Claim Missing Document
Check
Articles

SIFAT FISIKA TANAH ENTISOL PADA PENGGUNAAN PERTANIAN PADI SAWAH DI DESA KUALA DUA KECAMATAN SUNGAI RAYA KABUPATEN KUBU RAYA Wina, Teresia; Nusantara, Rossie Wiedya; Manurung, Rinto
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 15 No. 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i2.91839

Abstract

Padi merupakan komoditas utama pertanian yang menghasilkan produk berupa beras sebagai sumber karbohidrat utama yang paling banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Penelitian bertujuan menganalisis sifat fisika tanah Entisol pada penggunaan pertanian padi sawah di Desa Kuala Dua Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya. Penelitian dilakukan dari bulan Juni-September 2024. Penelitian menggunakan metode survei lapangan dengan melakukan pengamatan, pengambilan sampel tanah dan dokumentasi lapangan. Titik pengamatan terdiri lahan T dan W yang diambil masing-masing 5 titik sampel yang ditentukan dengan sistem diagonal. Data yang diperoleh dari hasil analisis Laboratorium Kimia dan Kesuburan Tanah dan Laboratorium Fisika dan Konservasi Tanah akan disajikan dalam bentuk grafik dan tabel kemudian dijelaskan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bobot isi pada lahan T nilai 0,88 g/cm3 (rendah) dan lahan W nilai 1,05 g/cm3 (sedang), porositas total pada lahan T nilai 63,90% (porous) dan lahan W nilai 58,63% (baik), Nilai kadar air kapasitas lapangan pada kedua lahan tergolong dalam kriteria tinggi dengan nilai yang berbeda lahan T nilai (59,64%) dan lahan W (52,78%), permeabilitas pada lahan T nilai 5,86 cm/jam (sedang) dan lahan W nilai 6,93 cm/jam (agak cepat), C-organik pada lahan T nilai 3,52% (tinggi) dan lahan W nilai 2,22% (sedang).
Karakteristik Fisika Tanah Ultisol di Lahan Karet: Studi Perbandingan Pengaruh Tanaman Penutup Terhadap Sifat-Sifat Tanah di Kecamatan Bengkayang, Kalimantan Barat Ririn, Ririn; Nusantara, Rossie Wiedya; Hazriani, Rini
Jurnal Agrikultura Vol 36, No 3 (2025): Desember, 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v36i3.62473

Abstract

Karakteristik fisika tanah secara tidak langsung memengaruhi ketersediaan unsur hara, dan kualitas fisik tanah yang optimal untuk pertumbuhan tanaman sangat dipengaruhi oleh sistem pengelolaan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sifat fisika tanah Ultisol pada lahan karet dengan tanaman penutup tanah (Axonopus compressus dan Nephrolepis biserrate) dan tanpa tanaman penutup tanah. Penelitian ini dilakukan di Desa Sabalo, Kecamatan Bengkayang, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat dan di Laboratorium Fisika dan Konservasi Tanah serta Laboratorium Kimia dan Kesuburan Tanah Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura, Kalimantan Barat dari bulan Juni sampai Agustus 2024. Sampel tanah dari setiap lokasi penelitian diambil pada lima titik pengamatan dengan kedalaman 0-30 cm. Sifat fisik tanah yang dianalisis termasuk kerapatan isi, porositas total, kapasitas udara lapangan, permeabilitas, tekstur tanah, dan stabilitas agregat, sementara sifat kimia yaitu C-organik, pH tanah, serta N-total. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan signifikan permeabilitas tanah dan stabilitas agregat pada lahan karet dengan tanaman penutup tanah daripada tanpa tanaman penutup tanah. Permeabilitas tanah lahan karet dengan tanaman penutup tanah A. compressus dan N. biserrate masing-masing adalah 1,14 cm/jam dan 1,15 cm/jam. Stabilitas agregat lahan karet dengan tanaman penutup tanah A. compressus dan N. biserrate masing-masing adalah 92,55% (sangat stabil) dan 98,27% (sangat stabil). Sebaliknya, lahan karet tanpa tanaman penutup tanah memiliki permeabilitas tanah 1,01 cm/jam dan stabilitas agregat 78,91% (stabil). Penelitian ini menekankan pengaruh tanaman penutup tanah pada sifat fisik tanah, khususnya pada permeabilitas tanah dan stabilitas agregat tanah.
PENGGUNAAN TIGA MODEL INFILTRASI PADA TIGA PENGGUNAAN LAHAN GAMBUT DI DESA SUNGAI MALAYA KECAMATAN SUNGAI AMBAWANG KABUPATEN KUBU RAYA Alawiyah, Alawiyah; Nusantara, Rossie Wiedya; Junaidi, Junaidi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 15 No. 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i2.98910

