capaian dan simpulan dalam kegiatan ini sebagai berikut: a) Adanya pemahaman tentang mitigasi bencana pada anak-anak dan masyarakat yang akan menemani anak-anak mereka  untuk meningkatkan self awareness mereka tentang bencana, b) Dimilikinya pengembangan pengetahuan, ketrampilan dengan menggunakan permainan edukatif untuk mengurangi trauma akan dampak gempa yang terjadi tahun 2018  lalu, dan c) Dimilikinya pemahaman tentang kesiapsiagaan akan mitigasi bencana yang bertujuan pengurangan dampak bencana atau usaha-usaha yang dilakukan untuk mengurangi korban ketika bencana terjadi baik korban jiwa maupun harta Kata kunci : permainan edukasi; psikososial. ABSTRACTIn terms of education, playing is an activity by using games that can stimulate the development of cognitive, social, emotional, and physical aspects of a child or what is called an educational game. Educational games are all forms of games designed to provide educational experiences or learning experiences to the players, including traditional and modern games that are given educational and teaching content. So in order to reduce child trauma on the impact of the earthquake in 2018, the team of devotees along with students carried out community service activities as a psychosocial activity by inviting and teaching affected children by providing educational games with stages of activities starting from the screening of earthquake animated films, question answer sessions, and education games to reduce child trauma regarding disasters that occurred in 2018 and to improve the knowledge, skills and self awareness of school-to-middle-aged children in the Aik Berik village, Batukliang Utara District, Lombok Tengah District. This activity would be carried out for 8 (eight) weeks in 2 (two) months using the observation method or direct observation, and the action method. The target and conclusion in this activity are as follows: a) An understanding of disaster mitigation for children and the community that will accompany their children to increase their self-awareness about disasters, b) Having the knowledge development and skills by using educational games to reduce trauma to the effects of the earthquake that occurred last 2018, and c) Having an understanding of disaster mitigation preparedness aimed at reducing the impact of disasters or efforts made to reduce casualties when disasters occur both fatalities and property. Keywords : educational game; psychosocial.
Improving Students’ Reading Skill Through Think-Pair-Share (TPS) Technique Muhammad Hudri; H Irwandi
IJECA (International Journal of Education and Curriculum Application) Vol 1, No 1 (2018): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/ijeca.v0i0.1993

Abstract

This study aims to investigate how the Think-Pair-Share (TPS) technique can improve the students’ reading skill at English Language Department, Muhammadiyah University of Mataram. The problem found in the fourth semester students is that they have low ability in comprehending the text. The TPS technique is offered by the researcher to solve the problem. Later on, the design of this research was classroom action research adopted from Kemmis & McTaggart which goes through a cycle that consists of four stages namely planning, acting, observing, and reflecting. At the cycle 1 the students failed to meet the criteria of success because only 14 (fourteen) out of 30 (thirty) or 47% students who got the minimum passing grade 75 (seventy five) and the average score was 67. It meant that the study must be continued to the next cycle. At last, in the cycle 2 met the criteria of success in which 67% students or 20 (twenty) out of 30 (thirty) students met the minimum passing grade 75 and the average score was 72. Besides gaining improvement in the reading score, the students also seemed enthusiastic in thinking, pairing and sharing their ideas. They stated that this technique is able to encourage and motivate them in thinking, exploring and sharing their opinion and ideas. This technique is also good to enhance the cooperation with other people. Finally, TPS technique is also able to increase the students’ confidence to share their ideas in front of many people.