Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search
Journal : NUTRIRE DIAITA

Biaya Bahan Makanan, Densitas Energi Makanan dan Status Gizi Wanita Pedagang Pasar Kebayoran Lama Jakarta Selatan Nuzrina, Rachmanida; Wiyono, Sugeng
Jurnal Nutrire Diaita (Ilmu Gizi) Vol 2, No 1 (2010)
Publisher : Lembaga Penerbitan Unversitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/nut.v2i1.669

Abstract

AbstractIt is estimated in 2015, the prevalence of over nutrition will surpass the prevalence of under nutrition as the cause of the death to the poor community. This is caused by consumption of high food fat, sugar and refined grains that is higher compared to vegetables and the seeds because of its deliciousness, give the full feeling and cheaper cost. This research try to explore the relationship between the food cost, the density of food energy intake and the nutritional status of the woman market traders in Kebayoran Lama, South Jakarta. This research used cross sectional design with the number of samples 64 female traders based on the status of the over-weight and normal. The food energy density data is recorded with food recall 24 hours, and the food cost is obtained from price survey in the local market. Results of the research shows food with the highest energy density is jerohan (9 kcals/g), the food with the lowest energy density is the cucumber (0.08 kcals/g), food with the highest cost is the string bean (Rp. 117/100 kcals), the food with the lowest cost is jerohan (Rp.1.10/100 kcals). There is a significant negative correlation between the food cost and the energy density of food (r = - 0,521; (p<0,05). Average energy intake from main food is 979 kcals (±282), vegetables and fruit is 48 kcals(±24.1), sugar and fat is 909 kcals (±299). There is significant difference on  average energy intake (238 kcals) of main food, fruits and vegetables (19 kcals), and sugar and fats (344 kcals) with respect to nutritional status. Nutrition education using dietary guidelines should be the main effort to reduce the prevalence of over-weight.Keywords: food cost, density and nutritional status, woman marketAbstrakDiperkirakan pada tahun 2015 penyakit akibat gizi lebih akan melebihi jumlah penyakit akibat gizi kurang sebagai penyebab kematian pada masyarakat miskin. Hal ini dikarenakan konsumsi makanan tinggi lemak, gula dan makanan pokok lebih tinggi dibandingkan buah, sayur dan biji-bijian karena rasa lezat, memberi rasa kenyang dan biaya yang lebih murah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara biaya bahan makanan, densitas energi makanan yang dikonsumsi, dan Status Gizi wanita pedagang pasar Kebayoran Lama Jakarta Selatan. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan jumlah sampel 64 pedagang perempuan dengan status gizi lebih dan normal. Data karakteristik dicatat dengan kuesioner, data densitas dicatat dengan food recall 24 jam, dan biaya bahan makanan dengan survey harga pasar. Hasil penelitian menunjukkan makanan dengan densitas energi tertinggi adalah jerohan (9 Kalori/gram), bahan makanan dengan densitas energi terendah adalah ketimun (0.08 Kalori/gram), makanan dengan biaya paling tinggi adalah buncis (117 rupiah/100 Kalori), bahan makanan dengan biaya terendah adalah jerohan (1.10 rupiah/100 Kalori). Hasil Uji Korelasi menunjukkan ada hubungan antara biaya bahan makanan dengan densitas energi makanan r = 0.521 (p<0,05). Rata-rata asupan energi dari konsumsi makanan pokok sebesar 979 Kalori (±282), konsumsi sayur dan buah 48 Kalori (±24.1), konsumsi gula dan lemak 909 Kalori (±299). Perbedaan rata- rata asupan energi dari konsumsi makanan pokok menurut status gizi sebesar 238 Kalori (p<0.05), konsumsi sayur dan buah berdasarkan status gizi sebesar 19 Kalori (p<0.05), perbedaan rata-rata asupan energi dari konsumsi gula dan lemak berdasarkan status gizi sebesar 344 Kalori (p<0.05).Kata kunci: biaya bahan makanan, status gizi, harga pasar
HUBUNGAN ASUPAN ZAT GIZI, STATUS GIZI, AKTIVITAS FISIK, DAN GAYA HIDUP TERHADAP DAYA TAHAN KARDIORESPIRATORI PADA MAHASISWA UKM SEPAKBOLA UNIVERSITAS NEGERI LAMPUNG TAHUN 2015 Irdilla, Calely; Mury, Kuswari; Rachmanida, Nuzrina
Jurnal Nutrire Diaita (Ilmu Gizi) Vol 8, No 1 (2016): NUTRIRE DIAITA
Publisher : Lembaga Penerbitan Unversitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/nut.v8i1.1415

