Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

KARAKTERISASI BAKTERI Azotobacter PADA LAHAN TANAMAN KELAPA SAWIT YANG BERBEDA UMUR DI DESA SUNGAI AMBANGAH KABUPATEN KUBU RAYA Priskila, Priskila; Nusantara, Rossie Wiedya; Gafur, Sutarman
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 15, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i1.97500

Abstract

Bakteri Azotobacter merupakan bakteri penambat nitrogen non simbiosis dan memainkan peran dalam dalam meningkatkan kesuburan tanah dan produktivitas tanaman kelapa sawit. Penelitian ini bertujuan untuk Menentukan populasi dan karakterisasi bakteri Azotobacter pada lahan kelapa sawit yang berbeda umur 3 tahun, 8 tahun dan 14 tahun di Desa Sungai Ambangah Kabupaten Kubu Raya. Pengambilan sampel menggunakan sistematik sampel. Pengambilan sampel tanah terdapat 3 titik sampel pada masing-masing lahan dengan kedalaman 0-15 cm dari permukaan tanah dengan jarak 1 meter pada tanaman kelapa sawit yang berumur 3 tahun, 1,5 meter pada tanaman kelapa sawit yang berumur 8 tahun dan 2 meter pada tanaman kelapa sawit yang berumur 14 tahun yang diambil secara utuh dan tanah terganggu. Parameter penelitian meliputi analisis biologi dengan mengamati jumlah populasi bakteri Azotobacter dan jenis bakteri Azotobacter serta analisis Fisika tanah pada Laboratorium Fisika dan Konservasi Tanah dan kimia tanah pada Laboratorium Kimia dan Kesuburan Tanah, Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura. Hasil penelitian menunjukan bahwa populasi bakteri Azotobacter tertinggi terdapat pada lahan tanaman kelapa sawit umur 14 tahun yaitu 146,83 koloni dan terendah pada lahan tanaman kelapa sawit umur 8 tahun yaitu 45,83 koloni. pada lahan tanaman kelapa sawit umur 3 tahun bakteri Azotobacter ditemukan sebanyak 85,67 koloni.
POTENTIAL STUDY OF FREE LIVING NITROGEN FIXING BACTERIA IN VARIOUS USES IN KAYU TANAM VILLAGE MANDOR SUBDISTRICT LANDAK REGENCY Fitriani, Adelia; Nusantara, Rossie Wiedya; Gafur, Sutarman
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 15, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i1.97432

Abstract

Nitrogen is an essential macronutrient required for plant growth and development. In its gaseous form (N₂), which is abundant in the atmosphere, nitrogen cannot be directly utilized by plants. Therefore, nitrogen fixation is needed to convert it into available forms such as ammonium (NH₄⁺) and nitrate (NO₃⁻). ₃⁻). The population of Azotobacter sp. in soil can be affected by land use types. This study aimed to examine the potential of free-living nitrogen-fixing bacteria in different land uses in Kayu Tanam Village, Mandor Subdistrict, Landak Regency. Soil samples were collected from this village and analyzed at laboratories in the Faculty of Agriculture, Universitas Tanjungpura. The study was conducted from February to April 2025. Samples were taken diagonally from five points per site, with 50 m between points. Composite samples were taken 20 m from the center point. Observed parameters included bacterial population, potential, and characterization, pH, organic carbon, total nitrogen, C/N ratio, bulk density, moisture content, and soil temperature. Results showed the highest population in secondary forest (62.80 × 10⁵ CFU/g) and the lowest in oil palm land (46.20 × 10⁵ CFU/g). Secondary forest had six Azotobacter sp. types, indicating its high potential for nitrogen fixation.
Aplikasi Smart Sprinkler Untuk Pembibitan Anggrek Kebun Raya Sambas di Kabupaten Sambas krisnohadi, ari; Suryadi, Urai Edy; Chandra, Tino Orciny; Nusantara, Rossie Wiedya
Jurnal Pengabdi Vol 8, No 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jplp2km.v8i2.90644

