Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

PENGARUH PENAMBAHAN SERAT BAMBU BETUNG TERHADAP KAPASITAS ULTIMIT BETON BERTULANG Purwanto, Edi; Oktarina, Devi; Hasanah, Siti
Jurnal Rekayasa Teknologi dan sains Vol 1, No 2 (2017): Jurnal Rekayasa, Teknologi, dan Sains
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jrets.v1i2.1101

Abstract

Seiring dengan perkembangan jaman, penggunaan beton dituntut untuk semakin meningkat dari segi kualitasnya, sehingga dibutuhkan suatu cara untuk meningkatkan kekuatan beton tersebut. Salah satu cara untuk meningkatkan kuat tekan beton adalah dengan cara memberikan bahan tambah seperti mikrosilika sebagai bahan pozzoland atau bahan yang lain yang dapat menambah kekuatan beton, yaitu penambahan serat bambu yang merupakan tumbuhan yang banyak tumbuh di Indonesi. Beberapa penelitian bambu memiliki kuat tarik yang cukup tinggi. Oleh karena itu bambu dapat dijadikan alternatif untuk memperkuat balok beton untuk menahan tegangan tarik. Penelitian ini digunakan bahan tambah kulit bambu Betung (Dendrocalamus Asper), sebagai fiber karena bambubetung cukup rapat dan ruasnya panjang. Selain itu, bambu ini bersifat keras dan dinding batangnya relatif tebal yakni sekitar 1-3 cm. Penelitian menggunakan benda uji yang akan dibuat terdiri dari silinder diameter 150 mm dengan tinggi 300 mm, balok dengan ukuran 750 mm x150 mm x 150 mm. Masing-masing dibuat sebanyak 12 buah benda uji terdiri dari empat variasi prosentase kadar serat yaitu 0%; 0,2%; 0,4%; 0,6% serta FAS 0,5. Penambahan serat bambu Betung sangat berpengaruh terhadap kapasitas ultimit beton bertulang yaitu terjadi peningkatan kuat tekan sebesar 24,31% dan kuat tarik sebesar 77,12% pada volume serat 0,4%., tetapi kuat lentur mengalami penurunan sebesar 0,75%.Kata Kunci : kuat tekan, kuat tarik, kuat lentur, bambu Betung.ABSTRACT: The influence of bamboo betung fibers addition againts the ultimit reinforced concrete capacity.With the advent of time, the use of concrete forced to increase in terms of quality, so it needs a way to improve the concrete strength .One way to strong increase press concrete is by granting of added as microsilica as a pozzoland or material other increased concrete, the additional fiber bamboo is plants much grown in Indonesia. A number of studies bamboo has a strong pull a high. Hence bamboo can be used as an alternative to strengthen concrete blocks to hold voltage pull .This research used of materials added the skin bamboo betung (dendrocalamus asper) as fiber because bamboo betung enough meetings and ruasnya long. In addition , bamboo this is a hard and its walls relatively thick about 1-3 cm. The research uses objects test to be made consisting of a cylinder diameter 150 mm and height of 300 mm , beam with size 750 mm x150 mm x 150 mm. each made as much as 12 objects test consisting of four variation prosentase levels fibers that is : 0 %; 0.2 %; 0.4 %; 0.6 % and fas 0.5 .The addition of fibers bamboo betung good affect on capacity ultimit reinforced concrete that is been an increase in compression strenght of 24,31 % and tensile strenght of 77,12 % in volume fibers 0.4 %, but flexural strenght decreased by 0.75 %.Keywords : compression strength, tensile strength, flexural strength, Betung bamboo
ANALISIS LOADING PROFILE BUS RAPID TRANSIT (BRT) TRANS BANDAR LAMPUNG (Studi Kasus : Trayek Rajabasa – Sukaraja) Oktarina, Devi; Dharmawan, Weka Indra
Jurnal Rekayasa Teknologi dan sains Vol 4, No 1 (2020): Jurnal Rekayasa, Teknologi, dan Sains
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jrets.v4i1.2501