Abstract

AbstractFootball is a sport that requires a good cardio respiratory endurance. To support cardio respiratory endurance, it should consider several factors such as: age, sex, nutrition, nutritional status, physical activity habits of smoking and drinking alcohol. This research aims to know the relation of nutrient intake, nutritional status, physical activity and lifestyle to cardiorespiratory endurance at football student organization Lampung University 2015. This research is quantitative with cross sectional research design. With a total of 48 respondents. Data were analyzed using Pearson product moment and t-test independent. Characteristics of respondents aged 18-23 years. The average value of VO2max student football organization Lampung University 47.40 ml / kg / min. The results revealed a normal BMI (79.2%), percent body fat normal (77.1%). Average energy intake of Football Student Organization 1921.7 ± 372.08 kcal, 13:02 ± 68.32 g protein, fat 11.3 ± 32.87 g, 266.6 ± 54.4 g carbohydrates, vitamin B6 0.41 ± 1.1 mg, vitamin B12 is 4.8 ± 7.04µg, vitamin C 29.5 ± 2.1 mg, and Fe 2.1 ± 2.7 mg. Total of 43.8% of students smoked and 87.5% of students not consume alcohol. There is a significant relation between percent body fat, intake of energy intake, protein, fat, carbohydrate, vitamin B6, Fe, and smoking habits and alcohol consumption (p<0.05). There is no significant relations between BMI, vitamin B12, vitamin C, and physical activity (p> 0.05). Besides physical activity, players need to pay attention to nutrient intake, avoid smoking, and alcohol consumption to support the cardio respiratory endurance and enhance the Performance during the match. It was necessary to counseling and nutritional counseling to increase knowledge for coaches and student-related Football sports nutrition.Keywords: Cardio Respiratory Endurance, Nutritional Status, Physical Activity. AbstrakSepakbola merupakan olahraga yang memerlukan daya tahan kardiorespiratori yang baik. Untuk menunjang ketahanan kardiorespiratori, maka harus memperhatikan beberapa faktor seperti: usia, jenis kelamin, asupan gizi, status gizi, aktifitas fisik kebiasaan merokok dan minum alcohol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan asupan zat gizi, status gizi, aktivitas fisik dan gaya hidup terhadap daya tahan kardioespiratori pada mahasiswa UKM Sepakbola Universitas Negeri Lampung Tahun 2015. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan desain penelitian cross-sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik pengambilan sampling jenuh dan jumlah responden yang didapat yaitu 48 mahasiswa UKM Sepakbola. Analisa data menggunakan uji statistik pearson product moment dan uji t-test independent. Karakteristik usia responden 18-23 tahun. Rata-rata nilai VO2max mahasiswa UKM Sepakbola Unila 47.40 ml/kg/menit. Dari hasil penelitian diketahui IMT normal (79.2%), persen lemak tubuh tidak lebih (77.1%). Rata-rata asupan energi mahasiswa UKM Sepakbola 1921.7 ± 372.08 kkal, protein 68.32 ± 13.02 g, lemak 32.87 ± 11.3 g, karbohidrat 266.6 ± 54.4 g, vitamin B6 1.1 ± 0.41 mg, vitamin B12 4.8 ± 7.04 µg, vitamin C 29.5 ± 2.1 mg, dan Fe 2.1 ± 2.7 mg. Sebanyak 43.8% mahasiswa UKM Sepakbola merokok. Sebanyak 87.5% mahasiswa UKM Sepakbola tidak konsumsi alkohol. Terdapat hubungan yang bermakna antara persen lemak tubuh, asupan energi, asupan protein, asupan lemak, asupan karbohidrat, asupan vitamin B6, asupan Fe, kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol. Tidak ada hubungan bermakna antara IMT, asupan vitamin B12, vitamin C, dan aktivitas fisik (p > 0.05). Selain aktivitas fisik, pemain perlu memperhatikan asupan gizi, menghindari merokok dan konsumsi alkohol untuk menunjang daya tahan kardiorespiratori dan meningkatkan performa di lapangan. Sehingga perlu diadakan penyuluhan dan konsultasi gizi untuk menambah pengetahuan bagi pelatih dan mahasiswa UKM Sepakbola terkait dengan gizi olahraga.Kata kunci : Daya tahan kardiorespiratori, status gizi, aktivitas fisik
HUBUNGAN STATUS GIZI, RIWAYAT PEMBERIAN VITAMIN A, RIWAYAT IMUNISASI (BCG,DPT,CAMPAK) DAN KEBIASAAN MEROKOK ANGGOTA KELUARGA DENGAN KEJADIAN ISPA PADA BALITA USIA 1-4 TAHUN DI PROVINSI NANGROE ACEH DARUSSALAM (ANALISIS DATA SEKUNDER RISKESDAS 2007) Dewi, Fitriana; Dayamanti, Didit; Rachmanida, Nuzrina
Jurnal Nutrire Diaita (Ilmu Gizi) Vol 7, No 2 (2015): NUTRIRE DIAITA
Publisher : Lembaga Penerbitan Unversitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/nut.v7i2.1574