Abstract

Sumber air yang digunakan untuk areal screen house berjarak kurang lebih 1.400 meter dengan kemiringan lereng sekitar 78%, sehingga tidak mungkin dilakukan pengangkutan air secara manual. Sistem irigasi di KRS belum digunakan untuk areal screen house tanaman anggrek, sehingga pengembangan koleksi dan bibit anggrek masih terbatas jumlahnya. Penerapan PKM ini bertujuan untuk   untuk untuk meningkatkan pemahaman masyarakat   terhadap sistem irigasi sprinkler pada pembibitan anggrek Kebun Raya Sambas melalui Internet of Thing (IoT). Metode PKM melalui penyuluhan dan pendampingan standar kualitas air bersih, demonstrasi teknologi irigasi otomatis, peningkatan partisipasi pemuda dalam pemenuhan kebutuhan air tanaman anggrek secara spesifik. Kegiatan PKM   ini berlangsung selama 8 bulan dimulai dari kegiatan persiapan, pelatihan, pendampingan dan evaluasi kegiatan. Hasil kegiatan PKM pemuda mampu membuat sistem irigasi, meningkatkan kualitas pertumbuhan bibit tanaman anggrek sehingga dapat menambah koleksi di sekitar Kebun Raya Sambas dalam rangka mendukung penyelenggaraan aktivitas pengunjung di Kebun Raya Sambas.
The Efficacy of Chemical Grade Alumina Waste Processing in Mitigating Water Pollution Yossi, Fransiski; Nusantara, Rossie Wiedya; Anwari, M Sofwan
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i1.12925

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas pengolahan limbah Chemical Grade Alumina dalam mitigasi pencemaran air di PT Indonesia Chemical Alumina (PT ICA) Indonesia. Memanfaatkan metode pengujian laboratorium dan wawancara komprehensif dengan pemangku kepentingan, penelitian ini mengukur parameter kualitas air limbah seperti Total Padatan Tersuspensi (TSS), pH, konsentrasi Besi (Fe), Tembaga (Cu), Nikel (Ni), dan Permintaan Oksigen Kimia (COD) . Temuan tersebut menunjukkan efektivitas instalasi pengolahan air limbah (IPAL), ditandai dengan penurunan drastis (di atas 80%) hasil pengujian parameter setelah pengolahan. Namun ada catatan untuk parameter TSS yang tidak lolos pengujian pada poin pertama. Perhatian juga tertuju pada parameter Besi (Fe) yang menunjukkan peningkatan signifikan pada jarak 1.500 meter dari outlet IPAL. Wawancara mengungkapkan adanya kesenjangan antara hasil pemeriksaan laboratorium dengan kenyataan yang dialami masyarakat, serta tantangan pengawasan dan kekurangan sumber daya manusia. Rekomendasinya mencakup optimalisasi proses pengolahan awal, pemantauan sumber kontaminasi, pemeriksaan kualitas rutin, peningkatan kapasitas dan sumber daya manusia, pendidikan masyarakat, kepatuhan hukum, peningkatan infrastruktur IPAL, pengembangan teknologi baru, dan pengembangan kolaborasi multi-pihak.
SIFAT FISIKA TANAH LAPISAN ACROTELM DAN CATOTELM PADA TIGA PENGGUNAAN LAHAN GAMBUT DI KABUPATEN KUBU RAYA Haqqamuddien, Reidha; Nusantara, Rossie Wiedya; Suryadi, Uray Edi
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 4 (2023): edisi Oktober
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i4.3594

