Nurliyani Nurliyani
2The Faculty of Animal Science of GadjaH Mada University Jl. Fauna Bulaksumur, Yogyakarta

Published : 18 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Optimization of Incubation Time and Coagulant Concentration of Ficus carica L. Latex for Fresh Goat Cheese Production Nugraha, Widitya Tri; Murti, Tridjoko Wisnu; Erwanto, Yuny; Nurliyani, Nurliyani; Suranindyah, Yustina Yuni; Muhlisin, Muhlisin; Fibri, Dwi Larasatie Nur
Buletin Peternakan Vol 49, No 3 (2025): BULETIN PETERNAKAN VOL. 49 (3) August 2025
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21059/buletinpeternak.v49i3.106445

Abstract

Cheese coagulants from plant origin have emerged as promising alternatives to animal rennet in cheese production. Among them, latex from Ficus carica L. has shown potential as a natural milk-clotting agent for goat cheese production. This study aims to determine the optimal incubation time and fig tree latex extract concentration on the quality of goat cheese. The optimization of the production process of the goat cheese was carried out using Response Surface Methodology (RSM) with Central Composite Design (CCD). The independent variables were the concentration of the Ficus carica L. latex extract (0.2-0.5 mL/100 mL of milk) and the time of incubation (60-120 min). The goal was to achieve maximum protein content (%), ash content (%), and calcium content (%). The results of this study showed that the Ficus carica L. latex extract used in the study could coagulate milk with a strength of 354.69 MCU and a dominant protein molecular weight of about 20 kDa. The optimization results using RSM method with CCD design showed that the goat cheese was produced optimally in 0.5 mL/100 mL of milk for the concentration of Ficus carica L. latex extract, with 120 min incubation time. These optimal conditions resulted in a cheese with protein content of 18.56%, ash content of 2.32%, calcium content of 803.93 mg/100g, and desirability level of 0.93.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kepatuhan Ibu Hamil Untuk Kunjungan Antenatal Care Di PMB Hasrany Safari Safari, Hasrany; Sunarsih, Sunarsih; Nurliyani, Nurliyani; Sari, Devi Kurnia
MIDWIFERY JOURNAL Vol 3, No 4 (2023): Volume 3 Nomor 4 Desember 2023
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v3i4.11647

Abstract

Based on the data from the Lampung Provincial Health Office (2020), the achievement of the coverage rate for the First Antenatal Care (ANC) visit (K1) is 93.6%, and the coverage rate for the fourth visit (K4) is 89.19%. These figures have shown a decrease compared to the year 2019, where the K1 coverage reached 97.4%, and the K4 coverage was 92.9%. This achievement rate still falls short of the national targets, which are 100% for K1 coverage and 95% for K4 coverage. According to the Ministry of Health of the Republic of Indonesia in 2016, ANC visits strengthen the ability of pregnant women and their families to recognize dangers and apply safe prenatal and postnatal care in their daily lives.The research design was quantitative with a cross-sectional study approach. The