Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Hak-Hak Anak serta Faktor Risiko dan Protektif Penelantaran Anak Pekerja Migran Indonesia: Analisis dengan Kerangka SCII Maemunah Maemunah; Sri Rejeki; Hilman Syarial Haq
CIVICUS : Pendidikan-Penelitian-Pengabdian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 13, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/civicus.v13i2.35551

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hak-hak anak, serta faktor risiko dan protektif terhadap penelantaran anak pekerja migran Indonesia menggunakan kerangka SCII. Studi ini berangkat dari fenomena meningkatnya kasus penelantaran anak yang ditinggalkan orang tua bekerja ke luar negeri, khususnya di Lombok Timur. Penelitian menggunakan pendekatan yuridis-empiris dengan metode deskriptif-analitis. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi terhadap sembilan informan yang terdiri dari anak pekerja migran, pengasuh, tokoh masyarakat, Forum Anak, dan pejabat lembaga pemerintah daerah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelanggaran hak anak mencakup hak atas pengasuhan dan perlindungan keluarga, pendidikan yang layak, perlindungan dari kekerasan dan penelantaran, kesehatan dan kebutuhan dasar, partisipasi, serta identitas dan rasa aman. Faktor risiko yang dominan adalah budaya patriarki, budaya diam, lemahnya koordinasi kelembagaan, serta rendahnya kapasitas dan literasi hukum pengasuh. Di sisi lain, faktor protektif muncul melalui solidaritas komunitas, peran Forum Anak, kebijakan perlindungan anak nasional, dan pendidikan berbasis hak yang mendorong resiliensi anak. Penelitian ini menegaskan pentingnya implementasi terpadu berbasis SCII sebagai strategi sistemik dan sensitif budaya untuk memperkuat perlindungan anak. Temuan ini berkontribusi dalam memperluas pemahaman teoretis dan praktik tata kelola perlindungan anak di Indonesia.This study aims to analyze children's rights, as well as risk and protective factors for child neglect among Indonesian migrant workers using the SCII framework. This study is based on the increasing number of cases of child neglect among parents working abroad, particularly in East Lombok. The study employs a juridical-empirical approach, utilizing descriptive and analytical methods. Data were collected through in-depth interviews, participatory observation, and documentation studies with nine informants, including migrant workers' children, caregivers, community leaders, the Children's Forum, and local government officials. The results show that violations of children's rights include the right to family care and protection, adequate education, protection from violence and neglect, health and basic needs, participation, and identity and a sense of security. The dominant risk factors are patriarchal culture, a culture of silence, weak institutional coordination, and low capacity and legal literacy of caregivers. On the other hand, protective factors emerge through community solidarity, the role of the Children's Forum, national child protection policies, and rights-based education that promotes child resilience. This research highlights the importance of integrated SCII-based implementation as a systemic and culturally sensitive approach to enhance child protection. These findings contribute to broadening the theoretical understanding and practice of child protection governance in Indonesia.
Model Pembelajaran Outdoor Dalam Menumbuhkan Self Esteem Anak Buruh Migran Qoimatun Nisa'; Wanda Wijaya; Zar'ah Efani; Abdul Wahidin; Ika Ikhwani Lestari; Maemunah maemunah
CIVICUS : Pendidikan-Penelitian-Pengabdian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 12, No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/civicus.v12i1.15456

Abstract

Abstrak: Penelitian ini pada dasarnya berusaha untuk menggali tentang model pembelajaran outdoor dalam menumbuhkan self-esteem anak buruh migran di Bale Berajah desa Pengenjek (program pengabdian mahasiswa PPG Prajab Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) tahun 2023. Selain itu, penelitian ini juga berusaha untuk memberikan gambaran tentang apa saja model-model pembelajaran outdoor di Bale Berajah desa Pengenjek dan apa saja self-esteem yang tumbuh pada anak-anak buruh migran. Hasil penelitian yang menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif bahwa; model pembelajaran outdoor di Bale Berajah yang dilakukan oleh mahasiswa/I PPG Prajab Ummat adalah pertama; Belajar sambil bermain. Kedua; Pengolahan limbah sampah. Ketiga; Kemandirian lewat menabung, dan keempat; Mengenal kearifan lokal. Sedangkan sel-esteem yang tumbuh pada anak-anak buruh migran adalah pertama; Kreativitas menghasilkan karya. Kedua; Meandiri lewat menabung. Ketiga; Sikap Kerjasama yang baik, dan keempat; Percaya diri.  Abstract:  This research basically seeks to explore outdoor learning models in cultivating the self-esteem of children of migrant workers in Bale Berajah, Kenjek village (PPG Prajab student service program at Muhammadiyah Mataram University (UMMAT) in 2023. In addition, this research also seeks to provide an overview of what are the outdoor learning models at Bale Berajah in Pengenjek village and what are the self-esteem that grows in the children of migrant workers.Results of research using descriptive qualitative research methods that; outdoor learning models at Bale Berajah conducted by PPG students/I Prajab Ummat are first; Learning while playing. Second; Waste processing. Third; Independence through saving, and fourth; Knowing local wisdom. Meanwhile, the self-esteem that grows in the children of migrant workers is first; Creativity produces work. Second; Self-reliance through saving, third, good cooperative attitude, and fourth, self-confidence.
Strategi Pencegahan Penelantaran Anak Pekerja Migran Indonesia di Desa Jerowaru Kabupaten Lombok Timur Maemunah Maemunah; Saddam Saddam; Abdul Sakban
CIVICUS : Pendidikan-Penelitian-Pengabdian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 12, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/civicus.v12i2.28158

