Claim Missing Document
Check
Articles

Pendampingan dan Pelatihan Pengelolaan Limbah Botol Plastik Melalui Tanaman Hidroponik Guna Peningkatan Ekonomi Masyarakat Bantaran Sungai Lulut Kalimantan Selatan Fitriani, Siska; Alawiyah, Tuti; Elliza, Putri; Saputra, Adi; Winata, Christian Konstantin; Naufal, Ahmad
JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia) Vol 5, No 1: February (2024)
Publisher : ICSE (Institute of Computer Science and Engineering)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Pengelolaan limbah botol yang tidak menggunakan metode dan teknik yang ramah lingkungan dapat berdampak buruk pada kesehatan. Oleh karena itu, penting untuk melaksanakan program pelatihan dan pendampingan pengelolaan limbah botol plastik yang dapat mengatasi permasalahan tersebut. Metode yang diterapkan dalam kegiatan ini melibatkan survei lokasi, sosialisasi, pengenalan pertama tentang hidroponik, praktek pembuatan instalasi, praktek penyemaian bibit, pemindahan bibit, perawatan, sosialisasi akhir, dan evaluasi program. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa program yang telah disetujui dan dilaksanakan di Kelurahan Sungai Lulut, Kalimantan Selatan, dianggap berhasil karena semua kegiatan dilaksanakan sesuai dengan timeline yang sudah terjadwal. Kegiatan pendampingan dan pelatihan pengelolaan limbah botol plastik melalui tanaman hidroponik bertujuan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat di bantaran Sungai Lulut, Kalimantan Selatan. Secara ekonomis, program ini dapat membantu meningkatkan pengetahuan mitra dalam menanggulangi limbah botol plastik di Kelurahan Sungai Lulut. Peningkatan pengetahuan tersebut terlihat dari hasil pretest yang awalnya menunjukkan persentase pengetahuan berkisar antara 5-15%, menjadi mencapai 100%.Abstract: Waste bottle management that does not use environmentally friendly methods and techniques can have a negative impact on health. Therefore, it is important to implement a training and mentoring program for plastic bottle waste management that can address these issues. The method applied in this activity involves site surveys, socialization, initial introduction to hydroponics, installation practice, seedling practice, seedling transfer, maintenance, final socialization, and program evaluation. The results of this activity show that the program, which was approved and implemented in Sungai Lulut Village, South Kalimantan, was considered successful because all activities were carried out according to the scheduled timeline. The mentoring and training activities for plastic bottle waste management through hydroponic plants aim to improve the economy of the community along the banks of Sungai Lulut, South Kalimantan. Economically, this program can help improve the knowledge of partners in managing plastic bottle waste in Sungai Lulut Village. The increase in knowledge can be seen from the pretest results, which initially showed a knowledge percentage ranging from 5-15%, to reaching 100%.
Pengaruh Metode Ekstraksi terhadap Kadar Alkaloid Total Ekstrak Daun Kirinyuh (Chromolaena odorata): Determination of Total Alkaloid Content of Kirinyuh Leaf Extract (Chromolaena odorata) Based on Different Extraction Methods Hakim, Ali Rakhman; Nayaken, Putri Olivia; Alawiyah, Tuti
Indonesian Journal of Pharmacy and Natural Product Vol. 6 No. 02 (2023): Indonesian Journal of Pharmacy and Natural Product
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijpnp.v6i02.2508