population of the study included all pregnant women undergoing prenatal care at the Hasrany Safari Maternal and Child Health Center in Bandar Lampung, totaling 50 individuals. The research sample consisted of all pregnant women undergoing prenatal care at the Hasrany Safari Maternal and Child Health Center in Bandar Lampung, totaling 50 individuals, using the total sampling method.The research results indicated that there was no significant influence of age on pregnant women's compliance with Antenatal Care (p=0.360). However, there was a significant influence of parity on pregnant women's compliance with Antenatal Care (p=0.004), and there was also a significant influence of husband's support on pregnant women's compliance with Antenatal Care (p=0.001). The study found that parity and husband's support are associated with pregnant women's compliance in undergoing Antenatal Care (ANC).It was expected that partners or husbands can pay attention and foster a good relationship with their pregnant wives, and husbands can actively provide support to pregnant women in attending ANC visits. Keywords : Compliance, Pregnant Women, Antenatal Care  ABSTRAK Berdasarkan data dinkes Provinsi Lampung (2020), capaian cakupan Kunjungan Pertama ANC (K1) adalah 93,6% dan cakupan kunjungan keempat (K4) adalah 89.19%. angka ini mengalami penurunan jika dibandingkan dengan tahun 2019 cakupan K1 yang mencapai 97,4% dan cakupan K4 92,9%. Angka capaian ini masih belum memenuhi dari target nasional yaitu sebesar 100% untuk cakupan K1 dan 95% untuk cakupan k4. Menurut Kementrian RI 2016 Kunjungan ANC memperkuat kemampuan ibu dan keluarga mengenali tanda bahaya dan menerapkan perawatan selama kehamilan serta pasca persalinan dalam kehidupan sehari-hari.Desain penelitian adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study. Populasi penelitian adalah semua ibu hamil memeriksakan kehamilannya pada PMB Hasrany Safari Kota Bandar Lampung sebanyak 50 orang. Sampel penelitian adalah semua ibu hamil memeriksakan kehamilannya pada PMB Hasrany Safari Kota Bandar Lampung sebanyak 50 orang dengan menggunakan metode total sampling.Hasil penelitian ini menunjukkan tidak ada pengaruh umur terhadap kepatuhan ibu hamil melakukan Antenatal Care (p=0,360), Ada pengaruh paritas terhadap kepatuhan ibu hamil melakukan Antenatal Care (p=0,004), Ada pengaruh dukungan suami terhadap kepatuhan ibu hamil melakukan Antenal Care (p=0,001). Diperoleh paritas dan dukungan suami berhubungan dengan kepatuhan ibu hamil dalam melakukan Antenatal Care (ANC).                Diharapkan kepada pasangan atau suami dapat memberikan perhatian dan membina hubungan baik dengan istri yang sedang hamil serta suami dapat berperan aktif dalam memberikan dukungan  pada ibu  hamil untuk melakukan kunjungan ANC.
Penggunaan Metode Kanguru Dan Bedong Kain Untuk Meningkatkan Suhu Bayi Baru Lahir Dan Mencegah Hipotermia Fadhillah, Reza Fadhillah; Nurliyani, Nurliyani; Rosmiyati, Rosmiyati; Kurniasari, Devi
MIDWIFERY JOURNAL Vol 2, No 4 (2022): Volume 2 Nomor 4, Desember 2022
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v2i4.8699

