Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Hubungan Pengetahuan Keluarga dengan Kepatuhan Minum Obat Pasien Skizofrenia di Unit Rawat Jalan Rumah Sakit Jiwa Mutiara Tahun 2023 Qiyaam, Nurul; Isnaini, Marlinda; Nopitasari, Baiq Leny; Anjani, Baiq lenysia Puspita
JFIOnline | Print ISSN 1412-1107 | e-ISSN 2355-696X Vol 16 No 2 (2024): Jurnal Farmasi Indonesia
Publisher : Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35617/jfionline.v16i2.218

Abstract

Schizophrenia is a brain disorder that affects thoughts, perceptions, emotions, movements, and behaviors, leading to peculiar and dependent behavior. Patients with schizophrenia may be more likely to adhere to their drug regimens if their families know and support them. This study aims to ascertain how family awareness and medication adherence relate to schizophrenia patients at Mutiara Sukma Mental Hospital's outpatient unit in 2023. The study used a cross-sectional strategy and a correlational research design. It was carried out in March 2023, involved 112 relatives of schizophrenia patients, and was chosen using selective sampling. The results showed that families of patients had good knowledge (38.4%), moderate knowledge (39.3%), and poor knowledge (22.3%). Among the patients, 72.3% were adherent to medication, while 27.7% were non-adherent. The statistical analysis revealed a significant relationship between family knowledge and medication adherence of schizophrenia patients (p=0.000, p<0.05).
Pemberdayaan apoteker dalam pemberian layanan telemedicine tentang sexual transmission infection Pradiningsih, Anna; Andanalusia, Mahacita; Rahmawati, Cyntiya; Rahman, Arif; Affandi, Rizal; Saptahadi, Lalu Iman; Qiyaam, Nurul; Nopitasari, Baiq Leny; Anjani, Baiq Lenysia Puspita; Wahid, Abdul Rahman; Nurbaety, Baiq; Mardiyah WD, Siti; Saputra, Yoga Dwi; Hapsari, Yunita; Maharani, Anggina Putri Nabila; Anisa, Anisa; Igayatni, Rahayu; Bimantika, Fara Mutia; Mayada, Silhiyatun
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.28663

Abstract

AbstrakInfeksi Menular Seksual (IMS) adalah penyakit infeksi penularan suatu organisme antara pasangan seksual melalui berbagai kontak dengan cairan tubuh atau kulit saat berhubungan intim melalui seks vagina, oral dan anal, dengan tingkat mortalitas yang tinggi. Salah satu kontributor IMS, adalah di Nusa Tenggara Barat dengan jumlah estimasi orang dengan resiko terinfeksi HIV sebesar 284.909 jiwa. Namun, hanya sebanyak 16,31% yang mendapatkan pelayanan sesuai standar. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah IMS adalah dengan meningkatkan kesadaran melalui pelayanan telemedicine. Tujuan pengabdian ini adalah untuk membangun platform telemedicine sebagai media edukasi dan interaksi serta melatih apoteker sebagai pelaksana edukasi IMS ke masyarakat. Kegiatan ini dilakukan dengan melibatkan sosialisasi melalui akun Instragram, Youtube, dan website khusus. Sosialisasi dilakukan kepada para apoteker dari Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Mataram dan Lombok Tengah. Program pelatihan meliputi sesi edukasi IMS, pembuatan media edukasi (poster dan video), dan pembuatan website interaktif. Pelatihan mitra apoteker diikuti oleh 12 anggota dari masing-masing anggota Mataram dan Lombok Tengah. Terdapat hasil dan luaran yang diharapkan dari pengabdian yang telah dilakukan yaitu poster dan video edukasi IMS, publikasi berita di media lokal, platform telemedicine berupa Instagram, website, dan Youtube, serta peningkatan kemampuan peserta dan kesiapan para apoteker dalam menerapkan edukasi IMS (Infeksi Menular Seksual). Program ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas apoteker dalam memberikan edukasi melewati telemedicine. Hal ini ditunjukkan dengan adanya peningkatan pengetahuan oleh apoteker dari sebelum dan setelah pelatihan berdasarkan skort es (p <0,05) dan jumlah pendaftar apoteker yang meningkat hingga 38 akun di website. Kata kunci: apoteker; telemedicine; infeksi menular seksual AbstractSexually Transmitted Infections (STIs) are infectious diseases transmitted by an organism between sexual partners through various contacts with body fluids or skin during intercourse through vaginal, oral and anal sex, with a high mortality rate. One of the contributors to STIs is in West Nusa Tenggara with 284,909 people estimated number of people at risk of HIV infection. However, only 16.31% people at risk received standard services. One effort that can be made to prevent STIs is to increase awareness through telemedicine services. The purpose of this service is to build a telemedicine platform as a medium for education and interaction and to train pharmacists as implementers of STI education to the community. This activity is carried out by involving socialization through Instagram accounts, Youtube, and special websites. Socialization was carried out to pharmacists from the Indonesian Pharmacists Association (IAI) Mataram and Central Lombok. The training program includes STI education sessions, making educational media (posters and videos), and making interactive websites. The pharmacist partner training was attended by 12 members from each member of Mataram and Central Lombok. There are expected results and outputs from the service that has been carried out, namely posters and educational videos on STIs, publications in local media, telemedicine platforms in the form of Instagram, websites, and Youtube, as well as increasing the ability of participants and the readiness of pharmacists in implementing STIs (Sexually Transmitted Infections) education. This program is designed to improve the capacity of pharmacists in providing education through telemedicine. This is indicated by an increase in knowledge by pharmacists before and after training based on the es score (p <0.05) and the number of pharmacist registrants increasing to 38 accounts on the website. Keywords: pharmacist; telemedicine; sexual transmiited infections
Evaluasi Kualitas Hidup Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 Dengan Kombinasi Anti Diabetik Oral-Oral Di RSUD Provinsi NTB Puspita Anjani, Baiq Lenysia Puspita; Sierly, Nadia; Adikusuma, Wirawan; Qiyaam, Nurul; Furqani, Nur; Rahmawati, Cyntiya
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 5, No 2 (2024): Juli
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v5i2.23492

