Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISA KONSISTENSI NADA DAN INTENSITAS BUNYI PETIKAN SISTEM ROBOTIK PADA SASANDO BIOLA ELEKTRIK BERBASIS ESP32 IOT Warsito, Ali; Tarigan, Jonshon; Umbu, Ari Bangkit Sanjaya; Wahid, Abdul
Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya Vol 9 No 1 (2024): Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/fisa.v9i1.15449

Abstract

Telah dilakukan analisis konsistensi nada dan tingkat intensitas bunyi berdasarkan data eksperimen petikan pada 10 dari 32 dawai alat musik sasando elektrik yang dikonfigurasi sebagai prototipe sistem robotik. Menerapkan teknologi Internet of Think (IoT) berbasis mikrokontroler ESP32 DevKit, motor servo dan driver PCA 9586 pada sasando elektrik sebagai bagian inovasi sasando dari alat musik tradisional menjadi bagian budaya modern di era 4.0. Tujuan penelitian ini selain pembuatan prototipe adalah agar didapatkan output petikan dawai yang menghasilkan nada dan tingkat intensitas bunyi yang konsisten dan stabil, sebagai justifikasi bahwa sistem robotik didesain dengan baik.. Hasil analisis menunjukkan bahwa nada yang dihasilkan 10 dawai sasando dalam format f(Df)-chord berturut-turut sebagai berikut 464,2(+2Hz)-A#4, 434(+6 Hz)-A4, 396,2(-0,6Hz)-G4, 376,6(-6,6Hz)-F#4, 332(+7,6Hz)-E4, 299,8(+6,1Hz)-D4, 107,6(+2,4Hz)-A2, 74,6(-1,2Hz)-D2, 279,8(-2,6Hz)-C#4 dan 301(-7,3Hz)-D4, dengan interval simpangan antara 0,2% – 2,5%. Simpangan dari standar nada tidak berpengaruh pada chord karena masih dalam rentang interval frekuensi chord dawai. Tingkat intensitas bunyi keluaran dari 10 dawai rerata terendahnya sebesar 58,4 dB yang dimiliki oleh dawai nomor 20 (bass) dan tertinggi sebesar 81,4 dB pada dawai 9 (melodi). Tingkat intensitas representatif untuk dawai string yang dipetik dengan stik plastik solid. Analisa rerata waktu respon sistem robotik pemetik dawai sasando yang dirancang sekitar 0,28 sekon menunjukkan sistem IoT yang dibangun dengan ESP32 Dev Kit berkinerja cukup baik.dan stabil.
Comparation of Magnetic Flux Cases Solution in Around Electrified Wire between Analytical and Computational Methods Haning, Ady E.P; Warsito, Ali
Jurnal ILMU DASAR Vol 19 No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5333.09 KB) | DOI: 10.19184/jid.v19i1.6338

Abstract

Have analyzed comparative analytical and numerical computation solutions in the case of magnetic flux to the circular loop of radius R as far apart as H around the current I in the wire. The aim is to know how the methods used have an accurate solutions calculated based on relative error value. The analytical method use taking concept of polar coordinates and the computational method using the function of analytic equations modified based on Simpson and Monte Carlo method. Both methods are aprroaches in numerical integration.After test with variation of combination of R=0.1 and 0.2 and H=0.1 and 0.2, the Simpson and Monte Carlo indicate the integration value corresponding to the exact or analytical solution value, the relative error value of the Simpson method range from 0,004% - 0,017% and the relatif error value for Monte Carlo method range from 0.056% - 3.4296%. Keywords: magnetic flux, analytical, simpson, monte carlo, relative error
PELATIHAN BUDI DAYA TANAMAN MEMANFAATKAN ALAT UKUR FISIKA BAGI ALUMNI DAN MAHASISWA DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERWIRAUSAHA Tarigan, Jonshon; Sianturi, Hery Leo; Johannes, Albert Zicko; Wahid, Abdul; Lapono, Laura A. S.; Ngara, Zakarias Seba; Pasangka, Bartholomeus; Tanesib, Jehunias L.; Pingak, Redi Kristian; Warsito, Ali; Sutaji, Hadi Imam; Bernandus, Bernandus; Mbiliyora, Christine
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menumbuhkan minat dan meningkatkan kemampuan berwirausaha untuk alumni dan mahasiswa dalam budidaya tanaman dengan memanfaatkan alat pengukuran fisika. Masa tunggu yang lama untuk mendapatkan pekerjaan bisa menjadi beban psikologis bagi lulusan baru. Oleh karena itu, Program Studi Fisika Fakultas Sains dan Teknik Universitas Nusa Cendana (FST Undana) menawarkan pelatihan budidaya tanaman untuk alumni dan mahasiswa. Pelatihan ini berfokus pada penggunaan alat ukur fisika untuk mengukur sifat fisis tanah guna mengoptimalkan potensi budidaya tanaman. Pelatihan mencakup presentasi materi, diskusi, dan praktek langsung terkait budidaya tanaman menggunakan alat pengukuran fisika. Keberhasilan kegiatan ini dievaluasi melalui pertanyaan survei yang diberikan kepada peserta. Jawaban dari hasil survei menunjukkan pelatihan ini berhasil dijalankan dengan sangat baik. Selain itu, umpan balik dari peserta menunjukkan peningkatan motivasi untuk terlibat dalam budidaya tanaman dalam meningkatkan kemampuan berwirausaha.
ANALISIS IMPLEMENTASI SMARTPHONE ANDROID DAN MODUL ESP32-CAM UNTUK SISTEM ABSENSI MENGGUNAKAN FACE RECOGNITION Natbais, Yuyun Hana; Warsito, Ali; Tarigan, Jonshon; Umbu, Ari Bangkit Sanjaya
Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya Vol 9 No 2 (2024): Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/fisa.v9i2.19391

