Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

The Relationship of Mother's Knowledge and Responsive Feeding Attitude with the Incidence of Stunting in Toddlers in the Central City Health Center Area, Gorontalo City Sitti Azahra Suleman; Sri Andriani Ibrahim; Cindy Puspita Sari Haji Jafar
International Journal of Health, Economics, and Social Sciences (IJHESS) (Special Issue) - International Journal of Health, Economics, and Social Sciences (IJHESS) April 202
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/ijhess.v8i2.10984

Abstract

This study aimed to analyze the relationship between maternal knowledge and responsive feeding attitudes with the incidence of stunting among toddlers in the working area of the Kota Tengah Health Center, Gorontalo City. This research employed a quantitative method with a cross-sectional design. The population consisted of all mothers who had toddlers with growth disorders/stunting, totaling 105 individuals, with a sample of 83 respondents selected using purposive sampling . Data were analyzed using univariate and bivariate analysis with the Chi-Square test. The results showed that the majority of mothers had a low level of knowledge (59%) and negative attitudes toward responsive feeding practices (63.9%). Furthermore, the prevalence of stunting among toddlers was relatively high at 61.4% . Statistical analysis indicated a significant relationship between maternal knowledge and stunting incidence (p = 0.000), as well as between maternal attitudes and stunting incidence (p = 0.011), where both p-values were less than 0.05. In conclusion, maternal knowledge and attitudes toward responsive feeding play an important role in the incidence of stunting among toddlers. Therefore, continuous health education is needed to improve mothers’ understanding and promote positive attitudes toward responsive feeding practices in order to reduce stunting rates.
Basic Immunization Status and Incidence of Measles Among Toddlers in Working Area of Limboto Public Health Center, Gorontalo Regency Asra wati Katili; Sri Andriani Ibrahim; Rini Wahyuni Mohamad
Medical and Health Journal Vol 5 No 2 (2026): February
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.mhj.2026.5.2.19301

Abstract

Measles (campak) is a contagious disease that remains a health problem among toddlers and contributes to high morbidity and mortality rates in children. Globally, measles cases increased from 170,000 cases in 2022 to over 320,000 cases in 2023, with deaths occurring mainly in children who did not receive complete immunization. This condition indicates that basic immunization plays an important role in measles prevention. In Gorontalo Province, measles and rubella cases are still found in several districts/cities, with Gorontalo Regency having the highest number of cases. One of the preventive efforts is the provision of complete basic immunization to enhance immunity against the disease. This study aimed to determine the relationship between basic immunization status and the incidence of measles in toddlers in the working area of Limboto Health Center, Gorontalo Regency.This study was a quantitative study with an analytic observational design using a cross-sectional approach. The study population consisted of all toddlers in the working area of Limboto Health Center, Gorontalo Regency, with a total sample of 60 toddlers taken using a total sampling technique. The research instrument used a checklist sheet. Data analysis was conducted univariately and bivariately using the Chi-Square test. The study results showed that there was a relationship between basic immunization status and the incidence of measles in toddlers (p-value < 0.05). The conclusion of this study is that there is a relationship between basic immunization status and the incidence of measles in toddlers. Therefore, it is recommended that healthcare workers increase education for parents and improve complete basic immunization coverage as a preventive measure against measles in toddlers.
Gambaran Pasien Penyakit Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialisis Reguler Mulia Tegar Arira Napu; Nelyan Helma Mokoginta; Dian Pratiwi Iman; Sri Andriani Ibrahim; Ivan Virnanda Amu
Jurnal Kesehatan Republik Indonesia Vol 3 No 1 (2025): JKRI - Desember 2025
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit Ginjal Kronik (PGK) merupakan masalah kesehatan global dengan prevalensi yang terus meningkat, hemodialisis reguler menjadi terapi pengganti ginjal tersering di Indonesia. Penelitian ini bertujuan menggambarkan karakteristik pasien PGK yang menjalani hemodialisis reguler di RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe Gorontalo, meliputi demografi, status gizi berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT), penyakit penyerta, lama menjalani HD, durasi dan frekuensi hemodialisis, gejala, kepatuhan pengobatan, jenis obat, serta profil pembiayaan obat. Penelitian deskriptif cross-sectional ini melibatkan 65 pasien yang dipilih secara purposif pada Agustus–September 2025. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur menggunakan kuesioner dan pengukuran antropometri, lalu dianalisis secara univariat. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas pasien adalah perempuan (55,4%) berusia 45–64 tahun (66,1%), tidak bekerja (75,4%), dan berpendidikan tinggi (44,6%). dominan memiliki status gizi normal (67,7%) dengan komorbid utama diabetes melitus (43,1%). Rata-rata pasien telah menjalani HD >1 tahun (66,2%) dengan frekuensi 2 kali/minggu (95,4%) selama 4 jam/sesi (72,3%). Keluhan tersering adalah demam/menggigil (18,7%). Kepatuhan terhadap HD (86,2%) dan pengobatan (90,8%). Obat antihipertensi paling banyak digunakan (54,0%) dengan biaya mayoritas di bawah Rp100.000/bulan (40,6%). Pasien penyakit ginjal kronik menjalani hemodialisis reguler di RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe Gorontalo umumnya berusia 45–64 tahun, perempuan, dan tidak bekerja. Mayoritas memiliki status gizi normal, diabetes melitus sebagai komorbid utama. Sebagian besar telah menjalani hemodialisis lebih dari satu tahun, dua kali per minggu, selama empat jam per sesi. Keluhan tersering demam/menggigil. Kepatuhan terapi tinggi, dengan obat antihipertensi yang paling banyak digunakan dan biaya obat bulanan relatif rendah
PERAN INTENSITAS MEROKOK DALAM PENURUNAN FUNGSI PARU PETANI: ANALISIS INDEKS BRINKMAN DAN PEMERIKSAAN SPIROMETRI Muhammad Raihan Laide; Sri Manovita Pateda; Sri Andriani Ibrahim; Muhammad Isman Jusuf; Muhammad Zukri Antuke
Jambura Journal of Health Sciences and Research Vol 8, No 2 (2026): APRIL: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/jjhsr.v8i2.36262