Abstract

Background: based on data from the Ministry of Health NTB, the prevalence of Diabetes Mellitus in West Nusa Tenggara in 2020 is around 59,606 people divided into 10 regencies and cities. The highest prevalence of diabetes is type 2 diabetes mellitus (DMT2). One way to assess the success of T2DM therapy is to measure quality of life using Quessionnair's Diabetic Quality Of Life Clinical Trial (DQLCTQ) questionnaire. The purpose of the study: to evaluate the quality of life of DMT2 patients who received oral-oral antidiabetic combination at West Nusa Tenggara Provincial Hospital. Method: observational  analytic with Cross Sectional design with  Concurrent patient data collection. Samples: 56 T2DM patients. The results of the study: on  the characteristics of respondents there was no difference in quality of life on gender, age, occupation and length of suffering from T2DM. Patients who received the combination of metformin and glimepiride had a quality of life score of 71.84, while patients who received the combination of metformin and glimepiride 74.77. Research conclusion: statistical test  with independent sample t-test showed no significant difference between the two groups (p = 0.268).
Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Terhadap Penggunaan Tablet Fe (Zat Besi) di Sekolah MA Al-Aziziah Putri Gunung Sari Safitri, Santi; Nurbaety, Baiq; Furqani, Nur; Qiyaam, Nurul
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 5, No 2 (2024): Juli
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v5i2.24525

Abstract

Latar Belakang : Anemia merupakan salah satu keadaan kadar hemoglobin dalam darah yang kurang dari normal, anemia terjadi karena kekurangan zat besi sebagai akibat dari kurangnya asupan makanan sumber zat besi khususnya sumber pangan hewani (besi heme). Beberapa faktor yang mempengaruhi konsumsi tablet Fe bagi remaja putri diantaranya yaitu pengetahuan gizi, pola makan, dan kepatuhan konsumsi tablet Fe. Tingkat pengetahuan pada remaja akan berpengaruh terhadap sikap dan perilaku dalam memilih makanan disekolah maupun dirumah yang menentukan mudah tidaknya seseorang memahami manfaat manfaat tablet Fe. Tujuan : Tujuan penelitiana ini untuk mengetahui tingkat pengetahuan remaja putri terhadap penggunaan tablet Fe di MA. AL-Aziziah Putri Gunung Sari pada tahun 2023. Metode : Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif kuantutatif dengan pengambilan data secara cross sectional. Sampel pada penelitian ini adalah siswi SMA kelas X dan XI di MA. AL-Aziziah Putri Gunung Sari yang berjumlah 81 sampel. Hasil : Berdasarkan dari hasil penelitian diketahui bahwa Tingkat pengetahuan responden mayoritas mempunyai tingkat pengetahuan cukup sebanyak 52 orang (64%). Berdasarkan tingkat pengetahuan responden dalam menjawab kuisioner kategori baik sebanyak 25 orang (31%), kategori cukup sebanyak 52 orang (64%), dan dalam kategori kurang sebanyak 4 orang (5%). Kesimpulan: Dari penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan remaja putri terhadap penggunaan tablet fe (zat besi) di MA AL-Aziziah Putri Gunung Sari priode Mei 2023 dengan kategori cukup
Hubungan Pengetahuan tentang Diare dan Perilaku Ibu Balita dalam Swamedikasi di Desa Beber, Batukliang, Lombok Tengah Nurbaety, Baiq; Rosdiawati, Rosdiawati; Qiyaam, Nurul; Furqani, Nur
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 6, No 2 (2025): Juli
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v6i2.32092