Abstract

Sistem absensi merupakan tata cara sebuah instansi untuk melakukan pencatatan kehadiran seseorang. Salah satu tantangan yang sering muncul dalam melakukan absensi adalah terjadinya kecurangan terutama dalam perkuliahan, karena sistem absensi yang digunakan masih manual. Berdasarkan permasalahan tersebut, dibuat sebuah aplikasi yang diberi nama Presence Record by Face untuk absensi dengan mengimplementasikan teknologi biometrik Face Recognition yang memanfaatkan model pengenalan wajah FaceNet dan mobile FaceNet. Model pengenalan wajah ini berbasis deep learning, menggunakan jaringan saraf tiruan Convolution Neural Network (CNN) untuk mengekstrasi fitur wajah yang unik sehingga menghasilkan vektor embedding yang memungkinkan perbandingan dan pengenalan wajah dengan akurasi tinggi. Berdasarkan hasil pengujian yang diperoleh menggunakan modul ESP32-Cam yang memiliki resolusi 2MP, aplikasi absensi yang sudah dibuat berhasil melakukan pengenalan gambar wajah termasuk pengambilan gambar wajah dari samping, pengambilan gambar wajah menggunakan masker dan kacamata serta pengambilan gambar wajah pada anak kembar. Aplikasi memiliki tingkat akurasi pengenalan wajah sebesar 100%, dengan jarak maksimal pengambilan gambar 2 meter. Meskipun semua data absensi berhasil disimpan di Firebase, aplikasi belum berhasil memanggil kembali embedding wajah yang tersimpan di Firebase sehingga untuk pengenalan wajah aplikasi lebih mengandalkan penyimpanan lokal, dimana 83% data absensi disimpan di Firebase dan 17% data absensi menggunakan penyimpanan lokal.
RANCANG BANGUN SISTEM PENGUKUR KECERAHAN LANGIT MENGGUNAKAN SENSOR CAHAYA TSL237S-LF DAN NODEMCU ESP8266 Olin, Fransisco Rokirianto; Warsito, Ali; Tanesib, Jehunias L.; Umbu, Ari Bangkit Sanjaya
Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya Vol 9 No 2 (2024): Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/fisa.v9i2.19471

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang rancang bangun sistem pengukur kecerahan langit menggunakan sensor cahaya TSL237s-LF dan NodeMCU ESP8266 dengan tujuan untuk merancang sebuah alat ukur kecerahan langit berbasis ESP8266, mengukur tingkat kecerahan langit malam dan polusi cahaya didaerah Penfui, Kupang serta menerapkan protokol MQTT pada alat ukur kecerahan langit. Kecerahan langit diukur selama 12 jam dari pukul 18.00 WITA hingga pukul 06.00 WITA pada tanggal 19 Mei 2024 sampai 20 Mei 20204 dengan alat ukur yang sudah dikalibrasi menggunakan alat ukur standar, SQM LU-DL. Hasil pengukuran menunjukkan nilai kecerahan langit tertinggi yaitu 20,19 mag/arsec2 . Tanggal 25 Mei pengukuran kecerahan langit kembali dilakukan yang berlokasi disekitar Laboratorium Fisika FST UNDANA dari pukul 18.00 WITA sampai 22.00 WITA, untuk memvalidasi keakuratan data pengukuran sebelumnya, nilai kecerahan tertinggi yang di dapatkan berada pada nilai 17.55 mag/arsec2. Semakin rendah nilai kecerahan langit artinya langit semakin terang, begitu pun sebaliknya. Pada penelitian ini diketahui bahwa kecerahan langit berada pada kondisi terang.
Rancang Bangun Alat Ukur Portabel Berbasis Internet of Things (IoT) Untuk Pengukuran Suhu dan Kelembapan Udara Serta Tanah Andini Dengak; Ari Bangkit Sanjaya Umbu; Jonshon Tarigan; Ali Warsito
Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika Vol. 14 No. 01 (2026): Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika
Publisher : Department of Physics, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtaf.v14i01.543