Abstract

Penelantaran anak merupakan perbuatan yang melanggar hukum pidana karena membiarkan mereka tidak mendapatkan pemenuhan hak-hak perlindungan anak. Tujuan penelitian ini untuk mengeksplorasi strategi pencegahan penelantaran anak pekerja migran Indonesia di Jerowaru kabupaten Lombok Timur. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan yuridis empiris. Informan penelitian terdapat 5 orang pengasuh dan 3 orang aparat desa. Pengumpulan data menggunakan interview dan analisis dokumen. Analisis data menggunakan tahapana pengumpulan data, display data, verifikasi data dan mengambil kesimpulan serta triangulasi keabsahan data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi pencegahan pencegahan penelantaran anak pekerja migran Indonesia dapat dilakukan dengan cara: pertama, kebijakan dan regulasi perlindungan anak pekerja migran Indonesia harus diperkuat pada aspek perlindungan anak pekerja migran yang ditinggal dengan melindungi hak asuh, pendidikan, kesehatan dan sosial. Kedua, kerja sama pemerintah dengan forum anak desa sebagai wadah pembinaan anak pekerja migran dengan memberikan upaya peningkatan penguatan karakter. Ketiga, memberikan penguatan pola pengasuh anak melalui pendampingan berkelanjutan agar para pengaruh anak PMI ini mendapatkan perlakuan yang manusiawi dan menjunjung tinggi nilai-nilai hak asasi manusia. Keempat, program pendidikan dan kesadaran bagi pengasuh sangat penting dilakukan untuk mencegah penelantaran anak pekerja migran, sehingga dengan pola tersebut mampu memberikan efek yang positif terhadap perlindungan anak. Jadi strategi pencegahan penelantaran anak sebagai perlindungan anak seawal mungkin untuk mengurangi penelantaran anak yang lebih besar. Child neglect is an act that violates criminal law because it allows them not to get the fulfillment of child protection rights. The purpose of this study was to explore strategies for preventing the neglect of Indonesian migrant worker children in Jerowaru, East Lombok Regency. This research method uses qualitative research with an empirical legal approach. The research informants were five caregivers and three village officials. Data collection used interviews and document analysis. Data analysis used the stages of data collection, data display, data verification, drawing conclusions, and triangulation of data validity. The results of this study indicate that strategies for preventing the neglect of Indonesian migrant worker children can be carried out in the following ways: first, policies and regulations for the protection of Indonesian migrant worker children must be strengthened in terms of protecting migrant worker children who are left behind by protecting custody, education, health, and social rights. Second, government cooperation with village children's forums as a forum for fostering migrant worker children by providing efforts to improve character building and third, providing strengthening of child care patterns through ongoing assistance so that these PMI children receive humane treatment and uphold human rights values. Fourth, education and awareness programs for caregivers are critical to prevent the neglect of migrant workers' children so that this pattern can provide a positive effect on child protection. So, the strategy of avoiding child neglect as early child protection as possible is to reduce the neglect of older children.
Implementasi Kebijakan Perlindungan Anak Terhadap Penelantaran Anak Pekerja Migran Indonesia: Studi Yuridis-Empiris Maemunah Maemunah; Abdul Sakban
CIVICUS : Pendidikan-Penelitian-Pengabdian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 13, No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/civicus.v13i1.30221

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan implementasi kebijakan perlindungan anak terhadap penelantaran anak pekerja migran Indonesia (PMI). Melalui pendekatan kualitatif dengan perspektif yuridis dan sosiologis, penelitian ini mengeksplorasi efektivitas berbagai regulasi nasional dan internasional yang relevan, seperti Undang-Undang No. 35 Tahun 2014, UU No. 18 Tahun 2017, dan Konvensi Hak Anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlindungan anak PMI masih menghadapi tantangan dalam aspek implementasi, seperti lemahnya koordinasi antar lembaga, kurangnya pengawasan, serta belum optimalnya pemberdayaan keluarga. Perlindungan hukum terbagi menjadi preventif dan represif, sementara perlindungan nonyuridis mencakup bidang sosial, pendidikan, dan kesehatan. Temuan juga menunjukkan pentingnya peran negara melalui program seperti Desa Migran Produktif (Desmigratif) untuk memastikan anak PMI tetap memperoleh hak-haknya. Penelitian ini berkontribusi dalam memperkaya kajian perlindungan anak secara filosofis, etis, dan yuridis, serta menawarkan solusi implementatif yang relevan dengan kebutuhan daerah migran. Dengan adanya strategi kebijakan yang terintegrasi dan berbasis komunitas, diharapkan kasus penelantaran anak PMI dapat diminimalkan secara signifikan.