Abstract

AbstractThe toddler years are a decisive period in the growth. Acute Respiratory Infection (ARI) is a disease that often affects children under five. The prevalence of ARI incidence in infants in NAD above the national prevalence is equal 49,1%. Knowing the relationship of nutritional status, history of vitamin A, history of immunization (BCG, DPT, measles), and smoking habits of family members with ARI in children aged 1-4 years in the Province of Nanggroe Aceh Darussalam. Cross-sectional study design data of Basic Health Research 2007, Chi-square analysis and logistic regression. The study population was all children under the age of 1-4 years in the province. Sample size are 1466 children. Most toddlers aged 12-24 months (41,4%), the percentage of children under five is almost the same sex between men and women, the incidence of respiratory infection (44,2%), most of the children had normal nutritional status (59,4%) , got a capsule of vitamin A (81,9%), immunized (BCG, DPT, measles), family of children smoking in the home (72,7%). There was no relationship infant characteristics, nutritional status, immunization against measles (p>0,05) with ARI. There is a relationship history vitamin A, Imunisai (BCG, DPT), smoking habits of family members (p<0,05) with ARI. Smoking is the most likely predictors resulted in ARI. ARI among children under five are affected by vitamin A history, immunization history, and smoking habits of family members. Settling behavior of the parents of ARI and education about the dangers of smoking needs to be done to reduce the incidence of ARIKeywords: ARI, Nutritional status, vitamins A, immunization, smoking habit AbstrakMasa balita adalah masa yang menentukan dalam tumbuh kembangnya. Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) merupakan salah satu penyakit yang sering menyerang anak usia balita. Prevalensi Kejadian ISPA pada balita di NAD diatas prevalensi nasional yaitu sebesar 49,1%. Mengetahui hubungan status gizi,riwayat pemberian vitamin A, riwayat imunisasi (BCG,DPT,campak), dan kebiasaan merokok anggota keluarga dengan kejadian ISPA pada balita usia 1-4 tahun di Provinsi Nangroe Aceh Darussalam.Desain penelitian cross-sectional data hasil Riset Kesehatan Dasar 2007, analisis Chi-square dan regresi logistik. Populasi penelitian adalah semua anak balita usia 1-4 tahun di Provinsi NAD. Sampel penelitian ini berjumlah 1466 balita.Sebagian besar balita berusia 12-24 bulan (41,4%), persentase jenis kelamin balita hampir sama antara laki-laki dan perempuan, kejadian ISPA (44,2%), sebagian besar balita memiliki status gizi normal (59,4%), mendapat kapsul vitamin A(81,9%), mendapat imunisasi (BCG,DPT,campak), keluarga balita merokok didalam rumah (72,7%). Tidak terdapat hubungan karakteristik balita, status gizi, imunisasi campak (p>0,05) dengan kejadian ISPA. Ada hubungan riwayat pemberian vitamin A, Imunisai (BCG,DPT), kebiasaan merokok anggota keluarga (p<0,05) dengan kejadian ISPA. Kebiasaan merokok merupakan prediktor yang paling berpeluang mengakibatkan kejadian ISPA.Kejadian ISPA pada balita dipengaruhi oleh riwayat pemberian vitamin A, riwayat imunisasi, dan kebiasaan merokok anggota keluarga.Pembenahan perilaku orang tua tentang ISPA dan penyuluhan tentang bahaya merokok perlu dilakukan untuk mengurangi kejadian ISPA.Kata kunci :ISPA,Status Gizi, Vitamin A, Imunisasi, Kebiasaan Merokok
PENGARUH SENAM AEROBIK INTENSITAS SEDANG (LOW IMPACT) TERHADAP KOMPOSISI TUBUH MAHASISWI PESERTA AEROFUN UNIVERSITAS ESA UNGGUL Kuswary, Muri; Rachmanida, Nuzrina
Jurnal Nutrire Diaita (Ilmu Gizi) Vol 7, No 2 (2015): NUTRIRE DIAITA
Publisher : Lembaga Penerbitan Unversitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/nut.v7i2.1575