Abstract

Lahan gambut merupakan sumber daya lahan yang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan, terutama dalam hal penyimpan air dan penyimpanan karbon. Perubahan penggunaan lahan gambut berpotensi memengaruhi sifat fisik tanah yang pada akhirnya memengaruhi kemampuan tanah gambut dalam menyerap air. Laju infiltrasi merupakan parameter yang menunjukkan seberapa besar air hujan yang dapat meresap. Hasil laju infiltrasi berpengaruh terhadap ketersediaan air bagi tanaman dan menjadi indikator penting dalam upaya mencegah degradasi lahan dan risiko banjir maupun kekeringan. Infiltrasi yang baik mencerminkan kondisi fisik tanah gambut yang baik juga, ini untuk memastikan keberlanjutan ekosistem lahan gambut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis laju infiltrasi menggunakan model Horton, Philip dan Kostiakov dan menganalisis perbedaan sifat fisik tanah pada penggunaan lahan karet, nanas dan kelapa sawit di Desa Sungai Malaya Kecamatan Sungai Ambawang Kabupaten Kubu Raya. Sampel tanah setiap lokasi penelitian ditentukan 5 titik pengamatan. Analisis sifat fisik tanah yang dilakukan menggunakan ANOVA dan Kruskal-Wallis. Hasil uji pada parameter kadar serat gambut, bobot isi tanah, kadar air kondisi dan kapasitas lapangan, porositas tanah dan permeabilitas tanah menunjukkan berbeda tidak nyata. Hasil pengukuran laju infiltrasi di lapangan dan analisis model menunjukkan laju infiltrasi tertinggi hingga terendah yaitu kebun karet, kebun nanas dan kebun sawit. Kemudian dilakukan uji kesesuaian menggunakan Mean Absolute Error, Root Mean Square Error dan Nash-Sutcliffe Efficiency didapatkan model terpilih ketiga penggunaan lahan yaitu model Philip.
Uji Sifat Fisika Tanah Pada Lahan Kebun Campuran dan Sawah Pasang Surut di Desa Wajok Hilir, Kabupaten Mempawah Alkam, Iswahyudi Yuas; Nusantara, Rossie Wiedya; Anshari, Gusti Zakaria
Pedontropika: Jurnal Ilmu Tanah dan Sumber Daya Lahan Vol. 12 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Soil Science Department, Faculty of Agriculture, Tanjungpura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pedontropika.v12i1.95877

Abstract

Tidal land has great potential for agricultural development, but the characteristics of its soil physical properties can be affected by seawater fluctuations. This study aims to examine the physical properties of soil in two types of land use, namely mixed gardens and tidal rice fields in Wajok Hilir Village, Mempawah Regency. The parameters analyzed include field capacity water content, bulk density, porosity, and soil texture. The sampling method was carried out in full at five replication points in each land, and the analysis was carried out in the laboratory of the Faculty of Agriculture, Tanjungpura University. The results showed that the highest field capacity water content was found in tidal rice fields at 199.73%, while mixed gardens only 76.98%. The bulk density of paddy soil was lower (0.4 g/cm³) than mixed gardens (0.72 g/cm³), indicating that the paddy soil was looser. The porosity of paddy soil was also higher (78%) than mixed gardens (65.27%). Both types of land have the same soil texture, namely silt loam, which supports the ability to store water and nutrients. These findings indicate that water management and organic matter content greatly influence the physical properties of soil in supporting land productivity.
Karakteristik Sifat Kimia Tanah Ultisol pada Tanaman Karet di Desa Kersik Belantian Kecamatan Jelimpo Kabupaten Landak Goreti, Valentina; Nusantara, Rossie Wiedya; Manurung, Rinto
Pedontropika: Jurnal Ilmu Tanah dan Sumber Daya Lahan Vol. 12 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Soil Science Department, Faculty of Agriculture, Tanjungpura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pedontropika.v12i1.99513

