Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Kadar Air Tanah Gambut pada Kedalaman Berbeda di Desa Rasau Jaya II Kecamatan Rasau Kabupaten Kubu Raya Nusantara, Rossie Wiedya
Pedontropika: Jurnal Ilmu Tanah dan Sumber Daya Lahan Vol 9, No 1 (2023): Februari
Publisher : Soil Science Department, Faculty of Agriculture, Tanjungpura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pedontropika.v9i1.73673

Abstract

Peatland dynamics are influenced by fluctuations in surface water on a land which can affect the water content of peat soil. The main factors that influence peat soil water content include land type, peat maturity and land elevation which determines the ground water level. The aim of this research is to determine the water content of peat soil at depths of 0-30 cm and 30-60 cm. The study location is in Rasau Jaya II Village, Rasau Jaya District, Kubu Raya Regency, West Kalimantan Province. Sample points are located at 8 (eight) locations with 9 (nine) sample points each at depths of 0-30 cm and 30-60 cm. The types of land in sequence from boring point 1 to 8 are oil palm plantations, rubber-pineapple-fern plantations, pineapple-fern plantations, corn plantations, corn plantations, used corn bushes, used corn bushes and oil palm plantations. The results of the analysis of the average water content at a depth of 0-30 cm at locations 1 to 8 were respectively 397.4%, 346.68%, 624.32%, 416.83%, 651.84%, 560.77% , 661.95% and 352.36% while at a depth of 30-60 cm respectively 772.23%, 780.13%, 764.29%, 748.43%, 973.04%, 970.29%, 787.14%, 911.59%. Based on the results of this analysis, it is known that the water content in the top layer (0-30 cm) is lower than the bottom layer (30-60 cm) with a ratio of 15.9%-61.3%.
Karakteristik Fisika Tanah Ultisol pada Beberapa Penggunaan Lahan di Desa Lumut Kecamatan Toba Kabupaten Sanggau shinta, Yashinta; Nusantara, Rossie Wiedya; Manurung, Rinto
Pedontropika: Jurnal Ilmu Tanah dan Sumber Daya Lahan Vol 10, No 1 (2024): Februari
Publisher : Soil Science Department, Faculty of Agriculture, Tanjungpura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pedontropika.v10i1.77549

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan penggunaan lahan terhadap sifat fisika tanah dan kelerengan yang berbeda. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Lumut, Kecamatan Toba, Kabupaten Sanggau. Sampel tanah setiap lokasi penelitian diambil pada 6 Satuan Lahan. Jumlah keseluruhan sampel pada tiga penggunaan lahan (kelapa sawit, kebun karet dan semak belukar) sebanyak 38 sampel tanah. Analisis data menggunakan uji korelasi. Parameter sifat fisika tanah meliputi fraksi tekstur tanah, bobot isi tanah, porositas total tanah, kadar air kapasitas lapangan, laju permeabilitas tanah. Parameter sifat kimia tanah meliputi C-organik, nitrogen total tanah dan pH tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada satuan lahan 1, 2, 3, 4, 5, dan 6 memiliki tekstur lempung dan lempung berdebu. Bobot isi tanah pada satuan lahan 1, 2, 3, 4, 5, dan 6 memiliki karakteristik sedang, tinggi, dan sangat tinggi. Porositas total tanah pada satuan lahan 1, 2, 3, 4, 5, dan 6 memiliki karakteristik yang baik. Nilai porositas total tanah dipengaruhi oleh kandungan bahan organik tanah pada lahan tersebut. Porositas total tanah juga berkaitan dengan bobot isi. Semakin meningkat bobot isi tanah menyebabkan menurunnya ruang pori total tanah. Akan tetapi, volume ruang pori berukuran mikro semakin meningkat. Kadar air kapasitas lapang pada masing-masing penggunaan memiliki nilai yang berbeda-beda. Pada lahan kelapa sawit SL 1 (3-8%) memiliki nilai 41,95% dan SL 2 (8-15%)   memiliki nilai 43,28%, pada lahan kebun karet SL 3 (3-8%) memiliki nilai 44,20% dan SL 4 (8-15%) memiliki nilai 41,29% serta pada penggunaan lahan semak belukar SL 5 (3-8%) memiliki nilai 42,48% dan SL 6 (8-15%) memiliki nilai 44,53%. Laju permeabilitas tanah pada masing-masing penggunaan lahan memiliki kriteria yang berbeda-beda. Hal ini disebabkan oleh Kandungan fraksi tekstur (pasir, debu dan liat), bahan organik dan pengolahan tanah penggunaan lahan memberikan pengaruh terhadap besar kecilnya permeabilitas tanah.
Water table depth optimisation solutions to prevent peat fires in the Kapuas River Nusantara, Rossie Wiedya; Suryadi, Urai Edi; Chandra, Tino Orciny; Krisnohadi, Ari
Abdimas: Jurnal Pengabdian Masyarakat Universitas Merdeka Malang Vol. 10 No. 1 (2025): February 2025
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/abdimas.v10i1.14418

