Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search
Journal : Dentin

GAMBARAN KEBIASAAN BURUK RONGGA MULUT DAN KEJADIAN MALOKLUSI PADA SISWA USIA 10-12 TAHUN Yasmina Aulia; Diana Wibowo; Aulia Azizah; R. Harry Dharmawan Setyawardhana; Nurdiana Dewi
Dentin Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/dentin.v7i3.10742

Abstract

Latar Belakang: Maloklusi merupakan masalah gigi dan mulut tertinggi urutan ke 3 setelah karies dan penyakit periodontal. Maloklusi di usia 10-12 tahun sering terjadi karena usia tersebut sudah memasuki fase kedua dari periode gigi bercampur. Beberapa kebiasaan buruk yang dapat menyebabkan maloklusi yaitu kebiasaan menghisap dan menggigit bibir, menggigit kuku, mengisap jari, bernafas melalui mulut, bruxism dan menjulurkan lidah. Indeks yang dapat digunakan pada periode gigi bercampur adalah Index Of Complexity, Outcome And Need (ICON). Tujuan: Untuk mengetahui gambaran kebiasaan buruk rongga mulut dan kejadian maloklusi pada siswa usia 10-12 tahun (Tinjauan pada siswa SDN Gambut 10 Kab. Banjar). Metode: Penelitian ini menggunakan metode desktiptif observasional dengan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling pada anak usia 10-12 tahun sebanyak 46 anak. Data kebiasaan buruk diperoleh melalui wawancara orang tua siswa dan pemeriksaan klinis kepada siswa, sedangkan data kejadian maloklusi diperoleh dari pengukuran indeks ICON. Hasil: Hasil penelitian ini yaitu kebiasaan buruk menggigit kuku/benda asing paling banyak ditemui sebesar 10,9%. Responden usia 10 tahun mengalami kejadian maloklusi dengan tingkat keparahan maloklusi paling banyak sebesar 43,4%. Tingkat keparahan maloklusi yang terjadi pada anak dengan memiliki kebiasaan buruk masuk dalam kategori memerlukan perawatan paling banyak 17,4% dari pada tanpa memiliki kebiasaan buruk. Kesimpulan: Keparahan maloklusi berdasarkan indeks ICON banyak ditemukan pada anak usia 10 tahun dan tingkat keparahan maloklusi lebih banyak ditemui pada anak yang memiliki kebiasaan buruk rongga mulut. Kata kunci :  ICON, Kebiasaan Buruk, Maloklusi
EFFECTIVENESS OF DENTAL AND ORAL HEALTH PROMOTION ON IMPROVING KNOWLEDGE AND ATTITUDES OF ELEMENTARY SCHOOL CHILDREN Riska Nisaul Karimah; Rosihan Adhani; Aulia Azizah; R. Harry Dharmawan Setyawardhana; Nurdiana Dewi
Dentin Vol 9, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/dentin.v9i2.17739

