Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Kelimpahan Plankton di Waduk Cirata Provinsi Jawa Barat Nurruhwati, Isni; Hasan, Zahidah; Sahidin, Asep
Jurnal Akuatika Indonesia Vol 2, No 2 (2017): Jurnal Akuatika Indonesia (JAkI)
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (27.83 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelimpahan plankton di Waduk Cirata. Penelitian dilakukanselama 11 bulan dari Bulan Maret 2015 sampai dengan Bulan Februari 2016. Pengambilan sampel dilakukandi tiga stasiun yaitu inlet, tengah dan outlet Waduk Cirata. Hasil penelitian menunjukan kelimpahan StasiunI rata-rata 16,646x103 ind/l dan Stasiun II kelimpahan rata-rata 13,384x103 ind/l dan Stasiun III 11,742x103ind/l. Pada Stasiun 1 ditemukan dengan jumlah taxa tertinggi berkisar antara 16-20 taxa. Sedangkan jumlahtaxa paling rendah ditemukan pada stasiun III dengan kisaran jumlah 14-18 taxa. Kelimpahan totalfitoplankton berkisar 11,052x103-15,692x103 ind/l, sedangkan kelimpahan total zooplankton berkisar 684–962 ind/l. Berdasarkan hasil pengukuran kelimpahan plankton di Waduk Cirata tersebut masih dalamkelimpahan sedang.Kata kunci: Kelimpahan, Plankton, Waduk Cirata
MACROECONOMIC FACTORS INFLUENCING THE FISHERIES SECTOR INVESTMENT Rizal, Achmad; Nurruhwati, Isni; Apriliani, Izza M
The International Journal of Business Review (The Jobs Review) Vol 3, No 1 (2020): The International Journal of Business Review. June 2020
Publisher : Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/tjr.v3i1.25040

Abstract

This research is intended to analyze how macroeconomic factors influence the level of fisheries investment in Bandung city. Economic factors analyzed in this study include inflation, interest rates, and Gross Domestic Regional Product (GDRP) in Bandung city in the period 2010-2017. The method used throughout this research is the Literature Survey method by using multiple linear regression analysis methods. The results of multiple linear regression tests through the F-test and T-test to prove to be no significant positive relationship between inflation and the level of fisheries investment in Bandung city. The results of the multiple regression test also showed an insignificant negative relationship between the interest rate and the level of investment in the fisheries sector in Bandung city. GDRP has a significant positive relationship with the level of fisheries investment in Bandung city. R Square Test (R2) shows a value of 0.913 which means that 91.3% of the proportion of investment in the fisheries sector from 2010-2017 can be attributed to the variable inflation, interest rates, and GDRP. While 8.7% is due to other variables outside the tested model. Keywords: Fisheries Investment, Macroeconomics, Inflation, Interest Rates, Gross Regional Domestic Product
Enviromental Socio-Economic Value for Capture Fisheries Resources at Jatigede Reservoir, Sumedang, West Java Province Atikah Nurhayati; Titin Herawati; Walim Lili; Ayi Yustiati; Isni Nurruhwati Matindas
Jurnal Penyuluhan Vol. 16 No. 1 (2020): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluh Pertanian Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (550.553 KB) | DOI: 10.25015/16202025262