Abstract

Merokok merupakan faktor risiko utama penurunan fungsi paru dan masih banyak ditemukan pada petani yang juga terpapar debu serta bahan kimia pertanian. Namun, bukti empiris hubungan derajat merokok dengan fungsi paru pada petani masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan derajat merokok dengan fungsi paru pada petani. Penelitian ini memiliki kebaruan dalam penggunaan Indeks Brinkman untuk mengukur paparan merokok kumulatif serta menghubungkannya dengan fungsi paru berbasis spirometri pada populasi petani dengan paparan risiko ganda. Penelitian ini merupakan studi analitik kuantitatif dengan desain cross-sectional pada 33 petani di Kelurahan Dembe Jaya, Kota Gorontalo yang dipilih secara purposive sampling. Derajat merokok diklasifikasikan menjadi ringan, sedang, dan berat, sedangkan fungsi paru dinilai menggunakan parameter FEV₁, FVC, dan rasio FEV₁/FVC. Analisis dilakukan dengan uji Chi-square. Hasil menunjukkan fungsi paru tidak normal pada 19 responden dengan dominasi pola obstruktif (15 responden). Perokok berat lebih banyak pada kelompok fungsi paru tidak normal (10 orang), sedangkan fungsi paru normal didominasi perokok ringan (7 orang). Semakin tinggi derajat merokok, semakin besar risiko gangguan fungsi paru, terutama pola obstruktif.
Optimalisasi Deteksi Dini Penyakit Tidak Menular pada Wanita Usia Produktif Melalui Implementasi Program CANTIK SEHAT di Puskesmas Dungingi Sri Andriani Ibrahim; Sitty Fadhilla Fitrianty Lahay; Astri Anita; Taufiq Qurrohman; ⁠⁠Nurfahira Salim; ⁠⁠Nur Mir’atul Ginaya Rahman; Ananda Syakbaniah Herman Rauf
Damhil: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5, No 1: June 2026
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/damhil.v5i1.36463