Abstract

Swamedikasi adalah proses pengobatan yang dilakukan sendiri oleh seseorang mulai dari pengenalan gejala sampai pemilihan dan penggunaan obat. Swamedikasi biasanya dilakukan untuk mengatasi keluhan dan penyakit ringan yang sering dialami masyarakat seperti demam, pusing, nyeri, batuk, influenza, maag, kecacingan, penyakit kulit dan diare. Diare merupakan suatu keadaan yang tidak normal atau tidak seperti biasanya ditandai dengan peningkatan volume cair serta frekuensi buang air besar tiga kali atau lebih dalam sehari yang disebabkan karena infeksi, malabsorbsi, makanan dan psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana hubungan pengetahuan tentang diare dan perilaku ibu balita dalam swamedikasi. Metode penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan desain cross sectional, serta menggunakan teknik pengambilan sampel dengan cara purposive sampling. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 82 ibu balita dan dilaksanakan pada 27 juni – 30 juli 2024 dengan cara pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil penelitian ini menunjukan ibu balita memiliki tingkat pengetahuan yang cukup sebanyak 48 (58,5 %) dan perilaku cukup 37 (45,1%). Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan terhadap perilaku ibu dalam swamedikasi diare pada balita dengan nilai signifikan p = 0,000 (p-value < 0,05).
Sex education: meminimalisir penyakit menular seksual melalui peran aktif majelis kesehatan Dzun Haryadi Ittiqo; Anna Pradiningsih; Nurul Qiyaam; Baiq Leny Nopitasari; Muhammad Faisal; Ni Wayan Ari Adiputri; Gusti Ayu Puti Sri Erwinayanti; Intan Sri Hartanti; I Ketut Wisnu Arya Wiratama; Umul Mutmainah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 4 (2025): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i4.33261

Abstract

AbstrakPendidikan seksual adalah keterampilan dan pengetahuan yang penting untuk diajarkan sejak dini kepada anak-anak, mengenai perilaku seksual, guna mempersiapkan mereka menghadapi perubahan seiring bertambahnya usia serta membentuk karakter dan pola perilaku agar mereka dapat menghindari risiko pelecehan seksual dan perilaku seksual menyimpang. Kegiatan pengabdian ini dilakukan pada di Aula Posyandu Lingkungan Pagesangan Indah, Kota Mataram. Pemilihan kelompok sasaran ditentukan dengan banyaknya remaja sekitar kampus. Kemudain tim menganalisa jumlah masyarakat pada lingkungan mitra sebagai target sasaran pengabdian masyarakat. Target sasaran kegiatan ini adalah Kepala Lingkungan, Kader Lingkungan, Dai kesehatan, Kepala RT dan Perwakilan Kampung Keluarga Berencana (KKB). Kegiatan deteksi dan edukasi terkait dengan sex education dalam meminimalisir IMS sangat bermanfaat untuk memberikan pemahaman kepada mitra terkait fenomena yang terjadi di masyarakat. Edukasi ini dimaksudkan untuk menekan angka paparan IMS. Kata kunci: sex education; infeksi menular seksual; mejelis kesehatan muhammadiyah AbstractSex education is an essential skill and knowledge that should be taught to children from an early age, focusing on sexual behavior, in order to prepare them for changes as they grow older and to help shape their character and behavior patterns so they can avoid the risks of sexual abuse and deviant sexual behavior. This community service activity was carried out at the Posyandu Hall in the Pagesangan Indah neighborhood, Mataram City. The target group was chosen based on the large number of adolescents living near the campus. The team then analyzed the population in the partner community area to determine the target of the community service. The target audience of this activity included the Neighborhood Head, Community Health Cadres, Health Preachers (Dai Kesehatan), Neighborhood Chiefs (RT Heads), and representatives from the Family Planning Village (KKB). The detection and education activities related to sex education aimed at minimizing sexually transmitted infections (STIs) were very beneficial in providing partners with understanding about phenomena occurring in society. This education is intended to reduce the incidence of STI exposure. Keywords: sex education; sexually transmitted infections (STI); muhammadiyah health council
Analisis Efektivitas Biaya (Cost Effectiveness Analysis) Penggunaan Amitryptiline Dibandingkan Carbamazepine pada Pasien Nyeri Neuropatik (Studi Kasus Di Klinik Saraf Rumkital. Dr. Ramelan Surabaya) Nurul Qiyaam; Abdul Rahem; Dian Maria Pia; Lestiono Lestiono
Journal of Pharmascience Vol. 2 No. 2 (2015): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v2i2.5822