Abstract

Sumedang District is one of the areas where Jatigede Reservoir is built, which is primarily for hydroelectric power generation and other derivative functions such as drinking water supply, irrigation, flood control, tourism, and capture fisheries. Research aims to examine how the potential of capture fisheries resources and socio-economic values for local communities. This method used quantitative description of the performance of costs and benefits. The data used in this reserach are primary data and secondary. Primary data with judgment sampling as many as 30 respondents. Based on the research gap analysis for the social aspects of the local communities affected by the construction of reservoirs Jatigede contradiction between the expectations of the people to utilize the reservoir Jatigede based derivative function with local government regulations, so there is still social conflicts in society.Results of Analytic Network Process levels of jatigede reservoir function based on economic value the main function of hydroelectric power plants is socio-economic value for residents affected by the construction of Jatigede reservoir, one of which is capture fisheries, which should be given by the local government regulations regarding catchment zones, types of fishing gear are allowed and security protection for fishing in reservoirs Jatigede, institutional strengthening Jatigede fishing in reservoirs.Environmental aspects by taking into account the aquatic habitat in the Jatigede reservoir,which can be used for fisheries with due respect to the conservation of fishery resources, especially for endemic fish by periodically restocking, so that socio-economic and environmental values can be synergistic in utilizing the Jatigede reservoir.
KELOMPOK FORAMINIFERA BENTIK RESEN BERDASARKAN KOMPOSISI DINDING CANGKANG DI PERAIRAN TELUK JAKARTA Isni Nurruhwati; Richardus Kaswadji; Dietriech G. Bengen; Vijaya Isnaniawardhani
Jurnal Akuatika Vol 3, No 2 (2012): Jurnal Akuatika
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.381 KB)

Abstract

Penelitian foraminifera bentik Resen dari 25 sampel sedimen permukaan dasar laut Perairan Teluk Jakarta untuk mengetahui komposisi dinding cangkangnya. Hasil pengamatan kelompok foraminifera bentik Resen ditemukan 86 spesies. Terdapat 74,57 %, berdinding cangkang hyalin, 17,85 % berdinding cangkang porselen dan yang berdinding cangkang agglutinin 7,58 %. Spesies yang paling dominan pada foraminifera bentik berdinding cangkang hyalin adalah Operculina ammonoides (Gronovlus) yaitu 18,02 % dan Elphidium indicum (Cushman) yaitu 10,7 %. Ditinjau dari pola sebaran berdasarkan komposisi dinding cangkang, didominasi oleh sub ordo. Rotaliina yang mempunyai komposisi dinding cangkang calcareous hyalin. Adanya kelompok dominan yang berdinding cangkang hyalin menunjukkan bahwa pada daerah penelitian merupakan lingkungan laut normal dengan kandungan karbonat yang cukup tinggi. Kata Kunci : foraminifera bentik resen, komposisi dinding cangkang, dan teluk jakarta
PERBANDINGAN BEBERAPA METODE ISOLASI DNA UNTUK DETEKSI DINI KOI HERPES VIRUS (KHV) PADA IKAN MAS (Cyprinus carpio L.) Yuniar Mulyani; Agus Purwanto; Isni Nurruhwati
Jurnal Akuatika Vol 2, No 1 (2011): Jurnal Akuatika
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.051 KB)

Abstract

Penelitian ini telah dilakukan di Laboratorium Bioteknologi Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas dalam memperoleh konsentrasi dan kemurnian DNA serta efisiensi waktu pengerjaan dari metode isolasi DNA dengan membandingkan beberapa metode isolasi DNA diantaranya ektraksi DNA dengan Kit (Promega), CTAB dengan phenol, modifikasi CTAB, dan ekstraksi DNA dengan thermal lysis. Parameter yang digunakan adalah nilai kemurnian dan kualitas DNA hasil isolasi yang diperoleh dari analisis spektrofotometri dan analisis elektroforesis serta efisiensi waktu pengerjaan. Sampel yang digunakan adalah jaringan insang dan sirip ikan mas. Konsentrasi DNA dan kemurniannya diukur dengan metode spektrofotometri, sedangkan untuk visualisasi DNA hasil isolasi menggunakan metode elektroforesis serta pengujian keberadaan KHV dideteksi dengan bantuan PCR dengan menggunakan Primer pendeteksi KHV. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian secara umum menunjukkan bahwa metode modifikasi CTAB memberikan hasil isolasi DNA dengan konsentrasi yang tertinggi yaitu 70,10 μg/ml dengan nilai kemurnian berkisar antara 1,9-2,0. Namun waktu yang dibutuhkan untuk pengerjaannya cukup lama. Metode ekstraksi DNA dengan thermal lysis memiliki waktu pengerjaan yang singkat. Namun konsentrasi DNA yang diperoleh cukup rendah yaitu 9,25 μg/ml dengan nilai kemurnian berkisar antara 1,6-1,8.
KELIMPAHAN FORAMINIFERA BENTIK RESEN PADA SEDIMEN PERMUKAAN DI PERAIRAN TELUK JAKARTA Isni Nurruhwati; Richardus Kaswadji; Dietriech G. Bengen; Vijaya Isnaniawardhani
Jurnal Akuatika Vol 3, No 1 (2012): Jurnal Akuatika
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.779 KB)