Abstract

The research aims to determine the physical properties of peat soil in the acrotelm and catotelm layers, on 3 lands, namely Secondary Forest (HS), Palm Oil Plantation (KS) and Horticultural Plantation (KH), in Kuala Dua Village, Sungai Raya District, which took place in July -November 2022. Research parameters: BI, Subsidence, BJ, Total porosity, Peat maturity, Permeability, C-organic, and C/N Ratio. The data obtained were analyzed using ANOVA and DMRT Test. The research results show that the depth of the KS peat is 1,152 cm, HS 964 cm and KH 174 cm. The highest average groundwater level is at HS 30.16 cm and the shallowest is at KS 5.44 cm. Observations of water content in field conditions were carried out for 8 weeks, with an average of KS 67.25% Vol, HS 66% Vol and KH 66% Vol. KS land experienced subsidence of 1.70 cm for 16 weeks, KH land of 1.17 cm for 16 weeks, while HS did not experience subsidence. The BI value tended to be higher in the Acrotelm layer with an average value of 0.23, while the Catotelm layer had an average BI value of 0.22 for the three land uses. The bulk weight in the KS>KH>HS land in the Acrotelm layer, however, has no real effect, but in the Catotelm layer it has a real effect. The porosity in the three land uses is not significantly different, where the porosity in the Acrotelm and Catotelm layers on HS>KH>KS land, this is due to the C-organic content on HS>KH>KH land. The permeability rate in the three fields in the Acrotelm and Catotelm layers on the KS>HS>KH land, this is due to the organic C content and C/N ratio on the HS>KH>KS land. Keywords: Acrotelm, Catotelm, Land Use Change, Peat, Physics. INTISARIPenelitian bertujuan untuk mengetahui Sifat Fisika Tanah Gambut di Lapisan Acrotelm dan Catotelm, pada 3 lahan yaitu Hutan Sekunder(HS), Kebun Sawit(KS)  dan Kebun Hortikultura(KH), di Desa Kuala Dua, Kecamatan Sungai Raya, yang berlangsung pada bulan Juli-November  2022. Parameter penelitian: BI, Subsiden, BJ, Porositas  total, Kematangan gambut, Permeabilitas, C-organik, dan C/N Rasio. Data yang diperoleh dianalisis dengan ANOVA dan Uji DMRT. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa kedalaman gambut KS  1.152 cm, HS 964 cm dan KH 174 cm. Rata-rata tinggi muka air tanah tertinggi terdapat pada HS 30,16 cm dan yang paling dangkal terdapat pada KS  5,44 cm. Pengamatan kadar air kondisi lapangan dilakukan selama 8 minggu, dengan rata-rata pada KS  67,25%Vol, HS 66%Vol dan KH 66%Vol. Lahan KS mengalami subsidensi  sebesar 1,70 cm selama 16 minggu, lahan KH sebesar 1,17 cm selama 16 minggu, sedangkan HS  tidak terjadi subsidensi. Kecenderungan nilai BI  lebih tinggi pada lapisan Acrotelm dengan nilai rata-rata 0,23 sedangkan lapisan Catotelm nilai rata-rata BI 0,22 pada ketiga penggunaan lahan. Bobot isi  pada lahan KS>KH>HS di lapisan Acrotelm akan tetapi tidak berpengaruh  nyata, namun pada lapisan Catotelm berpengaruh nyata. Porositas pada tiga penggunaan lahan tidak berbeda nyata, dimana porositas di lapisan Acrotelm dan Catotelm pada lahan HS>KH>KS, hal ini disebabkan karena kandungan C-organik pada lahan HS>KH>KH. Laju permeabilitas  pada tiga lahan di lapisan Acrotelm dan Catotelm pada lahan KS>HS>KH, hal ini disebabkan karena  kandungan C-organik dan C/N Rasio pada lahan HS>KH>KS. Kata Kunci : Acrotelm, Catotelm, Alih Fungsi Lahan, Gambut, Fisika.
ANALISIS BEBERAPA SIFAT KIMIA TANAH PADA DUA MACAM PENGGUNAAN LAHAN DI SUNGAI KAKAP, KABUPATEN KUBU RAYA, KALIMANTAN BARAT Fadilla, Ulfia; Nusantara, Rossie Wiedya; Manurung, Rinto
Jurnal Tanah dan Sumberdaya Lahan Vol. 11 No. 1 (2024)
Publisher : Departemen Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtsl.2024.011.1.26