Abstract

AbstractThe purpose of study was to analyze the effect of the frequency of moderate-intensity aerobic exercise on body fat of the members AeroFun Aerobic at Esa Unggul University. This study used a quasi experimental design with sample of 21 students then given intervention by performing moderate-intensity aerobic exercise for 8 weeks. This intervention was done one time per week. Primary data consisted of weight, body mass index (BMI) and percentage of body fat before and after treatment. Results of t-tests showed the respondents showed a significant decrease before and after treatment on percentage of body fat (p<0.05)while the weight and BMI were not significant (P>0.05).Keywords: Aerobik exercise, moderate-intensity, body composition  AbstrakTujuan penelitian adalah untuk menganalisis pengaruh frekuensi senam aerobik intensitas sedang (low impact) terhadap komposisi tubuh peserta senam Aerofun Universitas Esa Unggul. Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen dengan subjek berjumlah 21 orang mahasiswa, kemudian diberikan perlakuan dengan melakukan senam aerobik intensitas sedang selama 8 minggu.Senam ini dilakuan satu kali setiap minggunya. Data primer terdiri dari berat badan, indeks massa tubuh (IMT) dan persentase lemak tubuh sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil uji t-tes menunjukkan pada responden menunjukkan adanya adanya penurunan yang nyata sebelum dan setelah perlakuan sebesar 1.42 % pada persentase lemak tubuh (p<0.05) namun tidak berpengaruh nyata pada berat badan dan IMT(p>0,05).Kata Kunci: aerobik, intensitas sedang, komposisi tubuh
ANALISIS PERBEDAAN POLA KONSUMSI MAKANAN DAN ASUPAN ZAT GIZI MAKROMASYARAKAT WILAYAH PULAU SUMATERA DAN JAWA (ANALISIS DATA RISKESDAS 2010) Nuzrina, Rachmanida
Jurnal Nutrire Diaita (Ilmu Gizi) Vol 8, No 2 (2016): NUTRIRE DIAITA
Publisher : Lembaga Penerbitan Unversitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/nut.v8i2.1614