Abstract

Perairan Teluk Jakarta merupakan wilayah perairan dangkal dengan kedalaman perairan sangat bervariasi, umumnya memiliki kedalaman 30 meter meskipun di beberapa lokasi hingga 70 meter seperti di utara Pulau Pari dan di utara Pulau Semak Daun. Habitat  foraminifera terdiri dari semua kedalaman laut dari tepi pantai sampai pada laut dalam. Secara umum, spesies  bentik hidup pada kedalaman tertentu. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kelimpahan dan jenis-jenis foraminifera bentik resen yang terdapat pada sedimen permukaan di perairan Teluk Jakarta. Sebanyak 25 sampel sedimen permukaan yang diambil dari  25 buah core milik Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan yang berada di dalam cold storage di Cirebon. Sampel yang diperoleh dianalisis jenis sedimennya dan kandungan foraminifera bentik resen didalamnya. Jumlah yang ditemukan 85  spesies yang termasuk dalam 42 genus. Spesies yang banyak melimpah ditemukan di perairan iniOperculina ammonoides (Gronovlus), Elphidium indicum (Cushman),Planulina  floridana (Cushman) dan Asterorotalia trispinosa (Thalmann). Jenis sedimen yang mendominasi perairan Teluk Jakarta adalah lempung ( 21 stasiun) dan lanau  (4 stasiun).
Pengaruh Logam Kromium (Cr) Terhadap Histopatologi Organ Insang, Hati dan Daging Ikan di Sungai Cimanuk Bagian Hulu Kabupaten Garut Muhamad Nu’man Azis; Titin Herawati; Zuzy Anna; Isni Nurruhwati
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 9, No 1 (2018): Jurnal Perikanan Dan Kelautan Vol. IX No. 1 /Juni 2018
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (869.569 KB)

Abstract

Kromium (Cr) merupakan salah satu logam berat yang bersifat racun dan membahayakan jika terdapat dalam tubuh organisme pada konsentrasi yang tinggi. Tujuan riset ini untuk mengetahui tingkat kerusakan insang, hati dan daging ikan yang terpapar logam kromium. Metode yang digunakan pada riset ini yaitu metode survei. Pengukuran kandungan logam kromium pada air dan organ ikan di lakukan di Pusat Penelitian Sumberdaya Alam dan Lingkungan (PPSDAL) Universitas Padjadjaran dari tanggal 1 sampai 14 Mei 2016. Pengukuran tingkat kerusakan organ dilakukan di Laboratorium Patologi, Balai Besar Pengujian Mutu dan Sertifikasi Obat Hewan (BBPMSOH) Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada tanggal 15 Mei - 5 Juni 2016. Ikan yang diteliti kandungan logam kromiumnya adalah ikan Mas (Cyprinus carpio), ikan Paray (Rasbora argyrotaenia), ikan Hampal (Hampala macrolepidota), ikan Lele (Clarias gariepenus), ikan Gabus (Opiocephalus striatus) dan ikan Sapu (Hyposarcus pardalis). Kandungan Cr pada insang, hati, dan daging ikan yang tertangkap pada umumnya masih dibawah ambang batas, kecuali pada insang dan hati ikan gabus yang telah melebihi ambang batas yang telah ditentukan. Ikan yang tertangkap di stasiun 1, 2, 3, dan 4 umumnya telah mengalami kerusakan sedang, kecuali pada ikan mas, ikan paray, ikan hampal, ikan gabus. Ikan sapu yang tertangkap di stasiun 4 insang dan hatinya telah mengalami tingkat kerusakan berat tetapi pada daging tidak terdeteksi adanya kerusakan. Pada semua stasiun insang ikan mengalami tingkat kerusakan sedang, hati mengalami tingkat kerusakan berat dan pada daging ikan tidak ditemukan kerusakan. 
Struktur Komunitas Plankton Di Cekdam Kampus Universitas Padjadjaran Muhammad Surya Fajar Pradana; Zahidah Hasan; Isni Nurruhwati; Heti Herawati
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 10, No 2 (2019): Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol. X No. 2/Desember 2019
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.955 KB)