Abstract

Background : Health problems in children are one of the main problems in the world of health in Indonesia. The degree of children's health describes the degree of health of the nation, because children are the next generation of the nation who have abilities that can be developed in the development of the nation. Newborns are babies born during the first hour of birth. Newborns are babies from birth to 4 weeks of age. Birth is usually at 38-42 weeks' gestation. Hypothermia is an abnormal body temperature of a newborn (<36°C) when measuring temperature through the axillae, where the body temperature of a normal newborn is 36.5°C-37.5°C (axillary temperature). Hypothermia is a sign of danger because it can cause changes in the body's metabolism which will end in heart-pulmonary failure and death. Management that can be done in hypothermic patients is to do the kangaroo method and swaddle with cloth in regulating the baby's body temperature.Purpose : To Know the Effectiveness of Using the Kangaroo Method and Cloth Swaddles to Warm and Increase the Body Temperature of Newborns for the Prevention of Hypothermia in PMB Kemiling Region.Methods: This quantitative research applied pre-experimental method with pretest posttest research design. The sample in this study was 30 infants, conducted by purposive sampling technique. This research found that there was an increase in the temperature of newborns after being given the kangaroo and cloth swaddling method. Based on the result of swaddling the cloth there was an increase of 82.50 and when the kangaroo method was used there was an increase of 68.89 with a p-value of 0.045.Results : It can be concluded that the use of the kangaroo method and cloth swaddling can increase body temperature in newborns and the use of cloth swaddles was more influential in increasing body temperature. Therefore, it is suggested that the results of this study can be applied by midwives to reduce hypothermia in newborns. Keywords : Newborn Baby, Hypothermia, Cloth Swaddling, Kangaroo Method ABSTRAK Latar Belakang : Masalah kesehatan pada anak adalah salah satu masalah utama dalam dunia kesehatan di indonesia. Derajat kesehatan anak menggambarkan derajat kesehatan bangsa, dikarenakan anak sebagai generasi penerus bangsa yang memiliki kemampuan yang dapat di kembangkan dalam perkembangan bangsa. Bayi Baru lahir adalah bayi yang baru lahir selama satu jam pertama kelahiran. Bayi baru Lahir adalah bayi yang baru lahir sampai usia 4 minggu. Lahirnya biasanya dengan usia gestasi 38-42 minggu. Hipotermia adalah suhu tubuh bayi baru lahir yang tidak normal (<36ºC) pada pengukuran suhu melalui aksila, dimana suhu tubuh bayi baru lahir normal adalah 36,5ºC-37,5ºC (suhu aksila). Hipotermi merupakan suatu tanda bahaya karena dapat menyebabkan terjadinya perubahan metabolisme tubuh yang akan berakhir dengan kegagalan fungsi jantung paru dan kematian. Penatalaksanaan yang dapat dilakukan pada pasien hipotermia adalah dengan melakukan metode kangguru dan pembedongan dengan kain dalam pengaturan suhu tubuh bayi.Tujuan Penelitian : Diketahui Efektifitas Penggunaan Metode Kanguru Dan Bedong Kain Untuk Menghangatkan Dan Peningkatan Suhu Tubuh Bayi Baru Lahir Untuk Pencegahan Hipotermia di PMB Wilayah Kemiling.Metode Penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, dengan metode Pre-eksperimental dengan rancangan penelitian pre test-post test desagn. Sample dalam penelitian ini adalah 30 bayi dengan teknik purposive sampling. Pada penelitian ini didapatkan hasil bahwa terjadi peningkatan suhu Bayi Baru Lahir setelah diberikan Metode Kangguru dan Bedong Kain. Dengan hasil saat dilakukan Bedong Kain terjadi peningkatan 82,50  dan pada saat dilakukan Metode Kangguru terjadi peningkatan 68,89 dengan P Value 0,045.Hasil Penilitian : Disimpulkan bahwa penggunaan Metode Kangguru dan Bedong Kain dapat meningkatkan suhu tubuh pada bayi baru lahir dan penggunaan Bedong Kain lebih berpengaruh  untuk menaikkan suhu tubuh. Oleh karena itu disarankan hasil penelitian ini dapat diaplikasikan oleh bidan untuk mengurangi Hipotermia pada Bayi Baru Lahir. Kata kunci : BBL, Bedong Kain, Hipotermia, Metode Kangguru
Factors Associated With Incomplete Abortion At H.M. Ryacudu Regional General Hospital Of Kotabumi North Lampung Regency Lukitasari, Eli; Astriana, Astriana; Nurliyani, Nurliyani; Trismiyana, Eka
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 10, No 7 (2024): Volume 10,No.7 Juli 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v10i7.11518