Abstract

Rubber is one of the agricultural commodities that plays a very important role, both as a source of income, employment opportunities, and a source of foreign exchange for the country. Rubber plants have a very high economic value, this annual plant can be tapped for its rubber sap for the first time at the age of 5 years, land for growing rubber plants generally pays more attention to physical properties than chemical properties. This study aims to determine the characteristics of the chemical properties of ultisol soil in rubber plants in the village of Kersik Belantian, Jelimpo District, Landak Regency. Determination of observation points was carried out using the diagonal method, determination of coordinate points using the Global Positioning System (GPS). The results showed that the pH of the superior rubber soil was 4.78 (acidic) and local rubber 4.90 (acidic). Organic carbon of superior rubber soil was 3.78% (high) and local rubber 0.20% (very low). Total nitrogen of superior rubber soil was 0.35% (moderate) and local rubber 0.44% (moderate). Available phosphorus in superior rubber soil is 15.23 ppm (low) and local rubber is 11.23 ppm (low). Potassium-dd in superior rubber soil is 0.12 cmol (+)kg-1 (very low) and local rubber is 0.14 cmol(+)kg-1 (very low). Cation exchange capacity of superior rubber is 16.49 cmol (+)kg-1 (low) and local rubber is 12.80 cmol(+)kg-1 (low). Base saturation of superior rubber is 4.24% (very low) and local rubber is 5.16% (very low). Al-dd in superior rubber is 0.98% (low) and local rubber is 0.89% (very low). Keyword: Chemical Properties, Ultisol Soil, Rubber, Soil Characteristics
PEMETAAN POTENSI KERUSAKAN TANAH PADA KAWASAN BUDIDAYA DI KECAMATAN TERIAK KABUPATEN BENGKAYANG Apriharyandi, Andre; Nusantara, Rossie Wiedya; Sulakhudin
JTSL (Jurnal Tanah dan Sumberdaya Lahan) Vol. 13 No. 2 (2026)
Publisher : Departemen Tanah, Fakultas Bio-industri Pertanian dan Kehutanan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtsl.2026.013.2.18

Abstract

In the context of cultivation areas, soil plays a highly strategic role because these areas are specifically designated for activities such as agriculture, plantations, fisheries, and animal husbandry. High-intensity use of soil in cultivation areas carries the risk of potential soil degradation if not managed wisely. The initial step in addressing soil degradation is to conduct an inventory of the potential for soil degradation in a given region. The determination of potential soil degradation refers to the guidelines of the Ministry of Environment (2009), using overlay, scoring, and weighting methods. Overall, the Teriak Subdistrict area has a low to moderate potential for soil degradation. In cultivation areas, the largest area with a low level of degradation is designated for horticultural agriculture (843.81 hectares), while the largest area with a moderate level of degradation is dominated by plantation use (10,026.79 hectares) and food crop agriculture (9,241.52 hectares). Factors that most influence the highest soil degradation potential scores include topography with steep slopes (26–40%) and dryland agricultural land use. 
IDENTIFIKASI SIFAT KIMIA TANAH PADA LAHAN SAWAH TADAH HUJAN DI DESA MATANG SEGANTAR KECAMATAN TELUK KERAMAT KABUPATEN SAMBAS Arianie, Yanie; Gafur, Sutarman; Nusantara, Rossie Wiedya
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 6 No. 1 (2017): April 2017
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v6i1.19004