Abstract

ABSTRACTBackground: Caries cases are very high, especially in school children. Data from Riskesdas 2018 showed that the incidence of caries in Banjarmasin was 37.62%. The high number of cases is due to lack of knowledge to maintain dental and oral hygiene. It can affect the learning and achievement of school students. Interventions to increase knowledge are needed as a solution to reduce caries cases in children. One of the educational interventions that can be given is the MOKEGI game application. Purpose: To analyze the effectiveness of health promotion using the MOKEGI educational game on the knowledge and attitudes of dental and oral health of school children. Method: The study used a quasi-experimental design with two group pre and post test. The intervention carried out was MOKEGI (Monopoly of Dental Health) which was carried out for 5 days in the control group and the intervention group. The statistical analysis used was the Wilcoxon and Mann-Whitney tests. Results: The study showed the results of the Wilcoxon attitude test, namely p-value 0.000 (pretest) and 0.248 (posttest). In addition, in the Wilcoxon attitude test, the p-value is 0.000 (pretest) and 0.384 (posttest). The results of the Mann-Whitney test showed a p-value of 0.000 (knowledge) and 0.013 (attitude). Conclusion: there is a significant difference in knowledge and attitudes about dental and oral health between before and after health promotion through the MOKEGI game application. The MOKEGI game application is effective in improving knowledge and attitudes about dental and oral health in school children.Keywords: Attitude, Knowledge, Mouth, Play, Teeth ABSTRAKLatar belakang: Kasus karies sangat tinggi terutama pada anak sekolah. Data Riskesdas 2018 didapatkan angka kejadian karies di Banjarmasin sebesar 37,62%. Tingginya kasus dikarenakan kurangnya pengetahuan untuk menjaga kebersihan gigi dan mulut. Jika hal ini terus terjadi dapat mempengaruhi pembelajaran dan prestasi siswa sekolah. Intervensi untuk meningkatkan pengetahuan sangat diperlukan sebagai solusi menurunkan kasus karies pada anak. Salah satu intervensi edukasi yang dapat diberikan adalah aplikasi permainan MOKEGI. Tujuan: Untuk menganalisis efektifitas promosi kesehatan menggunakan permainan edukasi MOKEGI terhadap pengetahuan dan sikap kesehatan gigi dan mulut anak sekolah. Metode: Penelitian menggunakan desain quasy experiment with two group pre and post test. Intervensi yang dilakukan adalah MOKEGI (Monopoli Kesehatan Gigi) yang dilakukan selama 5 hari pada kelompok kontrol dan kelompok intervensi. Analisis statistic yang digunakan adalah uji Wilcoxon dan Mann-Whitney. Hasil: Penelitian menunjukkan hasil uji Wilcoxon sikap yaitu p-value 0,000 (pretest) dan 0,248 (posttest). Selain itu, pada uji Wilcoxon sikap yaitu p-value 0,000 (pretest) dan 0,384 (posttest). Hasil uji Mann-Whitney menunjukkan p- value 0,000 (pengetahuan) dan 0,013 (sikap). Kesimpulan: terdapat perbedaan signifikan pada pengetahuan dan sikap kesehatan gigi dan mulut antara sebelum dan sesudah promosi kesehatan melalui aplikasi permainan MOKEGI. Aplikasi permainan MOKEGI efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap kesehatan gigi dan mulut pada anak sekolah. Kata kunci : Gigi, Mulut, Pengetahuan, Permainan, Sikap.
GAMBARAN NILAI PENGUKURAN POSISI INSISIVUS MAKSILA SUKU BANJAR DENGAN RADIOGRAF SEFALOMETRI LATERAL (Tinjauan pada Siswa SMAN 12 Banjarmasin) Nisa Azaria; Didit Aspriyanto; Tri Nurrahman; Nurdiana Dewi; R. Harry Dharmawan Setyawardhana
Dentin Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/dentin.v8i2.13105