Abstract

Kirinyuh leave (Chromolaena odorata) was used by the community as a potential plant because it contains many benefits, one of which contains alkaloid compounds. Alkaloids have the ability to help wound healing because the active compounds of the alkaloids have antioxidant activity, so the enhanced wound healing by kirinyuh leaf can be caused by the action of free radicals in increasing levels of antioxidant enzymes. The aim of the study was to determine the total alkaloid content of kirinyuh leaf  leaf extract in each of the extraction methods to be used. In this study, a different extraction method will be used, namely maceration and ultrasonic with ethanol solvent which will be carried out using the UV-Vis spectrophotometry method. The results of measuring the total alkaloid content in each method were the maceration and ultrasonic method consecutive at 8.259% and 5.938%. The conclusion from the research is that the alkaloid content is higher with the maceration method than with the ultrasonic method.   ABSTRAK Daun kirinyuh (Chromolaena odorata) digunakan oleh masyarakat sebagai tanaman yang potensial karena memiliki kandungan yang banyak memberikan manfaat salah satunya mengandung senyawa alkaloid. Alkaloid memiliki kemampuan dalam membantu penyembuhan luka. Senyawa aktif alkaloid memiliki aktivitas sebagai antioksidan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh metode ekstraksi terhadap kadar alkaloid total ekstrak daun kirinyuh. Pada penelitian ini menggunakan metode ekstraksi yang berbeda yakni maserasi dan ultrasonik dengan pelarut etanol 96%, kemudian dilakukan analisis kuantitatif alkaloid dengan menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Hasil dari analisis kuantitatif alkaloid total pada metode maserasi dan metode ultrasonik berturut-turut adalah sebesar 8,259% dan 5,938%. Simpulan dari penelitian diketahui bahwa kadar alkaloid lebih tinggi dengan metode maserasi dibandingkan metode ultrasonik.
Potential of Hyacinth Activated in Lowering Levels of Lead Heavy Metals by Method of Atomic Absorption Spectrophotometry Wardani, Dita Kusuma; Alawiyah, Tuti; Tambun, Madschen Sia Mei Ol Siska Selvija
International Journal of Education, Science, Technology, and Engineering (IJESTE) Vol 4 No 2: December 2021
Publisher : Lamintang Education and Training Centre, in collaboration with the International Association of Educators, Scientists, Technologists, and Engineers (IA-ESTE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36079/lamintang.ijeste-0402.319

Abstract

The Barito River as the largest and longest river in South Kalimantan has been convicted as the most polluted river on an international level. Where one of the most commonly found compounds is the heavy metal lead (Pb) with a high enough levels that alternatives are needed to reduce the levels of the metal. One way to reduce the levels of such heavy metals is to use activated carbon hyacinth. So the activated carbon from hyacinth is made in accordance with SII No.0258-79 and knows the effect of variations in the administration of activated carbon hyacinth at a time of 15 minutes, 30 minutes and 45 minutes in lowering the levels of lead heavy metals (Pb). The research method used to determine the effect of variations in the administration of activated carbon hyacinth is by quantitative testing using the Atomic Absorption Spectrophotometry tool. The results showed that activated carbon hyacinth has met SII No.0258-79 with a randemen test result of 15%, water content of 3%, and absorption of iodine of 241.16 mg / gram. Significant value produced 0.742 with regression value (r) 0.999 and resulted in decreased lead metal levels in the variation of 15 minutes activated carbon administration of -0.030 mg / l with an absorption of 120%, 30 minutes of 0.073 mg / l with an absorption of 48% and 45 minutes of -0.097 mg / l with an absorption of 167%. Hyacinth activated carbon can be used to lower the levels of lead heavy metals (Pb) with a maximum contact time of 45 minutes by 167%.
Pendampingan Ibu – Ibu PKK Melalui Inovasi Kulit Buah Pisang Sebagai Media Filter Dan Sabun Herbal Halal Alawiyah, Tuti; Kusumawati, Linda; Kusvitasari, Hairiana
Indonesia Berdaya Vol 5, No 4 (2024)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2024928