Abstract

IDENTIFIKASI SIFAT KIMIA TANAH PADA LAHAN SAWAH TADAH HUJAN DI DESA MATANG SEGANTAR KECAMATAN TELUK KERAMAT KABUPATEN SAMBAS Yanie Arianie(1), Sutarman Gafur(2), dan Rossie Wiedya Nusantara(2) (1)Mahasiswa Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura (2)Dosen Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura ABSTRAK Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi sifat kimia tanah dan merekomendasikan pemupukan N, P dan K di lahan sawah tadah hujan pada tanaman padi. Pengambilan sampel penelitian di Desa Matang Segantar Kecamatan Teluk Keramat Kabupaten Sambas. Parameter dalam penelitian ini adalah pH tanah, C-organik, N-total, P-tersedia, K-tersedia, kapasitas tukar kation, kejenuhan basa, tekstur dan bobot isi. Hasil analisis menunjukkan bahwa pH tanah antara 4,41-4,88 dengan kriteria masam hingga sangat masam. C-organik antara 2,45-4,78 % dengan kriteria sedang hingga tinggi. Kandungan N-total antara 0,28-0,48 % dengan kriteria sedang. P-Tersedia antara 29,44-50,70 ppm dengan kriteria sedang hingga tinggi. K-tersedia antara 0,21-0,29 cmol (+)Kg1 dengan kriteria rendah. Kapasitas tukar kation antara 14,68-21,40 cmol (+)Kg1 dengan kriteria rendah hingga sedang. Kejenuhan basa antara 11,49-15,19 % dengan kriteria sangat rendah. Tekstur tanah termasuk dalam kelas liat berdebu. Bobot isi tanah antara 0,99-1,15 g/cm3. Dosis rekomendasi pemupukan yang digunakan untuk uji coba di lapangan adalah L1 sebesar 183 kg/ha Urea dan 56 kg/ha KCl. L2 sebesar 180 kg/ha Urea, 48 kg/ha SP-36 dan 81 kg/ha KCl. L3 sebesar 175 kg/ha Urea, 41 kg/ha SP-36 dan 320 kg/ha KCl. L4 174 kg/ha Urea, 52 kg/ha SP-36 dan 340 kg/ha KCl. Kata kunci : Sifat kimia tanah, lahan sawah tadah hujan dan rekomendasi pemupukan
IDENTIFIKASI SIFAT KIMIA TANAH PADA LAHAN SAWAH TADAH HUJAN DI DESA MATANG SEGANTAR KECAMATAN TELUK KERAMAT KABUPATEN SAMBAS Arianie, Yanie; Gafur, Sutarman; Nusantara, Rossie Wiedya
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 6 No. 1 (2017): April 2017
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v6i1.19112

Abstract

IDENTIFIKASI SIFAT KIMIA TANAH PADA LAHAN SAWAH TADAH HUJAN DI DESA MATANG SEGANTAR KECAMATAN TELUK KERAMAT KABUPATEN SAMBAS Yanie Arianie(1), Sutarman Gafur(2), dan Rossie Wiedya Nusantara(2) (1)Mahasiswa Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura (2)Dosen Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura ABSTRAK Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi sifat kimia tanah dan merekomendasikan pemupukan N, P dan K di lahan sawah tadah hujan pada tanaman padi. Pengambilan sampel penelitian di Desa Matang Segantar Kecamatan Teluk Keramat Kabupaten Sambas. Parameter dalam penelitian ini adalah pH tanah, C-organik, N-total, P-tersedia, K-tersedia, kapasitas tukar kation, kejenuhan basa, tekstur dan bobot isi. Hasil analisis menunjukkan bahwa pH tanah antara 4,41-4,88 dengan kriteria masam hingga sangat masam. C-organik antara 2,45-4,78 % dengan kriteria sedang hingga tinggi. Kandungan N-total antara 0,28-0,48 % dengan kriteria sedang. P-Tersedia antara 29,44-50,70 ppm dengan kriteria sedang hingga tinggi. K-tersedia antara 0,21-0,29 cmol (+)Kg1 dengan kriteria rendah. Kapasitas tukar kation antara 14,68-21,40 cmol (+)Kg1 dengan kriteria rendah hingga sedang. Kejenuhan basa antara 11,49-15,19 % dengan kriteria sangat rendah. Tekstur tanah termasuk dalam kelas liat berdebu. Bobot isi tanah antara 0,99-1,15 g/cm3. Dosis rekomendasi pemupukan yang digunakan untuk uji coba di lapangan adalah L1 sebesar 183 kg/ha Urea dan 56 kg/ha KCl. L2 sebesar 180 kg/ha Urea, 48 kg/ha SP-36 dan 81 kg/ha KCl. L3 sebesar 175 kg/ha Urea, 41 kg/ha SP-36 dan 320 kg/ha KCl. L4 174 kg/ha Urea, 52 kg/ha SP-36 dan 340 kg/ha KCl. Kata kunci : Sifat kimia tanah, lahan sawah tadah hujan dan rekomendasi pemupukan
ANALISIS SIFAT KIMIA TANAH PADA TIGA TIPE PEMANFAATAN LAHAN PERTANIAN DI DUSUN BULUH DESA MERUBONG KECAMATAN TEKARANG KABUPATEN SAMBAS RIKO, RIKO; Gafur, Sutarman; Nusantara, Rossie Wiedya
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 6 No. 1 (2017): April 2017
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v6i1.19267

