Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Optimizing the Role of Social Media for Fisheries Business Development (Case Study in the Middle of Covid 19 Pandemic in West Java) Atikah Nurhayati; Indah Riyantini; Isni Nurruhwati; Isah Aisah
Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Vol 16, No 2 (2021): DESEMBER 2021
Publisher : Balai Besar Riset Sosial Eonomi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jsekp.v16i2.8981

Abstract

The spread of the Covid 19 outbreak felt its impact in the fisheries sector. The spread of Corona Virus has brought new challenges and risks in social life, including fisheries businesses. Fishery business practitioners, namely fishermen, fish cultivators, fishery product processors and fishery product marketers, experience logistical and marketing problems. Some indications of the impact of the Covid-19 pandemic are evident in the fisheries business. These indications are a decrease in the price of fishery products, a logistic system that cannot run normally, and a decrease in demand for fishery products, all of which impact on the household income of the fishery business. The disruption of distribution channels between businesses and consumers due to restrictions on human mobility that is applied to overcome the Covid 19 outbreak is the root cause. Regional quarantine as well as large-scale social restrictions do not prohibit mobility in the transportation of goods, but in reality these restrictions significantly impede the traffic of fishery products. This is reminiscent of the implementation of the 4.0 revolution in the fisheries and marine sector, where fisheries and marine businesses including fish farmers to innovate in the use of automation tools that are controlled from smartphone applications. With digital applications, cultivation can use it to anticipate during current conditions, when the Covid 19 pandemic occurs, where market access is directly restricted which can be circumvented by online marketing where producers and consumers do not make transactions directly. This reserach  aims to analyze the optimization of the role of social media for the development of fisheries business case studies in the middle of the Covid 19 pandemic in West Java. Research time is from February to May 2020. The research method used was a survey method. The data used are primary and secondary data. Primary data were obtained by taking the technique of non-probability sampling respondents to 40 respondents of fisheries businesses. The analytical tool used in this reserach  is non-parametric statistics with Friedman and Kendalls using twigs to scale. Based on the results of research, the level of knowledge of fisheries business operators regarding handling of Covid 19 averages 70% of knowing, understanding and implementing health protocols in carrying out daily activities, the role of social media is high for fisheries business actors consisting of fishermen, fish cultivators, fishery product processors and marketer of fishery products. Social media used include Instagram, Short Message Service (SMS), Websites, Blogs, Facebook and Whatsapps. The most optimal use of social media activities is carried out by fishery product marketers via Whatsapps. and Instagram. 
STRATEGI PENGELOLAAN ADAPTIF BERBASIS KELEMBAGAAN LOKAL SUMBER DAYA PERAIRAN Atikah Nurhayati; Isni Nurruhwati; Titin Herawati; Asep Agus Handaka
Jurnal Kebijakan Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Vol 8, No 2 (2018): DESEMBER 2018
Publisher : Balai Besar Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (684.732 KB) | DOI: 10.15578/jksekp.v8i2.7431