Abstract

Paddy fields and mixed farming apply intensive agricultural cultivation, and sustainable land use causes changes in land quality, one of which affects soil chemical properties. This study aimed to compare soil chemical properties based on differences in the use of paddy fields and mixed farming in Sungai Kakap District, Kubu Raya Regency, West Kalimantan. Research in the field in Pal IX Village, Sungai Kakap Sub-district, Kubu Raya Regency, for sampling soil samples at 0-20 cm depth. Soil analysis was conducted at the Chemistry and Soil Fertility Laboratory, Faculty of Agriculture, Tanjungpura University. The results showed that the two fields, paddy fields, and mixed farming, had almost the same chemical properties in paddy fields pH, organic C,  available P, cation exchange capacity (CEC), exchangeable Ca and exchangeable Mg.
PENGUJIAN TIGA METODE PENGUKURAN BOBOT ISI PADA TANAH GAMBUT Sinaga, Christina; Nusantara, Rossie Wiedya; Gusmayanti, Evi; Anshari, Gusti Zakaria
Jurnal Tanah dan Sumberdaya Lahan Vol. 11 No. 2 (2024)
Publisher : Departemen Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtsl.2024.011.2.9

Abstract

This research aims to compare the methods of bulk density measurements in peat soils. The methods are ring sample, peat auger, and syringe. The research was conducted in peat soils in Pontianak City. The research was carried out from June to December 2023. Peat samples were the surface peat (0-10 cm). The samples were collected from five plots, and five replications. On average, the value of bulk density measured by the ring sample was 0.27 g cm-3, which is significantly different from bulk density values measured by the peat auger and syringe: 0.11 g cm-3 and 0.09 g cm-3, respectively. Bulk densities of peat auger and syringe are statistically indifferent. Soil compaction during sampling causes the ring sample's high bulk density value. Accordingly, carbon stock calculation based on ring sample bulk density is significantly higher than carbon stocks calculated by bulk densities of auger and syringe. The bulk density measurement with a peat auger took longer because a water displacement approach must measure the sample volume. Collecting bulk-density samples with a syringe is the easiest and fastest. The volume of the syringe sample is only 10 cm3, and the sample can be taken until the mineral substratum. The number of sample collected by syringe can be significantly increased at 5 cm sampling interval, or equals to 10 sub-samples per 50 cm peat core. Pearson linear correlations of these three methods are sufficiently strong.
KARAKTERISTIK SIFAT FISIKA TANAH PADA TIGA TIPE LUAPAN DI DESA KUALA DUA KECAMATAN SUNGAI RAYA KABUPATEN KUBU RAYA Irawan, Yogi; Junaidi, Junaidi; Nusantara, Rossie Wiedya
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i1.70245

Abstract

Sifat fisika tanah merupakan unsur lingkungan yang sangat berpengaruh terhadap tersedianya air, udara tanah dan secara tidak langsung mempengaruhi ketersediaan unsur hara tanaman (Delsiyanti, 2016). Pengelolaan lahan secara terus menerus, adanya saluran drainase, dan pengolahan tanah serta adanya perbedaan tipe luapan lahan pasang surut, mengakibatkan tanah di lahan tersebut memiliki sifat fisik yang berbeda-beda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan sifat fisika tanah dan karakterisasinya pada tiga tipe luapan di Desa Kuala Dua Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya. Setiap lokasi   ditentukan 6 titik pengamatan sampel tanah pada kedalaman 0-30 cm. Parameter sifat fisika tanah yaitu: fraksi tekstur, bobot isi, porositas total, kadar air kapasitas lapang (KAKL), permeabilitas diuji menggunakan anova. Apabila terdapat perbedaan parameter pada tiga tipe luapan maka dilanjutkan dengan uji BNJ (Beda Nyata Jujur) pada tingkat kepercayaan 95% (5%). Hasil analisis yang didapat, yaitu fraksi pasir dan debu pada tipe luapan A berbeda nyata terhadap B dan C, serta fraksi liat pada tipe luapan A berbeda nyata terhadap B dan C. Bobot isi tanah, porositas tanah dan KAKL pada tipe luapan B berbeda nyata terhadap C dan A. Permeabilitas tanah pada tipe luapan A berbeda nyata terhadap tipe B dan tipe B berbeda nyata terhadap tipe C.
POPULASI DAN KEANEKARAGAMAN BAKTERI PELARUT FOSFAT PADA BEBERAPA PENGGUNAAN LAHAN DI KECAMATAN SEBAWI KABUPATEN SAMBAS Cahyadi, Redi; Nusantara, Rossie Wiedya; Nuriman, Muhammad
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i2.75185