Abstract

AbstractFood Consumption pattern in general is influenced by environmental and cultural factors. Culture and environment usually led people to behave in order to fulfill their basic biological needs, including the need for food. Culture affects a person in deciding what to eat, how to process the food, and to whom, and under what conditions the food is consumed. The diversity of food consumption at the household level closely related to demographic characteristics, social, economic as well as the potential of local natural resources. That difference, along with constraints in the food distribution among regions, causing food consumption patterns between regions will vary from one region to another. The sample was all the community age 4-97 years old who lived in Sumateran and jawa Island. This was a descriptive study with cross sectional design using secondary data from RISKESDAS 2010. Data analysis was performed by descriptive and inferential test Independent T Test. The results showed food consumption pattern among Jawa and Sumatera Community relatively similar, but several food were different from two region which shows the traditional food in that provinces. For almost all age group, the analysis showed that there is significant different of macronutrient intake between Jawa and Sumatera community (p<0.005). Keywords: Food pattern, macronutrient, Sumatera and Java Island AbstrakPola makan secara umum dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan kebudayaan. Kebudayaan dan lingkungan sekitar menuntun orang dalam berperilaku dan memenuhi kebutuhan dasar biologisnya, termasuk kebutuhan terhadap pangan. Budaya mempengaruhi seseorang dalam menentukan apa yang akan dimakan, bagaimana pengolahan, persiapan, dan penyajian, serta untuk siapa, dan dalam kondisi bagaimana pangan tersebut dikonsumsi. Keragaman konsumsi pangan di tingkat tumah tangga erat kaitannya dengan ciri-ciri demografis, aspek sosial, ekonomi serta potensi sumber daya alam setempat. Perbedaan tersebut, ditambah dengan kendala dalam distribusi pangan antar daerah, menyebabkan pola konsumsi makanan antar daerah akan bervariasi dari satu daerah ke daerah lain. Sampel penelitian ini adalah seluruh masyarakat  berusia 4-97 tahun yang tinggal di wilayah pulau Sumatera dan Jawa. Penelitian ini bersifat deskriptif cross sectional dengan menggunakan data sekunder Riset kesehatan Dasar 2010. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensia dengan uji Independent T Test. Hasil penelitian menunjukkan pola konsumsi masyarakat Jawa dan Sumatera relatif sama dengan perbedaan beberapa sumber bahan makanan yang tersedia serta merupakan tradisi wilayah setempat. Pada Sebagian besar kelompok umur terdapat perbedaan yang signifikan pada asupan zat gizi makro berdasarkan wilayah Jawa dan Sumatera (p<0.05).Kata kunci: Pola konsumsi, zat gizi makro, Pulau Sumatera dan Jawa
HUBUNGAN ASUPAN ENERGI, PROTEIN, DAN MINERAL SENG, PERILAKU HYGIENE DAN SANITASI SUMBER AIR TERHADAP KEJADIAN DIARE ANAK GIZI KURANG USIA SEKOLAH DASAR (10-12 TAHUN) DI PULAU SUMATERA (ANALISIS DATA RISKESDAS 2007) Vitri, Aprilianti; Iskari, Ngadiarti; Rachmanida, Nuzrina
Jurnal Nutrire Diaita (Ilmu Gizi) Vol 8, No 1 (2016): NUTRIRE DIAITA
Publisher : Lembaga Penerbitan Unversitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/nut.v8i1.1417