Abstract

Pemanfaatan sumber daya perairan umum perlu diatur dengan kelembagaan pengelolaan yang efektif yang dapat menjamin manfaat bagi pelaku usaha dan kelestarian sumber daya yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi adaptif pengelolaan perairan umum berbasis kelembagaan lokal, yang diharapkan dapat secara efektif menjawab tantangan pengelolaan sumber daya perairan umum. Penelitian ini menggunakan metode participatory action research  kemudian dideskriptifkan secara kuantitatif yang didukung oleh data primer dan sekunder yang diperoleh melalui Focused Group Disscusion (FGD) dan survei. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di waduk Cirata telah diterapkan kelembagaaan lokal yaitu Masyarakat Peduli Cirata (MPC) yang melibatkan segenap stakeholders yaitu masyarakat pengguna perairan umum di Waduk Cirata, Dinas Kelautan dan perikanan Provinsi Jawa Barat, Badan Pengelola Waduk Cirata (BPWC) dan pembudidaya ikan KJA. Dari kasus kelembagaan di Waduk Cirata ini, dapat dipetik sejumlah pelajaran yang dapat diterapkan untuk kasus serupa di tempat lain. Pelajaran terpenting adalah terkait dengan penerapan strategi adaptif. Komponen utama dari strategi adaptif yang menopang efektivitas kelembagaan pada kasus Waduk Cirata adalah pemanfaatan dan kontrol tepat guna yang dilandasi kesepahamaan di antara stakeholders tentang fungsi potensial dari waduk dan interaksinya dengan lingkungan. Implementasi operasional dari strategi ini adalah: (1) memperbolehkan berlangsungnya perikanan budidaya karamba jaring apung (KJA), namun di sisi lain menerapkan kontrol dan dievaluasi untuk menjaga keseimbangan ekosistemnya dengan melibatkan kelompok MPC, (2) mendorong pengembangan wisata pemancingan (recreational fishing), tetapi melakukan langkah-langkah untuk pengendalian tangkapan sehingga tidak merusak keberlanjutan sumber daya ikan endemik, (3) pemanfaatan gulma eceng gondok yang dipadukan sekaligus dengan upaya pembersihan jalur transportasi air. Title: Studi Kasus di Perairan Umum Waduk Cirata Kab Cianjur, Jawa Barat) Adaptive Management Strategy Based on Local Institution  of The Aquatic Resource (A Case Study at The Cirata Reservoir  of Cianjur Regency, West JavaUtilization of open water resources needs to be regulated with effective management institution that can guarantee the benefits for the users and its sustainability. This research aims to examine and formulate adaptive strategies for the management of open water based on local institutions, which are expected to effectively answer the challenges of open water resource management. This research used participatory action research method approach and quantitatively described with primary and secondary data collected from Focused Group Disscusion (FGD) and surveys. Results showed that there are local established institution named Cirata Community Care (MPC) which involves all relevant stakeholders, they are common users, West Java Province Marine and Fisheries Service Office, Cirata Reservoir Management Agency (BPWC), and fisheries community. The case study of Cirata Reservoir resulted in a number of lesson learned that applicable to similar cases elsewhere. The most important one is its adaptive strategies. Main component of adaptive strategies to support the effectiveness of its local institution is the appropriate use and control mechanisms, i.e., those that are based on a common understanding among stakeholders regarding prospective functions of the reservoir and their interactions with environment. The implementation of this strategy covers the following actions : (1) to allow the floating net cage aquaculture as well as to control and evaluate its operation in order to maintain the balance of its ecosystem by involving MPC group; (2) to encourage the development of recreational fishing as well as to control the catch in order to sustain the endemic fish resources, and; (3) to use combined water hyacinth weeds as well as to clean water transport pathway altogether. 
Penyuluhan Pemanfaatan Tanaman Air di Perairan Umum Waduk Cirata Kabupaten Cianjur Provinsi Jawa Barat Atikah Nurhayati; Isni Nurruhwati
Media Kontak Tani Ternak Vol 1, No 1 (2019): August
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mktt.v1i1.21586

Abstract

Eceng gondok (Eichornia crassipes)merupakan salah satu tanaman air yang pertumbuhannya sangat cepat di perairan umum waduk Cirata, sehingga menutupi permukaan perairan umum di waduk Cirata. Eceng gondok (Eichornia crassipes) ternyata memberikan manfaat karena mampu menyerap zat organik, anorganik serta logam berat lainnya yang merupakan bahan pencemar dan dapat digunakan untuk bio energi, pupuk organik, pakan ikan dan kerajinan tangan.  Fungsi turunan tanaman air dilakukan melalui penyuluhan pemanfaatan tanaman air Eceng gondok (Eichornia crassipes)yang dilakukan di kelompok pembudidaya ikan karamba jaring apung , karang taruna dan tim pengerak PKK di Waduk Cirata Kabupaten Cianjur Provinsi Jawa Barat.  Metode yang digunakan melalui metode langsung pendekatan kelompok dengan partisipasi kegiatan penyuluhan, melalui pre test dan post test. Berdasarkan hasil kegiatan penyuluhan minat pemanfaatan tanaman air eceng gondok (Eichornia crassipes) menjadi produk pakan ikan sebesar 50 %, pupuk organik untuk tanaman pertanian sebesar 50 %,  bio briket energi terbaharukan 100 %, kertas seni 66,66 %, kerajinan tangan 40 %. Kegiatan tanaman air di peraiaran umum waduk Cirata harus dilakukan pendampingan secara silmultan dan penguatan kelembagaan lokal untuk menjaga keseimbangan ekosistem dan memberikan peluang ekonomi kreatif bagi masyarakat lokal.
LAJU TANGKAP UNIT PUKAT PANTAI DI KABUPATEN PANGANDARAN Izza Mahdiana Apriliani; Isni Nurruhwati; Achmad Rizal
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 3 No. 2 (2019): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (110.104 KB) | DOI: 10.29244/core.3.2.229-234