Abstract

The CANTIK SEHAT program at Dungingi Primary Health Center aims to facilitate early detection of Non-Communicable Diseases (NCDs) among women of reproductive age. This descriptive quantitative study with a cross-sectional approach involved 55 respondents in November 2025, utilizing clinical breast screening (USG), anthropometry, and hemodynamic-metabolic examinations. Results revealed that 7.27% of respondents were at high risk for breast tumors, with 31.48% showing USG abnormalities. Regarding metabolic risks, the prevalence of obesity reached 69.1%, pre-hypertension 56.4%, and moderate diabetes risk was 65.5%. Most cases were asymptomatic, highlighting an NCD "iceberg phenomenon" exacerbated by the cultural normalization of obesity. This program proved effective as a mass screening tool for early disease identification. Strengthening primary care through education and structured lifestyle monitoring is crucial to preventively reduce female morbidity and improve long-term public health outcomes.
Manajemen Gizi Dalam Bencana Alam : Peningkatan Pengetahuan Tentang Faktor yang Mempengaruhi Kualitas Gizi Korban dan Pengembangan Strategi Manajemen Gizi yang Efektif: Nutrition Management in Natural Disasters: Increasing Knowledge of Factors Affecting Victims' Nutritional Quality and Developing Effective Nutrition Management Strategies Vivien Novarina A. Kasim; Cecy Rahma Karim; Zuhriana K. Yusuf; Nanang Roswita Paramata; Sri Andriani Ibrahim
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 11: November 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v7i11.6319

Abstract

Bencana alam berupa banjir banyak terjadi di Gorontalo. Hal ini memerlukan manajemen serta kesiapsiagaan bencana terutama dari segi kesehatan terkhusus pada gizi pasca bencana. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan para kader dan tenaga Kesehatan tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas gizi korban bencana banjir dan untuk mengetahui bagaimana manajemen gizi dapat diterapkan dalam bencana untuk meningkatkan kualitas gizi korban. Tempat pengabdian adalah di Kecamatan Bulango Utara Kabupaten Bone Bolango. Karena berdasarkan survei lokasi tersebut sering terjadi banjir. Metode pengabdian adalah ceramah dengana melibatkan sekolah dan puskesmas sebagai pihak yang dapat membantu pada saat bencana. Pengabdian ini merupakan kegiatan yang terintegrasi dengan penelitian yang dilakukan dilokasi yang sama dengan peserta adalah kader, petugas Kesehatan, guru dan anak-anak sekolah
Hubungan Pengetahuan Orang Tua Dengan Kejadian Temper Tantrum Pada Anak Usia Prasekolah Di TK Permata Kecamatan Limboto: The Relationship Between Parental Knowledge and Temper Tantrums in Preschool Children at Permata Kindergarten, Limboto District Sukma Nurrizka Mahmud; Sri Andriani Ibrahim; Cindy Puspita Sari Haji Jafar
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - November 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i11.9188

Abstract

Temper tantrum adalah perilaku emosional yang umum terjadi pada anak usia prasekolah, ditandai dengan ledakan emosi seperti menangis, berteriak, atau marah berlebihan akibat ketidakmampuan anak mengekspresikan perasaan secara positif. Salah satu faktor yang memengaruhi kejadian ini adalah tingkat pengetahuan orang tua mengenai pencegahan serta penanganan emosi anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan orang tua dengan kejadian temper tantrum pada anak usia prasekolah di TK Permata Kecamatan Limboto. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif korelasi dan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian berjumlah 32 responden yang seluruhnya dijadikan sampel menggunakan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner pengetahuan orang tua tentang temper tantrum dan kuesioner kejadian Temper Tantrum. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan tingkat pengetahuan orang tua dengan kejadian temper tantrum pada anak usia prasekolah di TK Permata Kecamatan Limboto. Analisis menggunakan uji Chi-Square memperoleh nilai p-value < 0,05. Hal ini menandakan bahwa semakin baik pengetahuan orang tua, semakin kecil kemungkinan anak mengalami temper tantrum. Penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi orang tua untuk memahami pentingnya pengetahuan tentang temper tantrum, sehingga mampu mencegah dan menanganinya dengan tepat. Sebagai upaya nyata, peneliti juga membagikan leaflet agar orang tua lebih mudah memperoleh informasi dan pemahaman terkait pencegahan serta penanganan.
Tinjauan Sistematis Cocrystal Obat Sebagai Upaya Peningkatan Kelarutan Dan Bioavailbilitas: Analisis Lima Studi Terbaru: A Systematic Review of Drug Cocrystals as an Effort to Improve Solubility and Bioavailability: Analysis of Five Recent Studies Nurul Fauziah Sabir; Suci Surya Rejeki Mokoginta; Moch Rasya A Islamay Otoluwa; Micheel Audrey Runtuwene; Sri Andriani Ibrahim
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i12.9553