Abstract

ABSTRAK : FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ABORTUS INKOMPLETUS  DI RSUD H.M. RYACUDU KOTABUMI  KABUPATEN LAMPUNG UTARA Latar Belakang : Salah satu masalah kehamilan yang banyak terjadi yaitu abortus, dari 46 juta kelahiran pertahun didapatkan 20 juta kasus karena abortus. Abortus menyumbang angka sebesar 5% dari komplikasi kehamilan yang menyebabkan kematian ibu. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian Abortus Inkompletus di Rumah Sakit Umum Daerah H.M Ryacudu Kotabumi Kabupaten Lampung Utara tahun 2020-2022Metode Penelitian : Jenis penelitian yang digunakan adalah rancangan cross sectional.  Populasi penelitian ini adalah ibu-ibu hamil yang mengalami Abortus dan dirawat di ruang rawat inap Rumah Sakit H.M Ryacudu Kotabumi Lampung Utara tahun 2020 – 2022 yang berjumlah 167 orang. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 167 orang. Variabel Independen Usia ibu, usia kehamlan, paritas dn riwayat aboertus. Tehnik sampling total sampling Analisa menggunkan uji Chi Square.Hasil penelitian : Didapatkan Kejadian abotrus inkompleteus sebanyak 112 kasus (67,1%). Usia ibu hamil yang mengalami kejadian abotrus >35 tahun sebanyak 89 orang (53,3%). Usia kehamilan ibu hamil yang mengalami kejadian abotrus <12 minggu sebanyak 135 orang (80,8%). Paritas ibu hamil yang mengalami kejadian abotrus < 4 kali sebanyak 125 orang (74,9%) Ibu hamil yang tidak memiliki riwayat abortus sebanyak 118 orang (70,7%). Ada hubungan usia Ibu dengan Kejadian Abortus Inkompletus p-Value 0,025. Ada hubungan usia kehamilan dengan kejadian abortus inkompletus p-Value 0,000. Ada hubungan paritas dengan kejadian abortus inkompletus p-Value 0,000.  Ada hubungan riwayat abortus dengan kejadian abortus inkompletus p-Value 0,016.Kesimpulan : Ada hubungan Usia ibu, Usia Kehamilan, Paritas, Riwayat Abortus dengan kejadian abortus Inkompletus di Rumah Sakit Umum Daerah H.M Ryacudu Kotabumi Kabupaten Lampung Utara tahun 2020-2022.Saran : Disarankan kepada ibu hamil untuk melakukan ANC secara rutin dan mengatur paritas serta usia kehamilan untuk menghindari kejadian abortus.                Kata kunci : Usia, Usia Kehamilan, Paritas, Riwayat Abortus ABSTRACT Background: One of the prevalent issues during pregnancy is abortion, with 20 million cases out of 46 million annual births resulting from abortions. Abortion contributes about 5% of pregnancy complications that lead to maternal death. The research aims to identify factors associated with the incidents of incomplete abortions at H.M. Ryacudu Regional General Hospital, Kotabumi, North Lampung Regency, from 2020 to 2022.Research Method: The study employed a cross-sectional design. The research population consisted of pregnant mothers who experienced abortion and were admitted to the inpatient ward of H.M. Ryacudu Regional General Hospital in Kotabumi, North Lampung from 2020 to 2022, totaling 167 individuals. The sample for this research was also 167 individuals. Total sampling technique was utilized, and Chi-Square test was employed for analysis.Research Findings: The study found 112 cases (67.1%) of incomplete abortion incidents. Pregnant mothers aged >35 years accounted for 89 individuals (53.3%). Pregnant mothers with a gestational age of <12 weeks during the abortion incident totaled 135 individuals (80.8%). Pregnant mothers with a parity of <4 accounted for 125 individuals (74.9%). Pregnant mothers without a history of abortion amounted to 118 individuals (70.7%). There is a correlation between Maternal Age and Incomplete Abortion Incident with a p-Value of 0.025. There is a correlation between Gestational Age and Incomplete Abortion Incident with a p-Value of 0.000. There is a correlation between Parity and Incomplete Abortion Incident with a p-Value of 0.000. There is a correlation between Abortion History and Incomplete Abortion Incident with a p-Value of 0.016.Conclusion: There is a relationship between maternal age, gestational age, parity, history of abortion with the incidence of incomplete abortion at the H.M Ryacudu Kotabumi Regional General Hospital, North Lampung Regency in 2020-2022.Suggestions : Pregnant mothers are advised to undergo regular antenatal care and manage their parity and gestational age to prevent abortion incidents. Keywords : Maternal Age, Gestational Age, Parity, Abortion History 
The Effect Of Fenugreek Plant On Improving Breastmilk Production In Mothers Nursing Infants Aged 0-6 Riadini, Irma; Utami, VIda Wira; Nurliyani, Nurliyani; Keswara, Umi Romayati
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 10, No 6 (2024): Volume 10,No.6 Juni 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v10i6.12429

