Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

ANALISIS LOADING PROFILE BUS RAPID TRANSIT (BRT) TRANS BANDAR LAMPUNG (Studi Kasus : Trayek Rajabasa – Sukaraja) Oktarina, Devi; Dharmawan, Weka Indra
Jurnal Rekayasa Teknologi dan sains Vol 4, No 1 (2020): Jurnal Rekayasa, Teknologi, dan Sains
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jrets.v4i1.2501

Abstract

 ABSTRAKAngkutan umum yang beroperasi di Bandar Lampung sudah cukup banyak jumlahnya, salah satunya adalah angkutan umum bus rapid transit (BRT) trans Bandar Lampung dengan trayek Rajabasa-Sukaraja. Seberapa besar pengguna anggutan umum Bus Rapid Transit (BRT) Trans Bandar Lampung dapat diketahui dengan melakukan kajian Loading Profile yang merupakan penggambaran grafik besar kecilnya jumlah penumpang didalam kendaraan pada setiap pemberhentian satu trip. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriftif melalui kegiatan survey dengan surveyor berada didalam angkutan umum BRT rute trayek Rajabasa-Sukaraja kemudian menghitung para responden (Penumpang BRT) untuk memperoleh data yang di inginkan sebagai langkah awal dalam tahap pengolahan data. Survey dilakukan pada hari senin perwakilan hari kerja, hari sabtu dan hari minggu mewakili hari libur. Hasil survey naik turun penumpang BRT trayek Rajabasa – Sukaraja maupun Sukaraja – Rajabasa bervariasi dari penumpang jarak dekat maupun penumpang jarak jauh. Hasil penelitian diperoleh Travel Time untuk perjalanan satu rit yaitu 2 jam 3,5 menit, nilai Headway rata-rata 15 menit dan Load Factor trayek Rajabasa – Sukaraja yaitu hari senin 59,33 %, hari sabtu 54,41 % dan hari minggu 24,23 %, sedangkan untuk trayek Sukaraja – Rajabasa hari senin 81,68 %, hari sabtu 94,19 % dan minggu 29,03 %. Kata kunci: bus rapid transit (BRT), kapasitas muatan, waktu perjalanan, waktu antara ABSTRACT The Analysis Of Loading Profile Bus Rapid Transit (BRT) Trans Bandar Lampung (Case Study: Rajabasa Route - Sukaraja). Public transportation that operates in Bandar Lampung enough numerous, one is public transport Bus Rapid Transit (BRT) trans Bandar Lampung with Rajabasa-Sukaraja route. How big public transport passenger Bus Rapid Transit (BRT) trans bandar lampung were identified with conduct a study loading profile that is the depiction of a chart the size of the number of passengers in a vehicle on every dismissal of one trip. The research conducted is descriptive research through survey activities with surveyors located in the BRT transport route on the Rajabasa-Sukaraja route and then counting the respondents (BRT Passengers) to obtain the desired data as a first step in the data processing stage. The survey is carried out on Monday representative working days, Saturdays and Sundays representing holidays. Survey results of the ups and downs of Rajabasa - Sukaraja and Sukaraja - Rajabasa BRT route passengers vary from short-distance and long-distance passengers. Survey results of the ups and downs of Rajabasa - Sukaraja and Sukaraja - Rajabasa BRT route passengers vary from short-distance and long-distance passengers. The results obtained by Travel Time for one trip trip are 2 hours 3.5 minutes, the average Headway value of 15 minutes and the Load Factor of the Rajabasa - Sukaraja route are Monday 59.33%, Saturday 54.41% and Sunday 24, 23%, while for the Sukaraja - Rajabasa route Monday is 81.68%, Saturday is 94.19% and Sunday is 29.03%. Keywords: bus rapid transit (BRT), load factor, travel time, headway
PENTINGNYA SISTEM PENCAHAYAAN DAN SIRKULASI UDARA DALAM RUMAH TINGGAL GUNA MENJAGA KESEHATAN LINGKUNGAN Dewi Fadilasari; Devi Oktarina; Rina Febrina; Anwar, Anang Khoiril; Dwi Sindi Sabilla; Febi Ayu Kurniasih; Day Robbi, Nucka Ahmad; Sawalia, Tri Handini
Nemui Nyimah Vol. 4 No. 1 (2024): Nemui Nyimah Vol.4 No.1 2024
Publisher : FT Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumah sehat dan nyaman tidak hanya ditentukan oleh kualitaspencahayaan tetapi juga sirkulasi udaranya. Agar distribusi udara berjalan baik, ruangan harus didukung sistem ventilasi yang baik. Sirkulasi udara adalah proses pergantian udara di dalam ruangan dengan memasukkan udara dari luar dan membuang udara di dalam. Rumah butuh aliran udara yang memadai. Caranya dengan menciptakan ventilasi udara yang tepat. Namun belakangan ini banyakorang cenderung mengabaikan ventilasi udara khususnya di Kelurah Karang Maritim, Panjang Bandar Lampung, padahal ventilasi udara yang benar akan membuat rumah lebih sehat. Hal ini terjadi karena kebanyakan dari mereka tidak menyaari bahwa polusi tidak hanya berasal dari luar, tetapi bisa juga berasal dri dalam rumah, contohya: asap rokok, bakteri, karbon dioksida, kompor, dll. Kualitas udara yang buruk berisiko menyebabkan beragam gangguan kesehatan, seperti batuk, sakit tenggorokan, mata berair, atau sesak napas. Untukmeminimalkan risiko-risiko buruk di atas, maka perlu penempatan ventilasi disertai dengan jendela untuk membebaskan udara masuk kedalam ruangan.
Optimization of Environmentally Friendly Material Selection for Automotive Mechatronics Components Using LCA Data and Multi‑Criteria Decision Making (MCDM) Ibrahim, Fauzi; Marjuni, Teuku; Febrina, Rina; Oktarina, Devi; Natalina, Natalina; Ergantara, Rani Ismiarti; Sulistyaningrum, Diah Ayu Wulandari
JEECS (Journal of Electrical Engineering and Computer Sciences) Vol. 10 No. 2 (2025): JEECS (Journal of Electrical Engineering and Computer Sciences)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Bhayangkara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54732/jeecs.v10i2.8