Abstract

Penyakit diare di Kalimantan Selatan masih termasuk dalam salah satu golongan penyakit terbesar yang angka kejadiannya relatif cukup tinggi, keadaan ini di dukung oleh faktor lingkungan, terutama kondisi sanitasi dasar yang masih tidak baik, misalnya penggunaan air untuk keperluan sehari-hari yang tidak memenuhi syarat, jamban keluarga yang masih kurang dan keberadaannya kurang memenuhi syarat, serta kondisi sanitasi perumahan yang masih kurang dan tidak higienis. Sebagai perbandingan kasus diare kota Banjarmasin pada tahun 2017 sebanyak 8.681 kasus, tahun 2019 sebanyak 1.073 kasus, serta tahun 2020 kasus diare mengalami peningkatan sebanyak sebanyak 5.412 kasus (Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan, 2022) [6]. Salah satu kelurahan di kota Banjarmasin yang tinggi angka diare yaitu Kelurahan Belitung Selatan. Kelurahan Belitung Selatan mempunyai luas wilayah 54 ha dan secara administratif merupakan salah satu kelurahan dalam lingkungan Kecamatan Banjarmasin Barat dengan jarak tempuh ke Pusat Kecamatan sekitar 1,5 km./ 10 mnt. Dari segi penataan sanitasi masih kurang baik dan kondisi tersebut Perluaadanya upaya dalam pengelolaan kesehatan. Perlu adanya upaya dalam peningkatan derajat Kesehatan di kelurahan Belitung Selatan salah satunya dengan adanya upaya pelatihan PHBS serta pemanfaatan inovasi pembuatan sabun dan filter air berbahan dasar karbon aktif kulit buah pisang. Kulit buah pisang memiliki manfaat kesehatan yang signifikan karena kandungan karbohidrat, kalsium, fosfor, vitamin A, B C, dan beberapa senyawa metabolit sekunder lainnya. Tujuan dari PkM ini adalah untuk: (1) Menumbuhkan dan Meningkatkan kepedulian PHBS melalui cuci tangan pakai sabun; (2) Meningkatkan derajat Kesehatan masyarakat RT 25 kelurahan Belitung Selatan; (3) Meningkatkan keterampilan mitra dalam pengelolaan air bersih melalui filtrasi karbon aktif kulit buah pisang; (4) Meningkatkan ketempilan mitra dalam pembuatan sabun cair herbal halal berbahan dasar karbon aktif kulit buah pisang. kegiatan ini bermanfaat bagi dosen dan mahasiswa sendiri yang mengacu terhadap 8 (delapan) Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi yang ditetapkan oleh pemerintah. Bagi dosen memberikan pengalaman berkegiatan di luar kampus (IKU) dan Hasil kerja riset dosen terkait karbon aktif kulit buah pisang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dalam menyelesaikan permasalahan yang ada (IKU 5. Bagi mahasiswa kegiatan ini dapat sebagai wadah pengalaman diluar kampus (IKU 2) dan dapat dintegrasikan dalam kegiatan MBKM dengan mata kuliah 7 SKS yaitu mata kuliah Kewirausahaan (3 sks) Kuliah Kerja
Pendampingan Kader Melalui Penerapan Teknologi PESO (Pencegahan Stunting Operasional) Dan Pemanfaatan Tanaman Lokal Dalam Upaya Penurunan Stunting Yuwindry, Iwan; Alawiyah, Tuti; Nurhaeni, Nurhaeni; Lestari, Yayuk Puji
Indonesia Berdaya Vol 5, No 4 (2024)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2024942