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji laju tangkap dan hasil tangkapan pada perikanan pukat pantai di Kabupaten Pangandaran. Pangandaran merupakan salah satu daerah yang masih mengoperasikan unit penangkapan pukat pantai. Data yang dikumpulkan meliputi hasil tangkapan, upaya penangkapan serta waktu penangkapan dari unit perikanan pukat pantai. Data dianalisis secara kuantitatif yang menggambarkan komposisi hasil tangkapan dan nilai laju tangkap. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari dan Maret 2017 di Kabupaten Pangandaran yang masih terdapat operasi penangkapan ikan dengan pukat pantai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam operasi penangkapan pukat pantai memiliki target tangkapan diantaranya, ikan teri (Stolephorus sp.), ikan layur (Trichiurus sp.) dan ikan pepetek (Leiognathus sp.) dalam 2 (dua) musim penangkapannya. Pengoperasian pukat pantai dengan hasil tangkapan ikan teri memiliki nilai laju tangkap sebesar 0,7 kg/jam. Nilai laju tangkap dari pengoperasian pukat pantai sebesar 24,25 kg/hari. Perikanan pukat pantai memiliki nilai catch rate hasil tangkapan sampingan yang lebih besar dibandingkan nilai catch rate target tangkapannya. Kata kunci: hasil tangkapan, laju tangkap, Pangandaran, pukat pantai
Tanggung Jawab Masyarakat Lokal pada Konservasi Penyu Hijau (Chelonia mydas) di Pesisir Selatan Jawa Barat Atikah Nurhayati; Titin Herawati; Isni Nurruhwati; Indah Riyantini
Jurnal Perikanan Universitas Gadjah Mada Vol 22, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jfs.48147

Abstract

Populasi penyu adalah bagian dari keanekaragaman hayati. Penyu adalah reptil yang hidup di lautan yang terancam punah, sehingga diperlukan upaya untuk melindungi melalui konservasi penyu. Salah satu daerah konservasi penyu adalah di pantai selatan Provinsi Jawa Barat. Masyarakat memiliki peran penting dalam pengelolaan konservasi penyu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat tanggung jawab masyarakat lokal terhadap konservasi penyu di pantai selatan Jawa Barat, Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kasus di pantai selatan Jawa Barat. Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus 2018 - Februari 2019. Teknik pengambilan responden menggunakan purposive sampling sebanyak 35 responden. Alat analisis yang digunakan adalah deskripsi kuantitatif. Berdasarkan penelitian ini tingkat tanggung jawab masyarakat lokal dalam konservasi penyu di pantai selatan Jawa Barat, terdiri dari: (1) respon masyarakat lokal terhadap pendidikan dan pengetahuan konservasi penyu memiliki nilai tanggung jawab yang tinggi; (2) respon masyarakat lokal terhadap pengelolaan habitat penyu memiliki nilai tanggung jawab yang rendah; (3) respon masyarakat lokal untuk merubah perilaku melestarikan penyu memiliki nilai tanggung jawab yang rendah; (4) respon masyarakat lokal tentang ancaman kepunahan penyu memiliki nilai tanggung jawab yang rendah; (5) respon masyarakat lokal tentang ekowisata penyu memiliki nilai tanggung jawab yang tinggi. Berdasarkan hasil peneltian disarankan perlu adanya pelatihan yang dilakukan secara kontinue untuk meningkatkan pengetahuan dan pendidikan masyarakat lokal mengenai konservasi penyu serta koordinasi antarstakeholder untuk mengelola kawasan konservasi penyu melalui edukasi ekowisata bahari.
Economic Valuation of Marine Tourism Based on Bio-Ecoregion (Case Study in Batukaras Beach, Pangandaran District, West Java Province, Indonesia) Atikah Nurhayati; Asep K Supriatna; Asep Agus Handaka; Titin Herawati; Wahyuniar Pamungkas; Nora Akbarsyah; Isni Nurruhwati; Venda Jolanda Pical
ECSOFiM (Economic and Social of Fisheries and Marine Journal) Vol 10, No 1 (2022): ECSOFiM October 2022
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.ecsofim.2022.010.01.09

Abstract

The COVID-19 pandemic has an impact on all economic sectors and the order of life in society, including the marine tourism sector. As in the Batukaras Beach tourism area, West Java Province. This research aims to analyze the factors that influence the level of tourist visits marine tourism area of Batukaras Beach and the economic value of marine tourism. The research conducted in May 2021 – June 2022. The data used primary and secondary data, using purposive sampling as many as 106 respondents using multiple linear regression and travel cost method. Based on the results of the research, the factors that influence marine tourism visits are variables X1 natural conditions of marine tourism, X2 types of marine tourism attractions, X3 distance traveled, X4 length of time for tourism activities, X5 level of education, X6 income level, X7 age, X8 travel cost. Based on this research it was obtained economic value of the marine tourism environment based on travel expenses in Batukaras Beach is IDR 79,795,000. Consumer surplus or tourists' willingness to pay based on the individual travel cost method is IDR 2,975.08/individual/visiting and economic value of marine tourism based on willingness to pay in Batukaras Beach IDR 1,039,130,027.
Selektivitas alat tangkap purse seine di Pangkalan Pendaratan Ikan Muara Angke Azlhimsyah R. Pamenan; Sunarto Sunarto; Isni Nurruhwati
Depik Vol 6, No 2 (2017): August 2017
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.15 KB) | DOI: 10.13170/depik.6.2.5381