Abstract

ABSTRAK Nyeri neuropatik merupakan penyakit kronis yang memerlukan penanganan optimal, sehingga perlu memperhatikan aspek efektivitas dan biaya terapi. Efektivitas amitryptiline dan  carbamazepine untuk pengobatan nyeri neuropatik telah dibuktikan, tetapi belum  diketahui mana yang paling cost-effective. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis efektivitas biaya (cost-effectiveness) amitryptiline dan carbamazepine pada pasien nyeri neuropatik di klinik Saraf Rumkital dr. Ramelan Surabaya. Pengumpulan data dilakukan selama Februari-Mei 2014 didapatkan sebanyak 62 pasien. Metode penelitian Randomized Controlled Trial (RCT)  kemudian dilakukan analisis efektivitas biaya dengan menghitung nilai Average Cost-Effectiveness Ratio (ACER) masing-masing terapi. Pengukuran efektifitas terapi dilihat dari penurunan intensitas nyeri menggunakan Numerical Rating Scale (NRS) sebelum dan 4 minggu sesudah terapi. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan intensitas nyeri pre dan post pada terapi amitryptiline dan carbamazepine,akan tetapi tidak terdapat perbedaan efektifitas terapi dan nilai ACER antara amitryptiline dan carbamazepine. Biaya terapi amitryptilin (Rp.41.695) lebih murah dibandingkan carbamazepine (Rp.47.380) sehingga amitryptiline lebih menghemat biaya dari carbamazepine dengan efektivitas setara. Perbedaan biaya terapi hanya pada harga obat saja sehingga penelitian ini juga sesuai dengan metode Cost Minimation Analysis (CMA). Disarankan penelitian lebih lanjut cost-effectiveness menggunakan sampel yang lebih spesifik terkait penyebab nyeri neuropatik. Kata kunci :   nyeri neuropatik, amitryptiline, carbamazepine, cost-  effectiveness ABSTRACTNeuropathic pain is a chronic disease that requires optimum handling, so it needs to consider the aspects of the effectiveness and cost of treatment. Carbamazepine’s and amitryptiline’s effectiveness for the treatment of neuropathic pain has been demonstrated, but there were no data available regarding the cost-effectiveness between those medications. This study was conducted to analyze the cost-effectiveness  of amitryptiline and carbamazepine in patients with neuropathic pain in the Neurology Clinic in dr.Ramelan Navy Hospital  Surabaya. Data collection was conducted during February until May 2014, it was found as many as 62 patients. Randomized Controlled Trial studies (RCT) then was conducted to make a cost effectiveness analysis by the calculation of the value of Average Cost-Effectiveness Ratio (ACER) for each therapy.  Measurement of the effectiveness of therapy was obtained from a decrease in pain intensity using a Numerical Rating Scale (NRS) before and 4 weeks after therapy. Based on these results, it can be concluded that there was a difference in decreasing rate of pain intensity between pre and post amitryptiline and carbamazepine therapy, but there were no difference in therapeutic effectiveness and value of ACER between amitryptiline and carbamazepine. Cost of Amitryptiline therapy (Rp.41.695) was cheaper than Carbamazepine (Rp.47.380), so amitryptiline more cost- saving  than  carbamazepine with equal effectiveness. The difference is on the cost of the drug therapy alone so this study was also in accordance with the Cost Minimation Analysis (CMA). Further research suggested cost-effectiveness using a sample that is more specifically related to the causes of neuropathic pain. Keywords: neuropathic pain, amitryptiline, carbamazepine, cost-effectiveness
Kepatuhan Penggunaan Obat Antihipertensi di Puskesmas Pagesangan Mataram Wirawan Adikusuma; Nurul Qiyaam; Fita Yuliana
Journal of Pharmascience Vol. 2 No. 2 (2015): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v2i2.5823