Abstract

The optimisation of water table management is a significant strategy to prevent the risk of fire and peat subsidence. Peatlands, unique ecosystems, are frequently damaged by drainage due to human activities. The hydrological restoration program aims to protect and manage peat ecosystems, thereby contributing to the enhancement of the resilience of fire-free villages. The success indicators of peat rewetting can be indicated by a shallow water table and a slow rate of subsidence. The objective is to optimise the water table management to prevent fires and subsidence, while increasing community awareness of its importance in agriculture. The implementation of Community Service Activities was conducted in Punggur Kecil Village, involving the Farmer Group in Parit Toom Jaya and the Fire Care Community Parit Rahmat group in the Kapuas River-Punggur Besar River Peat Hydrological Unit. These activities included socialization, educational sessions, and field visits to peatlands to gain insight into the concept of peat rewetting techniques. Practical training was also provided on measuring and monitoring water tables, followed by regular evaluations to assess progress. This strategy not only enhances agricultural productivity but also reduces fire risks and land subsidence, providing a sustainable, long-term solution for peatland ecosystem management.
FLUKTUASI MUKA AIR DAN BEBERAPA SIFAT FISIKA- KIMIA TANAH PADA LAHAN GAMBUT BERKANAL DI KABUPATEN KUBU RAYA Triatmojo, Leo Pamungkas; Nusantara, Rossie Wiedya; Gusmayanti, Evi
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 1 (2024): Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i1.3981