Abstract

World Health Organitasion ( WHO) merekomendasikan minimal pemberian ASI yaitu 50% (WHO, 2019).Kementrian Kesehatan menargetkan pemberian Asi ekslusif hingga 80%, Menurut data Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) tahun 2021, tahun 2019 yang pada saat itu telah mencapai sebanyak 74,5% dari target capaian 80%.Data cakupan Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Utara sebanyak 55%, dari 65%, hasil dari data Pendekatan Keluarga Sehat (PIS-PK) pada tingkat Kecamatan Bunga Mayang sebanyak 67,74%, dan pada wilayah kerja Puskesmas Mulyorejo terdapat cakupan Asi esklusif sebanyak 45, 10%, dan cakupan Desa Mulyorejo 1 sebanyak 49,4%. Salah satu metode memperlancar ASI pada ibu dapat dilakukan melalui metode non farmakologi. Tujuan penelitian ini diketahui pengaruh kelabet dalam mamperlancar pengeluaran asi di Desa Mulyorejo 1 Kecamatan Bunga Mayang Kabupaten Lampung Utara Tahun 2023.Jenis penelitian kuantitatif, rancangan penelitan pra experimental dengan pendekatan one grouppretest-postest. Populasi penelitian ini adalah rata-rata ibu menyusui 0-6 bulan sebanyak 30 orang dengan sampel sebanyak 30 responden menggunakan teknik total sampling,analisis univariat dan bivariat ( uji wilcoxon).Hasil univariat didapatkan hasil rerata kelancaran pengeluaran asi pada berat badan mean 5364, standar deviasi 568,pada panjang badan mean 56,2 standar deviasi 4,5, lingkar kepala mean 38,8 standar deviasi 3,0.Analisis bivariat menunjukkan hasil pada berat badan mean 6538,3 standar deviasi 565,1, panjang badan mean 56,9 standar deviasi 4,5 lingkar kepala mean 39,4 standar deviasi 4,0 yang menunjukkan adanya pengaruh kelabet dalam mamperlancar pengeluaran ASI di Desa Mulyorejo 1 Kecamatan Bunga Mayang Kabupaten Lampung Utara Tahun 2023 (p-value = 0,000).Saran bagi ibu menyusi kelabet dapat dikonsumsi dalam Upaya menigkatkan produksi ASI. Kata Kunci : Produksi ASI, biji klebet, ibu menyusui ABSTRACT The World Health Organization (WHO) recommends a minimum of 50% breastfeeding (WHO, 2019). The Ministry of Health targets exclusive breastfeeding up to 80%. According to the Basic Health Research (RISKESDAS) data for the year 2021, in 2019, the rate reached 74.5% of the 80% target. The coverage data from the North Lampung Regency Health Office is 55%, from 65%. The results from the Family Approach to Healthy Living (PIS-PK) at the Bunga Mayang sub-district level are 67.74%, and in the working area of the Mulyorejo Public Health Center, exclusive breastfeeding coverage is 45.10%, with a coverage rate in Mulyorejo 1 village of 49.4%. One non-pharmacological method to facilitate breastfeeding is the use of fenugreek plant. The purpose of this study is to determine the influence of fenugreek Plant on improving breastmilk production in Mulyorejo 1 village, Bunga Mayang sub-district, North Lampung Regency, in the year 2023.This was a quantitative study with a pre-experimental design using a one-group pretest-posttest approach. The study population consisted of an average of 30 mothers breastfeeding infants aged 0-6 months, with a sample of 30 respondents using total sampling. Univariate and bivariate analysis (Wilcoxon test) was used for data analysis.Univariate results showed the average smoothness of breastmilk production in terms of weight, with a mean of 5364 and a standard deviation of 568; in terms of length, with a mean of 56.2 and a standard deviation of 4.5; and in terms of head circumference, with a mean of 38.8 and a standard deviation of 3.0. Bivariate analysis showed results for weight with a mean of 6538.3 and a standard deviation of 565.1, length with a mean of 56.9 and a standard deviation of 4.5, and head circumference with a mean of 39.4 and a standard deviation of 4.0, indicating the influence of fenugreek Plant on improving breastmilk production in Mulyorejo 1 village, Bunga Mayang sub-district, North Lampung Regency, in the year 2023 (p-value = 0.000). The recommendation for breastfeeding mothers is to consume fenugreek Plant to increase breastmilk production. Keywords: Breastmilk Production, Fenugreek Plant Seeds, Breastfeeding Mothers 
The Effect Of Guided Imagery And Music (Gim) Relaxation On Anxiety Of Pregnant Women Facing Labor In Primigravida Pregnant Womentrimester III Ferdiana, Nurlinda; Nurliyani, Nurliyani; Anggraini, Anggraini
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 10, No 8 (2024): Volume 10,No.8 Agustus 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v10i8.11672