Abstract

The automotive industry faces an increasing demand for sustainable material selection as mechatronic components become more widespread in electrified vehicles. However, data-driven material selection approaches that simultaneously integrate environmental, economic, and technical criteria without laboratory experiments remain underdeveloped. This study addresses this gap by developing a computational framework that combines Life Cycle Assessment (LCA) with a Multi-Criteria Decision-Making (MCDM) approach, specifically the Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) method, using Analytical Hierarchy Process (AHP)–based weights. The framework enables a transparent and reproducible evaluation of environmentally friendly materials for automotive mechatronic components. A case study on an actuator housing evaluates seven material alternatives: Al 6061 (die-cast), recycled Al (die-cast), Mg AZ91 (die-cast), PA6-GF30 (injection), PBT-GF30 (injection), PA12 (SLS 3D print), and bio-based PBT-GF30 (injection). The criteria include total global warming potential (GWP), cumulative energy demand (CED), water use, recyclability, cost, mass, stiffness index, thermal conductivity, and supply risk. Results show that recycled aluminum achieves the highest ranking (closeness coefficient = 0.939), followed by Al 6061 (0.727) and Mg AZ91 (0.547). A Monte Carlo analysis with 1,000 iterations confirms that recycled aluminum consistently remains the best option with 100% robustness under varying weighting conditions. The proposed workflow is replication-ready and can be directly integrated with established LCA databases such as GREET, Ecoinvent, or EPD, enabling engineers to perform sustainable and quantitative material decisions using only data and computational analysis.
PENGARUH PENAMBAHAN SERAT TERHADAP KAPASITAS ULTIMIT, ABSORBSI & TINGKAT KEBISINGAN BETON (STUDI KASUS : SERAT ALAMI DAUN NANAS DAN SERAT PLASTIS ROVING) Oktarina, Devi; Juansyah, Yan; A, Anang K; Rizky, Aldharin; Rizal, Fadli
Jurnal Rekayasa Teknologi dan sains Vol 10, No 1 (2026): Jurnal Rekayasa, Teknologi, dan Sains
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jrets.v10i1.25066