Abstract

ABSTRAK Tujuan Penelitian ini adalah untuk menganalisis sifat kimia, tingkat kesuburan tanah dan merekomendasikan dosis pemupukan pada tiga tipe pemanfaatan lahan padi, karet dan kelapa dalam. Pengambilan sampel dilakukan di Dusun Buluh Desa Merubong Kecamatan Tekarang Kabupaten Sambas. Analisis tanah dilakukan di Laboratorium Kimia dan Kesuburan Tanah Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura. Parameter yang diamati adalah reaksi tanah (pH), N-total, P-total, K-total, kapasitas tukar kation (KTK), kejenuhan basa (KB), C-organik, Na-dd, Ca-dd, Mg-dd, kejenuhan Al, tekstur, bobot isi (BI), kedalaman lapisan pirit dan kedalaman muka air tanah. Hasil analisis menunjukkan bahwa kandungan. Reaksi tanah (pH) berkisar antara 3,98 hingga 4,58 dengan kriteria masam hingga sangat masam. N-total berkisar antara 0,46 % hingga 0,76 % dengan kriteria sedang hingga sangat tinggi. P-total berkisar antara 1,97 mg/100g hingga 4,83 mg/100g dengan kriteria sangat rendah. K-total berkisar antara 27,56 mg/100g hingga 40,92 mg/100g dengan kriteria sedang. kapasitas tukar kation (KTK) berkisar antara 18,12 cmol/kg hingga 33,82 cmol/kg dengan kriteria sedang hingga tinggi. kejenuhan basa (KB) berkisar antara 5,26 % hingga 20,31 % dengan kriteria sangat rendah. C-Organik berkisar antara 4,20 %, hingga 7,85% dengan kriteria tinggi hingga sangat tinggi. Na-dd berkisar antara 0,44 cmol/kg hingga 1,12 cmol/kg dengan kriteria sedang hingga tinggi. Ca-dd berkisar antara 0,67 cmol/kg hingga 1,28 cmol/kg dengan kriteria sangat rendah. Mg-dd berkisar antara 0,31 cmol/kg hingga 0,71 cmol/kg dengan kriteria sangat rendah hingga rendah. kejenuhan Al berkisar antara 5,04 % hingga 19,39 % dengan kriteria sangat rendah hingga rendah. tekstur tanah termasuk dalam kriteria liat berdebu. bobot isi (BI) berkisar antara 0,75 g/cm3 hingga 1,13 g/cm3. kedalaman lapisan pirit lahan padi, karet dan kelapa dalam kedalaman 60-90 cm dengan kriteria dalam dan kedalaman muka air tanah lahan padi dan karet kedalaman 10 cm lahan kelapa dalam kedalaman 20 cm dengan kriteria sangat dangkal. Berdasarkan hasil perhitungan rata-rata kebutuhan pupuk di lahan padi, kebutuhan pupuk urea 411 kg/ha, pupuk SP-36 145 kg/ha dan pupuk KCl 50 kg/ha, lahan karet pupuk urea 313 g/tanaman, pupuk SP-36 182 g/tanaman dan pupuk KCl 519 g/tanaman, dan lahan kelapa dalam pupuk urea 1493 g/tanaman, pupuk SP-36 163 g/tanaman dan pupuk KCl sebanyak 949 g/tanaman. Kata kunci: Sifat kimia tanah, tiga tipe pemanfaatan lahan pertanian dan rekomendasi pemupukan.
KAJIAN CADANGAN KARBON PADA TIGA PENGGUNAAN LAHAN GAMBUT DI DESA WAJOK HILIR KECAMATAN SIANTAN KABUPATEN MEMPAWAH Haqqamuddien, Reidha; Suryadi, U Edi; Nusantara, Rossie Wiedya
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 8 No. 1 (2019)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v8i3.34223