Abstract

Alat tangkap purse seine adalah alat tangkap terbanyak kedua yang digunakan nelayan di PPI Muara Angke setelah alat tangkap bouke ami. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis tingkat selektivitas alat tangkap purse seine berdasarkan hasil tangkapannya. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan survey di PPI Muara Angke Jakarta dari 10 Mei - 1 Juni 2016. Data hasil tangkapan ikan dikumpulan dari 4 unit alat tangkap purse seine dengan masing-masing alat tangkap 1 kali trip. Analisis data meliputi komposisi jenis hasil tangkapan dan ukuran panjang cagak pertama matang gonad hasil tangkapan utama. Hasil Penelitian menunjukan bahwa alat tangkap purse seine menangkap sebanyak 14 spesies dengan jumlah total hasil tangkapan 75.945 ekor dengan bobot 9.092 kg.  Komposisi hasil tangkapan sampingan lebih mendominasi yaitu sebesar 78,7% dibanding hasil tangkapan utama 21,3%. Panjang cagak ikan tangkapan utama yang telah mencapai ukuran matang gonad mencapai 50,1% dari total seluruh ikan yang diukur. Secara umum, dengan melihat faktor yang digunakan untuk mengukur tingkat selektivitas alat tangkap, purse seine tergolong alat tangkap yang memiliki tingkat selektivitas yang rendah.Kata Kunci : Purse Seine, Hasil Tangkapan, Selektivitas. Purse seine fishing gears is the second most fishing gears which is used by fisherman in muara angke fishing port after bouke ami fishing gears. The purpose of this research is to analyzed the selectivity level of purse seine fishing gears based on fishing catch. The data collection was collected in muara angke fishing port between 10 mei – 1 juni 2016. The data of fishing catch is collected from 4 unit of purse seine fishing gears with 1 trip from each unit. The data analysis exmines  the composisition of fishing catch and fork length of first maturity fish. The result from this research seeing that purse seine catch 14 different species from the total 75.945 fishes with 9.092 kg total weight. By-catch composistion is 78,7% more high than main catch composition 21,3%. The fork length of main catch which is have maturity size is just 50,1% from fishes were measured. Generally. From seeing the  used factor to measurre the level of fishing gears selectivity, purse seine fishing gears is classffied to the fishing gears that have poor selectivity level.Keywords : Purse Seine, Fishing catch, Selectivity
Selektivitas alat tangkap purse seine di Pangkalan Pendaratan Ikan Muara Angke Azlhimsyah R. Pamenan; Sunarto Sunarto; Isni Nurruhwati
Depik Vol 6, No 2 (2017): August 2017
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.6.2.5381