Abstract

ABSTRAK Beton merupakan bahan pembangunan yang mempunyai sifat kuat terhadap beban tekan tetapi lemah terhadap beban tarik. Cara mengatasi kelemahan kuat tarik beton dengan menambahkan serat pada proses pembuatan adukan beton. Serat yang digunakan bisa berupa serat alami dari tumbuhan maupun serat buatan atau serat sintetis. Serat alami yang digunakan pada penelitian ini berasal dari serat limbah daun nanas sisa tanam dari PT Great Giant Pieeapple (PT GGP) yang berada di Lampung dan serat sintetis dari serat Roving digunakan dalam berbagai aplikasi teknik dan industri untuk memperkuat bahan komposit. Jenis penelitian yang digunakan adalah true experimen yang dilaksanakan di Laboratorium Beton Teknik Sipil Universitas Malahayati dengan variasi penambahan serat daun nanas 0%, 1%, 3%, 5%, dan 7%, kondisi serat SSD dan panjang serat 1,5 cm terhadap berat semen, beton mutu f’c 25 MPa, pada pengujian 28 hari. Pengujian beton yang dilakukan dengan penambahan serat daun nanas dan serat Roving adalah kuat tekan, kuat tarik, ketahanan absorbsi, dan tingkat kebisingan beton. Hasil pengujian kuat tekan beton menerangkan bahwa tidak ada peningkatan kuat tekan beton pada penambahan serat daun nanas dan serat roving. Terjadi peningkatan kuat tarik belah beton pada variasi penambahan serat daun nanas 1% sebesar 1,86 MPa dibandingkan dengan variasi 0% sebesar 1,81 MPa. Hasil dari pengujian penambahan serat daun nanas dapat disimpulkan serat daun nanas tidak dapat meningkatkan kuat tekan beton, serat daun nanas dapat memberikan pengaruh peningkatan kuat tarik belah beton, beton serat daun nanas menawarkan potensi aplikatif dalam bidang kontruksi. Kata kunci: serat, daun nanas, roving, kuat tekan, kuat tarik belah, absopsi, tingkat kebisingan ABSTRACT The Effect Of Fiber Addition On The Ultimate Capacity, Absorption Noise Level Of Concrete (Case Study: Natural Pineapple Leaf Fiber And Plastic Roving Fiber). One of the weaknesss of concrete was its low tensile strength. One way to improve the split tensile strength of concrete was by adding fibers to the concrete mix. In this study, pineapple leaf fibers were used, which were extracted from pineapple leaf waste from PT Great Giant Pineapple (PT GGP) in Lampung. Therefore, a study was conducted to evaluate the effect of adding pineapple leaf fibers on the compressive strength, tensile strength, absorption resistance, and noise level of concrete. The research was a true experiment conducted at the Civil Engineering Concrete Laboratory at Universitas Malahayati, with variations in the addition of pineapple leaf fibers at 0%, 1%, 3%, 5%, and 7%, with SSD fiber conditions and fiber lengths of 1.5 cm, on cement weight, and concrete with a compressive strength grade of f'c 25 MPa, tested at 28 days. The results of the compressive strength test showed that there was no increase in the compressive strength of concrete with the addition of pineapple leaf fibers.  There was an increase in the split tensile strength of concrete with the addition of 1% pineapple leaf fiber, reaching 1,86 MPa compared to 1,181 MPa at 0%. Based on the test results, the addition of pineapple leaf fibers would not increase the compressive strength, but improved the split tensile strength concrete. Pineapple leaf fiber concrete offered potential applications in construction.  Keywords: fiber, pineapple leaf, roving, compressive strength, tensile strength, absorption, noise level
Peningkatan pengetahuan tentang kewirausahaan di pondok pesantren Al Firdaus Erna Listyaningsih; Dina Dwi Nuryani; Natalina Natalina; Ade Maria Ulfa; Devi Oktarina
JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 4 No. 6 (2025): JOURNAL of Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v4i6.757