Abstract

AbstractBackground : Under-nutrition is physically condition that caused mal-absorption, such as infectious diseases. Diarrhea is an infectious disease that caused lack of WASH (Water Sanitation and Hand Washing), defecation’s not in latrines and inadequate intake. The impact of under nutrition school aged children is poor quality of live and learning. Objective : To know the correlation between energy, protein, zinc intake, WASH and defecate in latrine to diarrhea incidence of under-nutrition school aged children (10 – 12 years old) in Sumatera island. Methods : Analysis cross sectional design was used to 526 respondents that was analyzed by Independent T – test and Chi Square. Results: The intake of energy, protein and zinc of respondents are less than half of requirements. Most of respondents (>50%) un-lack of water sanitation and washing their hands without soap in critical times, except before eating (53.2% washing their hands with soap) and healthy latrines facility (57.3%). The incidence of diarrhea disease was significantly associated (p<0.005) with defecation in latrines, and negatively associated (p>0.005) with energy, protein, zinc intake and WASH. Conclusion and Suggestion : Defecation in latrines impacts of diarrhea incidence that means the children getting diarrhea because they are not defecate in latrine, because of poor facility of healthy latrines. Important to cooperate with the government to promote defecation in latrine and build healthy latrines facility.Keywords : Undernutrition, Diarrhea, Healthy LatrinesAbstrakLatar Belakang : Kurang gizi adalah kondisi fisik yang disebabkan malabsorpsi, seperti adanya penyakit infeksi. Diare adalah penyakit infeksi rendahnya perilaku hygiene yang seperti mencuci tangan tidak pakai sabun dan buang air besar tidak dijamban serta kurangnya sanitasi sumber air bersih dan tidak adekuatnya asupan zat gizi. Dampak dari kurang gizi pada anak usia sekolah adalah rendahnya kualitas hidup dan belajar anak. Tujuan : untuk mengetahui hubungan asupan energy, protein, mineral seng, perilaku hygiene dan sanitasi sumber air terhadap kejadian diare pada anak kurang gizi usia sekolah dasar (10–12 tahun) di pulau Sumatera. Metode: Desain penelitian yang digunakan terhadap 526 responden pada penelitian ini adalah cross sectional menggunakan uji analisa Independent t – Test dan Chi Square.  Hasil : Asupan energy, protein dan mineral seng responden krang dari setengah kebutuhan. Kebanyakan responden (>50%) memiliki sumber air yang tersanitasi dan tidak mencuci tangan pakai sabun di waktu – waktu kritis, kecuali sebelum makan (53.2% responden mencuci tangannya pakai sabun sebelum makan) dan fasilitas jamban sehat (57.4%). Kejadian diare memiliki hubungan yang bermakna dengan perilaku buang air besar di Jamban dan tidak memiliki hubungan yang bermakna dengan asupan energy, protein, mineral seng, perilaku mencuci tangan pakai sabun dan sanitasi sumber air bersih. Kesimpulan dan Saran: Kejadian diare pada responden selama kurun waktu 12 bulan yang lalu disebabkan dari perilaku buang air besar responden yang tidak dilakukan dijamban dikarenakan tidak tersedianya jamban yang sehat, sehingga diperlukan kerjasama pihak pemerintah untuk mensosialisasikan perilaku buang air besar di Jamban dan membangun percontohan fasilitas jamban sehat.Kata Kunci : Gizi Kurang, Diare, Jamban Sehat
Perbedaan Asupan Zat Gizi Makro dan Serat Berdasarkan Status Gizi Anak Usia 7-12 Tahun di Kepulauan Nusa Tenggara (NTT dan NTB) (Analisis Data Sekunder Riskesdas 2010) Salsabilah, Ghea Yasfi; Nuzrina, Rachmanida
Jurnal Nutrire Diaita (Ilmu Gizi) Vol 7, No 1 (2015): NUTRIRE DIAITA
Publisher : Lembaga Penerbitan Unversitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/nut.v7i1.1273

Abstract

AbstractBackground: Stunting prevalence for 7-12 years old in Nusa Tenggara Islands is still above the national prevalence (35.6%), in NTT (58.5%), NTB (39.6%). The prevalence of emaciation child in NTT (17%), NTB (17.7%), are still above the national prevalence (12.2%). Objective: To analyze differences in macro-nutrients intake and fiber based on nutritional status of children aged 7–12 years old in Nusa Tenggara Islands (NTT and NTB). Design: Using data from the Health Research (Riskesdas), with cross sectional method, statistical test used independent t-test and one-way ANOVA test. The sample is 1104 school children aged 7–12 years in the islands of Nusa Tenggara (NTT and NTB).   Result: The average intake of energy, protein, fat, carbohydrates, and fiber in school children aged 7–12 years in Nusa Tenggara Islands still less than the requirement. Most children have normal nutritional status (71,3%). Respondents were more men (63,2%) and reside in rural areas (63,2%). The majority of the highest education level of the head of households was not graduated from primary school (83,8%). There are differences in energy and fat intake between men and women (p<0,05). There are differences in fat and fiber intake in rural and urban areas (p<0,05). There are differences in energy, protein, and carbohydrate intake based on education level of household head (p<0,05). There is no difference in energy and macro-nutrients intake based on nutritional status of children (p≥0,05). While there are differences in fiber intake based on nutritional status (p <0,05). KeywordS: energy intake, fiber, macro-nutrient AbstrakLatar Belakang : Prevalensi kependekan anak usia 7-12 tahun di Kepulauan Nusa Tenggara masih di atas prevalensi nasional (35,6%), di NTT (58,5%), NTB (39,6%). Prevalensi anak kekurusan di NTT (17%), NTB (17,7%), masih diatas prevalensi nasional (12,2%). Tujuan: Menganalisis perbedaan asupan zat gizi makro dan serat berdasarkan status gizi anak usia 7-12 tahun di Kepulauan Nusa Tenggara (NTT dan NTB). Metode Penelitian: Menggunakan data hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), dengan metode cross sectional, uji statistik yang digunakan t-test independen dan uji one-way anova. Sampel sebanyak 1104 anak sekolah usia 7-12 tahun di Kepulauan Nusa Tenggara (NTT dan NTB).   Hasil Penelitian: Rata-rata asupan energi, protein, lemak, karbohidrat, dan serat pada anak sekolah usia 7-12 tahun di Kepulauan Nusa Tenggara masih kurang dari kebutuhan seharusnya. Sebagian besar anak berstatus gizi normal (71,3%). Responden lebih banyak laki-laki (51,3%) dan bertempat tinggal di pedesaan (63,2%). Tingkat pendidikan tertinggi kepala keluarga yang paling banyak yaitu yang tidak tamat SD/MI (83,8%). Ada perbedaan yang asupan energi dan lemak antara laki-laki dan perempuan (p<0,05). Ada perbedaan asupan lemak dan serat di pedesaan dan perkotaan (p<0,05). Ada perbedaan asupan energi, protein, dan karbohidrat berdasarkan tingkat pendidikan tertinggi kepala rumah tangga (p<0,05).  Tidak ada perbedaan asupan energi, dan zat gizi makro berdasarkan status gizi anak (p≥0,05). Sedangkan asupan serat terdapat perbedaan berdasarkan status gizi (p<0,05).Kata kunci: anak sekolah, asupan energi, zat gizi makro
HUBUNGAN RIWAYAT PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF, ASUPAN ZAT GIZI MAKRO, RIWAYAT PENYAKIT INFEKSI DAN STATUS GIZI BAYI USIA 6-11 BULAN DI DESA KADUDAMPIT PANDEGLANG Nuraldimas, Asri; Nuzrina, Rachmanida; Jusat, Idrus; Melani, Vitria; Dewanti, Lintang Purwara
Jurnal Nutrire Diaita (Ilmu Gizi) Vol 13, No 01 (2021): NUTRIRE DIAITA
Publisher : Lembaga Penerbitan Unversitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/nut.v13i01.3658

