Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Implementation of Scientific Literacy in The Independent Curriculum (Merdeka Curriculum) at Elementary School Pertiwi, Ratih Purnama; Rosa Sinensis, Arini; Enggar Kencana Dewi, Sri; Ratna Dewi, Tri; Septikasari, Resti
JIP Jurnal Ilmiah PGMI Vol 9 No 2 (2023): JIP (Jurnal Ilmiah PGMI)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jip.v9i2.19875

Abstract

This research aims to describe and analyze the implementation of scientific literacy in the Independent Curriculum (Merdeka Curriculum) for elemenary school. The steps include planning learning with scientific literacy, checking implementation of the Independent Curriculum, and evaluating the learning process with scientific literacy. The method used is descriptive qualitative. The subjects of this research were Headmaster and teachers at 2 State elementary school of Gumawang, East Ogan Komering Ulu (OKU). Data collection through observation, interviews and document analysis related to the implementation of scientific literacy in the Merdeka curriculum. The validity of the collected data was tested using data and source triangulation techniques. The research results show that the implementation of scientific literacy in the Independent Curriculum in 2 State elementary school of Gumawang has experienced significant development. This is demonstrated by (1) A learning approach based on inquiry and experimentation, (2) Implementation of learning designed to emphasize in-depth understanding of scientific concepts and their application in everyday life, (3) The evaluation process carries out three evaluations, namely in cognitive, affective and psychomotor domains. The implementation of scientific literacy in the Meredeka Curriculum at 2 State elementary school of Gumawang is already underway in several driving schools, but there are several challenges that must be faced, including the lack of resources and training for teachers in adopting a more interactive scientific literacy approach, this is because there are still many teachers who are not used to it. with innovative learning methods that adopt the application of scientific literacy. Observation results show that reading literacy in elementary education level students is one aspect thathas not been fully implemented well. This is due to the lack of literacy among students. So the evaluation and measurement of scientific literacy skills needs to be improved to ensure the achievement of curriculum goals. This research provides an important contribution to understanding the implementation of scientific literacy in the Independent Curriculum at the elementary education level. The results of the research can be a basis for further development in efforts to improve the quality of education at the elementary level, with a focus on developing students' scientific literacy.
Pengaruh Model Pembelajaran Round Robin Brainstorming (RRB) terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa pada Pembelajaran IPAS Kelas IV di Pendidikan Tingkat Dasar Mutiara Santi; Sri Enggar Kencana Dewi; Ratih Purnama Pertiwi
El-Ibtidaiy: Journal of Primary Education Vol. 9 No. 1 (2026): el-btidaiy
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji pengaruh paradigma pembelajaran Round Robin Brainstorming (RRB) terhadap kemampuan berpikir kritis siswa sekolah dasar kelas empat dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPAS). Premis penelitian ini didasarkan pada pentingnya menumbuhkan kemampuan berpikir kritis pada anak-anak di usia dini dengan menggunakan strategi pengajaran inovatif yang memotivasi siswa untuk berpartisipasi aktif dalam diskusi kelompok. Kelas eksperimen yang diberi perlakuan model RRB dan kelompok kontrol, yang tetap menggunakan metode pengajaran konvensional, menjadi subjek penelitian. Desain kuasi-eksperimental dengan kelompok kontrol non-ekuivalen digunakan dalam analisis kuantitatif ini. Alat yang digunakan adalah tes berpikir kritis yang telah lulus uji validitas dan reliabilitas. Analisis data menggunakan Uji-T Sampel Independen menunjukkan perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok. Siswa yang diajar menggunakan pendekatan RRB menunjukkan peningkatan kemampuan berpikir kritis yang lebih besar, terutama dalam bidang analisis, evaluasi, dan pengambilan kesimpulan. Hasilnya, telah ditunjukkan bahwa penggunaan model RRB memiliki dampak yang menguntungkan terhadap seberapa baik siswa IPAS kelas empat meningkatkan kemampuan berpikir kritis mereka.
Integrasi Nilai Moderasi Beragama dalam Pembelajaran Pendidikan Pancasila di Sekolah Dasar Alquraniyah Nurul Huda Agustina; Khasbi Ainun Najib; Ratih Purnama Pertiwi; Tri Ratna Dewi; Nor Kholidin
FingeR: Journal of Elementary School Vol. 4 No. 1 (2025): Edisi: Juni
Publisher : Universitas Nurul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30599/k69xsf43

Abstract

Penelitian mengidentifikasi dan menganalisis strategi manajemen kelas yang efektif digunakan oleh guru pemula di sekolah dasar. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengkaji bagaimana guru pemula mengatasi tantangan dalam menegakkan disiplin dan mengakomodasi kebutuhan siswa yang beragam. Penelitian ini dilakukan di SD Negeri Gedung Rejopada bulan Agustus 2024. Data dari penelitian ini diperoleh dari wawancara bersama beberapa guru pemula yang hasilnya merupakan data utama selain observasi mengenai strategi dalam pengelolaan kelas. Metode yang dipakai dalam penelitian ini yakni kualitatif Fenomenologi. Hasil penelitian menunjukkan tentang beberapa tantangan yang dihadapi guru pemula dalam mengelola kelas seperti manajemen kelas yang kurang dan perilaku siswa yang sulit untuk diatur seperti berbicara sendiri dan kurang fokus ini masih menjadi tantangan atau masalah yang serius dihadapi bagi seorang guru pemula. Beberapa strategi yang diterapkan dalam menanggulangi hal tersebut yakni dengan sistem penataan tempat duduk yang bervariatif, adanya sebuah kesepakatan kelas dan dekorasi ruang kelas yang rapi dengan dipenuhi karya-karya setiap siswa. Kemudian dalam hal dukungan oleh seluruh aspek pendidikan maupun orang tua dan pelatihan-pelatihan pemanfaatan teknologi dan penerapan metode kreatif dan inovatif sangat mempengaruhi guru pemula dalam mengelola kelas.