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada 23 November 2018 hingga 5 Februari 2019, pengambilan sampel plankton dan pengukuran parameter fisik kimiawi dilakukan secara insitu di Cekdam Unpad serta identifikasi plankton dilakukan secara exsitu di Laboratorium Manajemen Sumberdaya Perairan FPIK Unpad. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menetapkan struktur komunitas plankton di Cekdam Unpad. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode survey dengan analisis deskriptif kuantitatif. Sampling plankton dilakukan secara purposive sampling dengan 6 kali ulangan pada 4 stasiun yang telah ditentukan berdasarkan kondisi perairan yaitu stasiun 1 berada pada bagian inlet, stasiun 2 dan 4 berada pada bagian kanan dan kiri mewakili bagian tengah, serta stasiun 3 berada pada bagian outlet. Hasil penelitian ditemukan 23 genus plankton yang terbagi dalam 20 genus fitoplankton yang tergolong dalam 7 kelas dan 3 genus zooplankton yang tergolong dalam 2 kelas. Kelimpahan rata-rata terbesar fitoplankton yaitu Peridinium dari kelas Dinophyceae sebesar 223 ind/L, sedangkan zooplankton adalah Nauplius dari kelas Crustaceae sebesar 13 ind/L. Secara keseluruhan struktur komunitas plankton di Cekdam Unpad didominasi oleh 3 genus dari kelompok fitoplankton yaitu Peridinium, Chlorella, dan Navicula. Nilai rata-rata indeks dominansi Simpson fitoplankton berkisar antara 0,28 – 0,35, sedangkan untuk zooplankton berkisar antara 0,76 – 0,81. Nilai indeks keanekaragaman Simpson untuk fitoplankton berkisar antara 0,65 – 0,72, sedangkan unntuk zooplankton berkisar antara 0,10 – 0,24.Penelitian ini dilaksanakan pada 23 November 2018 hingga 5 Februari 2019, pengambilan sampel plankton dan pengukuran parameter fisik kimiawi dilakukan secara insitu di Cekdam Unpad serta identifikasi plankton dilakukan secara exsitu di Laboratorium Manajemen Sumberdaya Perairan FPIK Unpad. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menetapkan struktur komunitas plankton di Cekdam Unpad. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode survey dengan analisis deskriptif kuantitatif. Sampling plankton dilakukan secara purposive sampling dengan 6 kali ulangan pada 4 stasiun yang telah ditentukan berdasarkan kondisi perairan yaitu stasiun 1 berada pada bagian inlet, stasiun 2 dan 4 berada pada bagian kanan dan kiri mewakili bagian tengah, serta stasiun 3 berada pada bagian outlet. Hasil penelitian ditemukan 23 genus plankton yang terbagi dalam 20 genus fitoplankton yang tergolong dalam 7 kelas dan 3 genus zooplankton yang tergolong dalam 2 kelas. Kelimpahan rata-rata terbesar fitoplankton yaitu Peridinium dari kelas Dinophyceae sebesar 223 ind/L, sedangkan zooplankton adalah Nauplius dari kelas Crustaceae sebesar 13 ind/L. Secara keseluruhan struktur komunitas plankton di Cekdam Unpad didominasi oleh 3 genus dari kelompok fitoplankton yaitu Peridinium, Chlorella, dan Navicula. Nilai rata-rata indeks dominansi Simpson fitoplankton berkisar antara 0,28 – 0,35, sedangkan untuk zooplankton berkisar antara 0,76 – 0,81. Nilai indeks keanekaragaman Simpson untuk fitoplankton berkisar antara 0,65 – 0,72, sedangkan unntuk zooplankton berkisar antara 0,10 – 0,24.