Abstract

 ABSTRAKAngkutan umum yang beroperasi di Bandar Lampung sudah cukup banyak jumlahnya, salah satunya adalah angkutan umum bus rapid transit (BRT) trans Bandar Lampung dengan trayek Rajabasa-Sukaraja. Seberapa besar pengguna anggutan umum Bus Rapid Transit (BRT) Trans Bandar Lampung dapat diketahui dengan melakukan kajian Loading Profile yang merupakan penggambaran grafik besar kecilnya jumlah penumpang didalam kendaraan pada setiap pemberhentian satu trip. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriftif melalui kegiatan survey dengan surveyor berada didalam angkutan umum BRT rute trayek Rajabasa-Sukaraja kemudian menghitung para responden (Penumpang BRT) untuk memperoleh data yang di inginkan sebagai langkah awal dalam tahap pengolahan data. Survey dilakukan pada hari senin perwakilan hari kerja, hari sabtu dan hari minggu mewakili hari libur. Hasil survey naik turun penumpang BRT trayek Rajabasa – Sukaraja maupun Sukaraja – Rajabasa bervariasi dari penumpang jarak dekat maupun penumpang jarak jauh. Hasil penelitian diperoleh Travel Time untuk perjalanan satu rit yaitu 2 jam 3,5 menit, nilai Headway rata-rata 15 menit dan Load Factor trayek Rajabasa – Sukaraja yaitu hari senin 59,33 %, hari sabtu 54,41 % dan hari minggu 24,23 %, sedangkan untuk trayek Sukaraja – Rajabasa hari senin 81,68 %, hari sabtu 94,19 % dan minggu 29,03 %. Kata kunci: bus rapid transit (BRT), kapasitas muatan, waktu perjalanan, waktu antara ABSTRACT The Analysis Of Loading Profile Bus Rapid Transit (BRT) Trans Bandar Lampung (Case Study: Rajabasa Route - Sukaraja). Public transportation that operates in Bandar Lampung enough numerous, one is public transport Bus Rapid Transit (BRT) trans Bandar Lampung with Rajabasa-Sukaraja route. How big public transport passenger Bus Rapid Transit (BRT) trans bandar lampung were identified with conduct a study loading profile that is the depiction of a chart the size of the number of passengers in a vehicle on every dismissal of one trip. The research conducted is descriptive research through survey activities with surveyors located in the BRT transport route on the Rajabasa-Sukaraja route and then counting the respondents (BRT Passengers) to obtain the desired data as a first step in the data processing stage. The survey is carried out on Monday representative working days, Saturdays and Sundays representing holidays. Survey results of the ups and downs of Rajabasa - Sukaraja and Sukaraja - Rajabasa BRT route passengers vary from short-distance and long-distance passengers. Survey results of the ups and downs of Rajabasa - Sukaraja and Sukaraja - Rajabasa BRT route passengers vary from short-distance and long-distance passengers. The results obtained by Travel Time for one trip trip are 2 hours 3.5 minutes, the average Headway value of 15 minutes and the Load Factor of the Rajabasa - Sukaraja route are Monday 59.33%, Saturday 54.41% and Sunday 24, 23%, while for the Sukaraja - Rajabasa route Monday is 81.68%, Saturday is 94.19% and Sunday is 29.03%. Keywords: bus rapid transit (BRT), load factor, travel time, headway
PENTINGNYA SISTEM PENCAHAYAAN DAN SIRKULASI UDARA DALAM RUMAH TINGGAL GUNA MENJAGA KESEHATAN LINGKUNGAN Dewi Fadilasari; Devi Oktarina; Rina Febrina; Anwar, Anang Khoiril; Dwi Sindi Sabilla; Febi Ayu Kurniasih; Day Robbi, Nucka Ahmad; Sawalia, Tri Handini
Nemui Nyimah Vol. 4 No. 1 (2024): Nemui Nyimah Vol.4 No.1 2024
Publisher : FT Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumah sehat dan nyaman tidak hanya ditentukan oleh kualitaspencahayaan tetapi juga sirkulasi udaranya. Agar distribusi udara berjalan baik, ruangan harus didukung sistem ventilasi yang baik. Sirkulasi udara adalah proses pergantian udara di dalam ruangan dengan memasukkan udara dari luar dan membuang udara di dalam. Rumah butuh aliran udara yang memadai. Caranya dengan menciptakan ventilasi udara yang tepat. Namun belakangan ini banyakorang cenderung mengabaikan ventilasi udara khususnya di Kelurah Karang Maritim, Panjang Bandar Lampung, padahal ventilasi udara yang benar akan membuat rumah lebih sehat. Hal ini terjadi karena kebanyakan dari mereka tidak menyaari bahwa polusi tidak hanya berasal dari luar, tetapi bisa juga berasal dri dalam rumah, contohya: asap rokok, bakteri, karbon dioksida, kompor, dll. Kualitas udara yang buruk berisiko menyebabkan beragam gangguan kesehatan, seperti batuk, sakit tenggorokan, mata berair, atau sesak napas. Untukmeminimalkan risiko-risiko buruk di atas, maka perlu penempatan ventilasi disertai dengan jendela untuk membebaskan udara masuk kedalam ruangan.
Optimization of Environmentally Friendly Material Selection for Automotive Mechatronics Components Using LCA Data and Multi‑Criteria Decision Making (MCDM) Ibrahim, Fauzi; Marjuni, Teuku; Febrina, Rina; Oktarina, Devi; Natalina, Natalina; Ergantara, Rani Ismiarti; Sulistyaningrum, Diah Ayu Wulandari
JEECS (Journal of Electrical Engineering and Computer Sciences) Vol. 10 No. 2 (2025): JEECS (Journal of Electrical Engineering and Computer Sciences)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Bhayangkara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54732/jeecs.v10i2.8