Abstract

ABSTRAK Keberhasilan suatu pengobatan tidak hanya dipengaruhi oleh kualitas pelayanan kesehatan, sikap, dan keterampilan petugasnya, tetapi juga dipengaruhi oleh kepatuhan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepatuhan penggunaan obat hipertensi dan beberapa variabel karakteristik pasien yang berpengaruh terhadap kepatuhan pasien hipertensi di Puskesmas Pagesangan, Mataram. Penelitian ini dilakukan dengan metode observasional crossectional dengan mengambil data secara prospektif selama periode Februari – Maret 2015. Pengukuran kepatuhan dilakukan dengan menggunakan kuesioner MMAS (Morisky Medication Adherence Scale) yang berisi 8 pertanyaan. Persentase tingkat kepatuhan berdasarkan kuesioner MMAS adalah kepatuhan tinggi 75 % dan kepatuhan rendah 25 %. Berdasarkan analisis Chi Square tidak ada karakteristik subyek penelitian yang berpengaruh terhadap kepatuhan (P>0,05).Kata kunci: Hipertensi, kepatuhan, MMAS ABSTRACTThe success of a treatment is not only influenced by the quality of health services, attitudes and skills of its health workes, but also influenced by patient adherence. This research is aimed to measure adherence to antihypertensive therapy in hypertensive patients at primary health center Mataram, and to investigate patient’s characteristic associated with such adherence. This research was carried out by observational cross-sectional design with prospective data collection during February – March  2015. The measurement of adherence is done by using a questionnaire MMAS (Morisky Medication Adherence Scale) which contains 8 questions. The percentage of the level of adherence by questionnaire MMAS is a high adherence 75% and 25% lower adherence. Based on the analysis of Chi-Square no characteristic of the study subjects that affect adherence (P>0,05).Key word : Hipertensive, Adherence, MMAS
Co-Authors Abdul Rahem Abdul Rahem, Abdul Abdul Rahman Wahid Affandi, Rizal Alvi Kusuma Wardani Alvi Kusuma Wardani Ana Pujianti Harahap Anak Agung Gede Sugianthara Anisa Anisa Anjeli Amalia Anna Pradiningsih Anna Pradiningsih Arif Rahman Atis Anggraini Aulia Amini Ayu Fatmala Ayu Febriyanti Ayu Febriyanti, Ayu Baiq Leny Nopitasari Baiq Leny Nopitasari Baiq Lenysia Pupita Anjani Baiq Lenysia Puspita Anjani Baiq Lenysia Puspita Anjani, Baiq Lenysia Puspita Baiq Nurbaety Bimantika, Fara Mutia Cyntiya Rahmawati Damayanti, Elok Dara Junia Hartanti Dian Maria Pia Dian Maria Pia, Dian Maria Dzun Haryadi Ittiqo Eko Satria Putra Fita Yuliana Fita Yuliana, Fita Furqani, Nur Furqani, Nur Furqoni, Nur Gusti Ayu Puti Sri Erwinayanti Hapsari, Yunita Hariati Hariati Hariati, Hariati I Ketut Wisnu Arya Wiratama Igayatni, Rahayu Intan Sri Hartanti Irmatika Hendriyani Isnaini, Marlinda Lestiono Lestiono Lestiono Lestiono, Lestiono Mahacita Andanalusia Maharani, Anggina Putri Nabila Mardiyah WD, Siti Mayada, Silhiyatun Melati Permata Hati Muhammad Faisal Ni Wayan Ari Adiputri Nopitasari, Baiq Leny Novianti Novianti Nur Furqani Nur Furqani Nur Furqoni Ocktaviana Saputri, Legis Partini, Tien Pradiningsih, Anna Purnama Supyan Assauri Puspita Anjani, Baiq Lenysia Puspita Putra, Eko Satria Rahmawati, Cyntiya Rendy Alya Praja Rihhadatul Aisy Risma Widia Ningsih Rosdiawati, Rosdiawati Rozali Bayu Sugarda Safitri, Santi Safwan Safwan Safwan Safwan Saptahadi, Lalu Iman Saputra, Yoga Dwi Shah Iqbal Ikraman Akbar Sierly, Nadia Tien Partini Tri Murti Andayani Umul Mutmainah Wahid, Abdul Rahman Widayatul Khairi Wirawan Adikusuma Yuli Fitriana Zulyadaen Zulyadaen