Abstract

Background: One of the challenges faced by Indonesia in global competition is improving the quality of its human resources. The formal and non-formal education sectors also have a very significant role in creating its human resources. Islamic boarding schools are one of the Islamic-based educational communities that have developed quite significantly in Indonesia. Islamic boarding schools as educational institutions have long played a role in shaping the character and knowledge of the young generation in Indonesia. The young generation who have received formal education in Islamic boarding schools should be equipped with expertise or at least have entrepreneurial skills as a form of support in providing a quality generation in the future. A generation that has the ability and has an entrepreneurial spirit will greatly assist in achieving economic growth regionally and nationally. In general, there are still many Islamic boarding schools that have not included an entrepreneurship curriculum in their learning system. Purpose: Providing education about entrepreneurship to students with the aim of improving their abilities to become a generation with an entrepreneurial spirit. Method: This community service activity was held in October 2024 at the Al Firdaus Islamic Boarding School in Kemiling Village, Bandar Lampung City with 89 students with the target of the activity to provide education about the importance of entrepreneurship and its benefits. The education provided is knowledge, insight, understanding, literacy about the basic concepts of entrepreneurship related to managing the environment around the Islamic boarding school such as utilizing organic and inorganic waste into something of economic value. Results: Participants gain knowledge in managing the environment related to waste problems and the participants are also enthusiastic in participating in the activities, listening carefully to the material presented, asking questions and having interactive discussions with the service team during the activity until the end. The participants also get comprehensive solutions about entrepreneurship in addition to managing waste in maintaining environmental health. The implementation of the activity went very well and received a good response in the form of ideas and innovations from the participants. Conclusion: Education to increase knowledge about entrepreneurship can develop the spirit of entrepreneurship, increase literacy, competence, and creativity in the mindset of students. Suggestion: Provide entrepreneurial assistance in Islamic boarding schools to improve the spirit, enthusiasm and entrepreneurial competence of the students of the Al Firdaus Islamic Boarding School so that they will get graduates who have more value, especially knowledge about entrepreneurship and managing environmental health. Keywords: Education; Entrepreneurship; Environmental health; Islamic boarding school Pendahuluan: Salah satu tantangan yang dihadapi Indonesia dalam kompetisi global adalah peningkatan kualitas sumber daya manusianya. Sektor pendidikan formal dan nonformal juga memiliki peranan yang sangat signifikan terhadap penciptaan sumber daya manusianya. Pondok pesantren (Ponpes) adalah salah satu komunitas pendidikan berbasis Islam yang cukup besar perkembangannya di Indonesia. Pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan yang telah lama berperan dalam membentuk  karakter  dan  pengetahuan  generasi  muda  di  Indonesia. Generasi muda yang sudah mendapatkan pendidikan formal dikalangan pondok pesantren sebaiknya dilengkapi dengan keahlian atau setidaknya memiliki ketrampilan kewirausahaan sebagai bentuk dukungan dalam penyediaan generasi berkualitas di masa depan. Generasi yang memiliki kemampuan dan memiliki jiwa kewirausahaan akan sangat membantu pencapaian pertumbuhan ekonomi secara regional maupun nasional. Pada umumnya masih banyak pondok pesantren yang belum memasukkan kurikulum kewirausahaan ke dalam sistem pembelajarannya. Tujuan: Memberikan edukasi tentang kewirausahaan pada santri dengan sasaran meningkatkan kemampuan diri menjadi generasi yang memiliki jiwa entrepreneur. Metode: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diselenggarakan pada bulan Oktober 2024 di Ponpes Al Firdaus di Kelurahan Kemiling Kota Bandar Lampung dengan jumlah santri sebanyak 89 santri dengan sasaran kegiatan memberikan edukasi tentang pentingnya kewirausahaan dan manfaatnya. Edukasi yang diberikan adalah pengetahuan, wawasan, pemahaman, literasi tentang konsep dasar wirausaha yang berkaitan dengan mengelola lingkungan sekitar ponpes seperti pemanfaatan sampah organik dan anorganik menjadi sesuatu yang bernilai ekonomis. Hasil: Peserta mendapatkan pengetahuan dalam mengelola lingkungan terkait dengan masalah sampah dan para peserta juga antusias mengikuti kegiatan, menyimak dengan baik dari materi yang disampaikan, mengajukan pertanyaan dan diskusi interaktif dengan tim pengabdian selama kegiatan berlangsung sampai akhir. Para peserta juga mendapatkan solusi komprehensif tentang kewirausahaan selain dari mengelola sampah dalam menjaga kesehatan lingkungan. Pelaksanaan kegiatan berjalan dengan sangat baik dan mendapatkan respon baik berupa munculnya ide dan inovasi dari para peserta. Simpulan: Edukasi peningkatan pengetahuan tentang kewirausahaan dapat mengembangkan semangat jiwa wirausaha, meningkatkan literasi, kompetensi, kreativitas pola pikir para santri. Saran: Memberikan pendampingan kewirausahaan di pondok pesantren  untuk  meningkatkan  jiwa,  semangat  dan  kompetensi  kewirausahaan  para santri Pondok Pesantren Al Firdaus  sehingga  akan mendapatkan lulusan santri yang memiliki  nilai lebih terutama pengetahuan tentang kewirausahaan dan mengelola kesehatan lingkungan.