Abstract

Pendahuluan Status gizi menentukan tumbuh kembang bayi baik fisik maupun kognitif. Tingginya masalah status gizi pada bayi di Indonesia menyebabkan turunnya derajat kesehatan masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan status gizi antara bayi gizi kurang dan normal di Desa Kadudampit, wilayah Kerja Puskesmas Saketi. Metode Penelitian ini menggunakan correlational design dengan jenis rancangan cross-sectional. Teknik sampling yang digunakan adalah semua populasi yaitu 48 bayi. Berdasarkan analisis menggunakan komputerisasi dengan uji chi square dan independent t test terdapat 10 gizi kurang dan 38 bayi dengan status gizi normal. Hasil uji statistik dengan uji chi square dan independent t test menunjukan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara status gizi dengan riwayat penyakit, riwayat asi eksklusif, dan asupan gizi makro (karbohidrat, protein, lemak). Pendidikan kesehatan tentang imunisasi sebaiknya diberikan dalam bentuk promosi kesehatan dalam upaya pencegahan permasalahan yang berkaitan dengan status gizi.
Hubungan Pengetahuan PMBA dengan Kejadian Stunting di Desa Langensari UPT Puskesmas DTP Saketi Silfianti, Silfianti; Nuzrina, Rachmanida; Sitoayu, Laras; Fitri, Yuni Pradilla
Jurnal Nutrire Diaita (Ilmu Gizi) Vol 16, No 2 (2024): NUTRIRE DIAITA
Publisher : Lembaga Penerbitan Unversitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/nut.v16i2.6443