Abstract

Latar Belakang: Kecemasan merupakan salah satu faktor yang berkontribusi terhadap kemajuan persalinan, 28,7% ibu hamil merasa cemas sehingga perlu dilakukan upaya guna mengurangi kecemasan tersebut. Salah satu contoh terapi relaksasi yang cukup populer dilakukan adalah terapi Guided Imagery yang dibarengi dengan lantunan musik pada ibu hamil. Tujuan penelitian diketahui pengaruh relaksasi guided imagery and music (GIM)) terhadap kecemasan ibu hamil menghadapi persalinan pada ibu hamil primigravida Trimester III di Wilayah Kerja Puskesmas Punggur Kabupaten Lampung Tengah Tahun 2023. Metode Penelitian : Jenis penelitian kuantitatif rancangan penelitian pra eksperimen dengan rancangan one group pre – post test design. Populasi ibu hamil Primigravida Trimester III fisiologis di Wilayah kerja Puskesmas Punggur sebanyak 55 rsponden dengan sampel yang digunakan sebanyak 16 responden menggunakan. proposional random sampling. Penelitian telah dilaksanakan pada bulan Januari - Juli 2023 di Puskesmas Puggur. Pengumpulan data menggunakan kuesioner, analisis data secara univariat, dan bivariat menggunakan (uji t test- paired sample test). Hasil penelitian diketahui rata-rata kecemasan ibu hamil menghadapi persalinan pada ibu hamil primigravidarum trimester III sesudah dilakukan terapi guided imagery and music (GIM) adalah 56,7 dan sesudah dilakukan terapi guided imagery and music (GIM) adalah 34,4. Hasil bivariat diketahui ada pengaruh relaksasi guided imagery and music (GIM) terhadap kecemasan ibu hamil menghadapi persalinan pada ibu hamil primigravida Trimester III di Wilayah Kerja Puskesmas Punggur Kabupaten Lampung Tengah Tahun 2023 (p-value = 0,000). Saran bagi Puskesmas dapat memberikan layanan kesehatan ibu hamil untuk tetap meningkatkan program kelas ibu dan latihan relaksasi Guide Imagery Music dapat dijadikan model atau alternatif intervensi untuk mengelola kecemasan ibu hamil dalam menghadapi persalinan. Kata Kunci : Kecemasan ibu hamil, relaksasi GIM ABSTRACT Background Anxiety is one of the factors that contribute to the progress of labor, 28.7% of pregnant women feel anxious so efforts need to be made to reduce this anxiety. One example of relaxation therapy that is quite popular is Guided Imagery therapy accompanied by music for pregnant women.The aim of this research was to know the effect of guided imagery and music (GIM) relaxation on the anxiety of pregnant women facing childbirth in third trimester primigravida pregnant women in the Working Area of Punggur Public Health Center, Central Lampung Regency, in 2023.Research Methods This type of quantitative research is a pre-experimental research design with a one group pre-post test design. The population of Primigravida Trimester III physiological pregnant women in the working area of the Punggur Public Health Center was 55 respondents with a sample of 16 respondents. Proportional random sampling. The research was carried out in February - July 2023 at Punggur Public Health Center. Data collection used a questionnaire, whereas data analysis was univariate, and bivariate used (t-test paired sample test).The results showed that the average anxiety of pregnant women facing childbirth in third trimester primigravidarum pregnant women after guided imagery and music (GIM) therapy was 56.7 and after guided imagery and music (GIM) therapy was 34.4. The bivariate results show that there is an effect of guided imagery and music (GIM) relaxation on the anxiety of pregnant women facing childbirth in third trimester primigravida pregnant women in the Working Area of Punggur Public Health Center, Central Lampung Regency, 2023 (p-value = 0.000).Suggestions for the Public Health Center to provide health services for pregnant women to continue to improve mother class programs and relaxation exercises Guide Imagery Music can be used as a model or alternative intervention to manage pregnant women's anxiety in facing childbirth. Keywords: Anxiety of pregnant women, GIM relaxation
Promosi Kesehatan Peningkatan Pengetahuan Mengenai Bahaya Pergaulan Bebas di Kalangan Remaja Nurliyani, Nurliyani; Sunarsih, Sunarsih; Isnaini, Nurul; Lhatifah, Neneng Siti; Astriana, Astriana
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2025): Volume 7 Nomor 2 November 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpmpkm.v7i2.20334