Abstract

Peat restoration through canal blocking construction have been done in Kubu Raya Regency since 2018. To determine the effectiveness of canal blocking, it is necessary to analyze the impact on the peatland. This study aims to analyze the groundwater level fluctuation and several soil physico-chemical properties on drained peatland in Kubu Raya Regency. The main concept of this study is to measure at the groundwater level fluctatution and severeal soil physico-chemical properties in two fields. The fields were drained peatland affected by canal blocking and cultivation activity (UT), and drained peatland with bushes vegetation without canal blocking (SB), which is both fields with it upstream and downstream side. The main parameters in this study were the depth of the groundwater level, soil moisture, bulk density, porosity, permeability rate, hydraulic coductivity, C-Organic and ash content. The supporting parameters in this study were the thickness and maturity of the peat, the dimensions of the canal, and the canal water level. The results of this study then analyzed statistically and descriptively. The results showed that UT field has more stable on its groundwater level fluctuation at the upstream side than the downstream side. Otherwise, the upstream and downstream on SB fields has the same characters on its groundwater level fluctuations. In case on soil moisture, there was a significant difference at soil moisture between the upstream and downstream of UT fields. Otherwise, soil moisture on SB field were not significantly different. Even there are differences in groundwater level characteristics on UT and SB fields, the T-test results show that the physico-chemical properties of both fields are not significantly different. In addition, the correlation test shows that the depth of the groundwater level on both areas is influenced by the depth of the channel water level which is also influenced by rainfall. Keywords: Canal blocking, groundwater level, peatland, soil physical properties, soil chemical properties INTISARIRestorasi gambut lewat sekat kanal telah diterapkan di Kabupaten Kubu Raya sejak 2018. Dalam melihat efektivitasnya, maka sangat penting untuk menganalisis dampak sekat kanal terhadap lahan gambut itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fluktuasi muka air dan beberapa sifat fisika-kima tanah pada lahan gambut berkanal di Kabupaten Kubu Raya. Konsep utama penelitian ini adalah untuk mengukur fluktuasi muka air dan sifat fisika-kimia tanah pada dua lahan. Lahan yang dimaksud diantaranya lahan gambut berkanal yang terpengaruh bangunan sekat dan aktivitas pertanian (UT), dan lahan gambut berkanal tanpa sekat yang bervegetasi semak belukar (SB), dimana kedua lahan ini masing-masing akan dilihat posisi hulu dan hilirnya. Parameter utama pada penelitian ini diantaranya kedalaman muka air tanah, kadar air tanah lapangan, bobot isi, porositas total, laju permeabilitas, konduktivitas hidrolik, C-organik, dan kadar abu. Parameter pendukung pada penelitian ini diantaranya ketebalan dan kematangan gambut, dimensi kanal, dan muka air saluran kanal. Hasil penelitian kemudian dianalisis secara statistik dan deskriptif. Hasil menunjukkan bahwa fluktuasi muka air pada sisi hulu lahan UT lebih stabil jika dibandingkan dengan sisi hilirnya. Disisi lain, sisi hulu dan hilir lahan SB memiliki karakter fluktuasi muka air yang sama. Pada kadar air tanah lapangan, terdapat perbedaan secara signifikan pada sisi hulu dan hilir lahan UT, sedangkan sisi hulu dan hilir lahan SB tidak berbeda. Walaupun terdapat perbedaan pada fluktuasi muka air tanah lahan UT dan SB, hasil uji T menunjukkan bahwa sifat fisika-kimia kedua lahan ini tidak berbeda signifikan. Sebagai tambahan, uji korelasi menunjukkan bahwa kedalaman muka air tanah pada kedua lahan dipengaruhi oleh kedalaman muka air saluran yang juga dipengaruhi oleh curah hujan. Kata Kunci : Gambut, muka air tanah, sekat kanal, sifat fisika tanah, sifat kimia tanah
Perubahan Kondisi Fisik Lahan Akibat Alih Fungsi Lahan Hutan Rawa Gambut Nusantara, Rossie Wiedya; Sudarmadji; Haryono, Eko; Djohan, Tjut S.
Jurnal Wana Tropika Vol 2 No 2 (2012)
Publisher : Fakultas Kehutanan Institut Pertanian STIPER Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

.....................
PEMBERDAYAAN UKM “Mbak TUM” DAN PETANI KELADI DALAM DIVERSIFIKASI DAN PEMASARAN PRODUK DAN PENGOLAHAN LIMBAH KELADI Nusantara, Rossie Wiedya; Kurniati, Dewi; YVI, Urai Suci; Lolita, .
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 3 No. 1 (2017): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 3 NO. 1 OKTOBER 2017
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v3i1.2967

Abstract

Penerapan pengabdian ini bertujuan untuk memberdayakan UKM Mbak TUM dalam upaya melakukan inovasi diversifikasi produk berbasis keladi, sehingga masyarakat dapat mengenal beraneka produk keladi (tepung keladi dan kemudian di olah menjadi mie keladi, dan kue cake/brownies keladi) serta mengetahui manfaat apabila mengkonsumsi keladi yang mana pemasarannya masih cukup luas terutama untuk wilayah di luar Pontianak. Disamping itu, kepada petani keladi, untuk meningkatkan produksinya, diperkenalkan cara membuat kompos dari limbah keladi (kulit dan batangnya). Kegiatan ini dilaksanakan di UKM Mbak TUM dan petani keladi. Kegiatan dalam pengabdian ini yaitu pembuatan tepung keladi, mie keladi, brownies keladi dan cake keladi, mendisain  kemasan yang lebih hygienis dan menarik khas UKM Mbak TUM, pelatihan pembukuan finansial kepada pengusaha kecil, dan pembuatan kompos dari limbah keladi. Pada akhir kegiatan, dilakukan evaluasi terhadap program-program yang telah dilakukan oleh tim dosen yang bertujuan untuk mengetahui hambatan / kesulitan yang dihadapi selama proses kegiatan, dan kemudian didiskusikan untuk diselesaikan dilanjutkan dengan pameran usaha produk yang telah jadi. Diharapkan setelah kegiatan ini selesai, UKM Mbak TUM mampu menghasilkan produk olahan keladi yang mempunyai kualitas yang baik dan membantu Program Ketahanan Pangan di Provinsi Kalimantan Barat.Kata kunci: diversifikasi, mie keladi, cake keladi, brownies keladi, kompos
STRATEGI PENGELOLAAN KEBAKARAN LAHAN BERBASIS MASYARAKAT DALAM UPAYA PENGENDALIAN KEBAKARAN LAHAN GAMBUT DI KECAMATAN KUBU KABUPATEN KUBU RAYA PROVINSI KALIMANTAN BARAT Warganda, .; Nusantara, Rossie Wiedya; Anwari, Sofwan
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 3 No. 2 (2018): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 3 NO. 2 MEI 2018
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v3i2.4244