Abstract

Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat dari kekurangan gizi kronis sehingga anak menjadi terlalu pendek untuk usianya. Kurangnya pengetahuan dan informasi selama masa PMBA merupakan salah satu penyebab tidak  tercukupinya kebutuhan anak, yang dapat berpengaruh pada status gizi anak. hasil SSGI 2021 prevalensi balita stunted di Provinsi Banten sebesar 24,5% dan salah satu penyumbang tertinggi berasal dari Kabupaten Pandeglang sebesar 37,8%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan PMBA dengan kejadian stunting di desa Langensari UPT Puskesmas DTP Saketi. Metode pada penelitian ini yaitu kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Jenis data yang diambil adalah data primer dan data sekunder. Kuesioner berisi tentang data karakteristik responden (umur, jenis kelamin, nama anak, nama ibu, TB, BB) dan bagaimana pemberian makan balita dan anak yang berjumlah 12 soal dengan dua pilihan jawaban yaitu benar dan salah. Analisis data menggunakan uji statistik chi-square. Hasil : terdapat hubungan hubungan yang signifikan antara pengetahuan PMBA Ibu dengan kejadian stunting pada balita di Posyandu X Desa Langensari Wilayah Kerja UPT Puskesmas DTP Saketi Pandeglang dengan hasil p-value= 0,001 (p<0,05). Kata Kunci: Stunting, SSGI, PMBA 
Co-Authors Aditya Sagara Putra Alda Luna Maedah Amalia, Dea Sofa Amelia Avissa Anggraeni, Dini Anni Fathiya Anugrah Novianti Aprilita Rina Yanti Eff Arofah, Sari Nur Ashifa Meyta Kristya Asmarani, Intan Dwi Aspiyani Aspiyani Azari, Hanifah Barqin, Gesa Aldin Budiarti, Tia Bunga F Ayupradinda Christine Novi Arista Dayamanti, Didit Desi Fitriani Destyana, Riche Mia Dewanti, Lintang P Dewanti, Lintang Purwara Dewi, Fitriana Dhea Mardani Nur Mardani Dudung Angkasa Dudung Angkasa Dudung Angkasa Durotunisa, Siti Irma Dyah Annisa Anggraini Erry Yudhya Mulyani Estofany, Fredy Falik Hutasuhut Faridah, Syiva Nurul Ferlica Pustisari Ferlica Pustisari Fernanda, Catrine Finandita Widia Andriani Fitri Handayani Fitri Kurniawati Fitri Kurniawati Fitrianita Wulandari Gifari, Nazhif Gita Mustoviani Graciella Graciella Hafika Yunisari Pradina Hanifah Azari Harna, Harna Harna, Harna Hazadina, Tsabitah Idrus Jus&#039;at Idrus Jus'at Indriani, Dwi Rizky Intan Silviana Mustikawati Irdilla, Calely Iskari, Ngadiarti Jeallyza Muthia Azra Jesi Arianti Jus'at, Idrus Jusat, Idrus Karima, Nadina Khaerani, Annisa Kirana Murnariswari Kuswary, Muri Laras Sitoayu Laras Sitoayu Lintang P Dewanti Lintang Purwara Maria Tambunan Mariana Sari Milka Alana Sabu Muniroh, Muniroh Murnariswari, Kirana Mury Kuswari Mustikawati, Intan Silviana Mustoviani, Gita Myra, Sofhie Nabilah, Anisa Nadina Karima Nadiyah Nadiyah Nadiyah Nadiyah Nadya Fauziyah Efendi Nazhif Ghifari Ninda Aini Syaher Novia Indri Saputri Novianti, Anugerah Novianti, Anugerah Novianti, Anugrah Novita Sari Widyastiti Nuraldimas, Asri Okta Diana Pramono Palupi, Khairizka Citra Parapat, Ruth Gracia Dau Vanes Prabowo, Mas Dwi Yoga Pratiwi Pratiwi Prita Dhyani Swamilaksita Putri Nurhasanah Putri Nurhasanah Yahya Putri Nurhasanah Yahya Putri Ronitawati Putri, Vina Rizky Rahmauldianti Safitri Rakhmawati, Yenny Dewi Ratna Dwi Ismianti Rhanum Darmayanti Rian Adi Pamungkas Rian Adi Pamungkas Rifki, Muhammad Ainur Rosya, Ernalinda Sa'pang, Mertien Salsabilah, Ghea Yasfi Silfianti, Silfianti Sri Teguh Rahayu Sri Teguh Rahayu, Sri Teguh Suci Justickarin Suciana, Aulya Marthadina Suciana Sugeng Wiyono Sukma Wati Susanti, Tazkiyyah Khanifah Thalia Tsalsa Sa&#039;adah Utami, Dessy Aryanti Vitri, Aprilianti Vitria Melani Vitria Melani Vitria Melani Vitria Melani, Vitria Wahyuni, Yulia Wido Gamani Yulia Wahyuni Yuni Pradilla Fitri