Abstract

Pergaulan bebas merupakan fenomena sosialyang semakin berkembang, terutama di kalangan remaja dan anak muda. Fenomena ini dapat memengaruhi pola pikir, sikap, serta perilaku individu yang terlibat, dengan dampak negatifyang dapat merusak aspek fisik, mental, dan sosial. Perilakuseks bebas adalah segala tingkah laku yang didorong oleh hasrat seksual dengan lawan jenis, mulai dari tingkah laku yang dilakukannya dengan sentuhan, beciuman dan bercumbuan sampai menempelkan alat kelamin yaitu dengan salingmenggesekkan alat kelamin dengan pasangan namun belumbersenggama (petting) dan yang sudah bersenggama(intercourse), yang dilakukan di luar hubungan pernikahan(Sarwono, 2012).Tujuan Promosi Kesehatan ini adalah meningkatan pengetahuan bahaya seks bebas pada remaja sehingga dapat diturunkannya permasalahan kesehatan dan sosial akibat seks bebas. Kegiatan promosi kesehatan berupa penyuluhan mengenaiupaya peningkatan Bahaya Pergaulan Bebas kepada para siswa-siswi SMK 4 Bandar Lampung, berjalan dengan baik. Kegiatan penyuluhan memiliki dampak positif terhadappeningkatan pengetahuan peserta penyuluhan tentang Bahaya Pergaulan Bebas. Semakin meningkatnya pengetahuan peserta penyuluhan, akan dapat menghasilkan perilaku baik yangdapat mencegah penularan Penyakit Menular Seksual.Dengan demikian, angka kejadian Penyakit Menular Seksual di masyarakat dapat diturunkan dan derajat kesehatan masyarakat menjadi optimal.
Effectiveness Of Ice Massage On Labor Pain Intensity During The First Stage Anggraini, Sandra; Lathifah, Neneng Siti; Nurliyani, Nurliyani; Susilawati, Susilawati
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 11 (2025): Volume 11 Nomor 11 November 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i10.22557

Abstract

Menurut data Dunia dalam World Health Organization (WHO, 2023) kasus ibu dengan persalinan nyeri menyatakan bahwa hanya 10-15% persalinan yang berlangsung tanpa rasa nyeri, dengan demikian bahwa data tersebut paling banyak ditemukan ibu dengan persalinan nyeri yaitu prevalensi sebesar 85-90% persalinan berlangsung dengan nyeri. Tujuan penulisan ini untuk mengetahui pengaruh efektifitas pijat es terhadap intensitas nyeri persalinan Kala I Di Wilayah Kerja Puskesmas Pasir Sakti Lampung TimurMetode penelitian dengan jenis penelitian kuantitatif, Penelitian dilaksanakan di Wilayah Kerja Puskesmas Pasir Sakti Lampung Timur dan rencananya dilakukan pada bulan Mei-Juni tahun 2025. Rancangan Quasi Eksperimental dengan posttest only with control group design. Populasi seluruh ibu memasuki kehamilan trimester III dengan HPL bulan Mei dan Juni berdasarkan kantong persalinan sejumlah 42 responden, sampel 32 responden, teknik purposive sampling. Hasil rata-rata intensitas nyeri sebelum intervensi mean 0,632, hasil sesudah mean 4,69. Rata-rata intensitas nyeri sebelum pada kelompok kontrol mean 0,629, sesudah mean 5,56. Hasil nilai p value 0,000 α (0,05) yang artinya H0 ditolak dan Ha diterima, yang berarti ada pengaruh teknik pijat es terhadap intensitas nyeri persalinan Kala I. Hasil p value 0,005 α (0,05). Nilai p value 0,006 α (0,05) artinya ada perbedaan yang brmakna antara kedua variabel penelitian Kata kunci : nyeri persalinan, pijat es, titik akupresure   ABSTRACT According to World data in the World Health Organization (WHO, 2023) the case of mothers with painful labor states that only 10-15% of labor takes place without pain, thus that the data is most commonly found mothers with painful labor, namely a prevalence of 85-90% of labor takes place with pain . The purpose of this paper is to determine the effect of the effectiveness of ice massage on the intensity of labor pain in the first stage in the Working Area of Puskesmas Pasir Sakti East Lampung.The study employed a quantitative research method and was conducted in the working area of Puskesmas Pasir Sakti, East Lampung, during May–June 2025. A quasi-experimental design with a posttest-only control group was used. The study population consisted of all mothers in their third trimester of pregnancy with an expected delivery date (EDD) in May and June, based on the maternity register, totaling 42 individuals. A purposive sampling technique was applied to obtain a sample of 32 respondents.The average result of pain intensity before intervention mean 0.632, the result after mean 4.69. Average pain intensity before the control group mean 0.629, after mean 5.56. The result of the p value of 0.000 α (0.05) which means H0 is rejected and Ha is accepted, which means there is an effect of ice massage techniques on the intensity of labor pain in Stage I. The p value result is 0.005 α (0.05). The p value of 0.006 α (0.05) means that there is a significant difference between the two research variables. Keywords : labor pain, ice massage, acupressure points