Abstract

The automotive industry faces an increasing demand for sustainable material selection as mechatronic components become more widespread in electrified vehicles. However, data-driven material selection approaches that simultaneously integrate environmental, economic, and technical criteria without laboratory experiments remain underdeveloped. This study addresses this gap by developing a computational framework that combines Life Cycle Assessment (LCA) with a Multi-Criteria Decision-Making (MCDM) approach, specifically the Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) method, using Analytical Hierarchy Process (AHP)–based weights. The framework enables a transparent and reproducible evaluation of environmentally friendly materials for automotive mechatronic components. A case study on an actuator housing evaluates seven material alternatives: Al 6061 (die-cast), recycled Al (die-cast), Mg AZ91 (die-cast), PA6-GF30 (injection), PBT-GF30 (injection), PA12 (SLS 3D print), and bio-based PBT-GF30 (injection). The criteria include total global warming potential (GWP), cumulative energy demand (CED), water use, recyclability, cost, mass, stiffness index, thermal conductivity, and supply risk. Results show that recycled aluminum achieves the highest ranking (closeness coefficient = 0.939), followed by Al 6061 (0.727) and Mg AZ91 (0.547). A Monte Carlo analysis with 1,000 iterations confirms that recycled aluminum consistently remains the best option with 100% robustness under varying weighting conditions. The proposed workflow is replication-ready and can be directly integrated with established LCA databases such as GREET, Ecoinvent, or EPD, enabling engineers to perform sustainable and quantitative material decisions using only data and computational analysis.
PENGARUH PENAMBAHAN SERAT TERHADAP KAPASITAS ULTIMIT, ABSORBSI & TINGKAT KEBISINGAN BETON (STUDI KASUS : SERAT ALAMI DAUN NANAS DAN SERAT PLASTIS ROVING) Oktarina, Devi; Juansyah, Yan; A, Anang K; Rizky, Aldharin; Rizal, Fadli
Jurnal Rekayasa Teknologi dan sains Vol 10, No 1 (2026): Jurnal Rekayasa, Teknologi, dan Sains
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jrets.v10i1.25066