Abstract

ABSTRAK Lahan gambut menyimpan karbon dalam jumlah besar, terutama dalam tanah gambutnya. Alih fungsi hutan rawa gambut menjadi lahan pertanian telah menyebabkan kerusakan lahan. Pengukuran jumlah cadangan karbon tersimpan khususnya di lahan gambut perlu diukur sebagai upaya untuk mengetahui besarnya cadangan karbon pada saat tertentu dan perubahannya apabila terjadi kegiatan baik manambah atau mengurangi besar cadangan tersebut. Cadangan karbon terdapat dalam lima penyimpanan karbon yaitu biomassa atas permukaan (above ground), biomassa bawah permukaan (below ground), vegetasi mati (nekromass), serasah (litter), dan tanah gambut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui besaran cadangan karbon pada biomassa atas tanah (above ground), biomassa bawah permukaan (below ground), serasah (litter), dan tanah gambut, pada penggunaan lahan kelapa sawit, lahan jagung, dan hutan sekunder. Lokasi penelitian terletak di Desa Wajok Hilir Kecamatan Siantan Kabupaten Mempawah pada 3 penggunaan lahan yaitu hutan sekunder, kebun kelapa sawit, dan kebun jagung.Pengambilan sampel dilakukan berdasarkan titik pengamatan yang telah ditentukan dengan metode diagonal. Titik pengamatan pada lokasi penelitian dapat dilihat pada Lampiran 6 dengan plot ukuran pada kebun kelapa sawit seluas 5m x 5m, kebun jagung seluas 1m x 1m dan hutan sekunder seluas 5m x 5m dengan luasan 1 ha pada masing-masing tipe lahan. Pengukuran karbon tersebut pada tiap tipe lahan mempunyai 5 ulangan. sehingga terdapat 60 total sampel pada atas permukaan, bawah permukaan dan tanah. Khusus untuk karbon serasah hanya diambil sampel pada Hutan Sekunder, sehingga terdapat 5 sampel untuk seresah. Jadi total sampel untuk 3 penyimpanan karbon adalah 65 sampel. Sebelum menghitung kandungan karbon pada tiap penggunaan lahan, terlebih dahulu mencari berat biomassa dengan mengoven sampel selama 48 jam dengan suhu 70oC, dan mengoven sampel tanah dengan waktu selama 24 jam dengan suhu 70oC.Hasil penelitian menunjukkan bahwa cadangan karbon tertinggi terdapat pada lahan hutan sekunder dengan nilai 4 Gt ha-1, yang tertinggi kedua adalah kebun sawit yaitu sebesar 0,6 Gt ha-1 dan kandungan karbon terendah terdapat pada kebun jagung dengan nilai 0,4 Gt ha-1. Rata-rata penyimpan kabon tertinggi pada lokasi penelitian terdapat pada tanah. Pada lahan hutan sekunder kandungan karbonnya apabila dipresentasekan perbandingannya sekitar 75,08% pada tanah, 18,18% pada biomassa atas permukaan (BAP) dan 6,73% pada biomassa bawah permukaan (BBP) dan 0,01% pada serasah. Pada lahan kebun sawit perbandingannya sekitar 98,40% pada tanah, 1,37% pada biomassa atas permukaan (BAP), dan 0,23% pada biomassa bawah permukaan (BBP), sedangkan pada kebun jagung perbandingannya 99,08% kandungan karbonnya terdapat pada penyimpan karbon tanah, 0,88% pada biomassa atas permukaan (BAP) dan 0,04% pada biomassa bawah permukaan (BBP).Kata Kunci : Cadangan Karbon, Alih Fungsi Lahan, Penyimpan Karbon