Abstract

Hingga saat ini, pemerintah pusat dan daerah berupaya melakukan pengendalian dan pencegahan kebakaran. Namun usaha tersebut belum optimal karena rendahnya kesadaran dan partisipasi/peran masyarakat dalam pengendalian kebakaran tersebut. Oleh karena itu strategi pengendalian kebakaran difokuskan pada manajemen kebakaran berbasis masyarakat (community-based fire management) dimana kegiatan tersebut diarahkan untuk kegiatan pencegahan daripada usaha pemadaman kebakaran dengan melibatkan partisipasi/peran serta masyarakat lokal. Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) dapat meningkatkan kesadaran dan partisipasi/peran serta masyarakat dalam pengendalian kebakaran lahan gambut hingga tercipta manajemen kebakaran berbasis masyarakat di Desa Pinang Dalam Kecamatan Kubu, Kabupaten Kubu Raya selama enam minggu. Adapun strategi yang dapat dijadikan acuan dalam proses pencegahan terjadinya kebakaran adalah pendekatan sosial ekonomi masyarakat. Strategi ini berupa peningkatan kemampuan masyarakat melalui kegiatan pelatihan ataupun penyuluhan tentang teknik-teknik pencegahan kebakaran/mengurangi penggunaan api dalam penyiapan lahan. Adanya rangsangan dan dorongan agar semakin mengugah emosi dan perasaan masyarakat untuk terlibat dalam pencegahan. Bimbingan dalam kegiatan pengendalian dan pencegahan kebakaran serta pemberian intensif agar masyarakat memperoleh manfaat dari partisipasi aktif dalam pencegahan kebakaran bagi kehidupan sosial ekonomi berupa pengembangan produk-produk alternatif (misalnya pembuatan kompos dari keripik pakis dari pemanfaatan bahan bakar pada areal penyiapan lahan).  Kata kunci: Strategi pengendalian kebakaran lahan, manajemen kebakaran berbasis masyarakat, partisipasi masyarakat, kuliah kerja nyata-pengabdian kepada masyarakat
Pengaruh Pemberian Arang Sekam Padi dan Pupuk NPK Terhadap Ketersediaan Unsur Hara N, P, K dan Hasil Tanaman Bawang Merah di Tanah Gambut Utama, Redian Risky Septi; Sulakhudin, Sulakhudin; Nusantara, Rossie Wiedya
Pedontropika: Jurnal Ilmu Tanah dan Sumber Daya Lahan Vol 11, No 2 (2025): Agustus
Publisher : Soil Science Department, Faculty of Agriculture, Tanjungpura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pedontropika.v11i2.96674

Abstract

Peat soil is acidic with an average pH below neutral. This is a challenge for farmers to utilize the vast amount of peat soil in West Kalimantan. Ameliorants used from materials that are easily available and can reduce dependence on the use of factory fertilizers. Husk charcoal is one of the organic materials that can increase nutrients and the combination of NPK fertilizer can increase shallot production. This study aims to see the effect of rice husk charcoal and NPK on planting shallot plants on peatlands. The research was conducted by planting 9 treatment samples on peat soil using a predetermined dose of rice husk charcoal and NPK fertilizer with 3 repetitions of each treatment. The research design used a complete factorial randomized design with the first factor being the dose of rice husk charcoal and the second factor being the dose of NPK fertilizer. From the results of this study, the largest dose of rice husk charcoal and NPK fertilizer is 700g/polybag of rice husk charcoal and 10g/polybag of NPK fertilizer is the most optimal dose for shallot plants grown in peat soil by increasing soil N-total, bulb weight, bulb diameter and bulb length of shallot plants.
Soil Quality Index of Tropical Peatlands Affected by Canal Blockages Nusantara, Rossie Wiedya; Gusmayanti, Evi Gusmayanti; Sudrajat, Jajat Sudrajat
Indonesian Journal of Geography Vol 57, No 2 (2025): Indonesian Journal of Geography
Publisher : Faculty of Geography, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijg.99247