PENGARUH PENGGUNAAN TIGA VARIETAS TANAMAN PADA SISTEM AKUAPONIK TERHADAP KONSENTRASI TOTAL AMONIA NITROGEN MEDIA PEMELIHARAAN IKAN KOI Widi Restu Gumelar; Isni Nurruhwati; Sunarto -; Zahidah -
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 8, No 2 (2017): Jurnal Perikanan dan Kelautan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.147 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui varietas tanaman tebaik yang mampu menekan konsentrasi total amonia nitrogen media pemeliharaan ikan koi dalam sistem akuaponik. Penelitian pengaruh penggunaan tiga varietas tanaman berbeda pada sistem akuaponik terhadap konsentrasi total amonia nitrogen media pemeliharaan ikan koi telah dilaksanakan di Laboratorium Akuakultur Ciparanje dari tanggal 1 November hingga 18 Desember 2015. Tanaman yang digunakan dalam penelitian ini adalah varietas selada Batavia, Romaine dan Pakcoy masing-masing sebanyak lima batang. Tanaman yang digunakan berumur 14 hari dengan jumlah rata-rata daun sebanyak enam helai. Benih ikan koi yang digunakan berumur 90 hari dengan panjang rata-rata sembilan cm dan dipelihara selama 30 hari. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan empat perlakuan dan tiga kali ulangan. Parameter yang diamati adalah konsentrasi nitrogen amonia total. Hasil penelitian menunjukan bahwa konsentrasi nitrogen amonia total terkecil terdapat pada perlakuan tanaman selada varietas Batavia yaitu sebesar 0,133 mg/L. 
Dampak Budidaya Keramba Jaring Apung Terhadap Produktivitas Primer Di Perairan Waduk Darma Kabupaten Kuningan Jawa Barat Hilman - Heriyanto; Zahidah - Hasan; Ayi - Yustiati; Isni - Nurruhwati
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 9, No 2 (2018): Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol. IX No. 2 /Desember 2018
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.219 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak dari budidaya ikan keramba jaring apung terhadap produktivitas primer serta kualitas perairan di Waduk Darma Kabupaten Kuningan ditinjau dari parameter fisik-kimiawi yang mempengaruhi produktivitas primer. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli-Agustus 2017 sebanyak empat ulangan pada empat lokasi penelitian di perairan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey dengan menggunakan teknik pengambilan sampel purposive sampling,  dengan penentuan stasiun pengambilan sampel berdasarkan faktor masuknya bahan organik. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kegiatan Keramba Jaring Apung (KJA) di Waduk Darma berpengaruh terhadap produktivitas primer fitoplankton, hal ini ditunjukkan dengan nilai rata-rata produktivitas primer pada lokasi penelitian kepadatan KJA tertinggi sebesar 1161,74 mgC/m3/hari dan pada lokasi dengan kepadatan KJA terendah sebesar 1195,52 mgC/m3/hari. Sedangkan pada inlet waduk memiliki nilai rata-rata 575,24 mgC/m3/hari dan outlet waduk memiliki nilai rata-rata 851,13 mgC/m3/hari. Namun peningkatan jumlah KJA tidak berpengaruh signifikan terhadap peningkatan produktivitas primer. Kualitas perairan berada dalam kondisi stabil, dalam arti beberapa parameter yang mempengaruhi produktivitas primer tersebut masih dalam kisaran optimum dalam mendukung kegiatan budidaya perikanan. Beberapa parameter tersebut adalah konsentrasi amonia, konsentrasi nitrat, dan konsentrasi fosfat.