Abstract

Perubahan iklim global berdampak signifikan terhadap sektor pertanian, terutama pada parameter suhu dan kelembapan udara serta tanah yang memengaruhi pertumbuhan tanaman. Oleh karena itu, diperlukan alat ukur yang mampu mengukur parameter-parameter tersebut secara akurat dan real-time. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan menguji alat ukur portabel berbasis Internet of Things (IoT) yang dapat mengukur suhu dan kelembapan udara serta tanah secara simultan. Alat ini menggunakan mikrokontroler NodeMCU ESP32 yang terintegrasi dengan sensor DHT22, DS18B20, dan Capacitive Soil Moisture Sensor v2.0. Data hasil pengukuran ditampilkan secara langsung melalui layar OLED dan dikirim secara real-time ke aplikasi Blynk sehingga dapat diakses melalui perangkat seluler. Proses kalibrasi dilakukan menggunakan metode regresi linear untuk meningkatkan akurasi pembacaan sensor terhadap alat ukur standar. Pengujian sistem dilakukan di tiga lokasi berbeda, yaitu Naikoten 1, BTN Kolhua, dan Penfui, dengan karakteristik lingkungan yang bervariasi. Hasil pengujian menunjukkan bahwa alat ini bekerja dengan baik, mampu melakukan pengukuran data secara akurat, serta memberikan kemudahan akses bagi pengguna. Alat ini berpotensi menjadi solusi praktis dalam mendukung pengelolaan pertanian berbasis data.     Kata kunci: internet of things, suhu, kelembapan, sensor, portabel.
Identifikasi Potensi Sebaran Mangan Bawah Permukaan di Daerah Oenesu Kecamatan Kupang Barat Kabupaten Kupang Maria M.T. Olla; Hadi Imam Sutaji; Jonshon Tarigan; Bernandus; Ali Warsito
Jurnal Pendidikan dan Ilmu Fisika Vol 6 No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jpif.v6i1.43935

Abstract

Research utilizing the geomagnetic method was conducted to identify the potential distribution of subsurface manganese in the Oenesu area, West Kupang District, Kupang Regency. Data comprising total magnetic field and diurnal variation measurements were acquired using a G-856AX Proton Precession Magnetometer via the looping method across 119 measurement points spaced at 35 meter intervals. The data underwent diurnal and IGRF corrections, upward continuation, 2D modeling and interpretation. The interpretation of magnetic anomalies revealed high anomaly values ​​40 nT to 240 nT, moderate anomalies -60 nT to 40 nT, and low anomalies -160 nT to -60 nT. Modeling results indicate a subsurface lithology composed of limestone susceptibility 0.001200 SI to 0.080327 SI, claystone susceptibility 0.000380 SI to 0.008349 SI, and sandstone susceptibility 0.000001 SI to 0.000999 SI. Correlating these indications with the magnetic anomalies and the typical geological associations of manganese suggests that the manganese deposits are likely associated with the limestone and claystone units. Integrating the modeling results from three cross-sections with the magnetic anomaly values ​​indicates that the potential manganese distribution is predominantly located in the southern, southeastern, and northern parts of the study area, at depths ranging from 9.55 m to 107.28 m.
Demo Sains Eksperimen Percepatan Gravitasi Bumi untuk Peningkatan Minat Belajar Fisika Siswa SMAN 1 Amfoang Selatan Laura A.S. Lapono; Hanna Azmi Fathin; Frederika Rambu Ngana; Rizki Sidik; Ali Warsito; Hadi Imam Sutaji
ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : UPT Publikasi dan Penerbitan Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/abdiunisap.v3i2.548