Abstract

This study aimed to determine the Soil Quality Index (SQI) of peatlands where canal blocking was implemented. The research was conducted in two villages in Kubu Raya District, West Kalimantan Province e.g. Madu Sari and Teluk Empening. The sites in Madu Sari were impacted by permanent canal blocking with horticultural crops (M1) and corn (M2), while the sites in Teluk Empening had simple canal blocking with rubber (E1) and horticultural crops (E2). A total of 24 peat soil samples were collected from a depth of 0-20 cm. These samples were analyzed for nineteen physical, chemical, and biological indicators, including peat depth, water-table depth, bulk density, water content, total porosity, permeability, pH, organic carbon, total nitrogen, CN ratio, available phosphorus, exchangeable sodium, exchangeable potassium, exchangeable calcium, exchangeable magnesium, cation exchange capacity, base saturation, ash content, and earthworm. Statistical tests used ANOVA and brown-forsythe to determine the effect of location, as well as tukey test and howell games for further tests. The reduction from 19 to 13 indicators was based on the correlation of the constituent indicators with a value of r>0.5. There are 3 steps  to determine SQI, namely to identification of the minimum data set (MDS), (2) the scoring of the MDS indicators, and (3) the calculation of the SQI value. The SQI values for the sites were 0.64 (good) for M1, 0.56 (moderate) for M2, 0.50 (moderate) for E1, and 0.52 (moderate) for E2, reflecting varying levels of soil quality across the locations. The addition of organic matter from manure has a positive impact on soil quality compared to the application of inorganic fertilisers and intensive tillage.Received: 2024-08-19 Revised: 2024-11-15 Accepted: 2025-08-15 Published: 2025-08-19 
PREDIKSI EROSI TANAH PADA LAHAN KELAPA SAWIT DI DESA LUMUT KECAMATAN TOBA KABUPATEN SANGGAU Virgiansyah, Irgi; Widiarso, Bambang; Nusantara, Rossie Wiedya
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 15, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i1.93099

Abstract

Potensi masalah yang dapat mengancam keberlanjutan pertanian dan kesuburan tanah adalah erosi tanah, terutama pada lahan perkebunan kelapa sawit di Desa Lumut yang memiliki berbagai macam kemiringan lereng. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk Memprediksi tingkat erosi tanah menggunakan metode USLE, Mengetahui tingkat indeks bahaya erosi (IBE) dengan menggunakan metode erosi yang dapat ditoleransi, dan tindakan konservasi yang dapat dilakukan pada lahan kelapa sawit di Desa Lumut, Kecamatan Toba, Kabupaten Sanggau. Titik pengamatan diambil sebanyak 22 titik pengamatan pada 8 satuan lahan, pada setiap satuan lahan memiliki jenis tanah dan kemiringan lereng yang berbeda "“ beda. Kemudian, data dianalisis menggunakan persamaan USLE (Universal Soil Loss Equation) Hasil penelitian nilai erosi aktual tertinggi terdapat pada SL 7 yaitu sebesar 3922,66 ton/ha/thn, sedangkan untuk erosi aktual yang terendah terdapat pada SL 6 sebesar 879,73 ton/ha/thn. Indeks bahaya erosi tertinggi terdapat pada titik SL 7 sebesar 55,95 dan indeks bahaya erosi terendah berada pada titik SL 6 sebesar 14,76. Tindakan konservasi yang dapat dilakukan untuk menekan besarnya erosi tanah dengan menggunakan tindakan konservasi penanaman tanaman penutup tanah rendah pada tanaman perkebunan dengan kerapatan tinggi dari hasil perhitungan tindakan konservasi tersebut mampu mengurangi tingkat bahaya erosi secara signifikan.