Abstract

ABSTRAK Beton merupakan bahan pembangunan yang mempunyai sifat kuat terhadap beban tekan tetapi lemah terhadap beban tarik. Cara mengatasi kelemahan kuat tarik beton dengan menambahkan serat pada proses pembuatan adukan beton. Serat yang digunakan bisa berupa serat alami dari tumbuhan maupun serat buatan atau serat sintetis. Serat alami yang digunakan pada penelitian ini berasal dari serat limbah daun nanas sisa tanam dari PT Great Giant Pieeapple (PT GGP) yang berada di Lampung dan serat sintetis dari serat Roving digunakan dalam berbagai aplikasi teknik dan industri untuk memperkuat bahan komposit. Jenis penelitian yang digunakan adalah true experimen yang dilaksanakan di Laboratorium Beton Teknik Sipil Universitas Malahayati dengan variasi penambahan serat daun nanas 0%, 1%, 3%, 5%, dan 7%, kondisi serat SSD dan panjang serat 1,5 cm terhadap berat semen, beton mutu f’c 25 MPa, pada pengujian 28 hari. Pengujian beton yang dilakukan dengan penambahan serat daun nanas dan serat Roving adalah kuat tekan, kuat tarik, ketahanan absorbsi, dan tingkat kebisingan beton. Hasil pengujian kuat tekan beton menerangkan bahwa tidak ada peningkatan kuat tekan beton pada penambahan serat daun nanas dan serat roving. Terjadi peningkatan kuat tarik belah beton pada variasi penambahan serat daun nanas 1% sebesar 1,86 MPa dibandingkan dengan variasi 0% sebesar 1,81 MPa. Hasil dari pengujian penambahan serat daun nanas dapat disimpulkan serat daun nanas tidak dapat meningkatkan kuat tekan beton, serat daun nanas dapat memberikan pengaruh peningkatan kuat tarik belah beton, beton serat daun nanas menawarkan potensi aplikatif dalam bidang kontruksi. Kata kunci: serat, daun nanas, roving, kuat tekan, kuat tarik belah, absopsi, tingkat kebisingan ABSTRACT The Effect Of Fiber Addition On The Ultimate Capacity, Absorption Noise Level Of Concrete (Case Study: Natural Pineapple Leaf Fiber And Plastic Roving Fiber). One of the weaknesss of concrete was its low tensile strength. One way to improve the split tensile strength of concrete was by adding fibers to the concrete mix. In this study, pineapple leaf fibers were used, which were extracted from pineapple leaf waste from PT Great Giant Pineapple (PT GGP) in Lampung. Therefore, a study was conducted to evaluate the effect of adding pineapple leaf fibers on the compressive strength, tensile strength, absorption resistance, and noise level of concrete. The research was a true experiment conducted at the Civil Engineering Concrete Laboratory at Universitas Malahayati, with variations in the addition of pineapple leaf fibers at 0%, 1%, 3%, 5%, and 7%, with SSD fiber conditions and fiber lengths of 1.5 cm, on cement weight, and concrete with a compressive strength grade of f'c 25 MPa, tested at 28 days. The results of the compressive strength test showed that there was no increase in the compressive strength of concrete with the addition of pineapple leaf fibers.  There was an increase in the split tensile strength of concrete with the addition of 1% pineapple leaf fiber, reaching 1,86 MPa compared to 1,181 MPa at 0%. Based on the test results, the addition of pineapple leaf fibers would not increase the compressive strength, but improved the split tensile strength concrete. Pineapple leaf fiber concrete offered potential applications in construction.  Keywords: fiber, pineapple leaf, roving, compressive strength, tensile strength, absorption, noise level