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui demonstrasi sains telah dilaksanakan di SMA Negeri 1 Amfoang Selatan, Kelurahan Lelogama, Kabupaten Kupang. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman konsep fisika serta memicu rasa ingin tahu dan ketertarikan mempelajari fisika lebih mendalam, sambil mempertimbangkan pilihan studi lanjut pada program studi Fisika. Metode pelaksanaan meliputi presentasi, demonstrasi alat peraga, diskusi, dan sesi tanya jawab. Untuk mengetahui respons kegiatan, kuesioner yang terdiri dari enam pertanyaan disebarkan kepada peserta. Hasil kuesioner menunjukkan respons positif, dengan mayoritas peserta menyatakan sangat menyukai demonstrasi yang ditampilkan, merasa tertarik, dan menilai penjelasan mudah dipahami. Sebagian besar siswa menyatakan kegiatan ini meningkatkan pemahaman mereka tentang konsep gravitasi dan mendorong minat mempelajari fisika lebih lanjut. Temuan ini menunjukkan bahwa demonstrasi sains merupakan metode pembelajaran efektif dalam menyederhanakan konsep fisika yang abstrak menjadi fenomena nyata yang dapat diamati. Kegiatan ini juga berkontribusi dalam menumbuhkan persepsi positif terhadap fisika sebagai ilmu yang relevan dengan perkembangan teknologi. Dengan demikian, penerapan demonstrasi sains direkomendasikan untuk dilakukan secara berkelanjutan sebagai alternatif pendukung pembelajaran fisika di sekolah.
Efektivitas Penggunaan Eksperimen Sederhana pada Penguatan Literasi Sains Siswa SMAN 2 Fatuleu Hadi Imam Sutaji; Ali Warsito; Frederika Rambu Ngana; Bernandus Bernandus; Laura A. S. Lapono; Rizki Sidik; Hanna Azmi Fathin
ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : UPT Publikasi dan Penerbitan Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/abdiunisap.v4i1.651

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SMAN 2 Fatuleu ini bertujuan untuk penguatan literasi sains siswa, khususnya pelajaran fisika melalui eksperimen sederhana. Adanya pelaksanaan kegiatan disebabkan siswa seringkali menemukan kesulitan belajar fisika karena terkesan menghafal rumus dan materi tanpa aplikasi nyata. Metode pelaksanaan kegiatan di antaranya berupa pengecekan peralatan, penyampaian materi dan prosedur kerja serta eksperimen sederhana sesuai kelompok yang ditentukan. Evaluasi dilakukan secara observasi dan kuesioner. Hasil observasi memperlihatkan ketercapaian kemampuan literasi sains siswa untuk indikator sikap ilmiah berada pada kategori tinggi dan kedua indikator lainnya, yaitu penjelasan ilmiah serta kesimpulan ilmiah di kategori sedang. Jika temuan observasi ini dikaitkan dengan hasil kuesioner diperoleh relevansi antara keduanya, di mana indikator sikap ilmiah, penjelasan ilmiah dan kesimpulan ilmiah secara berurutan memiliki relevansi dengan pilihan jawaban siswa dari pernyataan 1 dan 2, 3 dan 4 serta 5 dan 6 kuesioner. Temuan relevansi ini memberikan gambaran bahwa eksperimen sederhana dapat digunakan sebagai alternatif untuk memperkuat literasi sains siswa dalam mempelajari fisika. Hal ini dimungkinkan karena eksperimen sederhana akan melibatkan siswa secara langsung terkait penerapan materi yang awalnya bersifat abstrak menjadi nyata sehingga memudahkan siswa memahami materi fisika yang dipelajari.
Analisa Respon Steady dan Transient pada Sistem Mekanik Pegas Ganda serta Terapan Metode PID Memanfaatkan Transformasi Laplace dan Simulink Matlab Sriwiana Laalobang; Ali Warsito; Redi K. Pingak
Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application Vol. 1 No. 1 (2021): Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application
Publisher : Program Studi Fisika - Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/magnetic.v1i1.67

Abstract

Telah dilakukan simulasi sistem mekanik pegas ganda menggunakan simulink Matlab dengan tujuan menganalisa respon steady dan transisent pada sistem mekanik pegas ganda dengan menerapkan metode PID memanfaatkan transformasi laplace dan simulink matlab untuk menghasilkan suatu sistem yang stabil. Ketidakstabilan sistem diketahui melalui analisa respon sistem terhadap waktu yaitu respon steady dan respon transient, dimana steady-state error cukup rendah yaitu 2% tetapi respon transient menunjukkan rise time = 5.27 sekon, settling time = 6.27 sekon dan banyak terjadi overshoot. Untuk mendapatkan sistem mekanik pegas ganda yang stabil, fungsi transfer dari persamaan gerak sistem yang telah ditransformasikan dengan transformasi Laplace ke dalam persamaan berdomain s, perlu diformulasikan sebagai representasi sistem kontrol close loop yang memuat variasi metode PID (Proporsional, Integral dan Derivatif). Variasi ini kemudian disimulasikan dengan memberikan input pada konstanta Kp, Ki dan Kd. Hasil simulasi menunjukkan bahwa proses kontrol pada sistem mekanik menghasilkan sistem yang cukup stabil dan terjaga ketika menggunakan metode PD dan PID. Dengan metode PID sistem mencapai kestabilan pada t = 0.01 sekon, dimana nilai Kp = , Ki = dan Kd = , dengan rise time 0.004 sekon, settling time 0.005 sekon dan tidak ada error keadaan tunak.