Abstract

Stunting merupakan masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu cukup lama akibat pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi. Stunting dapat terjadi mulai janin masih dalam kandungan dan baru nampak saat anak berusia dua tahun. Asia Tenggara khususnya Indonesia prevalensi stunting pada anak masih cukup tinggi dibandingkan negara-negara tenggara lainnya. Kalimantan Selatan juga termasuk dalam wilayah yang menjadi fokus utama dalam pengendalian stunting. Berdasarkan Studi Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) pada tahun 2019, angka prevalensi stunting nasional diperoleh sebesar 27,7%. Sementara itu, angka prevalensi stunting Provinsi Kalimantan Selatan sebesar 31,75%, yang menandakan bahwa Kalimantan Selatan dapat dikatakan sebagai wilayah kronis. Pada tahun 2022 angka prevalensi stunting tertinggi antar kabupaten/kota di Kalimantan Selatan adalah Kabupaten Barito Kuala. Kabupaten Barito Kuala mengalami stunting dengan prevalensi stunting mencapai 33,6%. Kabupaten Barito Kuala adalah sebuah wilayah kabupaten yang terletak di Provinsi Kalimantan Selatan, Indonesia. Ibu kotanya adalah Marabahan dengan luas wilayah 2.996,46 km² dan jumlah penduduk sebanyak 318.044 jiwa, Sensus Penduduk Indonesia 2022. Untuk mendeteksi dan mencegah terjadinya stunting, diperlukan kerjasama dari berbagai stakeholder, terutama yang berkaitan dengan gizi dan kesehatan anak Kader Kesehatan dan perangkat desa sebagai orang yang juga dekat dengan masyarakat dan merupakan perpanjangan tangan petugas kesehatan dalam hal menangani masalah kesehatan yang terdapat di masyarakat bisa sangat strategis untuk dijadikan sebagai pihak yang bisa membantu mengatasi masalah stunting sesuai dengan kapasitasnya. Salah satu kader kesehatan yang aktif dalam kegiatan Batola adalah kader Kesehatan Dagusibu Batola. Tujuan dari PkM ini adalah untuk: (1) Meningkatkan pengetahuan dan keterampiran kader pencegahan dan deteksi dini stunting melalui teknologi PESO (2) Memberikan pelatihan dalam pembuatan produk inovasi tanaman lokal nanas sebagai biskuit sehat pencegah stuntin dan (3) memberikan pemasukan kas kader melalui inovasi biskuit sehat berlabel halal. 
Co-Authors Adi Saputra Ahmad Naufal, Ahmad Aida Royani Ali Rakhman Hakim Alifira Adhany Yustian Alifira Adhany Yustian Amanda Shelvia Savitri Angga Irawan Anggriani, Fitria Annida Hasanah Ario Yudo Hariyanto Aulia Rahmah Ayu Putri Lestari Ayu Safitri Darini Kurniawati Darni Darni Darni Dedek Yahya Darmadi Dita Kusuma Wardani Doni Irawan F.M. Dyan Fitri Nugraha Dyan Fitri Nugraha Dyan Fitri Nugraha Elliza, Putri Elva Gusnianti Fakhria Rizqina Fatimah Azzahra Febriyanti Febriyanti Femmy Kristiani Kartina Agun Fernando, Solagratia Okta Firda Alfisah Fitri Yuliana Fitri Yuliana, Fitri Giovanni Ulima Nibras Giovanni Hadhrianor, Hadhrianor Hairiana Kusvitasari, Hairiana Hernaldi Jihan Alfiyandi Hidayati, Alfina Husnus Saniah I Ketut Gunawan Kusuma I Ketut Gunawan Kusuma Iwan Yuwindry Khaliza Natasya Dilla Kunti Nastiti Lestari, Yayuk Puji Linda Kusumawati Malahayati, Siti Maqh irah Amiruddin Maria Dwi Ayu Listiawati Masriadi Maynada Safitri Meka, Aderia Dang Melviani Muhammad Fajrin Wijaya Muhammad Naufal Mulia Rahmah Mustaqimah Mustaqimah Nadia Nadia Chitania Nadia Nadia Chitania Nadia Oktavia Winda Nayaken, Putri Olivia Noval Noval Novitalia Selendra Nur Hidayah Nur Hidayah Nur Hidayah Nur Rahmayani Nurhaeni Nurhaeni Nurul Fajriah Nurul Fajriah Pitriya, Aima Rahmadani Rahmadani Rahmadani Rahmadani Rahmadani Rahmadani Razmi Razmi Razmi Razmi Rina Saputri Rohama Rohama Setia Budi Setia Budi Siska Fitriani, Siska Sola Gresia Tambun, Madschen Sia Mei Ol Siska Selvija Tasya Haditya Vikri Haikal Rivani Wikklin, Monica Winata, Christian Konstantin Wusko, Ikna Urwatul Yunina Elasari Yuwindry, Iwan