Abstract

ABSTRACTBackground:. Each racial or ethnic group has different characteristic dentocraniofacial patterns. Identifying characteristics of  dentocraniofacial pattern can help establish a diagnosis and plan appropriate orthodontic treatment. One of the dentocraniofacial patterns that can be identified is the position of the incisor teeth. The incisors are the most anterior teeth in the oral cavity. Its position and tilt can be influenced by various genetic and external factors. Characteristics of dentocraniofacial pattern can be identified through cephalometric analysis. Purpose: This  study  aimed  to  determine  the value of maxillary incisor position measurements of SMAN 12 Banjarmasin students from Banjar ethnic in terms of lateral cephalometric radiography using Steiner analysis. Methods: Cephalometric measurements performed using the Steiner analysis method on dental landmarks; UI-NA. Data analysis was carried out using descriptive statistical methods. The sample in this study were students of SMAN 12 Banjarmasin who are Banjarnese, characterized by a minimum of two generations, who have never or are not currently undergoing orthodontic treatment and are willing to be subjects in the research.  Results: The average value of the U1-NA distance measurement, the U1-NA distance measurement value is 4.47 ± 1.66 mm and the U1-NA angle measurement value is 22.86˚ ± 4.95˚. Conclusion: The average value of the maxillary incisors postion for students of SMAN 12 Banjarmasin of the Banjar ethnic is still classified as ideal but tends to be proclined, the average inclination is also still classified as ideal but tends to be proclined from the normal standard value of Steiner analysis.Keywords :     Banjar Ethnic, Cephalometry, Lateral cephalometry, Steiner analysis ABSTRAK Latar Belakang: Setiap kelompok ras atau etnis memiliki karakteristik pola dentokraniofasial yang berbeda. Karakteristik fisik dari pola dentokraniofasial perlu diidentifikasi untuk mendapatkan informasi yang dapat membantu menegakkan diagnosis dan merencanakan perawatan ortodontik yang tepat. Salah satu pola dentokraniofasial yang dapat diidentifikasi yaitu posisi gigi insisivus. Gigi insisivus adalah gigi paling anterior dalam rongga mulut. Posisi dan kemiringannya dapat dipengaruhi berbagai faktor genetik dan faktor eksternal. Karakteristik pola dentokraniofasial ini dapat diidentifikasi melalui analisis sefalometri. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai pengukuran posisi insisivus maksila siswa-siswi SMAN 12 Banjarmasin yang berasal dari etnis Banjar ditinjau dari radiografi sefalometri lateral dengan menggunakan analisis Steiner. Metode: Pengukuran sefalometri dilakukan dengan menggunakan metode analisis Steiner pada landmark gigi; UI-NA. Analisis data dilakukan dengan metode statistik deskriptif. Sampel dalam penelitian ini merupakan siswa SMAN 12 Banjarmasin yang merupakan suku Banjar murni yang ditandai dengan minimal dua generasi (ayah, ibu, kakek, dan nenek) yang tidak pernah atau tidak sedang melakukan perwatan orthodonti dan telah bersedia menjadi subjek dalam penelitian. Hasil: Nilai rata-rata pengukuran jarak U1-NA nilai pengukuran jarak U1-NA sebesar 4.47±1.66 mm dan nilai pengukuran sudut U1-NA sebesar 22.86˚±4.95˚. Kesimpulan: Nilai rata-rata posisi insisivus maksila pada siswa SMAN 12 Banjarmasin suku Banjar masih tergolong ideal namun cenderung proklinasi, rata-rata inklinasi nya juga masih tergolong ideal namun cenderung proklinasi dari standar nilain normal analisis Steiner. Kata kunci :  Analisis Steiner, Sefalometri, Sefalometri Lateral, Suku Banjar.
Co-Authors Ahda Ahda Annisa Ahmad Syaify, Ahmad Aisyah Nur Zahra Akhmad Akhdiannoor Ramadhan Al Supartinah Alexander Sitepu Alfia Fitriani Alfia Fitriani, Alfia Amy Nindia Carabelly Ana Azizah Ansari Anita Diana Putri Ardi Siswanto Asnawati Asnawati Asnawati Asnawati Aspriyanto, Didit Aulia Azizah Aura Amelia Baehaqi Bambang Setiawan Beta Widya Oktiani Debby Saputera, Debby Devi Puspita Handayani Dewi Puspitasari Diana Wibowo Feryra Putri Ayu Suma Feryra Putri Ayu Suma, Feryra Putri Firdaus, I Wayan Arya Krishnawan Fuady, Ridwan Ichshalul Gusti Wina Ayu Hazarisa Hamdani, Riky Haryanto Adi Nugroho Hasvina Sofrullah Hatta, Isnur Hilda Ayu Setyawati Hilda Ayu Setyawati, Hilda Ayu Husnul Khatimah I Wayan Arya Krishnawan Firdaus Ichrom Nahzi, Muhammad Yanuar Ika Kustiyah Oktaviyanti Ika Kusuma Wardani Ivan Arie Wahyudi Kelana, Adhytya Suryo Khatimah, Husnul Lena Rosida Lena Rosida Lia Yulia Budiarti Lisda Hayatie, Lisda Maharani Laillyza Apriasari Maulida Rahmaniah Melinda Hairi Melinda Hairi, Melinda Muhammad Yunanda Anhar Naura Ifthinan Luthfiana Ninda Andrea Haliza Nisa Azaria Nita Herlina Nita Herlina, Nita Noryunita Rahmah Noryunita Rahmah, Noryunita Nur Atika Nur Tsaniya, Gusti Erysa Nurrahman, Tri Phradina Fili Septishelya Putra, Fedriko Gamaliel Raharja, Suka Dwi Rahmad Arifin Rahmadella, Afifah Renie Kumala Dewi Renita Renita Rahmad Renita Renita Rahmad, Renita Riska Nisaul Karimah Riski Agustin Riski Agustin, Riski Rosihan Adhani, Rosihan Salma Humaira Sari, Galuh Dwinta Setyawardhana, Raden Harry Dharmawan Sherli Diana Sinaga, Udur Siti Almira Rahma Siti Bale Sri Rantinah Sonia Dewi Maharani Suka Dwi Raharja Sunjaya Tunggala Sunjaya Tunggala, Sunjaya Syafa Layyina Amalia Tri Putri, Deby Kania Utami, Juliyatin Putri Wahyuni A Wahyuni A, Wahyuni Yasmina Aulia Yusfarani, Mirza Fitria Yusrinie Wasiaturrahmah Zainatun Nadhira