Abstract

Alat tangkap purse seine adalah alat tangkap terbanyak kedua yang digunakan nelayan di PPI Muara Angke setelah alat tangkap bouke ami. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis tingkat selektivitas alat tangkap purse seine berdasarkan hasil tangkapannya. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan survey di PPI Muara Angke Jakarta dari 10 Mei - 1 Juni 2016. Data hasil tangkapan ikan dikumpulan dari 4 unit alat tangkap purse seine dengan masing-masing alat tangkap 1 kali trip. Analisis data meliputi komposisi jenis hasil tangkapan dan ukuran panjang cagak pertama matang gonad hasil tangkapan utama. Hasil Penelitian menunjukan bahwa alat tangkap purse seine menangkap sebanyak 14 spesies dengan jumlah total hasil tangkapan 75.945 ekor dengan bobot 9.092 kg.  Komposisi hasil tangkapan sampingan lebih mendominasi yaitu sebesar 78,7% dibanding hasil tangkapan utama 21,3%. Panjang cagak ikan tangkapan utama yang telah mencapai ukuran matang gonad mencapai 50,1% dari total seluruh ikan yang diukur. Secara umum, dengan melihat faktor yang digunakan untuk mengukur tingkat selektivitas alat tangkap, purse seine tergolong alat tangkap yang memiliki tingkat selektivitas yang rendah.Kata Kunci : Purse Seine, Hasil Tangkapan, Selektivitas. Purse seine fishing gears is the second most fishing gears which is used by fisherman in muara angke fishing port after bouke ami fishing gears. The purpose of this research is to analyzed the selectivity level of purse seine fishing gears based on fishing catch. The data collection was collected in muara angke fishing port between 10 mei – 1 juni 2016. The data of fishing catch is collected from 4 unit of purse seine fishing gears with 1 trip from each unit. The data analysis exmines  the composisition of fishing catch and fork length of first maturity fish. The result from this research seeing that purse seine catch 14 different species from the total 75.945 fishes with 9.092 kg total weight. By-catch composistion is 78,7% more high than main catch composition 21,3%. The fork length of main catch which is have maturity size is just 50,1% from fishes were measured. Generally. From seeing the  used factor to measurre the level of fishing gears selectivity, purse seine fishing gears is classffied to the fishing gears that have poor selectivity level.Keywords : Purse Seine, Fishing catch, Selectivity
Studi Media Penyuluhan Mangrove Dalam Pengabdian Kepada Masyarakat di Pesisir Kabupaten Pangandaran Izza Mahdiana Apriliani; Mochamad Candra Wirawan Arief; Isni Nurruhwati; Lantun Paradhita Dewanti; Heti Herawati
Farmers: Journal of Community Services Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/fjcs.v4i1.44275

Abstract

Media penyuluhan merupakan faktor penting dalam proses transfer pengetahuan bagi masyarakat sasaran. Pemilihan media harus dilakukan dengan tepat untuk memastikan informasi dapat diterima secara efektif. Studi media penyuluhan ini dilakukan untuk melihat kebutuhan penyuluhan dalam pengabdian masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan dan peningkatan kesadaran akan pentingnya kawasan mangrove. Hasil studi menunjukkan bahwa lebih dari 90% masyarakat sasaran telah mengenal mangrove dengan 70% lebih mengenal jenis bakau atau Rhizopora. Namun untuk mengenal spesifik jenis mangrove lainnya masih diperlukan media informasi. Media informasi yang penting di kawasan mangrove yaitu berupa papan informasi (59%), lebih lanjut perlu dilakukannya pengembangan informasi mangrove berbasis digital.
Penyuluhan Penguatan Kelembagaan Nelayan Untuk Perikanan Berkelanjutan Di Waduk Jatigede Kabupaten Sumedang Zahidah Hasan; Iskandar -; Sunarto -; Isni Nurruhwati; Heti Herawati
Farmers: Journal of Community Services Vol 2, No 1 (2021)
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/fjcs.v2i1.31160

Abstract

Waduk Jatigede merupakan waduk baru yang dibangun di Sumedang Jawa Barat. Ekosistem waduk memiliki potensi sumberdaya perikanan yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar. Dengan adanya pembangunan waduk juga menjadikan perubahan mata pencaharian masyarakat yang terdampak penggenangan. Mata pencaharian masyarakat sebelumnya adalah petani berubah menjadi nelayan tangkap yang memanfaatkan sumberdaya perikanan yang terdapat di Waduk Jatigede. Penerapan strategi yang benar akan menjaga keberlanjutan waduk yang dapat dilakukan melalui pendekatan aspek ekologi, ekonomi dan kelembagaan kelompok. Pelaksanaan tersebut dapat ditempuh melalui modifikasi lingkungan, pengembangan pengaturan dan pengendalian, introduksi ikan di waduk, serta penyuluhan untuk mengembangkan peran serta masyarakat dalam memanfaatkan dan mengelola waduk. Kegiatan pengabdian mengenai pengelolaan waduk dan penguatan kelembagaan kelompok nelayan penangkap ikan di Waduk Jatigede perlu dilakukan, guna menciptakan kelompok nelayan yang unggul, dan kegiatan perikanan yang berkelanjutan. Penyuluhan ini diikuti oleh peserta sebanyak 22 orang, terdiri dari kelompok nelayan di Waduk Jatigede. Materi yang disampaikan mengenai pengelolaan waduk dan pembentukan kelompok nelayan penangkap agar kegiatan perikanan lebih terencana dan tersturktur, mulai dari keanggotaan, pembekalan ilmu dan pembelajaran, asosiasi atau koporasi, hingga administrasi. Selama pelaksanaan kegiatan penyuluhan peserta sangat antusias pada informasi yang disampaikan oleh pemateri. Harapannya peserta dapat mempraktekan langsung sehingga kelompok kelembaagan dapat terbentuk dengan baik.