Abstract

Tuberkulosis (TB) adalah masalah kesehatan global yang mematikan. Pada tahun 2023, TB diperkirakan menyebabkan 1,25 juta kematian. TB dapat menyerang siapapun tanpa memandang usia termasuk anak anak. Data menunjukkan bahwa tahun 2014-2019 terjadi peningkatan yang cukup signifikan capaian penemuan kasus tuberkulosis anak dan pada tahun 2019-2023 grafik menunjukan angka yang fluktuatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengidentifikasi faktor risiko yang berkontribusi terhadap infeksi TB pada anak. Penelitian ini menggunakan metode systematic literature review. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor risiko yang mempengaruhi infeksi TB pada anak adalah faktor kontak dan paparan, faktor lingkungan, karakteristik anak, serta faktor perilaku dan sosial keluarga.
Analisis Faktor Risiko Infeksi Tuberkulosis Pada Anak Di Indonesia: Systematic Literatur Review: Risk Factor Analysis of Tuberculosis Infection in Children in Indonesia: A Systematic Literature Review Nurul Fauziah Sabir; Suci Surya Rejeki Mokoginta; Moch Rasya A Islamay Otoluwa; Micheel Audrey Runtuwene; Sri Andriani Ibrahim
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i12.9591

Abstract

Tuberkulosis (TB) adalah masalah kesehatan global yang mematikan. Pada tahun 2023, TB diperkirakan menyebabkan 1,25 juta kematian. TB dapat menyerang siapapun tanpa memandang usia termasuk anak anak. Data menunjukkan bahwa tahun 2014-2019 terjadi peningkatan yang cukup signifikan capaian penemuan kasus tuberkulosis anak dan pada tahun 2019-2023 grafik menunjukan angka yang fluktuatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengidentifikasi faktor risiko yang berkontribusi terhadap infeksi TB pada anak. Penelitian ini menggunakan metode systematic literature review. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor risiko yang mempengaruhi infeksi TB pada anak adalah faktor kontak dan paparan, faktor lingkungan, karakteristik anak, serta faktor perilaku dan sosial keluarga.
HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN KEJADIAN PERILAKU SIBLING RIVALRY PADA ANAK DI SDN 1 LIMBOTO KABUPATEN GORONTALO Dewi Rosalinda; Sri Andriani Ibrahim; Cindy Puspita Sari Haji Jafar
Zaitun : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 14, No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/zijk.v14i1.3917

Abstract

Sibling rivalry atau persaingan antar saudara kandung muncul karena adanya, persaingan untuk memperebutkan perhatian orang tua, hal ini biasanya terjadi pada anak yang kehilangan kasih sayang dari orang tua dan merasa bahwa saudara kandung adalah saingan. Sibling rivalry terjadi jika anak merasa mulai kurang dalam mendapatkan perhatian dan kasih sayang dari orang tua. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua dengan kejadian perilaku sibling rivalry pada anak di SDN 1 Limboto Kabupaten Gorontalo. Metode penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional dimana untuk mengetahui hubungan antara pola asuh orang tua dengan kejadian perilaku sibling rivalry pada anak di SDN 1 Limboto Kabupaten Gorontalo. Populasi dalam penelitian ini adalah orang tua siswa yang mempunyai anak lebih dari 1 di SDN 1 Limboto Kabupaten Gorontalo. Metode pengambilan sampel pada penelitian ini adalah teknik total sampling yaitu teknik pengambilan sampel yang jumlahnya sebanyak 80 responden. Hasil peneitian kejadian perilaku sibling rivalry pada anak di SDN 1 Limboto Kabupaten Gorontalo menunjukkan bahwa anak yang mengalami sibling rivalry sebanyak 46 anak (65,7%) dan yang tidak mengalami sebanyak 24 anak (34,3%). Hasil uji statistic Chi-Square antara variabel pola asuh dan sibling rivalry diperoleh nilai signifikan p value 0,005 dimana nilai p value < a = 0.05 (H.) diterima, artinya terdapat Hubungan Pola Asuh Orang Tua Dengan Kejadian Perilaku Sibling Rivalry pada Anak di SDN 1 Limboto Kabupaten Gorontalo. Hasil penelitian ini diharapkan dapat membantu orang tua menjadi penengah, mengajarkan empati dan komunikasi, membangun lingkungan positif dan dapat memberikan solusi untuk konflik dalam menghadapi perilaku sibling rivalry.