Abstract

Identifikasi bakteri pelarut fosfat (BPF) diperlukan untuk mengetahui jumlah, keanekaragaman dan kemampuannya melarutkan fosfat pada suatu lahan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan populasi dan keanekaragaman bakteri pelarut fosfat pada tiga tipe penggunaan lahan yang berbeda dan mengkaji kemampuan bakteri dalam melarutkan fosfat menggunakan media pikovskaya. Penelitian dilakukan di Desa Rantau Panjang Kecamatan Sebawi Kabupaten Sambas. Lokasi penelitian merupakan lahan jeruk siam, lahan padi dan lahan jeruk siam tumpangsari padi.Jumlah titik sampel sebanyak 5 titik dari hasil komposit sub-titik untuk setiap lokasi penelitian dengan pengambilan sampel dilakukan dengan sistem diagonal, sehingga dari 3 lokasi penelitian terdapat 15 sampel tanah. Hasil hasil penelitian parameter kimia yaitu nilai pH tanah diketiga lahan tidak jauh berbeda nilainya dengan berkriteria masam ketiganya, untuk P-tersedia tertinggi berada pada lahan jeruk siam dan terendah berada pada lahan jeruk siam tumpangsari padi, sedangan hasil P-total tertinggi berada pada lahan padi dan terendah berada pada lahan jeruk siam tumpangsari padi. Hasil penelitian untuk parameter populasi bakteri pelarut fosfat tertinggi berada pada lahan jeruk siam dan populasi terendah berada pada lahan jeruk siam tumpangsari padi dengan jenis bakteri yang didapatkan yakni Spl, Sp2, Sp3, Sp4, Sp5, Sp6, Sp8, pada lahan padi, Spl, Sp2, Sp3, Sp4, Sp7, Sp8 pada lahan jeruk siam dan Spl, Sp2, Sp3, Sp4, Sp7, Sp8 pada lahan jeruk siam tumpangsari padi. Kemampuan bakteri dalam melarutkan fosfat pada ketiga lahan semua isolat memiliki nilai yang berbeda-beda yang berdasarkan nilai kriteria IKF ( Indeks Kelarutan Fosfat) tergolong dalam kriteria sedang dan tinggi. Jenis BPF yang memiliki kemampuan membentuk zona bening paling tinggi yaitu Sp8 yang dijumpai pada lahan jeruk siam tumpangsari padi.  
Farming Sustainability in Peatlands Following Restoration Programme in West Kalimantan Sudrajat, Jajat; Gusmayanti, Evi; Nusantara, Rossie Wiedya; Sawerah, Siti
Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol. 31 No. 1 (2026): Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18343/jipi.31.1.83

Abstract

The Indonesian government's peat restoration program, which began in 2016, is alleged to have an impact on the sustainability of peatland farming, because rewetting has the potential to cause waterlogging, limiting the crop commodities that can be cultivated. This project will look at the viability of small-scale farming on restored peatlands. To fulfill the study's objectives, we used a combination of quantitative and qualitative methods. The quantitative technique included an analysis of agricultural income to determine the economic sustainability, whereas the qualitative approach explains social sustainability. The environmental sustainability was assessed using the carbon rescue acquired after rewetting. The findings revealed that rewetting had little effect on the income from vegetable and fruit crops. The farming income, which remains relatively high, demonstrates that farming's economic sustainability is viable. Similarly, the social dimension does not detract from the sustainability aspect, because the rewetting of the land did not significantly alter the social structures and institutions that had been built in the farmer's community. Meanwhile, from an environmental standpoint, the impact of rewetting is quite favorable, as every 1 cm increase in water table level has the potential to conserve at least 0.71 tons of CO2 per acre per year, or around IDR 13,888−26,993. Keywords: carbon rescue, farming, peatland restoration, rewetting